Artikelilmiahs

Menampilkan 30.541-30.560 dari 50.062 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3054133872F1C017012Penggunaan Instagram Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis dalam Penyampaian Informasi Covid-19Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Penggunaan Akun Instagram Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis dalam Penyampaian Informasi Covid-19. Dalam memilih media Instagram, diskominfo Ciamis dikarenakan media ini sangat berpengaruh bagi masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dokumentasi, Observasi dan wawancara semistruktur. Subjek dalam penelitian ini dalah akun Instagram @diskominfo_cms Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian ini adalah bahwa penggunaan instagram diskominfo ciamis dalam penyampaian informasi Covid-19 telah efektif dalam menyampaikan informasi Covid-19 dengan beberapa program yang diberikan, informasi melalui instastories, upload postingan di feed, program NGOS-19 ( Ngobrol Seputar Covid-19 ). Setiap postingan yang diberikan tentunya dengan beberapa ide kreatif yang berbeda—beda supaya pengikut instagram @diskominfo tidak jenuh dengan postingan baik foto maupun video. This study was conducted to find out how to use the Instagram account of the Ciamis Regency Communication and Information Office in Disseminating Covid-19 Information. In choosing the Ciamis Discominfo Instagram media because this media is very influential for the wider community. The method used in this research is qualitative. Data were collected through literature study, documentation, observation and semi-structured interviews. The subject of this research is the Instagram account @diskominfo_cms of the Department of Communication and Information, Ciamis Regency. The results of this study are that the use of Instagram Diskominfo ciamis in conveying information on Covid-19 has been effective in conveying information on Covid-19 with several programs provided, information through instastories, uploading posts on feeds, NGOS-19 programs (Chat around Covid-19). Each post is given, of course, with several different creative ideas so that Instagram followers @diskominfo don't get bored with posts, both photos and videos.
3054233861L1A017047Akumulasi Logam Berat Pb pada Media Air, Sedimen, dan Ikan Belanak (Planiliza subviridis) di Plawangan Timur Segara Anakan CilacapPlawangan Timur merupakan wilayah dengan karakteristik tingginya aktivitas industri, transportasi, dan domestik sehingga dapat menghasilkan limbah logam berat Pb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada media air, sedimen dan ikan di perairan Plawangan Timur, Segara Anakan serta untuk mengetahui tingkat pencemaran logam berat Pb berdasarkan nilai Pollution Index (PI), Contamination Factor (CF), Index Geoaccumulation (Igeo), dan Bioaccumulation Factor (BAF). Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel Purposive Random Sampling di 5 stasiun, yaitu muara Sungai Kembang Kuning, muara Sungai Sapuregel, pertemuan dua sungai, muara Sungai Donan, pertemuan tiga sungai. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kandungan logam berat Pb pada media air berkisar 0,0016 – 0,0033 mg/L, media sedimen berkisar 1,2355 – 3,0257 mg/kg dan pada ikan belanak berkisar 0,0086 - 0,0230 mg/kg. Kandungan Pb pada media air dan sedimen tersebut masih di bawah nilai ambang batas aman, demikian pula kandungan Pb ikan belanak masih dalam batas yang aman untuk dikonsumsi. Analisis korelasi koefisien Pearson (R) menunjukkan korelasi linier negatif dengan keeratan sangat lemah dan lemah untuk Pb pada air dengan sedimen, serta Pb pada air dengan ikan belanak. Perairan Plawangan Timur tergolong tidak tercemar berdasarkan nilai PI, dan tercemar ringan berdasarkan nilai CF dan Igeo. Nilai BAF menunjukkan ikan belanak mengakumulasi Pb pada tubuhnya. Mengacu pada hasil penelitian, upaya pengelolaan perairan Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap perlu dilakukan secara berkala demi kelestarian lingkungan.East Plawangan is a area with characteristics of high industrial, transportation, and domestic activities that can produce heavy metal Pb waste. The research was aimed to analyse the difference and correlation of Pb heavy metal in the water, sediment and mullet fish among stations and to know pollution levels based on Pollution Index (PI), Contamination Factor (CF), Index Geoaccumulation (Igeo), and Bioaccumulation Factor (BAF). Method of this research was a survey method by purposive random sampling technique in five stations and four replications, namely the estuary of the Kembang Kuning River, the estuary of the Sapuregel River, the confluence of two rivers, the estuary of the Donan River, and the confluence of three rivers .The result that of Pb heavy metals in the water was 0,0016 – 0,0033 mg/L, in the sediment range between 1,2355 – 3,0257 mg/kg and the mullet fish was 0,0086 - 0,0230 mg/kg. The content of Pb in water and sediment media is still below the safe standard value, as well as the content of Pb in mullet fish is still within the safe limit for consumption. The analysis of correlation coefficient Pearson (R) showed a negative linier correlation with very weak and weak closeness for Pb in water and sediment, as well as Pb in water and mullet fish. East Plawangan are classified as unpolluted based on PI values, and lightly polluted based on CF and Igeo values. BAF values indicate the mullet fish accumulated Pb on its body. Referring to the results of the research, efforts to manage the waters of East Plawangan Segara Anakan Cilacap need to be done periodically for the sake of sustainability.
3054337799C1C018059Analisis Kinerja Keuangan Terhadap Kinerja Saham Pada Perusahaan Telekomunikasi Tahun 2017 - 2021Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap kinerja saham. Empat jenis analisis rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas digunakan sebagai variabel independen dalam penelitian ini dan variabel dependen menggunakan Abnormal Return (AR). Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori sinyal yang mencerminkan hubungan antara pihak manajemen dan investor dalam memberi petunjuk berupa sinyal-sinyal mengenai cara memandang perusahaan.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif untuk menguji empat hipotesis yang telah dirumuskan. Obyek penelitian ini adalah perusahaan industri jasa telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2017-2021. Sampel penelitian ini diambil dari 12 perusahaan, sehingga memperoleh data sampel dengan teknik pengumpulan secara dokumentasi sebanyak 30.
Berdasarkan analisis data menggunakan regresi data panel Random Effect Model (REM), hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Rasio likuiditas berpengaruh terhadap Abnormal Return (AR), (2) Rasio solvabilitas berpengaruh terhadap Abnormal Return (AR), (3) Rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Abnormal Return (AR) (4) Rasio aktivitas tidak berpengaruh terhadap Abnormal Return (AR).
Implikasi yang diperoleh dari penelitian ini yaitu supaya menambah pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Abnormal Return (AR) bagi penelitian selanjutnya, sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan bagi pihak manajemen perusahaan dan untuk memaksimalkan return yang dapat diperoleh bagi pihak investor.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan, Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Aktivitas, Kinerja Saham, Abnormal Return.
The purpose of this research is to analyze and to determine the effect of financial performance on stock performance. Four types of financial ratio analysis such as liquidity ratio, solvability ratio, profitability ratio and activity ratio are used as independent variables in this research and for dependent variable uses Abnormal Return (AR). The theory used in this research is signalling theory that reflects the relationship between management and investors in providing instructions on how to see the company using signals.
This research is used quantitative methods to test the four hypotheses that have been formulated. The object of this research is a telecommunications service industry company that listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX) in the 2017-2021. According to samples that were taken from 12 listed companies by a documentation collection technique, this research obtain 30 data sample to observe.
Based on data analysis using the Random Effect Model (REM) as panel data regression, the results of this research indicate that (1) Liquidity ratio has an effect on Abnormal Return (AR), (2) Solvability ratio has an effect on Abnormal Return (AR), (3) Profitability ratio has no effect on Abnormal Return (AR) (4) Activity ratio has no effect on Abnormal Return (AR).
The implication of this research is to increase knowledge about the factors that can affect Abnormal Return (AR) for the next research, to consider at decisions making for management and to maximize the returns that can be obtained for investors.
Keywords: Financial Performance, Financial Ratio, Liquidity Ratio, Solvability Ratio, Profitability Ratio, Activity Ratio, Stock Performance, Abnormal Return.
3054433873L1A017015Akumulasi Logam Berat Cu pada Media Air, Sedimen, dan Ikan Belanak (Planiliza subviridis) di Plawangan Timur Segara Anakan CilacapPlawangan Timur merupakan area dengan aktivitas domestik dan industri yang padat, yang dapat menghasilkan limbah logam berat Cu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan logam berat Cu pada media air, sedimen dan ikan di Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap dan mengetahui tingkat pencemaran logam berat Cu berdasarkan nilai Pollution Index (Pi), Contamination Factor (CF), Index of Geoaccumulation (Igeo), dan Bioaccumulation Factor (BAF). Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel Purposive Random Sampling di 5 stasiun yaitu muara Sungai Kembang Kuning, muara Sungai Sapuregel, pertemuan dua sungai, muara Sungai Donan, dan pertemuan tiga sungai. Hasil kandungan logam berat Cu pada media air berkisar 0,0028 - 0,0056 mg/L dengan rataan 0,0044 ± 0,0008 mg/L, media sedimen berkisar 2,1190 – 4,0025 mg/kg dengan rataan 3,0345 ± 0,7184 mg/kg dan pada ikan belanak berkisar 0,1230 - 0,2303 mg/kg dengan rataan 0,1920 ± 0,0372 mg/kg. Kandungan logam berat Cu pada media air, sedimen, dan ikan belanak menunjukkan kategori masih belum tercemar. Analisis korelasi antara kandungan logam berat Cu pada media air dengan sedimen menunjukkan hasil korelasi negatif yaitu jika konsentrasi logam berat Cu dalam air meningkat maka konsentrasi logam berat Cu dalam sedimen akan menurun dan begitu pula sebaliknya, sedangkan antara media air dengan ikan belanak menunjukkan hasil korelasi positif yaitu jika konsentrasi logam berat Cu dalam air meningkat maka konsentrasi logam berat Cu dalam ikan belanak juga akan meningkat dan begitu pula sebaliknya. Hasil perhitungan Pi menujukkan kategori tidak tercemar, CF menunjukkan kategori kontaminasi rendah, Igeo menunjukan kategori tercemar ringan, dan BAF menunjukan kategori organisme yang memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat dalam tubuh.Plawangan Timur is an area with dense domestic and industrial activities, which can produce heavy metal Cu waste. The purpose of this study was to determine the content of heavy metal Cu in water, sediment and fish media in Plawangan Timur, Segara Anakan Cilacap and to determine the level of heavy metal Cu pollution based on the value of Pollution Index (Pi), Contamination Factor (CF), Index of Geoaccumulation (Igeo), and Bioaccumulation Factor (BAF). The method used is a survey method with purposive random sampling at 5 stations, namely the estuary of the Kembang Kuning River, the estuary of the Sapuregel River, the confluence of two rivers, the mouth of the Donan River, and the confluence of three rivers. The results of heavy metal content of Cu in water media ranged from 0.0028 - 0.0056 mg/L with an average of 0.0044 ± 0.0008 mg/L, sediment media ranged from 2.1190 to 4.0025 mg/kg with an average of 3.0345 ± 0.7184 mg/kg and in mullet fish it ranged from 0.1230 to 0.2303 mg/kg with an average of 0.1920 ± 0.0372 mg/kg. The heavy metal content of Cu in water, sediment, and mullet fish media shows that the category is still not polluted. Correlation analysis between the heavy metal content of Cu in the water medium and sediment showed a negative correlation, if the concentration of heavy metal Cu in the water increased, the concentration of heavy metal Cu in the sediment would decrease and rather, while between water media and mullet fish showed a positive correlation, if the concentration of heavy metal Cu in water increases, the concentration of heavy metal Cu in mullet will also increase and rather. The results of the Pi calculation show that the category is not polluted, CF shows the category of low contamination, Igeo shows the category of lightly polluted, and BAF shows the category of organisms that have the ability to accumulate heavy metals in the body.
3054533874F1F014014A pragmatic Analysis of Dispreferred Acts on The Second Pair Part in The Future American President-First Debate 2016.

ABSTRAK
Uslikhat 2021. A pragmatic Analysis of Dispreferred Acts on The Second Pair Part in The Future American President-First Debate 2016. Skripsi. Pembimbing 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Penguji: Drs. Ashari, M.Pd. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto
Keywords: Pragmatik, Struktur Preferensi, Tindakan tidak dikehendaki.
Penelitian ini berfokus pada struktur preferensi dari tindakan tidak dikehendaki oleh penutur kedua di dalam The Future American President-First Debate 2016 dengan menggunakan dua pertanyaan penelitian. Pertanyaan pertama adalah apa saja tipe dari tindakan tidak dikehendaki yang digunakan oleh penutur kedua di dalam The Future American President-First Debate 2016? Ini akan menggambarkan macam ragam tindakan tidak dikehendaki di dalam The Future American President-First Debate 2016. Pertanyaan kedua adalah Bagaimana cara Penutur kedua melakukan tindakan tidak dikehendaki di dalam The Future American President-First Debate 2016? Pertanyaan kedua menjelaskan proses penggunaan tindakan tidak dikehendaki oleh penutur kedua di dalam The Future American President-First Debate 2016.
Pertanyaan pertama mengeksplorasi berbagai jenis tindakan tidak dikehendaki yang terdapat dalam The Future American President-First Debate 2016. Pertanyaan kedua menjelaskan bagaimana cara penutur kedua melakukan tindakan tidak dikehendaki di dalam The Future American President-First Debate 2016. Penelitian ini menggunakan teori pragmatik yang dikemukakan oleh Levinson (1993) dan Yule (1996), analisis percakapan dan struktur preferensi tindakan tidak dikehendaki yang dilakukan oleh penutur kedua. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan penutur kedua yang terdapat pada transkip debat. Peneliti menemukan 18 tindakan tidak dikehendaki.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga jenis tindakan tidak dikehendaki pada penutur kedua. Tiga jenis tindakan tidak dikehendaki tersebut adalah (1) Assesment- disagreement 61,1%, (2) Blame-Denial 33,3%, (3) Proposal-Disagreement 5,6%.
Bagaimana cara penutur kedua melakukan dispreferred act di dalam The Future American President-First Debate 2016 dikategorikan ke dalam dua cara, yaitu, (1) Prefacing 88,8%, (2) Appealing for Understanding 11,2% .
Mempelajari tindakan tidak dikehendaki bisa dilakukan dengan menganalisis di dalam debat karena penggunaan bahasa di dalam debat sangat berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan beberapa informasi terkait dengan tindakan tidak dikehendaki di dalam debat maupun percakapan lainnya. Demi kesempurnaan penelitian, peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang berhubungan dengan penggunaan tindakan tidak dikehendaki yang dipengahuhi oleh gender, terutama dalam bahasa wanita.

ABSTRACT

Uslikhat 2021. A pragmatic Analysis of Dispreferred Acts on The Second Pair Part in The Future American President-First Debate 2016. Thesis. Supervisor 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum.Supervisor 2: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Examiner: Drs. Ashari, M.Pd. Ministry of Education, Culture, Research and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto.
Keywords: Pragmatic, Preference Structure, Dispreferred Act.
This research concern on the preference structure of dispreferred acts on the second pair part in the Future American President-First Debate 2016 with two research questions. The first question is what are the types of dispreferred acts in the second turn found in the future American president-first debate? It mainly describes the various types of dispreferred acts in the future American president- first debate. The second research question is How do the participants of the future American president-first debate produce dispreferred acts in the second pair part in the conversation? It present the ways of doing dispreferred acts in the second turn which have been done by the participants in the future American president- first debate.
The first research question explores various types of dispreferred act in the future american president-first debate. The second research question present the way of dispreferred act by the second turn. The pragmatic theories by Levinson (1993) and Yule (1996), conversation analysis and preference structure of doing dispreferred act by second turn are required in this research to answer the research question. The data sources in this research are the second’s pair part utterances in the form of transcript debate. The researcher founds 18 dispreferred act by second pair part.
The result of this research shows that there are three types of dispreferred acts by second pair part,. They are (1) Assesment-disagreement 61,1%, (2) Blame-Denial 33,3%, (3) Proposal-Disagreement 5,6%.
The ways of doing dispreferred act on the second turn in The Future American President-First Debate can be categorized into two. They are (1) Prefacing 88,8%, (2) Appealing for Understanding 11,2% .
To learn deeper the use of dispreferred act on the second pair in society, since this study is under the umbrella of pragmatics approach which commonly found in daily life. The researcher hopes the readers to get more knowledge in dispreferred act on the second pair part in the daily life and the other conversation like debate etc. To get the perfection of findings, future researcher might take another research related to dispreferred act, for instance they can analyze the influence of gender in the use of dispreferred act on the second pair part, particularly in women language.
3054633875J1E016024THE IMPLEMENTATION OF HIGHER ORDER THINKING SKILLS IN THE LEARNING INSTRUCTIONS OF “BAHASA INGGRIS” TEXTBOOK FOR 11TH GRADE STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOLSejak Kurikulum 2013 menerapkan Higher Order Thinking Skills dalam proses pembelajaran, siswa membutuhkan buku teks yang menyediakan materi dan latihan soal berbasis HOTS. Salah satu buku teks yang digunakan di SMA adalah buku “Bahasa Inggris” untuk siswa kelas 11 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan Higher Order Thinking Skills di buku “Bahasa Inggris” untuk siswa kelas 11 SMA terutama dalam instruksi pembelajaran. Peneliti menggunakan kata kerja dari revisi Taksonomi Bloom sebagai kriteria dalam menganalisis penerapan Higher Order Thinking Skills. Metode analisis yang digunakan adalah metode Content Analysis dari Krippendorff. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi Higher Order Thinking Skills pada instruksi pembelajaran memperoleh 52 dari 97 instruksi pembelajaran atau 53,6%, sedangkan distribusi Lower Order Thinking Skills memperoleh 45 dari 97 instruksi pembelajaran atau 46,4%. Untuk mendukung analisis data, wawancara dengan guru bahasa Inggris menunjukan penguatan bahwa buku “Bahasa Inggris” untuk siswa kelas 11 mengimplementasikan Higher Order Thinking Skills dengan menyediakan soal Latihan berbasis HOTS. Selanjutnya, hasil kuesioner dari siswa kelas 11 menunjukkan bahwa buku “Bahasa Inggris” untuk siswa kelas 11 mengimplementasikan Higher Order Thinking Skills dalam instruksi belajar sampai ke level C-6 Mencipta.Since Curriculum 2013 implements Higher Order Thinking Skills in learning process, the students need a textbook that provides HOTS-based materials and exercises. One of textbook that is used in Senior High School is “Bahasa Inggris” textbook for 11th grade students published by Ministry of Education and Culture in 2017. This research is conducted to find out the implementation of Higher Order Thinking Skills in “Bahasa Inggris” textbook for 11th grade students of Senior High School especially in the learning instructions. The researcher is using revised Bloom Taxonomy action verb as the criteria in analyzing the implementation of Higher Order Thinking Skills. The analysis method is using the theory of Content Analysis by Krippendorff. The result data shows that the distribution of Higher Order Thinking Skills in the learning instructions obtains 52 out of 97 learning instructions or 53,6%, while the distribution of Lower Order Thinking Skills obtains 45 out of 97 learning instructions or 46,4%. To support the analysis data, the interview with English teacher shows the affirmation that “Bahasa Inggris” textbook for 11th grade students implements Higher Order Thinking Skills by providing HOTS-based exercises. Furthermore, questionnaire result from 11th grade students shows that “Bahasa Inggris” textbook for 11th grade students implements Higher Order Thinking Skills in the learning instructions up to C-6 Create level.
3054733876L1A017043AKUMULASI LOGAM BERAT Cd PADA MEDIA AIR, SEDIMEN DAN IKAN BELANAK (Planiliza subviridis) DI PLAWANGAN TIMUR SEGARA ANAKAN CILACAPPenelitian kandungan logam berat Cd bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran pada air berdasarkan nilai Single Pollution Index (Pi), pada sedimen berdasarkan nilai Contamination Factor (CF); Geoaccumulation Index (Igeo), dan pada ikan belanak berdasarkan nilai Bioaccumulation Factor (BAF). Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik purposive random sampling. Lokasi penelitian di Plawangan Timur Segara Anakan dibagi menjadi 5 stasiun, yaitu muara Sungai Kembang Kuning, muara Sungai Sapuragel, pertemuan dua sungai, muara Sungai Donan, dan pertemuan tiga sungai. Kandungan logam berat Cd pada air berkisar 0,0018 – 0,0057 mg/L dengan rataan 0,0051 ± 0,000189 mg/L, pada sedimen berkisar 2,1338 - 4,0903 mg/kg dengan rataan 3,9642 ± 0,06455 mg/kg, dan pada ikan belanak berkisar 0,0079 – 0,0190 mg/kg dengan rataan 0,0173 ± 0,000915 mg/kg. Tingkat pencemaran berdasarkan Pi bervariasi, dari tercemar ringan sampai tercemar berat. Berdasarkan nilai CF terkategori kontaminasi sangat tinggi; berdasarkan Igeo terkategori tercemar sedang – tercemar berat sampai tercemar berat. Nilai BAF menunjukkan kemampuan ikan belanak untuk mengakumulasi logam berat dalam tubuhnya. Analisis korelasi antara kandungan logam berat Cd pada media air dan sedimen menunjukkan hasil yang negatif, yaitu jika konsentrasi logam berat Cd dalam air meningkat maka konsentrasi logam berat Cd dalam sedimen akan menurun. Sedangkan antara media air dengan ikan belanak menunjukkan hasil korelasi positif yaitu yaitu jika konsentrasi logam berat Cd dalam air meningkat maka konsentrasi logam berat Cd dalam ikan belanak juga meningkat. Maka sebaiknya untuk perairan secara umum perlu dimonitoring agar bisa recovery dengan adanya penekanan pada peraturan yang telah ditetapkan. Research on the content of heavy metal Cd in water, sediment and mullet fish media aims to determine the level of pollution in water based on the Single Pollution Index (Pi) value, in sediments based on the Contamination Factor (CF) value; Geoaccumulation Index (Igeo), and in mullet fish based on the value of Bioaccumulation Factor (BAF). The method used is a survey method with purposive random sampling technique. The research location in Plawangan Timur Segara Anakan is divided into 5 stations, namely the estuary of the Kembang Kuning River, the estuary of the Sapuragel River, the confluence of two rivers, the estuary of the Donan River, and the confluence of three rivers. The content of heavy metal Cd in water ranges from 0.0018 - 0.0057 mg/L with an average of 0.0051 ± 0.000189 mg/L, in sediments it ranges from 2.1338 - 4.0903 mg/kg with an average of 3.9642 ± 0 0.06455 mg/kg, and in mullet it ranged from 0.0079 to 0.0190 mg/kg with an average of 0.0173 ± 0.000915 mg/kg. The level of pollution based on Pi varies, from lightly polluted to heavily polluted. Based on the CF value, the contamination was categorized as very high; based on Igeo categorized as moderately polluted – heavily polluted to heavily polluted. The BAF value indicates the ability of mullet fish to accumulate heavy metals in its body. The correlation analysis between the Cd heavy metal content in the water medium and the sediment showed negative results, namely if the Cd heavy metal concentration in the water increased, the Cd heavy metal concentration in the sediment would decrease. Meanwhile, between water media and mullet fish showed a positive correlation, namely if the concentration of heavy metal Cd in water increased, the concentration of heavy metal Cd in mullet also increased. So it is better for waters in general to be monitored so that they can recover with an emphasis on the regulations that have been set.
3054837800D1A017211SUPLEMENTASI ASAM AMINO METIONIN DAN LISIN PADA DOMBA YANG MENDAPAT PAKAN DASAR JERAMI PADI AMONIASI TERHADAP KUALITAS FISIK DAGINGPenelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam amino metionin dan lisin dalam pakan terhadap kualitas fisik daging domba. Materi penelitian yang digunakan adalah ternak domba lokal jantan yang berjumlah 18 ekor umur 7-8 bulan. Materi pakan yang digunakan adalah pakan dasar jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan imbangan 40:60 berdasarkan bahan kering pakan. Perlakuan yang diuji adalah tiga formula pakan dengan suplementasi asam amino metionin dan lisin. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R1 = Jerami padi amoniasi + Konsentrat (dedak padi + bungkil kelapa) ; R2= R1 + metionin + lisin ; R3 = Jerami padi amoniasi + Konsentrat ( tepung jagung + bungkil kedelai). Variabel yang diukur adalah daya ikat air, susut masak, pH, dan keempukan daging bicep femoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam amino metionin dan lisin dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisik (daya ikat air, susut masak, pH, dan keempukan). Penelitian dapat disumpulkan bahwa pemberian asam amino metionin dan lisin dalam pakan belum mampu meningkatkan sifat fisik daging domba meliputi pH, keempukan, daya ikat air, dan susut masak.A study was conducted to determine the effect of the amino acids methionine and lysine in the feed on the physical quality of lamb meat. The research material used was 18 male sheep aged 7-8 months. The feed material used was the basic feed of ammoniated rice straw and concentrate with a ratio of 40:60 based on the dry matter of the feed. The treatments tested were three feed formulas supplemented with the amino acids methionine and lysine. The research method was carried out using 3 treatments and 6 replications. The treatments were R1 = ammoniated rice straw + concentrate (rice bran + coconut meal); R2= R1 + methionine + lysine ; R3 = ammoniated rice straw + concentrate (corn flour + soybean meal). The variables measured were water holding capacity, cooking loss, pH, and tenderness. The results showed that the administration of the amino acids methionine and lysine in the feed had no significant effect (P>0.05) on the physical properties (water holding capacity, cooking loss, pH, and tenderness). It can be concluded that the administration of the amino acids methionine and lysine in the feed has not been able to improve the physical properties of lamb meat including pH, tenderness, water holding capacity, and cooking loss.
3054933878H1E017010PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING MENGGUNAKAN METODE COST INTEGRATED VALUE STREAM MAPPING GUNA MENGURANGI WASTE DI LANTAI PRODUKSI BULU MATA PALSU
(STUDI KASUS : PT. X)
PT. X merupakan industri manufaktur yang memproduksi bulu mata palsu. Pada perusahaan terdapat permasalahan yang mengakibatkan terjadinya permasalahan output. Ketidakstabilan pada output produksi dikarenakan adanya permasalahan waste dalam proses produksi bulu mata palsu. Seperti adanya produk defect, waiting process dan Inappropriate processing. Dari permasalahan yang dihadapi PT. X, maka dibutuhkan suatu penyelesaian untuk mengurangi pemborosan dilantai produksi dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Dengan mengintegrasikan metode Activity Based Costing (ABC) di dalam aliran Value Stream Mapping (VSM), menghitung hasil waste terbesar dengan metode Value Stream Analysis Tools (VALSAT) dan menggunakan Root Cause Analysis (RCA) kemudian, mengusulkan rekomendasi perbaikan. Rekomendasi perbaikan yang diberikan antara lain, penerapan continuous flow, penggabungan kerja, dan pengiriman bahan baku seminggu sekali. Hasil dari perbandingan antara current dan future cost integrated value stream mapping adalah production lead time berkurang dari 0,5 hari menjadi 0,3 hari, kemudian total value added cost dari Rp. 2.049 menjadi Rp. 1.561 dan untuk total non value added cost dari Rp. 12.754 menjadi Rp. 11.243 selanjutnya untuk travel distance dari 99 meter menjadi 79 meter

PT. X is a manufacturing industry that produces false eyelashes. In the company there are problems that result in output problems. Instability in production output is due to waste problems in the false eyelashes production process. Such as product defects, waiting process and inappropriate processing. From the problems faced by PT. X, then a solution is needed to reduce waste on the production floor using a lean manufacturing approach. By integrating the Activity Based Costing (ABC) method in the Value Stream Mapping (VSM), calculating the largest waste using the Value Stream Analysis Tools (VALSAT) method and using Root Cause Analysis (RCA) then, proposes recommendations for improvement. The recommendations for improvement include the application of continuous flow, work combinations, and delivery of raw materials once a week. The result of the comparison between current cost integrated value stream mapping and future cost integrated value stream mapping is that the production lead time is reduced from 0.5 days to 0.3 days, then the total value added cost from Rp. 2.049 to Rp. 1.561and for the total non value added cost of Rp. 12.754 to Rp. 11.243 then for the travel distance from 99 meters to 79 meters.
3055033880H1A017025DESAIN DAN ANALISIS ANTENA MIKROSTRIP PATCH ARRAY 2X1 PADA FREKUENSI 2.4 GHZ UNTUK APLIKASI WIFITeknologi komunikasi nirkabel yang berkembang pesat dan kebutuhan komunikasi antar komputer dengan medium gelombang mikro yang semakin luas menjadikan bertambahnya popularitas sistem nirkabel untuk pengembangan antena. Antena mikrostrip adalah antena konduktor yang dihubungkan ke ground plane dan dipisahkan oleh bahan dielektrik. Antena mikrostrip yang berbentuk array memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan antena mikrostrip konvensional. Antena mikrostrip patch array 2x1 dalam stuktur jaringan WLAN memiliki fungsi sebagai media yang mendistribusikan sinyal ke beberapa perangkat bergerak atau mobile station. Untuk meningkatkan kemampuan daya transmisi sinyal dan daya jangkauan pancaran gelombang elektromagnetik lebih jauh. Pada penelitian kali ini terdapat beberapa rumusan masalah antara lain Apa pengaruh jaringan Wi-Fi pada saat di sambungkan pada antenna, Berapa nilai VSWR dan impedansi yang diperlukan agar antena berfungsi dengan baik, dan Bagaimana jika nilai VSWR dan impedansi belum memenuhi standar.
Pembuatan antena dalam Tugas Akhir ini menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari perancangan antena dan simulasi menggunakan software CST Studio Suite 2020. Antena yang dibuat merupakan antena mikrostrip berbentuk patch array 2x1. Pengujian antena menggunakan parameter antena dasar diantaranya adalah Return Loss, VSWR, Bandwidth, dan Pola radiasi.
Antena mikrostrip hasil penelitian dapat bekerja dengan baik pada rentang frekuensi 2,4 GHz dengan kekuatan sinyal rata-rata -47 dBm, sedikit lebih baik dibandingkan dengan antena referensi yang memiliki kekuatan sinyal rata-rata -51 dBm.Antena hasil simulasi memiliki spesifikasi, frekuensi kerja 2,4018 Ghz, Return Loss -32,35 dB, VSWR 1,0494, Bandwidth 100 Mhz, Impedansi 50,320327 ohm, Gain 5,317dBi, dan Polaradiasi omnidirectional. Dan antena hasil fabrikasi memiliki gain sebesar 5,25dBi, dengan kekuatan sinyal rata-rata -47 dBm.
Wireless communication technology is growing rapidly and the need for communication between computers with microwave media is increasingly widespread, making wireless systems increasingly popular for antenna development. Microstrip antenna is a conductor antenna connected to the ground plane and separated by a dielectric material. The antenna consists of three parts, namely patch, substrate and ground plane. The microstrip antenna in the form of an array has several advantages over conventional microstrip antennas. Microstrip patch array antenna 2x1 in a WLAN network structure has a function as a medium that distributes signals to several mobile devices or mobile stations. To increase the ability of signal transmission power and electromagnetic wave emission range power further. In this study, there are several problem formulations, including what is the effect of the Wi-Fi network when it is connected to the antenna, what is the value of VSWR and the required impedance for the antenna to function properly, and what if the VSWR and impedance values do not meet the standards.
The antenna manufacture in this final project uses an experimental method consisting of antenna design and simulation using CST Studio Suite 2020 software. The antenna made is a microstrip antenna in the form of a 2x1 patch array. Antenna testing uses basic antenna parameters including Return Loss, VSWR, Bandwidth, and Radiation Pattern.
Microstrip antenna research results can work well in the frequency range of 2.4 GHz with an average signal strength of -47 dBm, slightly better than the reference antenna which has an average signal strength of -51 dBm. The simulated antenna has specifications, working frequency 2.4018 Ghz, Return Loss -32.35 dB, VSWR 1.0494, Bandwidth 100 Mhz, Impedance 50.320327 ohms, Gain 5.317dBi, and omnidirectional Polarization. And the fabricated antenna has a gain of 5.25dBi, with an average signal strength of -47 dBm.
3055133881J1D017048KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL SI PARASIT LAJANG KARYA AYU UTAMI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PESAN PADA BUKU FIKSIPenelitian ini menggambarkan wujud kritik sosial yang terkandung dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami dan relevansinya terhadap kegiatan pembelajaran sastra. Penelitian ini akan menggunakan salah satu pendekatan, yaitu pendekatan sosiologi sastra dengan aspek kajian yaitu berupa kritik sosial. Hasil penelitian yang berupa kutipan-kutipan kalimat akan dijadikan sebagai referensi bahan ajar untuk melaksanakan pembelajaran terkait pesan yang ada pada buku fiksi dengan cara menganalisisnya pada permasalahan sosial yang ada. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Permasalahan yang ada pada penelitian ini berfokus pada sosiologi sastra dengan aspek yang dikaji yaitu kritik sosial. Data penelitian diperoleh melalui teknik baca, simak, dan catat. Teknik analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif yaitu metode menganalisis isi. Penelitian ini menggunakan metode penyajian hasil analisis data secara informal.This research describes the form of social criticism contained in the novel Si Parasit Lajang by Ayu Utami and its relevance to literary learning activities. This study will use one approach, namely the sociology of literature approach with the aspect of the study in the form of social criticism. The results of the research in the form of sentence quotes will be used as a reference for teaching materials to carry out learning related to messages in fiction books by analyzing them on existing social problems. The form of this research is descriptive qualitative research. The data source in this study is the novel Si Parasit Lajang by Ayu Utami, the first printing in 2013 and published by the Popular Literature Publisher Gramedia (KPG). This study uses a sociology of literature approach. The problems that exist in this study focus on the sociology of literature with the aspect studied, namely social criticism. Research data obtained through reading, listening, and note-taking techniques. Qualitative descriptive analysis technique was used in this study. The data analysis method used in qualitative research is the method of analyzing content. This study uses the method of presenting the results of data analysis informally.
3055233890A1C017038Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kualitas Telur Berbasis Arduino Dengan Sistem Fuzzy LogicMemeriksa kualitas telur menggunakan metode konvensional dan dengan inderawi manusia tidak selalu menghasilkan pemeriksaan yang tepat. Namun, pemeriksaan dengan memecahkan cangkang telur, bersifat destruktif dan tidak dapat digunakan oleh penjual telur. Karenanya dibutuhkan alat yang dapat mendeteksi kualitas telur dengan tepat dan bersifat non-destrukif. Beberapa peneliti telah menciptakan alat pendeteksi kebusukan telur dengan menggunakan mikrokontroler. Namun, alat pendeteksi kualitas telur ini masih memerlukan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun alat pendeteksi kualitas telur berbasis Arduino menggunakan pengukuran intensitas cahaya, bau, dan bobot dan mengetahui kinerja masing-masing unit pengukuran dan alat secara keseluruhan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengujian komponen alat dengan metode blackbox, termasuk menguji tiga sensor pengindra yang digunakan alat yaitu sensor MQ-2, sensor LDR, dan load cell. Pengujian keseluruhan kerja alat, pengukuran Indeks Putih Telur (IPT) dan Indeks Kuning Telur (IKT. Berdasarkan hasil penelitian, alat pendeteksi kualitas telur mampu membedakan telur berkualitas baik dan buruk. Semua komponen alat menghasilkan output yang diharapkan kecuali sensor MQ-2. Sensor MQ-2 tidak berhasil menangkap konsentrasi gas H2S yang keluar dari dalam sampel telur busuk, namun dengan dua sensor pengukuran lainnya yaitu sensor LDR dan load cell, alat memiliki akurasi pemeriksaan sebesar 97.77%.Checking egg quality using conventional methods and with human senses doesn’t always result in a proper check. However, inspection by breaking the eggshell is destructive. The egg sellers can not use this method. Thus, a tool that can detect egg quality accurately and is non-destructive is needed. Several researchers have created egg quality detectors using microcontrollers. However, egg quality detection tools still need development. This research aims to design an Arduino-based egg quality detector using measurements of light intensity, smell, and weight and determine the performance of each measurement unit and the overall tool. The analysis methods used in this research are the black-box method for testing the components, including testing three sensors used by this tool, such as MQ-2, LDR, and load cell. Examining the entire tool performance, measuring Albumen Index and Yolk Index. Based on the research result, the egg quality detector can distinguish between good and poor-quality eggs. All components of the tool produce the expected output except the MQ-2 sensor. MQ-2 sensor didn’t succeed in capturing the concentration of H2S that came out of the rotten egg sample. But with two other measurement sensors, the LDR and load cell, the tool has an accuracy of 97.77%
3055333955B1A017025KARAKTERISTIK MORFOLOGI SERBUK SARI SEBAGAI SUMBER PAKAN LEBAH Tetragonula laeviceps DI DESA CILONGOK, BANYUMASLebah Tetragonula laeviceps merupakan lebah tidak bersengat (stingless) yang berperan dalam penyerbukan serbuk sari. Adapun Serbuk sari dapat digunakan untuk identifikasi tumbuhan karena memiliki struktur serta ornamentasi eksin yang khas dan terawetkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi serbuk sari tumbuhan yang terdapat di sekitar sarang lebah T. laeviceps dan mengetahui karaktetistik morfologi serbuk sari yang dibawa lebah sebagai sumber pakan ke dalam sarang lebah T. laeviceps.Penelitian ini dilakukan di Desa Cilongok menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sample random sampling. Metode pembuatan preparat menggunakan metode asetolisis. Variabel yang diamati yaitu karakter morfologi serbuk sari. Parameter yang diamati adalah unit, ukuran, bentuk, apertura serbuk sari, dan ornamentasi pada eksin. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan dan identifikasi serbuk sari diperoleh 23 spesies tumbuhan yang tercakup dalam 17 familia yang terdapat di sekitar sarang lebah, menunjukkan karakter morfologi bervariasi yaitu bentuk serbuk sari prolate-spheroidal, sub-prolate, dan prolate. Ukuran serbuk sari minutae, mediae, dan magnae. Tipe apertura yaitu periporate, tricolporate, tricolpate, triporate, pantoporate, pantocolpate, monocolpate, monoporate, pericolpate dan tetracolpate. Tipe ornamentasi yaitu echinate, psilate, scabrate, reticulate dan verrucate. Pengamatan serbuk sari yang terdapat di dalam sarang lebah diperoleh 18 jenis serbuk sari dengan 13 jenis diantaranya mempunyai kecocokkan dengan serbuk sari dari bunga yang terdapat di sekitar sarang lebah dan 5 jenis tidak mempunyai kecocokkanTetragonula laeviceps is a stingless bee that plays a role in pollen pollination. Pollen can be used for plant identification because it has a distinctive structure and exine ornamentation and is well preserved. This study aims to determine the morphological characteristics of plant pollen found around the nests of T. laeviceps bees and to determine the morphological characteristics of pollen brought by bees as a source of feed into the nests of T. laeviceps bees. This research have been conducted in Cilongok Village used a survey method with a random sampling technique. The preparations method using the acetolysis method. The variable observed was the morphological character of the pollen. Parameters observed were unit, size, shape, pollen aperture, and ornamentation on exine. The results were analyzed descriptively.The results of the observation and identification of pollen obtained 23 species which included of 17 families plants found around the beehive, showed that varied morphological characters, namely prolate-spheroidal, sub-prolate, and prolate pollen forms. Minutae, mediae, and magnae pollen sizes. The aperture types periporate, tricolporate, tricolpate, triporate, pantoporate, pantocolpate, monocolpate, monoporate, pericolpate and tetracolpate. The types of ornamentation are echinate, psilate, scabrate, reticulate and verrucate. The Observation of pollen contained in the beehive obtained 18 types of pollen and 13 types of them have appropriateness with pollen from flowers found around in beehives and 5 types have no match.
3055433982B1A017156DEGRADASI SAMPAH ORGANIK BUAH DAN SAYUR MENGGUNAKAN KONSORSIUM BAKTERI SELULOLITIK, AMILOLITIK, PROTEOLITIK, DAN LIPOLITIK DENGAN WAKTU INKUBASI BERBEDASampah menjadi masalah besar bagi masyarakat Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat degradasi sampah, khususnya sampah organik adalah dengan menggunakan mikroorganisme. Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman memiliki koleksi isolat bakteri yang diisolasi dari Pantai Logending, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dan Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah. Isolat-isolat bakteri tersebut memiliki kemampuan dalam menghasilkan enzim-enzim yang berperan dalam degradasi senyawa yang terkandung dalam sampah organik. Masing-masing isolat bakteri tersebut belum teridentifikasi, sehingga penamaannya masih menggunakan kode isolat, yakni LG 73, LG 101, dan LG 113 bersifat selulolitik, amilolitik, dan proteolitik, serta isolat 127 bersifat selulolitik, amilolitik, proteolitik, dan lipolitik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan konsorsium bakteri selulolitik, amilolitik, proteolitik, dan lipolitik dalam mendegradasi sampah organik buah dan sayur, serta mengetahui waktu inkubasi yang efektif dalam degradasi sampah organik buah dan sayur menggunakan konsorsium bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu inkubasi menghasilkan nilai rata-rata rasio C/N awal inkubasi sebesar 7,81 dan pada akhir inkubasi menjadi 7,64, sedangkan nilai rata-rata rasio C/N awal inkubasi pada sampah kontrol adalah 7,4 dan pada akhir inkubasi nilainya menjadi 7,23. Baik pada sampah dengan pemberian inokulum maupun kontrol, nilai rata-rata rasio C/N mengalami penurunan yang sama sebanyak 0,17 setelah dilakukan inkubasi selama 60 hari. Hasil tersebut menandakan bahwa waktu inkubasi tidak berpengaruh terhadap kemampuan konsorsium bakteri selulolitik, amilolitik, proteolitik, dan lipolitik dalam mendegradasi sampah organik buah dan sayur.
Garbage is a big problem for the people of Indonesia. One way that can be done to accelerate the degradation of waste, especially organic waste is to use microorganisms. The Microbiology Laboratory of the Faculty of Biology, Jenderal Sudirman University, has a collection of bacterial isolates isolated from Logending Beach, Kebumen Regency, Central Java and Segara Anakan, Cilacap, Central Java. These bacterial isolates can produce enzymes that play a role in the degradation of compounds contained in organic waste. Each of these bacterial isolates has not been identified, so the naming is still using the isolate code, namely LG 73, LG 101, and LG 113 which are cellulolytic, amylolytic, and proteolytic, and isolate 127 is cellulolytic, amylolytic, proteolytic, and lipolytic.
The purpose of this study was to determine the ability of a consortium of cellulolytic, amylolytic, proteolytic, and lipolytic bacteria in degrading fruit and vegetable organic waste, and to determine the effective incubation time in the degradation of fruit and vegetable organic waste using a bacterial consortium. The results showed that the incubation time treatment resulted in an average C/N ratio at the beginning of incubation of 7.81 and at the end of incubation being 7.64, while the average value of the C/N ratio at the beginning of incubation in control waste was 7.4 and at the end of incubation the value becomes 7.23. In both inoculum and control waste, the average value of the C/N ratio decreased by 0.17 after incubation for 60 days. These results indicate that the incubation time does not affect the ability of the consortium of cellulolytic, amylolytic, proteolytic, and lipolytic bacteria in degrading organic waste of fruits and vegetables.
3055533743C1A017014ANALISIS PERBANDINGAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN E- WALLET DI MASA PANDEMI COVID-19 ANTARA MAHASISWA UNSOED DENGAN MAHASISWA UMPPenelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Keputusan Penggunaan E-wallet di Masa Pandemi Covid-19 Antara Mahasiswa UNSOED dengan Mahasiswa UMP”. Penggunaan e-wallet di masa pandemi Covid-19 cenderung meningkat, sehingga perlu dianalisis faktor yang diduga mempengaruhi keputusan penggunaan e-wallet di masa pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja layanan, persepsi manfaat dan nilai harga terhadap keputusan penggunaan e-wallet di masa pandemi Covid-19 pada Mahasiswa UNSOED dan Mahasiswa UMP, serta menganalisis ada tidaknya perbedaan pada kedua subjek tersebut. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dan uji beda independent sample t- test. Hasil penelitian ini adalah : (1) Variabel kinerja layanan, persepsi manfaat, dan nilai harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan e-wallet pada Mahasiswa UNSOED baik secara parsial maupun simultan, (2) Variabel kinerja layanan, persepsi manfaat, dan nilai harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan e-wallet pada Mahasiswa UMP baik secara parsial maupun simultan, (3) Terdapat perbedaan keputusan penggunaan e-wallet di masa pandemi Covid-19 antara Mahasiswa UNSOED dan UMP.This research is entitled “Comparative Analysis of Decisions to Use E-wallet during the Covid-19 Pandemic Between UNSOED Students and UMP Students”. The use of e-wallets during the Covid-19 pandemic that tends to increase, so it needs to analyze the factors that are though to influence the decision to use e-wallets during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study is to determine the effect of service performance, perceived benefits and price value on decisions to use e-wallet during the COVID-19 pandemic for UNSOED and UMP students, as well as analyze whether there were differences between the two subjects. . The data analysis methods are multiple linear regression analysis and different independent sample t-tests. The result of this research are : (1) Service performances variables, benefits perceptions, and price values have a positive and significant effect on decisions to use e-wallet in UNSOED students, either partially or partially. simultaneous, (2) service performances variables, benefits perceptions, and price values have a positive and significant effect on the decision to use e-wallet in UMP students either partially or simultaneously, (3 There are differences in the decision to use e-wallet during the Covid-19 pandemic between UNSOED and UMP students.
3055633882C1B017079ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN SEBAGAI DASAR UNTUK MENENTUKAN POLA PRODUKSI YANG OPTIMAL PADA PRODUK KEMASAN MIE ONGKLOK INSTAN DI UD. DIENG AGRIPINAPenelitian ini merupakan Penelitian deskriptif pada produk mie ongklok instan UD. Dieng Agripina. Penelitian ini berjudul “Analisis Peramalan Penjualan sebagai Dasar untuk Menentukan Pola Produksi yang Optimal pada Produk Kemasan Mie Ongklok Instan di UD. Dieng Agripina”. Permasalahan yang terjadi pada UD. Dieng Agripina dalam memproduksi mie ongklok instan adalah seringkali terjadi kelebihan maupun kekurangan produk dikarenakan UD. Dieng Agripina dalam meramalkan penjualan di masa mendatang dan menentukan pola produksinya hanya berdasarkan penjualan bulan lalu dan pengalaman pemilik.
Metode Penelitian yang digunakan adalah untuk peramalan digunakan metode trend analysis based regression dan untuk pola produksi menggunakan analisis total incremental cost dari ketiga pola produksi yaitu pola produksi konstan, pola produksi bergelombang, dan pola produksi moderat.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui metode peramalan dan pola produksi yang tepat untuk produksi mie ongklok instan UD. Dieng Agripina pada periode Agustus 2021 – Juli 2022.
Berdasarkan hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Metode peramalan yang paling tepat adalah metode peramalan Linear Trend Model dikarenakan memiliki tingkat MAE dan MSE terkecil yaitu MAE sebesar 1,902 dan MSE sebesar 45.966,25; (2) Pola produksi yang optimal pada produksi produk mie ongklok isntan UD. Dieng Agripina adalah pola produksi konstan dikarenakan analisis incremental costnya paling rendah yaitu Rp67.248.
Implikasi dari kesimpulan diatas adalah (1) Dalam menentukan pola penjualan produk mie ongklok instan UD. Dieng Agripina pada periode Agustus 2021 – Juli 2022, UD. Dieng Agripina sebaiknya menggunakan metode peramalan Trend Linear Model dikarenakan metode ini memiliki tingkat kesalahan yang paling kecil dibandingkan dengan metode peramalan lainnya; (2) Dalam menentukan pola produksi produk mie ongklok instan UD. Dieng Agripina pada periode Agustus 2021 – Juli 2022, UD. Dieng Agripina sebaiknya menggunakan pola produksi konstan yaitu pola produksi yang tingkat produksinya sama (stabilitas produksi) dikarenakan setelah menghitung total incremental costnya, pola produksi konstan memiliki total incremental cost terendah daripada pola produksi bergelombang dan pola produksi moderat.
This research is a descriptive research on instan ongklok noodle UD. Dieng Agripina products. This research is entitled “Analisis Peramalan Penjualan sebagai Dasar untuk Menentukan Pola Produksi yang Optimal pada Produk Kemasan Mie Ongklok Instan di UD. Dieng Agripina”. Problems that occur in UD. Dieng Agripina in producing instant ongklok noodles is often an excess or shortage of products due to UD. Dieng Agripina in forecasting future sales and determining production patterns only based on last month's sales and owner's experience.
The research method used is trend analysis based regression method for forecasting and for production patterns using total incremental cost analysis of the three production patterns, namely constant production patterns, wavy production patterns, and moderate production patterns.
The purpose of this research is to determine the appropriate forecasting method and production pattern for the production of “mie ongklok instan UD. Dieng Agripina” in the period August 2021 – July 2022.
Based on the results of the study indicate that: (1) the most appropriate forecasting method is the Linear Trend Model forecasting method because it has the smallest MAE and MSE levels, the level of MAE is 1,902 and MSE is 45,966.25; (2) The optimal production pattern in the production of “mie ongklok instan UD. Dieng Agripina” is a constant production pattern because the lowest incremental cost analysis is Rp67,248.
The implications of the conclusions above are (1) In determining the sales pattern of “mie ongklok instan UD. Dieng Agripina” in the period August 2021 – July 2022, UD. Dieng Agripina should use the Trend Linear Model forecasting method because this method has the smallest error rate compared to other forecasting methods; (2) In determining the pattern of production of “mie ongklok instan UD. Dieng Agripina” in the period August 2021 – July 2022, UD. Dieng Agripina should use a constant production pattern, namely a production pattern with the same production level (production stability) because after calculating the total incremental cost, the constant production pattern has the lowest total incremental cost than the wavy production pattern and the moderate production pattern
3055733883L1C016038VARIASI INTRA MUSIMAN ARUS BAWAH PANTAI SELATAN JAWA PERIODE 1993 - 2018
Pantai Selatan Jawa merupakan wilayah yang menjadi lintasan arus antara Benua Asia – Benua Australia dan Samudera Pasifik - Samudera Hindia. Arus tersebut mempengaruhi sistem perairan Selatan Jawa, diantaranya yaitu Arus Pantai Jawa, Arus lintas Indonesia, dan Arus Bawah Ekuator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecepatan dan arah arus bawah, serta variasi musiman yang berada di perairan Pantai Selatan Jawa selama tahun 1993 – 2018. Metode penelitian ini adalah metode observasi, yaitu pengolahan data dari CMEMS. Data CMEMS yang telah terunduh, diplot sesuai lokasi penelitian, lalu diolah dan divisualisasikan menjadi arus zonal dan meridional. Data arus zonal dan meridional dianalisis menggunakan wavelet yang bertujuan untuk melihat variabilitas arus. Hasil penelitian ini menggambarkan kondisi kecepatan dan arah arus bawah yaitu ± 0.001 – ± 0.37 m/s dengan orientasi timur - barat sebagai dampak topografi Pulau Jawa. Variasi musiman yang ditemukan melalui analisis Continuous Wavelet Transform di perairan Pantai Selatan Jawa adalah periode intra musiman, musiman, tahunan dan antar tahunan. Pada perairan ini variabilitas arus bawah dominan dalam periode intra musiman dengan rentang waktu 64 hari.The South Coast of Java is an area that becomes the trajectory of currents between the Asian Continent – the Australian Continent and the Pacific Ocean – Indian Ocean. These currents affect the southern Java water system, including the Java Coastal Current, the Indonesian Throughflow, and Equatorial Undercurrent. The purpose of this study was to determined the speed and direction of the undercurrent, as well as seasonal variations in the waters of the South Coast of Java during 1993 – 2018. This research was used observation method, namely data processing from CMEMS. The CMEMS data that has been downloaded is plotted according to the research location, then processed and visualized into zonal and meridional flows. The zonal and meridional current data were analyzed using a wavelet which aimed to see the variability of the current. The results of this study described the speed and direction of the undercurrent, namely ± 0.001 – ± 0.37 m/s with an east-west orientation as a result of the topography of Java Island. Seasonal variations found through Continuous Wavelet Transform analysis in the waters of the South Coast of Java were intra-seasonal, seasonal, annual, and inter-annual periods. In these waters, the variability of the undercurrent is dominated by the intra-seasonal period with a span of 64 days.
3055833885L1C016005Perubahan Coastal Upwelling-Downwelling Selatan Jawa dalam Periode Penguatan Angin Permukaan Tahun 2007-2018Perairan Selatan Jawa terdapat coastal upwelling-downwelling yang berhubungan dengan pembalikan arah angin secara musiman. Dalam periode penguatan angin, kedua proses tersebut dapat berubah intensitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan coastal upwelling-downwelling di Selatan Jawa dalam periode penguatan angin permukaan secara spasial maupun temporal selama 12 tahun (2007-2018). Perubahan variasi coastal upwelling-downwelling dapat dilihat dari Frekuensi Brunt-Vaisala (BVF), temperatur, salinitas, dan densitas. Metode yang digunakan adalah metode observasi. Data angin diperoleh dari European Centre for Medium-range Weather Forecast (ECMWF) resolusi 0,125º. Data salinitas dan temperatur diperoleh dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) resolusi 0,083º. Data dianalisis deskriptif dan statistik secara spasial dan temporal. Pada musim barat kecepatan angin 3,5-6 m.s-1 dengan nilai BVF yaitu 5x10-4 s-1, isotherm 28-31ºC, isohalin 33,5-32 PSU dan densitas 20 kg.m-3. Sedangkan pada musim timur kecepatan angin 5,4-8,09 m.s-1, dengan nilai BVF 3,5x10-4 s-1, isotherm 22-26ºC, isohalin 33,5 PSU dan densitas 22 kg.m-3. Upwelling terjadi pada musim timur, ditandai dengan stabilitas massa air dan temperatur yang rendah serta salinitas dan densitas yang tinggi. Semakin besar kecepatan angin pada musim timur, maka intensitas upwelling juga semakin besar.Coastal upwelling-downwelling is present in the southern waters of Java, and it is linked to seasonal wind direction reversal. The two processes may fluctuate in intensity during a period of wind strengthening. The goal of this study is to identify changes in coastal upwelling-downwelling in Southern Java throughout a 12-year period of increasing surface winds, both geographically and temporally (2007-2018). Variations in changes Brunt-Vaisala Frequency (BVF), temperature, salinity, and density are all indicators of coastal upwelling-downwelling. The observation approach was employed. Wind data with a resolution of 0,125º acquired from the European Center for Medium-Range Weather Forecast (ECMWF). The Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) provided salinity and temperature data at a precision of 0,083º. The data were spatially and temporally evaluated descriptively and statistically. In the west monsoon the wind speed is 3,5-6 ms-1 with BVF values of 5x10-4 s-1, isotherm 28-31ºC, isohaline 33,5-32 PSU and density 20 kg.m-3. While in the east monsoon wind velocity 5,4-8,09 m.s-1,with a value of BVF 3,5x10-4 s-1,isotherm 22-26 ºC, 33,5 isohalin PSU and density of 22 kg m-3. Upwelling occurs during the east monsoon and is characterized by water mass stability, low temperature, and high salinity and density. The greater the wind speed in the east monsoon, the greater the intensity of upwelling.
3055933886J1E017003THE IMPLEMENTATION OF LMS SMA NEGERI 2 PURWOKERTO AS E-LEARNING PLATFORM IN ONLINE ENGLISH LEARNING
(A Descriptive Study of the 12th Grade Students of SMA Negeri 2 Purwokerto Academic Year 2020/2021)
Penelitian ini berjudul “The Implementation of LMS SMA Negeri 2 Purwokerto as E-learning Platform in online English Learning” (A Descriptive Study of the 12th Grade Students of SMA Negeri 2 Purwokerto Academic Year 2020/2021). Tujuan peneliti adalah mendeskripsikan implementasi LMS SMA Negeri 2 Purwokerto sebagai platform e-learning dalam pembelajaran bahasa Inggris secara daring, untuk mengetahui permasalahan siswa kelas 12 dan guru bahasa Inggris selama penerapan LMS nya dalam Pembelajaran Bahasa Inggris daring, dan mengetahui solusi dari guru untuk mengatasi masalah siswa dalam menerapkan LMS nya. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan desain penelitian kualitatif. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan triangulasi metode untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LMS SMA Negeri 2 Purwokerto cukup mendorong dan membantu baik siswa maupun guru dalam pembelajaran bahasa Inggris. Seluruh proses pembelajaran di dalam LMS dilaksanakan tahapan/tahapan secara lengkap kegiatan E-learning dalam membuat materi dan sumber pembelajaran, mengorganisasikannya agar mudah diakses dan dikenali fiturnya, menyampaikan materi pelajaran secara sinkron dan asinkron, berkolaborasi membahas masalah /pertanyaan kasus dari materi, menilai siswa dengan tes formatif. Implementasi LMS juga memunculkan beberapa masalah dari siswa dan guru di Kelas Bahasa Inggris. Kendala yang dialami mahasiswa antara lain kurang mendapat masukan dan koreksi, kurang termotivasi untuk mengikuti kelas online, sulit login karena koneksi internet dan layanan website, lama loading website dan penyesuaian file yang diupload. Selanjutnya permasalahan yang dihadapi oleh guru seperti siswa kurang disiplin, umpan balik yang diberikan kepada siswa kurang lengkap, penggunaan fitur zoom yang kurang optimal. Untuk Mengatasi masalah pada siswa, guru memberi solusi yaitu mengaktifkan diskusi, memberi tugas yang mudah, melengkapi umpan balik untuk siswa, meminta mereka untuk bergabung ke LMS lebih awal, dan mengirim file jawaban ke nomor guru, mempersiapkan video penjelasan materi.

The research title is “The Implementation of LMS SMA Negeri 2 Purwokerto as E-learning Platform in online English Learning” (A Descriptive Study of the 12th Grade Students of SMA Negeri 2 Purwokerto Academic Year 2020/2021). The aims of this research are to describe the implementation of LMS SMA Negeri 2 Purwokerto as e-learning platform in online English learning, to find out the problems of the 12th grade students and English teacher during its implementation in online English Learning, and to find out the teacher’s solutions in solving students’ problems. This research applies descriptive study on qualitative research design. The researcher gathers the data through observation, interview, and documentation. The researcher uses the triangulation by method to analyze the data. The result of the research shows that the implementation of LMS SMA Negeri 2 Purwokerto is encouraging and helpful enough for both students and the teacher in learning English. All learning process inside the LMS were implemented completely the phase of E-learning activities in creating the learning materials and resources, organizing them to be easily accessible and identifiable in features. In addition, delivery of the lesson material happened synchronously and asynchronously, and students’ collaboration on class commucination was to discuss the problem/case question of the material, the teacher assessed the students by formative test. However, it was found several problems undergone by the students such as less feedback and correction, less motivated to join online class, login error due to internet connection and website server, long loading website and file uploaded adjustment. Furthermore, some problems were encountered by the teacher such as undisciplined students, less complete feedback given to students, less maximum use of zoom feature. To overcome the problems, the teacher gave the solutions such as letting the students activate the discussions, giving them simple exercise, completing the given feedback, asking them to join the platform earlier, sending their file of results to teacher’s phone number, and sending material explanation video.

3056033893A1D017173EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DI KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGAPendekatan untuk menilai potensi sumber daya lahan disebut dengan evaluasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman durian dan jambu biji di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga, (2) mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman durian dan jambu biji di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2021 di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, dan Laboratorium Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode yang digunakan adalah metode survei lapang. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis. Deliniasi satuan lahan dilakukan dengan overlay (tumpang susun) peta-peta dasar menggunakan aplikasi SIG. Titik observasi ditentukan berdasarkan purposive sampling dengan mengikuti pendekatan transek Sampel tanah komposit diambil pada kedalaman 0-50 cm. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan melakukan matching data antara karakteristik lahan dengan persyaratan penggunaan lahan tanaman jambu biji dan durian. Hasil analisis disajikan dalam bentuk peta kesesuaian lahan aktual dan potensial. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian lahan untuk tanaman durian di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga adalah sangat sesuai (S1) seluas 929,4 Ha atau 22,27%, cukup sesuai (S2) seluas 2858,4 Ha atau 68,48 % dan sesuai marginal (S3) seluas 387,3 Ha atau 9,28 %. Tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman jambu biji di Kecamatan Pengadegan yaitu cukup sesuai (S2) seluas 3787,8 Ha atau 90,75 % dan sesuai marginal (S3) seluas 387,3 Ha atau 9,28 %. Faktor penghambat utama dalam kesesuaian lahan untuk tanaman durian dan jambu biji di daerah penelitian adalah ketersediaan air dan media perakaran.The approach to assessing the potential of land resources is called land evaluation. This study aimed to (1) determine the land suitability for durian and guava plants in Pengadegan District, Purbalingga Regency, (2) determine the limiting factors that affect land suitability for durian and guava plants in Pengadegan District, Purbalingga Regency. This study was conducted from Februari to Mei 2021 in Pengadegan Subdistrict, Purbalingga Regency and Land Resource Laboratory Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The method used was the field survey method. The land unit analysis was conducted with a physiographic analytical approach. The land unit delineation was carried out by overlaying the base maps using GIS applications. The observation points were determined using purposive sampling method with a transect approach. Composite soil samples were taken at a depth of 0-50 cm. The evaluation of land suitability was done by matching data between land characteristics and land use requirements of guava and durian plants. The results of land suitability analysis were provided in the form of actual and potential land suitability maps. The results showed that the land suitability for durian plants in Pengadegan District, Purbalingga Regency was very suitable (S1) covering an area of 929,4 Ha or 22,27%, moderately suitable (S2) covering an area of 2858,4 Ha or 68,48 % and marginally suitable (S3) covering an area of 387,3 Ha or 9,28 %. The level of land suitability for guava plants in Pengadegan District is moderately suitable (S2) covering an area of 3787,8 Ha or 90,75 % and marginally suitable (S3) covering an area of 387,3 Ha or 9,28 %. The inhibiting factors of land suitability for durian and guava in the study area were the availability of water and root media.