Artikelilmiahs
Menampilkan 30.641-30.660 dari 50.060 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 30641 | 33967 | B1B017001 | DIGESTIVE TRACT PROTEASE ACTIVITY OF AFRICAN CATFISH (Clarias gariepinus) FED SUPPLEMENTATION Spirulina platensis AND Chlorella vulgaris | Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) telah menjadi populer di Indonesia yang mengarah pada kasus umum yaitu pakan yang kurang kandungan nutrisinya. Kandungan nutrisinya sangat penting untuk pencernaan, terutama pakan protein. Berdasarkan penelitian, spesies alga yaitu Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris canggih untuk suplementasi dalam pakan ikan sehingga perlu dikaji lebih lanjut dengan menggabungkan kedua jenis alga tersebut untuk melihat aktivitas protease saluran pencernaan ikan lele dumbo. Aktivitas enzim pencernaan ikan lele dipengaruhi oleh suplementasi pakan tertentu. Upaya peningkatan enzim pencernaan dapat dilakukan melalui suplementasi S. platensis dan C. vulgaris. Pengukuran parameter aktivitas protease pada saluran pencernaan ikan lele dengan pellet komersial yang dilengkapi dengan S. platensis dan C. vulgaris merupakan indikator kemampuan mencerna dan memanfaatkan protein dalam pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan aktivitas protease pencernaan yang diberikan dengan pakan tambahan S. platensis dan C. vulgaris yang berbeda dan segmen usus serta untuk mendapatkan suplementasi pakan antara S. platensis dan C. vulgaris dari segmen usus yang meningkatkan aktivitas protease ikan lele dumbo (C. gariepinus). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hewan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan dilaksanakan pada bulan Februari 2021 sampai dengan Juli 2021 menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap 5 x 3 dengan 4 ulangan, faktor pertama adalah suplementasi pakan S. platensis dan C. vulgaris yaitu tanpa suplementasi (P0), 6 g.kg-1 S. platensis (P1), 4 g.kg-1 C. vulgaris (P2), 3 g.kg-1 S. platensis + 2 g.kg- 1 C. vulgaris (P3) dan 2 g.kg-1 S. platensis + 3 g.kg-1 C. vulgaris (P4) dalam pakan dan faktor kedua adalah segmen usus (foregut, midgut dan hindgut). Variabel bebas yang diamati adalah suplementasi pakan dan segmen usus dan variabel terikatnya adalah aktivitas protease. Aktivitas protease diukur dengan metode hidrolisis kasein termodifikasi menggunakan spektrofotometer. Data dianalisis dengan one way analysis of variance (ANOVA) dan univariate analysis of variance (ANOVA), untuk perbedaannya akan dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan Duncan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software Windows versi SPSS 26.0. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (P<0,05) aktivitas protease saluran pencernaan ikan lele dumbo (C. gariepinus) yang diberi suplementasi S. platensis dan C. vulgaris dalam pakan berbeda, sedangkan aktivitas protease antar segmen usus signifikan berbeda (P<0,05) pada usus depan dibandingkan dengan usus tengah dan usus belakang. Aktivitas protease pada saluran cerna memberikan respon yang signifikan bila ditambah dengan 6 g.kg-1 S. platensis menghasilkan protein 1.856±1.264 U.mg-1, 4 g.kg-1 C. vulgaris menghasilkan protein 2.285±1.398 U.mg-1 , 3 g.kg-1 S. platensis + 2 g.kg-1 C. vulgaris menghasilkan protein 2.584±1.033 U.mg-1, dan 2 g.kg-1 S. platensis + 3 g.kg-1 C. vulgaris menghasilkan protein 1,847±0,941 U.mg-1 dibandingkan dengan kontrol. Aktivitas usus depan berkisar antara 0,984±0,996 protein U.mg-1 __4.133±0,849 U.mg-1 protein. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas protease usus yang mencolok pada pemberian pakan suplementasi S. platensis dan C. vulgaris yang berbeda. Suplementasi pakan yang mampu meningkatkan aktivitas protease pada usus depan meliputi suplementasi 4g.kg-1 C. vulgaris pada pakan dan suplementasi 3g.kg-1 S. platensis pada pakan + 2g.kg-1 C. vulgaris dalam pakan. | African catfish (Clarias gariepinus) farming has become popular in Indonesia which leads common case which is feed which lacks of nutritional content. The nutritional content is crucial for digestion, especially protein feed. Based on studies, species of algae namely Spirulina platensis and Chlorella vulgaris are sophisticated for supplementation in fish feed that needs to be studied further by combining the two types of algae to see the protease activity of the digestive tract of African catfish. The activity of catfish digestive enzymes is influenced by certain feed supplementation. Attempts to increase digestive enzymes can be through supplementation of S. platensis and C. vulgaris. Measurement of protease activity parameters in the digestive tract of catfish with commercial pellets supplemented with S. platensis and C. vulgaris is an indicator of the ability to digest and utilize protein in feed. The purpose of this study are to know the differences of digestive protease activity given with different S. platensis and C. vulgaris supplemented feed and intestinal segments and also to obtain the feed supplementation between S. platensis and C. vulgaris from intestinal segments that increase the protease activity of African catfish (C. gariepinus). The research was conducted in Animal Physiology Laboratory of Biology Faculty in Jenderal Soedirman University and was held from February 2021 to July 2021 using Completely Randomized Factorial Design method 5 x 3 with 4 replications, the first factor is feed supplementation of S. platensis and C. vulgaris, namely without supplementation (P0), 6 g.kg-1 S. platensis (P1), 4 g.kg-1 C. vulgaris (P2), 3 g.kg-1 S. platensis + 2 g.kg-1 C. vulgaris (P3) and 2 g.kg-1 S. platensis + 3 g.kg-1 C. vulgaris (P4) in feed and the second factor is intestinal segments (foregut, midgut, and hindgut). The independent variable observed was the feed supplementation and intestinal segments and the dependent variable was protease activity. Protease activity was measured by modified casein hydrolysis method using a spectrophotometer. The data were analyzed by one-way analysis of variance (ANOVA) and univariate analysis of variance (ANOVA), for the differences, further analysis will be carried out using Duncan. Data analysis was performed using Windows software version of SPSS 26.0. Results obtained show that there’s a significant difference (P<0,05) of digestive tract protease activity of African catfish (C. gariepinus) that is supplemented by different S. platensis and C. vulgaris supplementation in feed, while protease activity between intestinal segments significantly different (P<0,05) in the foregut compared to the midgut and hindgut. Protease activity in digestive tract gave significant responses when supplemented with 6 g.kg-1 S. platensis resulted 1,856±1,264 U.mg-1 protein, 4 g.kg-1 C. vulgaris resulted 2,285±1,398 U.mg-1 protein, 3 g.kg-1 S. platensis + 2 g.kg-1 C. vulgaris resulted 2,584±1,033 U.mg-1 protein, and 2 g.kg-1 S. platensis + 3 g.kg-1 C. vulgaris resulted 1,847±0,941 U.mg-1 protein compared to control. The activity in the foregut ranged from 0,984±0,996 U.mg-1 protein __4,133±0,849 U.mg-1 protein. Based on the results can be concluded that there are notable differences of protease activity in intestine given with different S. platensis and C. vulgaris supplementation feed. Feed supplementation that able to increase protease activity in foregut including supplementation of 4g.kg-1 C. vulgaris in feed and supplementation of 3g.kg-1 S. platensis in feed + 2g.kg-1 of C. vulgaris in feed. | |
| 30642 | 33968 | J1C016042 | Makna Mitos Pada Karakter Hewan Dalam Film Mononoke Hime | Penelitian ini berjudul Makna Mitos Pada Karakter Hewan Dalam Film Mononoke Hime. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam karakter hewan di film Mononoke Hime lalu di kaitkan dengan cerita rakyat Jepang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Peneliti menyimak film Mononoke Hime dan mencatat dialog yang berkaitan dengan tema penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis dialog dalam film Mononoke Hime terkait pemaknaan hewan berdasarkan konsep semiotika Ronald Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya 4 karakter hewan yang memiliki makna mitos berdasarkan analisis dari film Mononoke Hime serta buku referensi Youkai. Hasil penelitian ini menunjukkan 4 hewan yang ditemukan pada sumber data yaitu rusa, serigala, babi hutan dan kera. Masing-masing hewan memiliki karakter sebagai berikut ; dewa rusa memiliki makna pengatur kehidupan makhluk hidup didalam hutan, dewa serigala dan dewa babi hutan memiliki makna pelindung hutan, serta dewa kera bermakna kesuburan dengan merawat hutan dewa rusa. Kata Kunci : film, mitos, makna, Youkai, Kami | This study is entitled The Mythical Meaning of Animal Characters in the Mononoke Hime Movie. The objective of this study was to describe the meaning contained in the animal characters in the Mononoke Hime movie and then correlated it to Japanese folklore. Type of this study was descriptive qualitative. The data collection technique used was the note taking technique. The researcher watched the Mononoke Hime movie and recorded dialogues related to the study theme. The data analysis technique was conducted by analyzing the dialogues in the Mononoke Hime movie related to the meaning of animals based on Ronald Barthes' semiotic concept. The results of this study showed that there were 4 animal characters that contained mythical meanings based on the analysis of the Mononoke Hime movie and the Youkai reference book. The results of this study showed 4 animals found in the data source, namely deer, wolf, boar and monkey. Each animal had the following characters; The God of deer had the meaning of regulator of living things’s lives in the forest, the god of wolf and the god of boar had the meaning of protecting the forest, and the god of monkey had the meaning of fertility by caring for the god of deer’s forest. Keywords: movie, myth, meaning, Youkai, Kami | |
| 30643 | 33973 | J1C016061 | Struktur dan Makna Tarian Yosakoi | Penelitian ini berjudul “Struktur dan Makna Tarian Yosakoi”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur gerakan dan makna yang terdapat pada tarian yosakoi. Tarian yosakoi merupakan tarian tradisional yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1954 di prefektur Kochi. Tarian kochi yosakoi pertama kali diperlihatkan saat festival musim panas, dengan tarian dasar bernama seicho. Seicho yosakoi ditarikan dengan iringan lagu yosakoi naruko odori dan menggunakan alat musik yang bernama naruko. Selain ada di prefektur Kochi, yosakoi juga berkembang ke daerah Hokkaido. Tari yosakoi di Hokkaido dikenal dengan nama yosakoi soran. Yosakoi soran pertama kali diciptakan oleh Hasegawa Gaku pada tahun 1992. Berbeda dengan kochi yosakoi, yosakoi soran pertama kali diperkenalkan diiringi lagu tradisional soran bushi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa gerakan dari penari yosakoi yaitu kelompok Iroha dan Yuujou Taiko. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka, observasi dan wawancara. Teknik analisi data dilakukan dengan menganalisis struktur gerakan dan makna dari tarian seicho dan soran bushi berdasarkan konsep semiotik Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya 5 struktur gerakan dalam tarian seicho yosakoi yang memiliki makna konotasi, dan terdapat 14 struktur gerakan dalam tarian soran bushi. Kesimpulan dari struktur dan makna 2 tarian tersebut adalah hanya memiliki makna konotasi. Pada tarian seicho, memiliki makna ajakan kepada orang-orang untuk datang dan bersenang-senang saat musim panas di festival yosakoi. Sedangkan pada soran bushi, tarian ini memiliki makna menggambarkan bagaimana nelayan pergi melaut untuk mencari ikan. Kata kunci : Yosakoi, Kochi Yosakoi, Yosakoi Soran, Seicho, Soran Bushi | This study is entitled "Structure and Meaning of Yosakoi Dance". The purpose of this study was to determine the structure and meaning of movements contained in the yosakoi dance. The yosakoi dance is a traditional dance that was first introduced in 1954 in Kochi prefecture. The kochi yosakoi dance was first performed in a summer festival, with the basic dance was called seicho. Seicho yosakoi is danced with the yosakoi naruko odori song and uses a musical instrument called naruko. Besides at Kochi prefecture, yosakoi also has expanded to the Hokkaido area. Yosakoi dance in Hokkaido is known as yosakoi soran. Yosakoi soran was first created by Hasegawa Gaku in 1992. Different from kochi yosakoi, yosakoi soran was first introduced with the traditional song soran bushi. The type of this study was descriptive qualitative. The data source of this study was the movement of yosakoi dancers, namely the Iroha and Yuujou Taiko groups. The method of this study used literature study, observation and interview. The data analysis technique was conducted by analyzing the movement structure and meaning of the seicho and soran bushi dances based on the semiotic concept of Roland Barthes. The results of this study showed that there were 5 movement structures in the seicho yosakoi dance that contained connotative meanings, and there were 14 movement structures in the soran bushi dance. The conclusion from the structure and meaning of these two dances are that they only have connotative meanings. In the seicho dance, it contains the meaning of an invitation for people to come and have fun during the summer at the yosakoi festival. While in soran bushi, this dance has the meaning of describing how fishermen go to sea to catch fish. Keywords : Yosakoi, Kochi Yosakoi, Yosakoi Soran, Seicho, Soran Bushi | |
| 30644 | 33975 | J1C015041 | Analisis Makna Sapaan "Ohayou Gozaimasu" | Penelitian ini membahas tentang analisis makna sapaan "Ohayou Gozaimasu" dalam corporate culture kyuukamura kishuu kada. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat dan wawancara. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terdapat 36 data yang ditemukan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukan bahwa sapaan "ohayou gozaimasu" dalam corporate culture kyuukamura kishuu kada tidak hanya diucapkan saat pagi, namun juga saat siang dan malam hari. Berdasarkan pernyataan narasumber dan data yang diperoleh tujuan dari pengucapan sapaan "ohayou gozaimasu" yang diucapkan menjadi penyemangat dan pertanda saat memulai untuk bekerja. Arti dari “ohayou gozaimasu” adalah “selamat pagi” dan pagi hari menurut masyarakat jepang identik dengan dimulainya segala aktifitas pada hari tersebut, terlepas dari keterangan waktu saat mengucapkan | This research discussed about an analysis towards the meaning of "Ohayou Gozaimasu" as a greeting on kyuukamura kishuu kada. The research method used is descriptive qualitative. the data collection technique uses the note-taking interview technique. Based on the analysis that has been done, there are 36 datas found in this study. The result of the analysis show that "ohayou gozaimasu" as a greeting in kyuukamura kishuu kada corporate culture not only being mentioned in the morning, but also in the afternoon and evening. Based on the interviewees and data analysis the writer found that the purpose of "ohayou gozaimasu" as a greeting that were said become a sign on how the employee just started to work. the meaning of "ohayou gozaimasu" itself is "good morning" and for japanese citizen morning time is identic with all the activities that going to start in the day, despite the mentioned time. | |
| 30645 | 33826 | E1A016142 | SAHNYA PERALIHAN HAK ATAS TANAH KARENA HIBAH (Studi Putusan Mahkamah Agung No.2370K/Pdt/2014) | Salah satu tujuan diundangkannya UUPA diatur dalam Pasal 19 ayat (1) yang menyatakan bahwa untuk menjamin kepastian hukum oleh pemerintah diadakan pendaftaran tanah. Kemudian kewajiban pemegang hak atas tanah diatur dalam ketentuan Pasal 23,32 dan 38 UUPA yang menyatakan bahwa hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan demikian pula setiap peralihan hapus dan pembebanan wajib didaftarkan. Pemegang hak milik wajib mendaftarkan tanahnya dengan tujuan kepastian hukum sebagai dasar pembuktian yang kuat bagi mereka dalam arti untuk kepentingan hukum bagi mereka sendiri. Permasalahan yang akan diteliti mengenai pertimbangan hukum hakim dalam putusan Mahkamah Agung No.2370K/Pdt/2014 dikaitkan dengan peraturan perundang - undangan dan syarat sahnya peralihan hak atas tanah karena hibah. Metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitis, metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, metode analisis menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim pada tingkat kasasi putusan Mahkamah Agung No.2370K/Pdt/2014 mendalilkan bahwa sertipikat yang terhitung sudah melewati batas hak gugat yaitu 5 tahun sejak disahkan, yang akhirnya memberlakukan sistem publikasi positif pada Pasal 32 ayat (2) PP No. 24 Tahun 1997 sertipikat tersebut sudah sulit dituntut pelaksanaan haknya dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap, sedangkan dalam sistem publikasi negatif secara materiil para termohon tidak dapat membuktikan peralihan hibah tanah dihadapan PPAT. Syarat sahnya peralihan hak atas tanah terdapat 2 yaitu syarat materiil (hak milik, hak guna bangunan dan hak pakai) bahwa Untuk menentukan berhak atau tidaknya si penerima hibah memperoleh hak atas tanah yang dihibahkan tergantung pada hak apa yang ada pada tanah tersebut dan syarat formil didasarkan pada ketentuan Pasal 37 PP No. 24 Tahun 1997 menunjukkan bahwa untuk kepentingan pendaftaran peralihan hak kepada kantor pertanahan kabupaten/kota, dapat mendaftarkan peralihan hak milik, para pihaknya (pemberi hibah dan Penerima hibah) peralihan hak atas tanah harus dibuktikan dengan akta PPAT.Kekuatan hukum peralihan hak atas tanah melalui hibah bagi pemilik terletak pada fungsi akta autentik itu sendiri yakni sebagai alat bukti yang sah menurut UU No. 5 Tahun 1945 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Kata kunci: pendaftaran tanah, peralihan hak milik, hibah. | One of the purposes of the enactment of the UUPA is regulated in article 19 section (1) said that to ensure legal certainty of land registration held by the governmen. tThen the holder’s obligations of land rights are regulated in the provisions of Article 23,32 and 38 UUPA which said that right of ownership, right of use business, right of use building also every deleted transfer and assessment must be registered. The holder who have the right of ownership must register their land for the purpose of legal certainty as the based of strong evidence for them by any means for legal importance for themselves. The problem to be researched about judge’s legal consideration in the verdict of Yuridis review of Supreme Court ruling No.2370K/PDT/2014 related with laws and regulations and legal requirements for the transfer for land rights due to a grant. The methods of normative juridical approach, the specification of descriptive research analysis, methods of collecting data using literature studies, methods of analysis using qualitative normative methods. The research showed that the Supreme Court Judge at the level of cassation decision of Supreme Court Judge number 2370K/PDT/2014 postulated that the certificate is calculated to have passed the limit of the right to sue which is 5 years since it was legalized, which finally imposed a positive publication system in Article 32 section 2 of PP number 24 Year 1997 the certificate is difficult to challenge and already has permanent legal force, whereas in materially negative publication system the respondents cannot prove the transfer of land grants in front of PPAT. There are 2 legal requirements for the transfer of land rights, those are material terms (property right, building use rights, and use rights) that to decide whether or not the receiver of the grant has the right to the land that is being granted, it depends on what rights exist on the land and formal terms on the basis to the provisions of Article 37 section (1) Government Regulation number 24 Year 1997 shows that for the purpose of registering the transfer of rights to the district/city land office, the transfer of land right must be proven by a deeds of PPAT. The legal force of the transfer of land rights through grants for owners lies in the function of the authentic deed itself, namely as legal evidence according to Law Number 5, year 1945 about Basic Agrarian Regulations. Keywords: land registration, transfer of right, grant. | |
| 30646 | 33976 | J1B017042 | Transformasi Cerita Wayang dalam Novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom | Skripsi ini berjudul “Transformasi Cerita Wayang dalam Novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom”. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mendeskripsikan transformasi cerita wayang yang terdapat pada novel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi transformasi cerita wayang yang terdapat pada novel. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan fokus terhadap transformasi cerita wayang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu menonton video pementasan wayang, membaca secara intens, menginventarisasi data, mengklasifikaskan data. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom memiliki transformasi dari cerita wayang ke dalam bentuk novel. Transformasi terdapat pada bagian awal cerita, inti cerita, dan akhir cerita. | This thesis is entitled “Transformasi Cerita Wayang dalam Novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom”. The formulation of the problem in this study is to describe the transformation of the puppet story on the novel. The purpose of this study is to learn the transformation of the puppet story on the novel. The methods which used in this study is descriptive comparative with its focus on the transformation of the puppet story. The data’s gathering technique is watching puppet showing video, reading the novel intensively, inventaritation data, and classificating data on the novel. Based on the analysis that was obtained on the novel, this novel had transformation of the puppet story. And then, the transformation found on the beginning part, main part, and the closing part. | |
| 30647 | 34366 | H1D017007 | RANCANG BANGUN APLIKASI TOEFL BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL | Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language) diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada yang kemudian juga bagi mahasiswa yang mendaftar ke universitas Eropa dan Australia. Britania Purwokerto selama ini telah banyak mengadakan kelas latihan TOEFL namun masih berbasis kertas (Paper Based Test), belum menggunakan sistem yang terkomputerisasi sehingga peserta dan pengawas harus datang pada ruang dan waktu yang sama. Hal ini tentu menjadi pantangan di tengah masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dengan dibangunnya aplikasi TOEFL berbasis website diharapkan dapat digunakan untuk mempermudah siswa dalam mengikuti tes dan mempermudah admin dalam mengelola nilai data skor. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah waterfall. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi berbasis website yang dirancang menggunakan bahasa pemrograman PHP yang dipadukan dengan framework Laravel dan database MySQL. | The TOEFL (Test of English as a Foreign Language) test is required for entry requirements at almost all universities in the United States and Canada as well as for students applying to European and Australian universities. Britain Purwokerto so far has held many TOEFL practice classes but they are still paper-based, not yet using a computerized system so that participants and supervisors must come at the same time and place. This is certainly a taboo in the midst of the Covid-19 pandemic. Therefore, with the construction of a website-based TOEFL application, it is hoped that it can be used to make it easier for students to take tests and make it easier for admins to manage score data values. The system development method used is the waterfall. This research resulted in a website-based application designed using the PHP programming language combined with the Laravel framework and MySQL database.. | |
| 30648 | 33977 | J1B017002 | Tradisi Bebekalan dalam Novel Gaik Bintang, Asmara di Lautan Garam Karya Faidi Rizal Alief (Kajian Antropologi Sastra) | Skripsi ini berjudul “Tradisi Bebekalan Dalam Novel Gaik Bintang, Asmara di Lautan Garam Karya Faidi Rizal Alief (Kajian Antropologi Sastra)”. Tradisi Bebekalan adalah tradisi sebelum dilaksanakannya pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan unsur kebudayaan dan nilai-nilai tradisi Bebekalan yang terdapat pada novel tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus tiga kebudayaan dan nilai-nilai tradisi. Hasil analisis yang telah dilakukan pada novel Gaik Bintang, Asmara di Lautan Garam karya Faidi Rizal Alief membahas tentang tradisi Bebekalan di desa Bandungan, Sumenep, Madura. Tradisi Bebekalan tidak memberikan kebebasan perempuan untuk menentukan jodoh dan masa depannya. Pengekangan dilakukan agar terhindar dari julukan “perempuan sangkal”. Terdapat tiga prosesi tradisi, yaitu prosesi ngen-ngenan atau prosesi melihat calon pasangan. Kedua, prosesi minta, yaitu prosesi orang tua meminta pasangannya agar bersedia dipinang. Ketiga, lamaran, yaitu prosesi tukar cincin pasangan. Terakhir, prosesi tompengan, yaitu seserahan balasan untuk pihak laki-laki. Kemudian, terdapat analisis tiga unsur kebudayaan, yaitu unsur bahasa, unsur organisasi sosial, dan unsur religi. Analisis enam nilai tradisi yang meliputi nilai vital, nilai material, nilai kerohanian, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial dan nilai pendidikan budaya. | This thesis is entitled “Tradisi Bebekalan Dalam Novel Gaik Bintang, Asmara di Lautan Garam Karya Faidi Rizal Alief (literary anthropology studies)”. Bebekalan is traditions before a wedding. The purpose of this study is to determine the discribe of the culture and its value of tradition on that novel. The methods used is descriptive qualitative with focus on the elements of culture and values of traditional. The results of the analysis that has been carried out on the novel Gaik Bintang, Asmara di Lautan Garam by Faidi Rizal Alief discuss about Bebekalan tradition in the village Bandungan, Sumenep, Madura. Bebekalan does’nt give woman freedom in determining their mate and future. Restraint occurs so that no denies girl nickname. There are three stages of tradition namely, the procession ngen-ngenan event or prosession to see a nominee partner. Secoundly, the procession minta is to ask a partner to be married. Thirdly, the processsion lamaran is the ring exchange with a partner. Lastly, the procession tompengan is give back for the men. And then, there has three cultural and six values of traditional, that was language element, sosial of organization, and religious. Six values that was vital values, material values, religious values, moral education, sosial education, and cultural education. | |
| 30649 | 33978 | H1D015051 | RANCANG BANGUN APLIKASI SECURE MESSAGING BERBASIS ANDROID | Aplikasi olah pesan merupakan penerapan teknologi sebagai alat komunikasi yang tidak bisa lepas dari kehidupan sosial manusia. Aplikasi olah pesan memungkinkan penggunanya untuk berkomunikasi dan bertukar informasi dalam jarak yang jauh secara instan hanya dengan jaringan internet. Informasi yang disampaikan juga beragam dari informasi yang bersifat umum hingga rahasia, disinilah masalah kemanan muncul. Aplikasi Secure Messaging ini merupakan aplikasi chatting pada platform Android yang menggunakan metode RAD (Rapid Application Development) untuk pengembangannya. Aplikasi Secure Messaging dibuat menggunakan bahasa pemrograman Java dan juga menggunakan google firebase real-time database sebagai basis datanya yang memungkinkan aplikasi ini untuk mengirim dan menerima pesan secara real-time. Aplikasi ini juga menerapkan teknologi kriptografi dengan algoritma AES 128 bit pada setiap pesan, sehingga aplikasi dapat memberikan keamanan tambahan pada pesan yang dikirim agar pesan tersebut tidak dapat dibaca oleh orang lain yang tidak bersangkutan atau bahkan menyalahgunakan informasi yang ada didalamnya. | Messaging application is the implementation of technology as a communication tool that cannot be separated from human social life. Messaging applications enable users to communicate and exchange information with each other over long distances instantly using only an internet network connection. The information exchanged also varies starting from general information even to confidential ones, this is where security problems arise. This Secure Messaging application is a chat application on Android platform that uses the RAD (Rapid Application Development) method for its development. The Secure Messaging application made using Java programming language and also uses google firebase real-time database as its back-end database that makes this application capable of sending and receiving message in real-time. Secure Messaging application also applies cryptographic technology with the AES 128 bit algorithm on each message, so that the application can provide additional security to the messages sent that makes the message cannot be read by unrelated person or even misused the information in the message. | |
| 30650 | 33980 | H1F014027 | GEOLOGI DAN SISTEM PANAS BUMI LAPANGAN “SIBOHI” DAERAH PAHAE JAE DAN SEKITARNYA, KABUPATEN TAPANULI UTARA, SUMATERA UTARA | Pulau Sumatra memiliki banyak potensi sistem panas bumi, sistem sesar mendatar Great Sumatra Fault menunjukkan hal yang unik yaitu mengontrol dan mempengaruhi aktivitas sistem panas bumi. Penelitian sistem panas bumi pada lapangan “Sibohi” bertujuan untuk mengetahui zona alterasi, zona clay cap dan reservoir, temperatur reservoir, sumber panas, fluida geokimia reservoir daerah penelitian. Analisis yang digunakan berdasarkan data laporan lapangan internal meliputi data mud log, MeB (Methyleneblue), PT (Pressure Temperature), dan analisis geokimia fluida melalui empat sumur pengeboran yang terdiri dari sumur R, sumur P, sumur Q, dan sumur S. Geologi lapangan “Sibohi” memiliki geomorfologi berupa dataran rendah struktural hingga perbukitan tinggi struktural, stratigrafi pada daerah penelitian terdiri dari Quarternary Alluvium & Sediments, Quarternary Rhyollite, dan Paleozoic Meta-sediments. Berdasarkan data mud log litologi bawah permukaan terdiri dari Formasi Tuf Toba (Qvt) didominasi batuan riolit tuf serta sisipan batulempung, dan Formasi Dasit (Qd) dan zona alterasi daerah penelitian terbagi menjadi dua yaitu zona alterasi Argilik yang menurut Reyes (1990) zona ini ditandai dengan mineral illit, kaolinit, serta smektit dan zona alterasi Silisifikasi yang ditandai dengan mineral illit. Sistem panas bumi memiliki batas zona clay cap dan reservoir pada kedalaman -486 sampai -590 mdpl berdasarkan data mud log dan MeB. Kemudian temperatur reservoir diperoleh suhu berkisar 160°C-300°C berdasarkan perajahan mineral sekunder dan data PT. Sumber panas terletak di bawah Great Sumatra Fault dan diinterpretasikan sumber panas terletak dekat dengan sumur P dan Q dimana memiliki suhu yang paling tinggi dan dijumpai paling banyak fumarol. Karakteristik fluida geokimia panas bumi memiliki tipe fluida klorida, yang pada umumnya menandakan fluida berupa air reservoir dan indikasi zona permeable dan sebagai zona upflow, kematangan fluida memiliki suhu 270-320°C dimana konsentrasi Mg yang lebih rendah menandakan bereaksinya fluida dengan batuan reservoir, dan hasil analisis isotop fluida menunjukan bahwa fluida panas bumi berasal dari air meteorik dengan percampuran air magmatik ataupun air andesitik. Zona upflow merupakan permeabilitas tinggi di zona Great Sumatra Fault dan akifer sub-horizontal dengan permeabilitas rendah yang meluas secara lateral kemudian fluida mengalir secara vertikal melalui sesar dan menyuplai manifestasi di permukaan. | Sumatra Island has many geothermal system potentials, the strike-slip fault system of the Great Sumatra Fault shows a unique thing that it controls and influences geothermal system activity. Geothermal system research on “Sibohi” field aims to know the alteration zone, clay cap zone and reservoir, reservoir temperature, heat source, geochemical fluid reservoir of research area. Analysis used based on internal field report data include mud log data, MeB (Methyleneblue), PT (Pressure Temperature), and geochemical analysis of fluids through four drilling wells consisting of R wells, P wells, Q wells, and S wells. The geology of “Sibohi” field has geomorphology in the form of structural lowlands up to structural high hills, stratigraphy on research areas composed of the Quarternary Alluvium & Sediments, Quarternary Rhyollite, and Paleozoic Meta-sediments. Based on mud log data, the subsurface litologies consisted of Tuf Toba Formation (Qvt) dominated by tuff rhyolite rocks as well as clay inserts, and Dasit Formation (Qd) and alteration zones of research area divided into two namely Argilic alteration zones which according to Cathelineau and Elders (1981) these zones are characterized by illit minerals, kaolinite, as well as smectite and Silicification alteration zones are the one marked by illit minerals. The geothermal system has a limit of the cap clay zone and reservoir at depths of -486 to -590 masl based on log and MeB mud data. Then reservoir temperatures obtained temperatures ranged from 160°C-300°C based on secondary mineral plotting and PT data. The heat source is located under the Great Sumatra Fault and is interpreted that the heat source is located close to the P and Q wells where it has the highest temperature and encountered the most fumaroles. The geochemical fluid characteristics of geothermal has a chloride fluid type, which generally signifies the fluid is in the form of reservoir water and indication of a permeable zone and as an upflow zone, fluid maturity has a temperature of 270-320°C where the lower concentration of Mg signals the reaction of fluids with reservoir rocks, and the result of fluid isotope analysis indicates that geothermal fluids are derived from meteoric water with a mixture of magmatic or andesitic water. The upflow zone is a high permeability in the Great Sumatra Fault zone and sub-horizontal aquifers with a low permeability that extends laterally then the fluid flows vertically through the fault and supplies manifestations on the surface. | |
| 30651 | 33981 | D1A017140 | PENGARUH PENGGUNAAN SINGKONG PADA PAKAN SAPI POTONG BERBASIS SILASE RUMPUT GAJAH TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan singkong pada pakan sapi potong berbasis silase rumput gajah terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO) secara in vitro, dilaksanakan pada tanggal 7 Juni sampai tanggal 7 Juli 2021 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan yaitu cairan rumen 3 ekor sapi yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan Bantarwuni, silase rumput gajah, dan singkong. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental in vitro. Jumlah perlakuan sebanyak 4 perlakuan yaitu R1 (Silase rumput gajah 100%), R2 (Silase rumput gajah 95% + singkong 5%). R3 (Silase rumput gajah 90% + singkong 5%), dan R4 (Silase rumput gajah 85% + singkong 15%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan ditambah 2 blangko sehingga terdapat 22 unit percobaan. Variabel yang diukur adalah KBK dan KBO. Rataan KBK hasil penelitian yaitu R1 = 39,43%, R2 = 43,63%, R3 = 42,45%, R4 = 39,6% ; rataan KBO hasil penelitian yaitu R1 = 38,74%, R2 = 42,65%, R3 = 43,77%, R4 = 38,98%. Hasil analisis variansi menunjukkan penggunaan singkong pada pakan berbasis silase rumput gajah sangat berpengaruh terhadap KBK dan KBO (P < 0.01). KBK dari R2 berbeda nyata dengan R1 dan R4, namun tidak berbeda nyata dengan R3. KBO R3 berbeda sangat nyata dengan R1 dan berbeda nyata dengan R4, namun R3 tidak berbeda nyata dengan R2. KBK tertinggi pada R2 yaitu 43.64% (silase rumput gajah 95% + singkong 5%), sedangkan KBO tertinggi pada R3 yaitu 43.77% (silase rumput gajah 90% + singkong 10%). Penggunaan singkong pada pakan sapi potong berbasis silase rumput gajah hingga taraf 10% meningkatkan KBK dan KBO. | The research aims to examine the effect of using cassava on elephant grass silage-based beef cattle feed on dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD) by in vitro, held from 7 June to 7 July 2021 at the Nutrition and Animal Feed Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials used were rumen fluid 3 cows obtained from the Bantarwuni Slaughterhouse, elephant grass silage, and cassava. The research method used is experimental in vitro. The number of treatments was 4 treatments, namely R1 (100% elephant grass silage), R2 (95% elephant grass silage + 5% cassava). R3 (90% elephant grass silage + 5% cassava), and R4 (85% elephant grass silage + 15% cassava). Each treatment was repeated 5 times and added 2 blanks so that there were 22 experimental units. The variables measured were DMD and OMD. The average DMD research results are R1 = 39.43%, R2 = 43.63%, R3 = 42.45%, R4 = 39.6%; the average OMD of the research results is R1 = 38.74%, R2 = 42.65%, R3 = 43.77%, R4 = 38.98%. The results of the analysis of variance showed that the use of cassava in elephant grass silage-based feed greatly affected DMD and OMD (P < 0.01). DMD of R2 is significantly different from R1 and R4, but not significantly different from R3. OMD of R3 is significantly different from R1 and significantly different from R4, but R3 was not significantly different from R2. The highest DMD in R2 is 43.64% (95% elephant grass silage + 5% cassava), while the highest OMD is in R3 43.77% (90% elephant grass silage + 10% cassava). The use of cassava in elephant grass silage-based beef cattle feed to a level of 10% increased DMD and OMD. | |
| 30652 | 33983 | B1B017019 | Optimation of Glucose Concentration and Incubation Time on Growth and Secondary Metabolites Produced by Schizophyllum commune | Schizophyllum commune merupakan jamur medis makroskopik yang menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang terdiri dari sumber senyawa obat. Pertumbuhan miselium dan produksi metabolit sekunder dapat dipengaruhi oleh komponen media seperti konsentrasi glukosa dan waktu inkubasi. Metabolit sekunder dapat diisolasi dari miselium dan filtrat kultur menggunakan metode ekstraksi bertingkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi glukosa dan waktu inkubasi yang berbeda terhadap pertumbuhan miselium S. commune, mengetahui konsentrasi glukosa dan waktu inkubasi yang optimum terhadap pertumbuhan miselium S. commune, dan mengetahui golongan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh S. commune. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan miselium S. commune dipengaruhi oleh konsentrasi glukosa dan waktu inkubasi. Konsentrasi glukosa terbaik untuk pertumbuhan miselium S. commune adalah 30 g/L pada waktu inkubasi 25 hari dengan rata-rata berat kering miselium 2,04 g/100 mL. S. commune dapat menghasilkan metabolit sekunder berupa alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. | Schizophyllum commune is a macroscopic medicinal mushroom that produces secondary metabolite compounds consisting of a source of medicinal compounds. Mycelium growth and secondary metabolites production can be influenced by media components such as glucose concentration and incubation time. Secondary metabolites can be isolated from the mycelium and culture filtrate using the stratified extraction method. The purpose of this study was to know the effect of differences in glucose concentration and incubation time on the growth of S. commune mycelium, to know the optimum glucose concentration and incubation time on the growth of S. commune mycelium, and to know the type of secondary metabolites produced by S. commune. The results showed that the mycelium growth of S. commune was influenced by glucose concentration and incubation time. The best glucose concentration for the growth of S. commune mycelium was 30 g/L at an incubation time of 25 days with an average mycelium dry weight of 2.04 g/100 mL. S. commune can produce secondary metabolites of alkaloids, terpenoids, and flavonoids. | |
| 30653 | 33984 | E1A017314 | GUGATAN ANGGOTA KOPERASI TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH KETUA KOPERASI SERBA USAHA MODERN KUDUS (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 250 K/PDT/2019) | Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum, serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengkabulkan tuntutan ganti kerugian perbuatan melawan hukum pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 250 K/Pdt/2019. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan konsep, spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data sekunder dengan metode penyajian dalam bentuk sistematis, logis, dan rasional, metode analisis data yang digunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum tanpa mengkualifisir unsur-unsur mana yang dilanggar. Perbuatan Tergugat III telah melanggar hak subyektif berupa hak-hak atas harta kekayaan para penggugat (hak atas uang tabungan dan simpanan sukarela yang telah dibayarkan para penggugat). Perbuatan Tergugat III juga bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri melanggar kewajiban hukum tertulis Pasal 3, Pasal 5 ayat (1) huurf c, Pasal 20 ayat (2) huruf f, Pasal 30 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Majelis Hakim mengabulkan tuntutan ganti kerugian yang diajukan para penggugat, para Penggugat telah memenuhi syarat-syarat gugatan ganti kerugian Pasal 1365 KUH Perdata, pertimbangan hukum Majelis Hakim mengabulkan tuntutan ganti kerugian materiil para penggugat sebesar Rp.1.538.868.331,11 (satu milyar lima ratus lima puluh tiga juta enam ratus tujuh puluh delapan ribu enam ratus tujuh puluh tiga rupiah), bentuk ganti kerugian akibat dari perbuatan melawan hukum yang dibebankan kepada Tergugat III termasuk kedalam ganti rugi kompensasi/actual, merujuk pada ketentuan ganti rugi umum KUH Perdata pada Pasal 1243 para Penggugat telah sesuai mengajukan tuntutan ganti kerugian kepada Tergugat, dan menolak ganti rugi imateriil yang diajukan para Penggugat sebesar Rp.900.000.000 (Sembilan ratus juta rupiah) dengan pertimbangan bahwa gugatan ganti rugi imateriil tidak dapat dibuktikan. | This study examines how the judge's legal considerations in qualifying the elements of an unlawful act, and how the judge's legal considerations in granting claims for compensation for an unlawful acts in the Supreme Court Decision Number 250 K/Pdt/2019. This study uses a normative juridical method with a law approach and a concept approach, descriptive-analytical research specifications, secondary data sources with a systematic, logical, and rational presentation method, qualitative normative data analysis methods used. The results showed that the Panel of Judges in their legal considerations stated that the defendants had committed acts against the law without qualifying which elements were violated. The actions of Defendant III have violated subjective rights in the form of rights to the assets of the plaintiffs (right to savings and voluntary savings that have been paid by the plaintiffs). Defendant III's actions also contradicted his legal obligations and violated the written legal obligations of Article 4, Article 29 paragraph (2) letter f, Article 29 paragraph (2) letter g, Article 94 paragraph (1) of Law Number 17 of 2012 concerning Cooperatives. The Panel of Judges granted the claim for compensation filed by the plaintiffs, the Plaintiffs had fulfilled the requirements of the claim for compensation in Article 1365 of the Civil Code, the legal considerations of the Panel of Judges granted the claim for material compensation of the plaintiffs in the amount of Rp. 538,868,331.11 (one billion five hundred fifty-three million six hundred seventy-eight thousand six hundred and seventy-three rupiahs), the form of compensation resulting from unlawful acts imposed on Defendant III is included in the compensation/actual compensation, referring to the general compensation provisions of the Civil Code in Article 1243 the Plaintiffs have complied with the claim for compensation to the Defendants, and rejecting the immaterial compensation submitted by the Plaintiffs in the amount of Rp.900,000,000 (Nine hundred million rupiah) on the consideration that the claim for immaterial compensation cannot be proven. | |
| 30654 | 33985 | E2A019013 | Efektifitas Layanan Hak Bantuan Hukum Oleh Penasihat Hukum Terhadap Anak Yang Berhadapan dengan Hukum (Anak Pelaku Tindak Pidana) di Kabupaten Banyumas | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Layanan Hak Bantuan Hukum oleh Penasihat Hukum Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Di Kabupaten Banyumas. Pasal 18 Undang-Undang Perlindungan Anak menyatakan bahwa “Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum.Untuk mewujudkan perlindungan hukum terhadap anak dalam sistem peradilan pidana anak, telah dibentuk Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak sebagai pengganti dari Undang-Undang No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak. Dalam Undang-Undang tersebut, pemberian bantuan hukum didasarkan pada Undang-Undang No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Salah satu kewajiban advokat sebagai penegak hukum adalah memberikan jasa bantuan hukum terhadap terdakwa tidak mampu secara cuma-cuma. Undang-undang dan kode etik telah mengatur ketentuan terkait pemberian bantuan hukum tersebut. Kenyataannya saat ini apabla memakai jasa advokat justru dipandang sebagai barang yang mewah dan mahal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum sosio Legal atau penelitian hukum non doktrinal yaitu dengan mengkonstruksikan hukum sebagai refleksi kehidupan masyarakat itu sendiri dengan menekankan pada pencarian-pencarian, keajegan-keajegan empiris dengan konsekuensi selain mengacu pada hukum tertulis juga mengadakan observasi terhadap tingkah laku yang benar-benar terjadi. Hasil penelitian menunjukan layanan pemberian hak bantuan hukum oleh Penasihat Hukum terhadap anak pelaku tindak pidana belum bisa dikatakan efektif, sebab masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya mulai dari aparat penegak hukum,orangtua pelaku/korban maupun dari sarana dan prasarana serta hambatan dari anak itu sendiri. Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan tersebut perlu adanya kerjasama antar instansi-instansi terkait dalam penanganan perkara anak, hal ini dapat tercapai dengan mengadakan pertemuan-pertemuan rutin antar instansi yaitu, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, balai pemasyarakatan, lembaga bantuan hukum maupun lembaga swadaya masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap anak . Kata kunci:Bantuan Hukum, sistem peradilan pidana anak,advokat | Abstract This study aims to determine the effectiveness of Legal Aid Rights Services by Legal Counsels Against Children in Conflict with the Law (Child Perpetrators of Crime) in Banyumas Regency. Article 18 of the Child Protection Law states that, Every child who is a victim or perpetrator of a crime has the right to get legal assistance. To realize legal protection for children in the juvenile criminal justice system, Law No. 11 of 2012 concerning the Criminal Justice System has been established Children as a substitute for Law no. 3 of 1997 concerning Juvenile Court. In this Law, the provision of legal aid is based on Law no. 16 of 2011 concerning Legal Aid. One of the obligations of advocates as law enforcers is to provide legal aid services to incapacitated defendants for free. The law and the code of ethics have regulated the provisions related to the provision of legal aid. In fact, currently using the services of an advocate is seen as a commercial profession. The research method used is a socio-legal legal research method or non-doctrinal legal research, namely by constructing law as a reflection of people's life itself by emphasizing on searches, empirical steadiness with consequences in addition to referring to written law as well as observing behavior that occurs. really happened. The results of the study show that the service of providing legal aid rights by legal advisors to children who commit crimes cannot be said to be effective, because there are still several obstacles in its implementation, starting from law enforcement officers, parents of perpetrators/victims as well as from facilities and infrastructure as well as obstacles from the children themselves. Efforts made to overcome these obstacles need cooperation between relevant agencies in handling child cases, this can be achieved by holding regular meetings between agencies, namely, the police, prosecutors, courts, correctional centers, legal aid institutions and non-governmental organizations. who care about children. Keywords: legal aid, juvenile criminal justice system, advocate | |
| 30655 | 33951 | B1A017020 | Diferensial Leukosit Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diberi Pakan Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris | Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan ikan air tawar yang sangat populer di masyarakat sehingga banyak di budidayakan. Adanya berbagai macam penyakit merupakan kendala dalam budidaya ikan lele dumbo. Alternatif pecegahan penyakit dapat dilakukan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan menambahkan suplemen kedalam pakan ikan seperti Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris yang merupakan mikroalga dengan efek yang menguntungkan untuk kekebalan tubuh karena adanya komponen polisakarida dan fikosianin. Faktor yang dapat menentukan kualitas imunitas salah satunya adalah diferensial leukosit. Penelitian mengenai suplementasi kombinasi S. platensis dengan C. vulgaris terhadap diferensial leukosit ikan lele dumbo belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan persentase diferensial leukosit ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diberi pakan suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris dan mendapatkan dosis pakan suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris yang dapat meningkatkan diferensial leukosit ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK), 5 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah diferensial leukosit ikan lele dumbo. Parameter yang diukur adalah persentase jumlah sel monosit, neutrofil, eosinofil, dan limfosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplementasi S. platensis dan C. vulgaris terdapat hasil yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap diferensial leukosit ikan lele dumbo. Pemberian suplementasi S. platensis 6 g.kg-1 pakan, kombinasi S. platensis 3 g.kg-1 pakan + C. vulgaris 2 g.kg-1 pakan, dan kombinasi S. platensis 2 g.kg-1 pakan + C. vulgaris 3 g.kg-1 pakan mampu meningkatkan diferensial leukosit terutama pada sel limfosit ikan lele dumbo. | African catfish (Clarias gariepinus) is a freshwater fish that is very popular in the community so it is widely cultivated. The existence of various kinds of diseases is an obstacle in the cultivation of African catfish. Alternative disease prevention can be done by increasing the immune system by adding supplements to fish feed such as Spirulina platensis and Chlorella vulgaris which are microalgae with beneficial effects on the immune system due to the presence of polysaccharide and phycocyanin components. One of the factors that can determine the quality of immunity is the differential leukocyte. Research on the combination of supplementation of S. platensis with C. vulgaris on the leukocyte differential of African catfish has never been done. The purpose of this study was to determine the difference in the differential leukocyte percentage of African catfish (Clarias gariepinus) fed Spirulina platensis and Chlorella vulgaris supplementation and to obtain a dose of Spirulina platensis and Chlorella vulgaris supplemented feed that could increase the leukocyte differential of African catfish (Clarias gariepinus). This research was conducted experimentally with a randomized block design (RAK), 5 treatments and repeated 4 times. The observed variable was the leukocyte differential of African catfish. Parameters measured were the percentage of monocytes, neutrophils, eosinophils, and lymphocytes. The results showed that the supplementation of S. platensis and C. vulgaris had significantly different results (P<0.05) on the leukocyte differential of African catfish. Supplementation of S. platensis 6 g.kg-1 feed, the combination of S. platensis 3 g.kg-1 feed + C. vulgaris 2 g.kg-1 feed, and the combination of S. platensis 2 g.kg-1 feed + C vulgaris 3 g.kg-1 feed was able to increase the differential leukocytes, especially in the lymphocyte cells of African catfish. | |
| 30656 | 33987 | H1F014050 | GEOLOGI DAN ANALISIS FASIES BATUGAMPING SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN DAERAH KARANGLO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEREK, KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR | Batugamping merupakan bahan baku utama dalam pembuatan semen, oleh karena itu perlu dilakukan analisa kualitas batugamping untuk mengetahui kelayakannya sebagai bahan baku semen. Berdasarkan hal tersebut, maka timbul permasalahan yang harus dijawab dalam penelitian ini seperti bagaimana kondisi geologi dan juga fasies dapat berhubungan dengan kualitas batugamping sebagai bahan baku semen. Adapun tujuan dari penilitian ini yaitu, mengetahui kondisi geologi, stratigrafi, kandungan fosil, lingkungan pengendapan, pembagian dan penyebaran fasies serta hubungannya dengan kualitas batugamping sebagai bahan baku semen. Lokasi penelitian berada pada Daerah Karanglo dan Sekitarnya, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu pemetaan kondisi geologi, analisis fasies dan analisis kimia batugamping dengan metode XRF. Analisa XRF berguna untuk mengetahui kadar unsur kimia pada batuan. Standard kelayakan kualitas batugamping yang digunakan yaitu berdasarkan standar kualitas PT. Semen Indonesia, klasifikasi Walter L. Duda (1976) dan klasifikasi Pettijohn (1949). Berdasarkan analisis petrografi dan fasies, batugamping daerah penelitian dibagi menjadi dua jenis yaitu batugamping terumbu dan batugamping klastik. Pada daerah studi khusus, fasies foraminiferal bafflestone diinterperetasikan terendapkan di zona fasies platform-margin reefs (Wilson, 1975) dengan lingkungan pengendapan reef front (James, 1984). Foraminiferal wackestone diinterpretasikan terendapkan di zona fasies open marine (Wilson, 1975) dengan lingkungan pengendapan back reef (James, 1984). Lingkungan pengendapan batugamping pada daerah studi khusus merupakan lingkungan yang baik untuk berkembangnya organisme sehingga kaya akan kadar CaO. Berdasarkan analisa XRF, batugamping daerah penelitian umumnya didapatkan kadar CaO berkisar antara 49% - 55%, dan kadar MgO pada mayoritas sampel < 1.5% yang artinya batugamping daerah penelitian memiliki kualitas baik. Ditemukan juga dolomit dengan kadar MgO >10% pada beberapa sampel. | Limestone is a major raw material in the manufacture of cement, therefore analyzing the quality of limestone is needed to be done to know its feasibility as a cement raw material. Based on that, there has been a problem to be answered in this study such as how geological conditions as well as facies can relate to the quality of limestone as a cement raw material. As for the purpose of this commutation, it is to know about the geological conditions, stratigraphy, fossil content, depositional environment, division and spread of facies as well as its relation to quality of the limestone as a cement raw material. The research location is in the Karanglo and Surrounding Area, Kerek Subdistrict, Tuban District, East Java. The research methods used are geological conditions mapping, facies analysis and chemical analysis of limestone by XRF method. XRF analysis is useful for knowing the levels of rock chemical elements. The Feasibility standard of limestone quality used is based on the quality standard of PT Semen Indonesia, classification of Walter L. Duda (1976) and Pettijohn (1949). Based on the petrographic analysis and facies, the limestone of the research area is divided into two types namely reef and clastic limestone. In specialized study areas, the foraminiferal bafflestone facies is deposited in the platform-margin reefs facies zone (Wilson, 1975) with reef front environment (James, 1984). The foraminiferal floatstone facies is deposited in the open marine facies zone (Wilson, 1975) with back reef environment (James, 1984). These environments of limestone in specialized study area are good for developing organisms so they are rich in CaO levels. Based on XRF analysis, the limestones in research area generally obtained CaO levels ranging from 49% - 55%, and the MgO levels in the majority of samples is <1.5% meaning that the limestones in the research area have a good quality. Dolomite was also found with MgO >10% levels on some samples. | |
| 30657 | 33988 | B1A017044 | Sensitivitas Aspergillus sp. dan Fusarium sp. Penyebab Penyakit Nekrotik pada Bunga Matahari terhadap Beberapa Fungisida | Bunga matahari (Helianthus annuus) merupakan anggota Familia Asteraceae yang dapat digunakan sebagai tanaman hias, sumber minyak nabati, sumber bahan baku industri kosmetik, serta sumber bunga potong, sehingga banyak yang membudidayakan. Produktivitas budidaya bunga matahari di Indonesia belum maksimal karena adanya organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti jamur patogen Aspergillus sp. dan Fusarium sp. yang dapat menyebabkan penyakit nekrotik pada daun bunga matahari. Fungisida dapat mengendalikan jamur patogen untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan pada praktik budidaya. Bahan aktif fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan Aspergillus sp. dan Fusarium sp. antara lain benomyl, mancozeb, iprodione, carbendazim, dan propiconazole. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas Aspergillus sp. dan Fusarium sp. terhadap lima bahan aktif fungisida yang berbeda, serta untuk mengetahui jenis fungisida yang paling efektif untuk mengendalikan Aspergillus sp. dan Fusarium sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat sensitivitas Aspergillus sp. dan Fusarium sp. berbeda terhadap lima jenis bahan aktif fungisida. Aspergillus sp. sangat sensitif terhadap mancozeb pada fase perkecambahan konidia dengan nilai hambatan sebesar 89,82%, sedangkan Fusarium sp. sangat sensitif terhadap carbendazim pada fase pertumbuhan miselium dengan nilai hambatan sebesar 92,6%. Berdasarkan tingkat sensitivitas pada masing-masing spesies, mancozeb sangat efektif untuk digunakan dalam mengendalikan Aspergillus sp. dan carbendazim sangat efektif untuk digunakan dalam mengendalikan Fusarium sp. | Sunflower (Helianthus annuus) is plant from Family Asteraceae which used as an ornamental plant, source of vegetable oil, source of cosmetic industry, and source of cut flower, so this plant was many cultivated. Productivity of sunflower cultivation in Indonesia has not been maximized due to the presence of plant-disturbing organism such as the pathogenic fungi Aspergillus sp. and Fusarium sp. which causes necrotic disease on sunflower leaves. Fungicides can control this pathogenic fungi to minimize negative effect on cultivation. Active compounds that can be used to control these pathogenic fungi such as benomyl, mancozeb, iprodione, carbendazim, or propiconazole. The aim of the study was to determine sensitivity level of Aspergillus sp. and Fusarium sp. to five different fungicide, also to determine fungicide that very effective to control Aspergillus sp. and Fusarium sp. The results showed that the sensitivity level of two pathogenic fungi to five types of active compounds was different. Aspergillus sp. was very sensitive to mancozeb with 89,82% score percent of inhibition on conidial germination stage, while Fusarium sp. was very sensitive to carbendazim with 92,6% score percent of inhibition on mycelial growth. Based on the sensitivity level on each species, mancozeb was effective to control Aspergillus sp. and carbendazim was effective to control Fusarium sp. | |
| 30658 | 33989 | B1A017004 | SENSITIVITAS Alternaria sp. DAN Curvularia sp. PENYEBAB PENYAKIT NEKROTIK PADA BUNGA MATAHARI TERHADAP BEBERAPA FUNGISIDA | Bunga matahari (Helianthus annus L.) termasuk Famili Compositae, beradaptasi pada daerah dengan keadaan temperatur yang panas. Keberadaan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang tanaman bunga matahari seringkali menjadi faktor penghambat seperti keberadaan hama dan penyakit yang disebabkan patogen Alternaria sp. dan Curvularia sp. penyebab penyakit nekrotik. Salah satu cara untuk mengendalikan penyakit adalah penggunaan fungisida. Fungisida memiliki spesifikasi kerja yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan jamur. Penggunaan fungisida yang mengandung bahan aktif berupa benomil, mankozeb, karbendazim, propikonazol, dan iprodion dapat digunakan untuk mengendalikan patogen penyebab penyakit pada bunga matahari. Penggunaan satu jenis bahan aktif fungisida dengan intensif memunculkan dampak negatif, patogen akan mengalami tekanan dan secara terus menerus akan menyesuaikan diri yang akan menyebabkan mutasi gen patogen sehingga menyebabkan sensitivitas terhadap fungisida berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas Alternaria sp. dan Curvularia sp. terhadap benomil, mankozeb, iprodion, karbendazim, dan propikonazol sehingga dapat mengetahui jenis fungisida yang paling efektif untuk mengendalikan Alternaria sp. dan Curvularia sp. Hasil penelitian menunjukkan Alternaria sp. dan Curvularia sp. memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Alternaria sp. sensitif terhadap fungisida mankozeb pada fase perkecambahan konidia, sedangkan Curvularia sp. sangat sensitif terhadap propikonazol pada fase pertumbuhan miselium. Fungisida yang paling efektif untuk mengandalikan penyakit nekrotik pada tanaman bunga matahari yang disebabkan oleh Alternaria sp. yaitu fungisida dengan bahan aktif mankozeb pada dosis 2,5 gr/L, sedangkan fungisida yang paling efektif untuk mengandalikan penyakit nekrotik pada tanaman bunga matahari yang disebabkan oleh Curvularia sp. yaitu fungisida dengan bahan aktif propikonazol pada dosis 3 mL/L. | Sunflower (Helianthus annus L.) belongs to the Compositae family, adapting to areas with hot temperatures. The presence of plant pest organisms (OPT) that attack sunflower plants is often an inhibiting factor such as the presence of pests and diseases caused by the pathogen Alternaria sp. and Curvularia sp. cause of necrotic disease. One way to control the disease is the use of fungicides. Fungicides have work specifications that can kill or inhibit the growth of fungi. The use of fungicides containing active ingredients in the form of benomyl, mankozeb, carbendazim, propiconazole, and iprodion can be used to control disease-causing pathogens in sunflower. Intensive use of one type of fungicide active ingredient has a negative impact, pathogens will experience stress and will continuously adapt which will cause pathogenic gene mutations, causing reduced sensitivity to fungicides. This study aims to determine the sensitivity level of Alternaria sp. and Curvularia sp. against benomyl, mankozeb, iprodion, carbendazim, and propiconazole so as to determine the most effective type of fungicide to control Alternaria sp. and Curvularia sp. The results showed that Alternaria sp. and Curvularia sp. have different levels of sensitivity. Alternaria sp. sensitive to the fungicide mankozeb in the conidia germination phase, while Curvularia sp. very sensitive to propiconazole in the mycelium growth phase. The most effective fungicide to control necrotic disease in sunflower caused by Alternaria sp. namely a fungicide with the active ingredient mankozeb at a dose of 2.5 g/L, while the most effective fungicide for controlling necrotic disease in sunflower plants caused by Curvularia sp. namely fungicide with the active ingredient propiconazole at a dose of 3 mL/L. | |
| 30659 | 33990 | C1A017018 | ANALISIS DAMPAK RELOKASI TEMPAT USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA DAGANG KAKI LIMA DI PANTAI PANGANDARAN | Penelitian ini berjudul Analisis Dampak Relokasi Tempat Usaha terhadap Pendapatan Usaha Dagang Kaki Lima di Pantai Pangandaran. Bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui dampak relokasi usaha terhadap pendapatan pedagang kaki lima di pantai Pangandaran, serta menganalisis pengaruh lokasi usaha, jam kerja, dan jumlah jenis barang dagangan saat sebelum dan setelah di relokasi terhadap pendapatan pedagang kaki lima di pantai Pangandaran. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dan menggunakan teknik survei dengan melakukan wawancara langsung kepada responden dibantu dengan menggunakan kuesioner yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa Uji Beda Rata-rata, Uji Asumsi Klasik, dan Analisis Regresi Berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan pedagang kaki lima di pantai Pangandaran akibat dari adanya dampak relokasi. Dimana dampak setelah adanya relokasi tingkat pendapatan pedagang kaki lima tersebut menjadi menurun. Serta adanya pengaruh yang signifikan untuk variabel lokasi usaha dan jam kerja secara beruturut-turut sebesar 0,195 dan 0,323 terhadap pendapatan pedagang kaki lima saat sebelum di relokasi. Sedangkan setelah relokasi hanya variabel jumlah jenis barang dagangan yang berpengaruh signifikan yaitu sebesar 0,051 terhadap pendapatan pedagang kaki lima setelah relokasi. | This research is entitled Analysis on the Impact of Relocation of Business Places on Income of Street Vendors at Pangandaran Beach. This study aims to analyze and determine the impact of business relocation on the income of street vendors on Pangandaran beach, as analyze the effect of business location, working hours, and the number of types of merchandise before and after being relocated to the income of street vendors at the beach Pangandaran. This research used a descriptive quantitative and the implementation using survey techniques by conducting direct interviews with respondents assisted by using a questionnaire who were selected using purposive sampling technique. The data analysis technique used in this research was the Average Difference Test, Classic Assumption Test, and Multiple Regression Analysis. The result of this study indicates that there is based of the average difference test using the Z test method, there is a significant difference between the income of street vendors on the Pangandaran beach as a result of the impact of relocation. Where income after the relocation decreases. There is a significant effect for the variables of business location and working hours of 0,195 and 0.323 respectively on the income of street vendors before being relocated. Meanwhile, after the relocation only variable number types of merchandise han a significant effect namely 0,051 on the income of screet vendors after relocation | |
| 30660 | 33979 | J1C016063 | Seksisme Dalam Kumpulan Cerpen Karya Edogawa Rampo (Kajian Kritik Sastra Feminis) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindakan seksisme yang dilakukan oleh tokoh laki-laki kepada tokoh perempuan dalam kumpulan cerpen karya Edogawa Rampo. Adapun cerpen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hakuchuumu, Ningen Isu, dan Shinri Shiken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode penelitian kajian pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori seksisme Natasha Walter tahun 2013. Dalam penelitian ini terdapat sembilan data yang berupa, delapan kutipan naratif dan satu kutipan percakapan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat dua tindakan seksisme yaitu 1) kekerasan seksual yang berupa a) pelecehan seksual dan b) objektifikasi seksual terhadap perempuan. 2) kekerasan fisik berupa pembunuhan terhadap tokoh perempuan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ditemukan adanya penggambaran tindakan seksisme terhadap perempuan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam kumpulan cerpen karya Edogawa Rampo terdapat penggambaran tindakan seksisme terhadap perempuan yang terjadi karena stereotipe gender yang memunculkan adanya budaya dominasi yang berkembang di dalam masyarakat. Budaya dominasi yang berkembang di dalam masyarakat muncul karena adanya anggapan subjek-obyek dan superior-inferior dalam budaya dominasi, yang mana perempuan dianggap makhluk lemah dan laki-laki adalah makhluk yang lebih kuat menjadi faktor terjadinya kekerasan terhadap perempuan. | This research aims to describe the acts of sexism committed by male characters to female characters in a collection of short stories by Edogawa Rampo. The short stories used in this research are Hakuchuumu, Ningen Isu, and Shinri Shiken. The method used in this research is descriptive qualitative with literature review research method. The theory used in this research is the sexism theory of Natasha Walter in 2013. In this study there are nine data, eight narrative quotes and one conversation quote. The results of data analysis show that there are two acts of sexism, namely 1) sexual violence in the form of a) sexual harassment and b) sexual objectification of women. 2) physical violence in the form of killing female figures. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are depictions of acts of sexism against women. Based on the results of data analysis, it can be concluded that in the collection of short stories by Edogawa Rampo there are depictions of acts of sexism against women that occur because of gender stereotypes that give rise to a culture of domination that develops in society. The culture of domination that develops in society arises because of the perception of subject-object and superior-inferior in the culture of domination, where women are considered weak creatures and men are stronger beings to be a factor in the occurrence of violence against women. |