Artikelilmiahs

Menampilkan 30.501-30.520 dari 50.068 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3050133848F2C019004AIESEC Exchange programme Sebagai Media Globalisasi Komunikasi Multikultural Dalam Membangun Intercultural AwarenessEra globalisasi yang mengaburkan batas-batas negara mengharuskan manusia untuk bisa bertahan di tengah keberagaman yang ada. Salah satu hal yang perlu dimiliki setiap individu untuk mencapai hal tersebut adalah memiliki kesadaran akan perbedaan dimana hal ini penting untuk membangun kompetensi komunikasi antar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana exchange programme dapat membangun intercultural awareness pesertanya hingga pada akhirnya dapat meningkatkan kompetensi komunikasi multikultural di kemudian hari, berfokus pada Global Citizen Programme yang diselenggarakan oleh AIESEC Purwokerto. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan studi literatur. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sementara informan yang digunakan di sini berjumlah enam orang peserta exchange programme ke Vietnam, Thailand (dua orang), Ceko, Slovakia, dan Ukraina. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa exchange programme dapat menjadi media dalam membentuk intercultural awareness melalui paparan internasional yang didapatkan dari pengalaman peserta ketika berhadapan dengan perbedaan budaya, pola pikir, cara bersikap, dan juga perbedaan kemampuan bahasa. Pengalaman ini dapat membantu peserta untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan menjadi pribadi yang lebih fleksibel, dapat menyesuaikan diri dengan hal baru tanpa menghakimi yang berujung pada rasa empati. Artinya, bahwa dalam tahap ini masing-masing individu sudah sampai pada tahap penerimaan pada hal baru. Intercultural awareness adalah tingkatan dimana individu tidak lagi menujukkan sikap penolakan terhadap budaya baru yang dihadapi.The globalization era which blurred the border of each country has pushed human to survive within the diversity. To achieve that, every individual is supposed to be aware about the diversity which becomes an important thing to improve the intercultural communication competence. This study aimed to explain on how an exchange programme can build the intercultural awareness towards its participants which will increase the intercultural communication competence in the future, focusing Global Citizen Programme hold by AIESEC Purwokerto. The qualitative approach is used in this study, with the in-depth interview and literature review as the method to collect the data. This study also use the purposive sampling method to find the six informans who once became the exchange participant to Vietnam, Thailand (two participants), Czech, Slovakia, and Ukraine. The results show that the exchange programme can be a medium to build the intercultural awareness through the international exposure that come from the participant’s experience while they’re facing the cultural differences, mindset, behaviour, and the level of language skill. The experience can help the participants to increase their ability to adapt well and to be the flexible person who can adapt themselves to the new things without judging which leads to empathy. Means that on this level, the participants have already reached the level of acceptance. Intercultural awareness is a condition when an individual does not show the rejection towards new things they are facing.
3050233838D1B019004PENGARUH PENGGUNAAN SILASE RUMPUT GAJAH YANG DIBERI SINGKONG
TERHADAP KONSENTRASI VFA DAN N-NH3 CAIRAN RUMEN SAPI SECARA IN VITRO
Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan silase rumput gajah yang diberi singkong terhadap konsentrasi VFA dan N-NH3 telah dilaksanakan pada tanggal 7 Juni sampai tanggal 7 Juli 2021 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan pada penelitian adalah cairan rumen dari tiga ekor sapi potong yang diambil dari RPH Desa Bantarwuni Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas segera setelah sapi dipotong, silase rumput gajah, singkong, dan seperangkat alat in vitro. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimental secara in vitro dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Setiap perlakuan diulang 5 kali. Perlakuan yang diuji yaitu R1 = 100% BK silase rumput gajah; R2 = 95% BK silase rumput gajah + 5% BK singkong; R3= 90% BK silase rumput gajah + 10% BK singkong; R4= 85% BK silase rumput gajah + 15% BK singkong. Variabel yang diukur adalah konsentrasi VFA dan N-NH3 cairan rumen. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan bagi perlakuan yang berpengaruh terhadap variabel yang diukur maka dilanjutkan dengan uji BNJ (beda nyata jujur). Rataan konsentrasi VFA yaitu R1 : 122 mM, R2 : 126 mM, R3: 128 mM, R4 : 130 mM, sedangkan rataan konsentrasi N-NH3 yaitu R1 : 2,4 mM, R2 : 3,4 mM, R3 : 4 mM, R4 : 3 mM. Hasil analisis variansi menunjukkan penggunaan pakan silase rumput gajah yang diberi singkong berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsentrasi VFA tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi N-NH3. Konsentrasi VFA tertinggi dicapai oleh cairan rumen yang mendapatkan 85% silase rumput gajah dan 15% singkong, meskipun secara statistik tidak berbeda. Rataan konsentrasi N-NH3 masih rendah, tetapi konsentrasi tertinggi dicapai oleh cairan rumen yang ditambah silase rumput gajah 90% dan singkong 10%.
This study was aimed to examine the effect of using elephant grass silage fed with cassava on the concentration of VFA N-NH3 which was carried out from 7 june to 7 july at the Laboratory of Animal Nutrition and Food Science, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. The materials used in this study were rumen fluid from three beef cattles taken from the slaughterhouse of Bantarwuni Village, Kembaran District, Banyumas Regency immediately after the cattle were slaughtered, silage of elephant grass, cassava, and a set of in vitro tools. The study was carried out using in vitro methods and using a randomized design (CRD) with 4 complete treatments. Each treatment was repeated 5 times. The treatments tested were R1 = 100% DM of elephant grass silage; R2 = 95% DM of elephant grass silage + 5% DM of cassava; R3= 90% DM of elephant grass silage + 10% DM of cassava; R4 = 85% DM of elephant grass silage + 15% DM of cassava. The variables measured were the concentration of VFA and N-NH3. The data obtained were analyzed for variance and if the treatment had an effect on the measured variables, it was continued with the Honestly Significant Difference (HSD) test. The average concentration of VFA is R1 : 122 mM, R2 : 126 mM, R3 : 128 mM, R4 : 130 mM, while the average concentration of N-NH3 is R1 : 2.4 mM, R2 : 3.4 mM, R3 : 4 mM, R4 : 3 mM. The results of the analysis of variance shows that the use of elephant grass silage fed with cassava had no significant effect (P>0.05) on the concentration of VFA but has a very significant effect (P<0.01) on the concentration of N-NH3. The highest VFA concentration is achieved by rumen fluid which obtained 85% silage of elephant grass and 15% cassava, although statistically there is no difference. The average concentration of N-NH3 is still low, but the highest concentration is achieved by rumen fluid added with 90% elephant grass silage and 10% cassava.
3050333839D1A017121KECERNAAN SERAT KASAR DAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN PAKAN DOMBA YANG DIBERI FODDER PADI HIDROPONIK DENGAN UMUR PANEN YANG BERBEDA SECARA IN VITRO

Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian fodder padi hidroponik pada umur panen yang berbeda, terhadap kecernaan serat kasar (SK) dan kecernaan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) telah dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2021 – 1 Mei 2021, di eksperimental farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak (INMT). Penelitian dilaksanakan secara eksperimental in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi yang digunakan yaitu cairan rumen yang berasal dari 3 ekor domba, yang telah dipotong di rumah potong hewan (RPH) Kembaran, segera setelah domba dipotong. Perlakuan terdiri atas tiga macam umur panen yaitu, P0= Umur panen 7 hari; P1= Umur panen 14 hari; dan P2= Umur panen 21 hari. Variabel yang diukur yaitu kecernaan serat kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Hasil penelitian membuktikan bahwa umur panen berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan serat kasar dan kecernaan bahan ekstrak tanpa nitrogen fodder padi hidroponik. Uji Orthogonal Polinomial menghasilkan bahwa umur panen berpengaruh secara kuadrater terhadap kecernaan serat kasar dengan persamaan y = -0.0783x2 + 2.035x + 52.045, koefisien determinasi (R²) = 0.76 dengan titik puncak P (13; 62,27%) dan terhadap kecernaan bahan ekstrak tanpa nitrogen dengan persamaan Y = -0.2642x2 + 6.2006x – 0.65, Koefisien determinasi (R2) = 0.94 dengan titik puncak P (12; 35,71%). Kecernaan serat kasar fodder padi hidroponik terbaik diperoleh pada umur panen 13 hari; serta kecernaan BETN fodder padi terbaik diperoleh pada umur panen 12 hari. Fodder padi hidroponik sebaiknya dipanen pada umur panen 12-13 hari.A study that aims to determine the effect of hydroponic rice fodder at different harvest ages, on crude fiber digestibility (CF) and digestibility of nitrogen free extracts (NFE) has been carried out on February 1 - May 1, 2021, in experimental farms and laboratories nutrition and animal feed science. The study was carried out experimentally in vitro using a completely randomized design (CRD). The material used is rumen fluid from 3 sheep, which have been slaughtered at the Kembaran abattoir, immediately after the sheep have been slaughtered. The treatments consisted of three types of harvest age, namely, P0 = 7 days of harvest; P1 = Age of harvest 14 days; and P2 = 21 days of harvest. The variables measured were digestibility of crude fiber and nitrogen free extracts. The results showed that the age of harvest had a very significant effect (P<0.01) on the digestibility of crude fiber and digestibility of nitrogen free extracts the hydroponic rice fodder. The Orthogonal Polynomial test showed that the harvest age had a quadratic effect on the digestibility of crude fiber with the equation y = -0.0783x2 + 2.035x + 52.045, the coefficient of determination (R²) = 0.76 with a peak point of P (13; 62.27%) and the digestibility of nitrogen free extracts with equation Y = -0.2642x2 + 6.2006x – 0.65, coefficient of determination (R²) = 0.94 with peak point P (12; 35.71%). The best hydroponic rice fodder digestibility crude fiber was obtained at 13 days of harvest; and the best digestibility of rice fodder NFE obtained at 12 days of harvest. Hidroponic rice fodder should be harvested at harvest age 12-13 days.

3050443802H1D019055ANALISIS SENTIMEN ULASAN GAME APEX LEGENDS PADA STEAM MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES CLASSIFIERPerkembangan video game sangat pesat yang mana sekarang bisa dimainkan secara online melalui beberapa platform. Salah satu platform yang sering digunakan adalah Steam, pada Steam terdapat ulasan untuk setiap gamenya tetapi beberapa ulasan bias dan ambigu. Dalam hal ini analisis sentimen berguna untuk mengetahui ulasan-ulasan tersebut mengandung hal positif seperti meningkatkan keterampilan strategis atau hal negatif seperti potensi kecanduan bermain, selain itu juga untuk mengetahui kinerja model mengindentifikasi ulasan-ulasan tersebut. Model analisis sentimen dibuat menggunakan metode Word2Vec dan Naive Bayes. Hasil dari penelitian ini didapatkan model analisis sentimen dengan akurasi sebesar 75%, presisi sebesar 83% dan recall sebesar 82% dan dari 4332 data ulasan, 3087 data positif dan 1245 data negatif sehingga dapat disimpulkan bahwa game Apex Legends diterima secara postif oleh pengguna.The rapid development of video games, which can now be played online through several platforms, is remarkable. One of the commonly used platforms is Steam, where each game has reviews, but some reviews are biased and ambiguous. In this case, sentiment analysis is useful to determine whether the reviews contain positive aspects like improving strategic skills or negative aspects like the potential for addiction. It is also used to evaluate the model's performance in identifying these reviews. The sentiment analysis model was created using Word2Vec and Naive Bayes methods. The research resulted in a sentiment analysis model with an accuracy of 75%, precision of 83%, and recall of 82% from 4332 review data, consisting of 3087 positive and 1245 negative data. Therefore, it can be concluded that Apex Legends game is positively received by users.
3050533841C1L016019PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA MAN 2 BANYUMAS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui yaitu: (1) mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap aktivitas belajar siswa. (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa. Metode peelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan non-equivalent group desain. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampel. Adapun sampel peelitian adalah kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas control. Data hasil belajar diperoleh melalui pre-test dan post-test, dan data aktivitas belajar melalui lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistic uji t (independent t-test). Hasil penelitian diperoleh: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang dibelajarkan melalui model konvensional. (2) Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar. (3) Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar.
Kata Kunci: Talking Stick, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar.
This research aims to know, namely: (1) to find out the differences in learning outcomes between groups of students who were taught by the talking stick type of cooperative learning model and groups of students who were taught by the conventional model. (2) determine the effect of the talking stick type cooperative learning model on student learning activities. (3) determine the effect of the talking stick type cooperative learning model on student learning outcomes. This is an experimental research a with non-equivalent group desain. The sample was chosen by using purposive sampling technique. The sample of this research was student from class XI IPA 1 as exsperimental class and XI IPA 5 as control class. The data for learning outcomes were obtained by using pre-test and post-test, and learning activity data through questionnaire sheets. The data were analyzed by using t-test (independent t-test). The results showed that: (1) There is a significant difference in learning outcomes between students who are taught through the talking stick type of cooperative learning model and students who are taught through the conventional model. (2) The talking stick cooperative learning model has no significant effect on learning outcomes. (3) The talking stick type cooperative learning model has a significant effect on learning outcomes.
Keywords: Talking Stick, Learning Activity, Learning Outcomes.
3050633843J1C017003Konflik Sosial Dalam Anime Sengoku Basara season 1 karya Yasuyuki Muto Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi konflik sosial dalam anime Sengoku Basara Season 1 menggunakan teori sosiologi sastra. Sumber data pada penelitian ini adalah anime Sengoku Basara Season 1 karya Yasuyuki Muto, yang dirilis pada 1 April tahun 2009. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Sedangkan metode analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penyimpulan data. Pada anime Sengoku Basara Season 1 ini, dapat disimpulkan bahwa ada dua bentuk konflik sosial yang terdapat pada anime Sengoku Basara Season 1 yaitu yaitu konflik antargolongan dan konflik antarpribadi. Fungsi konflik sosial dalam film tersebut terbagi menjadi tiga yaitu, konflik dapat memperkuat solidaritas kelompok, konflik dengan lawan dapat memperkuat solidaritas dalam kelompok dan mengantarnya kepada aliansi-aliansi dengan kelompok lain, serta konflik dapat konflik juga berfungsi untuk komunikasi.
ABSTRACT
The purpose of this study is to describe the form and function of social conflict in the anime Sengoku Basara Season 1 using the theory of sociology of literature. The data source in this study is the anime Sengoku Basara Season 1 by Yasuyuki Muto, which was released on April 1, 2009. This type of research uses a qualitative descriptive research method. The data collection method used is the listening and note-taking technique. While the data analysis method was carried out by descriptive analysis techniques, namely data reduction, data presentation and data inference. In the Sengoku Basara Season 1 anime, it can be concluded that there are two forms of social conflict in the Sengoku Basara Season 1 anime, namely inter-group conflict and interpersonal conflict. The function of social conflict in the film is divided into three, namely, conflict can strengthen group solidarity, conflict with opponents can strengthen solidarity within the group and lead to alliances with other groups, and conflict can also function for communication.
3050733844K1A017029PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN ALAMANDA DAN DAUN PALA SEBAGAI ANTIJAMUR DAN PEMBUSA ALAMI PADA FORMULASI SABUN CAIR BERBAHAN DASAR MINYAK BIJI NYAMPLUNGInfeksi jamur Candida albicans pada kulit dapat dicegah dengan cara mandi menggunakan sabun yang memiliki aktivitas antijamur. Minyak biji nyamplung dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif yang potensial sebagai sabun antijamur. Ekstrak daun alamanda mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai bahan aditif antijamur. Sedangkan ekstrak daun pala ditambahkan karena memiliki kandungan saponin yang dapat meningkatkan busa sabun. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sabun cair berbahan dasar minyak biji nyamplung dengan penambahan ekstrak metanol daun alamanda sebagai antijamur dan fraksi etil asetat ekstrak metanol daun pala sebagai pembusa alami. Bahan antijamur dan pembusa masing-masing ditambahkan dengan variasi konsentrasi 0; 0,1; 0,3; 0,5; 0,7; dan 0,9% (b/b). Sabun hasil formulasi dikarakterisasi sesuai SNI 4058:2017. Hasilnya dianalisis ANOVA satu arah dan diuji lanjutan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Sabun dengan formulasi terbaik diuji aktivitas antijamur terhadap Candida albicans dengan metode difusi sumuran dan dilakukan uji organoleptik. Hasil penelitian didapatkan sabun formulasi terbaik yaitu sabun mandi cair minyak biji nyamplung dengan penambahan ekstrak metanol daun alamanda 0,3% dan fraksi etil asetat ekstrak daun pala 0,9% (SFA2P5) dengan nilai pH 9,18; total bahan aktif 34,0377%; asam lemak bebas 2,2515%; bobot jenis 1,0271 g/mL; dan stabilitas busa 93,1187%. Hasil uji aktivitas antijamur terhadap Candida albicans dilakukan dengan metode difusi sumuran dan diperoleh diameter zona hambat sebesar 44,85 mm yang artinya sabun memiliki aktivitas antijamur yang kuat.Candida albicans fungal infection towards skin could be prevented by using the soap with antifungal activity during shower. Tamanu seed oil could be used as potential alternative source to make antifungal soap. Allamanda leave extract contains secondary metabolites that as potential as antifungal additive materials. Nutmeg leave extract were added because it contains saponin that can multiply the foam of the soap. This study aimed to formulate liquid soap made from tamanu seed oil with the addition of allamanda leave methanol extract antifungal agent and nutmeg leave ethyl acetate fraction of methanol extract as natural foaming agent. Antifungal agent and foaming agent were added with the variety of concentrations 0, 0.1, 0.3, 0.5, 0.7, and 0.9% (w/w). The prepared soaps were characterized following SNI 4085:2017. The results were analyzed using one way ANOVA test and followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at with 95% of significance (α = 0.05). Antifungal activity of the best formula was tested using disk diffusion method and organoleptic test was occured. The result shows that the best formula was the tamanu seed oil soap with the addition of 0.3% allamanda leave methanol extract and 0.9% nutmeg extract ethyl acetate fraction of methanol (SFA2P5). The best formula has 9.18 pH value; 34.0377% total active agent; 2.2515% free fatty acid; 1.0271 g/mL density; and 93.1187% foam stability. Antifungal activity test towards Candida albicans occured using disk diffusion method resulted 44.85 mm inhibition zone which means that the soap has strong antifungal activity.
3050833842A1H019004PENGARUH DOSIS DAN MACAM PUPUK NZEO-SRPLUS TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH, EFISIENSI SERAPAN N TANAMAN PADI PADA TANAH INCEPTISOL KARANGSARI, WALED CIREBONPemberian pupuk NZEO-SRPlus merupakan salahsatu upaya untuk memperoleh sifat kimia tanah, serapan N-tanaman, dan pertumbuhan padi yang optimal pada tanah inceptisol. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk NZEO-SRPlus terhadap sifat kimia tanah pada tanah Inceptisol, Karangsari, Cirebon, 2) Mengetahui pengaruh Macam Pupuk NZEO-SRPlus dan Dosis Pupuk N terhadap N-serapan. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsari Waled, Kabupaten Cirebon dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dimulai dari bulan September 2020 sampai bulan Desember 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati yaitu pH H2O/KCl, DHL, REDOKS, N-Total/Tersedia, P-Tersedia/Total, K-Total/Tersedia, KTK, C-Organik, Si-Tersedia, N-Serapan. Hasil penelitian ini menunjukan efek mandiri pengaruh macam pupuk (P) terjadi pada variabel pH H20, N-tersedia dan K-tersedia, dengan perlakuan P terbaik adalah P2 (NZEO-SRPlus coating 1%) pada variabel pH H2O, P1 (Urea) pada variabel N-Tersedia dan P3 (NZEO-SRPlus coating 3%) pada variabel K-tersedia. Efek mandiri dosis pupuk N terjadi pada Variabel N-tersedia, dengan perlakuan N terbaik pada N0 (0 Kg N/Ha). Efek interaksi terjadi pada pH KCl, Daya Hantar listrik, Reaksi oksidasi, N-Total dan Si-tersedia, dengan hasil terbaik adalah P1N0 (pupuk urea dan 0 kg N/Ha) dan P2N2 (NZEO-SRPlus coating 1% dan 200 kg N/Ha) untuk pH KCl, P3N1 (NZEO-SRPlus coating 3% dan 100 kg N/Ha) untuk DHL, P3N1 (NZEO-SRPlus coating 3% dan 100 kg N /Ha) untuk redoks, P2N2 (NZEO-SRPlus coating 1% dan 200 kg N/Ha) untuk N-Total, dan P3N1 (NZEO-SRPlus coating 3% dan 100 kg N/Ha) untuk Si-Tersedia.The application of NZEO-SRPlus fertilizer is an effort to obtain optimal soil chemical properties, plant N uptake, and rice growth on inceptisol soils. This study aims to 1) determine the effect of NZEO-SRPlus fertilizer dosage on soil chemical properties in Inceptisol soil, Karangsari, Cirebon, 2) determine the effect of NZEO-SRPlus fertilizer type and N fertilizer dosage on N-uptake. The study was conducted in Karangsari Waled Village, Cirebon Regency and the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto starting from September 2020 to December 2020. The experimental design used was a 2-factor randomized block design (RAK) with 3 replications. The variables observed were pH H2O/KCl, DHL, REDOX, N-Total/Available, P-Available/Total, K-Total/Available, KTK, C-Organic, Si-Available, N-Absorbed. The results of this study indicate that the independent effect of the type of fertilizer (P) occurs on the variables of pH H20, N-available and K-available, with the best P treatment being P2 (NZEO-SRPlus coating 1%) on the variables pH H2O, P1 (Urea) at variable N-Available and P3 (NZEO-SRPlus coating 3%) on variable K-available. The independent effect of N fertilizer dose occurred in the available N-variable, with the best N treatment at N0 (0 Kg N/Ha). The interaction effect occurred on KCl pH, electrical conductivity, oxidation reaction, N-Total and available Si, with the best results being P1N0 (urea fertilizer and 0 kg N/Ha) and P2N2 (NZEO-SRPlus coating 1% and 200 kg N). /Ha) for pH KCl, P3N1 (NZEO-SRPlus coating 3% and 100 kg N/Ha) for DHL, P3N1 (NZEO-SRPlus coating 3% and 100 kg N/Ha) for redox, P2N2 (NZEO-SRPlus coating 1 % and 200 kg N/Ha) for N-Total, and P3N1 (NZEO-SRPlus coating 3% and 100 kg N/Ha) for Si-Available
3050933845J1C017009KONSTRUKSI IDENTITAS LOLICON DI INDONESIA (STUDI ETNOGRAFI VIRTUAL PELAKU LOLICON PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan para pelaku lolicon dalam mengonstruksi identitas berdasarkan pada aktivitasnya di media sosial Facebook menggunakan tiga premis Herbert Blumer pada teori interaksionisme simbolik yaitu meaning (makna), language (bahasa/interaksi) dan thought (pikiran/interpretasi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan etnografi virtual sebagai pendekatan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses konstruksi identitas lolicon Indonesia di media sosial Facebook sesuai dengan tiga premis Blumer dalam teori interaksionisme simbolik. Keenam informan dalam penelitian ini memiliki kesamaan dalam memaknai hal-hal yang berhubungan dengan karakter loli, sehingga sejalan dengan premis pertama Blumer yaitu meaning. Pemaknaan tersebut kemudian berlanjut pada intensnya penggunaan Facebook untuk menyampaikan simbol dan istilah tertentu sebagai cara dalam berkomunikasi dengan sesama penggemar karakter loli, sehingga sesuai dengan premis kedua Blumer yaitu language. Para penggemar loli yang mulai berpikir bahwa diri mereka adalah lolicon serta adanya keberagaman interpretasi tentang hal tersebut juga mencerminkan premis ketiga Blumer yaitu thought. Ketiga hal tersebut menjadi faktor terbentuknya identitas sebagai seorang lolicon. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah penggunaan media sosial Facebook secara intens dapat membentuk identitas seseorang, dan globalisasi berperan besar terhadap penyebaran budaya populer Jepang.

Kata kunci : Etnografi Virtual, Facebook, Konstruksi Identitas, Lolicon
The aim of this study is to describe lolicon in constructing identity based on their activities on social media Facebook using Herbert Blumer's three premises in symbolic interactionism theory namely meaning, language, and thought. The method used in this study is qualitative descriptive method with virtual ethnography as a research approach. The results of this study show that the process of Indonesian lolicon to construct their identities on social media Facebook reflects Blumer's three premises in symbolic interactionism theory. The six informants in this study have similarities in viewing things related to loli characters, so that it is in accordance with Blumer's first premise, meaning. This then continues with the intense use of Facebook to convey certain symbols and terms as a way of communicating with fellow loli characters fans, so it is in accordance with Blumer's second premise, language. The fans of loli characters who start to think that they are lolicons and the various interpretations about it also reflect Blumer's third premise, thought. These three things are the factors in the formation lolicon identity. The conclusion of this study is the intense use of social media Facebook can shape one's identity, and globalization has played a major role in the spread of Japanese popular culture.

Keywords : Virtual Ethnography, Facebook, Identity Construction, Lolicon
3051043804E1B019019LEGAL PROTECTION OF CUSTOMERS AND BANK RESPONSIBILITY
FOR THE LOSS OF CUSTOMER FUNDS
(STUDY OF DECISION NUMBER 3/PDT.G/2021/PN TAR)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH DAN TANGGUNG JAWAB BANK
ATAS HILANGNYA DANA NASABAH
(STUDI PUTUSAN NOMER 3/PDT.G/2021/PN TAR)
Oleh
Muhammad Fatkhul Fajri
E1B019019
ABSTRAK
Bank menurut Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 perubahan atas
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun
dana dari masyarakat berbentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk
kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
Berdasarkan putusan perdata nomor 3/PDT.G/2021/PN TAR yang diteliti, kehilangan dana
nasabah terjadi kepada Bank BRI yang kalah dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tarakan,
Kalimantan Utara atas kasus raibnya uang tabungan nasabah, Nurbaya (45), warga Kecamatan
Tarakan Tengah, Tarakan senilai Rp 311.269.782,00. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum nasabah terkait kehilangan dana nasabah dan
tanggungjawab Bank dalam memberi ganti kerugian kepada nasabah terkait perbuatan melawan
hukum oleh Bank BRI dalam Putusan Nomor 3/PDT.G/2021/PN TAR
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normative dengan spesifikasi penelitian
deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari
bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Data
tersebur kemudian diolah serta dianalisis menggunakan metode normative kualitatif dan
disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian, perlindungan hukum terhadap nasabah dalam putusan
nomor 3/PDT.G/2021/PN TAR, yang terdiri dari perlindungan hukum preventif dan represif, di
mana perlindungan hukum preventif diatur dalam UU perlindungan konsumen no 8 tahun 1999
pasal 4, pasal 25 POJK No.1/POJK.07/2013, Undang-Undang no 10 tahun 1999 tentang prinsip
kerahasian bank. Sedangkan hukum represif sesuai dalam putusan 3/PDT.G/2021/PN Tar telah
terpenuhi, di mana pihak tergugat III diwajibkan mengganti kerugian materil dan immaterial
kepada nasabah. Pihak tergugat III sesuai putusan hakim mengganti kerugian materil sebesar Rp
249.015.826. Pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ganti kerugian yang didasarkan
pada syarat-syarat mengajukan ganti kerugian berdasrkan pasal 1365 Kitab Undang-undang
Hukum Perdata telah terpenuhi. Menurut Majelelis Hakim Tanggung jawab bank dalam
mengganti kerugian materil kepada nasabah sebesar 80% dari total kerugian yang dialami oleh
penggugat dikarenakan pihak bank berperan besar atas kehilangan uang penggugat yang
disebabkan bocornya username dan password yang hanya diketahui oleh admin bank dan
nasabah,serta melebihi limit yang telah diperjanjikan bersama. Selain itu, tergugat III harus
membayar kerugian immaterial Rp 100.000.000, sebagai konpensasi dikarenakan penggugat
mengeluarkan biaya-biaya yang cukup besar dalam menelusuri sendiri penyebab peristiwa yang
dialami penggugat serta mencari data data untuk menelusuri perkara ini
Kata kunci : perlindungan hukum, tanggung jawab hukum, hilangnya dana nasabah.
LEGAL PROTECTION OF CUSTOMERS AND BANK RESPONSIBILITY FOR THE
LOSS OF CUSTOMER FUNDS
(STUDY OF DECISION NUMBER 3/PDT.G/2021/PN TAR)
By
Muhammad Fatkhul Fajri
E1B019019
ABSTRACT
Banks according to Article 1 Point 1 of Law Number 10 of 1998 amending Law Number
7 of 1992 concerning Banking are business entities that collect funds from the public in the form
of deposits and channel them to the public in the form of credit and or other forms in order to
improve people's lives. Based on the civil decision number 3/PDT.G/2021/PN TAR studied, the
loss of customer funds occurred to BRI Bank, which lost the trial at the Tarakan District Court,
North Kalimantan in the case of the disappearance of customer savings, Nurbaya (45), a resident
of Central Tarakan District, Tarakan worth Rp 311,269,782.00. The purpose of this study is to
determine and analyze the legal protection of customers related to the loss of customer funds and
the Bank's responsibility in compensating customers for unlawful acts by BRI Bank in Decision
Number 3/PDT.G/2021/PN TAR.
This research uses a normative juridical approach with descriptive analysis research
specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary, secondary, and
tertiary legal materials collected through literature studies. The data is then processed and
analyzed using normative qualitative methods and presented in the form of narrative text.
Based on the research results, legal protection for customers in decision number
3/PDT.G/2021/PN TAR, which consists of preventive and repressive legal protection, where
preventive legal protection is regulated in consumer protection law no. 8 of 1999 article 4, article
25 POJK No.1/POJK.07/2013, Law no. 10 of 1999 concerning bank confidentiality principles.
Meanwhile, the repressive law in accordance with decision 3/PDT.G/2021/PN Tar has been
fulfilled, where the defendant III is required to compensate material and immaterial losses to
customers. The defendant III, according to the judge's decision, compensated material losses of
IDR 249,015,826. The judge's legal considerations in granting compensation based on the
conditions for applying for compensation based on Article 1365 of the Civil Code have been
fulfilled. According to the Panel of Judges, the bank's responsibility in compensating material
losses to customers amounted to 80% of the total losses suffered by the plaintiff because the
bank played a major role in the loss of the plaintiff's money due to leaked usernames and
passwords that were only known by the bank admin and customers, and exceeded the limit that
had been agreed upon. In addition, the third defendant must pay an immaterial loss of Rp
100,000,000, as compensation because the plaintiff incurred considerable costs in tracing the
cause of the events experienced by the plaintiff and searching for data to trace this case.
Keywords: legal protection, legal responsibility, loss of customer funds.
3051133846J1C017034Penggunaan Ateji dalam Lirik Lagu Boygroup Stardust PromotionPenelitian ini berjudul Penggunaan Ateji dalam Lirik Lagu Boygroup Stardust Promotion. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis ateji dan mendeskripsikan makna kontekstual dari ateji yang digunakan dalam lirik lagu boygroup Stardust Promotion. Landasan teori yang digunakan adalah teori makna dari Chaer (2009) dan kategorisasi ateji menurut Lewis (2010). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 21 lirik lagu boygroup Bullet Train yang dirilis sejak tahun 2014 sampai ditulisnya penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Teknik validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber data menggunakan kamus Kokugo Daijiten dan Digital Daijisen. Data dianalisis menggunakan metode padan atau metode identitas. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dalam lirik lagu boygroup Bullet Train digunakan tiga jenis ateji, yaitu 1) translative ateji sejumlah 4 ateji yang makna kontekstualnya memberikan suasana latar lagu yang berbeda dan mempersempit makna kata yang dinyanyikan; 2) contrastive ateji dengan kanji yang berbeda sejumlah 12 ateji yang makna kontekstualnya mempersempit atau memperluas makna kata yang dinyanyikan, serta contrastive ateji sejumlah 7 ateji dengan salah satu kanji yang makna kontekstualnya mempersempit makna kata yang dinyanyikan; 3) translative-contrastive ateji sejumlah 8 ateji yang makna kontekstualnya memperluas makna kata yang dinyanyikan. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah makna kontekstual yang muncul dalam lirik lagu boygroup Bullet Train yaitu memberikan suasana latar lagu yang berbeda, mempersempit dan memperluas makna kata yang dinyanyikan. This study’s title is Usage of Ateji in Stardust Promotion Boygroup’s Lyrics. This study aims to describe ateji types and to describe contextual meaning of the ateji that are used in Stardust Promotion boygroup’s lyrics. The theoretical foundations that are used in this study is theory of meaning by Chaer (2009) and ateji categorization by Lewis (2010). Data used in this study is 21 Bullet Train’s lyrics released since 2014 until this research is written. Data collection is done with observation and taking note technique. Data validation is done with data source triangulation method using Kokugo Daijiten dictionary and Digital Daijisen dictionary.. The data is analysed using identity method. Data analysis result will be presented with informal method. Based on the research result, it is known that three types of ateji used in Bullet Train’s lyrics are 1) translative ateji with total of 4 ateji are used to give different nuance to the song’s setting and to narrow the word’s meaning; 2) contrastive ateji with different kanji with total of 12 ateji are used to narrow or to broaden the word’s meaning, also contrastive ateji with one same kanji with total of 7 ateji to narrow the word’s meaning; 3) translative-contrastive ateji with total of 8 ateji are used to broaden the word’s meaning. As the analysis result, contextual meanings that appear in this study are giving different nuance to the song’s setting, narrowing and broadening the word’s meaning.
3051233847L1B017037Perendaman Larva Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Strain Gunung Dalam Larutan Hormon Tiroksin Dengan Dosis Berbeda Terhadap Laju Penyerapan Kuning Telur Osteochilus hasselti merupakan ikan asli Indonesia memiliki nilai ekonomis yang tinggi dibudidayakan di Jawa Tengah. Kendala yang dihadapi adalah tingkat kematian tinggi pada stadia larva. Hormon tiroksin berperan penting dalam metabolisme tubuh sehingga dapat mempercepat perkembangan dan pertumbuhan larva ikan nilem. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perendaman hormon tiroksin dosis berbeda terhadap laju penyerapan kuning telur pada larva ikan Nilem (Osteochilus hasselti) strain Gunung. Metode penelitian adalah eksperimen di laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan perendaman dosis yang berbeda yaitu 0 mg/L; 0,075 mg/L; 0,15 mg/L; dan 0,225 mg/L dengan waktu perendaman 24 jam. Masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon tiroksin berpengaruh terhadap laju penyerapan kuning telur, kelangsungan hidup larva, dan pertumbuhan panjang larva. Laju penyerapan kuning telur pada larva yang direndam hormon tiroksin berkisar 99,79-99,99%, kelangsungan hidup larva berkisar 67-72%, dan pertumbuhan panjang mutlak larva berkisar 1,4-1,77 mm. Dosis perendaman terbaik yang diperoleh adalah 0,225 mg/L, laju penyerapan kuning telur 99% pada umur larva 72 jam, kelangsungan hidup larva ikan nilem terbaik sebesar 72 ± 5,09 %, pertumbuhan panjang mutlak 1,77 ± 0,15 mm.

Osteochilus hasselti is one of the native freshwater fish in Indonesia. Nilem fish has economic value. Thyroxine hormone an important role in larvae metabolism can advance the development and growth of nilem fish larvae. The purposes of this research was to determine the effect of immersing larvae in a solvent of thyroxine hormone at different doses to increase yolk absorbtion rate Gunung of hard-lipped barb larvae (Osteochilus hasselti).The research method use a complete randomized design (RAL). Treatments in this research were soaking the thyroxine hormone for 24 hours with different doses 0 mg/L; 0,075 mg / L; 0,15 mg / L; 0,15 mg / L. Each treatment was carried out three replications. The results of this study indicate that the hormone thyroxine affects the rate of yolk absorption, survival rate, and the absolute length growth. The yolk absorption rate in thyroxine hormone immersing larvae ranged from 99,79-99,99%, survival rate ranged from 67-72%, and the absolute length growth of larvae ranged from 1,4-1,77 mm. The best immersion dose obtained was 0,225 mg/L, the yolk absorption rate was 99% at 72 hours of larval age, the best nilem larvae survival rate was 72 ± 5,09%, the absolute length growth was 1,77 ± 0,15 mm.
3051333849J1B017043ANALISIS JUDUL KONTEN VIDEO WACANA INFORMASIONAL DI KANAL YOUTUBE GITA SAVITRI DEVIPenelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan objek berupa judul konten video yang diperoleh dari kanal YouTube Gita Savitri Devi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode agih untuk menganalisis wacana melalui pendekatan mikrostruktural dan metode padan untuk untuk menganalisis wacana melalui pendekatan makrostruktural. Hasil analisis data disajikan secara formal dan informal.
Berdasarkan hasil analisis mikrostruktural pada data wacana judul konten video di kanal YouTube Gita Savitri Devi, ditemukan aspek kohesi gramatikal yang terdiri dari pengacuan (referensi), pelesapan (elipsis), dan perangkaian (konjungsi). Kohesi leksikal yang ditemukan terdiri dari repetisi (pengulangan) dan kolokasi (sanding kata). Hasil analisis makrostruktural pada data wacana judul konten video di kanal YouTube Gita Savitri Devi ditemukan prinsip penafsiran personal, prinsip penafsiran lokasional, prinsip penafsiran temporal, dan prinsip analogi.
This research is qualitative descriptive research with video content titles as data obtained from data source Gita Savitri Devi’s YouTube channel. This research is used the listening method with basic techniques of tapping techniques and advanced techniques of uninvolved conversation observation techniques and noting techniques. The data analysis method uses a distributional method to analyze discourse through a microstructural approach and the identity method to analyze through a macrostructural approach. The results of data analysis are presented formally and informally.
Based on a microstructural analysis of data, found grammatical cohesion aspects consisting of reference, ellipsis, and conjunction. The lexical cohesion aspects found repetition and collocation. The results of macrostructural analysis of data, found the personal interpretation principles, locational interpretation principles, temporal interpretation principles, and analogy principles.
3051433850E1A016174PENERAPAN PASAL 222 AYAT (3) UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG DALAM PUTUSAN PENGADILAN NIAGA JAKARTA PUSAT NOMOR 116/PDT.SUS-PKPU/2018/PN.NIAGA.JKT.PST. Utang piutang dalam dunia usaha merupakan hal yang biasa. PT. Radiance (debitor) mendapatkan utang dari PT. Bank Maybank Syariah Indonesia (kreditor) dengan memberikan jaminan berupa akta penjaminan hak tanggungan, jaminan fidusia, dan jaminan personal guarantee atas nama Soenario Harjanto Ongkowidjaja yang telah melepaskan hak istimewanya. Kreditor yang memperkirakan debitor tidak dapat melanjutkan membayar utangnya yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih kemudian mengajukan permohonan PKPU berdasarkan Pasal 222 ayat (3) Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan serta dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder serta bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur. Metode penyajian data dilakukan dengan bentuk uraian-uraian yang tersusun secara sistematis dan metode analisis data menggunakan analisis normatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penetapan keadaan PKPU sementara kepada PT. Radiance sudah tepat karena unsur-unsur dalam Pasal 222 ayat (3) UU Kepailitan dan PKPU sudah terpenuhi, sedangkan penetapan keadaan PKPU sementara kepada Soenario Harjanto Ongkowidjaja belum tepat karena unsur debitor dalam Pasal 222 ayat (3) UU Kepailitan dan PKPU belum terpenuhi.


Receivable debt in business world is the common thing. Radiance Limited Company (debtor) has recived debt from Bank Maybank Syariah Indonesia Limited Company (creditor) with given guarantee which is encumbrance right, fiduciary guarantee and personal guarantee on behalf of Soenario Harjanto Ongkowidjaja who has release his previlleged right. Creditor who has estimate that debtor can’t continue pay his debt which has matured and payable then file suspension of payment base of paragraph (3) Article 222 Act Number 37 of 2004 On Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligation to The Commercial Court of Central Jakarta.
The research method used is a normative juridical legal research method with a statutory approach as well as with descriptive research specifications. The study used secondary data as well as primary legal materials and secondary legal materials. The method of data collection is done with the study of literature. The method of presentation of data is carried out in the form of systematically arranged descriptions and data analysis methods using normative analysis.
Based on the results of the research, it can be concluded that the determination of the state temporary suspension of payment to Radiance Limited Company is appropriate because the element in paragraph (3) Article 222 of the Act Bankruptcy and Suspension of Payment have been fulfulled, while the determination to Soenario Harjanto Ongkowidjaja is not appropriate because the debtor element in Article 222 paragraph (3) of the Act Bankcruptcy and Suspension of Debt Payment Obligation has not been fulffiled.
3051543930C1A020028HEBE SOAP: SABUN ORGANIK & ANTIOKSIDAN TERBUAT DARI AMPAS KEDELAI UNTUK PEMANFAATAN LIMBAH TAHU (Perolehan Kejuaraan pada Kegiatan Malaysia Technology Expo 2023)Penyelenggaraan kegiatan kompetisi ilmiah memegang peranan penting dalam dunia akademis melalui penciptaan terobosan ilmiah dan inovasi. WIIPA bersama dengan IFIA menyelenggarakan kegiatan Malaysia Technology Expo (MTE) 2023 sebagai wadah yang menampung inovasi dari seluruh dunia. Inovasi yang diajukan penulis dalam MTE 2023 berjudul “Hebe Soap: Organic & Antioxidant Body Soap Made from Soybean Dregs to Utilize Tofu Waste in Kalisari Village, Banyumas, Indonesia.” Ide inovasi tersebut berangkat dari konsep ekonomi sirkular yang menekankan kegiatan ekonomi pada dampak kerusakan seminimal mungkin dengan prinsip pengurangan limbah. Kegiatan produksi yang dilakukan UMKM pengrajin tahu menghasilkan limbah padat maupun limbah cair. Sebagai upaya dalam mencapai prinsip ekonomi sirkular tersebut, produk Hebe Soap dikembangkan dengan memanfaatkan limbah ampas kedelai hasil produksi tahu di Desa Kalisari, Banyumas.Scientific competition activities plays an important role in the academic world through the creation of scientific breakthroughs and innovation. WIIPA together with IFIA organized the Malaysia Technology Expo (MTE) 2023 as a forum to accommodate innovation from all over the world. The innovation proposed by the author in MTE 2023 entitled "Hebe Soap: Organic & Antioxidant Body Soap Made from Soybean Dregs to Utilize Tofu Waste in Kalisari Village, Banyumas, Indonesia." This innovation idea departed from the concept of a circular economy which emphasizes economic activities with minimal damage as possible with the principle of reducing waste. Production activities carried out by tofu MSMEs produce both solid waste and liquid waste. As an effort to achieve these circular economy principles, the Hebe Soap product was developed by utilizing soybean dregs waste from tofu production in Kalisari Village, Banyumas.
3051633819C1I016011PERFORMANCE EVALUATION OF PETERNAK SATRIA (PESAT) COOPERATIVE OF BANYUMAS REGENCY USING THE BALANCED SCORECARD FRAMEWORKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berjudul “Evaluasi Kinerja Koperasi Peternak Satria (PESAT) Kabupaten Banyumas Menggunakan Kerangka Balanced Scorecard”. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kinerja Koperasi PESAT jika diukur dengan kerangka balanced scorecard, dan (2) untuk mengetahui evaluasi Koperasi PESAT jika diukur dengan kerangka balanced scorecard.

Informan dalam penelitian ini adalah pengurus dan anggota aktif Koperasi PESAT. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 8 orang yang terdiri dari 5 orang dari pihak penyelenggara dan 3 orang dari anggota aktif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen untuk mengkaji, menganalisis, dan mencari tahu secara mendalam terkait masalah penelitian.

Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari analisis data sebelum di lapangan dengan menggunakan artikel, jurnal, dan buku tentang pengukuran kinerja dengan menggunakan framework BSC; analisis data di lapangan dengan mereduksi data menggunakan kata kunci dan penyajian data menggunakan grafik analisis tren; dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian, pengukuran dan evaluasi kinerja Koperasi PESAT dengan kerangka BSC “cukup” dengan skor 0,7. Kinerja Koperasi PESAT dalam perspektif keuangan dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan lebih unggul dari perspektif proses bisnis internal dan perspektif pelanggan.

Implikasi dalam penelitian ini adalah Koperasi PESAT perlu menerapkan pengukuran dan evaluasi kinerja dengan menggunakan framework BSC. Dengan demikian, keberhasilan Koperasi PESAT dapat diukur dengan cermat dan untuk menentukan pengembangan nilai kinerja di masa mendatang secara berkelanjutan. Kemudian pengurus dan anggota Koperasi PESAT harus lebih memperhatikan visi dan misi untuk mencapai tujuan bersama dan mengedepankan kerjasama tim yang baik.
This research is qualitative research with a case study approach, entitled “Performance Evaluation of Peternak Satria (PESAT) Cooperative of Banyumas Regency Using The Balanced Scorecard Framework”. The research objectives in this research are (1) to know the performance of the PESAT Cooperative if it is measured by the balanced scorecard framework, and (2) to know the evaluation of the PESAT Cooperative if it is measured by balanced scorecard framework.

The informants in this research are the organizers and active members of PESAT Cooperative. The number of informants in this research is 8 people consist of 5 people from the organizers and 3 people from active members. This research used primary and secondary data. The data is collected through observations, interviews, and document study to examine, analyze, and find out in-depth related to research problems.

The data analysis techniques used consisted of data analysis before in the field using articles, journals, and books on performance measurement using the BSC framework; data analysis in the field by reducing data using keywords and presenting data using trend analysis graphs; and conclusion drawing.

Based on the result of research, the measurement and evaluation of the PESAT Cooperative’s performance using the BSC framework is “sufficient” with a score of 0,7. PESAT Cooperative performance in financial perspective and learning and growth perspective is superior to internal business process perspective and customer perspective.

The implication in this research is the PESAT Cooperative needs to implement performance measurement and evaluation using the BSC framework. Thus, the success of the PESAT Cooperative can be measured carefully and to determine the development of performance values in the future in a sustainable manner. Then the organizers and members of the PESAT Cooperative should pay more attention to the vision and mission to achieve common goals and promote good teamwork.
3051733851E1A017325IMPLEMENTASI HUKUM STANDAR PELAYANAN TRANSFUSI DARAH DALAM PELAYAN KESEHATAN
(Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang)
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana implementasi hukum standar pelayanan transfusi darah dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang serta bagaimana kontribusi faktor fasilitas, faktor kerjasama, serta faktor kedisiplinan terhadap implementasi hukum standar pelayanan transfusi darah dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang, menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis dengan pendekatan kuantitatif. Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sumber data primer dan data sekunder dengan menggunakan metode penyajian melalui tabel distribusi frekuensi dan tabel silang yang kemudian diuraikan dalam bentuk teks naratif serta disusun secara teratur menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi hukum standar pelayanan transfusi darah dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang telah terlaksana secara efektif. Faktor fasilitas, faktor kerjasama serta faktor kedisiplinan cenderung berpengaruh positif terhadap implementasi hukum standar pelayanan transfusi darah dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang. Hal ini dibuktikan dengan baiknya tingkat fasilitas yang disediakan di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang, baiknya tingkat kerjasama antar tenaga kesehatan serta baiknya tingkat kedisiplinan tenaga kesehatan.
This study examines how the implementation of blood transfusion service standards in health services at the Ajibarang Regional General Hospital and how the contribution of facility factors, cooperation factors, and discipline factors to the law implementation of blood transfusion service standards in health services at the Ajibarang Regional General Hospital, using sociological juridical research method with a quantitative approach. This research specification uses descriptive method, primary data sources and secondary data using the presentation method through frequency distribution tables and cross tables which are then described in the form of narrative text and arranged regularly using quantitative and qualitative analysis methods.
The results of this study indicate that the law implementation of blood transfusion service standards in health services at the Ajibarang Regional General Hospital has been carried out effectively. Facility factors, cooperation factors and discipline factors tend to have a positive effect on the law implementation of blood transfusion service standards in health services at the Ajibarang Regional General Hospital. This is evidenced by the good level of facilities provided at the Ajibarang Regional General Hospital, the good level of cooperation between health workers and the good level of discipline of health workers.

3051833852D1A016034HUBUNGAN PANJANG, LINGKAR, DAN VOLUME SKROTUM DENGAN VIABILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA PADA KAMBING PEJANTAN PERANAKAN ETAWAH (PE)Kajian Hubungan antara Panjang, Lingkar, Volume Skrotum dengan Viabilitas dan Abnormalitas Spermatozoa pada Kambing Pejantan Peranakan Etawa (PE) telah dilaksanakan pada tanggal 15 November 2020 sampai 21 November 2020 bertempat di Kelompok Tani Ternak Sato Guno, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panjang, lingkar, volume skrotum dengan viabilitas dan abnormalitas spermatozoa pada kambing pejantan perankan etawa, memberikan informasi ilmiah serta memperluas ilmu pengetahuan di bidang peternakan khususnya kualitas spermatozoa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan metode analisis korelasi linier dan analisis regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara bersama- sama panjang, lingkar, dan volume skrotum memiliki hubungan yang sangat kuat (P < 0,01) dengan viabilitas spermatozoa dengan koefisien determinasi 0,825 dan koefisien korelasi r = 0,908. Hal ini menunjukan bahwa viabilitas spermatozoa dipengaruhi oleh panjang, lingkar, dan volume skrotum sebesar 82,5%, sedangkan sisanya sebesar 17,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian selanjutnya menunjukan bahwa secara bersama- sama panjang, lingkar, dan volume skrotum memiliki hubungan yang sangat kuat (P < 0,01) dengan abnormalitas spermatozoa dengan koefisien determinasi 0,918 dan koefisien korelasi r = 0,958. Hal ini menunjukan bahwa abnormalitas spermatozoa dipengaruhi oleh panjang, lingkar, dan volume skrotum sebesar 91,8 %, sedangkan sisanya sebesar 8,2 % dipengaruhi oleh faktor lain. Disimpulkan bahwa rataan rataan panjang, lingkar, dan volume skrotum kambing Peranakan Etawah masing-masing adalah 25,50 ± 1,73 cm; 15,00 ± 1,28 cm; 85,96 ± 20,39 cm3 dengan rataan viabilitas dan abnormalitas spermatozoa masing-masing adalah 82,12 ± 5,71 % dan 4,54 ± 2,35 %. Panjang, Lingkar dan volume skrotum secara simultan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan viabilitas dan abnormalitas spermatozoa, sehingga dapat dimanfaatkaan sebagai indikator yang baik untuk menduga kualitas spermatozoa khususnya viabilitas dan abnormalitas spermatozoa dengan formula masing-masing adalah Y₁ + = 232,500 - 6,500 X₁ - 3,583 X₂ + 0,212 X₃ dan Y₂ += 69,000 + 0,917 X₁ - 3.801 X₂ + 0.103 X₃. The study of the relationship between Length, Circumference, and Volume of the scrotum with Viability and Abnormality of Spermatozoa in Etawa Crossbreed (PE). Goats was carried out from 15 November 2020 until 21 November 2020 at Tani Ternak Sato Guno, Gumelar District, Banyumas Regency, Central Java. The purpose of this study was to determine the length, circumference, volume of the scrotum with the viability and abnormalities of spermatozoa in Etawa male goats, provide scientific information and expand knowledge in the field of animal husbandry, especially the quality of spermatozoa. This research uses experimental with linear correlation analysis method and linear regression analysis. The results of this study indicate that together the length, circumference, and volume of the scrotum have a very strong relationship (P < 0.01) with spermatozoa viability with a coefficient of determination of 0.825 and a correlation coefficient of r = 0.908. This shows that the viability of spermatozoa is influenced by the length, circumference, and volume of the scrotum by 82.5%, while the remaining 17.5% is influenced by other factors. The results of the next study showed that together the length, circumference, and volume of the scrotum had a very strong relationship (P < 0.01) with spermatozoa abnormalities with a coefficient of determination of 0.918 and a correlation coefficient of r = 0.958. This shows that spermatozoa abnormalities are influenced by the length, circumference, and volume of the scrotum by 91.8%, while the remaining 8.2% are influenced by other factors. It was concluded that the mean length, circumference, and scrotum volume of Etawa Crossbreed Goats were 25.50 ± 1.73 cm, respectively; 15.00 ± 1.28 cm; 85.96 ± 20.39 cm3 with the mean viability and abnormality of spermatozoa were 82.12 ± 5.71% and 4.54 ± 2.35%, respectively. Length, circumference, and volume of the scrotum simultaneously have a very strong relationship with the viability and abnormality of spermatozoa, so that it can be used as a good indicator to estimate the quality of spermatozoa, especially the viability and abnormality of spermatozoa with the respective formulas being Y₁ + = 232,500 - 6,500 X₁ - 3,583 X₂ + 0.212 X₃ and Y₂ += 69,000 + 0.917 X₁ - 3.801 X₂ + 0.103 X₃.
3051943931E1A020011Analisis Disparitas Pidana dalam Tindak Pidana Persetubuhan yang dilakukan oleh Anak pada Anak di Bawah Umur (Studi Putusan Nomor 13/Pid.Sus-Anak/2020/PN Plw dan Putusan Nomor 9/Pid.Sus-Anak/2021/PN Plw)Penelitian ini membahas tentang disparitas pidana dalam tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak pada anak di bawah umur dalam Putusan Nomor 13/Pid.Sus-Anak/2020/PN Plw dan Putusan Nomor 9/Pid.Sus-Anak/2021/PN Plw. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim yang megakibatkan disparitas putusan pidana pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak pada anak di bawah umur dan mengetahui faktor-faktor disparitas pidana terhadap tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak pada anak di bawah umur. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis normatif kualitatif melalui metode kepustakaan untuk mengumpulkan data-data pendukung penelitian dan disajikan menggunakan teks naratif agar dapat mendeskripsikan hasil penelitian secara komprehensif. Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim yang mengakibatkan disparitas putusan pidana pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak pada anak di bawah umur terjadi karena adanya faktor yuridis yaitu tuntutan Jaksa Penunutut Umum yang berbeda serta faktor non yuridis terkait perbedaan usia Anak yang berhadapan dengan hukum. Faktor-faktor disparitas pidana terjadi karena adanya faktor dari hakim itu sendiri, dimana hakim memiliki kebebasan untuk menjatuhkan putusan berdasarkan keyakinannya, faktor hukum atau perundang-undangan, dan faktor keadaan pada Anak yang berhadapan dengan hukum. Kedua putusan ini telah sah dan terbukti melanggar Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem Peradilan Anak.This research discusses the criminal disparity in the crime of intercourse committed by a child against a minor in Decision Number 13/Pid.Sus-Child/2020/PN Plw and Decision Number 9/Pid.Sus-Child/2021/PN Plw. The purpose of this research is to find out the judge's considerations that result in disparity in the criminal verdict of the perpetrator of the crime of sexual intercourse committed by a child to a minor and to find out the factors of criminal disparity in the crime of sexual intercourse committed by a child to a minor. This research is conducted with qualitative normative analysis method through literature method to collect supporting data and presented using narrative text in order to comprehensively describe the research results. The results of research and discussion in this study can be concluded that the legal considerations of judges that result in disparity in criminal decisions of the perpetrators of criminal acts of intercourse committed by children in minors occur due to juridical factors, namely the demands of different Public Prosecutors and non-juridical factors related to differences in the age of children dealing with the law. The factors of criminal disparity occur due to the factors of the judge himself, where the judge has the freedom to make a decision based on his beliefs, legal or statutory factors, and factors of the circumstances of children dealing with the law. These two decisions have been valid and proven to violate Article 81 Paragraph (2) of Law Number 17 of 2016 concerning the Stipulation of Perpu Number 1 of 2016 concerning the Second Amendment to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection Jo Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Justice system.
3052033854J0B018042Penerjemahan Formulir Pemesanan Dan Pembatalan Tiket Kereta Api Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Kantor PT KAI (Persero) DAOP 5 PurwokertoLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Formulir Pemesanan dan Pembatalan Tiket Kereta Api ke dalam Bahasa Mandarin Di Kantor PT KAI (Persero) DAOP 5 Purwokerto”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari tanggal 1 Februari sampai 30 April 2021 di Kantor PT KAI (Persero) DAOP 5 Purwokerto. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah menerjemahkan formulir pemesanan dan pembatalan tiket kereta api di Kantor PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto ke dalam bahasa Mandarin. Pada pengumpulan data, penulis menggunakan tiga metode, yaitu metode observasi, studi pustaka dan jelajah internet. Sementara itu, dalam proses penerjemahan formulir, penulis melalui empat tahap proses penerjemahan, yaitu tahap analisis, transfer padanan, restrukturisasi, serta evaluasi dan revisi. Pada saat menerjemahkan formulir, penulis menggunakan metode komunikatif. Selain itu penerjemah juga didukung dengan strategi penerjemahan berupa strategi struktural dan semantik.Hasil dari praktik kerja ini adalah berupa terjemahan formulir pemesanan
dan pembatalan tiket kereta api dari Bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin yang telah diserahkan kepada PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto.
这份实习报告的题目是 “Penerjemahan Formulir Pemesanan Dan Pembatalan Tiket Kereta Api ke dalam Bahasa Mandarin Di Kantor PT KAI (Persero) DAOP 5 Purwokerto”。实习的 时间是三个月,从2021 年2月1日至2021 年 4月30日, 在印尼国营铁路公司5区普禾格多(PT Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 5 Purwokerto) 进行的。实习的目的是把火车票预订表和火车票取消表从印尼语翻译成汉语。作者使用了三种收集资料的方法,是观察法,图书研究法,和浏览互联网法。作者在翻译时通过四个阶段就是分析阶段,对应词效转移阶段,调整阶段,和评估与修订阶段。在翻译的过程当中作者使用交际翻译方式。此外,作者还使用结构和语义策略的形式做为翻译的补充方法。这项实习的结果是,作者已成功把火车票预订表和火车票取消表翻译成汉语,而已经被印尼国营铁路公司5区普禾格多接受。