Artikelilmiahs
Menampilkan 30.441-30.460 dari 50.068 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 30441 | 33771 | C1A017042 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN USAHA MIKRO STUDI KASUS NASABAH PRIMER KOPERASI PEDAGANG (PKP) KARYA HARAPAN KABUPATEN PEMALANG | Pada umumnya masalah yang dihadapi oleh usaha mikro di Kabupaten Pemalang adalah masalah keuntungan, dimana pengusaha mikro masih belum mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keuntungan usaha. Tujuan penelitian: 1) Untuk menganalisis pengaruh modal usaha, kredit usaha, jam kerja, lama usaha dan tingkat pendidikan terhadap keuntungan usaha mikro nasabah PKP Karya Harapan; 2) Untuk menganalisis apakah kredit usaha yang paling berpengaruh terhadap keuntungan usaha mikro nasabah PKP Karya Harapan. Penelitian ini merupakan penelitian primer dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian yaitu usaha mikro nasabah PKP Karya Harapan Kabupaten Pemalang, dengan sampel sebanyak 109 orang. Simple random sampling method digunakan dalam penentuan responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji elastisitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Secara bersama-sama modal usaha, kredit usaha, jam kerja, lama usaha, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan usaha mikro nasabah PKP Karya Harapan. Secara parsial variabel modal usaha, kredit usaha, lama usaha, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan, variabel jam kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keuntungan usaha mikro nasabah PKP Karya Harapan, (2) Variabel modal usaha paling berpengaruh terhadap keuntungan usaha mikro nasabah PKP Karya Harapan. Implikasi penelitian: pengusaha mikro hendaknya menyisihkan sebagian keuntungan usaha sebagai tambahan modal, meningkatkan pengetahuannya melalui pendidikan non-formal, menghadiri sosialisasi, pembinaan dan penyuluhan yang diadakan Pemerintah, Diskoperindag maupun perguruan tinggi, dan memanfaatkan kredit usahanya dengan tepat guna. PKP Karya Harapan dan lembaga pembiayaan mikro lainnya diharapkan dapat terus menyalurkan kreditnya. Selain itu, Pemerintah melalui Diskoperindag dapat memberikan penyuluhan, pembinaan, pelatihan-pelatihan terhadap pengusaha mikro di Kabupaten Pemalang. | In general, the problem faced by micro-enterprises in Pemalang Regency is the problem of profit, where micro-entrepreneurs still do not know the factors that can affect business profits. The research objectives: 1) To analyze the effect of working capital, business credit, working hours, length of business and education level on the profits of micro business customers of PKP Karya Harapan; 2) To analyze whether business credit have the most influence on the profits of micro business customers of PKP Karya Harapan. This research is a primary research with a quantitative approach. The research population is micro business customers of PKP Karya Harapan Pemalang Regency, with a sample of 109 people. Simple random sampling method was used in determining respondents. Methods of data collection using questionnaires and interviews. The data analysis technique used multiple linear regression analysis and elasticity test. The results of the analysis show that: (1) Taken together, business capital, business credit, working hours, length of business, and level of education have a positive and significant impact on the micro business profits of PKP Karya Harapan customers. Partially, the variables of working capital, business credit, length of business, and education level have a positive and significant effect, the variable working hours has a positive but not significant effect on the profits of micro business customers of PKP Karya Harapan, (2) The variable business capital has the most influence on the profits of micro business customers PKP Karya Harapan. Research implications: micro-entrepreneurs should set aside part of their business profits as additional capital, increase their knowledge through non-formal education, attend socialization, guidance and counseling held by the Government, Diskoperindag and universities, and utilize their business credit appropriately. PKP Karya Harapan and other microfinance institutions are expected to continue to disburse their credit. In addition, the Government through Diskoperindag can provide counseling, guidance, and training for micro entrepreneurs in Pemalang Regency. | |
| 30442 | 33782 | E1A017012 | Perlindungan hukum bagi pemegang hak cipta berdasarkan undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta dalam putusan nomor 7/pdt.sus-haki/cipta/2019/PN Niaga sby. | Penelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam Pelanggaran Hak Cipta sering terjadi dimasyarakat karena sangat dekat berkaitan dengan hak ekonomi seseorang yang dilanggar, dimana hak ekonomi atas suatu ciptaan dipegang oleh pencipta dan pemegang hak cipta, seperti kasus antara PT. Kastari Sentra Media dan CV. Kharisma Mitra Semesta dalam Putusan Nomor 7/Pdt.Sus-HAKI/Cipta/2019/PN Niaga Sby. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis mengenai perlindungan hukum bagi pemegang hak cipta dan pembuktian bahwa CV. Kharisma Mitra Semesta telah melanggar Pasal 9 Ayat (2) dan Pasal 9 Ayat (3) Undang-Undang Nmor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang terkumpul akan dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Niagat dalam perkara Penggugat mendapatkan perlindungan hukum karena Penggugat adalah pemegang hak cipta yang sah berdasar pada sertifikat pencatatan ciptaan dengan Nomor pencatatan EC0020182422 dan EC0020182421 sehingga Penggugat dapat melaksanakan hak eksklusifnya atas ciptaan tersebut berupa lagu. Majelis hakim mengabulkan gugatan Penggugat karena Tergugat telah terbukti melakukan pelanggaran hak cipta berupa penggandaan. | This research is motivated by problems in Copyright Infringement often occurs in the community because it is very close to someone's economic rights being violated, where economic rights to a work are owned by the creator and the copyright owner, such as the case between PT. Kastari Sentra Media and CV. Kharisma Mitra Semesta in Decision Number 7/Pdt.Sus-HAKI/Cipta/2019/PN Niaga Sby. The purpose of this study was to examine and analyze the legal protection for copyright holders and to prove that CV. Kharisma Mitra Semesta has violated Article 9 Paragraph (2) and Article 9 Paragraph (3) of Law Number 28 of 2014 concerning Copyright. This kind of research is normative juridical research. Sources of data used are secondary data obtained from literature studies in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collected data will be analyzed with qualitative normative. Based on the results of the study, it was shown that the Commercial Court Judges in the Plaintiff's case received legal protection because the Plaintiff was the legal copyright holder based on the copyright registration certificate with Numbers EC0020182422 and EC0020182421 so that the Plaintiff could exercise his exclusive right to the creation in the form of a song. The panel of judges requested the Plaintiff because the Defendant has been proven to have committed copyright infringement in the form of duplication. | |
| 30443 | 33772 | E1A017188 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM KASUS PROYEK MEIKARTA OLEH BARTHOLOMEUS TOTO (Studi Kasus Putusan Nomor 8/Pid.Sus-TPK/2020/PN Bdg) | Pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan dalam proses pemeriksaan sidang pengadilan. Melalui pembuktian ditentukan nasib terdakwa. Didalam pembuktian tentunya dibutuhkan alat bukti agar dalam proses pembuktian dapat dilakukan dengan baik. Agar didalam proses pembuktian tersebut sesuai dengan prosedur maka digunakan asas-asas pembuktian hukum acara pidana. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan data penelitian ini bersumber dari data sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan, Putusan Pengadilan, dan literatur berupa buku serta jurnal yang relevan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini dilakukan berdasarkan Putusan Nomor: 8/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg, yang memperoleh hasil sebagai berikut: alat bukti yang paling dominan dalam proses pembuktian adalah saksi, surat, dan petunjuk serta dalam proses pembukian pula sudah sesuai terpenuhi dan sesuai dengan asas-asas pembuktian hukum acara pidana. | Proof is a matter that plays a role in the examination process of the court. Through proof determined the fate of the accused. In proof of course, evidence is needed so that in the process of proof can be done well. In order that in the process of proof in accordance with the procedure, the principles of criminal procedure law are used. This research uses normative juridical approach methods and this research data is sourced from secondary data in the form of Laws and Regulations, Court Rulings, and literature in the form of relevant books and journals. The research method used in this research uses qualitative analysis that is processing and interpreting based on the decision of legislation related to research. This research was conducted based on Verdict Number: 8/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg, which obtained the following results: the most dominant evidence in the evidentiary process is witnesses, letters, and instructions and in the process of entering is also in accordance with the principles of criminal procedure law proof. | |
| 30444 | 33780 | F1A016081 | RUANG IDENTITAS GAY DALAM KELUARGA: UPAYA GAY DALAM MENEMUKAN RUANG IDENTITASNYA DI KELUARGA (STUDI KASUS DI PURWOKERTO) | Laki-laki ¬gay rentan mengalami diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan. Setidaknya mereka telah mengalami diskriminasi dari masyarakat sejak kecil. Kejadian tersebut bisa terjadi di semua tempat tak terkecuali di dalam keluarga. Proses hidup laki-laki gay tidak mudah, ia masih harus memainkan perannya sebagai anak dan secara bersamaan memiliki identitas sebagai gay. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan hidup gay sebagai anak dalam keluarganya dengan menjelaskan persepsi gay tentang dirinya kemudian menjelaskan upaya yang dilakukan gay dalam menempatkan diri sebagai anggota keluarga. Sesuai dengan tujuannya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara mendalam dan observasi. Sampel diambil secara purposif (purposive sampling) yaitu teknik non-probability sampling yang berdasarkan kepada ciri-ciri yang dimiliki subjek yang kemudian dipilih karena ciri-ciri tersebut sesuai dengan tujuan penelitian. Terdapat tiga sasaran penelitian utama dan dua sasaran validasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif yang komponennya terdiri atas pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan yang terakhir penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa laki-laki gay di Purwokerto sejak kecil telah merasakan perbedaan dalam dirinya. Kemudian kesadaran menjadi gay muncul pada saat mereka remaja. Mereka sering mendapatkan diskrimnasi dari masyarakat, namun hal itu tidak menghalang mereka untuk berorganisasi dan menumbuhkan bakatnya. Keluaga merupakan tempat terdekat bagi mereka, meskipun laki-laki gay harus tetap menjalankan double life di rumahnya sendiri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru tentang kehidupan laki-laki gay dalam keluaga dan masyarakat. | Gay men are vulnerable to discrimination in various aspects of life. At least they have experienced discrimination from society since childhood. This incident can occur in all places, including in the family. The life process of a gay man is not easy, he still has to play his role as a child and at the same time have an identity as gay. This study aims to describe the journey of gay life as a child in his family by explaining the gay perception about himself and then explaining the efforts made by gays in placing themselves as family members. In accordance with its objectives, this research uses qualitative methods. Data collection techniques used are in-depth interviews and observations. The sample was taken purposively (purposive sampling), namely a non-probability sampling technique based on the characteristics possessed by the subject which was then selected because these characteristics were in accordance with the research objectives. There are three main research objectives and two validation objectives. The data analysis technique used in this study is interactive analysis whose components consist of data collection, data condensation, data presentation and finally drawing conclusions. The results showed that gay men in Purwokerto since childhood have felt the difference in themselves. Then the awareness of being gay appears when they are teenagers. They are often discriminated against from society, but that does not prevent them from organizing and developing their talents. The family is the closest place for them, although gay men must continue to live a double life in their own home. This research is expected to provide a new understanding of the life of gay men in the family and society. | |
| 30445 | 33773 | H1C016010 | KAJIAN KESTABILAN LERENG TAMBANG BATUBARA MENGGUNAKAN METODE MORGENSTERN-PRICE DAERAH “K” DAN SEKITARNYA, MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN | Perencanaan desain lereng tambang terbuka merupakan hal yang penting karena untuk hasil tambang yang ekonomis dan menyangkut keselamatan pekerja. Oleh sebab itu diperlukan adanya kajian geotektik untuk menganalisa kondisi kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi lereng pada daerah penelitian untuk mengevaluasi tingkat kestabilan lereng. Lokasi penelitian terletak di daerah Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan. Analisis kestabilan lereng menggunakan Metode Morgenstern-Price. Kemudian melakukan simulasi lereng dengan beberapa variasi ketinggian dan sudut lereng untuk mendapatkan nilai faktor keamanan yang stabil yaitu >1.25. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan lereng tunggal pada masing-masing startigrafi yang terdapat pada daerah penelitian. Model geometri lereng keseluruhan menggunakan 7 model pada sisi highwall dan lowwall dengan variasi tinggi dan sudut lereng yang berbeda. Berdasarkan analisis tersebut didapatkan model geometri lereng yang stabil pada sisi highwall dengan sudut lereng 11° dan tinggi lereng 59 meter nilai faktor keamanan 1,262. Sedangkan pada sisi lowwall dengan sudut lereng 12° dan tinggi lereng 35 meter nilai faktor keamanan 1,28. | Open pit slope design planning is important because it is for economical mining results and involves worker safety. Therefore it is necessary to have a geotectic study to analyze the stability of the slope. This study aims to provide an overview of the slope conditions in the study area to evaluate the level of slope stability. The research location is located in the Muaraenim area, South Sumatra Province. Slope stability analysis uses the Morgenstern-price method. Then perform a slope simulation with several variations in the height and angle of the slope to obtain a stable safety factor value, namely > 1,25. In this study, a single slope modeling was carried out in each of the startigraphy in the study area. The overall slope geometry model uses 7 models on the highwall and lowwall sides with different variations in height and slope angle. Based on this analysis, a stable slope geometry model is obtained on theside highwall with a slope angle of 11 ° and a slope height of 59 meters. The safety factor value is 1,262. While on theside lowwall with a slope angle of 12 ° and a slope height of 35 meters, the safety factor value is 1,28. | |
| 30446 | 33774 | A1C017059 | STUDI ANALISIS PENGGUNAAN ENERGI PADA PROSES PRODUKSI GULA KELAPA KRISTAL MENGGUNAKAN TUNGKU SERBUK KAYU DAN KOMPOR LPG BERTEKANAN | Perkembangan usaha gula kelapa kristal di kabupaten Banyumas terus mengalami peningkatan. Produksi gula kelapa kristal masih dapat ditingkatkan apabila permasalahan dalam produksinya dapat diatasi. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis penggunaan energi pada proses produksi gula kelapa kristal dengan menggunakan tungku serbuk kayu dan kompor LPG bertekanan. Tujuan penelitian yaitu1) Mengetahui laju konsumsi energi dan rendemen yang dihasilkan pada produksi gula kelapa kristal menggunakan tungku dan kompor bertekanan; 2) Mengetahui biaya bahan bakar atau energi yang digunakan pada produksi gula kelapa kristal; 3) Mengetahui nilai efisiensi tungku serbuk kayu dan kompor LPG bertekanan pada produksi gula kelapa kristal; 4) Mengetahui emisi yang dihasilkan tungku biomassa dan kompor LPG pada proses pemasakan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental berupaanalisis data dengan menghitung efisiensi sistem dan tungku, laju konsumsi bahan bakar, rendemen, laju produksi, biaya bahan bakar per satuan produksi, dan emisi. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, nilai efisiensi tungku dan sistem rata-rata pada kompor LPG bertekanan 43,91% dan 43,51%, sedangkan tungku serbuk kayu 14,03% dan 13,98%; laju rata-rata konsumsi energi kompor LPG bertekanan dan tungku serbuk kayu yaitu 1,01 kg/jam dan 6,50 kg/jam; rendemen rata-rata yang dihasilkan kompor LPG bertekanan dan tungku serbuk kayu 15,68% dan 16,87%; laju produksi rata-rata kompor LPG bertekanan dan tungku serbuk kayu yaitu 1,40 kg/jam dan 1,13 kg/jam; biaya bahan bakar per satuan produksi rata-rata kompor LPG bertekanan dan tumgku serbuk kayu yaitu Rp38.465 dan Rp9.623; emisi yang dihasilkan kompor LPG yaitu SO2 1.448 μg/m3 dan total polutan 75,26 μg/m3 , tetapi tidak terdapat emisi CO dan NO2. Sedangkan tungku biomassa menghasilkan emisi CO 358 μg/m3, NO2 99 μg/m3, dan total polutan 99,92 μg/m3. | The development of crystal coconut sugar business in Banyumas district continues to increase. The production of crystalline coconut sugar can still be increased if the problems in its production can be overcome. This research was conducted by analyzing the energy use in the production process of crystalline coconut sugar using a sawdust stove and a pressurized LPG stove. The research objectives are 1) To determine the rate of energy consumption and yield produced in the production of crystalline coconut sugar using a pressure cooker and stove; 2) Knowing the cost of fuel or energy used in the production of crystalline coconut sugar; 3) Knowing the efficiency value of sawdust stoves and pressurized LPG stoves in the production of crystalline coconut sugar; 4) Knowing the emissions produced by biomass stoves and LPG stoves in the cooking process. The research method uses experimental methods in the form of data analysis by calculating the efficiency of the system and furnace, fuel consumption rate, yield, production rate, fuel cost per unit of production, and emissions. Based on the data analysis, the average efficiency of the stove and the system on pressure LPG stoves is 43.91% and 43.51%, while the sawdust stoves are 14.03% and 13.98%; the average rate of energy consumption for pressurized LPG stoves and sawdust stoves is 1.01 kg/hour and 6.50 kg/hour; the average yields produced by pressurized LPG stoves and sawdust stoves are 15.68% and 16.87%; the average production rates of pressurized LPG stoves and sawdust stoves are 1.40 kg/hour and 1.13 kg/hour; the average fuel cost per unit of production for pressurized LPG stoves and sawdust stoves is Rp. 38,465 and Rp. 9,623; The emission produced by the LPG stove is SO2 1,448 g/m3 and the total pollutant is 75.26 g/m3, but there are no CO and NO2 emissions. Meanwhile, the biomass furnace produces CO emissions of 358 g/m3, NO2 99 g/m3, and a total pollutant of 99.92 g/m3. | |
| 30447 | 33775 | E1A014025 | PENERQPAN PASAL 167 MENGENAI DOKUMEN ANGKUTAN BERDASARKAN UNDANG - UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI PT QYTA TRANS GROUP PURWOKERTO | Salah satu kebutuhan masyarakat saat ini akan tersedianya alat transportasi orang, barang, dan jasa adalah tersedianya alat transportasi yanh cepat, nyaman, dan aman dapat menjangkau seluruh wilayah. Segi keselamatan dan kenyamanan penumpang memang telah memadai tetapi keselamatan barang bawaan penumpang sering terlupakan oleh awak kabin kendaraan. Kadang kita menyaksikan barang bawaan penumoang seperti tas yang ditinggalkan ke toilet hilang atau barang bagasi yang tertukar dengan barang milik orang lain, karena bentuk koper atau wadahnya dilihat dari luar sama. Hal demikian yang kadang membuat penumpang kesal dan menuntut ganti rugi pada pihak pengangkut. Kejadian seperti tersebut sebenarnya dapat dihindari apabila perusahaan angkutan penumpang dan kru kendaraannya mengikuti ketentuan Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 167. Penilitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan di pusat informasi ilmiah Fakuktas Hukum Universitas Jendral Soedirman (PII), di PT Qyta Trans Group Purwokerto. Data yang digunakan dalam penilitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dengan melakukan studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dokumen Angkutan yang dikeluarkan PT Qyta Trans Grouo yang meliputi tiket penumpang, tanda pengenal bagasi, dan manifes sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 167 Undnag - Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. | One of the current needs of society for the availability of means of transportation of people, goods, and services is the availability of fast, comfortable, and safe transportation that can reach all regions. In terms of passenger safety and comfort, it is adequate but the safety of passenger luggage is often forgotten by the vehicle cabin crew. Sometimes we see passengers' belongings such as bags that are left to the toilet lost or luggage that is confused with other people's belongings, because the shape of the suitcase or container is seen from the outside the same. This sometimes makes passengers upset and demands compensation from the carrier. Incidents like these can actually be avoided if the passenger transportation company and its vehicle crew follow the provisions of Law No. 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation Article 167. This research is a descriptive normative juridical research. The research was conducted at the scientific information center of the Faculty of Law, Jendral Sudirman University (PII), at PT Qyta Trans Group Purwokerto. The data used in this research include primary data and secondary data. Data obtained by conducting literature studies and interviews. The results showed that the Transport Documents issued by PT Qyta Trans Grouo which included passenger tickets, baggage identification, and manifests were in accordance with the provisions of Article 167 of Law No. 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation. | |
| 30448 | 33776 | C1A017002 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA GOLOK GALONGGONG DI DESA CILANGKAP KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA | Penelitian ini merupakan penelitian survei menggunakan kuesioner pada industri rumah tangga golok galonggong di Tasikmalaya. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Industri Rumah Tangga Golok Galonggong di Desa Cilangkap Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya”. Permasalahan yang dialami industri tersebut yaitu kurangnya modal dalam melakukan usaha, tenaga kerja yang digunakan terbatas dan lamanya usaha dalam mejalankan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal, biaya produksi, tenaga kerja dan lama usaha terhadap pendapatan industri rumah tangga golok galonggong. Metodologi yang digunakan yaitu menggunakan analisis regresi linier berganda dilengkapi dengan uji statistik dan uji asumsi klasik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh industri rumah tangga yang menjual sekaligus memproduksi golok galonggong. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 sampel. Teknik sensus yang digunakan dalam penentuan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukan bahwa: (1) Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga golok galonggong; (2) Tenaga Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga golok galonggong; (3) Lama usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga golok galonggong; dan (4) Biaya Produksi berpengaruh negatif terhadap pendapatan industri rumah tangga golok galonggong. (5) Modal merupakan salah satu variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan pendapatan di industri rumah tangga golok, pemilik industri rumah tangga golok galonggong disarankan melakukan perencanaan di dalam mengelola modal, agar memenuhi kebutuhan usaha karena semakin banyak modal usaha akan menentukan banyaknya output yang dihasilkan, biaya produksi yang digunakan perlu di optimalkan guna dalam proses produksi mampu menghasilkan produk golok galonggong dengan banyak output yang dihasilkan dengan mengoptimalkan biaya dalam proses produksi, industri rumah tangga harus mengoptimalkan tenaga kerja, dengan cara meningkatkan produktivitas tenaga kerja sebaik mungkin, karena produktivitas mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pendapatan. Industri rumah tangga golok galonggong diharapkan tetap berada pada industri tersebut karena semakin lamanya usaha akan menciptakan pasar yang luas serta semakin banyak pelanggan. | This research is a survey research using a questionnaire on the golok galonggong household industry in Tasikmalaya. This research takes the title: "Analysis of Factors Affecting the Income of Golok Galonggong Household Industry in Cilangkap Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency". The problems experienced by the industry are the lack of capital in doing business, the limited labor used and the length of the business in running its business. The purpose of this study was to determine the effect of capital, production costs, labor and length of business on the income of the galonggong golok household industry. The methodology used is using multiple linear regression analysis equipped with statistical tests and classical assumption tests. The population in this study are all home industries that sell and produce galonggong machetes. The number of sample taken in this study were 30 sample. Total sampling or census technique used in determining sample.The population in this study were all home industries that both sell and produce galonggong golok. The number of sample taken in this study were 30 sample. Census technique used in determining sample. Based on the results of research and data analysis using multiple linear regression analysis, it shows that: (1) Capital has a positive and significant effect on the income of the golok galonggong household industry; (2) Labor has a positive and significant effect on the income of the golok galonggong household industry; (3) Business time has a positive and significant effect on the income of the golok galonggong household industry; and (4) the cost of production has a negative effect on the income of the golok galonggong household industry. (5) Capital is one of the most influential variables on income. The implication of the above conclusions is that in an effort to increase income in the golok household industry, The owner of the golok galonggong home industry is advised to plan in managing capital, in order to meet business needs because the more business capital will determine the amount of output, the production costs used need to be optimized so that the production process is able to produce golok galonggong products with a lot of output produced. By optimizing costs in the production process, home industries must optimize labor, by increasing labor productivity as best as possible, because productivity has a very large effect on income. The golok galonggong household industry is expected to remain in the industry because the longer the business will create a broad market and more customers. | |
| 30449 | 33777 | C1G017012 | FACTORS AFFECTING SAVING BEHAVIOR OF UNDERGRADUATE STUDENTS BASED ON UKT AT THE FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS, JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara literasi keuangan, pengendalian diri, sosialisasi orang tua, pendapatan, dan tingkat UKT terhadap perilaku menabung mahasiswa S1 FEB Unsoed secara parsial dan simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah 1532 mahasiswa FEB Unsoed dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden melalui perhitungan Taro Yamane. Teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung. Metode analisis menggunakan Teknik regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi orang tua dan tingkat UKT berpengaruh secara parsial terhadap perilaku menabung mahasiswa S1 FEB Unsoed, selanjutnya literasi keuangan, pengendalian diri, sosialisasi orang tua, pendapatan, dan tingkat UKT berpengaruh secara simultan terhadap perilaku menabung mahasiswa S1 FEB Unsoed. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini, diantaranya normalitas, multikolinearitas, hetersoskedastisitas, dan linearitas. Hasil dari pengujian yang dilakukan, tidak terjadi uji multikolinearitas, heteroskedastisitas, linearitas, dan data berdistribusi normal. | The study aims to analyze the influence between financial literacy, self-control, parental socialization, income, and UKT levels on the saving behavior of FEB Unsoed undergraduate students partially and simultaneously. The population in this study was 1532 FEB Unsoed students with a sample number of 94 respondents through Taro Yamane's calculations. Data collection techniques through in-person interviews. The analysis method uses multiple linear regression techniques with classical assumption tests. The results showed that parental socialization, and UKT Level had a partial effect on the saving behavior of S1 FEB Unsoed students, then financial literacy, self-control, parental socialization, income, and UKT levels had a simultaneous effect on the saving behavior of S1 FEB Unsoed students. The tests conducted in this study include normality, multicollinearity, hetersoskedasticity, and linearity. As a result of the tests, there were no multicollinearity, heteroskedasticity, linearity, and normal-distribution data. | |
| 30450 | 33783 | C1A017009 | Pengaruh Fintech Lending Terhadap Inflasi di Indonesia melalui Jumlah Uang Beredar dan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Fintech Lending terhadap Inflasi di Indonesia melalui Jumlah Uang Beredar dan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia”. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana pengaruh yang dihasilkan pada fintech lending terhadap inflasi baik secara langsung, maupun melalui jumlah uang beredar M2 dan suku bunga acuan Bank Indonesia, serta pengaruh fintech lending terhadap jumlah uang beredar M2 dan suku bunga acuan Bank Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah dokumenter dengan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur menggunakan AMOS 22. Dokumen yang digunakan berupa nilai transaksi fintech lending, inflasi, jumlah uang beredar M2, dan suku bunga acuan Bank Indonesia yang bersumber dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Jumlah data yang digunakan sebanyak 27 bulan terhitung sejak Januari 2018 hingga Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian, hasil hipotesis menunjukkan nilai transaksi fintech lending tidak memiliki pengaruh terhadap inflasi. Pada variabel jumlah uang beredar M2, tidak terdapat pengaruh yang dihasilkan oleh fintech lending. Selain itu, fintech lending berpengaruh positif dan signifikan terhadap suku bung acuan BI. Pada hipotesis pengaruh tidak langsung, tidak terdapat pengaruh yang dihasilkan nilai transaksi fintech lending terhadap inflasi baik melalui jumlah uang beredar M2 maupun suku bunga acuan Bank Indonesia. | This research is entitled "The Impact of Fintech Lending on Inflation in Indonesia through the Money Supply and the Reference Interest Rate of Bank Indonesia". The purpose of this study is to analyze how the effect of fintech lending on inflation, either directly or through the M2 money supply and Bank Indonesia's reference interest rate, as well as the effect of fintech lending on the M2 money supply and Bank Indonesia's reference interest rate. in this study is a documentary with the data analysis technique used is path analysis using AMOS 22. The documents used are fintech lending transaction values, inflation, M2 money supply, and Bank Indonesia reference rates sourced from Bank Indonesia and the Financial Services Authority. The amount of data used is 27 months from January 2018 to March 2020. Based on the results of the study, the results of the hypothesis show that the value of fintech lending transactions has no effect on inflation. In the M2 money supply variable, there is no effect generated by fintech lending. In addition, fintech lending has a positive and significant effect on BI's benchmark interest rate. In the indirect effect hypothesis, there is no effect generated by the value of fintech lending transactions on inflation either through the M2 money supply or Bank Indonesia's reference interest rate. | |
| 30451 | 33784 | E1A017272 | Penetapan Status Pengungsi untuk Pencari Suaka Teritorial yang Tinggal di Indonesia (Studi tentang Kasus Sajjad Jacob, Pencari Suaka yang Melakukan Aksi Bunuh Diri Pada 2019) | Indonesia tidak meratifikasi Konvensi 1951 dan Protokol 1967 tentang Status Pengungsi sehingga Indonesia tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan status pengungsi, wewenang tersebut ada pada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Kasus aktual tentang pengungsi adalah kasus Sajjad Jacob, pencari suaka teritorial asal Afghanistan. Sajjad beserta keluarganya sudah melakukan proses administrasi dengan UNHCR, tetapi pengajuan status pengungsi tersebut selalu ditolak oleh UNHCR, sehingga ia melakukan aksi bunuh diri di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado pada 6 Februari 2019 sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan dari UNHCR yang tidak kunjung memberikan ia beserta keluarganya status pengungsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaturan dan mekanisme pemberian status pengungsi berdasarkan hukum internasional serta mengetahui dan menganalisis bagaimana mekanisme pemberian status pengungsi pada kasus Sajjad Jacob di Indonesia. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan pencari suaka terdapat dalam perjanjian internasional multilateral universal seperti Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia 1948 dan Konvensi 1951 beserta Protokol 1967 tentang Status Pengungsi, pengaturan pencari suaka juga terdapat dalam beberapa perjanjian regional yang tersebar di beberapa kawasan di dunia. Pencari suaka yang datang ke Indonesia harus melewati tahapan untuk mendapatkan status pengungsi dari UNHCR yang sesuai dengan prosedur dari UNHCR yang biasa disebut penetapan status pengungsi atau Refugee Status Determination (RSD). Indonesia tidak meratifikasi Konvensi 1951 beserta Protokol 1967, tetapi Indonesia terikat pada prinsip non-refoulement yang tercantum pada Pasal 33 Konvensi tersebut, sehingga Indonesia tetap menerima pencari suaka teritorial yang salah satunya adalah keluarga Sajjad Jacob. Pada kasus Sajjad Jacob, Sajjad sudah melakukan tahapan yang sesuai prosedur dari UNHCR, tetapi selalu ditolak oleh UNHCR yang menyebabkan Sajjad melakukan aksi bunuh dirinya akibat bentuk protes terhadap UNHCR. | Indonesia did not ratify the 1951 Convention and 1967 Protocol on the Status of Refugees so that Indonesia does not have the authority to determine refugee status, the authority lies with the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). The actual case regarding refugees is the case of Sajjad Jacob, territorial asylum seekers from Afghanistan , Sajjad and his family have carried out the administrative process with UNHCR, but the Sajjad case has always been rejected by UNHCR, so he committed suicide at the Manado Immigration Detention Center (Rudenim) on February 6, 2019 as a form of rejection towards the decision from UNHCR which did not grant him and his family refugee status. The aim of this research is to find out how the arrangements and mechanisms for granting refugee status based on international law and to find out how and analyze the mechanism for granting refugee status in the Sajjad Jacob case in Indonesia. The approach method used is a normative juridical approach. The data used is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data collection method is based on literature study which is presented in the form of a narrative text with a qualitative normative analysis method. Based on the results of the research, it can be concluded that the regulation of asylum seekers is contained in universal multilateral international agreements such as the Universal Declaration of Human Rights 1948 and the Convention 1951 and its 1967 Protocol relating the Status of Refugees. Asylum seeker regulation are also contained in several regional agreements spread across several regions of the world. Asylum seekers who come to Indonesia must go through several stages to get refugee status from UNHCR in accordance with the procedure from UNHCR which is commonly called Refugee Status Determination (RSD). Indonesia did not ratify the 1951 Convention and its 1967 Protocol, but Indonesia is bound by the principle of non-refoulement as stated in Article 33 of the convention, so that Indonesia continues to accept territorial asylum seekers, one of whom is the family of Sajjad Jacob. In the case of Sajjad Jacob, Sajjad had carried out the steps according to the procedures from UNHCR, but was always rejected by UNHCR which caused Sajjad to commit suicide as a form of protest against UNHCR. | |
| 30452 | 33785 | E1A017016 | IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM PENYELENGGARAAN PENGEMBANGAN KAMPUNG KB SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PROGRAM KEPENDUDUKAN, KELUARGA BERENCANA, DAN PEMBANGUNAN KELUARGA (Studi di Desa Panisihan, Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Hukum Program Penyelenggaraan, Pengembangan Kampung KB sebagai Upaya Penguatan Program KKBPK di Desa Panisihan Kecamatran Maos Kabupaten Cilacap, dan juga untuk mengetahui Kontribusi Implementasi Hukum Program Penyelenggaraan Pengembangan Kampung KB terhadap Upaya Penguatan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Penduduk. Metode penelitian yang diguanakan adalah peneliutian pendekatan kuantitatif dengan pendekatan analisis yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian bearda di Kampung KB Pelita Desa Panisihan, Maos Kabupaten Cilacap dengan 42 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Data yang digunakan data primer, dan data sekunder yang diperoleh dari metode pengumpulan data berupa angket, dokumenter, dan studi kepustakaan.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Hukum Program Penyelenggaraan, Pengembangan Kampung KB Sebagai Upaya Penguatan Program KKBPK di Desa Panisihan, Maos, Kabupaten Cilacap efektif. Hal ini dibuktikan dengan indikator-indikator antara lain : Efektifnya Pelaksanaan Pengembangan Program Kampung KB, Efektifnya Pelaksanaan Koordinasi, Efektifnya Keberhasilan Program Pengembangan Kampung KB, Efektifnya Pembiayaan Program Pengembangan Kampung KB, dan Efektifnya Pelaksanaan Monitoring, evaluasi, dan pelaporan Program Pengembangan Kampung KB. Serta 4 indikator terkait Program KKBPK yaitu Efektifnya Pelatihan tentang Program KKBPK, Penyusunan data dan informasi isu strategis dan permasalahan, Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan, dan Pemetaan alur pengelolaan anggaran kegiatan dan kajian kebutuhan yang semuanya juga berjalan dengan efektif, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa Implementasi Hukum Program Penyelenggaran Pengembangan Kampung KB di Desa Panisihan, Maos, Kab Cilacap berkontirbusi secara posistif terhadap Upaya Penguatan Program KKBPK. | ABSTRACT This study aims to determine the Legal Implementation of the Implementation Program, the Development of the Family Planning Village as an Effort to Strengthen the KKBPK Program in Panisihan Village, Maos District, Cilacap Regency, and also to determine the Contribution of the Legal Implementation of the Family Planning Village Development Program to the Efforts to Strengthen Population, Family Planning, and Population Development Programs. . The research method used is a quantitative approach research with a sociological juridical analysis approach, and descriptive research specifications. The research location is in Kampung KB Pelita, Panisihan Village, Maos, Cilacap Regency with 42 respondents. Sampling was done by simple random sampling. The data used are primary data, and secondary data obtained from data collection methods in the form of questionnaires, documentaries, and literature studies. The results of this study indicate that the Legal Implementation of the Implementation Program, the Development of Family Planning Villages as an Effort to Strengthen the KKBPK Program in Panisihan Village, Maos, Regency Cilacap is effective. This is evidenced by indicators including: Effective Implementation of KB Village Program Development, Effective Implementation of Coordination, Effective Success of KB Village Development Programs, Effective Financing of KB Village Development Programs, and Effective Implementation of Monitoring, evaluation, and reporting of KB Village Development Programs. As well as 4 indicators related to the KKBPK Program, namely Effectiveness of Training on the KKBPK Program, Compilation of data and information on strategic issues and problems, Preparation of Program and Activity Plans, and Mapping of activity budget management flows and needs assessments, all of which are also running effectively, so that it shows that the implementation The Law for the Implementation of the Family Planning Village Development Program in Panisihan Village, Maos, Cilacap Regency contributes positively to the Efforts to Strengthen the KKBPK Program. | |
| 30453 | 33786 | E1A017096 | EFEKTIVITAS HUKUM PENERTIBAN DAN PEMBINAAN PENGEMIS, GELANDANGAN, DAN ORANG TERLANTAR DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KETERTIBAN UMUM SERTA KETENTRAMAN MASYARAKAT (Studi di Kabupaten Boyolali) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Hukum dan kontribusi penertiban dan pembinaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar dalam rangka mewujudkan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat di Kabupaten Boyolali terhadap Efektivitas Hukum penertiban dan pembinaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Rumah Singgah Kabupaten Boyolali dengan responden sebanyak 26 (dua puluh enam) orang yang mencakup Pegawai Dinas Sosial, Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar. Pengambilan sampel melalui metode simple random sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, metode kepustakaan, dan metode dokumenter. Pengolahan data dilakukan secara Coding, Editing, dan Tabulasi data serta dianalisis dengan tabel distribusi frekuensi analisis, tabel silang, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Hukum penertiban dan pembinaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar dalam rangka mewujudkan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat di Kabupaten Boyolali adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 2 (dua) indikator meliputi efektifnya penertiban dan efektifnya pembinaan. Serta 2 (dua) indikator meliputi terwujudnya ketertiban umum dan terwujudnya ketentraman masyarakat yang cenderung berkontribusi positif terhadap terwujudnya ketertiban umum serta ketentraman masyarakat di Kabupaten Boyolali. | This study aims to determine the Effectiveness of the Law and the contribution of the demolition and development of Beggars, Homeless, and Displaced Persons in order to realize the public order and peace of the community in Boyolali Regency to the Effectiveness of Law enforcement and development of Beggars, Homeless, and Displaced Persons in Boyolali Regency. This research uses qualitative research methods with the approach of sociological and juridical specifications of descriptive research. The research location in the Halfway House Boyolali Regency to the respondents a total of 26 (twenty six) people who include Employees of the Department of Social, Beggars, the homeless, and Displaced People. Sampling through simple random sampling method. The Data used include primary data and secondary data obtained with the questionnaire method, the method of literature, and the method of documentary. Data processing is done in Coding, Editing and Tabulation of data as well as analyzed with the table of frequency distribution analysis, table crossword, content analysis and comparative analysis. The results of this study show that the Effectiveness of Law enforcement and development of Beggars, Homeless, and Displaced Persons in order to realize the public order and peace of the community in Boyolali Regency is effective. This is evidenced by the results of a study of 2 (two) indicators include effective enforcement and effective coaching. As well as the 2 (two) indicators include the establishment of public order and the realization of the peace of the community that tend to contribute positively to the realization of public order and public tranquility in Boyolali Regency. | |
| 30454 | 33787 | I1C017037 | OPTIMASI FORMULA SELF-NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SNEDDS) ETIL-P-METOKSISINAMAT (EPMS) DENGAN KOMBINASI TWEEN 80 DAN PROPILEN GLIKOL | Etil-p-metoksisinamat (EPMS) hasil isolasi Kaempferia galanga diketahui dapat berperan sebagai agen antiinflamasi. Namun memiliki kelarutan yang rendah dalam air sehingga memiliki bioavailabilitas yang rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan formulasi untuk meningkatkan kelarutan EPMS, yaitu melalui formulasi self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) dengan optimasi basis menggunakan metode simplex lattice design (SLD). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi komposisi Tween 80 dan propilen glikol terhadap sifat dan stabilitas fisik serta mengetahui formula optimum SNEDDS EPMS. Tahapan penelitian terdiri dari isolasi EPMS dari serbuk rimpang kencur, optimasi SLD basis SNEDDS dengan basis Tween 80, propilen glikol, dan VCO dengan menggunakan software design expert, pembuatan SNEDDS EPMS, dan evaluasi formula optimum dengan parameter pengamatan visual, persen transmitan, waktu emulsifikasi, ukuran partikel, zeta potensial serta stabilitas fisik yang meliputi stabilitas termodinamika dan stabilitas dalam media simulasi gastrointestinal. Diperoleh kristal EPMS murni sebanyak 6,37 gram dengan rendemen 0,0637%. Formula basis optimum terpilih yaitu formula dengan komposisi Tween 80 65% dan propilen glikol 25%. SNEDDS EPMS dengan drug loading 100 mg/mL memiliki persen transmitan 99,07%±0,09, waktu emulsifikasi dalam akuades 0,69±0,33 menit, ukuran partikel 18,37±0,25 nm, zeta potensial -60,87±0,54 mV, indeks polidispersitas 0,350±0,02 dan sediaan stabil. Komposisi Tween 80 dan propilen glikol dalam formula berpengaruh terhadap sifat dan stabilitas fisik SNEDDS EPMS. Formula optimum SNEDDS EPMS memiliki komposisi EPMS 100 mg/mL, Tween 80 65%, propilen glikol 25%, dan VCO 10%. | Ethyl-p-methoxycinnamate (EPMC) isolated from Kaempferia galanga is known act as an anti-inflammatory agent. However, it has low solubility in water which can result low bioavailability. Therefore, it is necessary to make a formulation to increase the solubility of EPMC through a formulation in the form of a self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) with base optimization using simplex lattice design method. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the composition of Tween 80 and propylene glycol on physical properties and stability and to determine the optimum formula for SNEDDS EPMC. The research consisted of isolation of EPMC from Kaempferia galanga powder, optimization SLD of SNEDDS base with Tween 80, propylene glycol, and VCO using design expert software, preparation of the SNEDDS EPMC, and evaluation of the optimum formula with parameters of visual observation, percent transmittance, emulsification time, particle size, zeta potential and the physical stability which includes thermodynamics stability and stability in the gastrointestinal simulation media. 6.37 grams of pure EPMC crystals were obtained with a yield 0.0637%. The optimum base formula chosen was the formula with the composition of Tween 80 65% and propylene glycol 25%. SNEDDS EPMC with drug loading 100 mg/mL has a transmittance of 99.07%±0,09, emulsification time in distilled water 0.69±0,33 minutes, particle size 18.37±0,25nm, zeta potential -60.87±0,54 mV, polydispersity index 0.350±0,02 and good stability. The composition of Tween 80 and propylene glycol in the formula affects the physical properties and stability of SNEDDS EPMC. The optimum formula for SNEDDS EPMC has a composition of EPMC 100 mg/mL, Tween 80 65%, propylene glycol 25%, and VCO 10% | |
| 30455 | 33788 | I1C017029 | Optimasi Formula Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Etil P-Metoksisinamat (EPMS) dengan Kombinasi Cremophor RH 40 dan Propilen Glikol | Etil p-metoksisinamat (EPMS) dalam rimpang kencur diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. EPMS memiliki kelarutan dalam air yang rendah. Salah satu sediaan yang mampu mengatasi rendahnya kelarutan zat aktif di dalam air dan meningkatkan ketersediaan hayati zat aktif adalah SNEDDS. Pada penelitian ini dilakukan optimasi formula SNEDDS EPMS dengan surfaktan Cremophor RH 40 dan ko-surfaktan propilen glikol menggunakan simplex lattice design (SLD). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi formula basis SNEDDS terpilih yang memiliki persen transmitan dan waktu emulsifikasi paling baik serta mengetahui sifat fisik dan stabilitas SNEDDS EPMS pada komposisi formula basis SNEDDS terpilih. Tahapan penelitian ini terdiri dari isolasi EPMS, optimasi SLD basis SNEDDS dengan kombinasi Cremophor RH 40, propilen glikol, dan VCO menggunakan software design expert, pembuatan SNEDDS EPMS, dan evaluasi formula terpilih yang meliputi uji pengamatan visual, persen transmitan, waktu emulsifikasi, ukuran partikel, zeta potensial, stabilitas dalam media simulasi gastrointestinal dan stabiltas dipercepat (freeze thaw). Diperoleh EPMS murni sebanyak 6,37 gram dengan rendemen 0,0637%. Formula terpilih dengan komposisi Cremophor RH 40 53,6% dan propilen glikol 26,4%. Formula SNEDDS terpilih dengan drug loading 100 mg/ml menghasilkan persen transmitan 95,43%, waktu emulsifikasi dalam akuades 8,33 menit, ukuran partikel 30,16 nm, zeta potensial -61,03 mV, indeks polidispersitas 0,160, dan stabil. Komposisi Cremophor RH 40 dan propilen glikol memiliki pengaruh terhadap waktu emulsifikasi dan persen transmitan SNEDDS. Formula SNEDDS EPMS terpilih yaitu formula dengan komposisi EPMS 100 mg/ml, Cremophor RH 40 53,6%, propilen glikol 26,4%, dan VCO 20 % | Ethyl p-methoxycinnamate (EPMC) in kencur rhizome is known to have anti-inflammatory activity. EPMC has low solubility in water. One of the preparations that can overcome the low solubility of the active substance in water and increase the bioavailability of the active substance is SNEDDS. In this study, the optimization of the SNEDDS EPMS formula with the surfactant Cremophor RH 40 and the co-surfactant propylene glycol was carried out using the simplex lattice design (SLD). The purpose of this study was to determine the composition of the selected SNEDDS base formula which has the best percent transmittance and emulsification time and to determine the physical properties and stability of SNEDDS EPMC on the selected SNEDDS base formula composition. The stages of this research consisted of isolation of EPMC, optimization of SLD based on SNEDDS with a combination of Cremophor RH 40, propylene glycol, and VCO using expert design software, making EPMC SNEDDS, and evaluating the selected formula which included visual observation, percent transmittance, emulsification time, particle size. , zeta potential, stability in simulated gastrointestinal media and accelerated stability (freeze thaw). Obtained pure EPMC as much as 6.37 grams with a yield of 0.0637%. Selected formula with composition Cremophor RH 40 53.6% and propylene glycol 26.4%. The selected SNEDDS formula with a drug loading of 100 mg/ml resulted in a transmittance of 95.43%, emulsification time in distilled water 8.33 minutes, particle size 30.16 nm, zeta potential -61.03 mV, polydispersity index 0.160, and stable. The composition of Cremophor RH 40 and propylene glycol has an effect on the emulsification time and the percent transmittance of SNEDDS. The selected SNEDDS EPMC formula is a formula with a composition of EPMC 100 mg/ml, Cremophor RH 40 53.6%, propylene glycol 26.4%, and VCO 20% | |
| 30456 | 33790 | K1C017062 | Identifikasi Zona Lemah Rawan Amblesan di Jalan Kaliori - Srowot Kecamatan Kalibagor Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas | Jalan Kaliori – Srowot di Desa Kaliori dan Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas memiliki potensi ancaman mengalami amblesan jalan apabila dilihat dari struktur jalan yang bergelombang, sehingga perlu dilakukan identifikasi struktur bawah permukaan tanah di jalan tersebut menggunakan metode geolistrik resistivitas. Metode geolistrik dapat dimanfaatkan untuk menentukan kedalaman dan jenis batuan struktur bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas. Konfigurasi yang digunakan adalah konfigurasi Wenner yang memiliki keunggulan baik dalam interpretasi lateral. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur bawah permukaan dan menentukan zona lemah yang berpotensi mengalami amblesan dilihat dari struktur batuannya. Akuisisi data resistivitas dilakukan sebanyak empat lintasan dengan panjang lintasan 100 m dan 50 m. Pengolahan dan pemodelan data menggunakan software RES2DINV 3.54. Hasil penelitian menunjukan bahwa litologi daerah penelitian tersusun dari pasir, lempung pasiran, dan lanau pasiran. Pasir memiliki nilai resistivitas pada rentang 0,5 – 11,0 Ωm, lempung pasiran memiliki nilai resistivitas pada rentang 11,1 – 28,5 Ωm, dan lanau pasiran memiliki nilai resistivitas pada rentang 28,6 – 114 Ωm. Pasir memiliki nilai resistivitas rendah dan diinterpretasikan sebagai zona lemah penyebab terjadinya amblesan di daerah penelitian. | The Kaliori – Srowot road in Kaliori Village and Srowot Village, Kalibagor District, Banyumas Regency has a potential threat of experiencing road subsidence when viewed from the bumpy road structure, so it is necessary to identify the subsurface structure on the road using the geoelectric resistivity method. The geoelectric method can be used to determine the depth and type of rock subsurface structures based on resistivity values. The configuration used is the Wenner configuration which has advantages in lateral interpretation. The purpose of this study is to determine the subsurface structure and determine the weak zone that has the potential to experience subsidence seen from the rock structure. The resistivity data acquisition was carried out in four tracks with a track length of 100 m and 50 m. Processing and modeling data using RES2DINV 3.54 software. The results showed that the lithology of the study area was composed of sand, sandy clay, and sandy silt. Sand has a resistivity value in the range of 0.5 – 11,0 Ωm, sandy clay has a resistivity value in the range of 11,1 – 28,5 Ωm, and sandy silt has a resistivity value in the range 28,6 – 114 Ωm. Sand has a low resistivity value and is interpreted as a weak zone causing subsidence in the study area. | |
| 30457 | 33791 | F1C016078 | Pengaruh Foto Makanan dan Deskripsi Menu pada Layanan Gofood Terhadap Persepsi Pelanggan | Menu merupakan alat periklanan yang digunakan untuk mempromosikan produk yang disajikan sebuah restoran. Layanan pesan antar Gofood menjadi salah satu layanan yang menyediakan menu digital dengan tampilan foto makanan dan deskripsi item menu untuk setiap restoran yang bergabung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dari foto makanan dan deskripsi item menu pada layanan Gofood terhadap persepsi pelanggan. Untuk menganalisis korelasi antara foto makanan dan deskripsi item menu dengan persepsi pelanggan, digunakan teori perbedaan individu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner secara acara menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh responden sejumlah 200 responden yang merupakan pelanggan layanan pesan antar Gofood. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tanggapan responden terkait dengan variabel foto makanan yang berpengaruh secara positif terhadap persepsi pelanggan sebesar 31,7%, sedangkan variabel deskripsi item menu berpengaruh secara positif terhadap persepsi pelanggan sebesar 15%. Pengaruh foto makanan dan deskripsi item menu pada layanan Gofood terhadap variabel persepsi pelanggan menghasilkan presentase sebesar 40,4%. | A menu is an advertising tool used to promote products served by a restaurant. Gofood becomes one of the food delivery services that provide a digital menu, with a food photos display and item descriptions for each restaurant inside the Gofood service. The study aims to know the correlation of food photos and the menu item descriptions in Gofood to customer perception. In analyzing the correlation between food photos and menu item descriptions with customer perceptions, the theory of the Individual difference. This study uses an explanatory quantitative method by distributing questionnaires using a simple random sampling technique and got 200 Gofood customers respondents. The results from this study suggest that respondents' responses to food photo variables have positive effects on a customer's perception by 31.7%, while menu item descriptions affect a customer's perception positively by 15%. Food photos and menu item descriptions significantly influence customer perceptions with a score of 40,4% | |
| 30458 | 33792 | F1C017074 | KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANTARA ANGGOTA DENGAR DAN ANGGOTA TULI PADA TYPIST BERGERAK PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antarpribadi antara anggota dengar dan anggota Tuli pada Typist Bergerak Purwokerto. Kedua subjek yaitu anggota dengar dan anggota Tuli memiliki bahasa untuk berkomunikasi yang berbeda. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana proses komunikasi antarpribadi antara anggota dengar dan anggota Tuli pada Typist Bergerak Purwokerto.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif menggunakan Teori Interaksi Simbolik. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan catatan dokumen. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data mengacu pada Mills dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan serta verifikasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber.Hasil penelitian mendeskripsikan komunikasi antarpribadi antara anggota dengar dan anggota Tuli pada Typist Bergerak Purwokerto dilakukan secara diadik. Penyampaian pesan dilakukan dengan beberapa cara yaitu bahasa isyarat, membaca gerak bibir, gesture wajah dan tubuh serta tulisan, yang disebabkan oleh kemampuan bahasa isyarat yang berbeda. Faktor pendukung ada 2 yaitu internal dan eksternal. Faktor internal yang berasal dari diri sendiri yaitu munculnya rasa ingin tahu untuk belajar bahasa isyarat yang didukung oleh anggota Typist Bergerak Purwokerto sebagai faktor eksternal. Hambatan komunikasi antarpribadi antara anggota dengar dan anggota Tuli pada Typist Bergerak Purwokerto adalah pemaknaan pesan yang berbeda-beda dan susunan pesan tulisan yang berantakan. | The purpose of this study to analyze interpersonal communication between hearing and Deaf members in Typist Bergerak Purwokerto. The two subjects is hearing and Deaf members, have different languages to communicate. This study provides an understanding of how the process of interpersonal communication between hearing and Deaf members in in Typist Bergerak Purwokerto.This study is a qualitative descriptive using Symbolic Interaction Theory. For data collection using observation, in-depth interviews and document notes. The informant selection used purposive sampling technique. The data analysis method refers to Mills and Huberman namely, data reduction, data presentation, conclusions and verification. The data validity techniques using source triangulation.The results of the study describe interpersonal communication between hearing and Deaf members in Typist Bergerak Purwokerto carried out in a dyadic manner.The delivery of messages is done in several ways, namely sign language, lip reading, facial and body gestures and writing, which are caused by different sign language abilities. There are 2 supporting factors, namely internal and external. An internal factor that comes from oneself is the emergence of curiosity to learn sign language which is supported by members of the Purwokerto Mobile Typist as an external factor. Barriers to interpersonal communication between hearing and deaf members in the Purwokerto Mobile Typist are the different meanings of the messages and the messy composition of the written messages. | |
| 30459 | 33798 | E1A017093 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL-BELI ONLINE PADA MARKETPLACE OLX (ONLINE EXCHANGE) INDONESIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Enrekang Nomor: 59/Pid.B/2020/PN Enr) | Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum terhadap konsumen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus Aidul Alias Idul Bin Nasruddin selaku pelaku usaha yang telah melanggar hak, kewajiban, dan perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait penjualan mobil fiktif pada aplikasi jual beli online di OnLine eXchange (OLX) Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum konsumen dalam pembelian mobil fiktif pada aplikasi jual beli online berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum premier, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dalam teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Enrekang Nomor: 59/Pid.B/2020/PN Enr telah memberikan perlindungan hukum kepada konsumen sebagaimana telah diatur dalam Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Jo Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dan melanggar Pasal 4 huruf b UUPK, Pasal 7 huruf a, Pasal 9 ayat (1) huruf a dan Pasal 16 huruf a Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | This research is studying about legal protection for consumers based on Law Number 8 of 1999 Concerning Consumer Protection. One of the consumer protection cases is the case about Aidul or Idul Bin Nasurddin who is an online seller that has violated the rights, obligations, and act of prohibited actions of consumers related to selling a fake car on an e-commerce application named OnLine eXchange (OLX) Indonesia. The purpose of this research is to find out and determine the legal protection of consumers of selling a fake car on an e-commerce application based on Law Number 8 of 1999 Concerning Consumer Protection. The research method that will be used is normative juridical with a descriptive analytical research specifications. Data sources of this research are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The acquired research data will be presented with a systematic narrative text, and the data analysis method that will be used in this research is a qualitative normative method. Based on the results of this study, according to Enrekang Court Decision Study Number: 59/Pid.B/2020/PN Enr, consumers have received legal protection as regulated in Article 45A paragraph (1) in conjunction with Article 28 paragraph (1) of Law of the Republic Indonesia Number 19 of 2016 in conjunction Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transaction. And against Article 4 point b, Article 7 point a, Article 9 paragraph (1) point a and Article 16 point a of Law Number 8 of 1999 Concerning Consumer Protection. | |
| 30460 | 33793 | C1C017072 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN PERSEPSI BAGI HASIL TERHADAP MINAT MASYARAKAT PURBALINGGA MENJADI NASABAH BANK SYARIAH | Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah literasi keuangan syariah, dan persepsi bagi hasil mempunyai pengaruh positif terhadap minat masyarakat Kabupaten Purbalingga menjadi nasabah bank syariah, dan menjelaskan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependen, dan antar kedua variabel independent itu mana yang pengaruhnya lebih besar terhadap variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Purbalingga, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling dan metode convinience, kemudian jumlah sampel yang didapat yaitu 120 masyarakat Purbalingga. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Literasi keuangan syariah berpengaruh positif serta signifikan terhadap minat masyarakat Purbalingga menjadi nasabah bank syariah; (2) Persepsi bagi hasil berpengaruh positif serta signifikan terhadap minat masyarakat Purbalingga menjadi nasabah bank syariah. Implikasi penelitian ini adalah bahwa masyarakat Kabupaten Purbalingga sudah memiliki minat untuk menjadi nasabah bank syariah, namun dengan adanya pengaruh tingkat literasi dan persepsi yang baik terhaap sistem bagi hasil, maka akan semakin meningkatkan minat masyarakat. | This study aims to determine whether Islamic financial literacy, and perceptions of profit sharing have a positive influence on the interest of the people of Purbalingga Regency to become customers of Islamic banks, and explain how much the independent variable has on the dependent variable, and among both independent variable which is has more influence to dependent variable. The population in this study are people who live in Purbalingga Regency, using a sampling technique, namely non-probability sampling and convenience method, then the number of samples obtained are 120 people of Purbalingga. The data obtained were analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The results of this study indicate that: (1) Islamic financial literacy has a positive and significant effect on the interest of the people of Purbalingga to become customers of Islamic banks; (2) The perception of profit sharing has a positive and significant effect on the interest of the people of Purbalingga to become sharia bank customers. The implication of this research is that the people of Purbalingga Regency already have an interest in becoming customers of Islamic banks, but with the influence of literacy levels and good perceptions of the profit-sharing system, it will further increase public interest. |