Home
Login.
Artikelilmiahs
33783
Update
RIMA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Fintech Lending Terhadap Inflasi di Indonesia melalui Jumlah Uang Beredar dan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Fintech Lending terhadap Inflasi di Indonesia melalui Jumlah Uang Beredar dan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia”. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana pengaruh yang dihasilkan pada fintech lending terhadap inflasi baik secara langsung, maupun melalui jumlah uang beredar M2 dan suku bunga acuan Bank Indonesia, serta pengaruh fintech lending terhadap jumlah uang beredar M2 dan suku bunga acuan Bank Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah dokumenter dengan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur menggunakan AMOS 22. Dokumen yang digunakan berupa nilai transaksi fintech lending, inflasi, jumlah uang beredar M2, dan suku bunga acuan Bank Indonesia yang bersumber dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Jumlah data yang digunakan sebanyak 27 bulan terhitung sejak Januari 2018 hingga Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian, hasil hipotesis menunjukkan nilai transaksi fintech lending tidak memiliki pengaruh terhadap inflasi. Pada variabel jumlah uang beredar M2, tidak terdapat pengaruh yang dihasilkan oleh fintech lending. Selain itu, fintech lending berpengaruh positif dan signifikan terhadap suku bung acuan BI. Pada hipotesis pengaruh tidak langsung, tidak terdapat pengaruh yang dihasilkan nilai transaksi fintech lending terhadap inflasi baik melalui jumlah uang beredar M2 maupun suku bunga acuan Bank Indonesia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is entitled "The Impact of Fintech Lending on Inflation in Indonesia through the Money Supply and the Reference Interest Rate of Bank Indonesia". The purpose of this study is to analyze how the effect of fintech lending on inflation, either directly or through the M2 money supply and Bank Indonesia's reference interest rate, as well as the effect of fintech lending on the M2 money supply and Bank Indonesia's reference interest rate. in this study is a documentary with the data analysis technique used is path analysis using AMOS 22. The documents used are fintech lending transaction values, inflation, M2 money supply, and Bank Indonesia reference rates sourced from Bank Indonesia and the Financial Services Authority. The amount of data used is 27 months from January 2018 to March 2020. Based on the results of the study, the results of the hypothesis show that the value of fintech lending transactions has no effect on inflation. In the M2 money supply variable, there is no effect generated by fintech lending. In addition, fintech lending has a positive and significant effect on BI's benchmark interest rate. In the indirect effect hypothesis, there is no effect generated by the value of fintech lending transactions on inflation either through the M2 money supply or Bank Indonesia's reference interest rate.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save