Home
Login.
Artikelilmiahs
33446
Update
DWI YUNINGSIH
NIM
Judul Artikel
KONTROVERSI POLITIK PANGAN DALAM FILM “THE MAHUZE’S”: Kritik terhadap Kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kontroversi politik pangan dalam film “The Mahuze’s” serta mengetahui dan menjelaskan apakah kontroversi politik pangan dalam film “The Mahuze’s” merepresentasikan kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua. Melalui perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksionisme, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teknik analisis semiotika dari Roland Barthes dengan pemaknaan bertingkatnya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kontroversi politik pangan dalam film “The Mahuze’s” merepresentasikan kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua. Melalui adegan pilihan yang menjadi sasaran penelitian dalam penelitian tersebut, maka kontroversi politik pangan terletak pada kehadiran MIFEE yang justru memberikan konsekuensi pada Marga Mahuze dengan mempertaruhkan kehidupan pangan lokal dan menjadi orang asing yang tidak memiliki hak atas tanah tempat tinggal mereka. Kondisi inilah yang membuat Marga Mahuze melakukan tindakan solidaritas dengan melakukan pemasangan patok dan melakukan perkumpulan untuk menolak kehadiran MIFEE yang berlaku secara sewenang-wenang terhadap nilai adat dan pangan lokal masyarakat Papua. Tak berhenti sampai disitu, kondisi ekologis yang rusak dan hubungan sosial masyarakat Papua yang terancam juga menjadi representasi kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua. Kontroversi politik pangan dalam film “The Mahuze’s” nyatanya menyimpan sekelumit kisah miris yang justru mengorbankan masyarakatnya. Berdasarkan hal ini, maka film dapat menjadi bukti yang relevan untuk melakukan kritik atas suatu kebijakan melalui tanda.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims at understanding and describing the food politics controversy in the film "The Mahuze's" and finding out as well explaining whether the food politics controversy in the film "The Mahuze's" represents criticism of the Merauke Integrated Food and Energy Estate policy in Papua Province. Through a poststructuralist perspective and a deconstructionist paradigm, this research uses a qualitative method with a semiotic approach. The data collected in this research were analyzed using the semiotic analysis technique of Roland Barthes with graded meanings. The result of this research reveal that the food politics controversy in the film "The Mahuze's" represents a criticism of the Merauke Integrated Food and Energy Estate policy in Papua Province. Through the selected scene, the controversy of food politics lies in the presence of MIFEE which actually has consequences for the Mahuze clan by risking local food life and becoming foreigners who do not have rights to the land they live in. This condition is what makes the Mahuze Clan take solidarity actions by installing stakes and holding associations to reject the presence of MIFEE which applies arbitrarily to the customary values and local food of the Papuan people. It does not stop there, the damaged ecological conditions and threatened social relations of the Papuan people also represent criticism of the Merauke Integrated Food and Energy Estate policy in Papua Province. The food politics controversy in the film "The Mahuze's" in fact saves a bit of a sad story that actually sacrifices its people. Based on this, the film can be relevant evidence for criticizing a policy through signs.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save