Home
Login.
Artikelilmiahs
33315
Update
OCHTO ILHAMDI SUJAGAD
NIM
Judul Artikel
Analisis Makna Semiotika Dalam Lirik Lagu Jalang Karya Efek Rumah Kaca
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas tentang bagaimana grup musik Efek Rumah Kaca menghasilkan karya yakni lagu yang menceritakan tentang perilaku represif dari pemerintah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penggambaran represifitas pemerintah Indonesia dalam lirik lagu Jalang karya grup musik indie Efek Rumah Kaca. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model penelitian semiotik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis teks dan studi kepustakaan. Untuk teknik pemilihan teks yang digunakan adalah lirik lagu Jalang karya Efek Rumah Kaca. Pengembangan validitas data yang digunakan adalah teknik Sembilan formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran pemerintah Indonesia yang represif sudah terlihat dengan jelas setelah ditelaah melalu tahapan signifikasi secara denotatif, konotatif, hingga mitos. Lirik lagu di baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat menggambarkan mulai dari pelarangan berpendapat hingga melarang adanya protes. Hukuman yang menanti pun lumayan berat dengan beberapa Undang-Undang yang dianggap terlalu memihak kepada pemerintah. Pelarangan terjadi dari melarang bernyanyi hingga menari. Kemudian sesuai dengan judul lagu Jalang, pemerintah adalah sosok paling suci dan punya misi yang berbeda dengan masyarakat awam. Jalang adalah kata yang disematkan kepada masyarakat awam yang berani melawan atau sekadar mengkritik pemerintah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Penelitian ini membahas tentang bagaimana grup musik Efek Rumah Kaca menghasilkan karya yakni lagu yang menceritakan tentang perilaku represif dari pemerintah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penggambaran represifitas pemerintah Indonesia dalam lirik lagu Jalang karya grup musik indie Efek Rumah Kaca. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model penelitian semiotik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis teks dan studi kepustakaan. Untuk teknik pemilihan teks yang digunakan adalah lirik lagu Jalang karya Efek Rumah Kaca. Pengembangan validitas data yang digunakan adalah teknik Sembilan formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran pemerintah Indonesia yang represif sudah terlihat dengan jelas setelah ditelaah melalu tahapan signifikasi secara denotatif, konotatif, hingga mitos. Lirik lagu di baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat menggambarkan mulai dari pelarangan berpendapat hingga melarang adanya protes. Hukuman yang menanti pun lumayan berat dengan beberapa Undang-Undang yang dianggap terlalu memihak kepada pemerintah. Pelarangan terjadi dari melarang bernyanyi hingga menari. Kemudian sesuai dengan judul lagu Jalang, pemerintah adalah sosok paling suci dan punya misi yang berbeda dengan masyarakat awam. Jalang adalah kata yang disematkan kepada masyarakat awam yang berani melawan atau sekadar mengkritik pemerintah. Abstract This study discusses how the musical group Efek Rumah Kaca produces works, namely songs that tell about the repressive behavior of the Indonesian government. The purpose of this study is to find out the depiction of the Indonesian government's repression in the lyrics of the song Jalang by the indie music group Efek Rumah Kaca. The method used is a qualitative method with a semiotic research model. Data collection techniques used are text analysis and literature study. The text selection technique used is the lyrics of the song Jalang by Efek Rumah Kaca. The development of the validity of the data used is the nine formula technique. The results of the study show that the depiction of the repressive Indonesian government has been clearly seen after being examined through the stages of denotative, connotative, and mythical significance. The lyrics of the song in the first, second, third, and fourth lines describe everything from the prohibition of opinion to the prohibition of protest. The punishment that awaits is also quite severe with several laws that are considered too pro-government. Prohibition occurs from prohibiting singing to dancing. Then according to the title of the song Jalang, the government is the most sacred figure and has a different mission from ordinary people. Jalang is a word that is pinned to ordinary people who dare to fight or just criticize the government.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save