Artikel Ilmiah : A1D016119 a.n. FAJAR ILHAM HENDRAWAN
| NIM | A1D016119 |
|---|---|
| Namamhs | FAJAR ILHAM HENDRAWAN |
| Judul Artikel | PERTUMBUHAN KALUS ANTERA JERUK KEPROK CHOKUN (Citrus reticulata) DENGAN PENAMBAHAN KINETIN, BENZYL AMINO PURIN DAN 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid PADA MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemuliaan tanaman modern melalui kultur jaringan diharapkan dapat membantu perbaikan kualitas tanaman jeruk karena tergolong tanaman tahunan dengan masa vegetatif yang panjang mencapai 3-10 tahun tergantung jenis. Penggunaan antera sebagai eksplan kultur memungkinkan diperolehnya kalus embriogenik yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru yang bersifat haploid. Kultur antera mengandalkan proses androgenesis untuk memicu mikrospora yang dalam keadaan normal berkembang menjadi sel-sel gamet, dan memaksanya untuk berkembang menjadi tanaman utuh. Melalui kultur antera, kombinasi gen yang mungkin sulit untuk bersegregasi pada pemuliaan tanaman biasa dapat difiksasi dengan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui respon eksplan antera jeruk terhadap pemberian 2,4-D untuk merangsang pembentukan kalus, 2) mengetahui pengaruh pemberian 2,4-D, Benzyl Amino Purine dan kinetin untuk memicu perkembangan tunas pada kalus antera jeruk, dan 3) menentukan pengaruh pemberian konsentrasi ZPT yang terbaik terhadap kultur antera jeruk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Desember 2020 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, yaitu inisiasi kalus dan regenerasi kalus. Inisiasi kalus dilakukan pada eksplan antera jeruk dengan penambahan 1 mg/L 2,4-D pada media kultur. Tahap inisiasi kalus terdiri atas 80 botol kultur yang berisi 5-8 antera jeruk. Tahap regenerasi kalus dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Petak utama yaitu jenis ZPT yang digunakan berupa 2,4-D, BAP dan Kinetin. Anak petak yaitu konsentrasi dari setiap ZPT. Konsentrasi 2,4-D yang digunakan yaitu 1 mg/L, 2 mg/L, dan 3 mg/L, konsentrasi BAP yang digunakan yaitu 2,5 mg/L, 5 mg/L, dan 7,5 mg/L, serta konsentrasi Kinetin yang digunakan yaitu 2,5 mg/L, 5 mg/L, dan 7,5 mg/L. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit terdiri atas 2 botol kultur, sehingga terdapat 54 botol kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiasi kalus menggunakan 1 mg/L ZPT jenis 2,4-D efektif membentuk kalus pada eksplan sebesar 58% dengan waktu inisiasi kalus pada 12 hari setelah tanam. Pemberian 2,4-D, BAP dan kinetin pada kalus jeruk belum mampu memicu pertumbuhan tunas namun mampu menambah ukuran kalus. Perlakuan BAP dengan konsentrasi 2,5 mg/L dan 7,5 mg/L lebih berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan kalus pasca subkultur. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Modern plant breeding through tissue culture is expected to help improve the quality of citrus plants because they are classified as annual plants with a long vegetative period of 3 to 10 years depending on the species. The use of anthers as culture explants allowed embryogenic callus to be able to grow into new haploid plants. Anther culture relied on the androgenic process to stimulate microspores in developing to new plants which normally grew into gametophyte cells. By conducting anther culture treatment, gene combination that might be difficult to segregate in conventional plant breeding could be fixed more quickly. This study aimed to 1) to observe the response of citrus anther explants to 2,4-D on callus formation, 2) to determine the effect of 2,4-D, Benzyl Amino Purine and kinetin in stimulating shoot growth on callus of citrus anthers, and 3) to determine the best treatment on citrus anther culture. This research was conducted from June to December 2020 at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research consisted od 2 stages, namely callus initiation and callus regeneration. Callus initiation was carried out on citrus anther explants by adding 1 mg/L 2,4-D to the culture medium. The callus initiation stage consisted of 80 culture bottles containing 5-8 citrus anthers. The callus regeneration stage was carried out using a splitplot design with the basic design of a complete randomized blok design. The main plot is the type of plant growth substances used in the form of 2,4-D, BAP, and kinetin. Subplot is the concentration of each plant growth substances. The concentration of 2,4-D used were 1 mg/L, 2 mg/L, and 3 mg/L. The concentration of BAP used were 2,5 mg/L, 5 mg/L, and 7,5 mg/L. The concentration of kinetin used were 2,5 mg/L, 5 mg/L, and 7,5 mg/L. Each treatment was repeated 3 times and each unit consisted of 2 culture bottles, se there were 54 culture bottles. The results showed callus initiation using 2,4-D 1 mg/L was effective in callus forming on explants by 58% with callus initiation time at 12 days after culture. The addition of 2,4-D, BAP and kinetin to citrus callus had not been able to stimulate shoot growth but was able to increase the callus measurement. The treatment of BAP with 2,5 mg/L and 7,5 mg/L were more effective in increasing callus growth after subculture. |
| Kata kunci | Kultur Antera, Media MS, 2,4-D, BAP, dan kinetin |
| Pembimbing 1 | Prita Sari Dewi, S.P., M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Ir. Darini Sri Utami, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2021-08-19 06:10:52.480271 |