Home
Login.
Artikelilmiahs
31692
Update
SINTIA MARGANI
NIM
Judul Artikel
POTRET SI FAHMI: SISWA KAYA YANG GAGAL BERPRESTASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menceritakan tentang latar kehidupan sosok Fahmi (nama samaran) yang merupakan siswa dari keluarga kelas atas yang gagal mengukir prestasi di sekolah. Sebagai salah satu siswa dari kelas atas, Fahmi sebetulnya memiliki modal ekonomi, sosial, budaya dan simbolik yang dapat menunjang prestasi akademiknya. Namun kenyataannya, Fahmi justru gagal berprestasi di sekolah. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil belajar Fahmi yang tidak cukup baik, sehingga Fahmi berada di peringkat dua terbawah di kelasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif life history dan dilakukan di SMA Negeri 1 Cilacap. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa dari keluarga kelas atas yang gagal berprestasi dan dipilih berdasarkan rekomendasi guru BK kelas XII. Teknik penentuan informannya yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan hasil wawancara dijadikan sebagai sumber data primer. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan berbagai modal seperti modal ekonomi (berasal dari kelas atas), budaya (memiliki banyak pengalaman sosial), sosial (jaringan pertemanan yang luas) dan simbolik (memiliki banyak fasilitas belajar) tidak membuat Fahmi berprestasi di sekolah. Fahmi justru gagal berprestasi karena memiliki habitus seperti malas belajar, gemar menyontek, senang bermain serta memiliki kebiasaan membolos. Habitus Fahmi terbentuk karena kurangnya perhatian orang tua terhadap kegiatan belajar Fahmi. Selain itu, habitus yang dimiliki Fahmi terbentuk karena pengaruh lingkungan teman dan sekolah. Pada akhirnya, lingkungan keluarga, sekolah dan pertemanan pembentuk habitus Fahmi dapat dikategorikan sebagai faktor eksternal dan faktor internalnya berupa rendahnya motivasi belajar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research tells about the background of the figure of Fahmi (a pseudonym) who is a student from an upper class family who failed to make achievements in school. As a student from the upper class, Fahmi actually has economic, social, cultural and symbolic capital that can support his learning achievements. But in reality, Fahmi failed to do well in school. This is evidenced by Fahmi’s learning outcomes that are not good enough, so that Fahmi is in the second lowest rank in his class. This study used a qualitative method of life history and was conducted at SMA Negeri 1 Cilacap. The target in this study were students from upper class families who failed to perform and were selected based on the recommendations of the XII grade counseling teacher. The technique of determining the informants is using purposive sampling techniques. The data collection method is done through interviews and interviews results are used as the primary data sources. The data analysis method used is the interactive analysis method of Miles and Huberman. The result showed that the ownership of various capitals such as economic capital (derived from the upper class), culture (having a lot of social experiences), social (extensive network of friends) and symbolic (having many learning facilities) did not make Fahmi excel in school. Fahmi actually failed to excel because he had habits such as procrastinating, cheating, playing most of the time and skipping class. Fahmi’s habitus was formed due to the lack of parental attention towards Fahmi’s learning activities. In addition, Fahmi’s habitus was formed due to the influence of his friends and school environmens. In the end, the family, environment, school and friendship environment that forms Fahmi’s habitus can be categorized as external factors and internal factors in the form of low learning motivation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save