Artikel Ilmiah : G1A016049 a.n. MUHAMMAD IQBAL FIRDAUS

Kembali Update Delete

NIMG1A016049
NamamhsMUHAMMAD IQBAL FIRDAUS
Judul ArtikelFaktor Risiko Pterygium pada Kelompok Tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pterygium adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskuler pada konjungtiva bulbi yang bersifat multifaktorial. Petani merupakan profesi yang rentan mengalami pterygium karena banyak melakukan aktivitas di luar ruangan dan terpapar faktor risiko yang menyebabkan pterygium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko pterygium pada kelompok tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian ini adalah 69 petani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Banyumas yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan Rasio Prevalensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi pterygium pada kelompok tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Banyumas adalah 15,9%. Hasil analisis rasio prevalensi menunjukkan nilai rasio prevalensi dari faktor keturunan (RP = 1,200 dan CI = 1,077 – 1,337), usia (RP = 1,196 dan CI = 1,076 – 1,330), jenis kelamin (RP = 0,865 dan CI = 0,722 – 1,037), lama masa kerja (RP = 1,212 CI = 1,081 – 1,357), durasi kerja (RP = 0,884 dan CI = 0,665 – 1,175), penggunaan alat pelindung diri (RP = 1,016 dan CI = 0,814 – 1,268). Penelitian ini menunjukkan bahwa keturunan, usia, dan lama masa kerja merupakan faktor risiko pterygium pada kelompok tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Banyumas. Jenis kelamin, durasi kerja, dan penggunaan alat pelindung diri bukan merupakan faktor risiko pterygium pada kelompok tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)Pterygium is a multifactorial fibrovascular growth of the bulbi conjunctiva. Farmers are a profession that is prone to pterygium because they do a lot of outdoor activities and are exposed to the risk factors that cause pterygium. This study aims to determine the prevalence and risk factors for pterygium in farmer groups in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. This research is an analytic observational study using a cross-sectional study approach. The sample of this research was 69 farmers in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas who were selected by consecutive sampling method. Data collection by interview using a questionnaire. Data analysis using prevalence ratio. The results of this study indicate that the prevalence of pterygium in farmer groups in Petir Village, Kalibagor Banyumas District is 15.9%. The results of the prevalence ratio analysis showed the prevalence ratio values of heredity (RP = 1,200 and CI = 1,077 - 1,337), age (RP = 1,196 and CI = 1,076 - 1,330), sex (RP = 0.865 and CI = 0.722 - 1.037), length of working period (RP = 1,212 CI = 1,081 - 1,357), duration of work (RP = 0.884 and CI = 0.665 - 1.175), use of personal protective equipment (RP = 1.016 and CI = 0.814 - 1.268). This study show that heredity, age, and length of work were risk factors for pterygium in farmer groups in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas. Gender, work duration, and use of personal protective equipment are not risk factors for farmer groups in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas.
Kata kuncipterygium, petani, lama masa kerja
Pembimbing 1Dr. dr. Muhamad Rifqy Setyanto, Sp.M(K)
Pembimbing 2Dr. dr. Nendyah Roestijawati, M.KK
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2021-02-19 12:56:19.769049
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.