Home
Login.
Artikelilmiahs
28937
Update
MOHAMAD BINNA PRASETYO
NIM
Judul Artikel
ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata BLEEKER, 1852) DI WADUK SEMPOR KEBUMEN JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu ancaman utama terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan adalah introduksi spesies. Introduksi spesies baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja dapat menyebabkan kerugian ekologi yang cukup besar. Adanya ikan introduksi pada suatu eksosistem air tawar dapat berdampak pada struktur komunitas ikan karena ikan introduksi tersebut memiliki peluang untuk dapat menjadi dominan. Ikan Betutu diintroduksi karena sebagai ikan konsumsi yang memiliki kandungan protein dan ekonomi yang tinggi. Dampak tersebut perlu adanya upaya manajemen populasi dengan menggunakan data aspek biologi reproduksi sebagai acuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang aspek biologi reproduksi dan hubungan panjang berat ikan betutu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel secara Purposive random sampling, dengan pengambilan sampel ikan sebanyak 4x selama 4 bulan. Sampel diambil dengan menggunakan jaring insang (Gillnet) ukuran 60x1,5m2 dengan ukuran mata jaring 0,5, 1, 2, 3 inci. Variabel yang diamati analisis rasio kelamin, hubungan panjang dan berat ikan, TKG, IKG, IHS, dan fekunditas. Paramater diukur meliputi panjang tubuh ikan, berat ikan, berat hepar, berat gonad, berat sebagian gonad, jumlah telur, jumlah sebagian telur, parameter fisika-kimiawi perairan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan Betutu yang tertangkap di waduk Sempor memiliki proporsi jantan dan betina 1:1,6 dengan kematangan gonad dari TKG I sampai dengan TKG IV, serta memiliki fekunditas dengan kisaran 1.225-32.860 butir. Secara keseluruhan nilai IHS dan nilai IKG ikan betina lebih besar dibandingan dengan ikan jantan. Panjang dan berat tubuh ikan betutu memiliki hubungan yang erat dengan fekunditas dan indeks kematangan gonad, sedangkan tidak ada hubungannya antara panjang dan berat tubuh ikan terhadap tingkat kematangan gonad dan indeks hepatosomatik. Berdasarkan aspek reproduksi ikan betutu di waduk Sempor berpotensi memiliki populasi yang stabil sehingga perlu pengelolaan dengan penangkapan ikan betutu secara rutin pada ukuran konsumsi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
One of the main threats to biodiversity and aquatic ecosystems is species introduction. Introducing species, whether intentionally or unintentionally, can cause considerable ecological losses. The introduction of fish in a freshwater ecosystem can have an impact on the structure of the fish community because the introduced fish have the opportunity to become dominant. Betutu fish are introduced as consumption fish which have high economic and protein content. With this impact, it is necessary to have population management efforts using data on aspects of reproductive biology as a reference. This study aims to find out about aspects of reproductive biology and about the long-term relationship of betutu fish. The method used in this study is a survey method. Purposive random sampling, with 4x fish sampling for 4 months. Samples were taken using gill nets (Gillnet) of size 60x1.5m2 with mesh sizes of 0.5, 1, 2, 3 inches. Variables that will be observed are analysis of sex ratio, length and weight relationship of fish, GML, GMI, HSI and fecundity. Parameters to be measured include fish body length, fish weight, liver weight, gonad weight, gonad partial weight, number of eggs, number of eggs, physics-chemical parameters of the waters. Data were analyzed descriptively. The results showed that marble goby caught in the Sempor reservoir had a male and female proportion of 1: 1.6 with gonad maturity from TKG I to TKG IV, and had fecundity in the range of 1,225-32,860 eggs. Overall, the IHS and IKG values of female fish are greater than those of male fish. Betutu fish length and body weight have a close relationship with gonad fecundity and maturity index, whereas there is no relationship between fish body length and weight to gonad maturity level and hepatosomatic index. Based on the aspect of reproduction of marble goby in the Sempor reservoir, it has the potential to have a stable population, so it needs to be managed by regular capture of betutu on the size of consumption.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save