Artikelilmiahs
Menampilkan 25.101-25.120 dari 50.307 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25101 | 28749 | A1C016009 | PENGEMBANGAN DESAIN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PRODUK MAKANAN KHAS DAERAH GETUK GORENG BERDASARKAN TREND DI TWITTER DENGAN METODE KANSEI ENGINEERING | Penerapan inovasi untuk mengembangkan kemasan getuk goreng sebagai produk makanan khas daerah perlu dilakukan. Inovasi ini berdasarkan pada permintaan dari pembeli dengan harapan besar dapat memenangkan persaingan dengan usaha lain, meningkatkan penjualan dan laba. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kansei words desain kemasan ramah lingkungan produk getuk goreng, mengetahui elemen (atribut) desain kemasan getuk goreng yang mempengaruhi kansei konsumen, serta merancang pengembangan desain kemasan getuk goreng berdasarkan kansei konsumen. Variabel yang diamati adalah variabel independent (atribut kemasan) dan variabel dependent (keseluruhan respon dari sekian atribut kemasan). Dalam penelitian ini trend Twiter sebagai dasar penentuan kansei words dan survei kemasan sejenis dilakukan guna menentukan elemen (atribut) desain kemasan. Metode Kansei Engineering digunakan dalam menterjemahkan kebutuhan emosional (kesan, perasaan, dan permintaan) konsumen getuk goreng ke dalam parameter desain yang konkrit. Analisis data lanjutan dilakukan dengan PCA (Principal Component Analysis), Factor Analysis (FA), dan PLS (Partial Least Square) guna sebagai dasar matematis penentuan rancangan pengembangan desain kemasan ramah lingkungan getuk goreng. Hasil penelitian ini didapat sejumlah 30 kata kansei konsumen, 7 atribut/elemen desain, dan sejumlah rancangan desain kemasan ramah lingkungan yang mungkin untuk produk makanan khas daerah getuk goreng. | The application of innovation was needed for developing getuk goreng packaging as traditional food. This nnovation based on the demand of customers was decent to applied with their biggest prospect can make the winner competision of others industry, increase selling product and profit. The objective of our reseach are identification the kansei words about environmentally friendy packaging design of getuk goreng products, to find out the elements/attributes of packaging design for getuk goreng that can influence customer’s kansei, and then make a plan the development packaging design for getuk goreng based on the customer’s kansei. The observed variables were the independent’s variables (attributes of packaging) and dependent’s variable (over all of attributes responses). The Twitter’s trend was become basis to determining the kansei words inside of this reseach and we do survey about same packaging was become basis determining the elements (attributes) of packaging design. The Kansei Engineering method was used to interpretation the emotional getuk goreng’s consumer needs (imperession, feeling, and demand) become the real/konkrit design parameters.The intermedietly analysis this reseach we use PCA (Principal Component Analysis), Factor Analysis(FA), and PLS (Partial Least Square)and then we use the result become mathematics base on determine the development environmentally friendly packaging for getuk goreng. The result of this reseach show we get 30 kansei words, 7 elements/attributes packaging design, and some of plan of environmentally friendly packaging design that possible to applied. | |
| 25102 | 28033 | F1F016061 | Kepentingan Jepang dalam ASEAN-SEAFDEC Strategic Partnership (ASSP) tahun 2010-2019 | Peneltian yang berjudul “Kepentingan Jepang Dalam ASEAN-SEAFDEC Strategic Partnership (ASSP) Tahun 2010-2019” dianalisis menggunakan konsep kepentingan nasional. Fokus dalam penelitian ini yaitu menganalisis bagaimana kepentingan Jepang dalam ASSP. Dengan menggunakan konsep pemikiran Martha Finnemore dengan dua aspek yaitu nilai dan tujuan. Asia Tenggara merupakan kawasan dengan tingkat produksi perikanan yang tinggi, yang mana setiap tahunnya rata-rata menghasilkan 17% dari total tangkapan ikan global. Ditahun 1967 didirikan SEAFDEC, dengan tujuan untuk membantu pengembangan perikanan di Asia Tenggara, dengan Jepang menjadi salah satu negara pendiri. Jepang sebagai negara dengan tingkat kebutuhan ikan tertinggi di dunia, untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya Jepang harus melakukan kerjasama yang salah satunya melalui ASSP. Dalam mencapai kepentingan nasionalnya pendekatan yang dilakukan Jepang bukan hanya pendekatan ekonomi, akan tetapi terdapat nilai yang dimiliki oleh Jepang untuk mencapai tujuannya. Nilai yang dimiliki oleh Jepang yaitu perikanan berkelanjutan (sustainable development), sementara tujuan Jepang dalam ASSP yaitu keamanan pangan (food security). | The study entitled "Japanese Interests in the ASEAN-SEAFDEC Strategic Partnership (ASSP) Year 2010-2019" was analyzed using the concept of national interest. The focus in this research is to analyze how Japanese interests in ASSP. By using the concept of Martha Finnemore's thinking with two aspects, namely values and goals. Southeast Asia is a region with a high level of fisheries production, which annually produces an average of 17% of the total global fish catch. In 1967, SEAFDEC was founded, with the aim of assisting the development of fisheries in Southeast Asia, with Japan being one of the founding countries. Japan as a country with the highest level of fish demand in the world, to meet its domestic needs, Japan must cooperate with one of them through ASSP. In achieving its national interest the approach taken by Japan is not only an economic approach, but there is value that is owned by Japan to achieve its goals. The value possessed by Japan is sustainable development, while Japan's goal in ASSP is food security. | |
| 25103 | 28849 | L1C016055 | Stabilitas Massa Air Dan Percampuran Vertikal Di Perairan Selat Sunda Pada Bulan April Tahun 2014 | Selat Sunda menghubungkan perairan dangkal di utara dengan perairan dalam di selatan. Massa air bergerak dari Laut Jawa menuju ke Samudera Hindia. Pola stratifikasi akan mempengaruhi kestabilan vertikal dan menghasilkan pencampuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik massa air, kestabilan massa air, dan nilai pencampuran vertikal di perairan Selat Sunda. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari cruise JUVO 2014 menggunakan CTD SBE 911 Plus. Analisis deskriptif digunakan untuk melihat karakteristik massa air, sedangkan analisis kuantitatif untuk menentukan nilai Brunt Vaisala, Thorpe displacement, dan skala Thorpe dalam massa air. Massa air Selat Sunda secara vertikal dibagi menjadi tiga lapisan, yaitu lapisan campuran, termoklin, dan lapisan dalam dengan rentang kedalaman berbeda di setiap stasiunnya. Massa air yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu PTW, MSW, STW, OSW, SCSW, SICW dan AAIW. Nilai kestabilan massa air terendah berada di lapisan dalam dengan nilai frekuensi Brunt Vaisala sebesar 0.014 x 10-3 s-2, sedangkan nilai tertinggi di lapisan termoklin sebesar 0.394 x 10-3 s-2. Kestabilan massa air ditentukan oleh gradien temperatur dan salinitas yang mempengaruhi gradien densitas. Nilai percampuran vertikal massa air berdasarkan estimasi skala Thorpe menunjukkan nilai yang paling tinggi di lapisan tercampur sebesar 5.43 m, sementara lapisan termoklin sebesar 2.47 m, dan lapisan dalam sebesar 1.95 m. Perbedaan topografi dasar perairan dapat mempengaruhi percampuran vertikal di perairan Selat Sunda. | The Sunda Strait is connecting the shallow watersin the north to deep waters in the south. The water mass is moving from Java Sea towards the Indian Ocean. The stratification pattern of its will affect the vertikal stability and resulting in mixing. This research aimed to determine the characteristics of water mass, water mass stability, and value of vertical mixing in the Sunda Strait. The data used was a secondary data taken from JUVO 2014 cruise using CTD SBE 911 Plus. Descriptive analysis was used to see the characteristics of water mass, while quantitative analysis was used to determine the value of Brunt Vaisala, Thorpe displacement, and the Thorpe scale in water mass. The water mass of Sunda Strait was divided vertically into three layers, namely mixed layer, thermocline, and deep layer with different depth at each stations. The water mass found at the study sites was PTW, MSW, STW, OSW, SCSW, SICW and AAIW. The lowest water mass stability value was in the deep layer with the Brunt Vaisala frequency value of 0.014 x 10-3 s-2, while the highest value in the thermocline layer was 0.394 x 10-3 s-2. Water mass stability was determined from gradient of density which affected by temperature and salinity. The value of vertical mass mixing based on the Thorpe scale estimate showed the highest value in the mixed layer was 5.43 m, while the thermocline layer was 2.47 m, and the deep layer was 1.95 m. The difference topography of the waters can affect vertical mixing in the waters of the Sunda Strait. | |
| 25104 | 28919 | K1C016009 | EKSPLORASI SUMBER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA BOJONG KECAMATAN KAWUNGANTEN KABUPATEN CILACAP | Desa Bojong merupakan salah satu daerah yang mengalami kesulitan air. Untuk meminimalisir kesulitan air tersebut, maka dilakukan penelitian eksplorasi sumber air tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur batuan di bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas batuan, mengetahui potensi akuifer berdasarkan kedalaman dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger, dan mengetahui pola aliran air tanah berdasarkan korelasi antar titik pengukuran. Hasil interpretasi menunjukkan struktur batuan bawah permukaan terdiri dari 4 lapisan, yaitu pasir bersisipan dengan lumpur dan kerakal (top soil) dengan nilai resistivitas 6,81-16,83 ohm.m, pasir bersisipan dengan napal sebagai akuifer permeabilitas sedang dengan nilai resistivitas 2,58-19,28 ohm.m, batunapal (marl) sebagai lapisan impermeable dengan nilai resistivitas 1,89-2,30 ohm.m, dan pasir sebagai lapisan akuifer permeabilitas baik dengan nilai resistivitas 27,78-83,12 ohm.m. Potensi akuifer pada daerah penelitian berupa akuifer bebas pasir bersisipan napal dan pasir. Pola aliran air tanah bergerak dari arah selatan ke utara menuju titik Sch-3. | Bojong village is one of the areas experienced water shortages. To minimize the water shortage, an exploration study of ground water sources was conducted. This study aims to determine the structure of subsurface rocks based on rock resistivity values, determine the potential of aquifers based on depth using the geoelectric method with Schlumberger configuration, and determine groundwater flow patterns based on correlations between measurement points. Research procedure starts from the preparation stage, acquisition, processing, and interpretation. The results of the interpretation show the subsurface rock structure consists of 4 layers, namely sand inserted with mud and gravel (Top Soil) with a resistivity value of 6.81-16.83 ohm.m, sand with marl as an aquifer with medium permeability resistivity value of 2.58- 19.28 ohm.m, marl as an impermeable layer with a resistivity value of 1.89-2.30 ohm.m, and sand as a good permeability aquifer layer with a resistivity value of 27.78-83.12 ohm.m. Potential aquifers (groundwater) in the study area in the form of unconfined aquifer with a layer of sand with marl and sand. Aquifer flow patterns move from south to north to point Sch-3. | |
| 25105 | 28965 | A1F016034 | KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG KENTANG TERMODIFIKASI BIOLOGI DAN FISIK | ABSTRAK Kentang (Solanum tubersum L.) merupakan pangan sumber karbohidrat yang mengandung vitamin C, mineral, dan serat yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisikokimia tepung kentang termodifikasi secara biologi, dan mengkaji karakteristik fisikokimia tepung kentang termodifikasi secara fisik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor, yaitu variasi waktu fermentasi (12, 24, dan 36 jam) dan variasi siklus pemanasan-pendinginan (1x, 2x, dan 3x). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu fermentasi meningkatkan kadar air, kadar amilosa, dan kekerasan tepung kentang termodifikasi adalah 6,27%; 11,46%; 37,96%; variasi jumlah siklus pemanasan-pendinginan meningkatkan kadar amilosa, dan kekerasan tepung kentang termodifikasi pada waktu fermentasi 12 jam ke 36 jam masing-masing 10,90%; 38,38%; serta penurunan nyata pada kadar air sebesar 19,96%. | ABSTRACT Potatoes (Solanum tubersum L.) is one of the potential carbohydrate sources, contain high vitamins C, mineral,s and fiber. The objectives of this research are to examine the physical characteristics of biologically modified potato flour and examine the physiological characteristics of physically modified potato flour. Design of experiment used Completely Randomized Block Design using 2 factors, fermentation times (12, 24, and 36 hours) and heating-cooling cycles (1, 2, and 3 times). The results showed that fermentation’s time from 12 hours to 36 hours increases levels of water content, amilose, and hardness respectively ,6,27%;11,46%; and 37,96%; the heating-cooling cycle from 1 to 3 times increases levels of amilose and hardness respectively, 10,90; and 38,38. Water content descrease to 19,96%. Keywords: potato flour, fermentation, heating-cooling treatment, functional properties, amilose. | |
| 25106 | 28108 | L1B015054 | Produktivitas Suara Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Padat Tebar Berbeda dengan Pendekatan Bioakustik | Penelitian ini berjudul “Produktivitas Suara Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Padat Tebar Berbeda dengan Pendekatan Bioakustik”. Ikan Nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Pertumbuhan Ikan Nila sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kepadatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas suara Ikan Nila terhadap padat tebar yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode observasi skala laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menghasilkan dua jenis suara, yaitu Chewing sounds (bunyi broad-frequency-band stridulatory), dan Click. Produktivitas suara Ikan Nila lebih banyak dihasilkan pada kelompok ketiga total 392 suara dengan rata-rata 6,5 suara dan paling sedikit mengeluarkan suara pada kelompok pertama dengan total 96 suara serta rata-rata 4,8 suara. Produktivitas Ikan Nila menunjukkan adanya kesesuaian jumlah suara dengan jumlah ikan yang digunakan yaitu semakin banyak ikan yang berada dalam akuarium semakin banyak pula suara yang dikeluarkan. Ikan umumnya menggunakan suara ketika memperebutkan wilayah, mencari makan, dan wilayah memijah. | Penelitian ini berjudul “Produktivitas Suara Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Padat Tebar Berbeda dengan Pendekatan Bioakustik”. Ikan Nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Pertumbuhan Ikan Nila sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kepadatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas suara Ikan Nila terhadap padat tebar yang berbeda.. Metode yang digunakan adalah metode observasi skala laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menghasilkan dua jenis suara, yaitu Chewing sounds (bunyi broad-frequency-band stridulatory), dan Click. Produktivitas suara Ikan Nila lebih banyak dihasilkan pada kelompok ketiga total 392 suara dengan rata-rata 6,5 suara dan paling sedikit mengeluarkan suara pada kelompok pertama dengan total 96 suara serta rata-rata 4,8 suara. Produktivitas Ikan Nila menunjukkan adanya kesesuaian jumlah suara dengan jumlah ikan yang digunakan yaitu semakin banyak ikan yang berada dalam akuarium semakin banyak pula suara yang dikeluarkan. Ikan umumnya menggunakan suara ketika memperebutkan wilayah, mencari makan, dan wilayah memijah. This study is entitled "Sound Productivity of Tilapia (Oreochromis niloticus) on Spread Solids Different from the Bioacoustic Approach". Tilapia is an important commodity of freshwater aquaculture in Indonesia. The growth of tilapia is strongly influenced by several factors, one of which is density. The purpose of this study was to determine the productivity of Tilapia sound to different stocking densities. The method used was a laboratory scale observation method. The results of this study indicate Tilapia (Oreochromis niloticus) produces two types of sounds, namely Chewing sounds (broad-frequency-band stridulatory sounds), and Clicks. Tilapia fish productivity is mostly produced in the third group with a total of 392 votes with an average of 6.5 votes and at least issued a vote in the first group with a total of 96 votes and an average of 4.8 votes. Tilapia productivity shows that there is a match between the number of sounds with the number of fish used, the more fish in the aquarium, the more noise is released. Fish generally use sound when fighting over territory, looking for food, and spawning areas. | |
| 25107 | 28045 | C1B015116 | PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2017) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage (DER), likuiditas (CR), profitabilitas (ROE), pertumbuhan perusahaan (sales growth), ukuran perusahaan (Ln Total Asset), dan kebijakan dividen (DPR) terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017. Populasi dalam sampel ini adalah sebanyak 174 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 perusahaan. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), likuiditas (CR) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV), profitabilitas (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), pertumbuhan perusahaan (sales growth) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan (PBV), ukuran perusahaan (Ln Total Asset) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), dan kebijakan dividen (DPR) tidak perbengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV). | This study aims to analyze the leverage (DER), liquidity (CR), profitability (ROE), firm growth (sales growth), firm size (Ln Total Asset), and dividend policy (DPR) on firm value (PBV) at manufacturing company listed on the Indonesia Stock Exchange for the period of 2014 – 2017. The population in this study was 177 companies. The sample used in this study were 10 companies. Sample were taken by purposive sampling method. Data in this study were analyzed with multiple linear regression. The result showed that leverage (DER) has negative and significant on firm value (PBV), liquidity has no effect on firm value (PBV, profitability (ROE) has positive and significant effect on firm value (PBV), firm growth (sales growth) has positive and significant effect on firm value (PBV), firm size (Ln of total asset) has positive and significant effect on firm value (PBV), and and dividend policy (DPR) has no effect on firm value (PBV). | |
| 25108 | 28044 | C1I015035 | THE EFFECT OF INTERNAL CONTROL EFFECTIVENESS, COMPENSATION SYSTEM, INFORMATION ASYMMETRY ON ACCOUNTING FRAUD TENDENCY ( CASE STUDY OF OPD IN BANYUMAS REGENCY) | Tata pemerintahan yang baik adalah prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk memenuhi aspirasi rakyat dan mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara. Prinsip dasar dalam penerapan tata kelola yang baik adalah akuntabilitas. Untuk mewujudkan Tata Pemerintahan yang baik diperlukan Organisasi Daerah (OPD) yang berkualitas dan kompeten di bidangnya. OPD adalah lembaga pemerintah daerah yang menerima dan menggunakan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi utamanya. Laporan keuangan pemerintah adalah representasi dari posisi keuangan transaksi yang dilakukan oleh pemerintah. Kecurangan akuntansi adalah kejadian umum di sektor BUMN dan organisasi. Tindakan seperti itu akan merugikan pemangku kepentingan. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecurangan akuntansi meliputi efektivitas pengendalian internal, sistem kompensasi dan asimetri informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas pengendalian internal, sistem kompensasi, dan asimetri informasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (studi pada Organisasi Daerah di Kabupaten Banyumas). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada responden. Total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 48 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian membuktikan bahwa efektivitas pengendalian internal, berpengaruh negatif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, tetapi sistem kompensasi dan asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi di OPD Kabupaten Banyumas. Kata kunci: Pengendalian Internal, Sistem Kompensasi, Asimetri Informasi, Penipuan Akuntansi | Good governance is a prerequisite for every government to fulfill people's aspirations and achieve the goals and ideals of the nation and state. The basic principle in the implementation of good governance is accountability. To realize Good Governance required a Regional Organization (OPD) qualified and competent in their field. OPD is a local government agency that receives and uses the budget to carry out its main duties and functions. Government financial statements are a representation of the financial position of transactions conducted by the government. Accounting fraud is a common occurrence in both the SOE sector and the organization. Such actions would be detrimental to stakeholders. Factors that influence the occurrence of accounting fraud include internal control effectiveness, compensation system and information asymmetry. The study aims to determine the effect of internal control effectiveness, compensation system, and information asymmetry on accounting fraud tendency (study on Regional Organization in Banyumas Regency). The data used in this research is primary data, obtained by distributing questionnaires to the respondents. Total samples used for this study are 48 samples. The data was analyzed by using SmartPLS 3.0. The results prove that effectiveness of internal control, have negative effect on accounting fraud tendency, but compensation system and information asymmetry has no effect on accounting fraud tendency in OPD Banyumas Regency. Keywords: Internal Control, Compensation System, Information Asymmetry, Accounting Fraud | |
| 25109 | 28175 | E1A014136 | PEMBINAAN NARAPIDANA DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN KEMANDIRIAN DI RUMAH TAHANAN KELAS II B BATANG | Pembinaan pada dasarnya merupakan suatu aktivitas atas kegiatan yang dilakukan secara sadar, berencana, terarah dan teratur secara bertanggung jawab dalam rangka untuk mencapai tujuan. Dalam Pembinaan Narapidana mempunyai hal khusus dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembinaan terhadap Narapidana yang berhadapan dengan hukum di Rumah Tahanan Kelas IIB Batang dan yang menjadi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam rangka pembinaan terhadap Narapidana yang berhadapan dengan hukum oleh Rumah Tahanan Kelas IIB Batang. Metode pendekatan yang dipakai adalah pendekatan yuridis sosiologis yaitu pendekatan yang mengutamakan pada aturan hukum/yuridis yang dipadukan dengan menelaah fakta-fakta sosial yang terkait dengan penelitian. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif analisis Sumber data adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumenter dan metode analisis data menggunakan kualitatif Hasil penelitian yaitu pelaksanaan pembinaan Narapidana di Rumah Tahanan Kelas IIB Batang terdapat beberapa program pembinaan yang diberikan, yaitu pembinaan rohani, pembinaan pendidikan, pelayanan kesehatan, Faktor penghambat dari pembinaan tersebut sarana dan prasarana seperti kuantitas tenaga pembimbuing, mutasi Narapidana ke Rumah Tahanan yang lain, daya tampung , media belajar, tim pengajar, dana pembelian obat-obatan. | Guidance in essence is conscious, planned, directed and regular activities that were done in responsible manner in order to help convict children in accomplishing their goals. In convict have special things in their implementation. In Guiding Prisoners have special things in their implementation. The purpose of this research is to find out how the implementation of guidance for Prisoners who are dealing with the law in Batang IIB Class Detention Center and which is an inhibiting factor and efforts made in the framework of fostering Prisoners who are dealing with law by Class IIB House of prisoner Institution in Batang.. The method used in this research is the sociological juridical approach, which prioritizes the rule of law/ juridical and combines with studies of related social facts. This research is categorized as the analysis-descriptive type of research, which is research that focuses on the problems as they are when the research is done, but the results then processed and analyzed in order to be able to draw conclusions. There are two types of data that were used in this study, primary data, which were obtained during visits to research location, and secondary data, which were obtained from the studies of academic texts, reports and other relevant researches. Data were collected by interview, observation and documentary method, and qualitative data analysis. The result of the research towards implementation of convict guidance at Class IIB House of prisoner Institution in Batang is that the institution already provides several coaching programs, such as spiritual guidance, education guidance, and health services. Meanwhile, the inhibiting factors of the programs came from the lack of facilities and infrastructure such as the quantity of counselors, the institution’s capacity, learning media, faculty members, and medical funds. Furthermore, the transfers of convict to other correctional institution also found out to be another inhibiting factor of convict guidance programs at Class IIA House of Prisoner Institution in Batang. | |
| 25110 | 28850 | A1A016009 | POLA KONSUMSI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI KONSUMEN TEH HITAM DAN TEH HIJAU DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN | Masyarakat mengkonsumsi teh hitam dan teh hijau dengan ciri tertentu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Penilaian terhadap produk menggambarkan sikap konsumen terhadap produk tersebut dan sekaligus dapat mencerminkan preferensi konsumen dalam membelanjakan dan mengonsumsi suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis karakteristik konsumen teh hitam dan teh hijau, (2) Menganalisis pola konsumsi teh hitam dan teh hijau, (3) Menganalisis faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen teh hitam dan teh hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Purwokerto Selatan pada Kelurahan Berkoh dan Kelurahan Tanjung pada bulan Februari hingga Maret 2020. Metode Penelitian adalah metode survei, penentuan sampel menggunakan multistage random sampling. Jumlah sampel untuk masing-masing konsumen teh hitam dan teh hijau sebanyak 50 responden. Analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Faktor. Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Karakteristik konsumen teh hitam dan teh hijau sebagai berikut konsumen wanita dengan usia bervariasi suka mengkonsumsi teh hitam dan teh hijau. Konsumen yang sudah menikah membeli teh hitam dan teh hijau untuk dikonsumsi bersama dengan anggota keluarga. Konsumen sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai PNS dengan tingkat pendidikan S1 sehingga memiliki pendapatan > Rp 3.500.000. (2) Dilihat dari pola konsumsinya, pola konsumsi teh hitam dan teh hijau sebagai berikut konsumen mengkonsumsi teh hitam dan teh hijau 1 kali sehari pada waktu pagi hari saat makan untuk teh hitam dan saat kegiatan lainnya untuk teh hijau dengan jumlah konsumsi teh hitam dan teh hijau rata-rata 50gram/bulan untuk dikonsumsi bersama dengan anggota keluarga. Pembelian teh hitam dan teh hijau dilakukan 1 kali dalam sebulan di swalayan dengan jumlah pembelian teh hitam dan teh hijau rata-rata 50 gram/bulan. (3) Terdapat tiga komponen utama pembentuk preferensi pada teh hijau, yaitu : nilai intrinsik (personality) dari teh, faktor tampilan (identity) produk, dan image produk. Sedangkan terdapat dua komponen utama pembentuk preferensi teh hitam, yaitu : image produk, dan faktor tampilan (identity) produk. Kata kunci : Teh Hitam, Teh Hijau, Preferensi, Analisis Faktor | People consume black tea and green tea with certain characteristics in accordance with their wishes and needs. The rating of the product shows the attitude of the people towards a product as well. At the same time, it also reflects their preferences in spending and consuming a product. The aim of this research is: (1) to analyse the characteristics of black tea and green tea consumers, (2) to analyse green tea and black tea consumption patterns, (3) to analyse the factors that influence the preferences of black tea and green tea consumers. This research was held in Southern Purwokerto Sub-district, specifically in Berkoh and Tanjung started from February until March 2020. The method of the research is Survey method and the sample is taken by using multistage random sampling. The number of samples for each black tea and green tea consumers are 50 respondents. The analysis which is used is Descriptive Analysis and Factor Analysis. The results show that (1) Characteristics of black tea and green tea consumers are women in various range of age like to consume black tea and green tea. Additionally, married consumers buy black tea and green tea to be consumed together with their family. Most of the consumers are working as Civil Servant with a bachelor degree, so they have above Rp 3.500.000 as their income. (2) From the perspective of consumption patterns in average number of people, they consume black tea and green tea once a day in the morning breakfast for black tea and in other activities for green tea. The consumption number for black tea and green tea is an average of 50g/months to be consumed together with family members. The purchase of black tea and green tea is done once a month from supermarket with an average of 50g/months. (3) There are three main components that form preferences on green tea, those are: intrinsic value (personality) from the tea, appearance factor (identity) and the image of the product. On the other hand, main components that form preferences on black tea are two, those are: product image, and product appearance (identity). Keywords: Black Tea, Green Tea, Preference, Factor Analysis | |
| 25111 | 28040 | D1A016106 | VISKOSITAS DAN TOTAL PADATAN YOGURT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA | Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun stevia terhadap viskositas dan total padatan serta mengetahui persentase pengaruh ekstrak daun stevia terbaik terhadap viskositas dan total padatan. Materi yang digunakan adalah susu sapi sebanyak 10 liter, ekstrak daun stevia 750 ml. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu ekstrak daun stevia 0% sebagai kontrol (P0), pemberian 5% ekstrak daun stevia (P1), pemberian 10% ekstrak daun stevia (P2), pemberian 15% ekstrak daun stevia (P3). Variabel yang diukur adalah total padatan dan viskositas. Hasil analisis menunjukkan bahwa yogurt ekstrak daun stevia pada konsentrasi yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap total padatan, sedangkan viskositas yang berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Rataan total padatan yogurt ekstrak daun stevia yaitu 11,27%. Rata-rata viskositas yogurt ekstrak daun stevia yaitu 148,04 mPa.s dengan persamaan garis y = 0,0911x2+ 0,6502x + 135,2. Penambahan ekstrak daun stevia dapat meningkatkan viskositas, akan tetapi total padatan yogurt relatif sama. Penambahan ekstrak daun stevia sebesar 15% dapat meningkatkan viskositas yogurt. | The purpose of this study was to determine the effect of adding stevia leaf extract to the viscosity and total solids and to know the percentage of the effect of the best stevia leaf extract on the viscosity and total solids. The material used is 10 liters of cow's milk, 750 ml stevia leaf extract. The study was conducted by the experimental method using a completely randomized design (CRD). The treatments tested were 0% stevia leaf extract as a control (P0), 5% stevia leaf extract (P1), 10% stevia leaf extract (P2), 15% stevia leaf extract (P3). The measured variables are total solids and viscosity. The analysis showed that stevia leaf extract yogurt at different concentrations had no significant effect (P> 0.05) on total solids, while viscosity had a very significant effect (P <0.01). The average total solids of stevia leaf extract yogurt is 11.27%. The average viscosity of stevia leaf extract yogurt is 148.04 mPa.s with the line equation y = 0.0911x2 + 0.6502x + 135.2. Addition of stevia leaf extract can increase viscosity, but the total yogurt solids are relatively the same. The addition of stevia leaf extract by 15% can increase the viscosity of yogurt. | |
| 25112 | 28046 | A1D115034 | PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA TRICHODERMA DAN PENGURANGAN PUPUK SINTETIK NPK PADA KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir) TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIK TANAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk hayati mikoriza trichoderma dan pengurangan dosis anjuran pupuk NPK optimal terhadap beberapa sifat fisik tanah dan produksi tanaman kangkung serta mengetahui pengaruh dari interaksi antara pengurangan dosis pupuk hayati mikoriza trichoderma terhadap beberapa sifat fisik tanah dan produksi tanaman. Penelitian dilaksanakan di lahan Desa Kaliori, Kabupaten Banyumas dan analisis sifat fisik tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2019 sampai dengan bulan Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk mikoriza trichoderma dengan dosis 10 gr mikoriza + 10 gr trichoderma (M1), 30 gr mikoriza + 30 gr trichoderma (M2), 50 gr mikoriza + 50 gr trichoderma (M3). Faktor kedua yaitu pengurangan anjuran dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 dosis pengurangan yaitu 0% (S1), 25% (S2), 50% (S3). Variabel pengamatan meliputi berat jenis isi (BJI), berat jenis partikel (BJP), porositas, batas cair (BC), batas lekat (BL), batas gulung (BG), batas berubah warna (BBW), jangka olah, tinggi tanaman, bobot tanaman segar, bobot petak efektif segar, bobot tanaman kering. Data dianalisis dengan ragam (uji F) pada taraf kesalahan 5% dan jika terdapat perbedaan (signifikan) dilanjutkan Uji Faktorial Regresi dengan taraf 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk mikoriza trichoderma berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, batas cair, batas lekat, berat jenis isi, dan porositas. Pengaruh pengurangan anjuran dosis pupuk Nitrogen, Phospat, dan Kalium berpengaruh nyata terhadap berat jenis isi, batas lekat, batas cair, porositas, tinggi tanaman, bobot tanaman segar, bobot petak efektif segar, dan bobot tanaman kering. Interaksi antara pemberian pupuk mikoriza trichoderma dengan pengurangan anjuran dosis pupuk Nitrogen, Phospat, dan Kalium berpengaruh nyata terhadap berat jenis isi, batas cair, porositas, bobot tanaman kering dan bobot tanaman segar. | This study aims to determine the effect of trichoderma mycorrhizal biofertilizer dosage and optimal NPK fertilizer dosage reduction on several soil physical properties and ground spinach plant production and determine the effect of the interaction between the reduction of trichoderma mycorrhizal biofertilizer fertilizer dosage on several soil physical properties and crop production. The research was carried out in the Kaliori village land, Banyumas Regency and analysis of soil physical properties was carried out at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study used a Complete Group Random Design (CGRD) with two factors. The first factor is the administration of trichoderma mycorrhizal fertilizer with a dose of 10 gr mycorrhiza + 10 gr trichoderma (M1), 30 gr mycorrhiza + 30 gr trichoderma (M2), 50 gr mycorrhiza + 50 gr trichoderma (M3). The second factor is the reduction in the recommended dosage of NPK fertilizer consisting of 3 reduction doses, namely 0% (S1), 25% (S2), 50% (S3). Observation variables include density of contents, particle density, porosity, liquid limit, adhesive boundary, rolling boundary, color change limit, processing period, plant height, fresh weight of sample plants, effective plot wet weight, dry weight of sample plants. Data were analyzed by variance (F test) at 5% error level and if there were (significant) differences followed by Factorial Regression Test with 95% level. The results showed that the application of trichoderma mycorrhizal fertilizer proved significantly to plant height, liquid limit, sticky boundary, density of contents, and porosity. Effect of dosage of Nitrogen, phosphate, and potassium fertilizer on fertilizer type weight, boundary limit, liquid limit, porosity, plant height, fresh plant weight, effective fresh plot weight, and plant dry weight. The acceleration of trichoderma mycorrhizal fertilizer application with the help of the recommended dosage of Nitrogen, Phosphate, and Potassium fertilizers increases the amount of fill weight, liquid limit, porosity, dry plant weight, and fresh plant weight. | |
| 25113 | 28048 | C1B015034 | ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN DENGAN METODE ECOMONIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA KONVEKSI JEGUR | Konveksi Jegur merupakan perusahaan konveksi yang bergerak di bidang produksi dan penjualan pakaian. Kegiatan operasional perusahaan berdasarkan atas pesanan yang diterima dari konsumen (Job Order). Yang berlokasi di Jl. Pahlawan, Tanjung, Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas, Jawa Tengah 53144. Selama ini Konveksi Jegur belum memiliki metode yang tepat dalam pengadaan bahan baku kain dalam pembelian dan penggunaan bahan baku pada periode sebelumnya, sehingga terkadang terjadi kekurangan bahan baku maupun over stock bahan baku pada perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis pengendalian persediaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity, 2) mengetahui berapa safety stock dan reorder point pada perhitungan metode EOQ, 3) mengetahui efisiensi biaya pengadaan bahan baku pada perhitungan metode EOQ dengan biaya pengadaan bahan baku yang senyatanya.Untuk bisa memutuskan biaya yang paling efisien dalam manajemen operasional digunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Selain menentukan jumlah pesanan dengan metode EOQ, perusahaan juga perlu untuk menentukan waktu pemesanan kembali terhadap bahan baku atau yang disebut Reorder Point (ROP) agar pembelian bahan baku yang sudah di tetapkan dalam metode EOQ tidak mengganggu kegiatan produksi. Reorder Point (ROP) adalah strategi operasi persediaan merupakan titik pemesanan yang harus dilakukan suatu perusahaan sehubungan dengan adanya Lead Time dan Safety Stock (Rangkuti 2004:83). Dengan menerapkan metode EOQ, total biaya bahan baku kain yang dihasilkan lebih efisien dibandingkan dengan kebijakan perusahaan. Efisiensi biaya yang diperoleh setelah menggunakan metode EOQ dalam pengadaan bahan baku kain sebesar Rp Rp31.871.940 dan perkiraan pada tahun 2019 sebesar Rp32.208.703. Dengan demikian, perusahaan sebaiknya menerapkan metode EOQ dalam pengadaan bahan baku kain. Maka sebaiknya perusahaan menerapkan metode EOQ dalam pengadaan bahan baku kain. | Convection Jegur is a convection company engaged in the production and sale of clothing. The company's operational activities are based on orders received from consumers (Job Orders). Which is located on Jl. Pahlawan, Tanjung, Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas, Central Java 53144. So far the Jegur Convection has not had the right method in procuring fabric raw materials in the purchase and use of raw materials in the previous period, so that sometimes there is a shortage of raw materials and over-stock of raw materials at companies. The purpose of this study is to 1) analyze raw material inventory control using the Economic Order Quantity method, 2) find out how much safety stock and reorder points in the EOQ method calculation, 3) find out the cost efficiency of raw material procurement in the calculation of the EOQ method with the cost of procuring raw materials the real thing. To be able to decide on the most efficient costs in operational management the EOQ (Economic Order Quantity) method is used. In addition to determining the number of orders by the EOQ method, the company also needs to determine the time of reorder of raw materials or so-called Reorder Points (ROP) so that the purchase of raw materials that have been specified in the EOQ method does not interfere with production activities. Reorder Point (ROP) is an inventory operation strategy is an order point that must be done by a company in connection with the Lead Time and Safety Stock (Rangkuti 2004: 83). By applying the EOQ method, the total cost of fabric raw materials produced is more efficient compared to company policy. The cost efficiency obtained after using the EOQ method in the procurement of fabric raw materials is Rp. 31,871,940 and the estimation in 2019 is Rp. 32,208,703. Thus, companies should apply the EOQ method in the procurement of fabric raw materials. Then the company should apply the EOQ method in the procurement of fabric raw materials.. | |
| 25114 | 28047 | F1A016007 | MANGAIN SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN IDENTITAS SOSIAL PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI BOGOR | Di Indonesia budaya merupakan ciri khas yang dimiliki oleh setiap suku yang didasarkan dengan nilai-nilai dan norma untuk mengatur kehidupan suatu masyarakat. Budaya dan adat-istiadat sampai saat ini masih erat hubungannya dengan kehidupan masyarakat. Salah satu suku yang dimiliki oleh Indonesia adalah Suku Batak yang terkenal dengan identitas marganya dan adat-istiadatnya yang begitu kental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses mangain atau pemberian marga kepada orang yang bukan Suku Batak dan mau menikah dengan orang Batak serta bagaimana cara suku lain tersebut atau disebut dengan pengain menyesuaikan diri dengan sistem kekerabatan yang dimiliki oleh suku Batak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih sasaran penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukan bahwa mangain merupakan suatu prosesi yang dimiliki oleh suku Batak untuk menjadikan suku lain menjadi suku Batak. Prosesi ini menunjukkan bahwa adanya sifat etnosentrisme yang dimiliki suku Batak. Hal ini disebabkan adanya identitas sosial yang kuat yang dimiliki oleh warga masyarakat suku Batak. Bagi warga masyarakat suku Batak marga itu sangat penting dan menjadi karakter bagi mereka sehinga ketika ada suku lain yang mau menikah dengan suku Batak harus diberi marga terlebih dahulu agar pernikahan adat dapat dilakukan. Sistem kekerabatan yang dimiliki oleh suku Batak disebut dengan Dalihan Na Tolu yang bertujuan untuk mengatur kehidupan warga masyarakat dengan baik berdasarkan hak, kewajiban dan kedudukannya. Pengain yang baru saja disahkan menjadi suku Batak melalui prosesi mangain secara otomatis pengain akan masuk dalam Dalihan Na Tolu yang mengikuti garis keturunan marganya dan biasanya mengikuti posisi marga istrinya. Pengain laki-laki biasanya setelah menjadi orang Batak dan menikah dengan suku Batak akan mendapatkan alih waris dari orangtua angkatnya. | In Indonesia, culture is a characteristic owned by every tribe based on values and norms to arrange peoples lives. Culture and customs are still closely related to peoples lives. One of the tribes possessed by Indonesia is Batak tribe which is famous for its family name identity and its thick traditions. This research aims to find out how the process of mangain or giving family name to people who is not came from Batak tribes and want to marry Batak people. Also how the other tribes or so-called pengain adjust to the kinship system possessed by the Batak tribe. This research is a qualitative research using purposive sampling technique in choosing research targets. Data collection method is conducted by interview, observation and documentation. The data analysis technique used in this study is interactive analysis. The results of this research shows that mangain is a procession owned by Batak tribes to make and admit the other tribes into Batak tribes. This procession shows that there is an ethnocentrism in the Batak tribe. This is due to an existence of a strong social identity owned by Batak tribe communities. For the Batak communities, family name are very important and become main character for them. That is the reason why when there are other tribes who want to get married with the Batak tribe must be given the family name first, so that customary marriage can be done. The kinship system owned by the Batak tribe is called the Dalihan Na Tolu which aims to controls the lives of the communities according to their rights, responsibility and position. The pengain that has just been ratified into the Batak tribe through a procession of mangain will automatically enter the Dalihan Na Tolu who follows the lineage of his family and usually follows the position of his wife's family name. Pengain men usually after becoming a Batak and married to a Batak tribe will get an inheritance from their adoptive parents. | |
| 25115 | 28055 | H1E015018 | Analisis Keseimbangan Lintasan Perakitan Kursi Piano Roland Menggunakan Metode Moodie Young Dan Simulasi Untuk Peningkatan Kapasitas Produksi (Studi Kasus PT. X) | PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi mebel. Lintasan perakitan yang ada di PT. X dinilai belum cukup seimbang dikarenakan adanya kemacetan dan penumpukan pada stasiun kerja yang diakibatkan adanya waktu menganggur pada stasiun kerja yang cukup besar yang disebabkan oleh adanya kesenjangan waktu siklus dengan waktu produksi setiap stasiun kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat keseimbangan lintasan dan memberi perusahaan alternatif pilihan lintasan produksi berdasarkan skenario terbaik. Metode yang digunakan adalah metode Moodie Young, dimana tingkat keseimbangan lintasan produksi terdiri dari 3 bagian yaitu Line Efficiency, Balance Delay, dan Smoothness Index. Pada lintasan produksi aktual, nilai Line Efficiency 51%, Balance Delay 49% dan Smoothness Index 489.9. Sedangkan pada lintasan produksi hasil penelitian dengan penggunaan metode Moodie Young nilai Line Efficiency 83%, Balance delay 17% dan Smoothness Index 155.13. Pendekatan simulasi dengan perangkat lunak Extend4 mendapatkan hasil perbaikan lintasan produksi dengan menggunakan lini perakitan yang sudah di perbaiki menggunakan metode Moodie Young dan mengalokasikan 5 operator pada stasiun kerja dengan utilitas tinggi serta menambah jam lembur diperoleh peningkatan produksi sebesar 78 produk/hari (Skenario 4). | PT. X is a company engaged in furniture production. The assembly line at X Tbk is considered not quite balanced due to congestion and buildup at the work station caused by the idle time at the work station which is quite large due to the gap of cycle time with the production time of each work station. The purpose of this study is to identify the level of track balance and provide alternative companies with the choice of production path based on the best scenario. The method used is the Moodie Young method, where the level of balance of the production line consists of 3 parts, namely Line Efficiency, Balance Delay, and Smoothness Index. On the actual production line, the Line Efficiency value is 51%, the Balance Delay is 49% and the Smoothness Index is 489.9. While on the production track the results of research using the Moodie Young method are Line Efficiency 83%, Balance delay 17% and Smoothness Index 155.13. The simulation approach with Extend4 software results in improved assembly line using moodie young method and allocates 5 operators to work stations with high utilities as wel as adding overtime hours can increase production capacity by 78 product/day (Scenario 4). | |
| 25116 | 28060 | J1E015039 | “TEACHING NOUN VOCABULARY BY USING SPELLING BEE GAME” (An Explorative Study for the Eleventh Grade Students of Audio Video Technique 2 in SMK Negeri 2 Purwokerto Academic Year 2019/2020) | Penelitian ini berjudul Teaching Noun Vocabulary by Using Spelling Bee Game (An Explorative Study for the Eleventh Grade Students of Audio Video Technique 2 in SMK Negeri 2 Purwokerto Academic Year 2019/2020). Fokus umum penelitian ini adalah mengajar kosa kata kata benda. Fokus utama penelitian ini adalah eksplorasi permainan mengeja dalam mengajar kosa kata kata benda Bahasa Inggris. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui (1) Bagaimana permainan Spelling Bee digunakan dikelas Teknik Audio Video 2 SMK Negeri 2 Purwokerto?, (2) Bagaimana respon siswa terhadap penggunaan permainan mengeja dalam belajar kosa kata Bahasa Inggris. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 2 Purwokerto?. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik Audio Video 2. Penelitian ini merupakan studi eksploratif pada penerapan permainan mengeja untuk mengajar kosa kata kata benda. Data diperoleh dari observasi, kuesioner dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari observasi, kuesioner dan dokumentasi ditulis dalam bentuk catatan lapangan dan kuesioner. Dalam menganalisis data, peneliti menyeleksi, mentranskrip data sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini ditulis berdasarkan pengalaman magang peneliti di SMK Negeri 2 Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan permainan mengeja pada siswa, untuk mengetahui respon siswa terhadap permainan mengeja. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa (1) penerapan permainan mengeja dalam pengajaran kosa kata kata benda di kelas XI TAV 2 terlaksana tanpa menemui masalah yang serius. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuisioner bahwa 87% siswa lebih mudah mengingat kosa kata Bahasa Inggris setelah belajar menggunakan metode Spelling Bee game (2) Siswa bersemangat dalam pembelajaran menggunakan permainan mengeja sebagai metode pengajaran. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil kuisioner bahwa 77% siswa merasa lebih tertarik belajar kosa kata Bahasa Inggris menggunakan Spelling Bee game. Saran bagi guru Bahasa Inggris dan siswa yang akan menerapkan permainan mengeja sebagai metode pengajaran adalah harus berlatih mengenai penggunaan permainan mengeja. Bagi peneliti yang tertarik pada hal yang sama dapat melakukan penelitian menggunakan penerapan permainan mengeja dengan fokus yang berbeda dan tingkat pendidikan yang berbeda. Kata Kunci: Kosa Kata, Mengajar Kosa Kata Kata Benda, Permainan Mengeja. | The research is entitled Teaching Noun Vocabulary by Using Spelling Bee Game (An Explorative Study for the Eleventh Grade of Audio Video Technique 2 Students in SMK Negeri 2 Purwokerto Academic Year 2019/2020). The general concern in this research is teaching noun vocabulary. The main concern of this research is exploring Spelling Bee game in teaching English noun vocabulary. In this research, the researcher wants to seek out (1) How is Spelling Bee game used by the Eleventh Grade Students of Audio Video Technique 2 in SMK Negeri 2 Purwokerto?, (2) What are the students’ responses toward the use of Spelling Bee game in learning English vocabulary?. The population of this research is the eleventh grade students of SMK Negeri 2 Purwokerto. The samples of this research are Audio Video Technique 2 students of SMK Negeri 2 Purwokerto. This research is an explorative study on the implementation of Spelling Bee game in teaching noun vocabulary. The project was written based on the researcher’s internship experience in SMK Negeri 2 Purwokerto. The data were collected by using observation, questionnaire and documentation. The data from observation, questionnaire and documentation are written in the form of field notes, and questionnaire. In analyzing the data, researcher selected, and transcribed the data related to the research objectives. The purposes of this research were to find out how Spelling Bee game was used by students and to know the students responses toward the game. The results of this research are (1) the Spelling Bee game were implemented without any serious problems. It can be seen from the result of the questionnaire that 87% of the students found it easier to remember English vocabulary when using Spelling Bee game method, (2) the students were enthusiastic in using Spelling Bee game as teaching method in learning noun vocabulary. It can be seen from the result of the questionnaire that 77% of the students felt that learning English vocabulary by using Spelling Bee game was more interesting. The suggestion for English teacher and students who want to apply Spelling Bee game as a teaching method is to get more exercises about the spelling word. For other researchers who have the same interest may study further in the application of Spelling Bee in different focuses and education levels. Keywords: Vocabulary, Teaching Noun Vocabulary, Spelling Bee Game. | |
| 25117 | 28028 | F1G013038 | NAMA JULUKAN DALAM TOKOH ANIMASI TERJEMAHAN ANIMASI TERJEMAHAN ONE PIECE | Penelitian ini berjudul “Kajian Semantik Nama Julukan Dalam Tokoh Animasi Terjemahan One Piece”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal, dan latar belakang nama julukan. Sumber data dalam penelitian ini adalah nama julukan dari beberapa tokoh yang dituliskan teks dalam animasi terjemahan one piece. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dengan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan. Metode padan yang digunakan dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu sebagai teknik dasar dan teknik lanjutan yaitu teknik hubung banding menyamakan. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode penyajian informal yaitu dengan menggunakan kata-kata biasa. Hasil penelitian ini adalah pertama, penggunaan nama julukan berdasarkan kekuasaan atau pencapaian, ciri khas, nama hewan dan kemampuan dalam tokoh animasi terjemahan one piece, terdapat (6) berdasarkan kekuasaan atau pencapaian, (3) berdasarkan nama hewan, (27) berdasarkan ciri khas, dan (10) berdasarkan kemampuan. Kedua, jenis makna nama julukan tokoh animasi terjemahan one piece terdapat (8) makna denotatif, (5) makna konotatif, (17) makna referensial, (14) makna konseptual dan (2) makna asosiatif. Ketiga, latar belakang nama julukan terdapat (21) penyebutan sifat khas dan (25) penyebutan keseruapaan. | The research entitled “Kajian Semantik Dalam Tokoh Animasi Terjemahan One Piece”. The form of this research is qualitative description. This study is aimed to describe lexical meaning, and background of nick name. The data source in this research is apithet name from some progniment figure writing in text animation translation one piece. The data collection method is scrutinize method by its continuation technique capable wrap free scrutinize and technique noted. The data analysis is done by using the method of padan. The method padan is using the technique of decisive the determinant element as the basic technique and technique of comparing equation as the continued technique. The result of the data analysis uses informal method which are presenting by ordinary word. The results of this research are the first, is using epithet name base on power or accomplished, characteristic of prominent figure, animal name, capabilities of progminent figure in animation translation one piece, is (6) base on power or accomplished, (27) base on characteristic of prominent figure, (3) base on animal name, and (10) base on capabilities of progminent figure. The seecond, kind meaning of nick name prominent figure in animation translation one piece is (8) meaning of denotative, (5) meaning of connotative, (17) meaning of referencial, (14) meaning of conceptual, and (2) meaning of associative. The third, the background nick name is (21) mention of similarity and (25) mention of characteristic. | |
| 25118 | 28050 | H1A015023 | ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN PENEMPATAN MAGNET PADA INNER ROTOR SEBUAH GENERATOR SINKRON MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL TERHADAP TEGANGAN KELUARAN YANG DIHASILKAN | Penggunaan sumber daya terbarukan berupa air yang melimpah di Indonesia menjadi pilihan yang cukup menjanjikan untuk sumber energi masa depan. Dengan wilayah yang memiliki beragam kondisi, generator sinkron magnet permanen (GSMP) dapat menjadi pilihan terbaik. GSMP terbagi menjadi dua yaitu radial fluks dan axial fluks dimana masing-masing tipe tersebut memiliki nilai plus maupun minus. Tipe yang paling umum dan musah konstruksinya adalah tipe radial fluks. Dalam tipe rotor radial terbagi lagi menjadi 2 yaitu tipe rotor inset surface dan mounted surface yang perlu dikaji lebih lanjut tentang efek perubahan secara bertahap kepada tegangan keluarannya. Hasil simulasi menggunakan software FEMM 4.2 dari desain yang dibuat pada software AutoCAD 2017 menunjukkan bahwa tipe rotor inset surface menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tipe rotor mounted surface. Perubahan tipe rotor dibagi menjadi 6 tahap, tegangan yang dihasilkan naik secara bertahap tanpa ada anomali. Tegangan keluaran yang dihasilkan secara berurutan dimulai dari tahap awal mounted surface ke tahap akhir inset surface adalah sebagai berikut : 222.41 V, 225.21 V, 228.02 V, 230.59 V, 233.60 V dan 237.32 V | The use of renewable resources in the form of abundant water in Indonesia is a promising choice for future energy sources. With an area that has a variety of conditions, permanent magnet synchronous generator (GSMP) can be the best choice. GSMP is divided into two namely radial flux and axial flux where each of these types has both plus and minus values. The most common type and difficult to construct is the radial flux type. In the radial rotor type is divided into 2 namely the type of rotor inset surface and mounted surface which needs to be studied further about the effect of gradual changes to the output voltage. The simulation results using FEMM 4.2 software from a design made in AutoCAD 2017 software show that the type of rotor inset surface produces a higher voltage than the type of rotor mounted surface. Changes in rotor type are divided into 6 stages, the resulting voltage rises gradually without any anomalies. The output voltage generated sequentially starting from the initial stage mounted surface to the final stage of the inset surface are as follows: 222.41 V, 225.21 V, 228.02 V, 230.59 V, 233.60 V and 237.32 V. | |
| 25119 | 28051 | H1A016061 | ANALISIS SISTEM PROTEKSI DIFFERENTIAL RELAY DAN OVER CURRENT RELAY PADA TRANSFORMATOR 5/60MVA PADA GARDU INDUK 150 KV KALIBAKAL | Transformator/trafo adalah sebuah alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan AC,bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnet. Salah satu gangguan yang umum terjadi pada sistem di trafo adalah gangguan arus hubung singkat. Untuk mengatasi gangguan arus hubung singkat pada sistem di transformator 5 gardu induk kalibakal dapat menggunakan sistem proteksi yang dipasang pada incoming trafo dan outgoing trafo. Pada Transformator memiliki pelindung berupa Differential relay serta memiliki OCR (Over Current Relay) yang berfungsi untuk melindungi transformator dari gangguan hubung singkat (short circuit) pada transformator belitan, untuk mengatasi gangguan tersebut maka dilakukan perhitungan, arus hubung singkat 3 fasa sebagai dasar erja relai, setting relai differential, setting relai OCR. Serta melakukan perhitungan arus nominal trafo, perhitungan rasio ct, hingga mencari arus setting yang tepat, lalu dilakukan perbandingan antara perhitungan dan simulasi apakah setting relai sudah tepat. Tidak lupa pula dilakukan simulasi diluar dan didalam setting relai pada trafo untuk menguji keandalan trafo dalam hal mengisolir bagian yang diproteksinya saja. Pada setting awal relai terdapat relai yang bekerja secara bersamaan dalam hal ini tidak sesuai standar. Maka dilakukan Setting relai untuk menyesuaikan kerja relai sesuai standar PLN atau IEC 60255. | Transformer / transformer is a device to increase or decrease AC voltage, works based on the principle of electromagnetic induction. One of the most common disruptions to the system in the transformer is short-circuit current disruption. To overcome the short-circuit current disturbance in the system in the transformer 5, the Kalibakal substation can use a protection system that is installed on the incoming transformer and outgoing transformer. The transformer has a protective in the form of a differential relay and has an OCR (Over Current Relay) that serves to protect the transformer from short circuit interference (short circuit) on the transformer winding, to overcome these disturbances, the calculation is performed, 3 phase short circuit current as the basis for relay work, differential relay settings, OCR relay settings. As well as calculating the nominal current of the transformer, ct ratio calculation, to find the right setting current, then do a comparison between calculation and simulation whether the relay settings are correct. Also do not forget to do simulations outside and inside the relay settings on the transformer to test the reliability of the transformer in terms of isolating the protected part only. In the initial setting of the relay there are relays that work simultaneously in this case not according to the standard. Then relay settings are performed to adjust relay work accordingtoPLNorIEC60255standards. | |
| 25120 | 28053 | B1J012036 | PREVALENSI DAN VARIASI MORFOMETRIK Trichodina sp. PADA BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) DI DESA RAJAPOLAH TASIKMALAYA | Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dibudidaya oleh masyarakat Indonesia. Tingginya harga ikan gurami ukuran konsumsi dan dagingnya yang empuk dan gurih. Di Tasikmalaya petani ikan gurame dalam budidaya benih gurami masih mengalami kendala. Benih ikan gurame yang dipelihara sampai ukuran dewasa mengalami mortalitas tinggi yang disebabkan serangan ektoparasit. Serangan ektoparasit tersebut salah satunya ialah serangan Trichodina sp.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan 1. Mengetahui prevalensi benih ikan gurami yang terserang Trichodina sp. yang di dapatkan dari petani ikan di Desa Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya dan 2. Mengetahui variasi morfometrik Trichodina sp. yang ditemukan pada benih ikan gurami yang didapatkan dari petani ikan di Desa Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode survei.Benih ikan gurame yang berumur 2 minggu sebagai sampel. Isolasi dan identifikasi dilakukan dengan pembuatan preparat rentang dan pengecatan menggunakan larutan AgNO3 2%. Hasil penelitian ditemukan bahwa prevalensi sebesar 88% atau tinggi, sedangkan hasil dari pemeriksaan variasi morfometrik ditemukan 4 spesies trichodina sp. yaitu T. Pediculus, T. Nigra, T.heterodentata, dan T. Acuta. | Gurami (Osphronemusgouramy Lac.) Is a type of freshwater fish that is widely cultivated by the people of Indonesia. The high price of gouramy is a measure of consumption and the meat is tender and tasty. In Tasikmalaya, carp farmers in the cultivation of gouramy seeds are still experiencing problems. Gouramy seeds raised to adult size experience high mortality due to ectoparasites. One of the ectoparasites was Trichodina sp. Research has been conducted aimed at 1. Knowing the prevalence of gouramy seeds that were attacked by Trichodina sp. obtained from fish farmers in the village of Rajapolah, Tasikmalaya Regency and 2. Knowing the morphometric variations of Trichodina sp. found in gouramy seeds obtained from fish farmers in Rajapolah Village, Tasikmalaya Regency. The method used in this study is a survey method. Seed gourami aged 2 weeks is use as a sample. Isolation and identification were carried out by making a range preparation and painting using a 2% AgNO3 solution. The results found that the prevalence of 88% or high, while the results of the examination of morphometric variations found 4 species of trichodina sp. namely T. Pediculus, T. Nigra, T.heterodentata, and T. Acuta. |