| NIM | C2D017004 |
| Namamhs | HENDRA TANJUNG |
| Judul Artikel | IDENTIFIKASI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN FRAUD PENTAGON STUDI EMPIRIS BUMN TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kecurangan laporan keuangan merupakan persoalan yang masih menjadi tema yang hangat untuk diperbincangkan, terlebih dengan mencuatnya kasus manipulasi laporan keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan teori fraud pentagon. Teori fraud pentagon memiliki lima elemen risiko kecurangan yang dikembangkan dari teori fraud triangle Cressey 1953. Kelima elemen resiko tersebut adalah tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kompetensi, dan arogansi. Pengujian dari elemen resiko fraud pentagon menggunakan variabel proksi yaitu stabilitas keuangan, tekanan eksternal, target keuangan, pengawasan yang tidak efektif, pergantian auditor, pergantian direktur, dan gambar CEO. Sementara itu, untuk variabel kecurangan laporan keuangan menggunakan variabel proksi manajemen laba yang diukur dengan metode Modifikasi Jones. Sampel yang digunakan adalah 13 perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2017. Data-data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laman web perusahaan dan laman web Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda, dimana pengolahannya dibantu oleh program SPSS 21. Hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel tekanan eksternal yang diukur dengan rasio leverage mempengaruhi kecurangan laporan keuangan. Sementara itu, variabel stabilitas keuangan yang diukur dengan rasio perubahan aset, variabel target keuangan yang diukur dengan ROA, variabel pengawasan yang tidak efektif yang diukur dengan rasio komisioner independen, variabel pergantian auditor, variabel pergantian direktur, dan variabel gambar CEO tidak terbukti mempengaruhi kecurangan laporan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Fraudulent financial reporting is a problem that still warm theme to be discussed. Especially, with the emergence cases of financial statements manipulation of Garuda Indonesia fiscal in 2018. The purpose of this study is to identify potential fraudulent financial statements using the Pentagon fraud theory. Pentagon fraud theory has five elements of fraud risk developed from the 1953 Cressey fraud triangle theory. The five elements of risk are pressure, opportunity, rationalization, competence, and arrogance. Testing of the pentagon fraud risk elements uses proxy variables, namely financial stability, external pressure, financial targets, ineffective monitoring, change in auditor, change of director, and CEO image. Meanwhile, for the fraudulent financial reporting variable using proxy earnings management, variables measured by the Jones Modification method. The sample used was 13 state-owned companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2015-2017. The data used are secondary data obtained from the company's webpage and the Indonesia Stock Exchange webpage. The method of data analysis uses multiple regression analysis, where the processing is assisted by the SPSS 21 program. The results of hypothesis testing indicate that external pressure variables measured by leverage ratios affect fraudulent financial statements. Meanwhile, financial stability variables measured by asset change ratios, financial target variables measured by ROA, ineffective monitoring variables measured by the ratio of independent commissioners, change in auditor variables, change of director variables, and CEO image variables were not proven to affect fraudulent financial statements. |
| Kata kunci | Fraud Pentagon, Kecurangan, Manajemen Laba, Kecurangan Laporan Keuangan |
| Pembimbing 1 | Dr. Oman Rusmana, S.E., M.Si., Ak |
| Pembimbing 2 | |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2020-01-30 11:46:39.642259 |
|---|