Home
Login.
Artikelilmiahs
27889
Update
AFRIANDI RUSANTO
NIM
Judul Artikel
APOLOGY STRATEGY IN 7TH LARRY NASSAR TRIAL (A PRAGMATIC STUDY)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Rusanto, Afriandi. 2019. Strategi Permintaan Maaf pada Sidang ketujuh Larry Nassar (Studi Pragmatik). Skripsi. Pembimbing 1: R.Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. Penguji: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Penelitian yang berjudul “Strategi Permintaan Maaf pada Sidang ke Tujuh Larry Nassar (Studi Pragmatik)” difokuskan pada identifikasi strategi permintaan maaf yang digunakan Larry Nassar serta jawaban yang dibuat oleh korban-korbannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mempunyai dua tujuan: (1) untuk mengidentifikasi tipe strategi permintaan maaf dan sub tipenya yang digunakan Larry Nassar pada siding ketujuhnya. (2) untuk mengidentifikasi bagaimana korban-korban merespon permintaan maaf Larry. Hasilnya dari strategi permintaan maaf tersebut adalah sebagai berikut: Permintaan maaf tidak langsung (44.4%), permintaan maaf langsung (18.5%) dan permintaan maaf dengan remedial (37.1%) dengan sub kategorinya sebagai berikut: sadar akan tanggung jawabnya (37%), mempermalukan diri (3.7%), memberikan penjelasan (3.7%), menunjukkan penyesalan (14.8%), meminta maaf (3.7%), menunjukan iba kepada pendengar (29.7%), dan menunjukkan janji untuk tidak mengulangi perbuatannya (7.4%). Banyaknya jumlah strategi minta maaf sadar akan tanggung jawabnya dan munjunjukkan iba kepada pendengar berarti Larry berniat bertanggung jawab dan menerima hukuman atas dirinya. Selain itu, dia juga tidak mencoba untuk mengelak dari kesalahan karena dia sudah dipastikan bersalah. Caranya dia meminta maaf dengan tidak langsung berarti dia ingin menyelamatkan wajahnya sebagai figure public. Selain itu, di bawah ini merupakan distribusi data untuk respons terhadap permintaan maaf dari Larry: menyadari (6.26%), menolak (87.5%), and tidak ada tanggapan (6.25%). Data ini menunjukkan bahwa korban-korban tidak memaafkan Larry dan mereka tidak ingin keseimbangan sosial antara mereka kembali normal. Disarankan untuk membahas lebih jauh bagaimana efek permintaan maaf dengan wajah pembicara dan pendegar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Rusanto, Afriandi. 2019. Apology strategy in 7th larry nassar trial (A Pragmatic Analysis. Thesis. Supervisor 1: R.Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Supervisor 2: Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto. This research entitled “Apology strategy in 7th Larry Nassar’s trial (A Pragmatic Study)” is focused on finding apology strategies used by Larry Nassar and their responses by his victims. This research uses descriptive qualitative method which is aimed for two purposes: (1) to identify the types of apology strategy and its subtype exercised by Larry Nassar in his 7th trial (2) to identify how the victims responds to Larry Nassar’s apology. The result shows the following apology strategy exercised in the trial are: Indirect apology (44.4%), direct apology (18.5%) and remedial support apology (37.1%) with its sub strategy as follows: acknowledge of responsibility (37%), expression of embarrassment (3.7%), expression of account (3.7%), expression of regret (14.8%), offer an apology (3.7%), expression concern for the hearer (29.7%), and promise for forbearance (7.4%). The frequent number of acknowledge responsibility and concern for the hearer means Larry is willing to take a responsibility and accept the punishment against him. Additionally, he does not try to deny the mistake as he has been found guilty. The way he express the apology indirectly shows that he wants to save his face as public figure. Meanwhile, the response towards Larry’s apology are classified into: acknowledge (6.26%), reject (87.5%), and no response (6.25%). This shows that the victims do not forgive Larry apology and they don’t want the social balance between Larry and victims return to normal. It is suggested that this research to be extended further to discuss how apology affects either the addressers’ and addresses’ face.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save