Home
Login.
Artikelilmiahs
26804
Update
ROY IRZA FARABI
NIM
Judul Artikel
FENOMENA SENI GRAFFITI DI KOTA PURWOKERTO SEBAGAI KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM MENGEKSPRESIKAN DIRI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Graffiti merupakan salah satu bentuk seni visual, yang bisa berupa gambar, tulisan, maupun perpaduan gambar dan tulisan. Para penggiat seni graffiti terus berkembang di berbagai daerah, termasuk Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang bentuk/wujud simbol-simbol komunikasi yang tertuang melalui karya graffiti di Purwokerto dan untuk mengetahui gambaran tentang pesan-pesan yang disampaikan penggiat seni graffiti di Purwokerto melalui karyanya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sasaran penelitian adalah anggota dan pengurus Bawor Street Art yang didukung informan dari warga masyarakat. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive. Validitas data menggunakan triangulasi model sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa graffiti yang dibuat oleh penggiat seni graffiti di Purwokerto memuat simbol-simbol komunikasi. Bentuk/wujud simbol-simbol komunikasi yang tertuang melalui karya graffiti di Purwokerto berupa tulisan (font), gambar, dan perpaduan tulisan dengan gambar yang disertai dengan permainan warna tertentu, tema tertentu, dan sebagainya. Sebagian graffiti berisi gambar atau tulisan yang relatif dengan mudah dapat diketahui atau dimengerti oleh setiap orang. Sementara sebagian yang lain berbentuk simbol, yang membutuhkan pemikiran dan penafsiran tertentu agar dapat memahaminya. Graffiti yang dibuat oleh penggiat seni graffiti di Purwokerto berisi pesan-pesan tertentu, yang diungkapkan tersirat (implisit) maupun tersurat (eksplisit). Pesan-pesan yang disampaikan penggiat seni graffiti di Purwokerto melalui karya graffiti dapat dikategorikan sebagai berikut: a. Graffiti yang berbentuk font untuk menunjukkan eksistensi diri, b. Graffiti yang berbentuk character dua dimensi, berupa graffiti yang memuat ciri khas dari eksistensi diri pelaku, dan memuat kenangan tertentu, c. Graffiti yang yang berisikan pesan dan ajakan tertentu, yaitu: graffiti tentang isu aktual yang disertai dukungan dan ajakan, graffiti tentang kepedulian sosial, graffiti yang memuat dukungan moral bagi orang yang sedang mengalami permasalahan dan kesulitan hidup. Saran yang diajukan adalah: Pengurus maupun anggota Bawor Street Art agar meningkatkan kuantitas maupun kualitas karyanya, Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu memberikan ruang lebih luas bagi aktivitas seni graffiti guna memfasilitasi minat dan bakat warga masyarakat di bidang seni graffiti serta mereduksi dan mencegah perilaku vandalisme, Penggiat seni graffiti di Purwokerto agar bisa menjalin kerjasama dalam berkarya, tidak saling bersaing dengan cara-cara yang tidak sehat, dan terus berupaya untuk mencegah perilaku vandalisme.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Graffiti is a form of visual art, which can be in the form of images, writing, or a combination of images and writing. Graffiti art activists continue to grow in various regions, including Purwokerto. The purpose of this study is to find a picture of the forms of communication symbols as expressed through the work of graffiti in Purwokerto and to find a picture of the messages conveyed by graffiti art activists in Purwokerto through his work. This research uses the constructivist paradigm. The research method used is qualitative. The research targets were Bawor Street Art members and administrators who were supported by informants from community members. The data collection method uses in-depth interviews and observation. Determination of informants using purposive techniques. Data validity uses source model triangulation. Data analysis techniques using interactive model analysis. The results showed that graffiti created by graffiti art activists in Purwokerto contained communication symbols. The forms of communication symbols are expressed through graffiti works in Purwokerto in the form of writing (fonts), images, and the combination of writing with images accompanied by certain color games, certain themes, and so on. Some graffiti contains images or writings that are relatively easily known or understood by everyone. While some others are in the form of symbols, which require certain thoughts and interpretations in order to understand them. Graffiti created by graffiti art activists in Purwokerto contains certain messages, which are expressed implicitly or explicitly. The messages conveyed by graffiti art activists in Purwokerto through graffiti can be categorized as follows: a. Graffiti in the form of a font to show self-existence, b. Graffiti in the form of two-dimensional characters, in the form of graffiti that contains the characteristics of the existence of the perpetrator, and contains certain memories, c. Graffiti which contains certain messages and invitations, namely: graffiti about actual issues accompanied by support and solicitation, graffiti about social care, graffiti which contains moral support for people who are experiencing problems and difficulties in life. Suggestions proposed are: Management and members of Bawor Street Art to improve the quantity and quality of his work, The Banyumas Regency Government needs to provide more space for graffiti art activities in order to facilitate the interests and talents of the community members in the field of graffiti art and reduce and prevent vandalism, Graffiti art activists in Purwokerto so that they can collaborate in their work, not compete with each other in unhealthy ways, and continue to strive to prevent vandalism.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save