Artikel Ilmiah : A1D015133 a.n. DIARITA PRATAMI

Kembali Update Delete

NIMA1D015133
NamamhsDIARITA PRATAMI
Judul ArtikelPENGARUH NAUNGAN DENGAN TIGA TARAF INTENSITAS PARANET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI
TUJUH GENOTIPE KENTANG (Solanum tuberosum L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Upaya peningkatan produktivitas tanaman kentang melalui ekstensifikasi semakin sulit dilakukan karena semakin berkurangnya ketersediaan lahan yang sesuai untuk budidaya. Alternatif yang dapat digunakan adalah melalui program pemuliaan tanaman dengan pembentukan varietas yang memiliki kemampuan adaptasi pada lahan dengan keterbatasan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kentang, 2) mengetahui respon masing-masing varietas terhadap kondisi lingkungan di bawah naungan, dan 3) mengetahui varietas kentang yang paling sesuai digunakan untuk budidaya pada kondisi di bawah naungan. Penelitian eksperimental dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga April 2019 di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Rancangan yang digunakan adalah petak terbagi dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah naungan menggunakan paranet dengan 3 taraf intensitas kerapatan (0%/kontrol, 40%, dan 65%), sedangkan faktor kedua adalah genotipe kentang (Agria, Vega, Tedjo MZ, Granola L, Granola Kembang, Lempeng, dan Jegruk). Karakter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, bobot tanaman kering, bobot total umbi, rata-rata diameter umbi, jumlah umbi, luas daun, dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet dengan intensitas kerapatan 40% maupun 65% menurunkan nilai jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, bobot tanaman kering, bobot umbi, rata-rata diameter umbi, jumlah umbi, kerapatan stomata dan luas daun. Sementara itu naungan 40% terlihat masih dapat meningkatkan tinggi tanaman dan meningkatkan luas daun, tetapi naungan 65% sudah mengurangi nilai kedua parameter tersebut. Penggunaan tujuh genotipe kentang menunjukkan nilai pertumbuhan dan hasil yang berbeda-beda, kecuali pada parameter luas daun dan kerapatan stomata. Berdasarkan parameter hasil, Jegruk merupakan genotipe yang paling mampu beradaptasi pada kondisi naungan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The effort in increasing potato plant productivity through extensification is more difficult to carry out due to the shortage of appropriate land for cultivation purpose. An alternative way could be performed is through plant breeding program by establishing varieties with the ability of adaptation on certain marginal land. This research aimed to: 1) determine the effects of shade on potato plant growth and production, 2) understand the response of each potato variety under shady area condition, 3) know the most suitable variety for cultivation under shady area condition. The research was undertaken from December 2018 to April 2019, located in Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. This research was arranged using Split Plot Design with two factors. The main factor was shade by using paranet with 3 levels of intensity (0%/control, 40%, and 65%), whereas the second factor was potato genotype (Agria, Vega, Tedjo MZ, Granola L, Granola Kembang, Lempeng, and Jegruk). Parameters observed included plant height, number of leaves, number of stems, diameter of stem, plant dry weight, total weight of tubers, diameter of tuber, number of tubers, leaf area, and stomatal density. The result showed that paranet shade both with 40% and 65% intensity reduced the number of leaves, number of stems, diameter of stem, plant dry weight, total weight of tubers, diameter of tuber, number of tubers, and stomatal density. Meanwhile, 40% shade intensity could increase the plant height and leaf area, but 65% shade intensity has reduced these two parameters. The use of 7 potato genotypes showed different values on growth and production, except for the parameter of leaf area and stomatal density. Based on the parameter of production, Jegruk was the most adaptable genotype under shady area condition.
Kata kuncikentang, genotipe, naungan, kerapatan paranet, stomata
Pembimbing 1Siti Nurchasanah, S.P., M.Si.
Pembimbing 2Ir. Imastini Dinuriah, M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2019-08-20 21:00:52.21462
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.