Artikel Ilmiah : F1C014089 a.n. ANNISA CHAIRIYANTI

Kembali Update Delete

NIMF1C014089
NamamhsANNISA CHAIRIYANTI
Judul ArtikelANALISIS SEMIOTIKA KOMODIFIKASI PEREMPUAN PADA TAYANGAN “INEM LUMAYAN SEKSI” DALAM SALURAN YOUTUBE POPULAR MAGAZINE
Abstrak (Bhs. Indonesia)Keberadaan perempuan di dalam media menjadi suatu hal yang tidak pernah berhenti untuk dikaji ketika perempuan ditampilkan menjadi simbol-simbol untuk menciptakan suatu citra. Realitas perempuan yang seringkali ditampilkan oleh media massa menjadi objek kepentingan dari oknum yang ingin mendapatkan keuntungan, salah satunya adalah perempuan dijadikan sebagai objek kepuasan seksual para kaum laki-laki dengan cara memperlihatkan keindahan lekuk tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan bentuk denotatif, konotatif, mitos dan bentuk komodifikasi perempuan yang terdapat di dalam tayangan “Inem Lumayan Seksi” episode “Presiden Jokowi Pindahin Ibu Kota ke Palangkaraya” dan “Awas Ditegur CCTV Elektrik”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang kemudian dilengkapi dengan teori Male Gaze Laura Mulvey untuk memaknai komodifikasi perempuan dalam tayangan Inem Lumayan Seksi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah tayangan Inem Lumayan Seksi merepresentasikan komodifikasi perempuan yang terdapat pada potongan adegan episode “Jokowi Pindahin Ibukota ke Palangkaraya” dan “Awas Ditegur CCTV Elektrik”. Komodifikasi perempuan ditunjukkan melalui pakaian, gestur, tata rias, karakter dan sudut pandang kamera yang mengeksploitasi bagian tubuh perempuan yang ditampilkan. Inem ditampilkan sebagai seorang pembantu rumah tangga yang kritis terhadap isu yang sedang terjadi di Indonesia, namun tetap dengan menonjolkan bagian yang dianggap memiliki nilai jual lebih seperti payudara, paha, bokong dan lengan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The existence of women in media becomes a thing that never stops to be studied when women are displayed as symbols to create an image. In reality, women often displayed for an object of interest of the person who wants to gain benefits which is women are used as object of sexual satisfaction for men by showing their body curves. The purpose of this study is to analyze and explain the denotative, connotative, mythical and commodified forms of women in "Inem Lumayan Seksi” show episode "Presiden Jokowi Pindahin Ibukota ke Palangkaraya" and "Awas Ditegur CCTV Elektrik". The method used in this study is a qualitative method with Roland Barthes semiotic approach combined with Laura Mulvey's Male Gaze theory to interpret the commodification of women in “Inem Lumayan Seksi” show. The results obtained in this study were the Inem Lumayan Seksi program representing the commodification of women in the scene in episode "Jokowi Pindahin Ibukota ke Palangkaraya" and "Awas Ditegur CCTV Elektrik". The commodification of women is shown through clothing, gestures, makeup, characters and camera points of view that exploit women’s body. Inem is shown as a housemaid who is critical of the issue that is happening in Indonesia, but still emphasizes the parts that are considered to have more selling values such as breasts, thighs, buttocks and arms.
Kata kunciSemiotika, Komodifikasi Perempuan, Model Roland Barthes, Male Gaze Laura Mulvey
Pembimbing 1Dr. Wiwik Novianti, M.I.Kom
Pembimbing 2Dra. Hj. Sri Pangestuti, M.Si
Pembimbing 3Drs. Chusmeru, M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2019-02-11 14:26:51.64216
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.