Home
Login.
Artikelilmiahs
24184
Update
TITO HANIF ISLAMY
NIM
Judul Artikel
PERAN INTELIJEN KEJAKSAAN DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI MELALUI PROGRAM TIM PENGAWAL, PENGAMANAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (TP4D) (Studi di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis sosiologis yaitu suatu penelitian yang menekankan pada ilmu hukum, di samping itu juga berusaha menelaah kaidah-kaidah hukum yang berlaku di masyarakat. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan objek yang akan diteliti untuk kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori hukum dan praktik pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan tanpa maksud untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan yang berlaku umum.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis menyimpulkan bahwa Peran Intelijen dalam mencegah tindak pidana korupsi melalui program TP4D yaitu : (1) melakukan kegiatan dan operasi intelijen /penyelidikan dengan melakukan pengumpulan data mengenai ada atau tidaknya indikasi tindak pidana korupsi, (2) mencari dan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan mengenai ada atau tidaknya tindak pidana korupsi; dan (3) membuat, menyampaikan laporan hasil pelaksanaan operasi intelijen ke pimpinan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan mengenai tindakan selanjutnya yang akan dilakukan. Sedangkan hambatan yang di alami Intelijen Kejaksaan dalam melakukan Program TP4D yaitu : (1) tidak adanya Perda/Perbup yang mendukung Pr.oses berjalannya TP4D di daerah khususnya di Kabupaten Tegal atau di wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal, (2) kurangnya sumber daya manusia, (3) kurangnya sarana dan prasarana, (4) kurangnya pemahaman terhadap konstruksi didalam TP4D sehingga kurang maksimal fungsi kontrol terhadap proyek yang sedang dikawal TP4D, (5) Instansi atau Dinas yang ada di Kabupaten Tegal atau masuk dalam wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal masih takut untuk meminta pendampingan kepada TP4D,
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study took the title of the Role of the Prosecutor’s Intelligence in Prevention of Criminal Acts of Corruption Through Supervisory Team, Government Security and Regional Development Programs (TP4D) (Study at the Tegal District Public Prosecutor’s Office). The approach method used is sociological juridicial that is a study that emphasizes law science, beside of that it also tries to examine the rules of law that apply in society. The research spesifications used are descriptive analytical that is a research that describe the situation of the object which to be studied and then analyzed based on law theories and the practice of implementing positive law concerning problems without the intention to take general conclusions. Based on the result of the research and discussion, the authors conclude that the Role of the Intelligence in preventing criminal acts of corruption through TP4D program are : (1) do activities and intelligence / investigations operations by collecting data regarding suspicion of criminal acts of corruption, (2) finding and collecting evidence and information regarding suspicion of criminal acts of corruption, and (3) make, submit report on the result of the implementationn and intelligence operations to the leader as material for decision making regarding the next action to be taken. While the obstacles experienced by the Prosecutor’s Intelligence in doing TP4D progam are : (1) the absence of regional regulation/ regent regulation which supports the process of running TP4D in the regions especially at Tegal Regency or at the area of the District Attorney General’s Office in Tegal Regency, (2) absence of construction experts in TP4D so that the control functions is less maximum of the project which is being escorted by TP4D, (3) Agencies or Sevices in Tegal Regency or entering at the Districh Attorney General’s Office in Tegal Regency area is still afraid to ask for assistance to TP4D, because agencies feel watched over by the prosecutor’s office, (4) during the investigation process the intelligence prosecutor struggling in calling witnesses, that is witnesses absent from the call in giving information.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save