Home
Login.
Artikelilmiahs
21978
Update
MUHAMMAD AGUM WICAKSANA
NIM
Judul Artikel
POLITIK LINGKUNGAN DAN PARIWISATA: PENGEMBANGAN WISATA HUTAN MANGROVE DI KAWASAN LAGUNA SEGARA ANAKAN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap dalam kerangka politik lingkungan dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan upaya dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan; 2) mengetahui dan menjelaskan pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan; 3) memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan. Dengan berlokasi di wilayah Kabupaten Cilacap, situs penelitian ini meliputi Kawasan Laguna Segara Anakan yang berada di Kecamatan Kampung Laut. Hasil penelitian mengungkapkan kenyataan bahwa kegiatan politik lingkungan dan pariwisata melalui pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap dengan cara mengembangkan produk wisata, sumber daya manusia, promosi, dan infrastruktur. Dalam hal ini aktor-aktor yang terlibat adalah: 1) Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelolaan Sumber Daya Kawasan Segara Anakan; 2) kelompok tani; 3) kelompok sadar wisata; dan 4) swasta. Namun demikian, dari aktor-aktor yang terlibat tidak saling terkoordinasi dan berjalan masing-masing. Sedangkan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Segara Anakan. Faktor-faktor pendukung tersebut adalah: 1) Potensi alam yang dimiliki hutan mangrove Segara Anakan; 2) Letak Kawasan Laguna Segara Anakan yang strategis; 3) Kebijakan yang dikeluarkan Pemda Cilacap; 4) Adanya laboratorium mangrove di Desa Ujung Alang. Selain itu terdapat faktor yang menghambat pengembangan wisata hutan mangrove Segara Anakan. Faktor penghambat tersebut adalah 1) Tidak saling terkoordinasinya antar aktor yang terlibat dalam upaya pengembangan; 2) Permasalahan lingkungan yakni sedimentasi perairan Segara Anakan; 2) Banyaknya sampah di perairan Segara Anakan; 3) Penggunaan Jaring Apung; 4) Penebangan Liar Hutan Mangrove; 5) Permasalahan SDM ; 6) Belum adanya Kebijakan Khusus dari Pemda Cilacap; 7) tarik ulur kepentingan terkait permasalahan status Pulau Nusakambangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study discusses the development of mangrove forest tourism in Laguna Segara Anakan area of Cilacap Regency within the framework of environmental politics and tourism. This study aims to: 1) understand and describe efforts in the development of mangrove forest tourism in Segara Anakan Lagoon Area; 2) to know and explain the parties involved in the development of mangrove forest tourism in Segara Anakan Lagoon Area; 3) understand and explain the factors that support and inhibit in the development of mangrove forest tourism in Laguna Anakan Lagoon Area. Located in Cilacap Regency, this research site covers Segara Anakan Lagoon Area located in Kampung Laut Sub-district. The results revealed the fact that the political activities of the environment and tourism through the development of mangrove forest tourism in Laguna Segara Anakan area of Cilacap Regency by developing tourism products, human resources, promotion, and infrastructure. In this case the actors involved are: 1) Fisheries Department of Marine Affairs and Resource Management of Segara Anakan Area; 2) farmer groups; 3) the tourism conscious group; and 4) private sector. However, the actors involved are not coordinated and run individually. While the supporting and inhibiting factors in the development of mangrove forest tourism in Segara Anakan Area. Supporting factors are: 1) Natural potency owned by Segara Anakan mangrove forest; 2) The location of Laguna Segara Anakan strategic area; 3) Policies issued by Cilacap Government; 4) The existence of mangrove laboratory in Ujung Alang village. In addition there are factors that hinder the development of mangrove forest tourism Segara Anakan. The inhibiting factors are 1) No mutual coordination between the actors involved in the development effort; 2) Environmental problems ie sedimentation of Segara Anakan waters; 2) the amount of waste in Segara Anakan waters; 3) Floating Net Usage; 4) Illegal Logging of Mangrove Forest; 5) Human resource issues; 6) The absence of Special Policies from Cilacap Local Government; 7) the dragging of interests related to the status of Nusakambangan Island.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save