| NIM | A1L013085 |
| Namamhs | ROYATI |
| Judul Artikel | PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI JENIS DAN DOSIS PEMBENAH TANAH DI LAHAN PASIR PANTAI PADA MUSIM TANAM KEMARAU |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Lahan pasir pantai dapat digunakan sebagai alternatif pengembangan tanaman untuk mengatasi rendahnya produksi akibat penggunaan lahan pertanian produktif ke penggunaan non. Budidaya tanaman bawang merah di lahan pasir pantai dihadapkan pada kendala berupa kemampuan memegang dan menyimpan air yang rendah. Pemberian pembenah tanah berupa tanah vertisol dan pupuk kandang dapat meningkatkan hasil bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan jenis pembenah tanah yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, 2) menentukan dosis pembenah tanah yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, 3) menentukan kombinasi jenis dan dosis pembenah tanah yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai.Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, dari Juli sampai September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor . faktor pertama yaitu jenis pembenah tanah dengan tiga jenis yaitu J1= vertisol, J2= pupuk kandang, J3= campuran vertisol dan pupuk kandang. Faktor kedua adalah dosis pembenah tanah yang terdiri dari tiga taraf yaitu D1= 100%, D2= 200 %, D3= 300%. Data dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil umbi segar pada perlakuan jenis pembenah tanah vertisol, pembenah tanah pupuk kandang dan pembenah tanah campuran adalah 7,91 t/ha, 9,18 t/ha, 9,05 t/ha. Pada variabel panjang daun dan luas daun memiliki nilai rata-rata 22,36 cm dan 1309,8 cm2 pada perlakuan jenis pembenah tanah vertisol, 24,17 dan 1738,2 cm2 pada perlakuan jenis pembenah tanah pupuk kandang dan memiliki nilai rata-rata 24,64 cm dan 1877,9 cm2 pada jenis pembenah tanah campuran. Hasil umbi pada perlakuan dosis pembenah tanah 100 %, 200%, 300% adalah 8,56 t/ha, 8,41 t/ha, 9,15 t/ha. Variabel bobot akar segar memiliki nilai rata-rata 1,77 gram pada perlakuan dosis pembenah tanah 300 %, sedangkan pada perlakuan dosis pembenah tanah 100 % memiliki nilai rata-rata 1,44 gram dan pada perlakuan dosis pembenah tanah 200 % memiliki nilai rata-rata 1,22 gram. Tidak ada interaksi terjadi antara perlakuan jenis dan dosis pembenah tanah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The coastal sand land could be used as an alternative to crops development, It is overcoming the low production due to productive agricultural land utilization to non-agricultural utilization such as alteration and industry. The cultivation of shallot crops on coastal sand is confronted with the lack of ability to maintain and store water. The provision of soil conditioner in the form of soil vertisol and manure can increase onion yield on the coastal sand. This study aims to 1) determine the type of soil conditioner that is most appropriate for the growth and yield of shallot crops on coastal sand, 2) To determine the most appropriate dose of soil enhancers for the growth and yield of shallot on coastal sand, 3) To determine the combinations of types and doses which most appropriate for the growth and yield of shallot crops on coastal sand. The study was conducted at Jetis beach sand, Banjarsari village, Nusawungu sub-district, Cilacap regency, from July to September 2017. This study was used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors. The first factor is the type of soil repairers with three types namely J1 = vertisol, J2 = organic fertilizer, J3 = mixed vertisol and manure. The second factor is a soil onditioner dosage which consist of three levels ie D1 = 100%, D2 = 200%, D3 = 300%. Data were analyzed by F test, if significantly different then continued with DMRT test 5%. The results showed that result fresh tuber in the soil conditioner type treatment of vertisol, organic fertilizer, and combination are 7,91 t/ha, 9,18 t/ha, 9,05 t/ha. On the variable leaf length and leaf wide have a value average are 22,36 cm and 1309,8 cm2 in the soil conditioner type treatment of vertisol, 24,17 cm and 1738,2 cm2 in the soil conditioner type treatment of organic fertilizer, and have a value average 24,64 cm and 1877,9 cm2 in the soil conditioner type treatment of combination. The result of the tuber in the treatment dosage soil conditioner 100%, 200%, and 300% are 8,56 t/ha, 8,41 t/ha, 9,15 t/ha. Fresh root weight variable have a value average 1,77 g in the tratmen dosage soil conditioner of 300%, while in the treatment dosage soil conditioner of 100% have a value average 1,44 g, and dosage soil conditioner of 200% have a value average 1,22 g. There is no interaction occurs between the type treatment and the soil conditioner doses. |
| Kata kunci | Bawang merah, Lahan pasir, Jenis pembenah tanah, Dosis pembenah tanah |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Saparso, M.P |
| Pembimbing 2 | Drs. Prasmadji Sulistyanto, M.si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2018-01-28 11:57:55.647548 |
|---|