Home
Login.
Artikelilmiahs
18980
Update
SUCI NOURMALIZA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PERAWATAN FRAKTUR MAKSILA DENGAN METODE REDUKSI TERTUTUP TERHADAP ASIMETRI WAJAH DAN KETERBATASAN MEMBUKA MULUT (Studi pada Pasien Pascaperawatan Fraktur Maksila di Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cedera maksilofasial merupakan masalah klinis yang serius karena terkait dengan bagian-bagian anatomi yang merupakan organ penting pada manusia. Fraktur maksila adalah salah satu cedera maksilofasial yang terdiri dari Le Fort I, Le Fort II, dan Le Fort III. Perawatan reduksi tertutup merupakan perawatan konservatif yang dipilih untuk mengembalikan segmen fraktur tanpa tindakan pembedahan. Pascaperawatan reduksi tertutup terdapat kemungkinan terjadi komplikasi seperti malunion, nonunion, atau delayed union, untuk itu dibutuhkan suatu evaluasi pasien pascaperawatan fraktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan fraktur maksila dengan menggunakan metode reduksi tertutup terhadap asimetri wajah dan keterbatasan membuka mulut. Penelitian dilakukan pada pasien pascaperawatan fraktur maksila dengan metode reduksi tertutup. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 25 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan konsep antropometri yaitu perhitungan pada jaringan lunak sesuai dengan titik landmark kefalometri dengan teknik fotografi kemudian dianalisis menggunakan adobe photoshop Cs6, keterbatasan membuka mulut dihitung dengan menggunakan sliding caliper pada subjek penelitian.. Hasil dari pengukuran tersebut dibandingkan dengan nilai normal menggunakan uji t, penelitian ini menunjukan bahwa hasil pengukuran tidak sama dengan nilai normal dan terdapat perbedaan bermakna. Simpulan dari penelitian ini adalah perawatan fraktur maksila dengan metode reduksi tertutup dapat mempengaruhi adanya asimetri wajah dan keterbatasan membuka mulut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Maxillofacial injury is a serious clinical problem because it is associated with anatomical parts of important organs in humans. The maxillary fracture is one of the maxillofacial injuries consisted of Le Fort I, Le Fort II, and Le Fort III classification. Closed reduction treatment is the conservative treatment chosen to restore the fracture segment without surgery. Post-treatment of closed reduction may have complications such as malunion, nonunion, or delayed union, so it is necessary to evaluate the patient post-treatment fracture. The purpose of this study was to determine the effect of maxillary fracture treatment using a closed reduction method against facial asymmetry and open mouth limitations. The study was conducted patients maxillary fracture post treatment with closed reduction method. The type of this research is quantitative with descriptive analytic method and the research design is cross sectional. The research subject were 25 people according to inclusion and exclusion criteria. The research was done with anthropometric concept that is calculation on soft tissue according to the point of kefalometri landmark with photography technique then analyzed using adobe photoshop Cs6 and also opening limitation was calculated using sliding caliper on research subject. The results of these measurements were compared with the normal values using the t test. This study showed that the measurement results were not the same as the normal values and there were significant differences. The conclusion of this study is that maxillary fracture treatment with closed reduction method may affect the presence of facial asymmetry and limitations of open mouth.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save