Artikelilmiahs

Menampilkan 15.261-15.280 dari 49.859 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1526118559G1G012003PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN PADA BONDING RESIN MODIFIED GLASS IONOMER CEMENT SETELAH APLIKASI ETSA ASAM FOSFAT 37% TERHADAP KEKUATAN GESER PERLEKATAN BREKET LOGAM
Resin modified glass ionomer cement (RMGIC) sebagai bahan bonding ortodontik mampu melepas flour yang dapat mencegah demineralisasi pada email namun menghasilkan kekuatan geser perlekatan breket yang rendah karena kekuatan mekanis yang rendah. Oleh karena itu dibutuhkan bahan tambahan yang mampu meningkatkan sifat mekanisnya, salah satunya adalah kitosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan kitosan terhadap kekuatan geser perlekatan breket logam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Sebanyak 40 gigi premolar sebagai sampel dietsa dengan asam fosfat 37%. Breket metal dilekatkan menggunakan RMGIC dan dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari RMGIC dengan kitosan 0,0011% (kelompok 1), 0,0022% (kelompok 2), 0,0044% (kelompok 3), 0,012% (kelompok 4), dan tanpa penambahan kitosan sebagai kelompok kontrol (kelompok 5). Sampel dilakukan uji kekuatan geser perlekatan dengan Universal Testing Machine kemudian basis breket diamati untuk mengetahui skor Adhesive Remnant Index (ARI). Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan nilai kekuatan geser perlekatan antar kelompok. Skor ARI menunjukkan kelompok 1 memiliki skor 0, kelompok 2,3,4 memiliki skor 1, dan kelompok 5 memiliki skor 2. Simpulan penelitian ini adalah penambahan kitosan meningkatkan kekuatan geser perlekatan breket logam dengan meningkatkan kekuatan mekanis RMGIC. Resin modified glass ionomer cement (RMGIC) as orthodontic bonding agent has ability to release flouride which help to prevent enamel demineralization but it had low shear bond strength due to its poor mechanichal strength. Therefore additional material is required to improve mechanical properties, such as chitosan. The aim of this study was to analyze the effect of the addition chitosan into RMGIC on metal bracket shear bond strength. This study was an experimental laboratories. 40 premolars as sample was etched with 37% phosporic acid. Metal brackets bonded with RMGIC and divided into 5 groups consist of 0,0011% (group 1), 0,0022% (gruop 2), 0,0044% (group 3), 0,012% (gruop 4) chitosan addition, and without chitosan as control group (group 5). Shear bond strength was tested using Universal Testing Machine and bracket base was observed to evaluate Adhesive Remnant Index (ARI) score. The results show that there were significant differences on bracket shear bond strength. Highest value was found in 0,0011% chitosan-containing RMGIC. ARI show that group 1 has score 0, group 2,3,4 has score 1 and group 5 has score 2. The conclusion of this study is chitosan addition to RMGIC increased bracket shear bond strength by improved of mechanical strength RMGIC.
1526218560H1L013075RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI
KOPERASI SIMPAN PINJAM
(STUDI KASUS BAPPEDA PURBALINGGA)
Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam Bappeda Purbalingga menggunakan DFD (Data Flow Diagram) sebagai penggambaran model jalannya sistem, ERD (Entity Relationship Diagram) untuk pembuatan model basis data, serta Sublime untuk penulisan code program dan menggunakan bahasa pemrograman PHP yang dapat menyajikan informasi koperasi dengan cepat, tepat, dan akurat yang dapat memudahkan admin dalam merekap data pinjaman, merekap data simpanan, data barang, data pendapatan, data pengeluaran, laba rugi, simpanan hasil usaha serta pembuatan laporan koperasi, dengan tampilan user interface yang mudah dipahami oleh user.Saving and Loan Information Cooperative System Bappeda of Purbalingga using DFD (Data Flow Diagram) as the depiction of the model is the track system, the ERD (Entity Relationship Diagrams) for modelling data relations, as well as the Sublime code for writing programs and use PHP programming language present information of cooperative quickly, accurately, and that can make it easier for the admin in recap data on loans and savings, inventory, revenue , expenditure, profit loss, deposits, also making reports of cooperation with the look of the user interface that is easily understood by the user.
1526318558D1E013237KADAR KOLESTEROL DARAH ITIK TEGAL YANG PAKANNYA DITAMBAHKAN DENGAN PROBIOTIK DAN FITOBIOTIKTujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan probiotik dan fitobiotik terhadap kadar kolesterol darah itik Tegal. Metode penelitian adalah eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit percobaan terdapat 4 ekor itik Tegal, perlakuan penambahan feed additive terdiri atas : itik Tegal diberi pakan basal (kontrol), itik Tegal diberi pakan basal ditambah Probiotik 2 %, itik Tegal diberi pakan basal ditambah penambahan temulawak 4 %, itik Tegal diberi pakan basal ditambah kunyit 4 %. Peubah yang diamati adalah kadar kolesterol total, HDL dan LDL darah itik Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik dan fitobiotik dalam pakan berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol total, dan LDL darah (P<0.05), dan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar HDL darah, yaitu menaikkan kadar HDL darah. Kesimpulan penelitian yaitu Penambahan probiotik dan fitobiotik dalam pakan memiliki efektifitas yang relatif sama dalam menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan meningkatkan kadar HDL darah itik Tegal, penambahan probiotik dalam pakan memberikan pengaruh terbaik dalam menaikan kadar HDL sebesar 34,545%.


The purpose of this study was to know the effect of the addition of probiotics and fitobiotics to total cholesterol of Tegal ducks. The research method was experiment with the design used was Completely Random Design, each treatment is repeated 5 times and each experiment unit there are 4 Tegal ducks, additive feed additives treatment consist of: Tegal duck given basal feed (control), Tegal duck Fed basal addition of Probiotic 2%, Tegal duck given basal feed addition of temulawak 4%, Tegal duck given basal feed addition of 4% turmeric. The results showed that the addition of probiotic and fitobiotics in feeding had significant effect on total cholesterol level, and LDL of blood (P <0.05), and had significantly effect increase of HDL blood level (P <0.01). The conclusion the addition of probiotics and phytobiotics in the diet has a relatively similar effectiveness in lowering total cholesterol, LDL, and raising levels of HDL in the duck blood of Tegal, the addition of probiotics in feed that was the best effect to decreased HDL blood level was 34,545%.


1526418561A1C010010ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK SUSU PASTEURISASI MERK BMC (BANDOENGSCHE MELK CENTRALE) PADA PT. AGRONESIA DIVISI MAKANAN DAN MINUMAN BANDUNGSeiring dengan semakin meningkatnya pertambahan penduduk serta kesadaran akan pola hidup sehat menjadikan konsumsi susu pasteurisasi terus bertambah karena susu pasteurisasi merupakan salah satu produk pemenuh kebutuhan protein hewani, mineral dan memiliki nilai gizi yang tinggi. BMC sebagai salah satu produsen susu pasteurisasi di Jawa Barat memerlukan suatu perumusan strategi pengembangan usaha guna menghadapi persaingan usaha serta perubahan perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan bagi produk susu pasteurisasi Bandoengsche Melk Centrale (BMC); (2) menganalisis faktor eksternal yang merupakan peluang dan ancaman bagi produk susu pasteurisasi Bandoengsche Melk Centrale (BMC); (3) merumuskan alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan bagi produk susu pasteurisasi Bandoengsche Melk Centrale (BMC). Penelitian dilaksanakan di PT. Agronesia Divisi Makanan Dan Minuman di Kelurahan Babakan Ciamis Kecamatan Sumur Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret - April 2015. Analisis data yang digunakan yaitu analisis Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, Matriks SWOT dan Matriks QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor internal PT. Agronesia Divisi Makanan Dan Minuman pada produk susu pasteurisasi merk BMC yaitu meliputi : Kekuatan : produk berkualitas, rasa dan jenis kemasan bervariasi, lokasi perusahaan yang strategis, ketepatan pengiriman, sumber daya manusia berkualitas serta kelengkapan alat yang dimiliki. Kelemahan : tidak adanya promosi khusus, kemasan produk kurang menarik, sifat produk yang mudah rusak dan daya tahannya singkat serta ruang lingkup pemasaran yang selama ini tergolong kecil; (2) Faktor-faktor eksternal PT. Agronesia Divisi Makanan Dan Minuman pada produk susu pasteurisasi merk BMC yaitu meliputi : Peluang : pertambahan penduduk, tren gaya hidup sehat, tingginya permintaan dari industri di luar daerah Bandung, ketersediaan bahan baku serta perkembangan di bidang teknologi informasi. Ancaman : Fluktuasi harga BBM, kenaikan UMK daerah, kenaikan harga bahan baku susu murni, produk substitusi susu pasteurisasi yang beragam dan banyak produsen produk sejenis; (3) Strategi pengembangan yang tepat untuk mengembangkan produk susu pasteurisasi merk BMC eksternal PT. Agronesia Divisi Makanan Dan Minuman Bandoengsche Melk Centrale (BMC) Bandung adalah dengan memperluas jaringan distribusi bekerjasama dengan agen melalui sistem job order.Along with the growing increase in the population and the awareness of a healthy lifestyle make pasteurisasi milk consumption continues to increase because of the milk pasteurisasi is one of the sources of protein fats, minerals and have high nutritional value. BMC as one of pasteurisasi dairy producers in West Java requires a formulation of business development strategy to cope with the business competition and the changes that happen. This research aims to (1) analyzing internal factors that are strengths and weaknesses for milk products pasteurisasi Bandoengsche Melk Centrale (BMC); (2) analyzing the external factors that are an opportunity and threat for milk products pasteurisasi Bandoengsche Melk Centrale (BMC); (3) formulate alternative development strategies that can be applied for milk products pasteurisasi Bandoengsche Melk Centrale (BMC). The study was conducted in PT Agronesia Food and Beverage Division in Kelurahan Babakan Ciamis District Sumur Bandung Bandung Regency. The research method used is the case study. Loading data conducted in March - April 2015. Analysis of the data that is used, IFE Matrix analysis, EFE Matrix the Matrix IE, SWOT Matrix and the matrix of the QSPM. The results of the study showed that (1) internal factors PT Agronesia Food and Beverage Division on milk products pasteurisasi BMC brands including : Strength : quality products, taste and packaging types vary the location of a strategic company, the accuracy of the delivery of human resources quality and completeness of the appliance owned. Weakness : lack of special promotion, product packaging less interesting nature of the product that easily damaged and short for immunity and the scope of marketing during this is classified as a small; (2) the external factors PT Agronesia Food and Beverage Division on milk products pasteurisasi BMC brands including : Opportunities : increment population, healthy lifestyle trends, high demand from industry outside the area of Bandung, availability of raw materials and the development in the field of information technology. The threat : fluctuations in fuel prices the rise of MSB area, rising raw material prices pure milk, Product substitution pasteurisasi milk that various and many manufacturers similar products; (3) the right development strategy to develop the milk products pasteurisasi merk BMC PT Agronesia external Food and Beverage Division Bandoengsche Melk Centrale (BMC) Bandung is by expanding the distribution network in cooperation with the agent through the job order system
1526518563C1B013005EVALUASI PENJADWALAN WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE NETWORK PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE (PERT) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR NAGOYA HILL MALL BATAMPT. Jaya Multi Karya bergerak dalam bidang mekanis, konsultan teknik elektro dan sebagai kontraktor. PT JMK sendiri telah menjadi perusahaan kontraktor selama 15 tahun sampai saat ini. Adapun salah satu proyek yang ditangani oleh PT JMK yaitu proyek pembangunan gedung parkir Nagoya Hill Mall Batam.
Proyek merupakan usaha yang kompleks, tidak rutin, yang dibatasi oleh waktu, anggaran dan mutu. Untuk itu sangat diperlukan perencanaan,penjadwalan dan pengendalian yang baik agar proyek berjalan sesuai dengan waktu dan biaya yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis durasi waktu yang paling efektif, total biaya proyek, serta probabilitas penyelesaian proyek dengan pencarian jalur kritis menggunakan metode PERT (Program Evaluation and Review Technique).
Berdasarkan analisis Network Planning dengan menggunakan metode PERT didapatkan dua jalur kritis. Dari hasil penelitian ini dapat dijadikan perbandingan, dimana waktu normal penyelesaian proyek yang direncanakan oleh perusahaan adalah selama 468 hari dengan biaya sebesar Rp. 15.091.235.625,00 sedangkan dengan menggunakan metode PERT proyek dapat diselesaikan selama 456 hari dengan biaya yang sama yaitu sebesar Rp. 15.091.235.625,00. Probabilitas penyelesaian proyek dari jalur kritis yang pertama sebesar 99,53 % sedangkan probabilitas penyelesaian proyek dari jalur kritis yang kedua sebesar 99,51 %.
Dengan demikian analisis network planning dengan menggunakan metode PERT dapat mempersingkat waktu pengerjaan proyek selama 12 hari, sehingga proyek pembangunan gedung parkir Nagoya Hill Mall Batam dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien serta dapat mencapai hasil yang optimal.
PT Jaya Multi Karya that concern on the mechanical sector, electrical engineering consultant and concern as contractor. PT. JMK become contractor company for 15 years. One of project that handled by PT. JMK is the project of parking building at Nagoya Hill Mall Batam.
The project is complex work, not continuously, that limited by time, budget, and quality. That means its very needed to planning, scheduling and good controlling in order to make the project run based on estimated time and estimated budget. Purpose of this research to analyze the more effective time, total cost project and also probability of the finish project with seeking critical path used PERT (Program Evaluation and Review Technique) method.
Based on network planning analyze with using PERT method getting two critical path. Result from this research can be compared, on how the normal time to solved project that planned by company is 468 days with cost Rp. 15.091.235.625,00 whereas with PERT method project can be finished for 456 days with similar cost which is Rp. 15.091.235.625,00. Probability of the finish project from the first critical path is 99,53 % whereas probability of the finish project from second critical path is 99,51 %.
So network planning analyze with using PERT method can shorting the time of project for 12 days, so the project of parking building Nagoya Hill Mall Batam can running effectively and efficient and also can reach optimal result.
1526618562A1C012054Hubungan Motivasi Kebutuhan dengan Tingkat Adopsi Usahatani Lada Perdu Di Pekarangan Di Kecamatan Pulosari, Kabupaten PemalangLada merupakan tanaman penghasil komoditas pertanian yang sering disebut dengan The King of Spices atau raja rempah-rempah. Lada perdu sebagai komoditas yang masih baru di Kecamatan Pulosari menarik peneliti untuk meneliti tentang motivasi kebutuhan dan adopsi usahatani petani untuk melakukan usahatani lada perdu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) tingkat motivasi kebutuhan petani untuk melakukan usahatani lada perdu; (2) tingkat adopsi usahatani petani untuk melakukan usahatani lada perdu, (3) hubungan antara tingkat motivasi kebutuhan petani dengan tingkat adopsi usahatani petani untuk melakukan usahatani lada perdu. Metode penelitian yang digunakan adalah kaji tindak (action research). Penelitian dilakukan di Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang pada bulan Juli hingga September 2016. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive yaitu sejumlah 10 petani. Metode analisis yang digunakan yaitu uji validitas dan realibilitas, analisis statistik deskriptif, analisis likert’s summated ratings dan analisis korelasi Rank Spearmans. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Tingkat motivasi kebutuhan petani untuk melakukan usahatani lada perdu secara keseluruhan dalam katagori sedang, secara rinci digambarkan oleh komponen pembentuk motivasi kebutuhan yaitu kebutuhan fisiologis dengan skor 3,92 (sedang), kebutuhan rasa aman dengan skor 3,82 (sedang), kebutuhan memiliki dan dimiliki dengan skor 3,76 (sedang), kebutuhan penghargaan dengan skor 3,36 (sedang) serta kebutuhan aktualisasi diri dengan skor 3,4 (sedang); (2) tingkat adopsi petani untuk melakukan usahatani lada perdu secara keseluruhan dalam kategori sedang, secara rinci digambarkan oleh komponen pembentuk tingkat adopsi usahatani lada perdu yaitu kesadaran dengan skor 3,94 (sedang), tumbuh minat dengan skor 3,82 (sedang), penilaian dengan skkor 3,72 (sedang), percobaan dengan skor 3,65 (sedang) dan adopsi dengan skor 3,62 (sedang); (3) terdapat hubungan yang positif antara komponen pembentuk motivasi kebutuhan yaitu (a) kebutuhan fisiologis; (b) kebutuhan keamanan; (c) kebutuhan memiliki dan dimiliki dengan tingkat adopsi usahatani lada perdu.Pepper is an agriculture plant which known as “The King of Spices”. As a new commodity which just recently introduced to Pulosari sub-district, it gained researcher to study about farmers’ motivation of needs and farming adoption to perform bushy pepper farming. This study aimed to analyzed: (1) farmers’ level of motivation of needs to perform bushy pepper farming; (2) farmers’ adoption of innovation level to perform the farming, (3) the correlation between farmers’ level of motivation of needs and adoption of innovation level to perform the farming. Research method that used in this study was action research. The study was conducted at Karangsari Village, Pulosari Sub district, Pemalang in July until September 2016. The sample was taken purposively as 10 farmers. Validity and reliability tests, descriptive statistic analysis, likert’s summated ratings analysis and the correlation of Rank Spearmans analysis. The result of this study showed that (1) farmers’ level of motivation of needs to perform bushy pepper farming were overall in the moderate category which described by the former component of motivation of needs variable which are physiological needs by the score of 3.92 (moderate), the need to feel safe by 3.82 (moderate), the need of owning and being owned by 3.76 (moderate), the need of appreciation by 3.36 (moderate) and need of self-actualization by the score of 3.4 (moderate); (2) farmers’ adoption of innovation level to perform the farming were overall in the moderate category which described by the former component of farmers’ adoption level which are awareness by the score of 3,94 (moderate), growing interest by 3.82( moderate) , judgment by 3.72 (moderate), trial and error by the score of 3.65 (moderate) and adoption by the score of 3.62 (moderate); (3) there is a positive correlation between the former components of farmers’ motivation of needs such are (a) physiological needs; (b) the need to feel safe and (c) the need of sense of belonging with farmers’ adoption level to perform the bushy pepper farming.
1526718564A1G013009FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI BUAH PEPAYA CALIFORNIA DI KOTA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMASPepaya merupakan salah satu buah-buahan yang memiliki banyak kandungan gizi, terutama sumber vitamin dan nutrisi yang penting dalam tubuh. Pepaya California merupakan salah satu buah yang banyak diminati masyarakat di Kota Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui karakteristik konsumen pembeli buah pepaya California (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli buah pepaya California dan (3) menganalisis variabel yang dominan berpengaruh dalam pembelian buah pepaya California menurut konsumen.
Lokasi pengambilan data dilaksanakan di Pasar Cerme, Pasar Kober, Pasar Manis, Pasar Pon, Pasar Wage, MORO, dan Rita Supermarket serta kios buah yang berada di sekitar Pasar Wage, sekitar pasar Cerme, jalan H.R. Bunyamin, jalan Overste Isdiman, jalan Masjid, jalan Jenderal Soedirman dan jalan Komisaris Bambang Suprapto di Kota Purwokerto pada bulan Juli 2016 sampai Agustus 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai, sedangkan metode penentuan sampel menggunakan metode ¬non probability sampling yakni menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel penelitian yang digunakan sebagai responden sebanyak 100 orang. Analisis yang digunakan pada penelitian ini, meliputi (1) uji validitas dan reliabilitas (2) analisis deskriptif dan (3) analisis faktor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) karakteristik responden dengan persentase terbesar pada usia pada usia 31 sampai 40 tahun, jenis kelamin wanita, status sudah menikah dengan rata-rata jumlah anggota keluarga sebanyak 4 orang, rata-rata pendidikan responden SMA, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, pendapatan konsumen sebesar Rp3.000.000,00 sampai Rp5.000.000,00 perbulan dan dengan intensitas pembelian buah pepaya California sebanyak 3 kali dalam sebulan; (2) faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli pepaya California yaitu faktor pertama yang terdiri dari keamanan tempat, kenyamanan tempat dan kestrategisan tempat; faktor kedua yang terdiri dari promosi dan iklan; faktor ketiga yang terdiri dari warna kulit buah dan ukuran buah; faktor keempat yang terdiri dari kebersihan buah, harga buah, kestabilan harga buah dan bentuk buah; faktor kelima yang terdiri dari rasa buah dan warna daging buah dan (3) variabel dominan yang mempengaruhi konsumen dalam membeli pepaya California di Kota Purwokerto berdasarkan faktor loadingnya berturut-turut yaitu variabel kestabilan harga buah (0,757), rasa buah (0,729), keamanan lokasi penjualan (0,728), promosi (0,727) dan harga buah (0,721).
Papaya is one of fruits that has a lot of nutritional value, especially a source of vitamins and nutrients that are essential for daily life. Papaya California is one of the most popular fruits in the city of Purwokerto. The purpose of this study were (1) to know the consumer characteristics of buyers of California papaya fruit, (2) analyze the factors that affect and (3) analyze the dominant variable in making purchasing decisions California papaya fruit in city of Purwokerto.
The location for data retrieval held in the Cerme market, Kober market, Manis market, Pon market, Wage market, MORO and Rita supermarket, also fruits stalls which located around the Wage market, Cerme market, H. R. Bunyamin street, Overste Isdiman street, Masjid street, Jenderal Soedirman street and komisaris Bambang Suprapto street in city of Purwokerto on July 2016 until August 2016. The research method used is survey method, while the method of determining the sample using non-probability sampling method that is using accidental sampling technique with the number of research samples used as respondents as many as 100 people. The analysis used in this study, including (1) the validity and reliability (2) descriptive analysis, and (3) analysis of factors.
The research showed, (1) The characteristics of respondents with the largest percentage in the age of 31 to 40 years, female gender, status is married with an average family member of 4 people, an average the highest education is high school, work as a housewife, the consumer’s income amounted to 3 million to 5 million rupiah per month and the intensity purchase California papaya fruits are 3 times in a month; (2) the factors that influence consumers in buying California papaya consists of five factors: the first refers to the security of the place, comfort and a strategic place. The second refers to the promotion and advertising. The third refers to the skin color of the fruit and fruit size. The fourth refers to the cleanliness of fruit, fruit price, the stability of the price of fruit and fruit shape. And the last refers to the taste of the fruit and flesh color, and (3) The dominant variables that influence consumers to buy this kind of papaya in Kota Purwokerto by successive loading factors those are the variable stability price of fruit (0,757), the fruit flavors (0,7209), a security point of place (0,728), promotion (0,727) and the prices of fruit (0,721).
1526818565A1C012037Kelayakan Finansial Usahatani Glagah Arjuna dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Petani Di LMDH “Jala Tunda” RPH Picung KPH Banyumas TimurUsahatani glagah Arjuna merupakan salah satu usahatani yang dikembangkan dengan sistem pemanfaatan lahan di bawah tegakan pinus Perhutani bekerjasama dengan LMDH “Jala Tunda”. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui profil petani glagah Arjuna di bawah tegakan pinus Perhutani, 2) Mengetahui biaya dan pendapatan usahatani glagah Arjuna, 3) Mengetahui kelayakan usahatani glagah Arjuna dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga petani.
Penelitian dilakukan di LMDH “Jala Tunda” RPH Picung BKPH Gunung Slamet Timur KPH Banyumas Timur Perhutani Unit 1 Jawa Tengah pada bulan September sampai Oktober 2016 dengan menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah petani anggota LMDH “Jala Tunda” yang mengusahakan glagah Arjuna pada tahun tanam 2010 sampai 2015. Petani yang menjadi responden dipilih dengan metode sensus dan diperoleh 27 orang petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1.) Petani responden memiliki rata-rata umur 49 tahun, tingkat pendidikan sekolah dasar (SD) dan jumlah tanggungan keluarga 4 orang. Mata pencaharian utama petani responden adalah pedagang sapu 51,85 persen, penyadap 14,81 persen, petani 26,93 persen dan buruh tani 3,07 persen. Petani responden rata-rata menggarap 0,46 hektar atau 616 rumpun glagah Arjuna sebagai tanaman sela dari tegakan pinus Perhutani. 2.) Selama 5 tahun usahatani, nilai riil rata-rata total biaya yang dikeluarkan Rp11.327.659,00 per hektar/1.335 rumpun atau Rp4.900.532,00 per petani/616 rumpun dan nilai riil rata-rata pendapatan bersih Rp3.235.753,00 per hektar/1.335 rumpun atau Rp1.814.819,00 per petani/616 rumpun. 3.) Secara finansial, selama 5 tahun usahatani masih dalam kondisi layak dengan hasil perhitungan NPV Rp1.127.852,00; IRR 27,05 persen; dan Net B/C 1,48. Hasil analisis kontribusi pendapatan, usahatani glagah Arjuna memberikan rata-rata kontribusi pendapatan Rp98.566,00 atau 6,77 persen setiap bulannya kepada masing-masing keluarga petani.
Glagah Arjuna farm is one of the developed farms with land use system under pine stands Perhutani in cooperation with LMDH "Jala Tunda". The objectives of this research are 1) to know the profile of glagah Arjuna farmer under pine trees of Perhutani, 2) to know the cost and income of glagah Arjuna farming, 3) to know the feasibility of glagah Arjuna farming and its contribution to household income of farmers.
The research was conducted at LMDH "Jala Tunda" RPH Picung BKPH East Slamet KPH Banyumas Timur Perhutani Unit 1 Central Java from September to October 2016 using survey method. The research target is farmer member of LMDH "Jala Tunda" which cultivate glagah Arjuna in year 2010 until 2015. The farmer who became the respondent was selected by census method and obtained 27 peasants.
The results showed that 1) Respondent farmers have an average age of 49 years, elementary education level (SD) and the number of family dependents 4 people. The main livelihoods of the farmers of the respondents consist of broom traders 51,85 percent, tappers 14,81 percent, farmers 26,93 percent, and farm workers 3,07 percent. The average responden farmers manage the land 0,46 hectare or 616 glagah Arjuna clumps under forest Perhutani. 2) During 5 years of farming, the real value of average total cost incurred Rp11.327.659,00 per hectare/1.335 clumps or Rp4.900.532,00 each farmer/616 clumps and the real value of average net income Rp3.235.753,00 per hectare/1.335 clumps and Rp1.814.819,00 each farmer/616 clumps. 3) Financially, for 5 years the farm is still in reasonable condition with the calculation of NPV Rp1.127.852,00; IRR 27,05 percent; And Net B / C 1.48. The result of earnings contribution analysis, Glagah Arjuna farming contributes Rp98,566,00 or 6,77 percent per month to farmers' families.
1526918566D1E013044PERBEDAAN PRODUKSI TELUR ITIK YANG PAKANNYA DITAMBAH DENGAN PROBIOTIK DAN FITOBIOTIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan probiotik dan fitobiotik untuk meningkatkan Hen Day Production (HDP) dan bobot telur pada itik Tegal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik Tegal betina umur 24 minggu sebanyak 80 ekor yang diperoleh dari peternak daerah Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu level penambahan probiotik starbio dan fitobiotik pada pakan basal, yang terdiri atas : T0 (pakan basal), T1 (pakan basal + kunyit 4%), T2 (pakan basal + temulawak 4%), T3 (pakan basal + probiotik 2%). Setiap perlakuan diulang 5 kali. Setiap unit percobaan diisi 4 ekor itik Tegal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi, lalu diuji lanjut dengan orthogonal contras. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Hen Day Production (HDP) sedangkan pada bobot telur berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Hasil uji orthogonal contras menunjukkan bahwa T0 VS T1,T2,T3 berbeda tidak nyata (P>0,05), T1 VS T2,T3 berbeda sangat nyata (P<0,01), T2 VS T3 berbeda sangat nyata (P<0,01). Penambahan probiotik dalam pakan itik Tegal mampu meningkatkan HDP sebesar 8,3 %. Tepung kunyit cenderung menurunkan HDP 28%. Tepung temulawak relative sama dengan Kontrol. Itik Tegal yang pakannya ditambah probiotik atau fitobiotik menghasilkan bobot telur yang relative sama.This study aimed to examine the effect of the addition of probiotics and phytobiotics to increase Hen Day Production (HDP) and egg weight at Tegal ducks. The material used in this research was the 24-week-old female Tegal duck as much as 80 heads obtained from the Tegal breeders. The research used experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The tested treatment was the level of probiotic and phytobiotic additon on basal feed, consisted of: T0 (basal diet), T1 (basalt + 4% turmeric feed), T2 (feed Basalt + 4% temulawak), T3 (basal diet + probiotic 2%). Each treatment was replicated 5 times. Each experimental unit filled 4 head of Tegal duck. The data obtained were analyzed by variance analysis, then tested further with orthogonal contras. The result of variance analysis showed that the treatment had highly significant effect (P<0,01) on Hen Day Production (HDP) and on egg weight was showed had no significant effect (P>0,05). The results of orthogonal contras test showed that T0 VS T1, T2, T3 were not significantly different (P>0,05), T1 VS T2, T3 were highly significant (P<0.01), T2 VS T3 was highly significant (P<0,01). The addition of probiotics in feed increased HDP by 8.3%. Turmeric powder was decreased than control by 28%. Temulawak powder was relatively the same with control. Tegal duck with feed added probiotics and phytobiotics produce egg weight was relatively the same.
1527018567A1C012089FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BUNGA POTONG KRISAN PADA ASOSIASI TANAMAN HIAS, BUNGA DAN DAUN (ASTHA BUNDA) DI YOGYAKARTAAsosiasi Tanaman Hias, Bunga dan Daun (ASTHA BUNDA) merupakan wadah bagi para petani krisan di Sleman Yogyakarta untuk berbagi ilmu dan pendapat, memproduksi hingga memasarkan bunga krisan, serta menjadi salah satu supplier terbesar dalam penjualan bunga krisan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui karakteristik konsumen bunga potong krisan di ASTHA BUNDA, 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bunga potong krisan di ASTHA BUNDA, dan 3) mengetahui elastisitas pemintaan bunga potong krisan di ASTHA BUNDA. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel menggunakan judgmental sampling dan diperoleh responden sebanyak 41 konsumen yang terdiri dari 21 dekorator dan 20 florist. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda dan elastisitas permintaan. Sedangkan untuk mengetahui penyimpangan asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan uji multikolinearitas. Dalam analisis penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi Eviews7. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) karakteristik konsumen bunga potong krisan di ASTHA BUNDA adalah konsumen sebagian besar berprofesi sebagai dekorator, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, berusia antara 34 sampai dengan 42 tahun. Mayoritas konsumen berpendidikan akhir tamat SMA, memiliki pengalaman usaha selama 2 sampai dengan 11 tahun di bidang dekorator dan florist. Konsumen melakukan pembelian dengan frekuensi antara 8 sampai dengan 12 kali selama bulan November 2016 dengan tarif kirim Rp10.000,00, 2) variabel yang berpengaruh terhadap permintaan bunga potong krisan di ASTHA BUNDA adalah variabel harga bunga potong krisan, harga bunga potong mawar, frekuensi pembelian, dan trend permintaan, 3) elastisitas harga bunga potong krisan bersifat elastis dan bunga potong mawar termasuk barang subtitusi dari bunga potong krisan.Associaotion of Decorative Plant, Flower and Leaf (ASTHA BUNDA) is a place for chrysanthemum farmers in Sleman Yogyakarta for sharing knowledge and opinions, produce until marketing of chrysanthemum, and become one of the biggest suppliers in Yogyakarta. The aims of this research are 1) to know the characteristics of cut chrysanthemum consumers in ASTHA BUNDA, 2) to know the factors that affect the demand of chrysanthemum cut in ASTHA BUNDA, 3) to analyize the elasticity of demand of cut flower of chrysanthemum in ASTHA BUNDA. This research is conducted in Sleman regency, Yogyakarta. The research method used is survey method. It used judgemental sampling and obtained respondents as many as 41 consumers consisting of 21 decorators and 20 florists. Data analysis used is descriptive analysis, multiple linear regression analysis, and demand elasticity. While to know the deviation of classical assumption, using normality test, heteroskedastisity test and multicollinearity test. In this research we used software E-Views 7. The result of this research can be concluded; 1) the characteristics of cut chrysanthemum consumers in ASTHA BUNDA are consumers mostly work as decorators, male, aged between 34 to 42 years. The majority of educated consumers finish in high school, experienced for 2 to 11 years in the field of decorator and florist. Consumers make purchases with frequencies between 8 to 12 times during November 2016 at a rate of Rp. 10,000; 2) variables that affect the demand of chrysanthemum flower in ASTHA BUNDA are variables of cut flower price of chrysanthemum, rose cut flower price, purchase frequency and demand trend. 3) elasticity of cut flower price of chrysanthemum is elastic and rose cut flowers including substitute of cut chrysanthemum.
1527118609C1A013088Pengaruh Utang Luar Negeri, Investasi, dan Ekspor terhadap
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Utang Luar Negeri, Investasi, dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu utang luar negeri, penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), dan ekspor terhadap variabel dependen yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik secara parsial maupun simultan atau bersama - sama.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series dengan periode pengamatan tahun 2000 – 2015 (16 tahun). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda metode Ordinary Least Square (OLS).
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa, secara parsial variabel utang luar negeri dan PMDN tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Variabel PMA dan ekspor berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Secara bersama – sama atau simultan variabel utang luar negeri, penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri, dan ekspor berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2000 hingga 2015.
Implikasi untuk penelitian ini yaitu untuk dapat meningkatkan pertumbuhan investasi, pemerintah harus dapat mengupayakan iklim investasi yang kondusif seperti dengan melakukan penyederhanaan perizinan, menciptakan stabilitas ekonomi, meningkatkan keamanan negara, peningkatan infrastruktur dan regulasi yang tepat agar para investor, baik asing maupun dalam negeri, dapat merasa aman dan tertarik untuk menanamkan modal mereka. Di sisi ekspor, pemerintah perlu meningkatkan kapasitas dan kualitas melalui kebijakan yang mendukung ekspor tersebut, seperti disversifikasi produk. Dengan adanya resiko jangka panjang penggunaan utang luar negeri, maka perlu perhatian dalam pengelolaan utang luar negeri agar penggunaannya bisa lebih tepat dan efisien.
This research aims to determine the influence of foreign debt, foreign investment (PMA), domestic investment (PMDN), and export to the economic growth in Indonesia as the dependent variable, either partially, simultaneously or together.
This research is using a quantitative method which uses secondary data by time series data with observation period of 2000 - 2015 (16 years). The analysis tool for this research is by ordinary double linear regression that using Ordinary Least Square (OLS) method.
Based on the results of research and data analysis, the variable of foreign debt and domestic investment (PMDN) are not significantly influence to the economic growth in Indonesia. As a contrast, foreign investment (PMA) and export are significantly influence to the economic growth in Indonesia. Variable of foreign debt, foreign investment, domestic investment, and export are having influence to the variable of economic growth in Indonesia from 2000 to 2015 simultaneously.
The implications of this research are to increase the investment growth, the government should be able to seek a conducive investment climate such as by simplifythe licensing, build a stability condition of economy, improve the secure of state, improve the infrastructure and the right regulations so that the investors, both foreign and domestic, can feel safe and interested to invest their capital. On the export side, the government needs to improve capacity and quality through policies that support those exports, such as product diversification. By the long-term risk of using foreign debt, so that it’s necessary to pay attention to the management of foreign debt in order to be more precise and efficient.
1527218662G1D013002PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUALITAS MENGGUNAKAN VIDEO DAN CERAMAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS
ABSTRAK
Latar Belakang: Remaja merupakan periode perkembangan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan fisik dan psikis. Perubahan psikis yaitu rasa ingin tahu yang tinggi yang bisa menjerumuskan remaja keperilaku seks bebas. Kegiatan pendidikan kesehatan menggunakan media video dan ceramah dimungkinkan akan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku seks bebas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan seksualitas menggunakan video dan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap tentang seks bebas pada remaja.
Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-post test with control group pada 36 remaja. Subjek dibagi kedalam kelompok perlakuan dan kontrol, masing-masing 18 orang. Kelompok perlakuan diberikan video selama 20 menit dan ceramah, untuk kelompok kontrol diberikan ceramah. Pengambilan data untuk mengukur pengetahuan dan sikap dilakukan pada hari ke-1 (pretest) dan pada hari ke-7 (posttest). Uji normalitas data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon, uji t Berpasangan, uji t Independent dan uji Mann-Whitney.
Hasil:Variabel pengetahuan pada kelompok perlakuan menunjukan hasil signifikan (p= 0,001), untuk kelompok kontrol menunjukan hasil signifikan (p= 0,000). Sedangkan variabel sikap menunjukan hasil signifikan (p= 0,000). Analisis antara kelompok perlakuan dan kontrol untuk variabel pengetahuan menunjukan hasil yang signifikan (p= 0,015), untuk variabel sikap juga menunjukan hasil yang signifikan (p= 0,005).
Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan seksualitas menggunakan video dan caramah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas antara yang diberikan video dan yang tidak.
ABSTRACT
Background: Teenagers is a development periode from childhood to adolescent. The changing that occured include physical and psychological changes. The changing of psychic is about teenager’s high curiosity which can effect them for doing free sex behavior. Health education activities using video and lecture will be effective for increasing teenager’s knowledge and attitude toward free sex behavior.
Aims: This study aimed to determine the effect of sexual health education using video and lecture for increasing knowledge and attitudes toward free sex in teenagers.
Methods: This study was used quasi experimental pre-post test with control group design on 36 teenagers. Subjects were divided into treatment and control groups. Each group has 18 teenagers. Intervention group givenhealth education using video for 20 minutes and lecture to control groupswas given by lecture. The data was collected to measure the knowledge and attitude at first day (pretest) and seventh day (posttest). Normality data test was analyzed using Shapiro-Wilk test, Wilcoxon test, Pair t test, Independent t test and Mann-Whitney test.
Result: Knowledge variable in treatment group showed significant result (p = 0,001), and control group showed significant result (p = 0,000). While, attitude variable showed significant result (p = 0,000). The analysis between treatment and control group for knowledge variable showed significant result (p = 0,015), for attitude variable also showed significant result (p = 0,005).
Conclusion: There was a significant differences between giving sexual health education through video and lecture to increase knowledge and attitudes of teenagers about free sex between video and others .
Keywords: Health education, video, lecture, knowledge, attitude, free sex, teenager.
1527318675G1F013056PENGARUH VARIASI OLEUM RICINI PADA FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN ISOLAT KURKUMIN SEBAGAI PEWARNA ALAMI DENGAN BASIS BEESWAX DAN PARAFFIN WAXLipstik dengan pewarna alami semakin banyak diminati. Salah satu pewarna alami yang memiliki warna khas adalah kurkumin. Tingginya titik leleh kurkumin dapat berpengaruh pada tingkat kekerasan lipstik. Untuk itu, diperlukan bahan yang bersifat melembabkan (emmolient), yakni oleum ricini. Titik leleh oleum ricini yang sangat rendah diharapkan dapat menurunkan titik leleh lipstik sehingga kekerasan lipstik dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi konsentrasi oleum ricini terhadap sifat fisik dan stabilitas lipstik dengan pewarna alami kurkumin.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sediaan Lipstik dibuat dengan variasi konsentrasi oleum rinci sebesar 20 gram, 30 gram, 40 gram dan tanpa oleum ricini. Kemudian lipstik di evaluasi sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, uji pH, daya oles, titik patah dan titik leleh selama 28 hari serta uji stabilitas cycling test sebanyak 14 siklus. Uji organoleptis, homogenitas, pH dan daya oles dianalisis secara deskriptif. Sedangkan uji titik leleh dan titik patah dianalisis dengan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney. Hasil penelitian membuktikan bahwa semakin besar konsentrasi oleum ricini pada formula akan semakin mempercepat hilangnya bau, memperbesar ketidakhomogenitasan warna, menurunnya kepadatan, intensitas warna oles, titik patah dan titik leleh lipstik yang dihasilkan. Sediaan lipstik yang paling baik adalah Formula I.
The demands for lipstick with natural dyes are increase. One of the natural dyes which has a distinctive color is curcumin. The high melting point of curcumin can affect the hardness level of the lipstick. Thus, material which moisturizes (emmolient) like oleum ricini is needed. The low melting point of oleum ricini is expected to decrease the melting point of the lipstick; hence, the hardness level of the lipstick can be decreased. The aim of this research is to figure out the influence of variation of oleum ricini concentrations towards the physical characteristics and the stability of the lipstick with curcumin as the natural dye.

This research used experimental method. Lipsticks were made by variations of oleum ricini with concentrations of 20 grams, 30 grams, 40 grams and without oleum ricini. Then, the lipstick was examined for its physical characteristics such as organoleptic, homogenity, pH test, smear point, breaking point and melting point for 28 days, whereas the stability test was carried out by cycling test for 14 cycles. Organoleptic test, homogenity, pH, and smear point are analyzed descriptively. While, the melting point and the breaking point were analyzed by Kruskal-Wallis and continued with Mann-Whitney. This research showed that the increase of oleum ricini concentration in the formula can accelerate the fading of the smell, decrease the homogenity of the color and the hardness of the lipstick, increase the intensity of smear color, breaking point, and melting point of the lipstick. The best lipstick formulation was Formula I.

1527418569H1L011005SISTEM PENGUKUR TINGKAT STRES MENGGUNAKAN FUZZY NEURAL NETWORK DENGAN NEURON FUZZY KWAN DAN CAI BERBASIS WEB
Stres dapat terjadi dikarenakan adanya tekanan yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pekerjaan. Kebanyakan orang terkadang tidak menyadari jika dirinya mengalami stres, sehingga hal ini dapat menyebabkan stres yang berkepanjangan dan dapat memicu adanya gangguan, baik dari fisik maupun psikologis seseorang. Oleh karena itu, stres harus segera diatasi dengan cara yang sesuai agar tercapai hasil yang maksimal. Untuk membantu masalah tersebut, dapat dibuat suatu sistem pengukur stres. Sistem pengukur stres ini dapat dibuat dengan menggunakan konsep fuzzy neural network dengan neuron fuzzy Kwan dan Cai untuk mengukur stres. Perancangan sistem ini menggunakan teknik prosedural dengan menyusun Data Flow Diagram, Conceptual Data Model, dan Physical Data Model, sedangkan untuk implementasinya digunakan bahasa pemrograman berbasis web seperti PHP, HTML, CSS, dan Javascript dengan MySQL sebagai manajemen basis datanya. Dengan dibangunnya sistem pengukur tingkat stres, maka seseorang dapat terbantu untuk mengetahui stres yang ada di dalam dirinya.Stress can occur due to pressure in various aspect of life, especially work. Most people sometimes do not realize if they are experiencing stress, so this can cause a chronic stress. These stress effect can ultimately lead to a disturbance to someone, both physical dan psychological. Therefore, stress must be addressed in appropriate way to achieve maximum result. This stress level measurement system is built using fuzzy neural network with Kwan and Cai’s fuzzy neuron to measure a stress. The design of this system is using procedural technique by composing Data Flow Diagram, Conceptual Data Model, and Physical Data Model, meanwhile for the implementation, it is used the web based programming languange, such as PHP, HTML, CSS, and Javascript, with MySQL for the database management. By the built this stress level measurement system, someone can be helped to know the stress that is in their body.
1527518568A1C111041PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK JENIPER PADA P[USAT OLEH-OLEH DI KUNINGAN JAWA BARAT.


CV. Mustika Flamboyant merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi Jeniper (Jeruk Nipis Peras). Kebutuhan konsumen akan produk-produk yang berkualitas dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya akan menjadikan konsumen semakin selektif dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Oleh karena itu, produsen Jeniper (Jeruk Nipis Peras) perlu mengukur preferensi konsumen yang paling disukai terhadap produknya. Tujuan penelitian ini (1) Mengetahui karakteristik konsumen dalam pembelian produk Jeniper (2) Mengetahui perilaku konsumen terhadap pembelian produk Jeniper (3) Mengetahui atribut apa saja yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan pembelian produk Jeniper (4) Mengetahui peringkat kepentingan atribut pembelian produk Jeniper.
Penelitian ini dilaksanakan di toko oleh-oleh di Kabupaten Kuningan yaitu toko Teh Diah, toko Bu Sepuh, toko Teh Maya, toko Hasan. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode Judgment Sampling (purposive sampel). Jumlah sampel 100 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Cochran Q Test dan analisis conjoint.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata karakteristik konsumen yang membeli produk Jeniper yaitu berusia 23 tahun, jenis kelamin perempuan, pekerjaan pegawai swasta, dan pendapatan diatas Rp 2.000.000. (2) Perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk Jeniper yakni aitu rutin dalam mengkonsumsi, frekuensi pembelian tidak tentu, banyaknya produk Jeniper yang di beli dalam setiap kali pembelian kurang dari lima botol, dan alasan konsumen membeli produk Jeniper adalah rasa. (3) atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk Jeniper yaitu, atribut harga, atribut manfaat produk, atribut rasa, atribut jenis produk, atribut jaminan produk. (4) peringkat kepentingan atribut pembelian produk Jeniper yaitu atribut jaminan produk, rasa, manfaat produk, jenis produk, dan ukuran kemasan. (5) preferensi konsumen terhadap pembelian produk Jeniper yaitu konsumen memilih dengan jaminan keamanan dalam membeli produk, rasa produk yang menyegarkan, memberikan manfaat dapat membantu mengurangi berat badan, produk Jeniper yang dibeli dengan jenis fresh drink, dan ukuran kemasan 140ml dengan harga Rp 7.000 perbotol, design produk yang menarik, dan toko oleh-oleh menjadi tempat pembelian produk yang dipilih konsumen.
CV. Mustika Flamboyant is one company that produces Jeniper (lime juice). Consumer demand for quality products to meet their needs and wants will make consumers more selective in choosing products to be consumed.Therefore, the Jeniper producer needs to measure the most preferred consumer preferences for its products. The purpose of this study (1) Know the characteristics of consumers in purchasing Jeniper products (2) Knowing consumer behavior towards purchasing Jeniper products (3) Knowing what attributes are considered in making purchasing decision of Jeniper product. (4) Knowing the importance of attribute of purchase of Jeniper product.
The research was conducted in a gift shop in Kuningan regency, namely Teh Diah store, Bu Sepuh store, Teh Maya store, Hasan store. The design of sampling using Judgment Sampling method (purposive sample). Number of samples 100 respondents. The analysis used in this research is Cochran Q Test and conjoint analysis.
The results of the study showed that (1) The average characteristics of consumers who bought Jeniper products of 23 years of age, female sex, private employment, and income above Rp 2,000,000.(2) Consumer behavior toward purchasing decision of Jeniper product is routine in consuming, frequency of uncertain purchase, number of Jeniper product purchased in every purchase less than five bottles, and the reason consumers buy Jeniper product is taste. (3) attributes that consumers consider in making purchasing decisions of their products, price attributes, product benefit attributes, taste attributes, product type attributes, product warranty attributes. (4) attribute importance rating of Jeniper product attribute is attribute of product guarantee, taste, product benefit, product type, and packaging size .(5) consumer preference for the purchase of Jeniper products that consumers choose with security guarantees in buying the product, a refreshing product sense, providing benefits can help reduce weight, Jeniper products purchased with fresh drink type, 140ml packing size and Rp 7.000 , Attractive product design, and gift shop become the place of purchasing the selected product of consumer.
1527618570F1C013048Keterbukaan Diri Remaja Putri Panti Asuhan Darul Hadlonah Purwokerto melalui Media Sosial FacebookKeterbukaan diri atau self disclosure erat kaitannya dengan komunikasi antarpribadi. Karena dalam melakukan komunikasi antarpribadi, individu dituntut untuk melakukan keterbukaan diri mengenai informasi pribadinya. Media sosial Facebook menjadi media untuk melakukan keterbukaan diri mengenai berbagai informasi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana keterbukaan diri yang dilakukan oleh remaja yang tinggal di panti asuhan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deksriptif yang akan menghasilkan kata-kata tertulis dari subjek yang diteliti serta perilaku yang diamati. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan memberikan pertimbangan tertentu sebagai syarat informan. Penelitian ini memiliki tujuh informan dari hasil pertimbangan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan tidakadanya kedekatan antara informan dengan ibu pengasuh panti asuhan serta teman sebayanya. Hal tersebut yang menyebabkan para informan menggunakan Facebook sebagai media keterbukaan diri dengan menulis status yang berisi curahan hatinya. Keterbukaan diri remaja putri panti asuhan Darul Hadlonah dikategorikan menurut dimensi keterbukaan diri Teori Johari Windows.Self disclosure is closely related with interpersonal communication. Because in conducting interpersonal communication, individuals are required to conduct self-disclosure of personal information. Social media Facebook becomes a medium for self-disclosure of various information. The aim of this study was to determine how the self-disclosure made by a teenager who lived in the orphanage. Researchers use qualitative methods with descriptive approach which will produce the written words of the subjects studied and the observed behavior. Selection of informants using purposive sampling technique to give particular consideration as a condition of informants. This study has seven informants from the results of certain considerations. The results of this study indicate the absence of closeness between the informant and the mother of the orphanage and his peers. This is causing the informant to use Facebook as a medium of self-disclosure by writing a status that contains pouring her heart. The self-disclosure of the orphans of Darul Hadlonah orphanage is categorized according to the self-disclosure dimension of Johari Theory of Windows.
1527718571A1C010005Analisis Finansial Pada IKM Jenang Jaket “Asli” Menggunakan Metode Simulasi Monte CarloIndustri Kecil Menengah (IKM) Jenang Jaket “Asli” merupakan salah satu pelaku usaha yang bergerak dibidang industri pengolahan pangan. Usaha jenang berdiri sejak 1991 sampai sekarang dengan jumlah karyawan 35 orang dan telah terdaftar sebagai industri di Disperindagkop kabupaten Banyumas. Penilaian aspek finansial diperlukan untuk melihat perkembangan kondisi usaha saat ini maupun di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kelayakan finansial dan tingkat sensitivitas usaha 2) mengetahui risiko usaha 3) mengetahui probabilitas dalam memperoleh keuntungan.
Penelitian dilaksanakan di IKM Jenang Jaket “Asli” Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur pada tanggal 16 Januari sampai 10 Februari 2017. Terdapat 5 industri jenang, yaitu: Jenang Pertama, Jenang Jaket “Asli”, Jenang Mukti Sari, Jenang Dian Sari dan Jenang Puspa Sari. Sampel dipilih secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis Net Present Value (NPV), analisis Internal Rate of Return (IRR), analisis Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), analisis Pay Back Period (PBP), analisis sensitivitas, koefisien variasi dan analisis simulasi monte carlo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi usaha secara finansial layak, biaya rata-rata per bulan pada tahun 2016 sebesar Rp101.156.405,00, penerimaan sebesar Rp132.009.000,00 dan pendapatan sebesar Rp30.852.595,00, Nilai NPV sebesar Rp437.144.758,00, IRR sebesar 39,45 persen, Net B/C Ratio sebesar 1,50, Pay Back Period sebesar 2,28 dan analisa sensitivitas menunjukkan bahwa usaha jenang layak dijalankan sampai harga bahan baku meningkat 7,78 persen dan penjualan menurun 5,16 persen. Nilai koefisien variasi sebesar 1,14 dan batas bawah keuntungan bernilai negatif menunjukkan usaha menanggung risiko yaitu risiko harga, risiko produksi dan risiko pasar. Probabilitas jenang untuk memperoleh keuntung sebesar 77 persen untuk jenang polos dan sebesar 79 persen untuk jenang wijen.
Small medium enterprises (SME) jenang jaket "Asli" is one of businessmen who working in food processing industry. Jenang business since 1991 until now with number of employees 35 people and has been listed as industry in Disperindagkop of Banyumas district. Financial assessment aspects necessary to see the development of business conditions this time and in the future. The aims of the research are: 1) know the feasibility of financial and business sensitivity level 2) know the business risk 3) knowing the probability of gaining profit.
The research was implemented in SME jenang jaket "Asli" in Mersi Urban village, East Purwokerto Subdistrict on 16 January until 10 February 2017. There are five jenang industrial, namely: First, Jenang Pertama, Jenang Jaket “Asli”, Jenang Mukti Sari, Jenang Dian Sari dan Jenang Puspa Sari. The sample chosen by purposive sampling. This research use analysis of cost and revenue, analysis of Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return analysis (IRR), analysis of the Net Benefit-Cost Ratio (Net/B/C), Pay Back Period (PBP), sensitivity analysis, Coefficient of variation and Monte Carlo Simulation analysis.
The results showed that business condition financially worthy, the average cost per month of Rp101.156.405,00, revenue of Rp132.009.000,00 and the profit of Rp30.852.595,00, value NPV of Rp437.144.758,00 IRR of 39.45 percent, Net B/C ratio of 1.50, Pay Back Period of 2.28 and sensitivity analysis and 2.28 indicates that an attempt to run the price worth the frame of raw materials increased and decreased sales 7,78 percent and 5.16 percent. The value of the variation coefficient of 1.14 and the value of the negative suggests efforts bear some risk i.e. the risk of price, production risk and market risk. The probability to earn a profit of 77 percent for polos jenang and amounted to 79 percent for wijen jenang.

1527818574C1C013032FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PENGUSAHA KECIL DAN MENENGAH ATAS PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN
(Studi Empiris Pada Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Ciamis)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ukuran usaha, umur usaha, jenjang pendidikan, latar belakang pendidikan, pengetahuan akuntansi dan pengalaman akuntansi terhadap persepsi pengusaha kecil dan menengah atas penggunaan informasi akuntansi keuangan di Kabupaten Ciamis.Populasi dalam penelitian ini adalah UKM yang terdaftar di Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Ciamis sampai tahun 2015.Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan rumus slovin berjumlah 80 orang pemilik atau manajer UKM. Pembagian sampel dilakukan secara proportionate stratified ramdom sampling sehingga diketahui jumlah sampel usaha kecil sebanyak 75 unit dan jumlah sampel usaha menengah sebanyak 5 unit. Data dikumpulkan dengan cara menyebar kuesioner kepada para pemilik atau manajer dari UKM. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan jenjang pendidikan, latar belakang pendidikan, pengetahuan akuntansi dan pengalaman akuntansi berpengaruh positif signifikanterhadap persepsi pengusaha kecil dan menengah atas penggunaan informasi akuntansi keuangan sedangkan ukuran usaha dan umur usaha berpengaruh positif tidak signifikan terhadap persepsi pengusaha kecil dan menengah atas penggunaan informasi akuntansi keuangan.
The purpose of this research conducted on influence of business size, age business, stage educational, educational background, accounting knowledge, and accounting experience on perception entrepreneurs of SMEs about financial accounting information application in Kabupaten Ciamis. The population in this research is that SMEs are listed of Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Ciami until 2015. The sampling method research using formula slovin amount to 80 owner or manager of SMEs. Distribution of sample using proportionate stratified ramdom sampling, so sample of small enterprises amount to 75 units and sample of medium enterprises amount to 5 units. Data were collected by means of questionnaires spread to owner or manager of SMEs. Data analysis techniques using multiple linear regression.
The results of this research indicate stage educational, educational background, accounting knowledge, and accounting experience have positive significant influence on perception entrepreneurs of SMEs about accounting information application, while business size and age business have positif non-significant influence on perception entrepreneurs of SMEs about accounting information application.
1527918575C1C013001PENGARUH KEEFEKTIFAN PENGENDALIAN INTERNAL, KESESUAIAN KOMPENSASI, MORALITAS, SERTA ASIMETRI INFORMASI TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keefektifan pengendalian internal, kesesuaian kompensasi, moralitas, serta asimetri informasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah Badan Keuangan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh dengan jumlah responden 47 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu membagikan kuesioner kepada pegawai di bidang akuntansi, aset, serta keuangan di Badan Keuangan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa keefektifan pengendalian internal, dan moralitas berpengaruh negatif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Asimetri informasi berpengaruh positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, sementara kesesuaian kompensasi berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.The purpose of this research is to examine the influence of the effectiveness of internal controls, compliance compensation, morality and asymmetric information on the tendency of fraud accounting. This research is a quantitative with survey method. The data for this research mainly used primary data. The population in this research is taken from Badan Keuangan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah and Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu. The sample selection used saturation sampling method with total 47 respondents. Data collection techniques are handed out questionnaires to the staff of accounting, assets and finance division at Badan Keuangan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah and Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu. The analytical method used is multiple linear regression analysis.
The result of this research proved that the effectiveness of internal controls and morality have negative effect on the tendency of fraud accounting. On the other hand, asymmetric information had positive effect on the tendency of fraud accounting, but compliance compensation had insignificantly negative effect on the tendency of fraud accounting.
1528018573B1J012033PERTUMBUHAN KENTANG KULTIVAR GRANOLA DALAM SISTEM AEROPONIK PADA JENIS DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH BERBEDAKentang merupakan salah satu tanaman sayuran yang mendapat prioritas pengembangan, namun produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan domestik kentang Indonesia. Bibit merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas budidaya kentang. Untuk mendapatkan bibit yang lebih berkualitas, dapat dilakukan budidaya kentang dengan asistem aeroponik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik; (2) menentukan jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh terbaik untuk memacu pertumbuhan kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan percobaan Split-plot. Sebagai petak utama adalah jenis zat pengatur tumbuh (J) yang terdiri atas: BAP (J1) dan GA3 (J2). Sebagai anak petak adalah konsentrasi (K) zat pengatur tumbuh, yang digunakan yang terdiri atas empat taraf yaitu: 0 µM (K1), 5 µM (K2), 10 µM (K3) dan 15 µM (K4), sehingga diperoleh 8 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Parameter yang diukur meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dilanjutkan dengan uji Duncan dengan tingkat kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa GA3 pada konsentrasi 15 µM dapat memacu pertumbuhan tanaman kentang kultivar granola secara aeroponik. Jenis zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh terhadap RGR ke-2 dan ke-3 tinggi tanaman, jumlah daun pada umur 30 dan 45 hst, dan luas daun tanaman kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik pada umur 15 hst. Konsentrasi zat pengatur tumbuh berpengaruh terhadap RGR ke-1 tinggi tanaman kentang kultivar granola. Interaksi antara jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh berpengaruh terhadap RGR ke-4 tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman kentang kultivar granola pada umur 60 hst.
Potato is one of the prioritised vegetables to develop, but its production has not been able to meet Indonesian domestic demand of potato. Potato tuber seeds are one of the important factors to increase potato productivity. In order to get higher quality of potato tuber seeds, Aeroponics system can be used. This research has been carried out with a view to: (1) study the effect of the kind and concentration of plant growth regulator on the growth of granola cultivar of potato in aeroponics system; (2) to determine the best kind and concentration of growth regulators to stimulate the growth of granola cultivar of potato in aeroponics system. This research has been conducted experimentally using a split-plot design. The main plot was the kind of plant growth regulator (J) consisting of: BAP (J1) and GA3 (J2). The subplot is the concentration (K) of PGR, which consisted of four levels: 0 μM (K1), 5 μM (K2), 10 μM (K3) and 15 μM (K4), which resulted in gaining 8 treatments. Each treatment was repeated 5 times and resulted in 40 experimental units. The parameters measured included: plant height, the number and width of leaf. The data was analysed using an analysis of variance followed by Duncan Multiple Range Test at 5% level of significance. It was found that 15μM GA3 can be used to improve the growth of granola cultivar of potato in aeroponics system. The kind of plant growth regulator affects to the 2nd and 3rd RGR of plant height, number of leafs at 30 and 45 days after planting, wide of leafs in granola cultivar potato in aeroponics system at 15 days after planting. Concentration of plant growth regulator affects on the 1st RGR pant height of granola cultivar of potato. The interaction between kind and concentration of growth regulator affects the 4th RGR of plant height and the number of leafs of cultivar granola potato at 60 days after planting.