Home
Login.
Artikelilmiahs
7105
Update
AJENG SARASWATI
NIM
Judul Artikel
STUDI TINGKAT KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PADA ANAK TUNA GRAHITA DI SLB C YAKUT PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang:Tidak semua pasangan dikaruniai anak yang normal baik fisik maupun mental dalam hal ini tidak mengalami retardasi mental (tuna grahita).Retardasi mental (tuna grahita) adalah anak yang mengalami kelainan (fisik, mental-intelektual, sosial, dan ekonomi) dalam proses perkembangannya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus dan pelayanan kesehatan khusus. Aktifitas kegiatan sehari-hari yang dilakukan pada anak berkebutuhan khusus meliputi kebersihan diri, makan, minum, berpakaian, berhias. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk bagaimanakah gambaran tingkat kemandirian perawatan diri anak tuna grahita diSLB C Yakut Purwokerto Metode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa SLB C Yakut Purwokerto pada tahun ajaran 2013-2014 yang berjumlah 118 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 32 anak yang terdiri dari kelas I, II, dan III. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil:Sebagian besar anak tuna grahita memiliki tingkat kemandirian perawatan diri yang tinggi sebesar 75% (24 orang) dan hanya sedikit yang memiliki kemandirian perawatan diri yang sedang sebesar 25% (8 orang). Kesimpulan:Aspek kemandirian perawatan diri anak tunagrahita di SLB C Yakut Purwokerto sebagian besar memiliki kemampuan yang tinggi dari berbagai aspek yaitu kemampuan makan sendiri, kemampuan minum sendiri, kemampuan kebersihan diri, kemampuan berpakaian dan kemampuan berhias diri dan hanya sedikit yang memiliki kemampuan sedang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Not all couples are blessed with children both physically and mentally normal in this case is not mentally retarded (mentally disabled). Mental retardations are children who have abnormalities (physical, mental, intellectual, social, and economic) in the process of development so that they require special education services and special health services. The daily activities which were performed by children with special needs include doing personal hygiene, eating, drinking, dressing, doing ornate. Objectives: This study aims to overview how the level of independent self-care of mentally retarded children in SLB C Yakut Purwokerto. Methods: This research is descriptive and analytical. The population in this study is all parents of students SLB C Yakut Navan in the period of 2013-2014, amounted to 118 people. The samples in this study were 32 children consisting of class I, II, and III. The instrument used in the research is questionnaire. Results:The majority of mentally disabled children who have high levels of independent self-care are about 75% (24 people) and only 25% (8 people) have medium level of the self-care. Conclusion: The aspects of independent self-care levels in children SLB C Yakut Navan most have high ability of the various aspects of the ability to feed themselves, the ability to drink alone, self-cleaning ability, capability and ability ornate dress themselves and few have moderate ability.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save