Home
Login.
Artikelilmiahs
6994
Update
DIEN PUSPITA CAMMELIANTI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Pengawas Menelan Obat (PMO) Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru di BKPM Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Prevalensi TB Paru di Indonesia masih tinggi, salah satunya karena kurangnya kepatuhan pasien menjalani pengobatan. Untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB Paru dapat dilakukan dengan adanya peran Pengawas Menelan Obat (PMO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel secara purposive sampling, yaitu 50 responden PMO dan 50 responden pasien TB Paru di BKPM Purwokerto. Alat pengumpulan data adalah kuesioner mengenai pengetahuan PMO, perilaku PMO, serta kepatuhan pasien TB Paru. Analisis bivariat menggunakan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden PMO (100%) adalah keluarga pasien TB Paru. PMO lebih banyak tinggal serumah dengan pasien TB Paru (90%). Mayoritas pengetahuan PMO terkait TB Paru adalah buruk (60%), namun berperilaku baik (50%), sebagian besar kepatuhan minum obat yang dimiliki pasien TB Paru tergolong tinggi (70%). Berdasarkan hasil analisis Rank Spearman, pengetahuan PMO memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru (p = <0,001), namun hubungan tersebut memiliki arah yang berlawanan (coefficient contingency = -0,527) dan dinyatakan tidak berhubungan terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pasien TB Paru di BKPM Purwokerto. Sedangkan perilaku PMO tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru di BKPM Purwokerto (p = 0,071).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Prevalence of Pulmonary TB in Indonesia is still high, partly because of the lack of patient compliance in treatment. To improve the compliance of Pulmonary TB patients can be done with Supervisory role Swallowing Drugs Controller (PMO). The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge and behavior of Swallowing Drugs Controller (PMO) against drug compliances of Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto. The study was designed with cross-sectional approach and purposive sampling, each of the samples obtained were 50 respondents PMO and 50 respondents Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto. Data collection tool was a questionnaire consisting of three aspects, namely knowledge of PMO, behavior of PMO, as well as compliances of Pulmonary TB patients. Data was analyze by Spearman Rank analysis. The results showed that the overall respondents PMO (100%) have a family relationship with Pulmonary TB patients. PMO also live with Pulmonary TB patients (90%). Knowledge of PMO about pulmonary TB is poor (60%), but well behaved (50%), most of drug compliances which are owned by Pulmonary TB patients is high (70%). Based on the results of Spearman Rank analysis, knowledge of PMO has a significant relationship against drug compliances of Pulmonary TB patients (p = <0,001). However, this relationship has the opposite direction (coefficient contingency = -0,527) and not related to the increase medication adherence of Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto. Whereas behavior of PMO does not have a significant relationship against drug compliances of Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto (p = 0,071).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save