Artikel Ilmiah : B1J009070 a.n. AMANAH INDAH AGUSTIA

Kembali Update Delete

NIMB1J009070
NamamhsAMANAH INDAH AGUSTIA
Judul ArtikelRegenerasi Sirip Ikan Nilem (Osteochilus hasselti C.V.) pada Berbagai Stadia Perkembangan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sirip merupakan organ gerak utama bagi ikan yang memungkinkan ikan tersebut mencari makan dan melakukan berbagai aktivitas. Keutuhan sirip sangat menentukan kelangsungan hidup ikan. Sirip ikan memiliki kemampuan untuk beregenerasi ketika mengalami kerusakan mekanik misalnya robek atau terpotong. Kemampuan regenerasi sirip ekor telah diteliti pada beberapa spesies, akan tetapi informasi tentang kemampuan regenerasi pada sirip yang lain masih terbatas. Selain itu informasi tentang kemampuan regenerasi sirip ikan pada tahapan perkembangan yang berbeda misalnya tahap post-larva, juvenile, ikan dewasa jantan dan ikan dewasa betina juga masih terbatas. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian untuk mendapatkan informasi tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap regenerasi sirip ikan nilem. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan regenerasi sirip ikan nilem pada stadia post- larva, juvenile, ikan dewasa (jantan dan betina) dan mengetahui jenis sirip pada ikan nilem yang mengalami regenerasi lebih cepat. Penelitian dilaksanakan menggunakan eksperimental dengan pola Faktorial 4X4 dengan Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama berupa tahapan perkembangan ikan terdiri atas empat taraf yaitu tahap post-larva, juvenile, dewasa jantan dan dewasa betina. Faktor kedua adalah jenis sirip terdiri atas empat tarap yaitu sirip pectoral, sirip abdominal, sirip anal, dan sirip kaudal. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 12, pada setiap perlakuan disediakan 3 unit ulangan masing-masing berisi 5 ekor ikan. Ikan yang telah dipotong sisipnya dipelihara selama 4 minggu. Data hasil regenerasi ditabulasi kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dua arah. Hasil uji ANOVA yang menunjukkan p<0,05, dianalisis lanjut dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regenerasi sirip yang paling cepat pada ikan Nilem (O. hasselti C.V.) berlangsung pada tahapan perkembangan post-larva. Regenerasi sirip post larva mencapai 100% (1,276 ± 0,190) pada minggu ketiga; Regenerasi sirip stadium juvenile mencapai 90% (0,972 ± 0,403), dewasa jantan 70% (0,778 ± 0,201) dan dewasa betina mencapai 70% (0,715 ± 0,428) pada minggu keempat. Berdasarkan jenis sirip kemampuan regenerasi sirip paling cepat pada ikan Nilem (O. hasselti C.V.) dijumpai pada sirip ekor.
Abtrak (Bhs. Inggris)Fin is the main locomotory organ in fish that allow the fish to search food and do all activities. Intact fin is very crucial for fish survival. Fin has the ability to regenerate when it partially damage such as being torn or cut off. Caudal fin regeneration has been investigated in several species, but less informationis is available for other fins. I addition, information on the ability of fin regeneration at different developmental stages such as post-larva, juvenile, and adult is also limited. Therefore studies to reveal factors affecting fin regeneration is important. The objectives of this study were to evaluate the ability of O. hasselti fin regeneration at post-larvae, juvenile, and adult fish (male and female) and to determine which fin capable toregenerate faster than others. This research has been conducted experimentally applying factorial Completely Randomized Design. The first factor was fish’s developmental stages consisted of post-larva , juvenile, adult male and adult female. The second factor was the type of fin, consisted of pectoral fin, abdominal fin, anal fin, and caudal fin. There were 12 treatment combinations each with 3 replicates (n=180). The amputated fish were kept under standard laboratory condition for four weeks. The data were analyzed using two-way ANNOVA followed by Tukey Test when p<0.05. The result showed that post larvae regenerated their fin faster than the juvenile or adult. The caudal fin of the post-larvae has fully regenerate (100%; 1,276 ± 0,190) in three weeks. Four weeks post amputation the juvenile fin regenerate up to 70% (0,972 ± 0,403), adult male fin regenerate up to 70% (0,778 ± 0,201) and adult female fin regenerate up to 70% (0,715 ± 0,428). The caudal fin was the fastest to regenerate amongst other fins.
Kata kunciIkan Nilem (Osteochilus hasseltii), pemotongan sirip, regenerasi sirip
Pembimbing 1Gratiana E. Wijayanti, M.Rep.Sc,Ph.D
Pembimbing 2Drs. Sugiharto, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman73
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.