Artikel Ilmiah : E1A020108 a.n. WIDYA DWI ASTRIE SITORUS

Kembali Update Delete

NIME1A020108
NamamhsWIDYA DWI ASTRIE SITORUS
Judul ArtikelPERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK ATAS TANAH MASYARAKAT ADAT DALAM PENGADAAN TANAH DI WILAYAH IBU KOTA NUSANTARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Nusantara dipilih sebagai nama ibu kota baru yang akan bertempat di Pulau
Kalimantan. Agenda pemindahan ini membawa perubahan yang menyegarkan
namun juga menimbulkan berbagai tantangan dalam pelaksanannya terutama bagi
masyarakat adat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif
dengan metode analisis kualitatif melalui pendekatan perundang-undangan yang
bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme dalam melaksanakan kegiatan
pengadaan tanah sebagai cara perolehan tanah di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN)
serta peran negara dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah
masyarakat adat dalam pengadaan tanah di wilayah IKN. Berdasarkan hasil
penelitian, diketahui bahwa pengadaan tanah dilakukan melalui mekanisme
pengadaan tanah secara langsung dan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk
kepentingan umum. Fakta di lapangan menunjukkan perlindungan hukum terhadap
hak atas tanah masyarakat adat dalam pengadaan tanah di wilayah IKN masih lemah
terlihat dari banyaknya masyarakat adat yang belum diakui secara resmi dan
terpenuhi hak-haknya. UU IKN tidak secara konkret memuat ketentuan mengenai
perlindungan hukum bagi masyarakat adat, justru mencabut beberapa peraturan
yang sebelumnya mengatur mengenai pengajuan dan perlindungan terhadap
masyarakat adat. Oleh karena itu, diperlukan instrumen hukum yang mengatur
secara khusus masyarakat adat dan hak tradisionalnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Nusantara is the official designation of Indonesia’s new capital city located in
Kalimantan. This relocation agenda brings refreshing changes but also presents
various challenges in its implementation, especially for the particularly concerning
indigenous peoples rights. This study is a normative juridical using qualitative
analysis and a statute approach. It aims to examine the mechanisms for land
acquisition as a means of obtaining land within the Nusantara Capital City (IKN)
area and to assess the role of the state in providing legal protection for indigenous
peoples’ land rights during the land acquisition process in the IKN area. The
findings show that land acquisition is carried out through direct land acquisition
and land acquisition for development in the public interest. Field data indicate that
legal protection for indigenous land rights remains weak, as many indigenous
communities have yet to receive official recognition or fulfillment of their rights.
The IKN Law (UU IKN) does does not provide concrete guarantees indigenous
peoples rights, its also repeals several previously existing regulations that
addressed the recognition and protection of indigenous communities. Therefore,
there is a need for a legal instrument that specifically regulates indigenous peoples
and their traditional rights.
Kata kunciIbu Kota Nusantara, Masyarakat Adat, Pengadaan Tanah, Perlindungan Hukum
Pembimbing 1Dr. Sri Wahyu Handayani, S.H., M.H.
Pembimbing 2Dr. Siti Kunarti, S.H., M.Hum.
Pembimbing 3Prof. Dr. Kartono, S.H., M.H.
Tahun2025
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2025-06-30 15:13:07.777337
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.