Artikel Ilmiah : I1A019054 a.n. ZAKIYATUL MUNA

Kembali Update Delete

NIMI1A019054
NamamhsZAKIYATUL MUNA
Judul ArtikelFaktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Kawunganten Tahun 2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Demam tifoid menjadi salah satu dari 10 penyakit dengan kasus tinggi di Puskesmas Kawunganten, Kabupaten Cilacap tahun 2022. Kejadian demam tifoid merupakan penyakit yang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Kawunganten tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control yang meneliti hubungan variabel bebas berupa usia, jenis kelamin, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan mencuci tangan setelah buang air besar, kebiasaan makan atau jajan di luar, kepemilikan jamban sehat, dan sarana sumber air bersih dengan variabel terikat berupa kejadian demam tifoid. Penelitian ini memiliki jumlah sampel sebesar 82 responden dengan perbandingan 1:1 dimana 41 sampel kasus dan 41 sampel kontrol dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat dua variabel yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid yaitu usia (p-value = 0,000), kebiasaan makan/jajan di luar rumah (p-value = 0,004). Didapatkan lima variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian demam tifoid yaitu jenis kelamin (p-value = 0,655), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p-value = 0,649), kebiasaan mencuci tangan setelah buang air besar (p-value = 0,065), kepemilikan jamban sehat (p-value = 0,166), dan sarana sumber air bersih (p-value = 0,150). Kesimpulan: faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Kawunganten, Kabupaten Cilacap tahun 2022 adalah usia dan kebiasaan makan atau jajan di luar rumah.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Typhoid fever is one of 10 diseases with high cases at the Kawunganten Health Center, Cilacap Regency in 2022. The incidence of typhoid fever is a disease that can be caused by various factors. This study aims to determine the factors associated with the incidence of typhoid fever in the working area of the Kawunganten Health Center in 2022. Methods: This study uses a quantitative method with a case control approach which examines the relationship of independent variables such as age, gender, habit of washing hands before eating, the habit of washing hands after defecation, the habit of eating/snacking outside, owning a healthy latrines, and clean water sources with the dependent variable being the incidence of typhoid fever. This study had a sample size of 82 respondents with a ratio of 1:1 where 41 case samples and 41 control samples used consecutive sampling techniques. Data were analyzed by univariate and bivariate. The results of the study showed that there were two variables related to the incidence of typhoid fever, namely age (p-value = 0.000), eating or snacking outside the home habits (p-value = 0.004). Five variables were found that were not related to the incidence of typhoid fever, namely gender (p-value = 0.655), habit of washing hands before eating (p-value = 0.649), habit of washing hands after defecation (p-value = 0.065), ownership of healthy latrines (p-value = 0.166), and clean water sources (p-value = 0.150). Conclusion: the factors associated with the incidence of typhoid fever in the working area of the Kawunganten Health Center, Cilacap Regency in 2022 are age and eating or snacking outside the home habits.
Kata kunciFaktor, Demam Tifoid, Puskesmas
Pembimbing 1Saudin Yuniarno, S.K.M., M.Kes
Pembimbing 2Agnes Fitria W., S.K.M., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2023-07-31 16:26:46.823112
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.