Home
Login.
Artikelilmiahs
39107
Update
MEINTANI ROSA ANTIKA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN CAIRAN DENGAN DAYA KONSENTRASI PADA SISWA SMA NEGERI 1 SALEM KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perkembangan kognitif berkaitan dengan kemampuan belajar siswa, yang dipengaruhi oleh konsentrasi. Penurunan konsentrasi akan berdampak pada hasil belajar siswa. Rata-rata nilai ujian nasional SMA Negeri 1 Salem yang mengukur prestasi hasil belajar siswa mengalami penurunan pada tahun 2015 dan 2016 yaitu nilai rata-rata kelas IPA dari 44,52 turun menjadi 42,49 sedangkan kelas IPS dari 41,04 turun menjadi 40,58. Kebiasaan sarapan, kecukupan zat gizi makro dan kecukupan cairan dapat membantu meningkatkan daya konsentrasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kebiasaan sarapan, kecukupan zat gizi makro (karbohidrat, lemak, protein), dan kecukupan cairan dengan daya konsentrasi pada siswa SMA Negeri 1 Salem. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian bertempat di SMA Negeri 1 Salem dengan 95 responden. Instrumen pengambilan data kebiasaan sarapan dilakukan dengan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan. Data asupan zat gizi makro dan cairan diukur dengan food recall 1x24 jam selama dua hari dan daya konsentrasi diperoleh dengan menggunakan Digit Symbol Substitution Test (DSST). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan baik (81,9%), kecukupan karbohidrat defisit tingkat berat (47,4%), kecukupan lemak normal (35,8%), kecukupan protein normal (34,7%), kecukupan cairan kurang (94,7%), dan daya konsentrasi baik (60%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan (p=0,043; r=0,208), kecukupan karbohidrat (p=0,017; r=0,244), kecukupan protein (p=0,006; r=0,279), dengan daya konsentrasi. Tidak terdapat hubungan antara kecukupan lemak (p=0,055), kecukupan cairan (p=0,354), dengan daya konsentrasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cognitive development is related to students' learning abilities, which are influenced by concentration. Decreased concentration will have an impact on student learning outcomes. The average national exam score for SMA Negeri 1 Salem, which measures student achievement, decreased in 2015 and 2016, namely the average score for the Science class from 44.52 fell to 42.49 while the Social Sciences class dropped from 41.04 to 40.58. Breakfast habits, adequacy of macronutrients and adequacy of fluids can help improve students' concentration power. The purpose of this study was to analyze the relationship between breakfast habits, adequacy of macronutrients (carbohydrates, fats, proteins), and adequacy of fluids with learning concentration in students of SMA Negeri 1 Salem. The research design is cross-sectional. The research took place at SMA Negeri 1 Salem with 95 respondents. The data collection instrument for breakfast habits was carried out using a breakfast habit questionnaire. Data on macronutrient and fluid intake were measured by food recall 1x24 hours for two days and learning concentration was obtained using the Digit Symbol Substitution Test (DSST). Bivariate analysis used the Rank Spearman correlation test. Most of the respondents had good breakfast habits (81.9%), carbohydrate adequacy was deficit in weight level (47.4%), normal fat adequacy (35.8%), normal protein adequacy (34.7%), insufficient fluid adequacy (94.7%), and category learning concentration good (60%). The results of statistical analysis showed that there was a relationship between breakfast habits (p=0.043, r=0.208), carbohydrate adequacy (p=0.017, r=0.244), protein adequacy (p=0.006, r=0.279), with learning concentration. There was no relationship between adequacy of fat (p=0.055), adequacy of fluids (p=0.354), with learning concentration.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save