Home
Login.
Artikelilmiahs
37647
Update
ALIFIA SHAFA'ANA
NIM
Judul Artikel
GEOLOGI DAN EVALUASI TATA GUNA LAHAN PERMUKIMAN BERDASARKAN TINGKAT KERAWANAN GERAKAN MASSA PADA DAERAH SOKAWERA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Proses perencanaan tata guna lahan baik pada tingkat nasional, provinsi atau kabupaten/kota pertimbangan tingkat kerawanan longsor seringkali diabaikan dan cenderung memberikan arahan pemanfaatan lahan sesuai normalnya perencanaan serta tidak didasarkan atas pertimbangan yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata guna lahan permukiman yang mengacu pada kondisi geologi serta dikaji dari segi kebencanaan yaitu kerawanan gerakan massa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemetaan geologi, SMCE (Spatial Multi Criteria Evaluation), dan overlay intersect. Berdasarkan hasil penelitian, geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi empat (4) satuan yaitu Satuan Punggungan Aliran Lava Mandirancan, Satuan Punggungan Homoklin Papringan, Satuan Punggungan Cuesta Kedungrandu dan Satuan Dataran Aluvial Sokawera. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari empat (4) satuan batuan yang diurutkan dari tua ke muda meliputi Satuan Lava Andesit, Satuan Batupasir Tufan, Satuan Batupasir dan Endapan Aluvial. Hasil analisis kerawanan gerakan massa daerah peneltian dibagi menjadi empat (4) yaitu kerawanan gerakan massa sangat rendah, kerawanan gerakan massa rendah, kerawanan gerakan massa menegah dan kerawanan gerakan massa tinggi. Dari hasil evaluasi tata guna lahan permukiman, sebagian besar (59,48%) kawasan permukiman eksisting telah sesuai berdasarkan kriteria kesesuaian lahan permukiman, serta sebagian besar (49,5%) kawasan permukiman menurut RTRW Kabupaten Banyumas telah sesuai berdasarkan kriteria kesesuaian lahan permukiman.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Land use planning process either at the national, provincial or district/city level consideration of the level of landslide vulnerability is often ignored and tends to provide land use direction in accordance with normal planning and is not based on thorough consideration. This study aims to evaluate the residential land use that refer to geological conditions and studied in terms of disaster, namely the landmass vulnerability. The methods used in this study are geological mapping, Smce (Spatial Multi Criteria Evaluation), and overlay intersect. Based on the results of the study, the geomorphology of the study area was divided into four (4) units, namely the Mandirancan Lava flow Ridge unit, the Papringan Homocline Ridge unit, the Cuesta Kedungrandu Ridge unit and the Sokawera alluvial plain unit. The stratigraphy of the study area consisted of four (4) rock units sorted from old to young including andesite Lava units, Tufan sandstone units, sandstone units and alluvial deposits. The result of landmass vulnerability analysis is divided into four (4), namely very low landmass vulnerability, low landmass vulnerability, medium landmass vulnerability and high landmass vulnerability. From the evaluation of residential land use, most (59.48%) of existing residential areas have been appropriate based on the criteria of suitability of residential land, and most (49.5%) of residential areas according to RTRW Banyumas has been appropriate based on the criteria of suitability of residential land.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save