Home
Login.
Artikelilmiahs
37653
Update
ADIL KUSUMA NUGROHO
NIM
Judul Artikel
KESESUAIAN LAHAN FISIOGRAFIK UNTUK TANAMAN KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kopi robusta merupakan jenis kopi yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Maraknya minat masyarakat untuk mengkonsumsi kopi pada saat ini akan menjadikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman kopi robusta. Wilayah Patikraja adalah daerah yang berada pada ketinggian 25-100 m dpl, mempunyai curah hujan sekitar 350 mm, kelembapan sekitar 55%, Kemiringan 3-8%, dan tekstur tanah Pasir. Tujuan dari penelitian adalah: (1) mengetahui kesesuaian lahan fisiografik untuk tanaman kopi robusta di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas dan (2) mengetahui faktor-faktor pembatas alami pertumbuhan tanaman kopi robusta berdasarkan kelas kesesuian lahan fisiografik di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas dengan metode survei dan proposional random sampling berdasarkan SLH. Pemataan dilakukan dengan melakukan tracking area penelitian dan pembuatan peta SLH. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan di Kecamatan Patikraja untuk tanaman kopi robusta adalah cukup sesuai (S2) seluas 1.883,51 ha (51,31%) yang meliputi Desa Kedungwringin, Sidabowa, Karanganyar, Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul, Notog, Sawangan Wetan, Karangendep, Patikraja, Pegalongan, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon, dan Kedungrandu. Lahan dengan kelas sesuai marginal (S3) mempunyai luas 1.691,11 ha (46,05%) yang meliputi Desa Kedungwringin, Sidabowa, Karanganyar, Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul, Notog, Sawangan Wetan, Karangendep, Patikraja, Pegalongan, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon, dan Kedungrandu. Lahan yang memiliki kelas tidak sesuai (N) meliki luas 97,15 (2,64%) yang meliputi Desa Sawangan Wetan dan Karangendep. Faktor pembatas utama yang berpengaruh terhadap tingkat kesesuaian lahan kopi robusta di Kecamatan Patikraja adalah temperatur, ketersediaan air, dan media perakaran. Ketiganya merupakan faktor pembatas alami yang tidak dapat diperbaiki.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Robusta coffee is the most widely produced type of coffee in Indonesia. The rise of public interest in consuming coffee at this time will create opportunities for people to cultivate robusta coffee plants. The Patikraja area is an area that is located at an altitude of 25–100 m above sea level, has a rainfall of about 350 mm, a humidity of about 55%, a slope of 3–8%, and a sandy soil texture. The aims of the study were: (1) to determine the suitability of the physiographic land for robusta coffee in Patikraja District, Banyumas Regency; and (2) to determine the natural limiting factors for robusta coffee plant growth based on the physiographic land suitability class in Patikraja District, Banyumas Regency. The research was carried out in Patikraja District, Banyumas Regency with a survey method and proportional random sampling based on SLH. The mapping is done by tracking the research area and making SLH maps. Land unit analysis is carried out using a physiographic analytical approach. The results of the study indicate that the level of land suitability in Patikraja District for robusta coffee plants is quite suitable (S2), covering an area of 1,883.51 ha (51.31%), which includes the villages of Kedungwringin, Sidabowa, Karanganyar, Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul, Notog, Sawangan, Wetan, Karangendep, Patikraja, Pegalongan, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon, and Kedungrandu. Land with marginal appropriate class (S3) has an area of 1,691.11 ha (46.05%), which includes the villages of Kedungwringin, Sidabowa, Karanganyar, Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul, Notog, Sawangan Wetan, Karangendep, Patikraja, Pegalongan, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon, and Kedungrandu. Land that has an unsuitable class (N) has an area of 97.15 (2.64%), which includes Sawangan Wetan and Karangendep villages. The main limiting factors that affect the level of suitability of Robusta coffee land in Patikraja District are temperature, water availability, and rooting media. All three are natural limiting factors that cannot be corrected.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save