Artikelilmiahs
Menampilkan 34.721-34.740 dari 49.896 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34721 | 37590 | H1B017074 | ANALISIS PERBANDINGAN KUAT LENTUR GRANIT POLISHED DAN UNPOLISHED BERDASARKAN SNI 03-4061-1996 (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung ICCU RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo) | Berdasarkan SNI 03-4061-1996, ubin granito adalah ubin lantai keramik yang tidak berglasir dengan badan jenis porselin. Dari proses produksinya, ada dua tipe ubin granit, yaitu polished dan unpolished. Dengan adanya perbedaan perlakuan yang diterima oleh kedua granit tersebut, maka perlu dilakukan pengujian untuk membandingkan kekuatan lentur granit polished dan unpolished. Pengujian dilakukan menggunakan metode uji lentur tiga titik dengan alat Universal Testing Machine (UTM). Hasil pengujian granit kemudian dibandingkan kembali dengan standar yang berlaku, yaitu SNI 03-4061-1996. Berdasarkan SNI 03-4061-1996, kuat lentur dinyatakan lolos apabila tidak kurang dari 27 MPa. Dari hasil perhitungan kuat lentur, didapatkan rata-rata nilai kuat lentur granit polished dan unpolished berturut-turut sebesar 41,25 MPa dan 38,24 MPa, yang mana kedua angka tersebut lebih besar daripada 27 MPa. Maka kuat lentur kedua granit tersebut telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Nilai rata-rata kuat lentur granit polished lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata kuat lentur granit unpolished. Dari penelitian ini didapatkan bahwa kuat lentur granit dengan permukaan yang telah dipoles lebih tinggi dibandingkan dengan kuat lentur granit dengan permukaan belum dipoles. | Granite tiles are unglazed ceramic floor tiles with a porcelain-like body, according to SNI 03-4061-1996. There are two varieties of granite tiles based on the production process: polished and unpolished. It is required to run a test to compare the flexural strength of polished and unpolished granite given the variations in treatment the two granites received. The test was carried out using the three-point flexural test method with the Universal Testing Machine (UTM). The results of the granite test were then once more compared to the applicable standard, SNI 03-4061-1996. Flexural strength was deemed to pass according to SNI 03-4061-1996 if it was not less than 27 MPa. Flexural strength calculations revealed that polished and unpolished granite had average flexural strengths of 41.25 MPa and 38.24 MPa, respectively. Both values were higher than 27 MPa. Therefore, the two granites' flexural strength met the set norms. The average value of polished granite's flexural strength was higher than the average value of unpolished granite's flexural strength. This study revealed that granite with a polished surface had a higher flexural strength than that of an unpolished surface. | |
| 34722 | 37591 | A1D115002 | PENGARUH PEMBERIAN KHAMIR-BAMBU PADA TANAH SAWAH YANG TERCEMAR SOLAR DEXLITE DAN PESTISIDA KARBAMAT TERHADAP SIFAT TANAH, PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI | Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian campuran pestisida dan solar terhadap beberapa sifat tanah, pertumbuhan dan hasil padi, untuk mengkaji pengaruh pemberian khamir-bambu terhadap beberapa sifat tanah, pertumbuhan dan hasil padi, untuk mengkaji pengaruh interaksi antara campuran pestisida BPMC + solar dan khamir bambu terhadap sifat tanah, pertumbuhan dan hasil padi, dan untuk menetapkan perlakuan khamir bambu yang paling baik atas dasar perbaikan beberapa sifat tanah, pertumbuhan dan hasil padi yang tercemar campuran BPMC + solar. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan rancangan faktorial 2 faktor (rancangan perlakuan). Faktor pertama yaitu pemberian campuran pestisida dan minyak solar pada tanah sawah yang terdiri dari 4 taraf yaitu: C0 = tanpa pestisida BPMC dan minyak solar, C1 = 5 ml pestisida BPMC + 1 ml solar/pot, C2 = 10 ml pestisida BPMC + 2 ml solar/pot dan C3 = 15 ml pestisida BPMC + 3 ml solar/pot. Faktor kedua dosis khamir bambu yaitu : K0 = tanpa khamir-bambu, K1 = 0,30 ml khamir/pot, K2 = 0,60 ml khamir/pot, K3 = 1,0 ml khamir/pot. Masing-masing faktor dikombinasikan dan didapatkan 16 kombinasi perlakuan, perlakuan diulang 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu pH H2O dan pH KCL tanah, daya hantar listrik tanah (µS/cm), KTK tanah (cmol(+)/kg), berat volume tanah (g/cm3), C-organik tanah (%), total mikroba tanah (cfu/g), tinggi tanaman padi (cm), jumlah anakan total padi, jumlah malai, bobot jerami segar (g/rumpun) dan bobot jerami kering (g/rumpun). Hasil penelitian menunjukan (1) Pemberian campuran (pestisida dan minyak solar) berpengaruh terhadap menurunnya beberapa sifat tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman padi, (2) Pemberian khamir berpengaruh terhadap meningkatnya beberapa sifat tanah, per-tumbuhan dan hasil tanaman padi, (3) Adanya interaksi yang nyata antara faktor campuran pestisida dan solar dengan faktor khamir terhadap variabel hasil tanaman padi dan tidak adanya interaksi yang nyata terhadap variabel beberapa sifat tanah dan pertumbuhan padi, (4) Pemberian 1,0 ml khamir/pot atau setara dengan 160 L khamir/hektar memberikan hasil paling baik atas dasar perbaikan beberapa sifat tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada tanah tercemar pestisida dan solar. | This research was conducted to examine the effect of giving a mixture of pesticides and diesel to some soil properties, rice growth and yields, to examine the influence of bamboo yeast on some soil properties, growth and rice yields, to examine the influence of interactions between mixture of BPMC pesticides + diesel and bamboo yeast on soil properties, rice growth and yields, and to determine the best treatment of bamboo yeast on the basis of improving some soil properties, growth and yield of rice contaminated with BPMC + diesel mixture. This type of experimental research was designed using factorial pattern consisting of two factors (treatment design). The first factor is the provision of a mixture of pesticides and diesel oil in rice fields consisting of 4 levels, namely: C0 = without pesticide BPMC and diesel, C1 = 5 ml pesticide BPMC + 1 ml diesel/pot, C2 = 10 ml pesticide BPMC + 2 ml diesel/pot and C3 = 15 ml pesticide BPMC + 3 ml of diesel/pot. The second factor of bamboo yeast dose is: K0 = without yeast-bamboo, K1 0.30 ml yeast/pot, K2 = 0.60 ml yeast/pot, K3 = 1.0 ml yeast/pot. Each factor was combined and obtained 16 combinations of treatments, the treatment was repeated 3 times repeats resulting in 48 experimental units. The observed variables are pH H2O and pH KCl soil, soil electrical conductivity (EC) (μS/cm), soil cation exchange capacity (CEC) (cmol(+)/kg), soil bulk density (g/cm3), soil C-organic matter (%), total soil microbes (cfu/g), rice crop height (cm), total amount of rice saplings, amount of rice panicle, fresh straw weight (g/clump) and dry straw weight (g/clump). The results showed (1) the provision of mixtures (pesticides and diesel oil) has an effect on the decrease of some soil properties, growth and yield of rice crops, (2) Yeast aplication affects is increasing of some soil properties, growth and yield of rice plants, (3) There is a real interaction between pesticide and diesel mixed factors with yeast factors to rice crop yield variables and the absence of any real interaction with variables of some soil properties and soils. Rice growth, (4) Aplication of 1.0 ml of yeast/pot or equivalent to 160 L of yeast/hectare provides the best results on the basis of improving some soil properties, growth and yield of rice crops in soil contaminated with pesticides and diesel. | |
| 34723 | 37592 | H1D015023 | STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA GENETIKA, CHEAPEST INSERTION HEURISTIC DAN ANT COLONY OPTIMIZATION DALAM PEMECAHAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM | Travelling Salesman Problem (TSP) adalah permasalahan kombinatorial yang sering di jumpai di kehidupan sehari-hari dan dapat direpresentasikan secara beragam. Salah satu contoh TSP adalah pencarian rute distribusi barang seperti obat dan alat kesehatan ke apotek-apotek tujuan. Dan untuk memecahkan kasus TSP dapat menggunakan metode algoritma Cheapest Insertion Heuristic, Ant Colony Optimization dan Algoritma Genetika. Kemudian untuk mengetahui perbedaan dari ketiga metode tersebut maka akan di buat sebuah aplikasi berbasis website dengan menggunakan metode pengembangan waterfall, yang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan menggunakan DBMS MySQL untuk menangani data yang disimpan. Dan dari penelitian yang dilakukan ditemukan rute terbaik yang dihasilkan melalui perhitungan menggunakan metode Ant Colony Optimization. | Traveling Salesman Problem (TSP) is a combinatorial problem that is often encountered in everyday life and can be represented in various ways. One example of TSP is finding distribution routes for goods such as drugs and medical devices to destination pharmacies. And to solve the TSP case, we can use the Cheapest Insertion Heuristic algorithm, Ant Colony Optimization and Genetic Algorithm methods. Then to find out the difference between the three methods, a website-based application will be made using the waterfall development method, which uses the PHP programming language and uses the MySQL DBMS to handle the stored data. And from the research conducted, it was found that the best route was generated through calculations using the Ant Colony Optimization method. | |
| 34724 | 37600 | B1A018059 | APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH PAKLOBUTRAZOL DAN GA3 TERHADAP PEMBUNGAAN Helianthus annuus L. | Bunga matahari (Helianthus annuus L.) merupakan tanaman semusim dari Familia Asteraceae yang sangat populer. Batang tanaman bunga matahari yang dapat tumbuh sangat tinggi menyebabkan tanaman ini mudah rebah apabila sudah berbunga. Penggunaan zat pengatur tumbuhan (ZPT). Penggunaan Paklobutrazol bertujuan untuk memperoleh tanaman yang tidak terlalu tinggi dan berbunga sempurna. Adanya GA3 mampu mempengaruhi proses fisiologi yang terdapat dalam tumbuhan seperti pembungaan. Tujuan darilpenelitian inil adalah mempelajaril interaksi pemberian konsentrasil Paklobutrazol dan GA3 pada pertumbuhan dan pembungaan tanaman bunga matahari serta menentukan konsentrasi Paklobutrazol dan GA3 yang tepat untuk pertumbuhan dan pembungaan tanaman bunga matahari. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan mengguakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama berupa paklobutrazol, faktor kedua GA3. Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Variabel bebas yang digunakan yaitu variasi konsentrasi paklobutrazol dan GA3, sedangkan variabel terikat yaitu pertumbuhan dan pembungaan bunga matahari. Parameter yang di amati meliputi tinggi tanaman, panjang akar, diameter batang, jumlah bunga, diameter bunga, waktu muncul bunga, masa pajang bunga, bobot basah & bobot kering. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pengujian analisis Ragam dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paklobutrazol dan GA3 secara mendiri dapat meningkatkan pertumbuhan dan pembungaan tanaman bunga matahari. Paklobutrazol dengan konsentrasi 500 ppm menghasilkan tanaman paling pendek dan diameter batang terbesar, sedangkan GA3 dengan konsentrasi 250 ppm menghasilkan diameter bunga terbesar. | Sunflower (Helianthus annuus L.) is a very popular annual plant from the Asteraceae family. The high stem of the sunflower plant makes this plant easy to fall down when it blooms. Paklobutrazol aims to obtain plants that are not too tall and have perfect flowering. GA3 is able to affect the physiological processes contained in plants such as flowering. Thisl study aimedl to study thel interaction of thel concentration of Paklobutrazole and GA3 on the growth and flowering of sunflower plants and determine the appropriate concentration of Paklobutrazole and GA3 for the growth and flowering of sunflower plants. This experimental researchl method uses a factorial, completelyl randomized designl (CRD) withl 2lfactors, that is paclobutrazole, and GA3. Each factor consisted of 3 levels and was repeated 3 times, so there are 27 experimental units. The independent variables used were variations in the concentration of paklobutrazole and GA3, while the dependent variable was the growth and flowering of sunflower. Parameters observed included plant height, root length, stem diameter, number of flowers, flower diameter, flower emergence time, flower shelf life, wet weight & dry weight. The data obtained were analyzed using Variety analysis test followed byl the Leastl Significant Differencel (LSD) test at a 95% confidence level. Thel results showedl that thelpaclobutrazole andl GA3 alone could increase the growth and flowering of sunflower plants. Paklobutrazole with a concentration of 500 ppm produced the shortest plant and the largest stem diameter, while GA3 with a concentration of 250 ppm produced the largest flower diameter. | |
| 34725 | 38236 | D1A018151 | PENGARUH FESES SAPI PERAH YANG DIPERKAYA JENIS DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK PADA DIAMETER BATANG DAN JUMLAH ANAKAN RUMPUT RAJA (Pennisetum purpoides) | Pengkayaan pupuk organik yang berasal dari feses sapi perah akan menjadikan peningkatan kualitas fisik dan kimia tanah karena menghasilkan kesuburan fisik tanah lebih gembur, namun kurang baik untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Pemberian pupuk anorganik dapat meningkatkan kandungan unsur hara pada tanaman akan tetapi kurang baik terhadap kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula yang terbaik antara jenis dan dosis pupuk anorganik kedalam feses sapi perah pada diameter batang dan jumlah anakan rumput raja (Pennisetum purpoides). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Oktober 2021, bertempat di Experimental Farm, Lahan BUMDES Desa Limpakuwus , Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan menggunakan metode experimental pola faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 x 3 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Terdapat 9 perlakuan yang terdiri dari 3kg pupuk feses sapi perah yang dikombinasikan dengan pupuk Urea, NPK dan ZA dengan dosis 100, 200, 300 kg/ha/defoliasi setara dengan Urea. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan jenis dan dosis pupuk tidak terjadi interaksi sehingga memberikan pengaruh tidak nyata (F Hit < F 0,05) terhadap diameter batang. Sedangkan, jenis dan dosis pupuk sangat berpengaruh nyata (F hitung > F 0,05) atau (P<0,05) terhadap jumlah anakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk urea mampu meningkatkan pertumbuhan pada fase vegetatif dengan bertambahnya diameter batang dan jumlah anakanpada rumput raja. | Enrichment of organic fertilizers derived from dairy cow faeces will improve the physical and chemical quality of the soil because it produces more friable soil physical fertility, but is not good for increasing plant productivity. Provision of inorganic fertilizers can increase the nutrient content of plants but is not good for soil quality. This study aims to determine the best formula between the type and dose of inorganic fertilizer into the faeces of dairy cows on stem diameter and the number of tillers of king grass (Pennisetum purpoides). The research was carried out in March - October 2021, taking place at the Experimental Farm, BUMDES Land in Limpakuwus Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The study was conducted using a factorial experimental method with a completely randomized design (CRD) 3 x 3 treatment combinations and 3 replications. There were 9 treatments consisting of 3 kg of dairy cow feces combined with Urea, NPK and ZA fertilizers at doses of 100, 200, 300 kg/ha/defoliation equivalent to Urea. The results of the analysis of variance showed that the use of the type and dose of fertilizer did not have an interaction so that it had no significant effect (F Hit < F 0.05) on stem diameter. Meanwhile, the type and dose of fertilizer had a significant effect (F count > F 0.05) or (P <0.05) on the number of tillers. The results showed that the use of urea fertilizer was able to increase growth in the vegetative phase by increasing the stem diameter and number of tillers in king grass. | |
| 34726 | 37593 | H1B016018 | PENGARUH PENGGUNAAN CALCIUM STEARATE TERHADAP NILAI PENETRASI AIR PADA BETON MUTU 20 MPA DENGAN BAHAN PENGIKAT SEMEN OPC DAN FLY ASH | Beton merupakan bahan konstruksi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan material beton mudah dibentuk,memiliki kuat tekan tinggi,dan tahan terhadap suhun tinggi. Disamping kelebihannya,beton memiliki beberapa kekurangan, salah satunya beton bersifat porous (berpori). Pori-pori pada beton memungkinkan air masuk kedalam beton. Masuknya air menyebabkan tulangan pada beton mengalami korosi, Produk korosi ini akan menyebabkan terjadinya tegangan ekspansif setempat yang mengakibatkan timbulnya retak pada permukaan beton sehingga kekuatan pada struktur beton menjadi berkurang. Penggunaan calciumsstearate pada beton bertulang dapat menjadi solusi dalam pembuatannbeton kedap air. Karena calcium stearate terbukti mampu mencegah masuknya air kedalam beton. Reaksi yang dihasilkan antaraicalcium-stearate dan semen yaitu senyawaiyang-secaraifisik menyerupai lilin.iEfek dari pelapisan-iniimenyebabkan beton-menjadi-hydrophobic atauitidak-menyerapiair-sehingga beton sukar ditembus oleh bahan kimia atau air. Penggunaan fly ash juga sering dijadikan sebuah bahan tambah dalam pembuatan beton kedapiiair. Ini dikarenakan material flyiash sendiri memiliki butir yang lebih kecil daripada semen dan mempunyai sifatirekatanaantara butiraniagregat yang lebihhbaik dimana terdapat kandungan silikaiamorf-yang sangat reaktifiserta mampu memperkecil pori–pori pada beton. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh bahan tambah calciumsstearate dan flyyash dengan variasiipenambahan 0, 1, 2, dan 3 % dariiberatssemen terhadap-nilai penetrasi air pada beton mutu 20 MPa. Pemakaian kadar 20% fly ash terbukti mampu mengurangi angka permeabilitas beton hingga nilai penetrasi mencapai 2,27-cm dari permukaan beton atau terjadinya penurunan-permeabilitasssebesar-69,73% jika dibandingkanndengan betonntanpa flyiash. | Concrete is the most widely used construction material in Indonesia. It is easy to form, has high compressive strength, and is resistant to extreme temperatures. However, one of the disadvantages includes its porous nature, which allows water to penetrate. This causes the reinforcement to corrode, triggering local expansive stresses that lead to cracks on the surface and reduce the strength of the structure. The use of calcium stearate in reinforced concrete can be a solution in the manufacture of water-resistant concrete by preventing the entry of water. This is because the reaction between calcium-stearate and cement produces a compound that physically resembles wax. The effect of this coating causes the concrete to become hydrophobic or not water-absorbent, making the penetration of water or chemicals difficult. Fly ash is also often used as an added ingredient in the manufacture of water-resistant concrete. Compared to cement, fly ash has smaller grains and better bonding properties, with content of morphological silica that is highly reactive and can reduce the pores. Therefore, this study aims to determine the effect of adding calcium stearate and fly ash with variations of 0, 1, 2, and 3% of cement weight on water penetration values in 20 MPa quality concrete. The results show that the use of 20% fly ash reduced the permeability until the penetration value reached 2.27-cm from the surface or a decrease in permeability of -69.73% compared to concrete without treatment. | |
| 34727 | 37594 | E1A017274 | PENGINTEGRASIAN PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM PENYUSUNAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH | Pembangunan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi selalu menyebabkan perubahan struktur lingkungan. Dalam pelaksanaannya agar pembangunan dilaksanakan dengan memperhatikan faktor lingkungan, muncul konsep yang disebut sebagai pembangunan berkelanjutan. Pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dapat terjadi apabila perencanaan Kebijakan, Rencana dan/atau Program (KRP) pembangunan disusun sesuai dengan aspek pembangunan berkelanjutan, maka muncul instrumen hukum baru yaitu Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Terdapat KRP yang diwajibkan adanya KLHS dalam tahap penyusunannya yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). KLHS digunakan sebagai instrumen untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan telah terintegrasi dalam RPJMD sehingga degradasi lingkungan akibat pembangunan bisa diantisipasi. Tetapi pada kenyataanya degradasi lingkungan terus terjadi akibat pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat celah yang berpotensi menyebabkan tidak efektifnya KLHS untuk mengintervensi kegiatan dalam RPJMD yang telah melampaui daya dukung dan daya tampung Lingkungan Hidup. Celah tersebut yakni terkait penjaminan kualitas dan validasi serta prinsip keadilan intragenerasi dalam pembangunan berkelanjutan salah satunya yaitu keadilan prosedural dapat diwujudkan melalui hak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan belum sepenuhnya dapat mengintervensi sebuah KRP. Partisipasi masyarakat dapat dilakukan hanya dalam tahap pembuatan dan pelaksanaan KLHS dengan cara pemberian pendapat, saran, dan usul; pendampingan tenaga ahli; bantuan teknis; dan penyampaian informasi dan/atau pelaporan. Masyarakat tidak dapat berpartisipasi untuk tahap-tahap selanjutnya seperti penjaminan kualitas dan validasi KLHS. | Development basically aims to improve the welfare of society but it’s always lead to change the environmental structure. In its implementation to that development as carried out by takinginto several environmental factors, a concept called sustainable development. The implementation of sustainable development can occur if The Policies, Plans and/or Programs (KRP) is prepared in accordance with sustainable development aspects, then a new legal instrument appears, named The Strategic Environmental Assessment (Kajian Lingkungan Hidup Strategis). There is a KRP thats required to have a KLHS in its forming process, it’s called The Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD). KLHS is used as an instrument to ensure that the principles of sustainable development had been integrated to the RPJMD so that environmental degradation due to development can be anticipated. But in practice, environmental degradation continues to occur as a result of development. This study uses a normative juridical legal research method with statutory approach along with analytical approach. The research specification used is descriptive analysis research. The results of the study show that there are gaps that have the potential to cause ineffective KLHS to intervene in activities in the RPJMD that have exceeded the carrying capacity and capacity of the Environment. These gaps are related to quality assurance, validation and the principle of intrageneration justice in sustainable development, one of them is procedural justice that can be realized through the societies’ right to participate in decision making that has not been able to fully intervene in a KRP. Society can express their participation only at the stages of making-implementing The KLHS trought giving opinions, suggestions, and proposals; expert assistance; technical support; and delivery of information and/or reporting. The society cannot participate to the further stages such as quality assurance and KLHS validation. | |
| 34728 | 37596 | A1A016068 | Analisis Peran Kredit KUD Rukun Tani Unit Simpan Pinjam Terhadap Perkembangan Usaha Anggota di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan atau alokasi dana kredit dan perkembangan usaha anggota KUD Rukun Tani antara yang menerima kredit dan tidak menerima kredit serta efisiensi penggunaan kredit dilihat dari aspek R/C Ratio. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Obyek penelitian ini adalah anggota aktif KUD Rukun Tani. Sampel penelitian sebanyak 74 orang, diperoleh dengan teknik Disproportionate stratified random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Mann Whitney serta Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 71% dana dari kredit dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif yang mendukung perkembangan usahanya dan 29% untuk konsumtif. Data hasil uji Mann Whitney menunjukkan jumlah modal kerja, omzet dan laba oleh responden yang mengambil kredit terdapat perbedaan dan lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengambil kredit, dan hasil uji Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara seluruh variabel dengan jumlah kredit. | This study aims to analyse use or allocation of credit funds and the business development of KUD Rukun Tani’s members between those who receive credit and those who do not receive credit, and the efficiency of credit use seen from the aspect of the R/C Ratio. The research method used is a survey. Data collection techniques using a questionnaire. The object of this research is the active member of KUD Rukun Tani. The research sample was 74 people, obtained by the Disproportionate stratified random sampling technique. The data analysis technique used descriptive analysis, Mann Whitney test and Rank Spearman test. The results showed that 71% of funds from credit were used for productive needs to support business development and 29% for consumptive purposes. Mann Whitney test shows that the amount of working capital, turnover and profits by respondents who receive credit are different and higher than those who do not receive credit, and the results of the Spearman Rank test show that there is a positive and significant relationship between all variables and the amount of credit. | |
| 34729 | 37611 | B1A018109 | Keanekaragaman Tumbuhan Bahan Pewarna Alami di Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas | Indonesia merupakan negara megabiodiversitas urutan keempat di dunia untuk keanekaragaman spesies tumbuhan, yaitu sekitar ±40.000 spesies yang berguna bagi kehidupan manusia. Tumbuhan berfungsi dalam banyak hal, salah satunya sebagai bahan pewarna alami. Tumbuhan bahan pewarna alami di Desa Dawuhan Kulon belum banyak diketahui spesiesnya, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menambah informasi terkait hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, serta pemanfaatannya sebagai bahan pewarna alami di Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan pengumpulan data pemanfaatan bagian tumbuhan dilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara semi terstruktur. Identifikasi tumbuhan dilakukan dengan mengamati karakter tumbuhan, setelah itu dicocokkan dengan buku acuan referensi. Parameter yang diamati yaitu karakter morfologi tumbuhan (akar, batang, kulit, daun, bunga, buah, dan biji), spesies tumbuhan, bagian tumbuhan, dan pemanfaatannya sebagai bahan pewarna alami. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Tumbuhan bahan pewarna alami yang ditemukan di Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas diperoleh sebanyak 20 spesies tumbuhan dari 18 familia. Tumbuhan tersebut meliputi mangga (Mangifera indica L.) familia Anacardiaceae, suji [Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb.] familia Asparagaceae, pacar air (Impatiens balsamina L.) familia Balsaminaceae, buah naga [Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose] familia Cactaceae, bunga tasbih (Canna indica L.) familia Cannaceae, pepaya (Carica papaya L.) familia Caricaceae, manggis (Garcinia mangostana L.) familia Clusiaceae, ubi jalar [Ipomoea batatas (L.) Lam.] familia Convolvulaceae, katuk [Sauropus androgynus (L.) Merr.] familia Euphorbiaceae, bunga telang (Clitoria ternatea L.) familia Fabaceae, alpukat (Persea americana Mill.) familia Lauraceae, harendong bulu [Clidemia hirta (L.) D. Don] familia Melastomataceae, pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) familia Pandanaceae, sirih (Piper betle L.) familia Piperaceae, mawar (Rosa gallica L.) familia Rosaceae, stroberi [Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier] familia Rosaceae, mengkudu (Morinda citrifolia L.) familia Rubiaceae, anggur (Vitis vinifera L.) familia Vitaceae, kunyit (Curcuma longa L.) familia Zingiberaceae, dan lengkuas [Alpinia galanga (L.) Willd.] familia Zingiberaceae. Bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, seperti pewarna makanan, minuman, tekstil atau ecoprint, dan kosmetik meliputi akar, rimpang, daun, kulit buah, buah, dan biji. | Indonesia is the fourth megabiodiversity country in the world for the diversity of plant species, which is around ±40,000 species that are useful for human life. Plants function in many ways, one of which is as a natural dye. There are not many known species of natural coloring plants in Dawuhan Kulon Village, so research needs to be done to add information related to this. The purpose of this study was to determine the diversity of plants used as natural dyes, plant parts used as natural dyes, and their use as natural dyes in Dawuhan Kulon Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. This research was conducted by survey method using purposive sampling technique and collecting data on the utilization of plant parts by direct observation and semi-structured interviews. Identification of plants is done by observing the character of the plant, after that it is matched with a reference book. Parameters observed were morphological characters of plants (roots, stems, bark, leaves, flowers, fruits, and seeds), plant species, plant parts, and their use as natural dyes. The data obtained were analyzed descriptively. Plants with natural dyes found in Dawuhan Kulon, Kedungbanteng District, Banyumas Regency were obtained as many as 20 plant species from 18 families. These plants include mango (Mangifera indica L.) family Anacardiaceae, suji [Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb.] family Asparagaceae, water henna (Impatiens balsamina L.) family Balsaminaceae, dragon fruit [Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose] family Cactaceae, tasbih flower (Canna indica L.) family Cannaceae, papaya (Carica papaya L.) family Caricaceae, mangosteen (Garcinia mangostana L.) family Clusiaceae, sweet potato [Ipomoea batatas (L.) Lam.] family Convolvulaceae, katuk [Sauropus androgynus (L.) Merr.] family Euphorbiaceae, telang flower (Clitoria ternatea L.) family Fabaceae, avocado (Persea americana Mill.) family Lauraceae, harendong bulu [Clidemia hirta (L.) D. Don] family Melastomataceae, pandanus (Pandanus amaryllifolius Roxb.) family Pandanaceae, betel (Piper betle L.) family Piperaceae, rose (Rosa gallica L.) family Rosaceae, strawberry [Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier] family Rosaceae, noni (Morinda citrifolia L.) family Rubiaceae, grape (Vitis vinifera L.) family Vitaceae, turmeric (Curcuma longa L.) family Zingiberaceae, and galangal [Alpinia galanga (L.) Willd.] family Zingiberaceae. Plant parts that are used as natural dyes, such as food coloring, beverages, textiles or ecoprints, and cosmetics include roots, rhizomes, leaves, fruit skin, fruit, and seeds. | |
| 34730 | 38022 | J0B019014 | PENERAPAN METODE PENERJEMAHAN KOMUNIKATIF PADA NASKAH PROFIL PERUSAHAAN MNC GROUP KE DALAM BAHASA MANDARIN DI PT MEDIA NUSANTARA CITRA JAKARTA | Salah satu negara tujuan promosi PT Media Nusantara Citra adalah negara dengan aliran investasi asing besar di Asia, yaitu China. Sehingga profil perusahaan harus tersedia ke dalam bahasa Mandarin agar dapat digunakan sebagai bahan promosi dalam pembuatan video profil, website resmi, profil perusahaan dalam bentuk cetak dan lainnya. Metode komunikatif merupakan metode yang digunakan dalam penerjemahan naskah profil perusahaan MNC Group. Metode ini digunakan karena sangat memperhatikan efektivitas dengan menekankan isi pesan dan makna kontekstual secara tepat lewat sudut pandang pembaca dan tujuan penerjemahan tersebut. Oleh karena itu, tujuan penulisan ini adalah mengetahui proses penerapan metode penerjemahan komunikatif untuk menghasilkan naskah profil perusahaan MNC Group berbahasa Mandarin. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan proses penerapan metode penerjemahan komunikatif pada naskah profil perusahaan MNC Group. Setelah melalui proses penerjemahan, warga negara China akan melakukan penilaian terhadap hasil terjemahan. Berdasarkan penilaian warga negara China, hasil terjemahan dengan menggunakan metode komunikatif memiliki tingkat keterbacaan yang dapat disimpulkan keterbacaan dan keberterimaannya. | One of the aims of PT Media Nusantara Citra’s promotion is a country with huge foreign investment flows in Asia, which is China. The company profile must be available in Mandarin that can be used as a promotional material in the creation of video profiles, official websites, company profiles in print and so on. The researcher use the communicative method in the translating processed of the MNC Group company profile’s script. This method is used by fact that the translation result are attentionally effective by emphasizing the message content and contextual meaning appropriately through the reader's point of view and the purpose of the translation. Therefore, the purpose of this article is to shows the process by applying this communicative translation method to produce a Mandarin profile script of MNC Group company. This article used a qualitative approach to describe the process of applying the communicative translation method. After the translation process is done, the Chinese citizens evaluated the translation results. Based on the assessment of Chinese citizens, the translation results by using the communicative method have a sufficient level of legibility that conclude readability and acceptability. | |
| 34731 | 37597 | E1A018363 | PERLINDUNGAN HUKUM KREDITOR TERHADAP TAGIHAN KREDITOR YANG DITOLAK OLEH KURATOR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG DALAM PUTUSAN NOMOR 197/PDT.SUS-RENVOIPROSEDUR/2019/PN.NIAGA.JKT.PST | PERLINDUNGAN HUKUM KREDITOR TERHADAP TAGIHAN KREDITOR YANG DITOLAK OLEH KURATOR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG DALAM PUTUSAN NOMOR 197/PDT.SUS-RENVOI PROSEDUR/2019/ PN.NIAGA.JKT.PST Oleh: MUHAMAD SETYA ADI PRATAMA E1A018363 ABSTRAK Renvoi Prosedur sebagai perlindungan hukum bagi para Kreditor yang tagihannya ditolak oleh Kurator dalam suatu perkara kepailitan. Dalam Pasal 127 Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang mengatur perlindungan hukum dengan cara memfasilitasi kreditor yang tagihannya ditolak oleh kurator dengan mengajukan keberatan secara tertulis yang memuat alasan-alasan pendukung atas penolakan tagihan kreditor oleh kurator dengan disertai bukti-bukti kepada Majelis Hakim Pemutus melalui Hakim Pengawas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Renvoi Prosedur dalam putusan nomor 197/Pdt.Sus-RenvoiProsedur/2019/PN.Niaga.Jkt.Pst apabila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum kreditor terhadap tagihan kreditor yang ditolak kurator dalam Putusan Nomor 197/Pdt-sus-renvoiprosedur/2019 /pn.niaga.jkt.pst telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 132 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang serta akibat hukum tagihan kreditor yang ditolak kurator adalah renvoi prosedur yang telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 127 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. PT DADA INDONESIA terbukti mempunyai tagihan kepada PT YEYEOM DESIGN sehingga hakim pengawas mempersilahkan kreditor untuk mengajukan gugatan terhadap sengketa pencocokan piutang Renvoi Prosedur ke pengadilan niaga. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kepailitan, Renvoi Prosedur | LEGAL PROTECTION OF CREDITORS AGAINST CREDITOR BILLS REJECTED BY THE CURATOR BASED ON LAW NUMBER 37 OF 2004 CONCERNING INSOLVENCY AND POSTPONEMENT OF DEBT REPAYMENTS OBLIGATIONS IN VERDICT NUMBER 197/PDT.SUS-RENVOIPROSEDUR/2019/PN.NIAGA.JKT.PST Written By: MUHAMAD SETYA ADI PRATAMA E1A018363 ABSTRACT Renvoi Procedure as a legal protection for Creditors whose bills are rejected by the Curator in an insolvency case. Article 127 of the Insolvency and Postponement of Debt Payment Obligations Act provides for legal protection by facilitating creditors whose bills were rejected by the curator by submitting objections in writing containing supporting reasons for the rejection of creditor bills by the curator accompanied by evidence to the Panel of Deciding Judges through the Supervisory Judge. The purpose of this study is to find out how renvoi procedure in verdict number 197/Pdt.Sus-RenvoiProsedur/2019/PN.Niaga.Jkt.Pst when viewed from Law Number 37 of 2004 concerning Insolvency And Postponement Of Debt Repayment Obligations. The method used in this study is normative juridical with descriptive research specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method is carried out by literature study, the data obtained were presented with narrative texts, and the data analysis method used was a qualitative normative method. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the legal protection of creditors’ bills rejected by the curator in Decision Number 197 / Pdt-sus-renvoiprosedur / 2019 / pn.niaga.jkt.pst is in accordance with the provisions regulated in Article 132 of Law Number 37 of 2004 concerning Insolvency and Postponement of Debt Payment Obligations and the legal consequences of creditor bills rejected by the curator are renvoi procedures in accordance with the provisions regulated in Article Article 127 Law Number 37 of 2004 concerning Insolvency and Postponement of Debt Payment Obligations. PT DADA INDONESIA was found to have a bill to PT YEYEOM DESIGN so that the supervisory judge allowed creditors to file a lawsuit against the dispute over the matching of Receivables Renvoi Procedure to the commercial court. Keywords: Legal protection, Bankruptcy, Renvoi Procedure | |
| 34732 | 37517 | C1I018021 | THE INFLUENCE OF RETURN ON ASSETS (ROA), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), AND CURRENT RATIO (CR) ON STOCK RETURN ON CYCLICAL SECTOR COMPANIES LISTED ON THE IDX IN 2018-2020 | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh return on asset, debt to equity ratio, dan current ratio terhadap return saham dengan menggunakan sektor perusahaan sektor cyclical yang terdafaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2020. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Metode yang digunakan untuk pemilihan sampel adalah purposive sampling dan setelah diterapkan meghasilkan 115 sampel perusahaan. Metode analisis yang digunakan meliputi uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji analisis regresi, uji model regresi (uji F dan uji R^2), uji hipotesis (uji t), dan uji outlier. Data yang diolah menggunakan aplikasi SPSS 26 untuk windows. hasil penelitian dan analisis data menggunakan aplikasi SPSS 26, menunjukkan bahwa: (1) Return On Asset berpengaruh positif signifikan terhadap return saham, (2) Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap return saham, (3) Current Ratio berpengaruh negative terhadap return saham. Implikasi pada penelitian ini adalah terdapat beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi investor dan perusahaan lainnya untuk mengetahui return saham yang dihasilkan pada sector consumer cyclical. Hal yang perlu diperhatikan bagi investor dan perusahaan adalah perusahaan yang memiliki return on asset yang tinggi pada kondisi yang bagus akan membuat return saham yang dihasilkan juga akan semakin tinggi. | This study aims to determine the effect of return on assets, debt to equity ratio, and current ratio on stock returns using the cyclical sector of companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2020. The approach in this study uses the quantitative method. The sample is purposive sampling, and after being applied, it produces 115 company samples. The analytical methods used include descriptive statistical tests, classical assumption tests, regression analysis tests, regression model tests (F test and R^2 test), hypothesis testing (t-test), and outlier tests. The data is processed using the SPSS 26 application for windows. The results of research and data analysis using the SPSS 26 application show that: (1) Return on Assets has a significant positive effect on stock returns, (2) Debt to Equity Ratio has no effect on stock returns, (3) Current Ratio has a negative effect on stock returns. This research implies that several things can be considered for investors and other companies to determine the stock returns generated in the cyclical consumer sector. The thing that needs to be considered for investors and companies is that companies with high returns on assets in good conditions will make the resulting stock returns higher. | |
| 34733 | 37598 | H1E018003 | ANALISIS KEBUTUHAN LAYANAN DAN USULAN PERBAIKAN PADA SALSA BEACH HOTEL MENGGUNAKAN INTEGRASI SERVICE QUALITY (SERVQUAL), REFINED KANO, DAN TRIZ | Pada akhir pekan maupun hari libur nasional, Pantai di Anyer selalu dipenuhi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kemajuan pariwisata di Anyer perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan pelanggan, salah satunya adalah tersedianya hotel yang memiliki kualitas layanan memadai. Terdapat beberapa hotel di Anyer yang dikelompokkan berdasarkan kelasnya, mulai dari bintang 1 sampai bintang 5. Berdasarkan hasil kajian terhadap ulasan pelayanan hotel dari beberapa pelanggan pada berbagai aplikasi booking hotel, ditemukan banyak ulasan yang kurang baik terhadap layanan hotel bintang 2 di Anyer. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan pelanggan terhadap kualitas layanan hotel dan memberikan usulan perbaikan terhadap hasil analisis tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengintegrasikan metode Service Quality dan Refined Kano untuk mengetahui atribut yang harus diprioritaskan dan dikembangkan, sedangkan usulan perbaikan diberikan dengan menggunakan metode TRIZ. Penelitian ini menggunakan 110 responden untuk mewakili persepsi pelanggan terhadap layanan yang diberikan oleh hotel bintang 2 ini. Teknik metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Metode Service Quality menghasil kategori atribut kuat dan lemah dalam layanan kualitas. Analisis selanjutnya dengan metode Model Kano menghasilkan 3 atribut kategori Attractive, 8 atribut kategori Must-be, 6 atribut kategori One-dimensional, dan 6 atribut kategori Indifferent. Integrasi Service Quality dan Refined Kano untuk menentukan True Customer Needs menghasilkan 8 atribut yang harus diprioritaskan dan menghasilkan atribut lingkungan yang nyaman dan tempat parkir yang luas memiliki nilai tertinggi yaitu 6,50. Kemudian 8 atribut tersebut dianalisis menggunakan metode TRIZ untuk mengetahui usulan perbaikan dari tiap atribut. | On weekends and national holidays, the beach in Anyer is always filled with local and foreign tourists. The progress of tourism in Anyer needs to be supported by the availability of facilities and infrastructure that suit customer needs, one of which is the availability of hotels with adequate service quality. Several hotels in Anyer are grouped by class, ranging from 1 to 5 stars. Based on the results of a study of hotel service reviews from several customers on various hotel booking applications, it was found that there were many unfavorable reviews of 2-star hotel services in Anyer. Therefore, this study was conducted to analyze customer needs for the quality of hotel services and provide suggestions for improvements to the analysis results. This research was conducted by integrating the Service Quality and Refined Kano methods to determine the attributes that should be prioritized and developed. At the same time, the proposed improvements were given using the TRIZ method. This study uses 110 respondents to represent customer perceptions of the services provided by this 2-star hotel. The sampling method used was non-probability sampling, namely purposive sampling. The Service Quality method produces strong and weak attribute categories in service quality. Subsequent analysis using the Kano Model method resulted in 3 attributes in the Attractive class, 8 in the Must-be category, 6 in the One-dimensional category, and 6 in the Indifferent category. Integrating Service Quality and Refined Kano to determine True Customer Needs has resulted in 8 attributes that must be prioritized and resulted in a comfortable environment and a large parking area with the highest score of 6.50. Then the eight attributes were analyzed using the TRIZ method to determine the proposed improvements for each attribute. | |
| 34734 | 38183 | E1A018219 | PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK “WAFFELICIOUS” YANG BERIKTIKAD TIDAK BAIK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN NOMOR 5/PDT.SUS.HKI.MEREK/2021/PN.SMG | Merek sebagai salah satu bagian dari Hak Kekayaan Intelektual sangat penting terutama bagi pelaku usaha dalam menjaga persaingan usaha yang sehat. Merek memiliki peranan penting bagi kelancaran dan peningkatan perdagangan barang atau jasa dalam kegiatan perdagangan dan investasi. Bagi para pelaku usaha, merek memiliki nilai tinggi untuk dapat membedakan dan mencirikhaskan suatu produk dan/atau jasa yang diperdagangkannya. Sedangkan bagi konsumen, merek dapat membuat konsumen merasa puas akan kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga menciptakan sikap yang positif terhadap merek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembatalan pendaftaran merek “Waffelicious” yang beriktikad tidak baik dalam Putusan Nomor 5/Pdt.Sus.HKI-Merek/2021/PN.Smg dan untuk mengetahui akibat hukum pembatalan merek “Waffelicious” ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dan metode analisis data yang digunakan yaitu metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dikabulkannya gugatan pembatalan merek “Waffelicious” yang beriktikad tidak baik, sudah tepat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat hukum dari pembatalan merek “Waffelicious” adalah merek tersebut dicoret dari Daftar Umum Merek Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, sehingga mengakibatkan berakhirnya perlindungan hukum atas merek tersebut. | Trademarks as a part of Intellectual Property Rights are very important, especially for business actors in maintaining healthy business competition. Trademarks have an important role for the smoothness and improvement of trade in goods or services in trade and investment activities. For producers, brands have a high value to be able to differentiate and characterize a product and/or service they trade. As for consumers, brands can make consumers feel satisfied with the needs and desires of consumers so as to create a positive attitude towards the brand. This study uses a normative juridical approach with descriptive analvtical research specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, then the data obtained were presented in the form of narrative text and the data analysis method used was the qualitative normative method. Based on the result of the research and discussion, it can be concluded that the granting of the lawsuit for the cancellation of the "Waffelicious" brand with bad faith is appropriate in accordance with the provisions stipulated in Article 21 Paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications. The legal consequence of the cancellation of the “Waffelicious” brand is that the mark is removed from the General Register of Marks of the Directorate General of Intellectual Property, resulting in the end of legal protection for the brand. | |
| 34735 | 37601 | C1H016012 | THE INFLUENCE OF FINANCIAL BEHAVIOR, FINANCIAL KNOWLEDGE, AND FINANCIAL ATTITUDE TOWARD FINANCIAL LITERACY (Study on Students of Economics and Business Faculty UNSOED) | Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan, perilaku keuangan, dan sikap keuangan terhadap literasi keuangan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Hasilnya menunjukkan beberapa kesimpulan. Pengetahuan keuangan berpengaruh positif terhadap literasi keuangan. Oleh karena itu, hipotesis pertama diterima. Perilaku keuangan berpengaruh positif terhadap literasi keuangan. Oleh karena itu, hipotesis kedua diterima. Sikap keuangan berpengaruh positif terhadap literasi keuangan. Oleh karena itu, hipotesis ketiga diterima. Implikasi utama dari penelitian ini telah ditemui dalam dua cara. Pertama, membantu memahami perilaku keuangan mahasiswa manajemen. Kedua, meskipun berlatar belakang pendidikan, mereka tidak mampu mandiri secara finansial. Karya ini memberikan wawasan untuk meningkatkan literasi keuangan mereka. | The general purpose of this research is to analyze the influence of financial knowledge, financial behaviour, and financial attitude toward financial literacy on students of Economic and Bussines Faculty Jenderal Soedirman University. The result showseveral conclusions. Financial knowledge has a positive influence on financial literacy. Therefore, the first hypothesis is accepted. Financial behavior has a positive influence on financial literacy. Therefore, the second hypothesis is accepted. Financial attitude has a positive influence on financial literacy. Therefore, the third hypothesis is accepted. The main implication of the present study has been encountered in two ways. First one is that it helps to understand the financial behaviour of management students. The second one is that despite ducational background, they are not able to be financially independent. The present work gives insight in order to enhance their financial literacy. | |
| 34736 | 43898 | E1A020009 | ANALISIS PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM PENOLAKAN PERMOHONAN ITSBAT NIKAH (Studi Penetapan Nomor 157/Pdt.P/2023/PA.Kbm) | ANALISIS PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM PENOLAKAN PERMOHONAN ITSBAT NIKAH (Studi Penetapan Nomor 157/Pdt.P/2023/PA.Kbm) Disusun oleh: Hendriyadi Arif Prayugo E1A020009 ABSTRAK Wali nikah menjadi rukun perkawinan yang mutlak harus dipenuhi sebagaimana amanat Pasal 19 Kompilasi Hukum Islam. Wali nikah pada Pasal 20 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam dibagi dan terdiri atas wali nasab dan wali hakim, sedangkan dikenal pembagian wali nikah lainnya menurut hukum Syariat Islam ialah wali muhakkam. Wali muhakkam merupakan wali yang ditunjuk oleh kedua calon mempelai kawin tanpa ada hubungan nasab dengan calon mempelai wanita untuk bertindak sebagai wali dalam akad nikah mereka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif yang disajikan secara deskriptif, sistematis, dan logis guna menjawab rumusan-rumusan masalah penelitian ini. Rumusan masalah pada penelitian ini terdiri atas bagaimana keabsahan perkawinan menggunakan wali muhakkam di Indonesia dan bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam menolak permohonan Itsbat Nikah Nomor 157/Pdt.P/2023/PA.Kbm. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis bahwasanya perkawinan menggunakan wali muhakkam di Indonesia ialah tidak diakui keabsahannya dikarenakan oleh Kompilasi Hukum Islam melalui Pasal 20 ayat (2) hanya disebutkan macam wali yakni wali nasab dan wali hakim. Meskipun menurut mahzab Syafi’I dan Maliki memperbolehkan perkawinan menggunakan wali muhakkam asalkan dipenuhi tiga persyaratan yaitu tidak adanya wali nasab sama sekali, didaerah setempat tidak ada qadhi syar’i, dan wali muhakkam tersebut merupakan orang yang adil dan mengetahui hukum syar’a perkawinan. Menurut penulis, Majelis Hakim dalam memberikan pertimbangan hukumnya terhadap penolakan permohonan Itsbat Nikah register perkara nomor 157/Pdt.P/2023/PA.Kbm ialah sudah tepat dan mencerminkan kepastian hukumnya dikarenakan penggunaan wali muhakkam tidak diatur dalam Kompilasi Hukum Islam khususnya Pasal 20 ayat (2) yang hanya menyebutkan macam wali menjadi dua yakni wali nasab dan wali hakim. | ANALYSIS OF JUDGES' LEGAL CONSIDERATIONS IN REJECTING ITSBAT MARRIAGE APPLICATIONS (Study Determination Number 157/Pdt.P/2023/PA.Kbm) Compiled by: Hendriyadi Arif Prayugo E1A020009 ABSTRACT Marriage guardians become harmonious and absolute marriage conditions must be fulfilled as mandated by Article 19 of the Compilation of Islamic Law. Marriage guardians in Article 20 paragraph (2) of the Compilation of Islamic Law are divided and consist of nasab guardians and judge guardians, while it is known that another division of marriage guardians according to Islamic Sharia law is muhakkam guardians. Muhakkam guardian is a guardian appointed by the two prospective bride and groom without any relationship with the prospective bride to act as guardian in their marriage contract. This research was conducted using normative juridical methods which were presented descriptively, systematically and logically to answer the formulations of this research problem. The formulation of the problem in this research consists of the validity of a marriage using a muhakkam guardian in Indonesia and what the judge's legal considerations are in rejecting the application for itsbat marriage number 157/Pdt.P/2023/PA.Kbm. Based on the results of research conducted by the author, the validity of marriages using muhakkam guardians in Indonesia is not recognized because the Compilation of Islamic Law through Article 20 paragraph (2) only mentions the types of guardians, namely nasab guardians and guardians of judges. Although to the Syafi’I and Maliki schools, marriages are permitted using a muhakkam guardian as long as three requirements are met, namely the absence of a nasab guardian at all, in the local area there is no syar'i qadhi, and the muhakkam guardian is a fair person and knows the Sharia laws of marriage. According to the author, the Panel of Judges in giving their legal considerations regarding the rejection of the marriage registration application number 157/Pdt.P/2023/PA.Kbm was correct and reflected legal certainty because the use of muhakkam guardians is not regulated in the Compilation of Islamic Law, especially Article 20 paragraph ( 2) which only mentions two types of guardians, namely line guardians and judge guardians. | |
| 34737 | 37603 | J1A016048 | AMERICAN PARENTING STYLE AS DEPICTED IN BEN CASH, THE MAIN CHARACTER OF CAPTAIN FANTASTIC MOVIE (2016) | Penelitian berjudul “American Parenting Style as Depicted in Ben Cash, the Main Character of Captain Fantastic Movie (2016)” ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh tokoh utama film Captain Fantastic dan latar belakang pola asuh tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitif untuk menganalisis data. Data primer dari penelitian ini merupakan film Captain Fantastic (2016) yang disutradarai oleh Matt Ross. Teori psikologi sastra, terutama teori psikologi kepribadian Skinner digunakan sebagai teori utama dalam penelitian ini. Selain itu, teori pola asuh, teori faktor-faktor pola asuh, dan teori sinematografi digunakan sebagai teori pendukung dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Ben Cash pada film Captain Fantastic mengaplikasikan pola asuh authoritarian dan authoritative. Pola asuh authoritarian Ben Cash ditandai dengan kontrol tingkah laku dan kontrol psikologis yang tinggi oleh Ben kepada anak-anaknya. Selanjutnya, pola asuh ini menyebabkan munculnya tingkah laku negatif pada anak-anak Ben, seperti mempunyai tingkat kepercayaan diri yang rendah, sifat mudah marah, dan pemberontakan. Sedangkan pola asuh authoritative Ben Cash ditandai dengan tingginya level afeksi Ben, komunikasi dua arah antara Ben dengan anak-anaknya, diskusi keluarga, dan adanya ekspektasi dan aturan-aturan yang jelas yang dibuat oleh Ben untuk kebaikan tingkah laku anak-anaknya. Selain itu, pola asuh ini menghasilkan tingkah laku positif pada anak-anak Ben, seperti sifat kreatif, penasaran, dan kemampuan di bidang pendidikan. Kedua pola asuh ini dipengaruhi oleh sifat orang tua, status sosioekonomi (SES), kebudayaan, dan kepercayaan. | This research entitled “American Parenting Style as Depicted in Ben Cash, the Main Character of Captain Fantastic Movie (2016) was aimed to analyze parenting styles and their backgrounds that the main character did in the movie. This research used qualitative method to analyze the data. The primary data was the movie, Captain Fantastic (2016), directed by Matt Ross. Psychology of literature theory especially Skinner’s Psychology of Behaviour theory was used as the main theory. Furthermore, parenting style theory, factors influencing parenting styles theory, and cinematography theory were used as the supporting theories. The result of this research showed that in Captain Fantastic movie, Ben Cash practiced authoritarian and authoritative parenting styles. The authoritarian parenting style was marked with Ben’s high behavioral control and high psychological control. Later, this parenting resulted in his children’s negative behaviors such as having low self-confidence, explosive tempered, and rebellion. Meanwhile, the authoritative parenting style was marked with Ben’s high level of affection, two-way communication, family discussion, and expectations as well as clear rules for his children’s good behaviors. Moreover, this parenting resulted in the children’s positive behaviors such as being creative, curious, and capable in education. These two parenting styles were influenced by parents’ personality traits, socioeconomic status (SES), culture, and belief. | |
| 34738 | 37604 | A1D018045 | Pengaruh Dosis Pupuk Nzeo-Sr Plus Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Ciherang Di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap | Padi varietas ciherang merupakan padi sawah dengan tekstur nasi pulen. Padi ciherang memiliki potensi hasil 8,5 ton/ha dengan rata-rata hasil mencapai 6,0 ton/ha. Umur padi ciherang 116-125 hari dengan tinggi tanaman 107-115 cm dan jumlah anakan produktif mencapai 14-17 batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pemupukan Nzeo-SRPlus meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan tanaman, luas daun, jumlah anakan produksi, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah basah per tanaman, bobot gabah kering per tanaman, bobot gabah kering panen dan indeks panen secara nyata. Waktu pemberian meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun, jumlah gabah per malai, bobot gabah kering panen, bobot 1000 gabah. Kombinasi perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi adalah dosis pupuk 200 gram kg/ha dan dua kali waktu pemupukan yaitu 7 hari setelah tanam dan 35 hari setelah tanam. | Ciherang rice has a potential yield of 8.5 tons/ha with an average yield of 6.0 tons/ha. The age of Ciherang rice is 116-125 days with a plant height of 107-115 cm and the number of productive tillers reaches 14-17 stems. The results showed that the dosage of Nzeo-SRPlus fertilization increased plant height, number of tillers, leaf area, number of tillers produced, panicle length, number of grain per panicle, weight of wet grain per plant, weight of dry grain per plant, weight of dry grain harvested and index. real harvest. Time presented plant height, number of tillers, leaf area, number of grain per panicle, weight of dry grain harvested, weight of 1000 grain. The best combination of treatments to increase growth and yield of rice was a dose of 200 gram kg/ha of fertilizer and twice the time of fertilization, namely 7 days after planting and 35 days after plantin. | |
| 34739 | 37605 | H1B017046 | PENGARUH VARIASI MUTU BETON TERHADAP SIFAT ABSORPSI BETON DENGAN BAHAN TAMBAH WATERPROOFING COATING | Beton merupakan material konstruksi yang terdiri dari semen, pasir, kerikil, dan air dengan perbandingan tertentu. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mutu beton, salah satunya adalah sifat absorpsi. Beton normal memiliki nilai absorpsi yang cukup tinggi, dikarenakan adanya pori kapiler pada beton. Pori kapiler menyebabkan air masuk ke dalam beton. Air yang masuk ke dalam beton dapat mengurangi keawetan dan merusak tulangan karena terjadi korosi pada tulangan beton. Oleh sebab itu, maka beton harus dirancang agar kedap air. Metode untuk membuat beton menjadi kedap air salah satunya adalah melapisi permukaan beton dengan bahan yang kedap air. Penelitian ini menggunakan crystalline waterproofing coating sebagai bahan kedap air pada beton.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai mutu terhadap nilai absorpsi beton. Pengujian absorpsi dilakukan berdasarkan British Standart 1881 : Part 122 (1983). Mutu beton yang dipakai adalah 20, 25, dan 30 MPa. Sedangkan kadar bahan tambah yang digunakan sebesar 0 dan 1.5 kg/m2 . Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton mutu 20, 25, dan 30 MPa yang tanpa memakai bahan kedap air, memiliki nilai absorpsi rata-rata sebesar 4.156%, 3.636%, dan 3.043% . Beton yang memakai bahan kedap air dengan kadar 1.5 kg/m2, nilai absorpsi rata-ratanya sebesar 1.236%, 1.210%, dan 1.183 %. Hasil riset menunjukkan bahwa, semakin tinggi mutu beton maka nilai absorpsi semakin kecil. Selain itu, beton yang memakai bahan kedap air mampu menurunkan nilai absorpsi. | Concrete is a composite material made of cement paste, sand, gravel, and water mixed with certain ratio. One of the determining factors in its quality is the absorbance level. Normal concrete has a high level of absorbance due to the pores on its surface, which allow water in. Absorbed water in concrete may cause corrosion that damages the reinforcing steel. Therefore, concrete should be designed waterproof. One of the methods in designing waterproof concrete is coating its surface with waterproof material. In this case, this study chooses a crystalline waterproofing coating to discover how the concrete quality affects the concrete’s absorbance. The absorbance test is conducted according to British Standard 1881: Part 122 (1983). Concrete qualities employed are 20, 25, and 30 MPa, with additional mixtures of 0 and 1.5 kg/m2. The findings show that the non-waterproof concrete quality of 20, 25, and 30 MPa appear with the average absorbance level of 4.156%, 3.636%, and 3.043%. Meanwhile, the same concrete with a waterproof coating of 1.5 kg/m2 results in the absorbance level of 1.236%, 1.210%, dan 1.183 %. By the findings, it can be concluded that the higher the concrete quality is, the lower the absorbance will be. Furthermore, coating concrete with waterproof material significantly attests to reducing the absorbance levels. | |
| 34740 | 37606 | C1B017092 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM JII70 SERTA PEFINDO TAHUN 2018-2021) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada Perusahaan JII70 dan PEFINDO. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar dalam JII70 serta PEFINDO Tahun 2018-2021)”. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan yang Terdaftar pada JII70 dan serta PEFINDO pada periode tahun 2018-2021. Purposive sampling method digunakan untuk menentukan sampel yang akan digunakan pada penelitian ini. Setelah Purposive sampling terdapat 10 perusahaan dari total 70 Perusahaan yang terdaftar di indeks JII70, yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi data panel (dibantu alat analisis sofware Eviews for Windows) menunjukkan bahwa : (1) Struktur modal (debt to equity ratio) berpengaruh negatif terhadap profitabilitas (2) Likuiditas (current ratio) berpengaruh negatif terhadap profitabilitas (3) Pertumbuhan penjualan (sales growth) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (4) Umur perusahaan (age) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (5) Effective tax rate tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (6) Credit rating tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu bahan evaluasi untuk mengabil mengambil keputusan baik untuk pihak internal perusahaan (manajemen perusahaan) maupun pihak ekstenal (investor) dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas yaitu variabel struktur modal (debt to equity ratio) dan likuiditas (liquidity ratio). | This research is a quantitative research conducted on JII70 and PEFINDO Companies. This study takes the title: “Analyze Factors Impacted Profitability (Study on JII70 and PEFINDO Listed Companies for the 2018-2021 Period)”. The population in this study are JII70 and PEFINDO Listed Companies for the 2018-2021 Period. Purposive sampling method was used to determine the sample to be used in this study. After purposive sampling, there were 10 companies out of a total of 70 JII70 index listed companies, which met the criteria to be sampled. ased on the results of research and data analysis using panel data regression (assisted by the Eviews for Windows software analysis tool) shows that: (1) Capital structure (debt to equity ratio) has a negative effect on profitability (2) Liquidity (current ratio) has a negative effect on profitability (3) Sales growth has no effect on profitability (4) Company age has no effect on profitability (5) Effective tax rate has no effect (6) Credit rating has no effect. The implication of the conclusion above is that it becomes evaluation material to make decisions for both the company's internal parties (company management) and external parties (investors) by taking care into the factors that affect profitability, spesifically the capital structure variable (debt to equity ratio) and liquiduty ratio. |