Home
Login.
Artikelilmiahs
37611
Update
HARVINA YULVIZA
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman Tumbuhan Bahan Pewarna Alami di Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia merupakan negara megabiodiversitas urutan keempat di dunia untuk keanekaragaman spesies tumbuhan, yaitu sekitar ±40.000 spesies yang berguna bagi kehidupan manusia. Tumbuhan berfungsi dalam banyak hal, salah satunya sebagai bahan pewarna alami. Tumbuhan bahan pewarna alami di Desa Dawuhan Kulon belum banyak diketahui spesiesnya, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menambah informasi terkait hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, serta pemanfaatannya sebagai bahan pewarna alami di Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan pengumpulan data pemanfaatan bagian tumbuhan dilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara semi terstruktur. Identifikasi tumbuhan dilakukan dengan mengamati karakter tumbuhan, setelah itu dicocokkan dengan buku acuan referensi. Parameter yang diamati yaitu karakter morfologi tumbuhan (akar, batang, kulit, daun, bunga, buah, dan biji), spesies tumbuhan, bagian tumbuhan, dan pemanfaatannya sebagai bahan pewarna alami. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Tumbuhan bahan pewarna alami yang ditemukan di Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas diperoleh sebanyak 20 spesies tumbuhan dari 18 familia. Tumbuhan tersebut meliputi mangga (Mangifera indica L.) familia Anacardiaceae, suji [Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb.] familia Asparagaceae, pacar air (Impatiens balsamina L.) familia Balsaminaceae, buah naga [Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose] familia Cactaceae, bunga tasbih (Canna indica L.) familia Cannaceae, pepaya (Carica papaya L.) familia Caricaceae, manggis (Garcinia mangostana L.) familia Clusiaceae, ubi jalar [Ipomoea batatas (L.) Lam.] familia Convolvulaceae, katuk [Sauropus androgynus (L.) Merr.] familia Euphorbiaceae, bunga telang (Clitoria ternatea L.) familia Fabaceae, alpukat (Persea americana Mill.) familia Lauraceae, harendong bulu [Clidemia hirta (L.) D. Don] familia Melastomataceae, pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) familia Pandanaceae, sirih (Piper betle L.) familia Piperaceae, mawar (Rosa gallica L.) familia Rosaceae, stroberi [Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier] familia Rosaceae, mengkudu (Morinda citrifolia L.) familia Rubiaceae, anggur (Vitis vinifera L.) familia Vitaceae, kunyit (Curcuma longa L.) familia Zingiberaceae, dan lengkuas [Alpinia galanga (L.) Willd.] familia Zingiberaceae. Bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, seperti pewarna makanan, minuman, tekstil atau ecoprint, dan kosmetik meliputi akar, rimpang, daun, kulit buah, buah, dan biji.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia is the fourth megabiodiversity country in the world for the diversity of plant species, which is around ±40,000 species that are useful for human life. Plants function in many ways, one of which is as a natural dye. There are not many known species of natural coloring plants in Dawuhan Kulon Village, so research needs to be done to add information related to this. The purpose of this study was to determine the diversity of plants used as natural dyes, plant parts used as natural dyes, and their use as natural dyes in Dawuhan Kulon Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. This research was conducted by survey method using purposive sampling technique and collecting data on the utilization of plant parts by direct observation and semi-structured interviews. Identification of plants is done by observing the character of the plant, after that it is matched with a reference book. Parameters observed were morphological characters of plants (roots, stems, bark, leaves, flowers, fruits, and seeds), plant species, plant parts, and their use as natural dyes. The data obtained were analyzed descriptively. Plants with natural dyes found in Dawuhan Kulon, Kedungbanteng District, Banyumas Regency were obtained as many as 20 plant species from 18 families. These plants include mango (Mangifera indica L.) family Anacardiaceae, suji [Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb.] family Asparagaceae, water henna (Impatiens balsamina L.) family Balsaminaceae, dragon fruit [Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose] family Cactaceae, tasbih flower (Canna indica L.) family Cannaceae, papaya (Carica papaya L.) family Caricaceae, mangosteen (Garcinia mangostana L.) family Clusiaceae, sweet potato [Ipomoea batatas (L.) Lam.] family Convolvulaceae, katuk [Sauropus androgynus (L.) Merr.] family Euphorbiaceae, telang flower (Clitoria ternatea L.) family Fabaceae, avocado (Persea americana Mill.) family Lauraceae, harendong bulu [Clidemia hirta (L.) D. Don] family Melastomataceae, pandanus (Pandanus amaryllifolius Roxb.) family Pandanaceae, betel (Piper betle L.) family Piperaceae, rose (Rosa gallica L.) family Rosaceae, strawberry [Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier] family Rosaceae, noni (Morinda citrifolia L.) family Rubiaceae, grape (Vitis vinifera L.) family Vitaceae, turmeric (Curcuma longa L.) family Zingiberaceae, and galangal [Alpinia galanga (L.) Willd.] family Zingiberaceae. Plant parts that are used as natural dyes, such as food coloring, beverages, textiles or ecoprints, and cosmetics include roots, rhizomes, leaves, fruit skin, fruit, and seeds.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save