Artikel Ilmiah : J1C015046 a.n. RIZKI DUINUGRAHA

Kembali Update Delete

NIMJ1C015046
NamamhsRIZKI DUINUGRAHA
Judul ArtikelInternalisasi Budaya Kaizen pada Hijasu (Himpunan Jepang Unsoed)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian untuk mengetahui mengenai budaya Jepang yaitu Kaizen yang dipraktikan oleh pengurus Hijasu (Himpunan Jepang Soedirman) menggunakan studi fenomologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Informan dari penelitan ini berjumlah 8 orang. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah budaya Kaizen yang dipraktikan oleh pengurus Hijasu berfokus pada penerapan metode 5S dan PDCA. Metode 5S meliputi seiri (ringkas) memuat aturan yang mengharuskan para pengurus Hijasu untuk memisahkan barang-barang atau berkas dokumen yang diperlukan dan tidak diperlukan. Seiton (rapi) mewajibkan para pengurus Hijasu untuk meletakkan barang-barang maupun berkas dokumen sesuai dengan posisi yag telah ditetapkan serta mengatur kembali ruang penyimpanan. Seiso (resik) mengharuskan pengurus Hijasu untuk menjaga kebersihan barang-barang milik organisasi maupun lingkungan kerja. Seiketsu (rawat) pengurus Hijasu melakukan prosedur standarisasi untuk menjaga keberlangsungan ketiga tahap yang telah dilakukan. Shitsuke (rajin) ketua himpunan maupun ketua tiap divisi Hijasu memberikan dorongan motivasi kepada para pengurus untuk komitmen dalam hal menaati peraturan metode 5S. Sedangkan pada metode PDCA meliputi (plan) untuk menetapkan tema permasalahan dan tujuan perbaikan pada acara FJU, serta (do) implementasi proses, (check) memonitor dan mengukur proses, (act) melakukan standarisasi pada perbaikan acara FJU. Pengurus di Himpunan Jepang Soedirman juga menyadari bahwa Kaizen merupakan budaya Jepang yang sangat baik untuk diterapkan di Hijasu.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to embrace the challenge of Japanese culture; Kaizen, which was practiced by member of “Hijasu” (Himpunan Jepang Soedirman) through phenomenology analysis. This research is a qualitative descriptive study using interview techniques to 8 relevant stakeholder as a data collection technique. The result found that the Kaizen culture practiced by member of Hijasu focuses on the application of the 5S and PDCA methods. The 5S method includes seiri (sort) containing rules that require Hijasu administrators to examine or determine files whether it needed or not. Seiton (straighten) requires member of Hijasu to place items and document files in accordance with the predetermined position and rearrange the storage space. Seiso (scrub) requires member of Hijasuu to keep the organization's belongings and work environment to remain clean. Seiketsu (systematize) Hijasu members carry out standardization procedures to maintain the sustainability of the three stages that have been carried out. Shitsuke (standardize) the head of Hijasu in collaboration with head division provide motivational encouragement to members for commitment to complying with the rules of the 5S method. Meanwhile PDCA method includes (plan) to determine the theme of the problem and improvement objectives at the FJU event, as well as (do) process implementation, (check) monitor and measure the process, (act) standardize the improvement of the FJU event. Hence Hijasu members realize that Kaizen is a very good Japanese culture to apply in Hijasu.
Kata kunciJapanese Culture, Internalization, Kaizen, Phenomenology
Pembimbing 1Dr. Yusida Lusiana, S.S., M.Si., M.Pd.
Pembimbing 2Heri Widodo, S.S., M.A.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman94
Tgl. Entri2022-05-19 15:22:25.505624
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.