Home
Login.
Artikelilmiahs
35811
Update
GHIYAS DESMANA
NIM
Judul Artikel
Eksistensi Upacara Adat Seren Taun Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Di Era Globalisasi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Masyarakat adat merupakan masyarakat yang dalam kesehariannya memegang teguh ajaran dari leluhur. Globalisasi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di masyarakat adat, seperti yang terjadi pada Upacara Adat Seren Taun yang dilaksanakan oleh Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Cigugur Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi Upacara Adat Seren Taun di era globalisasi dan mengetahui upaya Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Cigugur dalam menjaga kebertahanan Upacara Adat Seren Taun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah Masyarakat AKUR Cigugur dengan kriteria yaitu masyarakat adat yang terlibat dalam Upacara Adat Seren Taun dan Girang Pangaping (Pengurus AKUR). Hasil penelitian menunjukan eksistensi Upacara Adat Seren Taun di era globalisasi masih terjaga dengan baik dan masyarakatnya masih melakukan upaya dalam menjaga kebertahanan Upacara Adat Seren Taun. Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan Cigugur memegang teguh prinsip Ngindung ka Waktu Ngabapa Ka Zaman yang memiliki makna bahwa Masyarakat AKUR harus senantiasa beradaptasi dengan perubahan zaman. Upacara Adat Seren Taun menjadi tuntunan hidup bagi masyarakatnya, upaya yang dilakukan dalam menjaga kebertahanan Upacara Adat Seren Taun di era globalisasi adalah menanamkan nilai-nilai Seren Taun sejak usia dini. Sinergitas perlu ditingkatkan lagi oleh berbagai pihak dalam mempertahankan Seren Taun di masa yang akan datang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indigenous peoples are people who in their daily lives adhere to the teachings of their ancestors. Globalization affects various aspects of life in indigenous peoples, as happened at the Seren Taun Traditional Ceremony held by the Sunda Wiwitan Community of Cigugur, Kuningan Regency. This study aims to determine the existence of the Seren Taun Traditional Ceremony in the era of globalization and to find out the efforts of the Sunda Wiwitan Cigugur Indigenous Community in maintaining the survival of the Seren Taun Traditional Ceremony. This research uses descriptive qualitative method. The target in this research is the AKUR community in Cigugur with the criteria of indigenous peoples involved in the Seren Taun and Girang Pangaping ceremonies (AKUR administrators). The results show that the existence of the Seren Taun Traditional Ceremony in the era of globalization is still well maintained and the community is still making efforts to maintain the survival of the Seren Taun Traditional Ceremony. The AKUR Sunda Wiwitan Cigugur community adheres to the principle of Ngindung ka Waktu Ngabapa Ka Zaman which means that the AKUR community must always adapt to changing times. The Seren Taun Traditional Ceremony is a life guide for the community, the efforts made in maintaining the survival of the Seren Taun Traditional Ceremony in the era of globalization are to instill the Seren Taun values from an early age. Synergy needs to be improved by various parties in maintaining Seren Taun in the future.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save