Home
Login.
Artikelilmiahs
33373
Update
KONITA HILMIA
NIM
Judul Artikel
KELAYAKAN USAHATANI HIDROPONIK URBAN FARMING DI MASA PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus Kelompok Petani Kota RW 06 Cempaka Putih)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bidang pertanian adalah salah satu aspek strategis bagi negara khususnya di tengah masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, aktivitas urban farming menjadi pilihan bagi masyarakat di masa pandemi covid-19. Pengelolaan urban farming memberikan berbagai manfaat bagi manusia dan juga lingkungan. Beberapa manfaat urban farming tersebut adalah manfaat ekonomis, manfaat kesehatan dan manfaat lingkungan. Usahatani dikatakan berhasil jika usaha tani tersebut dapat menghasilkan pendapatan untuk membayar semua biaya dan alat yang diperlukan. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian kelayakan usahatani urban farming di masa pandemi Covid-19 pada kelompok petani kota RW.06 Cempaka Putih. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui implementasi program urban farming kelompok petani kota RW.06 Cempaka Putih untuk tanaman hidroponik di masa pandemi covid-19. 2) mengetahui kelayakan usahatani program urban farming kelompok petani kota RW.06 Cempaka Putih untuk tanaman hidroponik di masa pandemi covid-19 Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi lapangan. Sasaran penelitian ini adalah anggota kelompok tani kota RW 06 Cempaka Putih Jakarta pusat.Metode analisis data yang akan digunakan yakni analisis usaha tani, analisis BEP, dan analisis R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program urban farming yang merupakan program yang dicanangkan oleh Kimia Farma sebagai program yang ditujukan untuk CSR melalui budidaya sayuran. Implementasi program urban farming ini berjalan dengan baik dan bahkan telah menjadi kelompok tani percontohan dan inspirasi gerakan hidroponik di Cempaka Putih. Usahatani program urban farming Cempaka Putih untuk tanaman hidroponik dapat dikatakan “layak” dilakukan. Hal ini karena efisiensi usaha (R/C ratio) menunjukan urban farming hidroponik kelompok usaha tani “Cempaka Putih” nilainya lebih dari 1, sehingga dapat dikatakan usaha tersebut efisien. Selain itu, harga jual dan produksi melewati titik impas, yang artinya kelompok usaha tani “Cempaka Putih” dalam urban farming “layak” untuk dilaksanakan
Abtrak (Bhs. Inggris)
The agricultural sector is one of the strategic aspects, especially in the midst of the COVID-19 pandemic. Therefore, urban farming activities are an option for the community during the COVID-19 pandemic. The management of urban farming provides various benefits Some of the benefits of urban farming are economic benefits, health benefits and environmental benefits. Farming is said to be successful if the farm can generate income to pay for all the costs and tools needed. Therefore, the author is interested in conducting research on the feasibility of urban farming during the Covid-19 pandemic in the urban farmer group RW.06 Cempaka Putih. This study aims to: 1) determine the implementation of the urban farming program for the urban farmer group RW.06 Cempaka Putih for hydroponic plants during the covid-19 pandemic. 2) determine the feasibility of farming the urban farming program of the urban farmer group RW.06 Cempaka Putih for hydroponic plants during the covid-19 pandemic. This study uses a quantitative research method with a field study approach. The target of this research is the members of the farmer group of RW 06 Cempaka Putih, Central Jakarta. The data analysis methods that will be used are farm business analysis, BEP analysis, and R/C Ratio analysis. The results show that the urban farming program is a program launched by Kimia Farma as a program aimed at CSR through vegetable cultivation. The implementation of this urban farming program is going well and has even become a pilot farmer group and an inspiration for the hydroponic movement in Cempaka Putih. urban farming for hydroponic plants can be said to be "proper" to do. This is because the business efficiency (R/C ratio) shows the hydroponic urban farming group "Cempaka Putih" has a value of more than 1, so it can be said that the business is efficient. In addition, the selling price and production pass the break-even point, which means that the “Cempaka Putih” farming group in urban farming is “fit” to be implemented.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save