Artikel Ilmiah : A1C017042 a.n. ANDINA LIES YANTI

Kembali Update Delete

NIMA1C017042
NamamhsANDINA LIES YANTI
Judul ArtikelAudit Energi pada Industri Pengolahan Tahu (Studi Kasus Industri Kecil Menengah Desa Sampang dan Desa Brani Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tahu merupakan makanan yang mengandung protein dan terbuat dari sari kedelai yang diperoleh melalui proses fermentasi kacang kedelai. Adanya peningkatan konsumsi tahu mengakibatkan meningkatnya kebutuhan energi pada suatu industri pengolahan tahu. Penggunaan energi yang dilakukan secara efisiensi ini dapat dilakukan dengan cara audit energi yang akan mendapatkan energi yang digunakan dan mengatahui cara penghematannya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kebutuhan energi pada tiap proses pengolahan tahu, 2) mengetahui bentuk, sumber dan jumlah kebutuhan energi yang digunakan pada proses produksi pengolahan tahu di Desa Sampang dan Desa Brani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, 3) mengetahui perbandingan tingkat efisiensi dari kedua industri pengolahan tahu di Desa Sampang dan Desa Brani, Kecamatan Cilacap, Jawa Tengah, dan 4) mengidentifikasikan hasil dari perbandingan data yang diperoleh dari kedua industri pengolahan tahu untuk melakukan suatu upaya penghematan energi atau diversifikasi penggunaan energi.
Penelitian ini dilakukan pada dua industri kecil di Desa Sampang milik Bapak Maryo dan Desa Brani milik Bapak Sholeh yang berlokasi di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari 2021 hingga bulan April 2021. Pengambilan yang dilakukan pada kedua industri ini agar memperoleh data energi serta mengamati perbedaan alat yang digunakan saat pengolahan tahu tersebut. Metode pengambilan data dilakukan tiap produksi dalam satu hari. Variabel yang diperoleh dari pengambilan data seperti jumlah produksi tahu perhari, kebutuhan energi bahan bakar biomassa (sekam padi dan kayu bakar), kebutuhan energi manusia, kebutuhan energi listrik, kebutuhan energi bahan bakar solar, dan kebutuhann energi pada batu pemberat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa energi yang dibutuhkan di industri pengolahan tahu bapak Maryo sebesar 779,06 MJ atau 5,19 MJ/kg yang diperoleh dari sumber energi seperti energi manusia (33,47 MJ atau 0,22MJ/kg), energi bahan bakar biomassa (552,29 MJ atau 3,68 MJ/kg), dan energi bahan bakar solar (193,30 MJ atau 1,29 MJ/kg). Energi yang digunakan pada industri pengolahan tahu milik bapak Maryo ini sebesar 244,81 MJ atau 1,63 MJ/kg yang berasal dari energi yang digunakan pada industri ini seperti energi manusia (18,43 MJ atau 0,12 MJ/kg), energi bahan bakar biomassa (122,54 MJ atau 0,82 MJ/kg), dan energi bahan bakar solar (103,84 MJ atau 0,69 MJ/kg). Hasil penelitian pada industri pengolahan tahu bapak Sholeh sebesar (2205,77 MJ atau 6,30 MJ/kg) yang diperoleh dari sumber energi seperti energi manusia sebesar (33,47 MJ atau 0,10 MJ/kg), energi bahan bakar biomassa (2109,60 MJ atau 6,03 MJ/kg), dan energi listrik (62,70 MJ atau 0,18 MJ/kg). Energi yang digunakan pada industri pengolahan tahu milik bapak Sholeh sebesar (298,74 MJ atau 0,85 MJ/kg) yang berasal dari energi yang digunakan pada industri seperti energi manusia (32,22 MJ atau 0,09 MJ/kg), energi bahan bakar biomassa (214,11 MJ atau 0,61 MJ/kg), dan energi listrik (52,41 MJ atau 0,15 MJ/kg).
Abtrak (Bhs. Inggris)Tofu is a food that contains protein and is made from soybean juice obtained through the fermentation process of soybeans. An increase in tofu consumption results in an increase in energy demand in a tofu processing industry. Energy use that is carried out efficiently can be done by means of an energy audit that will get the energy used and know how to save it. This study aims to 1) determine the energy requirements of each tofu processing process, 2) determine the form, source and amount of energy used in the tofu processing production process in Sampang Village and Brani Village, Sampang District, Cilacap Regency, Central Java, 3) find out the comparison of the efficiency levels of the two tofu processing industries in Sampang Village and Brani Village, Cilacap District, Central Java, and 4) identify the results of the comparison of data obtained from the two tofu processing industries to make an effort to save energy or diversify energy use.
This research was conducted on two small industries in Sampang Village owned by Mr. Maryo and Mr. Sholeh's Brani Village located in Sampang District, Cilacap Regency, Central Java. This research was carried out from February 2021 to April 2021. The sampling was carried out on these two industries in order to obtain energy data and observe the differences in the tools used when processing the tofu. The data collection method is carried out for each production in one day. Variables obtained from data collection include the amount of tofu production per day, energy requirements for biomass fuels (rice husks and firewood), human energy needs, electrical energy requirements, diesel fuel energy requirements, and energy requirements for ballast stones.
The results showed that the energy needed in the tofu processing industry Mr. Maryo was 779.06 MJ or 5.19 MJ/kg obtained from energy sources such as human energy (33.47 MJ or 0.22 MJ/kg), biomass fuel energy (552, 29 MJ or 3.68 MJ/kg), and diesel fuel energy (193.30 MJ or 1.29 MJ/kg).The energy used in the tofu processing industry belonging to Mr. Maryo is 244.81 MJ or 1.63 MJ/kg which comes from the energy used in this industry such as human energy (18.43 MJ or 0.12 MJ/kg), biomass fuel energy (122.54 MJ or 0.82 MJ/kg), and diesel fuel energy (103.84 MJ or 0.69 MJ/kg). The results of research on the tofu processing industry of Mr. Sholeh amounted to (2205.77 MJ or 6.302 MJ/kg) obtained from energy sources such as human energy of (33.47 MJ or 0.10 MJ/kg), biomass fuel energy (2109.60 MJ or 6,03 MJ/kg), and electrical energy (62.70 MJ or 0.18 MJ/kg). The energy used in Sholeh's tofu processing industry (298.74 MJ or 0.86 MJ/kg) comes from energy used in industries such as human energy (32.22 MJ or 0.09 MJ/kg), biomass fuel energy (214.11 MJ or 0.61 MJ/kg), and electrical energy (52.41 MJ or 0.15 MJ/kg).
Kata kunciTahu, Audit
Pembimbing 1Ropiudin, S.TP., M.Si.
Pembimbing 2Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 3-
Tahun2021
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2021-08-23 15:46:49.179254
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.