Artikelilmiahs

Menampilkan 29.441-29.460 dari 50.090 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2944132785H1A017087ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN VIDEO CALL GROUP MENGGUNAKAN APLIKASI WHATSAPP PADA JARINGAN Wi-Fi DENGAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE DI WILAYAH TANGERANG SELATAN
Telekomunikasi adalah teknik atau cara yang digunakan untuk mengirimkan sebuah informasi, informasi tersebut dapat berupa tulisan, suara, gambar, ataupun objek lainnya. Di dalamnya, telekomunikasi ini dapat menyampaikan data dari satu tempat ke tempat lainnya yang memiliki lokasi berjauhan. Ketika kita menggunakan gadget pasti akan dibutuhkan jaringan internet, yang mana jaringan tersebut berasal dari provider internet, baik itu dari Wi-Fi ataupun paket data yang berasal dari operator seluler. Aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi pun juga bervariasi, salah satunya yaitu aplikasi Whatsapp. Aplikasi Whatsapp merupakan salah satu jenis aplikasi yang paling sering digunakan untuk berkomunikasi dan juga menyediakan berbagai macam layanan seperti messenger, voice call, dan video call. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan prosedur pengujian dan pengukuran nilai pada parameter QoS (Delay, Jitter, Throughput, dan Packet Loss), menganalisis data pada parameter QoS, dan yang terakhir yaitu membuat perbandingan rata-rata dari nilai parameter QoS tersebut. Pada pengujian ini menghasilkan nilai rata-rata parameter QoS pada jaringan Wi-Fi 1 dengan delay sebesar 4,29 ms, jitter sebesar 4,29 ms, throughput sebesar 79,77%, dan packet loss sebesar 0%. Kemudian untuk parameter QoS pada jaringan Wi-Fi 2 yaitu dengan delay sebesar 3,27 ms, jitter sebesar 3,27 ms, throughput sebesar 112,59%, dan packet loss sebesar 0%. Secara keseluruhan, nilai pada setiap parameter QoS untuk kedua jaringan tersebut dapat dinyatakan layak karena semua nilai parameternya sesuai dengan standar TIPHON.Telecommunication is a technique or method used to transmit information, this information can be in the form of text, sound, images, or other objects. In it, this telecommunication can convey data from one place to another which has remote locations. When we use a gadget, we will definitely need an internet network, which is the network that comes from an internet provider, eventhough it from Wi-Fi or data packages from cellular operators. The applications used to communicate also vary, one of which is the Whatsapp application. The Whatsapp application is one of the most frequently used types of applications to communicate and also provides various services such as messenger, voice calls, and video calls. Therefore, in this study, testing procedures and measuring values for QoS parameters (Delay, Jitter, Throughput, and Packet Loss), analyzing data on QoS parameters, and finally making comparisons of the average values of these QoS parameters will be carried out in this study. In this test, the average value of QoS parameters on the Wi-Fi 1 network with a delay of 4,29 ms, jitter of 4,29 ms, throughput of 79,77%, and packet loss of 0%. Then for the QoS parameters on the Wi-Fi 2 network, the delay is 3,27 ms, the jitter is 3,27 ms, the throughput is 112,59%, and packet loss is 0%. Overall, the value of each QoS parameter for the two networks can be declared feasible because all the parameter values are in accordance with the TIPHON standard.
2944232786F1F017008DIPLOMASI FASHION INDONESIA DALAM JAKARTA FASHION WEEK 2017-2018Penelitan berjudul “Diplomasi Fashion Indonesia dalam Jakarta Fashion Week 2017-2018” merupakan penelitian yang berfokus pada analisis dampak ajang Jakarta Fashion Week 2017 dan 2018 sebagai sarana Diplomasi Fashion Indonesia. Ajang Jakarta Fashion Week 2017 dan Jakarta Fashion Week 2018 sengaja dipilih sebagai subjek penelitian, kerena pada kedua tahun ajang tersebut mengangkat tema yang sangat menarik yakni tema mengenai Sustainable Fashion and Ethical serta Bhinneka berkarya. Dalam menganalisis penelitian tersebut, penulis menggunakan konsep Diplomasi Fashion, yang mana konsep tersebut merupakan konsep baru dalam Diplomasi, dan percaya bahwa Fashion memiliki dampak yang besar terhadap suatu negara dalam empat sektor suatu negara, yakni perekonomian, pemberdayaan perempuan, Brand Image, dan Politik Luar Negeri dalam hal bekerja sama (berdiplomasi). Berdasarkan data-data yang telah diperoleh, ajang Jakarta Fashion Week 2017 dan 2018 dinilai telah membawa dampak yang positif terhadap keempat sektor Diplomasi Fashion yang ada, sehingga ajang Jakarta Fashion Week dapat dijadikan Indonesia sebagai sarana Diplomasi Fashion bagi Indonesia.

Kata kunci: Bhinneka Berkarya, Diplomasi Fashion, Indonesia, Jakarta Fashion Week, Sustainable Fashion and Ethical.
The research entitled “Indonesian Fashion Diplomacy in Jakarta Fashion Week 2017-2018” is a research that focuses on analyzing the impact of the Jakarta Fashion Week 2017 and 2018 as a tools of Fashion Diplomacy for Indonesia.were deliberately chosen as the research subject, because in both years the event raised a very interesting theme namely the theme of Sustainable Fashion and Ethical and Bhinneka Berkarya. In analyzing the research, the author uses the concept of Fashion Diplomacy, the concept of Fashion Diplomacy believes that Fashion has a major impact on a country in four sectors, such as eonomy sector, women’s empowerment, Brand Image, and Foreign policy in terms of cooperation (Diplomacy). Based on the data that has been obtained, the event of Jakarta Fashion Week 2017 and 2018 are considered to have had a positive impact, based on the four sectors of Fashion Diplomacy, so that the Jakarta Fashion Week event can be used as a tools of Fashion Diplomacy for Indonesia..


Key Words:: Bhinneka Berkarya, Fashion Diplomacy, Indonesia, Jakarta Fashion Week, Sustainable Fashion and Ethical.

2944332800C1I017014THE EFFECT OF CORPORATE GOVERNANCE ON AUDIT REPORT LAGPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate governance terhadap audit report lag. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama 2017-2019 dan sampel yang diambil sebanyak 42 sampel yang terdiri dari 65 perusahaan properti dan real estate dalam 3 periode berturut-turut. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan gender dewan direksi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap audit repot lag. Sedangkan Implikasi dari dewan komisaris independen dan ukuran komite audit tidak berpengaruh terhadap audit report lag.
Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan diharapkan dapat bekerjasama dengan auditor dengan memberikan informasi yang diperlukan terkait laporan keuangan perusahaan yang diaudit sehingga jangka waktu penyelesaian audit lebih cepat selesai. Peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan audit report lag diharapkan dapat memberikan kualitas hasil penelitian yang lebih tinggi dengan mempertimbangkan variabel lain, memperluas sampel penelitian, dan menambahkan tahun pengamatan dalam penelitian.
This study aims to examine the effect of corporate governance on audit report lag. Population of this study is property and real estate companies that listed on Indonesia Stock Exchange during 2017-2019 and samples taken are as much as 42 samples that consist of 65 manufacturing companies within 3 periods in a row. The sampling technique was carried out using purposive sampling and data analysis was conducted using multiple regression analysis.
The results of this study indicate that institutional ownership and the gender of board directors have a significant and negative effect on audit report lag. While, the implications of the independent board of commissioners and the size of audit committee have no effect on audit report lag.
Implication for this research is company suggested to be able to work with auditors by providing necessary information related to the audited company's financial statements so that the audit completion period was completed sooner. Furthermore, future research that related audit delay and timeliness is expected to be able to provide higher quality of research results by considering the additional proxies on independent variables, expand the research sample, and add longer years of observation
2944432808K1A017022Optimasi Produksi Ekstrak Aktinobakteri W-5B Sebagai Penghambat Pembentukan Biofilm MRSA dengan Variasi Sumber Karbon dan NitrogenKemampuan MRSA untuk membentuk biofilm menjadi salah satu faktor pemicu timbulnya resistensi MRSA terhadap antibiotik. Aktinobakteri W-5B (Streptomyces cellulosae strain NBRC 13027) telah diketahui mengandung senyawa antibakteri terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Namun, kemampuan aktinobakteri W-5B sebagai penghasil senyawa penghambat biofilm belum diteliti. Karbon dan nitrogen pada medium fermentasi merupakan sumber nutrisi yang penting untuk pertumbuhan biomassa dan produksi senyawa bioaktif mikroba. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian produksi senyawa penghambat biofilm MRSA dengan variasi sumber karbon (glukosa, sukrosa, dan amilum) dan nitrogen (kasein, pepton, dan urea). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sumber karbon dan nitrogen optimum bagi aktinobakteri W-5B untuk memproduksi senyawa bioaktif penghambat pembentukan biofilm MRSA. Tahapan penelitian meliputi pembuatan kurva produksi untuk menentukan waktu inkubasi optimum aktinobakteri W-5B dalam menghasilkan senyawa bioaktif penghambat biofilm. Waktu inkubasi optimum selanjutnya digunakan untuk proses fermentasi dengan variasi sumber karbon dan nitrogen. Uji penghambatan biofilm dilakukan menggunakan metode microtiter plate dengan pewarnaan crystal violet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu inkubasi 12 hari pada medium SCN merupakan waktu inkubasi optimum dengan persentase penghambatan biofilm sebesar 55,456 ± 3,306%. Perlakuan variasi sumber karbon dan nitrogen pada medium fermentasi menunjukkan bahwa sukrosa dan urea merupakan kombinasi sumber karbon dan nitrogen terbaik bagi aktinobakteri W-5B untuk memproduksi senyawa penghambat biofilm MRSA dengan persentase penghambatan biofilm MRSA adalah 68,206 ± 1,750%.The ability of MRSA to form biofilms is one of the triggering factors for the emergence of MRSA resistance to antibiotics. Actinobacteria W-5B (Streptomyces cellulosae strain NBRC 13027) has been known to contain antibacterial compounds against Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). However, the ability of actinobacteria W-5B as a producer of biofilm inhibitor compounds has not been studied. Carbon and nitrogen in the fermentation medium are essential sources of nutrients for biomass growth and the production of microbial bioactive compounds. Based on this, research was carried out on the production of MRSA biofilm inhibitor compounds with various carbon sources (glucose, sucrose, and starch) and nitrogen (casein, peptone, and urea). This study aimed to determine the optimum carbon and nitrogen source for actinobacteria W-5B to produce bioactive compounds which can inhibit the MRSA biofilm forming. The research steps include making a production curve to determine the optimum incubation time of W-5B actinobacteria in producing biofilm inhibitory bioactive compounds. The optimum incubation time is then used for the fermentation process with various carbon and nitrogen sources. The biofilm inhibition test was carried out using the microtiter plate method with crystal violet staining. The results showed that the incubation time of 12 days on SCN medium was the optimum incubation time with the percentage of biofilm inhibition of 55.456 ± 3.306%. The treatment of various carbon and nitrogen sources in the fermentation medium showed that sucrose and urea were the best combinations of carbon and nitrogen sources for W-5B actinobacteria to produce MRSA biofilm inhibitor compounds with the percentage of MRSA biofilm inhibition was 68.206 ± 1.750%.
2944532787I1C017006Narrative Review: Pengaruh Ekstrak Pegagan (Centella asiatica L.) Terhadap Perbaikan Cedera HatiHati merupakan salah satu organ penting yang rentan mengalami cedera akibat perannya sebagai pusat metabolisme dan detoksifikasi tubuh. Salah satu upaya memperbaiki dan mencegah cedera hati adalah dengan mengonsumsi bahan pangan yang bersifat hepatoprotektor, salah satunya pegagan. Pegagan memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang tinggi sehingga mampu memperbaiki fungsional sel-sel yang rusak, termasuk sel–sel hati. Namun, belum ada tinjauan yang mengumpulkan bukti peran pegagan khusus pada perbaikan cedera hati. Narrative Review ini akan membahas mengenai kandungan senyawa kimia pegagan dan mekanisme aksi pegagan terhadap cedera hati. Metode yang digunakan yaitu penelusuran artikel melalui PubMed, dan GARUDA dengan kata kunci tertentu serta memenuhi kriteri inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yaitu artikel tahun terbit 2010-2021, artikel yang membahas efek perlindungan cedera hati pada pegagan, dan artikel jurnal dengan model cedera hati atau sel (in vitro). Sedangkan kriteria eksklusi yaitu artikel dengan model tikus atau mencit selain pada kerusakan hati (misal diabetes melitus, saraf) dan artikel dengan subjek tikus atau mencit diberikan kombinasi ektrak pegagan dengan ektrak tanaman lainnya. Sebanyak 17 artikel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian diseleksi dan hasil data disajikan dalam format tabel dan ringkasan narasi. Data studi menunjukkan bahwa pegagan dapat memperbaiki cedera hati yang ditandai dengan adanya penurunan kadar ALT dan AST serta perbaikan sel dan jaringan hati. Kandungan kimia senyawa pegagan yang teridentifikasi sebagai kadidat komponen fungsional dalam perlindungan cedera hati adalah dari saponin triterpenoid. Keempat komponen tersebut adalah asam asiatik, asiaticoside, asam madecassid, dan madecassoside. Mekanisme aksi pegagan terhadap perbaikan cedera hati terjadi melalui penghambatan aktivasi HSC (Hepatic Stellate Cells) di jalur pensinyalan NF-κB, MAPK, IRAK1/TAK1, dan p13/Akt/mTOR; menigkatkan regulasi Smad7 di TGF-β, mengurangi stress oksidatif melalui peningkatan Nrf2; anti-inflamasi dengan menekan mediator inflamasi; dan apoptosis sel melalui pengaturan Bcl-2/Bax. Pegagan dapat memperbaiki cedera hati melalui penghambatan aktivasi HSC, peningkatan antioksidan, serta menekan produksi mediator inflamasi.The liver is an important organ that is prone to injury due to its role as the center of metabolism and detoxification of the body. One of the efforts to repair and prevent liver injury is to consume foods that are hepatoprotective, one of which is gotu kola. Gotu kola has a high anti-inflammatory and antioxidant effect so that can repair the function of damaged cells, including liver cells. However, no review has yet gathered evidence of a specific role of gotu kola in the repair of liver injury. This narrative review will discuss the chemical composition of gotu kola and the mechanism of action of gotu kola on liver injury. The method used in this review were collected article through pubmed and Garuda with certain keywords by finding inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria were articles published in 2010-2021, articles discussing the protective effect of liver injury on gotu kola, and journal articles with models of liver or cell injury (in vitro). The exclusion criteria were articles with rat or mouse models other than liver damage (eg diabetes mellitus, nerves) and articles with rats or mice as subjects given a combination of gotu kola extract with other plant extracts. There were 17 articles matched the inclusion and exclusion criteria, then they were selected and the results were presented in tabular format and narrative summary. Study data showed that gotu kola can repair liver injury which is characterized by a decrease in ALT and AST levels as well as repair of liver cells and tissues. The chemical content of gotu kola compounds identified as candidate functional components in the protection of liver injury is triterpenoid saponins. The four components are asiatic acid, asiaticoside, madecassid acid, and madecassoside. The mechanism of action of gotu kola on liver injury repair occurs through inhibition of HSC (Hepatic Stellate Cells) activation in the NF-κB, MAPK, IRAK1/TAK1 and p13/Akt/mTOR signaling pathways; enhances Smad7 regulation of TGF-β, reduces oxidative stress via increased Nrf2; anti-inflammatory by suppressing inflammatory mediators; and cell apoptosis via Bcl-2/Bax regulation. Gotu kola can repair liver injury by inhibiting HSC activation, increasing antioxidants, and suppressing the production of inflammatory mediators.
2944632759H1E017013USULAN PERBAIKAN LINTASAN PRODUKSI MINYAK HERBA SINERGI MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING Studi Kasus : PT Herba Emas WahidatamaPT HEW merupakan perusahaan manufacture yang bergerak dalam bidang industri obat
tradisional dan pangan olahan. Dalam proses produksinya, MHS melalui 3 tahapan proses yaitu pengolahan,
pengemasan primer dan pengemasan sekunder. Permasalahan yang terjadi adalah target produksi dari proses
pengemasan, baik primer maupun sekunder belum tercapai. Tidak tercapainya target produksi tersebut
disebabkan oleh terdapatnya waste yang menyebabkan aktivitas produksi berjalan kurang optimal. Penelitian ini
menggunakan value stream mapping untuk memetakan seluruh aliran informasi dan material guna
mengidentifikasi waste yang ada di dalam proses produksi. Setelah diidentifikasi, akan ada usulan perbaikan
untuk mereduksi waste yang ada. Penelitian dimulai dengan pengambilan data waktu menggunakan stopwatch
time study. Waktu proses digunakan dalam value stream mapping untuk mengetahui alur proses dan lead time
produksi. Beberapa waste yang ditemukan yaitu unnecessary inventory berupa WIP, defect, unnecessary motion,
inappropriate processing, excessive transportation dan waiting time. Penelitian ini menghasilkan usulan perbaikan
yang terdiri atas 5 tindakan. Pada future state map menghasilkan production lead time berkurang sebanyak
34.57%, total cycle time berkurang sebanyak 51.85%, line efficiency meningkat sebanyak 9.51% dan aktivitas non
value added berkurang sebanyak 61.53%.
PT HEW is a manufacturing company engaged in the drug industry
traditional and processed foods. In the production process, MHS goes through 3 stages of processing, namely processing,
primary packaging and secondary packaging. The problem that occurs is the production target of the process
packaging, both primary and secondary has not been achieved. Not achieving the production target
caused by the presence of waste that causes production activities to run less than optimal. This research
use value stream mapping to map the entire flow of information and materials to
identify waste in the production process. Once identified, there will be suggestions for improvement
to reduce existing waste. The study began with time data collection using a stopwatch
time study. Processing time is used in value stream mapping to determine process flow and lead time
production. Some of the waste found were unnecessary inventory in the form of WIP, defects, unnecessary motion,
inappropriate processing, excessive transportation and waiting time. This research produces suggestions for improvement
consisting of 5 actions. In the future state map, the production lead time is reduced by
34.57%, total cycle time reduced by 51.85%, line efficiency increased by 9.51% and non-activities
value added decreased by 61.53%.
2944732733A1F017074HUBUNGAN ANTARA AGROKLIMAT DAN WAKTU PENYADAPAN DENGAN TOTAL MIKROBIA, PH, DAN BRIX NIRA KELAPA DARI DESA SUSUKAN KABUPATEN BANYUMASMikrobia adalah makhluk hidup berukuran sangat kecil, yang terdiri dari sel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler). Mikrobia tersebar luas di alam pada berbagai habitat salah satunya di nira kelapa. Menurut Badan Pusat Statistik (2018), nira kelapa menjadi produk dengan produktivitas tertingi di Kabupaten Banyumas hingga mencapai 67.000 ton. Nira kelapa diperoleh dari Desa Susukan, Kabupaten Banyumas, yang merupakan daerah dataran tinggi dengan iklim yang lembab. Penyadapan nira biasanya dilakukan pagi hari dan sore hari. Waktu penyadadapan dan agroklimat lingkungan pengambilan nira dapat mempengaruhi fisik dan kimia nira serta mikrobia yang ada didalamnya. Untuk memaksimalkan nira yang dihasilkan, maka penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan hubungan antara agroklimat dengan total mikrobia, pH, dan brix nira kelapa, 2) menentukan hubungan antara waktu penyadapan dengan total mikrobia, pH, dan brix nira kelapa. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengamati atribut kimia nira kelapa, meliputi nilai pH dan brix, serta megukur kelembapan dan suhu lingkungan tempat pengambilan nira. Selanjutnya nira dibawa dengan ice box ke Laboratorium Teknologi Pertanian untuk menghitung total mikrobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji korelitas waktu penyadapan yang lebih lama dengan kelembapan tinggi dan suhu lingkungan yang rendah mengakibatkan peningkatan pertumbuhan mikrobia 138 %, serta penurunan derajat brix 23%, sedangkan pH tidak berkorelasi dengan semua variabel.Microbes are very small living things, consisting of single cells (unicellular) or many cells (multicellular). Microbes are widely distributed in nature in various habitats, one of which is in coconut sap. According to the Central Statistics Agency (2019), coconut sap is the product with the highest productivity in Banyumas Regency, reaching 67,000 tons. Coconut sap was obtained from Susukan Village, Banyumas Regency, which is a highland area with a humid climate. Tapping sap is usually done in the morning and evening. The time of tapping and the agro-climate of the sap-taking environment can affect the chemical sap and the microbes in it. To maximize the sap produced, this study aimed to 1) determine the relationship between agroclimate and total microbes, pH, and brix of coconut sap, 2) determine the relationship between tapping time and total microbial count, pH, and brix of coconut sap. This research was carried out by observing the chemical attributes of coconut sap, including pH and brix values, as well as measuring the humidity and temperature of the environment where the sap was taken. Next, the sap is brought in an ice box to the Agricultural Technology Laboratory to calculate the total microbes. The results showed that in the correlation test, longer tapping time with high humidity and low ambient temperature resulted in an increase in microbial growth of 138%, and a decrease in brix degree of 23%, while pH was not correlated with all variables.
2944832763H1E017007Evaluasi Postur Kerja dan Usulan Perancangan Ulang
Kursi Batik Tulis dengan Metode NBM dan RULA
Berdasarkan penelitian di IKM MZ Studio, pekerja dibagian teknik canting bekerja dengan posisi kerja yang tidak ergonomis, yaitu dengan posisi duduk menggunakan kursi yang ukurannya kecil, pendek dan tanpa sandaran punggung. Posisi tubuh pekerja menunduk menghadap kain dan sedikit membungkuk, tangan kanan memegang batang canting untuk menggambar pada pola dasar kain, tangan kiri memegang bagian bawah kain, serta posisi kaki menekuk dan terkadang juga terjulur lurus ke depan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi postur kerja pembatik dan memberikan usulan desain kursi yang ergonomis sehingga dapat menurunkan gangguan musculoskeletal disorders. Metode yang digunakan yaitu observasi langsung terhadap 10 pembatik dengan metode Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikai keluhan yang dirasakan oleh pembatik, kemudian dilakukan penilaian postur kerja dengan metode Rappid Upper Limb Assessment (RULA) dan mendapatkan skor 6 yang berarti perlu dilakukan tindakan secepatnya. Hasil dari penelitian ini yaitu desain kursi pembatik dapat menurunkan skor Rappid Upper Limb Assessment (RULA) dari 6 menjadi 3, yang berarti bahwa postur kerja pembatik tergolong risiko rendah dan masih perlu dilakukan perbaikan dalam jangka waktu yang lama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah desain kursi yang ergonomis sesuai dengan dimensi antropometri pembatik sehingga dapat menurunkan keluhan musculoskeletal disorders.Based on research at IKM MZ Studio, workers in the canting division work in non-ergonomic working positions, those are sitting position using small size chair, short and without a backrest. The position of the worker's body is bent towards the cloth and slightly bent down, the canting rod is used to draw on the basic pattern of the cloth, the left hand holds the bottom of the cloth, and the legs are bent and sometimes stretched out straight ahead. The purpose of this study was to evaluate the working posture of batik makers and propose an ergonomic chair design to reduce musculoskeletal disorders. The method used is direct observation of batik makers using the Nordic Body Map (NBM) method for 10 workers to identify the complaints felt by the workers, then assessing work posture using the Rappid Upper Limb Assessment (RULA) method, and the value of the assessment is belong to score category 6, which means immediate action is needed. The results of this study are the design of the batik chair that can reduce the Rappid Upper Limb Assessment (RULA) score from 6 to 3, which means that the work posture of batik is classified as low risk and still needs to be improved in the long term. The conclusion of this study is that an ergonomic chair design that appropriate to the dimensions of batik workers can reduce the gripes of musculoskeletal disorders.
2944932809H1A017067EKSTRAKSI TEKSTUR PADA CITRA X-RAY PARU-PARU COVID-19 MENGGUNAKAN METODE ACTIVE CONTOURDesember 2019, di Wuhan, China, muncul Coronavirus jenis baru yang bernama SARS-CoV2 dan menyebabkan penyakit bernama Covid-19. Virus ini menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat, dan membuat dunia dalam pandemi. Covid-19 menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan gejala demam, batuk, hingga Pneumonia. Covid-19 akan menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan yang akan mengganggu kinerja paru-paru dan menimbulkan bercak-bercak putih pada hasil pemeriksaan x-ray.
Penelitian ini akan melakukan ekstraksi dan perhitungan nilai tekstur pada citra hasil x-ray dari paru-paru pasien Covid-19 dan citra hasil x-ray dari paru-paru normal dengan menggunakan metode Active Contour. Citra yang digunakan berbentuk citra digital sebanyak 50 citra paru-paru normal dan 45 citra paru-paru Covid-19 dari hasil pemeriksaan x-ray yang akan diproses sistem yang dibuat dengan menggunakan MATLAB. Pertama citra akan melalui tahap segmentasi. Proses segmentasi dilakukan menggunakan metode active contour dengan pembuatan initial contour secara otomatis. Selanjutnya citra diekstraksi ciri teksturnya dan diakhiri dengan penghitungan nilai tekstur citra.
Sistem berhasil mengekstraksi seluruh citra paru-paru normal, serta berhasil mengekstraksi 35 citra paru-paru Covid-19. Citra paru-paru Covid-19 yang gagal disegmentasi dengan baik tidak dapat dicari nilai teksturnya. Nilai tekstur dari hasil ekstraksi paru-paru Covid-19 memiliki rentang dengan nilai yang cenderung lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai tekstur paru-paru normal.
December 2019 in Wuhan, China, a new type of Coronavirus named SARS-CoV2 appeared and caused a disease called Covid-19. This virus spreads throughout the world very quickly, and made the world in a pandemic. Covid-19 attacks the respiratory system and causes symptoms of fever, cough, and Pneumonia. Covid-19 will cause the lungs to fill with fluid which will interfere with lung performance and cause white spots on the results of the x-ray examination.
This study will extract and calculate texture values on x-ray images of the lungs of Covid-19 patients and x-ray images of normal lungs using the Active Contour method. The images used in the form of digital images are 50 normal lung images and 45 Covid-19 lung images from the results of x-ray examinations that will be carried out by a system created using MATLAB. First, the image will go through the segmentation stage. The segmentation process is carried out using the active contour method with the initial contour making automatically. Furthermore, the image texture features are extracted and ends with the calculation of the image texture value.
The system succeeded in extracting all normal lung images, and succeeded in extracting 35 images of Covid-19 lungs. The image of Covid-19 lungs that failed to be segmented properly could not be textured. Texture values from the Covid-19 lung extraction results have a range of values that tend to be lower when compared to normal lung texture values.
2945034010B1A017008KARAKTERISTIK MORFOLOGI SERBUK SARI SEBAGAI SUMBER PAKAN LEBAH Tetragonula laeviceps DI DESA KALIWANGI, BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi serbuk sari bunga yang terdapat di sekitar sarang lebah T. laeviceps, mengetahui karakteristik morfologi serbuk sari yang dibawa lebah T. laeviceps sebagai sumber pakan ke dalam sarang lebah. Penelitian ini menggunakan metode survei, teknik pengambilan sampel secara random sampling. Tahap penelitian meliputi identifikasi tumbuhan di sekitar sarang, pengambilan sampel, preparasi sampel serbuk sari, pengukuran serbuk sari, pengamatan serbuk sari, identifikasi sampel serbuk sari di sekitar sarang, identifikasi sampel di dalam sarang. Parameter yang diamati yaitu unit, ukuran, bentuk, apertura serbuk sari dan ornamentasi pada eksin. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 22 spesies dari 16 familia tumbuhan yang ada di sekitar sarang dengan karakteristik morfologi yaitu unit polen monad dan tetrahedral, bentuk prolate-spheroidal, prolater dan subprolate, ukuran sangat kecil, kecil, sedang dan besar, apertura yaitu monoporate, tricolpate, triporate, tetracolpate, hexacolpate, pantoporate dan inaperture, ornamentasi yaitu psilate, echinate, bireticulate, reticulate, scabrate, clavate, verrucate dan gemmate. Serbuk sari tumbuhan yang terdapat di dalam sarang T. laeviceps yaitu 13 jenis serbuk sari. Serbuk sari yang memiliki kecocokan dengan serbuk sari di sekitar sarang ada 10 dan 3 serbuk sari tidak memiliki kecocokan dengan serbuk sari di sekitar sarang. Karakteristik morfologi 10 serbuk sari yang memiliki kecocokan dengan serbuk sari di sekitar sarang yaitu unit monad, bentuk prolate-spheroidal dan subproltae, ukuran kecil, tipe apertura yaitu monoporate, tricolpate dan pantoporat. Ornamentasi eksin yaitu psilate, echinate, reticulate dan scabrate.This study aims to determine the morphological characteristics of flower pollen found around the nests of T. laeviceps bees, to determine the morphological characteristics of pollen carried by T. laeviceps bees as a source of feed into the beehive. This study uses a survey method, the sampling technique is random sampling. The research phase includes identification of plants around the nest, sampling, pollen sample preparation, pollen measurement, pollen observation, identification of pollen samples around the nest, and identification of samples in the nest. Parameters observed were unit, size, shape, pollen aperture and ornamentation on exine. Data were analyzed descriptively. Based on the results of the study, there were 22 species from 16 plant families around the nest with morphological characteristics, namely monad and tetrahedral pollen units, prolate-spheroidal, prolater and subprolate forms, very small, small, medium and large sizes, apertures namely monoporate, tricolpate, triporate, tetracolpate, hexacolpate, pantoporate and inaperture, ornamentation namely psilate, echinate, bireticulate, reticulate, scabrate, clavate, verrucate and gemmate. Pollen plants contained in the nest of T. laeviceps are 13 types of pollen. Pollen that has a match with pollen around the hive there are 10 and 3 pollens that have no match with pollen around the hive. The morphological characteristics of 10 pollen grains that matched the pollen around the nest were monad units, prolate-spheroidal and subproltae forms, small size, aperture types, namely monoporate, tricolpate and pantoporate. Exine ornamentation is psilate, echinate, reticulate and scabrate.
2945132762H1E016006PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DALAM PENILAIAN MANUFAKTUR BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN SUSTAINABLE VALUE STREAM MAPPING (SUS-VSM)
DI UD MEGAH PURBALINGGA
Manufaktur berkelanjutan merupakan sebuah proses penciptaan produk manufaktur yang tiap bagian dari prosenya tidak membahayakan bagi lingkungan dan sosial. Untuk mencapai manufaktur yang berkelanjutan, penting untuk mengevaluasi kinerja keberlanjutan mengenai bahan baku yang digunakan dan alur proses produksi yang dilalui dalam pembuatan suatu produk. Salah satu manufaktur yang memiliki dampak terhadap lingkungan dan sosial di dalam proses produksinya adalah pembuatan produk berbahan dasar kayu, seperti pada UD Megah. Kayu yang digunakan sebagai bahan baku utama di dalam pemrosesan pada IKM ini dapat menyebabkan penurunan lingkungan dengan adanya tingkat limbah yang tinggi dalam kegiatan operasionalnya serta konsumsi bahan baku hutan dengan volume yang tinggi, sehingga harus dianalisis nilai keberlanjutannya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian terhadap keberlanjutan proses produksi berbahan dasar kayu ini. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu menilai keberlanjutan tiga dimensi tersebut dalam proses produksi pintu dan mengidentifikasi waste yang ada kemudian menentukan usulan perbaikan yang dapat diberikan untuk UD Megah. Penilaiannya berdasarkan konsep lean manufacturing dan keberlanjutan dengan menggunakan pemetaan aliran nilai yang berkelanjutan (Sus-VSM). Hasil sustainable yang didapatkan yaitu dimensi ekonomi 84.4%, dimensi lingkungan 70.3% dan dimensi sosial 50.6%, sehingga nilai MSI nya 68.4%. Kemudian diberikan rekomendasi perbaikan dan membuat future state untuk meminimumkan waste serta meningkatkan nilai sustainable, antara lain eliminasi aktivitas non value added (NVA). Jadi, dengan adanya usulan future state ini terjadi penurunan waktu siklus produksi yang semula 314.66 menit menjadi 277.10 menit atau sebanyak 11.9% dan terdapat kenaikan nilai pada MSI menjadi 76.5%.Sustainable manufacturing is a process of creating manufactured products that each part of the process is not harmful to the environment and society. To achieve sustainable manufacturing, it is important to evaluate the sustainability performance of the raw materials used and the flow of the production process that is followed in the manufacture of a product. One of the manufacturers that has an impact on the environment and society in its production process is the manufacture of wood-based products, such as in UD Megah. The wood used as the main raw material in the processing of this IKM can cause environmental degradation due to the high level of waste in its operational activities and the consumption of forest raw materials with high volumes, so the value of sustainability must be analyzed. Therefore, it needs to assess the sustainability of this wood-based production process. So the purpose of this study is to assess the sustainability of these three dimensions in the door manufacturing process and identify existing waste and then determine the proposed improvements that can be given to UD Megah. The assessment is based on the concepts of lean manufacturing and sustainability using Sustainable Value Stream Mapping (Sus-VSM). The sustainable results obtained are the economic dimension of 84.4%, the environmental dimension of 70.3%, and the social dimension of 50.6%, so the MSI value is 68.4%. After being given recommendations for improvement and future states are presented, including the elimination of non-value-added activities (NVA) to reduce waste and boost sustainable value, so there was a decrease in the production cycle time from 314.66 minutes to 277.10 minutes or as much as 11.9% and there was an increase in the value of MSI to 76.5%.
2945232797C1B016099PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN INTELECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENINGPenelitian ini berjudul “Pengaruh Kebijakan Dividen, Kepemilikan Manajerial Dan Intellectual Capital Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kebijakan dividen, kepemilikan manajerial, dan intellectual capital terhadap nilai perusahaan baik secara langsung ataupun secara tidak langsung dengan melalui profitabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2017-2020 sebagai populasi dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan hasil akhir jumlah sampel sebanyak 30 perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis jalur dan uji sobel menunjukan bahwa: (1) Kebijakan Dividen tidak berpengaruh terhadap Proftabilitas, (2) Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif terhadap Profitabilitas, (3) Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap Profitabilitas, (4) Kebijakan Dividen berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan, (5) Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan, (6) Intellectual Capital berpengaruh negatif terhadap Nilai Perusahaan, (7) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan, (8) Profitabilitas tidak mampu memediasi pengaruh antara Kebiajakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan, (9) Profitabilitas mampu memediasi pengaruh antara Kepemilikan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan, (10) Profitabilitas mampu memediasi pengaruh antara Intellectual Capital terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, implikasinya adalah sebaiknya pihak manajer perusahaan manufaktur dapat lebih baik dalam mengambil keputusan terkait kebijakan dividen perusahaan dan penggunaan intellectual capital karena hal tersebut dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kemudian manajer perusahaan bisa mempertimbangkan terkait penerapan kepemilikan manajerial yang terindikasi mampu mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan dan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan.This study entitled "The Influence of Dividend Policy, Managerial Ownership and Intellectual Capital on Firm Value With Profitability as an Intervening Variable". The purpose of this study was to determine the effect of dividend policy, managerial ownership, and intellectual capital on firm value either directly or indirectly through profitability.The method used in this research is a quantitative study that uses manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2020 as the population in the study. The sampling technique used is purposive sampling with the final result of a sample of 30 companies. Based on the results of research and data analysis using path analysis and Sobel test, it shows that: (1) Dividend Policy has no effect on Profitability, (2) Managerial Ownership has a positive effect on Profitability, (3) Intellectual Capital has a positive effect on Profitability, (4) Dividend Policy positive effect on firm value, (5) managerial ownership has a positive effect on firm value, (6) intellectual capital has a negative effect on firm value, (7) profitability has a positive effect on firm value, (8) profitability is not able to mediate the effect of dividend policy on Firm Value, (9) Profitability is able to mediate the effect of Managerial Ownership on Firm Value, (10) Profitability is able to mediate the influence of Intellectual Capital on Firm Value. Based on the results of this study, the implication is that the managers of manufacturing companies should be better at making decisions regarding the company's dividend policy and the use of intellectual capital because it can affect the value of the company. Then company managers can consider the implementation of managerial ownership which is indicated to be able to affect the level of company profitability and have an impact on increasing company value.
2945332790C1A016010FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN KREDIT USAHA RAKYAT PADA PEDAGANG PAKAIAN JADI DI PASAR PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG (Studi Kasus Bank Rakyat Indonesia di Kabupaten Pemalang)Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Kredit Usaha Rakyat pada Pakaian Jadi di Pasar Petarukan Kabupaten Pemalang (Studi Kasus Bank Rakyat Indonesia Kabupaten Pemalang).” dalam penelitian ini variabel dependen dalam penelitian ini yaitu permintaan KUR BRI serta variabel independen diantaranya adalah Tingkat bunga, kualitas layanan, pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Tingkat bunga, kualitas layanan, pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama usaha terhadap permintaan KUR BRI pada pedagang pakaian jadi di Pasar Petarukan dan untuk menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan KUR BRI. Objek penelitian ini adalah pedaang pakaian jadi di Pasar Petarukan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 responden dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analaisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat bunga, kualitas layanan, pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama usaha secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan terhadap permintaan KUR BRI pada pedagang pakaian jadi di Pasar Petarukan. Secara parsial variabel tingkat bunga, kualitas layanan, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan lama usaha berpengaruh nagatif dan signifikan terhadap permintaan KUR BRI pada pedagang pakaian jadi di Pasar Petarukan. Tingkat bunga menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan KUR BRI pada pedagang pakaian jadi di Pasar Petarukan.This research title is “Factors Affecting Demand for KUR in Clothing Dealers at Petarukan Market, Pemalang Regency (Case Study on Bank Rakyat Indonesia, Pemalang Regency).”This research used the dependent variable is the Demand for KUR BRI and independent variable, interest rate, quality of service, income, level of education, and length of business.
The purpose of this study was to analyze the effect of interest rates, service quality, income, education level, and length of business on-demand for KUR BRI on apparel traders in Petarukan Market and to analyze the variables that most influence the demand for KUR BRI. The Object of this research is clothing dealers at the Petarukan Market. The Sample in this study amounted to 65 respondents with a purposive sampling technique. The analytical tool used in this research is multiple linear regression analysis.
The results showed that the variables of interest rate, service quality, income, ducation level, and length of business together had a significant effect on the demand for KUR BRI to clothing dealers at Petarukan Market. Partially the interest rate, quality of service, and level of education variables have a positive and significant effect, while the length of business has a negative and significant impact on the demand for KUR BRI to clothing dealers at Petarukan Market. The interest rate is the variable that most influences the demand for KUR BRI to clothing dealers at Petarukan Market.
2945432791K1A017050EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI ENZIM UREASE DARI BIJI PARE (Momordica charanntia L.) SERTA UJI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Escherichia coliEnzim urease merupakan metaloenzim yang mengandung nikel yang berfungsi untuk mengkatalisis hidrolisis urea menjadi amonia dan karbon dioksida. Enzim urease dalam penelitian ini diisolasi dari biji pare (Momordica charantia L.). Penelitian ini bertujuan untuk ektraksi dan karakterisasi enzim urease dari biji pare serta uji antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Enzim urease diekstrak dari biji pare kemudian ditentukan aktivitasnya menggunakan metode Nessler dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 500 nm. Ekstrak kasar enzim selanjutnya diuji aktivitasnya terhadap bakteri E. coli menggunakan metode difusi sumuran. Hasil karakterisasi enzim urease dari biji pare diperoleh aktivitas optimumnya sebesar 68,705 U/mL pada konsentrasi 0,25 M; pH 7; suhu inkubasi 35 C. Laju maksimum (Vmaks) dan konstanta Michaelis-Menten (KM) yang diperoleh sebesar 123,457 M/menit dan 0,23 M. Uji aktivitas enzim terhadap penambahan senyawa tiol sistein dan β-merkaptoetanol pada konsentrasi 0,006-0,01 M menunjukkan sistein sebagai inhibitor enzim, β-merkaptoetanol sebagai aktivator enzim pada konsentrasi 0,006-0,008 M dan inhibitor enzim pada konsentrasi 0,009-0,01 M. Hasil uji aktivitas antibakteri urease terhadap bakteri E. coli diperoleh aktivitas penghambatan yang kuat pada konsentrasi 100% sebesar 18,165 mm dan nilai KHTM 1% sebesar 0,57 mm. The urease enzyme is a nickel-containing metalloenzyme that functions to catalyze the hydrolysis of urea into ammonia and carbon dioxide. The urease enzyme in this study was isolated from the seeds of bitter melon (Momordica charantia L.). This study aimed to extract and characterize the urease enzyme from bitter melon seeds as well as antibacterial test against Escherichia coli bacteria. The urease enzyme was extracted from bitter melon seeds and then its activity was determined using the Nessler method and measured using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 500 nm. The crude extract of the enzyme was then tested for its activity against E. coli bacteria using the agar well diffusion method. The results of the characterization of the urease enzyme from bitter melon seeds obtained the optimum activity of 68.705 U/mL at a concentration of 0.25 M; pH 7; incubation temperature 35 C. The maximum rate (Vmax) and Michaelis-Menten constant (KM) obtained were 123.457 M/min and 0.23 M. Enzyme activity test on addition of thiol cysteine and β-mercaptoethanol at a concentration of 0.006-0.01 M showed cysteine as an inhibitor. An enzyme, β-mercaptoethanol as an enzyme activator at a concentration of 0.006-0.008 M and an enzyme inhibitor at a concentration of 0.009-0.01 M. The results of the antibacterial activity of urease against E. coli bacteria obtained a strong inhibitory activity at a concentration of 100% of 18.165 mm and a value of MIC 1% is 0.57 mm.
2945532801D1A017054SUPLEMENTASI RDP (RUMEN DEGRADABLE PROTEIN) DAN UDP (UNDEGRADABLE PROTEIN) DALAM RANSUM DOMBA TERHADAP VFA TOTAL DAN N-NH3 SECARA IN VITRO. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji imbangan suplemen RDP dan UDP terbaik dalam ransum domba terhadap konsentrasi VFA total dan N-NH3 secara in vitro. Materi penelitian adalah cairan rumen 3 ekor domba ekor tipis sebagai sumber inokulum. Ransum basal terdiri dari konsentrat dan silase rumput gajah dengan perbandingan 70:30%, dan penelitian ini dirancang menurut RAL. Perlakuan yang diuji adalah suplementasi RDP (urea-zeolit) dan UDP (bungkil kedelai terproteksi tanin kondensasi) ke dalam ransum basal yaitu dengan perbandingan 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, dan 3:1% dari bahan kering (BK) ransum basal berturut-turut untuk R1, R2, R3, R4, dan R5. Variabel yang diukur adalah produk fermentasi berupa konsentrasi VFA total dan N-NH3. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan analisis variansi dan perbedaan rerata perlakuan diuji dengan Duncan multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi VFA total, akan tetapi tidak nyata (P>0,05) terhadap konsentrasi N-NH3. Suplementasi RDP dan UDP pada R1 lebih tinggi (P<0,05) dari R2 dan R3, akan tetapi sama dengan ransum yang disuplementasi pada R4 dan R5. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi RDP dan UDP di berbagai imbangan pada ransum domba menghasilkan konsentrasi VFA total dan N-NH3 yang masih dalam kisaran normal untuk pertumbuhan mikroba rumen.This study aimed to examine the best balance of RDP and UDP supplements in sheep rations on total VFA and N-NH3 concentrations in vitro. The research material was the rumen fluid of 3 thin sheep as a source of inoculum. The basal diet consisted of concentrate and silage of elephant grass in a ratio of 70:30%, and this study was designed according to RAL. The treatments tested were supplementation of RDP (urea-zeolite) and UDP (soybean meal protected with condensation tannins) into the basal ration in a ratio of 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, and 3:1% of dry matter (DM) basal ration consecutively for R1, R2, R3, R4, and R5. The variables measured were rumen fermentation products such as total VFA and N-NH3 concentrations. The data obtained were analyzed using analysis of variance and differences in treatment mean were tested by Duncan's multiple range test (DMRT). The results showed that the treatment had a significant (P<0.05) effect on the total VFA concentration, but not significantly (P>0.05) on the N-NH3 concentration. Suplementation of RDP and UDP on R1 was higher (P<0.05) than R2 and R3, but was the same as the ration supplemented in R4 and R5. Research result could conclude that supplementation of RDP and UDP in various ratio in sheep rations resulted in total VFA and N-NH3 concentrations that were still within the normal range for rumen microbial growth.
2945632792F2A017011IMPLEMENTASIyPROGRAM BANTUANyPANGAN NON TUNAI (BPNT)yDI KECAMATAN
KROYA KABUPATENyCILACAP
BantuanyPangan NonyTunai adalah program bantuan pangan yang diberikan pemerintah
mulai Tahun 2018 kepadaykeluarga penerima manfaat setiapybulannya dengan mekanisme
akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan makanan pokok di e-warung
KUBE atau pedagang bahan pangan yang ditunjuk sebagai agen penyalur oleh Himbara.
Program BantuanyPangan NonyTunai (BPNT) untuk memberikan pilihan bagi keluarga
penerima manfaat dalam mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Di tingkat pusat, provinsi,
kabupaten/kota dan kecamatan telah dibentuk timykoordinasi bansosypangan sebagai
pelaksana program BPNT. Adanya mekanisme perubahan mekanisme penyaluran dengan
menggunakan mekanisme transaksi elektronik ternyata tidak serta merta menjadikan
program berjalan lancar tanpa permasalahan. Salah satu yang terjadi adalah di Kecamatan
Kroya Kabupaten Cilacap. Beberapa kepala desa mengeluhkan terkait kurangnya koordinasi
dalam pelaksanaan program antara pendamping, Himbara dengan pemerintah desa.
Permasalahan yang lain yaitu adanya kegiatan pengumpulan kartu milik KPM yang akan
mencairkan BPNT. Tujuanypenelitian ini adalah untukymengetahui bagaimana implementasi
programyBPNT di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Metode yangydigunakan dalam
penelitianyini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara
mendalam, observasiydan dokumentasi. Informan dipilih dengan metode purposive sampling
danYSnowball Sampling. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi yaitu dengan
membandingkan dan mengecek kembali informasi yang diperoleh agar benar-benar dapat
dipercaya. Data-data hasil penelitina dianalisis dengan metode analisis interaktif. Hasil
penelitian ini menjelaskan bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai di
Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap secara umum sudah berhasil dalam mencapai tujuan
ketepatan sasaran dan manfaat program. Bantuan dapat disalurkan kepada penerima
manfaat dengan tepat karena masing-masing penerima manfaat diberikan kartu elektronik
yang harus dibawa sendiri dalam mencairkan bantuan di E-warung. Implementasi Program
Bantuan Pangan Non Tunai di Kecamatan Kroya jika dilihat dari sisi proses pelaksanaan
program belum berhasil secara optimal karena dalam proses pelaksanaan program masih
ada beberapa ketidakpatuhan pelaksana program terhadap Pedoman Umum Bantuan Pangan
Non Tunai.
Non-Cash Food Assistance is a food assistance program provided by the government starting
in 2018 to beneficiary families every month with an electronic account mechanism that is
used only to buy basic food ingredients at KUBE e-warung or food traders appointed as
distribution agents by Himbara. Non-Cash Food Assistance Program (BPNT) to provide
options for beneficiary families in meeting their daily basic needs. At the central, provincial,
district/city and sub-district levels, a food assistance coordination team has been formed to
implement the BPNT program. The existence of a mechanism for changing the distribution
mechanism by using an electronic transaction mechanism does not necessarily make the
program run smoothly without problems. One of the things that happened was in Kroya
District, Cilacap Regency. Several village heads complained about the lack of coordination in
program implementation between the facilitator, Himbara and the village government.
Another problem is the existence of card collection activities belonging to KPM which will
disburse BPNT. The purpose of this study was to find out how the implementation of the
BPNT program in Kroya District, Cilacap Regency. The method used in this study is a
qualitative method with data collection techniques through in-depth interviews, observation
and documentation. Informants were selected by purposive sampling and snowball sampling
PUBLIC POLICY AND MANAGAMENT INQUIRY. VOLUME ... ISSUE ... TAHUN ...., Page ...
3
methods. Theyvalidity of the data was tested byytriangulation technique, namely by
comparing and rechecking the information obtained so that it was truly reliable. The research
data were analyzed by interactive analysis method. The results of this study explain that the
implementation ofythe Non-Cash Food Assistance Program in Kroya District, Cilacap Regency
in general has succeeded in achieving the goals of targeting accuracy and program benefits.
Assistance can be channeled to beneficiaries appropriately because each beneficiary is given
an electronic card that must be brought by himself in disbursing aid at the E-warung The
implementationyof the Non-Cash FoodyAssistance Program in Kroya District when viewed
from the side of the program implementation process has not been optimally successful
because in the program implementation process there are still some non-compliance of
program implementers to the General Guidelines for Non-Cash Food Aid
2945732793C1I017004THE CAUSALITY OF MENTAL ACCOUNTING, SELF EFFICACY AND INVESTMENT DECISION MAKING: AN EXPERIMENTAL STUDYJenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium dimana data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang merupakan mahasiswa akuntansi Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto.
Penulis menggunakan desain faktorial 2 x 2 antar mata pelajaran. Desain faktorial 2 x 2 berarti penelitian ini menggunakan dua tingkat kondisi mental accounting (ada atau tidak ada), dan kondisi self-efficacy. Desain ini digunakan untuk menguji pengaruh mental accounting, dan self-efficacy terhadap pengambilan keputusan investasi serta interaksi antara mental accounting, dan self-efficacy secara bersama-sama dalam pengambilan keputusan investasi.
Hasilnya menunjukkan Manajer yang berada dalam mental accounting cenderung berinvestasi mesin produksi. Manajer yang berada dalam kondisi self-efficacy tinggi cenderung menginvestasikan mesin produksi. Selanjutnya, mental accounting dan self-efficacy dalam interaksi tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi.
This type of research is a quantitative research with laboratory experimental design in which data is collected using a questionnaire. This research was conducted by distributing questionnaires to respondents who were accounting students of the Jenderal Sudirman University, Purwokerto.
The author used a factorial design of 2 x 2 between subjects. The 2 x 2 factorial design means that this study uses two levels of mental accounting conditions (present or absent), and self-efficacy conditions . This design is used to examine effect mental accounting, and self-efficacy on investment decision making and the interaction between mental accounting, and self-efficacy together in making investment decisions.
The Result shows Managers who are in a mental accounting tend to invest production machines. Managers who are in high self-efficacy conditions tend to invest production machine. Furthermore, mental accounting and self-efficacy in interaction have no effect on investment decision making.
2945832794J0B018032METODE ADAPTASI: PENERJEMAHAN BROSUR LAYANAN KEIMIGRASIAAN BERBAHASA MANDARIN DI KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI YOGYAKARTALaporan praktik kerja ini berjudul “Metode Adaptasi: Penerjemahan Brosur Layanan Keimigrasian Berbahasa Mandarin Di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, pada tanggal 11 Januari – 16 April 2021. Praktik kerja ini bertujuan untuk menerjemahkan brosur layanan keimigrasian dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode observasi partisipan, studi pustaka, jelajah internet, dan wawancara. Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan metode adaptasi sebagai metode utama dan metode harfiah sebagai metode pendukung. Ada tiga tahap dalam melaksanakan penerjemahan yaitu tahap analisis, tahap transfer, dan tahap restrukturisasi. Kesimpulan dari kegiatan praktik kerja ini penulis telah menerjemahkan brosur layanan keimigrasian dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan pelayanan wisatawan asing China.这份实习报告的题目是 “Metode Adaptasi: Penerjemahan Brosur Layanan Keimigrasian Berbahasa Mandarin Di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Yogyakarta”. 实习活动是在 Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta 从2021年1月11日开始至4月16日结束。实习目的是将印尼文移民服务的简册翻译成中文。作者使用的数据方法是观察方法、 文献研究方法、 浏览互联网方法和访谈方法。作者翻译简册使用改编翻译方法为主要方法和字面翻译方法为支撑方法。翻译过程有3个阶段、即分析、转移阶段和重组阶段。实习的结论、作者翻译了移民服务的简册、在日惹一级移民检查办公室工夫改善中国外国游客的服务。
2945932795E1A017180PEMBUKTIAN PERKARA PEMALSUAN SURAT BEBAS COVID-19 (Studi Kasus Putusan Nomor: 102/Pid.B/2020/PN Nga)Saat ini, dunia tengah menghadapi ancaman wabah virus Covid-19 yang menyerang manusia sehingga pemerintah Indonesia mengambil kebijakan serius untuk menekan penyebaran virus ini dengan melakukan pembatasan wilayah. Lahirnya kebijakan ini menimbulkan kejahatan, salah satunya kejahatan pemalsuan surat keterangan sehat Covid-19 untuk keperluan penyebrangan antardaerah.
Sistem pembuktian dalam perkara pidana di Indonesia adalah sistem pembuktian berdasarkan undang-undang secara negatif dimana pembuktian harus didasarkan pada undang-undang (Pasal 183 KUHAP) yakni dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah hakim memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis mengenai pembuktian dalam perkara tindak pidana pemalsuan surat keterangan sehat Covid-19 di Indonesia. Jenis metode penelitian hukum yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian tipe preskriptif. Secara spesifik, bagi pihak-pihak yang menyediakan surat keterangan dokter palsu untuk diperjualbelikan kepada orang-orang yang ingin berpergian di tengah wabah Covid-19, dapat dijerat sanksi pidana berdasarkan Pasal 268 KUHP sehingga pelakunya dapat diancam dengan hukuman paling lama 4 (empat) tahun penjara. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tindak pidana pemalsuan surat hasil tes Covid-19 dapat membahayakan orang lain dan juga memiliki sanksi hukum, karena bisa jadi mereka yang membeli hasil rapid tes palsu untuk keperluan penyebrangan sudah terinfeksi virus corona dan akibatnya penularan akan semakin luas.

Currently, the world is facing the threat of the outbreak of virus Covid-19 that attack the human so that the Indonesian government take serious policy to suppress the transmission of Covid-19 by doing the restriction of region. The inception of this policy is causing of crime, one of crimes is forgery health certificate Covid-19 for crossing between regions.
The system of proof in criminal cases in Indonesia is a system of proof based on the law in a negative way that the evidence should be based on legislation (Article 183 of KUHP) with at least two valid evidence the judge acquire the belief that a crime actually occurred and that defendant who is guilty of doing it.
This research aimed to analyze the evidence in a criminal case of forgery health certificate Covid-19 in Indonesia. The method of this study was a normative juridical with the specification of the research type prescriptive. Specifically, for parties who provide a medical certificate fake for saling to people who want to travel in the outbreak of Covid-19 situation, they can be charged under the criminal sanctions based on Article 268 of KUHP so that the perpetrators can be punished with a penalty of at most 4 (four) years in prison. The results of this study showed that the crime of forgery letter test results of Covid-19 can harm other people and also have the sanction of the law, because it could be that they are buying the results of the rapid test is false for crossing already infected with covid-19 and as a result the transmission will be more spacious.
2946032806A1F017050Pengaruh Variasi Asam Amino Dan Suhu Pemanasan Terhadap Kadar Fenolik Nira Kelapa Model Glukosa-Asam Amino Dalam Saluran Pencernaan Secara In VitroNira kelapa merupakan cairan bening yang keluar dari tandan nira dan menjadi bahan baku pembuatan gula kelapa. Nira kelapa mengandung gula reduksi utama yaitu glukosa dan beberapa asam amino. Glukosa dan asam amino yang dipanaskan akan menghasilkan MRPs (Produk-produk Reaksi Maillard) dan melanoidin yang berwarna kecoklatan sebagai reaksi pencoklatan non-enzimatis. MRPs dan melanoidin diduga dapat berfungsi sebagai zat antioksidan karena memiliki kandungan fenolik. Di dalam saluran pencernaan, zat antioksidan dari MRPs dan melanoidin mengalami perubahan dari bentuk maupun kemampuannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh asam amino lisin, arginin, dan histidin serta suhu pemanasan yang diberikan 100°C, 110°C, dan 118°C pada kadar fenolik dari MRPs dan melanoidin yang terbentuk baik sebelum dan sesudah dilakukan simulasi saluran pencernaan. Hasil menunjukan bahwa pengaruh suhu pemanasan yang tinggi pada suhu 118°C dapat meningkatkan kadar total fenolik dengan glukosa-lisin penghasil total fenolik (21,9 mg GAE/100g) tertinggi. Di dalam saluran pencernaan kemampuan MRPs dan melanoidin dari glukosa-arginin mengalami penurunan dalam kandungan total fenolik. Penurunan tersebut dikarenakan kemampuan MRPs dan melanoidin yang terhidrolisis oleh enzim selama saluran pencernaan yang menghambat pembentukan ikatan peptida sebagai fungsi dari zat antioksidan. Coconut sap is a liquid that comes out of the sap bunch and becomes the raw material for making coconut sugar. Coconut sap contains the main reducing sugar, namely glucose and several amino acids. Glucose and amino acids are heated to produce MRPs (Maillard Reaction Products) and melanoidins which are brown in color as a non-enzymatic browning reaction. MRPs and melanoidins are thought to function as antioxidants because it contain phenolic compounds. In the digestive tract, the antioxidant substances of MRPs and melanoidins undergo changes in form and ability. This study was conducted to determine the effect of the amino acids lysine, arginine, and histidine as well as the heating temperature given at 100°C, 110°C, and 118°C on the phenolic content of MRPs and melanoidins formed both before and after the digestive tract simulation. The results showed that the effect of high heating temperature at 118°C could increase the total phenolic content with glucose-lysine producing the highest total phenolic (21.9 mg GAE/100g). In the gastrointestinal tract the ability of MRPs and melanoidins from glucose-arginine decreased in the total phenolic content. This decrease was due to the ability of MRPs and melanoidins to be hydrolyzed by enzymes during the digestive tract which inhibit the formation of peptide bonds as a function of antioxidants.