Home
Login.
Artikelilmiahs
32733
Update
SALSA INDAH PUSPITARINI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA AGROKLIMAT DAN WAKTU PENYADAPAN DENGAN TOTAL MIKROBIA, PH, DAN BRIX NIRA KELAPA DARI DESA SUSUKAN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Mikrobia adalah makhluk hidup berukuran sangat kecil, yang terdiri dari sel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler). Mikrobia tersebar luas di alam pada berbagai habitat salah satunya di nira kelapa. Menurut Badan Pusat Statistik (2018), nira kelapa menjadi produk dengan produktivitas tertingi di Kabupaten Banyumas hingga mencapai 67.000 ton. Nira kelapa diperoleh dari Desa Susukan, Kabupaten Banyumas, yang merupakan daerah dataran tinggi dengan iklim yang lembab. Penyadapan nira biasanya dilakukan pagi hari dan sore hari. Waktu penyadadapan dan agroklimat lingkungan pengambilan nira dapat mempengaruhi fisik dan kimia nira serta mikrobia yang ada didalamnya. Untuk memaksimalkan nira yang dihasilkan, maka penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan hubungan antara agroklimat dengan total mikrobia, pH, dan brix nira kelapa, 2) menentukan hubungan antara waktu penyadapan dengan total mikrobia, pH, dan brix nira kelapa. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengamati atribut kimia nira kelapa, meliputi nilai pH dan brix, serta megukur kelembapan dan suhu lingkungan tempat pengambilan nira. Selanjutnya nira dibawa dengan ice box ke Laboratorium Teknologi Pertanian untuk menghitung total mikrobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji korelitas waktu penyadapan yang lebih lama dengan kelembapan tinggi dan suhu lingkungan yang rendah mengakibatkan peningkatan pertumbuhan mikrobia 138 %, serta penurunan derajat brix 23%, sedangkan pH tidak berkorelasi dengan semua variabel.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Microbes are very small living things, consisting of single cells (unicellular) or many cells (multicellular). Microbes are widely distributed in nature in various habitats, one of which is in coconut sap. According to the Central Statistics Agency (2019), coconut sap is the product with the highest productivity in Banyumas Regency, reaching 67,000 tons. Coconut sap was obtained from Susukan Village, Banyumas Regency, which is a highland area with a humid climate. Tapping sap is usually done in the morning and evening. The time of tapping and the agro-climate of the sap-taking environment can affect the chemical sap and the microbes in it. To maximize the sap produced, this study aimed to 1) determine the relationship between agroclimate and total microbes, pH, and brix of coconut sap, 2) determine the relationship between tapping time and total microbial count, pH, and brix of coconut sap. This research was carried out by observing the chemical attributes of coconut sap, including pH and brix values, as well as measuring the humidity and temperature of the environment where the sap was taken. Next, the sap is brought in an ice box to the Agricultural Technology Laboratory to calculate the total microbes. The results showed that in the correlation test, longer tapping time with high humidity and low ambient temperature resulted in an increase in microbial growth of 138%, and a decrease in brix degree of 23%, while pH was not correlated with all variables.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save