Artikelilmiahs

Menampilkan 29.461-29.480 dari 50.087 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2946132796J0B018009PENERJEMAHAN BUKLET WISATA DARI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA MANDARIN DI TAMAN WISATA PENDIDIKAN PURBASARI PANCURAN MAS PURBALINGGALaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Buklet Wisata dari Bahasa Indonesia Ke dalam Bahasa Mandarin di Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga” yang dilaksanakan di Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga, pada tanggal 28 Desember 2020 - 29 Maret 2021. Praktik kerja ini bertujuan untuk menerjemahkan buklet Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin. Penulis menggunakan empat metode dalam pengumpulan data yaitu obeservasi, wawancara, studi pustaka dan jelajah internet. Dalam tahap penerjemahan, penulis menggunakan dua metode penerjemahan yaitu metode komunikatif sebagai metode utama dan metode harfiah sebagai metode pendukungnya. Penulis juga mengelompokkan beberapa kosakata yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kosakata umum dan kosakata khusus untuk memudahkan penulis dalam menerjemahkan buklet. Kesimpulan dari laporan praktik kerja ini yaitu dalam penerjemahan buklet wisata Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif dan metode penerjemah harfiah. Hal ini bertujuan, agar isi dalam buklet dapat tersampaikan secara baik dan efektif. 这份实习报告的题目是“Penerjemahan Buklet Wisata dari Bahasa Indonesia Ke dalam Bahasa Mandarin di Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga”. 实习地点是在 Purbalingga 市Purbasari Pancuran Mas 教育园。 时间为 2020 年 12 月 28 日至 2021 年 03 月 29 日。实习的目的是把印尼文的旅游宣传小册翻译成中文。作者使用四种收集方法,它们是观察方法,访谈方法, 图书研究方法,和浏览互联网方法。在翻译旅游宣传小册阶段,使用两种翻译方法,交际翻译方法为主要方法和直译翻译方法为补充方法。作者把旅游宣传小册里面的些词语分二类,就是普通词汇和特殊词汇。在翻译的过程,词汇的分类能让作者容易把旅游宣传小册翻译过来。实习的结论是翻译的时候作者使用这两种翻译方法,就是交际译翻译方法和直译翻译方法。这两种方法让旅游宣传小册的内容更容易理解。
2946232245H1B017073EVALUASI KEGEMPAAN PADA BANGUNAN GEDUNG FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN RAPID VISUAL SCREENING
Gempa bumi merupakan bencana alam yang diakibatkan pelepasan energi dari dalam
secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Kondisi Indonesia yang rentan terhadap
bencana seharusnya dibarengi dengan upaya peningkatan mitigasi bencana. Salah satu langkah
dalam perencanaan mitigasi bencana alam dengan evaluasi kerentanan gempa menggunakan
metode Rapid Visual Screening berdasarkan FEMA 154. Rapid Visual Screening (RVS)
digunakan untuk mendata dan menganalisis kondisi suatu bangunan secara visual yang
berpeluang terhadap bahaya gempa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau kondisi
bangunan terhadap gempa secara visual dan menggunakan formulir analisis khusus yang
merangkum seluruh hasil tinjauan visual dan menghasilkan skor akhir. Pengamatan bangunan
dilakukan terhadap gedung pendidikan yaitu Gedung Fakultas Teknik Universitas Jenderal
Soedirman yang terletak di Purbalingga, Jawa tengah. Hasil Respons Spektral MCE perioda
pendek sebesar 0,85 (Ss) dan Respons Spektral MCE perioda 1 detik sebesar 0,35 (S1).
Penelitian ini berada di tingkat Moderately High Seismicity. Berdasarkan analisis kondisi
bangunan, gedung yang diamati pada penelitian ini tergolong ke dalam kondisi beresiko
terhadap gempa bumi. Hal ini dibuktikan dari final score pada bangunan tipe C3 yang bernilai
1,4. Dengan demikian dapat disimpulkan bangunan gedung tersebut diperlukan evaluasi
selanjutnya.
Earthquake is a natural disaster caused by a sudden release of internal energy which
creates seismic waves. Indonesia's disaster-prone condition should be accompanied by efforts
to improve disaster mitigation. One step in planning mitigation of natural disasters with an
earthquake vulnerability assessments usingmethod visual rapid screening based FEMA
154. Rapid Visual Screening (RVS) is used to visually record and analyze the condition of a
building that has the potential for earthquake hazards. The purpose of this study was to visually
review the condition of the building against earthquakes and to use a special analysis form that
summarizes all the results of the visual review and produces a final score. Building
observations were made of the educational building, namely the Building of the Faculty of
Engineering, Jenderal Soedirman University, located in Purbalingga, Central Java. The results
of the MCE Spectral Response for a short period of 0.85 (Ss) and the MCE Spectral Response
for a period of 1 second were 0.35 (S1). This research is at the Moderately High Seismicity
level. Based on the analysis of building conditions, the buildings observed in this study are
classified as being at risk for earthquakes. This is evidenced by the final score on the building
type C3 which is worth 1,4. Thus it can be concluded that the building needs further evaluation.
2946332798B1A017152Kandungan Bioetanol Rumput Laut Gracilaria gigas Asal Pantai Berbeda di Nusakambangan CilacapRumput laut merupakan sumber energi alternatif terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol, karena memiliki komposisi penyusun seperti polisakarida yaitu selulosa, karaginan, agar, lignin, dan monosakarida yaitu glukosa dan galaktosa. Potensi pengembangan bioetanol berbahan baku rumput laut lebih besar dibandingkan dengan pengembangan bioetanol berbahan tanaman pangan karena umur panen relatif singkat serta tidak menyebabkan persaingan dengan pasokan pangan manusia. Gracilaria gigas (Rhodophyta) pada dinding selnya mengandung selulosa yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biomassa dan kandungan bioetanol dari rumput laut Gracilaria gigas asal pantai berbeda di Nusakambangan Cilacap. Kondisi perairan mempengaruhi kualitas rumput laut di pantai dan kandungan selulosa sebagai sumber bioetanol. Metode penelitian ini akan dilakukan secara survey, pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel bebas meliputi Pantai Karang Bolong, Karang Pandan, dan Karang Tengah. Variabel terikat meliputi biomassa dan kandungan bioetanol rumput laut Gracilaria gigas. Parameter utama meliputi biomassa, kandungan bioetanol, suhu, kedalaman, kecepatan arus, derajat keasaman (pH), salinitas, kadar fosfat, dan kadar nitrat. Parameter pendukung yaitu gula reduksi. Data biomassa dan kandungan bioetanol yang diperoleh dianalisis menggunakan Rancangan Tersarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biomassa tertinggi terdapat pada substrat karang asal Pantai Karang Bolong yaitu sebesar 860 g, sedangkan rata-rata biomassa terendah terdapat pada substrat campuran asal Pantai Karang Pandan yaitu sebesar 63,625 g. Rata-rata kandungan bioetanol tertinggi terdapat pada rumput laut Gracilaria gigas asal Pantai Karang Pandan yaitu sebesar 20,03%, sedangkan rata-rata kandungan bioetanol terendah terdapat di Pantai Karang Bolong sebesar 18,08%.Seaweed is a renewable alternative energy source that can be used a raw material for making bioethanol, because it has a constituent composition such as polysaccharides, namely cellulose, carrageenan, agar, lignin, and monosaccharides, namely glucose and galactose. The potential for the development of bioethanol made from seaweed is greater than the development of bioethanol made from food crops because the harvest period is relatively short and does not cause competition with human food supplies. Gracilaria gigas (Rhodophyta) in its cell wall contains cellulose which can be used as a source of bioethanol. This study aims to determine the biomass and bioethanol content of Gracilaria gigas seaweed from different coasts in Nusakambangan Cilacap. Water conditions affect the quality of seaweed on the coast and the content of cellulose as a source of bioethanol. This research method will be carried out by survey, sampling by purposive sampling. The independent variables include Karang Bolong Beach, Karang Pandan, and Karang Tengah. The dependent variables included biomass and bioethanol content of Gracilaria gigas seaweed. The main parameters include biomass, bioethanol content, temperature, depth, current velocity, acidity (pH), salinity, phosphate content, and nitrate content. The supporting parameter is reducing sugar. The data on biomass and bioethanol content obtained were analyzed using Nested Design. The results showed that the highest average biomass was found on coral substrate from Karang Bolong Beach, which was 860 g, while the lowest average biomass was found in mixed substrate from Karang Pandan Beach, which was 63,625 g. The highest average bioethanol content was found in Gracilaria gigas seaweed from Karang Pandan Beach, which was 20.03%, while the lowest average bioethanol content was found in Karang Bolong Beach at 18.08%.
2946432799H1A017054EKSTRAKSI TEKSTUR PADA CITRA X-RAY PARU-PARU COVID-19 MENGGUNAKAN METODE SEGMENTASI K MEANS CLUSTERINGPemeriksaan fisik menggunakan x-ray menjadi salah satu cara untuk melakukan diagnosa terhadap penyakit covid-19. Citra yang dihasilkan dari pemeriksaan tersebut biasanya diamati dan dianalisis secara manual. Hal tersebut memungkinkan terdapat hasil berbeda-beda karena adanya keterbatasan dalam melakukan interpretasi citra secara manual. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuat program aplikasi pengolahan citra paru-paru menggunakan MATLAB untuk menghitung nilai tekstur masing-masing citra yang diuji. Nilai tekstur yang dihasilkan oleh progam aplikasi inilah yang akan memberikan informasi perbedaan antara paru-paru yang terkena covid-19 dengan paru-paru normal. Ada 90 buah citra x-ray paru-paru yang digunakan sebagai data penelitian, yang diolah dengan metode segmentasi K Means Clustering. Citra hasil segmentasi yang berbentuk biner diolah lebih lanjut menjadi citra keabuan tersegmentasi untuk diekstraksi nilai teksturnya. Sebuah program aplikasi berbasis MATLAB dibuat untuk melakukan seluruh proses pengolahan data citra paru-paru tersebut hingga didapatkan nilai teksturnya. Nilai tekstur yang diperoleh dari program aplikasi ditampilkan dalam tabel dan grafik, sehingga dapat ditampilkan perbedaan antara paru-paru yang terkena covid-19 dengan paru-paru normal. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa program aplikasi berbasis MATLAB dapat digunakan sebagai alat untuk mengolah citra x-ray paru-paru hingga didapatkan perhitungan nilai teksturnya. Dengan demikian, program aplikasi tersebut dapat membantu melakukan diagnosa terhadap penyakit covid-19 secara lebih efektif, efisien dan akurat.Physical inspection using x-rays is one way to diagnose COVID-19. The images generated from these inspections are usually observed and analyzed manually. This allows for different results due to limitations in manually interpreting images. This research was conducted with the aim of creating a lung image processing application program using MATLAB to calculate the texture value of each image being tested. The texture value generated by this application program will provide information on the difference between the lungs affected by COVID-19 and normal lungs. There were 90 x-ray images of the lungs used as research data, which were processed by the K Means Clustering segmentation method. The segmented image in the form of binary is further processed into a segmented gray image to extract the texture value. A MATLAB-based application program was created to perform the entire process of processing the lung image data until the texture value is obtained. Texture values obtained from the application program are displayed in tables and graphs, so that the difference between the lungs affected by COVID-19 and normal lungs can be displayed. The results of the system test show that the MATLAB-based application program can be used as a tool to process the x-ray image of the lungs to calculate the texture value. Thus, the application program can help diagnose COVID-19 disease more effectively, efficiently and accurately.
2946532802E1A115122TINJAUAN YURIDIS PENJATUHAN SANKSI PIDANA PADA TINDAK PIDANA PENCURIAN OLEH ANAK
(STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANYUMAS NOMOR: 3/PID.SUS-ANAK/2020/PN BMS)
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum diancam karena pencurian oleh anak dan untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap tindak pidana mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum diancam karena pencurian oleh anak dalam putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor: 3/Pid.Sus-Anak/2020/PN Bms. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analisis, sumber data sekunder, meliputi: peraturan perundang-undangan, literatur, karya tulis ilmiah, dan putusan pengadilan negeri, data diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis, dan dianalisis secara normatif kualitatif.
Terdakwa Anak merupakan pelajar berusia 16 (enam belas) tahun, Anak melakukan pencurian di halaman depan mushola, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Perbuatan Terdakwa Anak diatur dalam Pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Seluruh unsur dalam pasal tersebut telah terpenuhi. Majelis Hakim memperoleh keyakinan dan menyatakan bahwa Terdakwa Anak telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum diancam karena pencurian”. Menjatuhkan pidana kepada Anak oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 (delapan) Bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo, Kabupaten Purworejo berdasarkan pertimbangan Pasal 69 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Menetapkan lamanya masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa Anak dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan Terdakwa Anak tetap berada dalam tahanan.
The purpose to be achieved in this research is to determine the application of the elements of a criminal act of taking something that is entirely or partly owned by another person, with the intention of being illegally possessed by being threatened due to theft by a minor and to find out the basis for the judge's consideration in imposing a crime. the criminal act of taking something that is entirely or partly owned by another person, with the intention of being illegally owned, is threatened with theft by a minor in the Banyumas District Court decision Number: 3 / Pid.Sus-Anak / 2020 / PN Bms. The research method uses a normative juridical approach, descriptive analysis research specifications, secondary data sources, including: laws and regulations, literature, scientific papers, and district court decisions, data is obtained using literature study, presented in the form of narrative text that is systematically compiled and analyzed normatively qualitatively.
The defendant Child was a 16 (sixteen) year old student. The child committed theft in the front yard of the mosque, Kembaran district, Banyumas Regency. The actions of the Child Defendant are regulated in Article 362 of the Criminal Code (KUHP). All elements in the article have been fulfilled. The Panel of Judges obtained conviction and declared that the Child Defendant had been legally and convincingly proven guilty of committing the criminal act of "taking something that was wholly or partly owned by another person, with the intention of being illegally possessed, was threatened with theft". Imposing a punishment to a child is therefore subject to imprisonment for 8 (eight) months at the Kutoarjo Child Special Development Institute (LPKA), Purworejo Regency based on the consideration of Article 69 of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. Determining the length of time for the arrest and detention that the Child Defendant has served, is fully deducted from the sentence imposed. Determined that the Child Defendant would remain in detention.
2946632803B1A017028POTENSI EKSTRAK ETANOL Coprinus comatus TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT PADA TIKUS PUTIH MODEL DIABETESJamur Coprinus comatus merupakan salah satu jamur yang dapat berkhasiat sebagai obat. Tubuh buah jamur C. comatus mengandung antioksidan seperti flavonoid, total fenol, tokoferol dan polisakarida, serta beberapa senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, antitumor, hipolipidemik dan hipoglikemik. Flavonoid sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas dengan cara mendonorkan H+ dan menghentikan peroksidasi lipid, sehingga dapat menurunkan kadar Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) dalam darah. Hal ini terjadi karena peningkatan produksi radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS) yang dipicu oleh kondisi hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol C. comatus terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih model diabetes serta mengetahui konsentrasi dosis ekstrak etanol C. comatus yang efektif terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih model diabetes. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan, yaitu Kontrol Positif (K+), Kontrol Negatif (K-), Kontrol Pembanding (KP), Perlakuan 1 (P1), Perlakuan 2 (P2) dan Perlakuan 3 (P3). Penelitian ini menggunakan tikus putih (Ratus norvegicus) jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan ±200 gram. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%, apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol C. comatus menunjukkan kadar SGOT dan SGPT yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus kontrol negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol C. comatus efektif dalam mengobati diabetes melitus. Ekstrak etanol C. comatus dosis 500 mg/kg BB diketahui merupakan dosis yang paling efektif diantara ketiga dosis perlakuan untuk menurunkan kadar SGOT dan SGPT.Coprinus comatus mushroom is one of the mushrooms that can be efficacious as medicine. The fruiting body of the C. comatus mushroom contains antioxidants such as flavonoids, total phenols, tocopherols and polysaccharides, as well as several active compounds that have the potential as antioxidants, immunomodulators, anticancer, antitumor, hypolipidemic and hypoglycemic agents. Flavonoids as antioxidants can counteract free radicals by donating H+ and stopping lipid peroxidation, so as to reduce serum glutamate oxaloacetate transaminase (SGOT) and serum glutamate pyruvate transaminase (SGPT) levels in the blood. This is due to the increased production of free radicals such as reactive oxygen species (ROS) which is triggered by hyperglycemic conditions. This study aims to determine the effect of giving C. comatus ethanol extract on the blood levels of SGOT and SGPT in diabetic white rats and to determine the effective dose concentration of C. comatus ethanol extract on SGOT and SGPT levels in diabetic white rats. This research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments, namely Positive Control (K +), Negative Control (K-), Comparative Control (KP), Treatment 1 (P1), Treatment 2 (P2) and Treatment 3 (P3). This study used male white mice (Ratus norvegicus) aged 2-3 months with a body weight ±200 of grams. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with an error rate of 5%, the treatment had a significant effect followed by the Duncan test. The results showed that the treatment group given the ethanolic extract of C. comatus showed lower levels of SGOT and SGPT compared to the negative control rats. These results indicate that the ethanolic extract of C. comatus is effective for the treatment of diabetes mellitus. The ethanol extract of C. comatus at a dose of 500 mg/kg BW is known to be the most effective dose to reduce SGOT and SGPT levels.
2946732804F1C017014Analisis Wacana Kritis Objektifikasi Perempuan dalam Buku "Di Balik Kesuksesan Suami Ada Istri Salihah yang Mendampingi"Penelitian ini membahas mengenai analisis wacana kritis objektifikasi perempuan dalam buku “Di Balik Kesuksesan Suami Ada Istri Salihah yang Mendampingi.” Tujuan dari penelitian ini antara lain mengkaji wacana tentang objektifikasi perempuan, mengetahui posisi objek-subjek serta posisi penulis pembaca, dan memberikan pengetahuan kepada pembaca bahwa Islam adalah agama yang ramah perempuan dan tidak mengobjektifikasi seperti yang ada dalam buku ini. Penelitian ini menggunakan teknik studi literatur dengan metode analisis wacana kritis Sara Mills. Penulis menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih buku untuk diteliti dan menggunakan triangulasi teori sebagai uji validitas data. Hasil dari penelitian ini antara lain Buku “Di Balik Kesuksesan Suami Ada Istri Salihah yang Mendampingi” mengobjektifikasi perempuan yang direpresentasikan dengan berbagai macam poin, yaitu menggunakan kriteria istri salihah idaman, pengiburumahtanggaan atau domestikasi, perempuan sebagai objek seksual, dan istri yang tidak punya otoritas bagi diri sendiri. Buku “Di Balik Kesuksesan Suami Ada Istri Salihah yang Mendampingi” menempatkan perempuan sebagai objek dan laki-laki sebagai subjek serta penulis mempunyai peran penting dalam penempatan posisi objek-subjek dan posisi pembaca. Meskipun dalam penelitian ini memiliki hasil bahwa penulis mengobjektifikasi perempuan, namun pada kenyataannya Islam bukanlah agama yang mengobjektifikasi perempuan seperti yang tertera pada buku. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kritik yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan seperti pengakuan hak-hak reproduksi perempuan, Islam adalah agama yang menentang kekerasan, dan Islam mengandung nilai-nilai kesetaraan.This resarch disucusses the critical analysis of women objectification in the book “Di Balik Kesuksesan Suami Ada Istri Salihah yang Mendampingi.” The aims of this research is examining the discourse on women objectification, knowing the position of object-subject as well as the position of writer-reader, and providing knowledge to the reader that Islam is a friendly religion to women and doesn’t objectify women as in this book. This research uses literature study technique with Sara Mills critical discourse analysis. The author uses a purposive sampling technique, namely selecting books to be studied and using theoretical triangulation as a test of data validity. The result is the “Di Balik Kesuksesan Suami Ada Istri Salihah yang Mendampingi” book objectifies women who are represented by various point, namely using the criteria of salihah ideal wife, domestication of women, women as sexual object, and wives who have no authority for themselves. The “Di Balik Kesuksesan Suami Ada Istri Salihah yang Mendampingi” places women as objects and men as subjects, also the author has an important role in placing object-subject position and position of the reader. Although in this study was concluded that the author objectified women, in reality Islam is not a religion that objectifies women as stated in the book. This is indicated by the criticism that fight for human values such as recognition of women’s sexual rights, Islam is a religion that opposes violence, and Islam contains the values of equality.
2946832805E1A115100KOMPARASI ANTARA PUTUSAN PEMIDANAAN DENGAN AMAR PUTUSAN PENUNTUTAN JAKSA PENUNTUT UMUM TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Putusan Nomor 42/Pid.sus/2019/PNAmb junto Putusan Nomor 4057/K/Pid.sus/2019 dengan Putusan Nomor 46/Pid.sus/2019/PT Amb)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi antara pertimbangan hukum Hakim di Pengadilan Negeri Ambon dan Mahkamah Agung dengan Pengadilan Tinggi Ambon dalam tindak pidana ITE. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam putusan Pengadilan Negeri Ambon terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melanggar pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE. Selanjutnya, putusan tersebut diajukan upaya hukum banding oleh terdakwa, dan dalam putusannya Pengadilan Tinggi Ambon Nomor 46/Pid.sus/2019/PTAmb Menerima permohonan banding terdakwa dan Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Ambon karena Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Ambon berpendapat penuntutan jaksa Penuntut Umum Tidak dapat diterima, karena dalam menuntut Jaksa Penuntut Umum telah Prematur. Hal ini dikarenakan pada saat menuntut tidak adanya pengaduan dari Korban Betty Pattykayhatu terlebih dahulu. Jaksa Penuntut Umum mengajukan Upaya Hukum Kasasi Ke Mahkamah Agung. Dan dalam Putusan Nomor 4057/K/Pid.sus/2019 amar putusannya menyatakan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor 46/Pid.sus/2019/PTAmb. Dalam pertimbangan Hukum Hakimnya menyatakan bahwa Hakim Pengadilan Tinggi Ambon telah salah menerapkan hukum karena tidak memperhatikan fakta hukum yang relevan, dimana ternyata Korban telah melaporkan terjadinya tindak pidana pencemaran nama baik kepada pihak Kepolisian Maluku. Majelis Hakim Mahkamah Agung menyatakan bahwa laporan juga bisa dikategorikan sebagai pengaduan apabila yang melaporkan adalah korban atau orang yang merasa dirugikan secara langsung.This paper focuses on the comparison between the legal considerations of judges at the Ambon District Court and the Supreme Court with the Ambon High Court in the ITE. The research used a normative juridical approach and the data were analized using a qualitative normative analysis method. It had been determined that the defendant was proven legally and convincingly guilty of violating Article 45 paragraph (3) jo Article 27 paragraph (1) of Law Number 19 of 2016 concerning Amendments to Law Number 11 of 2008 concerning ITE by the Ambon District Court. Subsequently, the defendant filed an appeal and in its decision the Ambon High Court Number 46/Pid.sus/2019/PTAmb "Accepts the defendant's appeal and cancels the Ambon District Court decision". The Ambon High Court judge stated that the defendant's lawsuit was premature because at the time of the lawsuit there was no previous complaint from the victim Betty Pattykayhatu. The Public Prosecutor submits a Cassation Legal Effort to the Supreme Court. It stated that the verdict number 4057/K/Pid.sus/2019 canceled the Ambon High Court's verdict Number 46/Pid.sus/2019/PTAmb. In their legal considerations, the Supreme Court Judges stated that the Ambon High Court Judges made a mistake in applying the law because they did not pay attention to the relevant legal facts, where it turned out that Victim had reported the occurrence of a criminal act of defamation to the Maluku Police. The Panel of Judges of the Supreme Court stated that a report can also be categorized as a complaint if the person reporting is a victim or a person who feels directly harmed.
2946932807C1B015078FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CONTINUANCE INTENTION PADA PENGGUNAAN MOBILE PAYMENT OVO DENGAN GENDER SEBAGAI VARIABEL MODERASIPenelitian berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Continuance Intention Pada Penggunaan Mobile Payment OVO Dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan kepercayaan terhadap Continuence Intention ovo point dengan gender sebagai moderasi.
Penelitian ini merupakan penelitian survey terhadap 100 konsumen yang menggunakan Mobile Payment OVO. Metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa persepsi kegunaan persepsi kemudahan penggunaan dan kepercayaan mempunyai pengaruh terhadap Continuence Intentionin. Selain itu disimpulkan bahwa gender tidak memoderasi pengaruh persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan terhadap Continuence Intention.
Untuk penelitian selanjutknya bisa menambahkan variabel trust dan juga security karena kedua faktor tersebut menjadi pertimbangan pada perempuan dalam menggunakan aplikasi baru. Diharapkan penelitian mendatang menambahkan variabel moderator lain yang dinilai bisa menjembatani kausalitas model yang telah dibangun seperti variabel demografi lainnya selain gender.
The study entitled Factors Affecting Continuance Intention in the Use of OVO Mobile Payment with Gender as a Moderating Variable. The purpose of the study was to analyze the effect of perceived usefulness, perceived ease of use, and trust in the Continuence Intention ovo point with gender as moderating.
This research is a survey research of 100 consumers who use OVO Mobile Payment. The data analysis method used is Partial Least Square.
Based on the results of the analysis, it can be concluded that the perceived usefulness of the perception of ease of use and trust has an influence on Continuence Intentionin. In addition, it was concluded that gender did not moderate the effect of perceived usefulness and perceived convenience on Continuence Intention.
For further research, it is possible to add trust and security variables because these two factors are considered for women in using new applications. It is hoped that future research will add other moderating variables that are considered to be able to bridge the causality of the model that has been built like other demographic variables besides gender.
2947032810C1C017036PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN AGRESIVITAS PAJAK TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORTPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel profitabilitas, leverage, dan agresivitas pajak terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2019. Pengungkapan sustainability report pada saat ini masih bersifat sukarela sehingga pengungkapannya masih cukup rendah, padahal perusahaan non-keuangan memiliki dampak besar bagi lingkungan dan sosialnya. Pengungkapan sustainability report dapat digunakan sebagai media komunikasi antara perusahaan dan stakeholder.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report; (2) Leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report; dan (3) Agresivitas Pajak berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa hanya hipotesis ketiga yang diterima. Implikasi dalam penelitian ini yaitu bahwa profitabilitas dan tindakan agresivitas pajak yang dilakukan perusahaan dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan untuk memprediksi luas pengungkapan sustainability report. Pengungkapan sustainability report menjadi penting karena mendukung keberlanjutan perusahaan dimasa depan.
This study aims to determine the effect of profitability, leverage, and tax aggressiveness variables on the disclosure of sustainability reports in non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2019. Disclosure of sustainability reports at this time is still voluntary so that the disclosure is still quite low, even though non-financial companies have a big impact on the environment and social. Disclosure of sustainability reports can be used as a medium of communication between companies and stakeholders.
The results of this study indicate that: (1) Profitability has a negative effect on the disclosure of the sustainability report; (2) Leverage has no effect on the disclosure of the sustainability report; and (3) Tax aggressiveness has a positive effect on the disclosure of the sustainability report. The results of this study indicate that only the third hypothesis is accepted.The implication of this research is that the profitability and tax aggressiveness of the company can be used by stakeholders to predict the extent of the disclosure of the sustainability report. Disclosure of sustainability reports is important because it supports the company's sustainability in the future.
2947132812H1A017069ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN VIDEO CONFERENCE APLIKASI GOOGLE MEET DENGAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE PADA JARINGAN Wi-FiPada kondisi saat ini dengan adanya pandemi maka kebutuhan akan teknologi internet untuk menghubungkan satu orang dengan orang lain, atau satu kelompok dengan kelompok lain semakin meningkat, tidak hanya menggunakan informasi text saja tetapi menggunakan layanan video juga. Dalam kondisi seperti sekarang dengan adanya pandemi Covid-19 banyak perusahaan dan sekolah yang memberlakukan WFH (Work From Home), dengan adanya ini diperlukan sebuah teknologi yang dapat mempertemukan tanpa bertatap muka yaitu dengan video conference, dan salah satu aplikasi yang biasa digunakan untuk melakukan video conference adalah Google Meet, dengan Quality of Service yang didalamya akan mengukur parameter throughput, delay, jitter, packet loss, dan frame rate. Hasil pengujian yang didapatkan pada kedua jaringan 10 Mbps IndiHome dan 20 Mbps Biznet dari segi nilai rata-rata didapat throughput dengan nilai 183,0481 Kbps untuk jaringan 10 Mbps dan 185,1744 Kbps pada jaringan 20 Mbps, delay dengan nilai 5,5743 ms pada jaringan 10 Mbps dan 6,1203 ms pada jaringan 20 Mbps, jitter dengan nilai 5,6296 ms pada jaringan 10 Mbps dan 6,0299 ms pada jaringan 20 Mbps, packet loss dengan nilai 0,0560% pada jaringan 10 Mbps dan 0,0146% pada jaringan 20 Mbps, frame rate dengan nilai 201,0390 fps pada jaringan 10 Mbps dan 152,8351 fps pada jaringan 20 Mbps. Lima parameter di atas mendapatkan hasil yang baik karena nilai rata–ratanya masih sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh TIPHON dan nilai rata–rata setiap skenario berubah-ubah berdasarkan jumlah peserta yang ikut dalam video conference aplikasi Google Meet.In the current condition with the pandemic, the need for internet technology to connect one person to another, or one group to another is increasing, not only using text information but also using video services. In conditions like now with the Covid-19 pandemic, many companies and schools are implementing WFH (Work From Home), with this we need a technology that can bring together without face to face, namely by video conferencing, and one of the applications commonly used to do video. conference is Google Meet, with Quality of Service which will measure throughput, delay, jitter, packet loss, and frame rate parameters. The test results obtained on both 10 Mbps IndiHome and 20 Mbps Biznet networks in terms of the average value obtained throughput with a value of 183.0481 Kbps for 10 Mbps networks and 185.1744 Kbps on 20 Mbps networks, delay with a value of 5.5743 ms at 10 Mbps network and 6,1203 ms on a 20 Mbps network, jitter with a value of 5.6296 ms on a 10 Mbps network and 6,0299 ms on a 20 Mbps network, packet loss with a value of 0.0560% on a 10 Mbps network and 0.0146 % on a 20 Mbps network, the frame rate is 201.0390 fps on a 10 Mbps network and 152.8351 fps on a 20 Mbps network. The five parameters above get good results because the average value is still in accordance with the standards set by TIPHON and the average value for each scenario varies based on the number of participants who take part in the Google Meet application video conference.
2947232813E1A017190KEBIJAKAN POLRES CILACAP DALAM PENANGGULANGAN
PENYAKIT MASYARAKAT
Kabupaten Cilacap merupakan daerah industri. Pembangunan industri di
daerah tersebut sangat pesat. Kondisi demikian mengakibatkan tersingkirnya
warga kelas bawah, sehingga banyak lokasiyang rawan akan kriminalitas.
Penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana kebijakan Polres Cilacap
dalam penanggulangan penyakit masyarakat serta hambatan-hambatan yang
dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian
ini mengambil lokasi di Polres Cilacap, Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, dan
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap. Data yang digunakan meliputi
data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan
wawancara, sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan dokumenter.
Penyajian data dalam bentuk uraian teks secara deskriptif. Metode analisis data
dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan Polres
Cilacap dalam penanggulangan penyakit masyarakat diantaranya dengan
kebijakan pre-emtif, preventif, represif, dan kuratif. Serta hambatan-hambatan
yang dihadapi meliputi struktur hukumnya dalam hal ini terdapat kurangnya
jumlah anggota Sat Sabhara Polres Cilacap, substansi hukum dalam hal ini
undang-undang yang mengatur penyakit masyarakat saat ini tidak membuat para
pelaku jera, serta dari budaya hukum dalam hal ini kurangnya kesadaran
masyarakat bahwa kegiatan yang tergolong penyakit masyarakat merupakan hal
yang melanggar hukum.
Cilacap Regency is an industrial area. Industrial development in the area
is very fast. Such conditions have resulted in the elimination of lower class
citizens, so that many locations are prone to crime. This study has a problem
formulation of how the Cilacap Police in dealing with community diseases and the
obstacles faced. This study using qualitative research methods with an empirical
juridical approach and descriptive analytical research specifications. This
research took place at the Cilacap District Police Station, Cilacap District Social
Service, Cilacap District Civil Service Police Unit. The data used include primary
data and secondary data. The primary data collection method by interviewing,
while the secondary data is using literature and documentary studies. The
presentation on the data is the form of a descriptive text description. Data
analysis method with qualitative analysis. The results showed that the Cilacap
Police Station's policies in dealing with community diseases included pre-emptive,
preventive, repressive, and curative policies. As well as the obstacles faced
include the legal structure in this case there is lack of members of the Sat Sabhara
Police Station Cilacap, the legal substance in this case the law that regulates
public ills at this time doesn’t deter the perpetrators, as well as from the legal
culture in this case there is lack of awareness the community that activities that
are classified as community diseases are against the law
2947332814D1A017237Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Pakan Kambing Berbasis Indeks Sinkronisasi Protein-Energi Dengan Sumber Leguminosa Yang Berbeda Secara In VitroPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbasis indeks sinkronisasi protein-energi (SPE) dengan sumber leguminosa yang berbeda terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Materi penelitian yang digunakan adalah cairan rumen dari 3 ekor kambing yang diambil dari rumah potong hewan (RPH) Sokaraja, segera setelah kambing dipotong, rumput raja, turi, lamtoro, onggok, dedak, pollard, ampas tahu, bungkil kelapa, dan mineral. Metode penelitian eksperimen in vitro dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial (2x3) dengan faktor A jenis leguminosa (turi dan lamtoro) dan faktor B indeks SPE (0,4 ; 0,5 ; 0,6) yang terdiri dari 6 perlakuan, setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Peubah yang diukur kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Analisis variansi menunjukkan terdapat interaksi antara indeks SPE dengan jenis leguminosa terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan (p < 0,01). Uji BNJ menunjukkan pakan dengan indeks SPE 0,4 kombinasi turi memiliki kecernaan bahan kering (12,70% + 0,06) dan bahan organik (14,81% + 0,05) lebih rendah dibandingkan pada indeks SPE 0,4 kombinasi lamtoro kecernaan bahan kering (14,29% + 0,07) dan bahan organik (16,44% + 0,02). Pakan dengan indeks SPE 0,5 kombinasi turi memiliki kecernaan bahan kering (13,43% + 0,10) dan bahan organik (15,31% + 0,04) lebih rendah dibandingkan pada indeks SPE 0,5 kombinasi lamtoro kecernaan bahan kering (15,28% + 0,02) dan bahan organik (17,78% + 0,17). Pakan dengan indeks SPE 0,6 kombinsi turi memiliki nilai kecernaan bahan kering (13,84% + 0,07) dan bahan organik (15,88% + 0,37) lebih rendah dibandingkan pada indeks SPE 0,6 dengan kombinasi lamtoro kecernaan bahan kering (16,13% + 0,01) dan bahan organik (18,34% + 0,03). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pakan dengan indeks SPE 0,6 kombinasi lamtoro memiliki kecernaan bahan kering dan bahan organik terbaik.This study aims to know the influence levels of synchronization protein-energy (SPE) with source of different legume on digestibility of dry matter and organic matter. The experiment used rumen liquid from 3 goats taken from slaughterhouse Sokaraja, Purwoketo, king grass, Sesbania leaf, Leucaena leaf, bran, pollard, tofu pulp, coconut meal, and minerals. The study used an in vitro experimental method with a complete randomized design of factorial pattern (2x3) with factor A a type leguminosa (Sesbania leaf and Leucaena leaf) and factor B a level of the SPE index (0,4 ; 0,5 ; 0,6), there were 6 treatments, each treatment repeated 4 times so that there are 24 experimental units. The variables measured are the digestibility of dry matter and organic matter. The results of the variance analysis showed that there is an interaction between levels of SPE index and type a legum to the digestibility of dry matter and organic matter (p <.01). BNJ test showed that feed with SPE index 0,4 combined Sesbania leaf has a lower digestibility of dry matter (12,70% + 0,06) and organic matter (14,81% + 0,05) compared to feed with SPE index 0,4 combined Leucaena leaf which of dry matter (14,29% + 0,07) and organic matter (16,44% + 0,02). Feed with SPE index 0,5 combined Sesbania leaf has a lower digestibility of dry matter (13,43% + 0,10) and organic matter (15,31% + 0,04) compared to feed with SPE index 0,5 combined Leucaena leaves which of dry matter (15,28% + 0,02) and organic matter (17,78% + 0,17). Feed with a SPE index 0,6 combined with turi has a lower digestibility value of dry matter (13,84% + 0,07) and organic matter (15,88% + 0,37) compared to feed with SPE index 0,6 combined with Leucaena leaf which of dry matter (16,13% + 0,01) and organic matter (18,34% + 0,03). Based on the results of the experiment can be concluded that the treatment with a SPE index 0,6 combined Leucaena leaf has the best digestibility of dry matter and organic materials.
2947432816H1A017039Analisis Unjuk Kerja Operasi Paralel Multi Inverter Sumber Arus dan Sumber
Tegangan Tiga Tingkat Untuk Panel Surya Standalone Dilengkapi MPPT
Inverter merupakan salah satu alat converter daya yang dapat mengkonversi tegangan dan arus DC ke tegangan adan arus AC. Dengan menghubungkan beberapa VSI (Voltage Source Inverter) dan CSI (Current Source Incerter) secara parallel dapat menghasilkan daya yang besar, selain itu juga lebih tinggi efisiensinya. Parallel antara VSI dan CSI ini juga di hubungkan dengan MPPT untuk mengatasi daya yang non-linier dari panel surya. Metode penelitian dilakukan dengan cara mensimulasikan rangkaian parallel multi inverter VSI dan CSI dilengkapi dengan MPPT yang telah dibuat pada PSIM guna mengetahui unjuk kerja dari rangkaian. Penelitian dilakukan dalam dua kondisi, kondisi pertama saat iradiasi masing-masing panel surya sama dan kondisi kedua saat iradiasi masing-masing panel surya berbeda. Dari kedua kondisi pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa sistem MPPT yang digunakan mampu mempertahankan daya keluaran panel surya tetap pada daya maksimum nya dan juga diperoleh nilai THD dari arus beban dan tegangan beban yang kecil meskipun pada kondisi faktor daya yang berbeda-beda. Pada saat iradiasi sama ataupun berbeda, nilai maksimal dari THD Vload maupun THD Iload masih berada di bawah ambang batas dari toleransi THD yang diijinkan dari system panel surya yakni sebesar 5 %. Pada pengujian efisiensi daya diperoleh saat kondisi pertama efisiensi daya maksimumnya 99,48% dan saat kondisi kedua efisiensi daya maksimumnya 99,51%
Inverter is a power converter tool that can convert DC voltage and current to AC voltage and current. By connecting several VSI (Voltage Source Inverter) and CSI (Current Source Inverter) in parallel, it can produce large power, but also higher efficiency. Parallel between VSI and CSI is also connected with MPPT to overcome non-linear power from solar panels. The research method is carried out by simulating a parallel multi-inverter VSI and CSI circuit equipped with MPPT that has been made on PSIM in order to determine the performance of the circuit. The research was carried out in two conditions, the first condition when the irradiation of each solar panel was the same and the second condition when the irradiation of each solar panel was different. From the two test conditions, it is known that the MPPT system used is able to maintain the solar panel output power at its maximum power and the THD value of the load current and load voltage is small even though the power factor conditions are different. When the irradiation is the same or different, the maximum value of THD Vload and THD Iload is still below the threshold of the allowable THD tolerance of the solar panel system, which is 5%. In the power efficiency test, the maximum power efficiency in the first condition is 99.48% and in the second condition the maximum power efficiency is 99.51%.
2947532817K1A017040KELIMPAHAN SPASIAL TEMPORAL MIKRONUTRIEN BESI, ZINK, DAN TEMBAGA PADA ALIRAN YANG BERBEDA DI PANTAI MENGANTI
Penelitian tentang kelimpahan spasial temporal mikronutrien Fe, Zn dan Cu pada aliran yang berbeda di pantai Menganti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan mikronutrien Fe, Zn dan Cu secara spasial yaitu perbedaan lokasi (air laut dan air tanah (SGD)) dan temporal yaitu adanya pengaruh intensitas hujan. Metode analisis menggunakan spektrometer uv-visible untuk analisis kelimpahan Fe dan spektrometer serapan atom untuk analisis kelimpahan Zn dan Cu serta pengolahan data menggunakan SPSS. Pengolahan data spasial menggunakan Kruskal Wallis dan pengolahan data temporal menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan secara spasial kelimpahan tertinggi bulan September pada ST 3 dan TA 1 yaitu masing-masing sebesar 0,098 ppm dan 0,450 ppm untuk Fe serta 0,275 ppm dan 0,692 ppm untuk Zn. Kelimpahan Cu secara spasial tertinggi bulan September pada ST 9 dan TA 1 yaitu masing-masing sebesar 0,657 ppm dan 0,400 ppm. Kelimpahan mikronutrien menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan secara spasial dan temporal. Kelimpahan mikronutrien berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti SGD, pH, salinitas dan DO.Research on the temporal spatial abundance of Fe, Zn and Cu micronutrients at different flows on the Menganti coast. This study aimed to determine the abundance of Fe, Zn and Cu micronutrients spatially, namely differences in location (sea watater and submarine groundwater (SGD)) and temporal, namely the influence of rain intensity. The analytical method used a Uv-visible spectrometer for Fe abundance analysis and an atomic absorption spectrometer for Zn and Cu abundance analysis and data processed using SPSS. Processing of spatial data used Kruskal Wallis and processing of temporal data using paired t-test. The results showed that spatially the highest abundance were in September on ST 3 and TA 1, which were 0,098 ppm and 0,450 ppm for Fe and 0,275 ppm and 0,692 ppm for Zn, respectively. The highest spatial Cu were in September on ST 9 and TA 1 which were 0,657 ppm and 0,400 ppm, respectively. Spatial and temporal micronutrients showed no significant differences. The abundance of micronutrients varies because it was influenced by several factors such as SGD, pH, salinity and DO.
2947632818F1F017066Analisis Peran Forest Green Rovers F.C. dalam Mendukung Gerakan Environmentalisme di Inggris pada Tahun 2010-2021Penelitian yang berjudul “Analisis Peran Forest Green Rovers F.C. dalam Mendukung Gerakan Environmentalisme di Inggris pada tahun 2010-2021” ini merupakan penelitian yang berfokus untuk mengetahui bagaimanakah peran Forest Green Rovers F.C. dalam mendukung gerakan environmentalisme di Inggris pada tahun 2010 hingga tahun 2021. FGR merupakan tim sepakbola yang memiliki perhatian lebih pada keberlangsungan lingkungan hidup. Sejak tahun 2010 setelah terpilihnya Dale Vince sebagai presiden klub, FGR berubah menjadi tim sepakbola yang peduli pada lingkungan hidup. Kampanye-kampanye yang dilakukan FGR dalam penyelamatan lingkungan hidup di Inggris seperti penanaman pohon, pengurangan emisi karbon dengan penggunaan kendaraan listrik berdampak positif bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup di Inggris. Dengan dukungan kampanye yang dilakukan FGR, tingkat polusi udara di Inggris mengalami penurunan dalam sepuluh tahun terakhir. Kualitas udara di Gloucestershire yang merupakan kota asal dari klub FGR juga termasuk yang paling bagus di Inggris. Hal tersebut menjadikan FGR dinobatkan FIFA sebagai tim sepakbola terhijau di dunia pada tahun 2017 dan mendapatkan sertifikasi bebas karbon pada tahun 2018 oleh PBB.The research entitled “Analysis of the Role of Forest Green Rovers F.C. in Supporting the Environmentalism Movement in the UK in 2010-2021” this is a study that focuses on finding out how the role of Forest Green Rovers F.C. in supporting the environmentalism movement in the UK from 2010 to 2021. FGR is a football team that has more attention on environmental sustainability. In 2010 after the election of Dale Vince as club president, FGR turned into a football team that cares about the environment. The campaigns carried out by FGR in saving the environment in the UK such as planting trees, reducing carbon emissions by using electric vehicles have a positive impact on improving the quality of the environment in the UK. With the support of the FGR campaign, the level of air pollution in the UK has decreased in the last ten years. The air quality in Gloucestershire, which is the hometown of the FGR club, is also among the best in the UK. This resulted in FGR being named the greenest football team in the world in 2017 and certified carbon-free in 2018 by the United Nations.
2947732819E1A017129DAMPAK KEBIJAKAN WORLD TRADE ORGANIZATION TERKAIT POLITIK ANTIDUMPING UNTUK MELINDUNGI PERDAGANGAN INTERNASIONAL (Studi tantang Kenaikan Bea Masuk Biodiesel yang Dilakukan oleh Uni Eropa kepada Indonesia untuk Kedua Kalinya pada 2019)Dalam perdagangan internasional, dikenal istilah dumping. Dumping adalah suatu bentuk diskriminasi harga internasinal yang dilakukan oleh negara atau perusahaan pengimpor di mana barang yang dijual harganya lebih rendah dibandingkan dengan produk dalam negeri untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya yang menyebabkan kerugian bagi negara penerima. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka negara yang dirugikan dengan adanya dumping dapat mengenakan bea tambahan pada barang-barang yang terkena dumping sebesar margin dumping. Margin dumping yang merupakan selisi harga dumping dengan harga normal untuk menentukan pengenaan bea masuk antidumping agar dapat menutup kerugian industri dalam negeri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang penerapan peraturan mengenai antidumping yang dikeluarkan oleh World Trade Organization yang memberikan aturan mengenai masalah dumping dalam kasus pengenaan Bea Masuk Antidumping yang dilakukan oleh Uni Eropa terhadap produk biodiesel asal Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan kasus. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks deskriptif naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antidumping telah diatur secara tegas dalam Article VI General Agreement On Tariff and Trade dan Antidumping Agreement sebagai implementasi dari Pasal VI. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa Indonesia tidak melakukan dumping terhadap produk biodiesel yang di impor ke Uni Eropa dan Uni Eropa melakukan kesalahan karena tidak konsisten dalam menerapkan Article VI General Agreement On Tariff and Trade dan Antidumping Agreement. Uni Eropa harus melaksanakan putusan yang telah dikeluarkan oleh World Trade Organization dan bertanggung jawab atas kesalahannya yang mengakibatkan kerugian terhadap produk biodiesel asal Indonesia.

Kata Kunci: World Trade Organization, Antidumping, Biodiesel, Perdagangan Internasional
In international trade, the term dumping is known. Dumping is a form of international price discrimination carried out by the importing country or company in which the goods sold are priced lower than domestic products in order to obtain the maximum profit that causes losses to the recipient country. Based on these provisions, countries that are harmed by dumping can impose additional duties on goods subject to dumping in the amount of a dumping margin The dumping margin is the difference between the dumping price and the normal price to determine whether to enter anti-dumping in order to cover losses for the domestic industry.
This study aims to find out and understand the application of antidumping regulations issued by the World Trade Organization which provide rules for dumping issues in the case of the imposition of Antidumping Import Duties by the European Union on biodiesel products from Indonesia. This research is a juridical research with descriptive analytical research specifications and used statute approach also case approach. This research used secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collection data method was carried out by literature study, the obtained data were presented with descriptive narrative text, and the analysis data method was carried out in qualitative normative.
The results of this study indicate that antidumping has been explicitly regulated in Article VI of the General Agreement on Tariffs and Trade and the Antidumping Agreement as an implementation of Article VI. The results of this study also show that Indonesia does not dump biodiesel products imported to the European Union and the European Union makes mistakes because it is inconsistent in applying Article VI of the General Agreement On Tariff and Trade and Antidumping Agreement. The European Union must implement the decision that has been issued by the World Trade Organization and be responsible for its mistakes that result in losses to biodiesel products from Indonesia.


Keywords: World Trade Organization, Antidumping, Biodiesel, International Trade
2947832822H1D017056RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MUSEUM DIGITAL BERBASIS WEB
MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL
Museum adalah salah satu destinasi wisata yang menyimpan benda-benda peninggalan dan benda-benda bersejarah yang memiliki makna dan daya tarik untuk di lihat. Menurut Edward P. Alexander dan Mary Alexander (2007), sebuah museum adalah institusi yang peduli akan pelestarian koleksi artefak dan benda ilmiah, seni, budaya dan benda sejarah penting lainnya yang dapat dilihat oleh publik melalui pameran baik secara permanen ataupun sementara. Institusi pengelola museum semakin hari semakin berkembang mengikuti perkembangan arus teknologi, karenanya institusi museum membutuhkan inovasi baru agar meningkatkan rating serta meningkatkan daya minat pengunjung.
Sistem Informasi Museum Digital digunakan untuk memudahkan instansi museum dalam pengelolaan informasi mengenai museum, dan dengan mengimplementasikan fitur virtual tour, dapat meningkatkan rating milik instansi museum. Sistem Informasi ini dapat mengelola informasi berita, agenda, koleksi, kritik dan saran untuk di publikasikan kepada masyarakat, serta implementasi virtual tour pada web menjadikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Museums are one of the tourist used to store relics and historical objects that have meaning and attraction to see. According to Edward P. Alexander and Mary Alexander (2007), a museum is an institution that cares about the preservation of a collection of artifacts and scientific, artistic, cultural and other important historical objects that can be seen by the public through exhibitions either permanently or temporarily. Museum management institutions are growing day by day following the development of technological flows, therefore museum institutions need new innovations in order to increase ratings and increase visitor interest.
The Digital Museum Information System aims to facilitate museum agencies in managing information about museums, and by implementing the virtual tour feature, it can increase the rating of museum agencies. This information system can manage news information, agendas, collections, criticisms and suggestions for publication to the public, as well as the implementation of virtual tours on the web making it a special attraction for visitors
2947932823K1A017004EKSTRAKSI DAN AMOBILISASI ENZIM UREASE DARI BIJI KECIPIR MENGGUNAKAN MATRIKS KITOSANUrease merupakan enzim yang berperan sebagai katalis hidrolisis urea menjadi amonia dan karbon dioksida. Urease banyak manfaatnya sehingga perlu dilakukan eksplorasi dan peningkatan efisiensinya. Tujuan penelitian ini adalah ekstraksi urease dari biji kecipir, optimasi pembuatan beads urease amobil dengan matriks kitosan, dan karakterisasinya. Penelitian diawali dengan perkecambahan biji kecipir selama 0, 2, 4, 6, 8, dan 10 hari, selanjutnya diekstrak sehingga diperoleh ekstrak kasar urease. Proses amobilisasi ekstrak kasar urease dioptimasi meliputi konsentrasi kitosan, TPP, dan waktu perendaman. Urease bebas dan amobil dikarakterisasi meliputi penentuan pengaruh variasi konsentrasi substrat, pH, suhu, EDTA, logam dan penyimpanan terhadap aktivitas urease. Urease amobil juga diuji pemakaian berulangnya. Aktivitas urease diuji dengan metode Nessler. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas urease biji kecipir tertinggi diperoleh pada waktu perkecambahan 8 hari dengan nilai aktivitas 21,027 Unit/mL. Optimasi pembuatan urease amobil dengan konsentrasi kitosan 4% (b/v), konsentrasi TPP 2,5% (b/v), dan waktu perendaman 60 menit diperoleh nilai aktivitas sebesar 15,076 Unit/mL, dan dapat digunakan sebanyak 5 kali pengulangan dengan sisa aktivitas sebesar 46%. Aktivitas optimum diperoleh pada konsentrasi substrat 0,2 M, pH 7, suhu 35 °C dengan nilai aktivitas urease bebas dan amobil secara berurut yaitu 22,071 Unit/mL dan 15,337 Unit/mL. Urease bebas dan amobil dapat disimpan selama 8 hari dengan sisa aktivitas secara berurut sebesar 53% dan 52%. Logam CuCl2, ZnCl2, Ag(NO3)2, Pb(CH3COO)2, dan CdSO4 menjadi inhibitor pada urease biji kecipir. Urease biji kecipir tergolong pada metaloenzim.Urease is an enzyme that acts as a catalyst for the hydrolysis of urea to ammonia and carbon dioxide. Urease has many benefits so that it is necessary to explore and increase its efficiency. The objectives of this study were urease extraction from winged bean seeds, optimization of immobilized beads formation in chitosan matrix, and its characterization. Research began with sprouting the beans for 0, 2, 4, 6, 8, and 10 days, then it were extracted to obtain a crude urease extract. The immobilization process of urease crude extract was optimized. The optimization included were concentration of chitosan, TPP, and immersion time. Free and immobilized ureases were characterized by determining the effect of variations in substrate concentration, pH, temperature, EDTA, metals and storage on urease activity. Immobile urease was also tested repeatedly. The urease activity test was conducted using the Nessler method. The results showed that the highest activity obtained at germination time of 8 days with an activity value of 21.027 Units/mL. Optimization of immobilized urease formation with chitosan concentration of 4% (w/v), concentration of TPP 2.5% (w/v), and immersion time of 60 minutes showed an activity value of 15.076 Units / mL, and can be used as many as 5 repetitions with the remaining activity of 46%. The optimum activity was obtained at a substrate with a concentration of 0.2 M, pH 7, temperature 35 °C with free and immobilized urease activity values, respectively, 22.071 Units/mL and 15.337 Units/mL. Free and immobilized urea can be stored for 8 days with the remaining activity of 53% and 52% respectively. CuCl2, ZnCl2, Ag(NO3)2, Pb(CH3COO)2, and CdSO4 were inhibitors of urease of winged bean seeds. Urease of winged bean seeds categorized as metaloenzymes
2948032824H1A017083ANALISIS UNJUK KERJA OPERASI PARALEL MULTI INVERTER SUMBER TEGANGAN TIGA TINGKAT UNTUK PANEL SURYA STAND-ALONE DILENGKAPI MPPTPengembangan pembangkit listirk tenaga surya (PLTS) semakin ditingkatkan guna mengurangi penggunaan energi listrik dari pembangkit listrik konvensional. Energi listrik yang dihasilkan dari tenaga surya berupa listirk DC, sedangkan kebanyakan alat - alat elektronik yang digunakan pada jaringan listirk menggunakan listrik AC. Oleh karena itu, dengan menghubungkan beberapa inverter sumber tegangan (Voltage Source Inverter/VSI) secara paralel, maka listirk DC dapat dikonversi menjadi listirk AC dalam jumlah yang besar. Penggunaan VSI dipilih karena VSI lebih tinggi dalam efisiensi dibandingkan dengan CSI. Selain itu, guna meningkatkan efisiensi daya dari PLTS, MPPT juga diperlukan untuk mengatasi daya keluaran yang non-linier dari PLTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arus keluaran, tegangan, faktor daya, efisiensi dan THD dari operasi paralel multi Inverter sumber tegangan yang dilengkapi MPPT.
Metode penelitian dilakukan dengan cara mensimulasikan rangkaian multi paralel inverter sumber tegangan dilengkapi MPPT pada aplikasi PSIM guna mengetahui unjuk kerja dari rangkaian. Penelitain dilakukan dalam empat kondisi, kondisi pertama saat iradiasi masing-masing panel surya sama dan arus referensi masing-masing inverter sama, kondisi kedua saat iradiasi masing-masing panel surya sama dan arus referensi masing-masing inverter berbeda, kondisi ketiga saat iradiasi masing-masing panel surya berbeda dan arus referensi masing-masing inverter sama, kondisi keempat saat iradiasi masing-masing panel surya berbeda dan arus referensi masing-masing inverter berbeda.
Dari keempat kondisi pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa sistem MPPT yang digunakan mampu mempertahankan daya keluaran panel surya tetap pada daya maksimum nya dan juga diperoleh nilai THD dari arus inverter, arus beban dan tegangan beban yang kecil meskipun pada kondisi faktor daya yang berbeda-beda. Pada pengujian efisiensi daya diperoleh efisiensi daya tertinggi pada kondisi pengujian pertama dan keempat, yaitu maksimum disekitar 98%. Semantara pada kondisi pengujian kedua dan ketiga diperoleh efisiensi daya maksimum hanya disekitar 60%.
The development of solar power plants (PLTS) is increasingly being increased in order to reduce the use of electrical energy from conventional power plants. Electrical energy generated from solar power is in the form of DC electricity, while most electronic devices used in the electricity network use AC electricity. Therefore, by connecting several voltage source inverters (VSI) in parallel, DC electricity can be converted into large amounts of AC electricity. The use of VSI was chosen because VSI is higher in efficiency compared to CSI. In addition, in order to increase the power efficiency of solar panel, MPPT is also needed to overcome the non-linear output power of solar panel. This study aims to determine the characteristics of the output current, voltage, power factor, efficiency and THD of the parallel operation of a multi-voltage inverter equipped with MPPT.
The research method is carried out by simulating a multi-parallel inverter circuit with a voltage source equipped with MPPT on the PSIM application to determine the performance of the circuit. The research was carried out under four conditions, the first condition was when the irradiation of each solar panel was the same and the reference current of each inverter was the same, the second condition was when the irradiation of each solar panel was the same and the reference current of each inverter was different, the third condition was when the irradiation of each was different. each solar panel is different and the reference current of each inverter is the same, the fourth condition when the irradiation of each solar panel is different and the reference current of each inverter is different.
From the four test conditions carried out, it is known that the MPPT system used is able to maintain the solar panel output power at its maximum power and also obtain the THD value of the inverter current, load current and load voltage which is small even at different power factor conditions. In the power efficiency test, the highest power efficiency was obtained in the first and fourth test conditions, which was a maximum of around 98%. Meanwhile, in the second and third test conditions, the maximum power efficiency is only around 60%.