Artikel Ilmiah : J1B016017 a.n. NUR ANGGRAENI

Kembali Update Delete

NIMJ1B016017
NamamhsNUR ANGGRAENI
Judul ArtikelKETAKSAAN
DALAM JUDUL BERITA DI APLIKASI MEDIA SOSIAL
DETIKCOM PADA SITUS DETIKFINANCE
(Kajian Semantik)
Abstrak (Bhs. Indonesia)RINGKASAN
Penelitian ini berjudul “Ketaksaan Dalam Judul Berita Di Aplikasi Media Sosial Detikcom Pada Situs Detikfinance (Kajian Semantik)”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah judul berita yang terdapat pada aplikasi media sosial detikcom pada situs detikfinance edisi November dan Desember.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap. Teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode padan. Penelitian ini menggunakan teori ketaksaan bahasa menurut Wijana.Ketaksaan bahasa menurut Wijana dibagi menjadi 2 yaitu ketaksaan leksikal dan ketaksaan gramatikal. Sesuai dengan teori ketaksaan bahasa menurut Wijana, penelitian ini meneliti data yang termasuk ketaksaan bahasa kemudian terdapat sebab munculnya ketaksaan bahasa menurut Wijana. Setelah dianalisis, hasil penelitian ini selanjutnya disajikan secara informal.
Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 19 data yang mengandung ketaksaan leksikal. Dari 19 data terdapat 16 data yang mengandung polisemi dan 3 data yang mengandung homonimi. Selain itu, di dalam penelitian ini juga ditemukan 24 data yang mengandung ketaksaan gramatikal. Dari 24 data terdapat 4 data yang mengandung frasa yang diinterpretasikan berlainan makna, 20 data karena faktor morfologi. Faktor morfologi dibedakan atas proses afiksasi dan komposisi. Data yang termasuk proses afiksasi ada 9 data, sedangkan 11 data termasuk komposisi. Akan tetapi untuk peribahasa tidak ditemukan dalam penelitian ini.
Secara keseluruhan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari 42 data terdapat 19 data yang mengandung ketaksaan leksikal dan 24 data mengandung ketaksaan gramatikal. Akan tetapi terdapat 5 data yang mengandung ketaksaan lebih dari satu. Kata tersebut ialah ‘orang dalam’ dan ‘kelas kakap’ (terdapat frasa), ‘bidik’ dan ‘properti milenial’ (polisemi dan frasa), ‘kelamaan’ dan ‘busuk’ (morfologi dan polisemi), ‘gurihnya’ dan ‘perputaran’ (polisemi dan morfologi), ‘kesepakatan’ dan ‘ekosistem’ (morfologi dan polisemi). Hal ini disebabkan di dalam judul berita tersebut terdapat sebab munculnya ketaksaan lebih dari satu menurut Wijana. Selain itu, secara maknawinya juga sudah tidak jelas sehingga menimbulkan ketaksaan bahasa.
Abtrak (Bhs. Inggris)SUMMARY
This research is entitled "The Ambiguity of Headlines in the Detikcom Social Media Application on the Detikfinance Site (Semantic Study)".This research is a qualitative descriptive study. The data analyzed were the headlines contained in the detikcom social media application on the detikfinance site in November and December editions.
The data collection method used in this research is the observation method.The observation method has basic technique and advanced technique.The basic technique used in this research is the tapping technique. Advanced technique are the uninvolved conversation observation technique and note-taking technique. The data analysis method in this research is theidentity method.This research usedthe theory of language ambiguity of Wijana.Language ambiguity of Wijana is divided into 2, namely lexical and grammatical ambiguity.In accordance with the theory of language ambiguity of Wijana, this research examined the data including language ambiguity, then there is a cause for the emergence of language ambiguity of Wijana.After being analyzed, the results of this researchthen presented informally.
The results of this research were found 19 data containing lexical ambiguity. Of the 19 data, there were 16 data containing polysemy and 3 data containing homonymy.In addition, this research also found 24 data containing grammatical ambiguity. Of the 24 data, there were 4 data containing phrases that were interpreted with different meanings, 20 data due to morphological factors Morphological factors are distinguished by the process of affixation and composition. There are 9 data which includes the affixation process, while 11 data includes composition. However, proverbs were not found in this research.
Overall, the results of this research can be concluded that of the 42 data, there were 19 data containing lexical ambiguity and 27 data containing grammatical ambiguity.However, there were 5 data that contain more than one ambiguity.The words were 'orang dalam' and 'kelas kakap' (there were phrases), 'bidik' and 'propertimilenial' (polysemy and phrases), 'kelamaan' and 'busuk' (morphology and polysemy), 'gurihnya' and 'perputaran' (polysemy and morphology), 'kesepakatan' and 'ekosistem' (morphology and polysemy).This is because in the headlines there are reasons for the emergence of more than one ambiguity of Wijana. Apart from that, the meaning is also unclear, giving rise to language ambiguity.
Kata kunciDetikcom, Situs Detikfinance, Ketaksaan Bahasa Menurut Wijana
Pembimbing 1Farida Nuryantiningsih, S.S., M.Hum
Pembimbing 2Octaria Putri Nurharyani, S.S., M.Hum
Pembimbing 3Gita Anggria Restika, S.S., M.A
Tahun2020
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2020-11-23 20:18:19.628799
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.