Home
Login.
Artikelilmiahs
30512
Update
WIWIT LANJAR MULYANI
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN ANTARA MODEL LATIHAN FORMASI SEGITIGA DAN FORMASI BERPASANGAN TERHADAP KEMAMPUAN PASSING BAWAH PADA KLUB BOLA VOLI PUTRA JATAYU BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Permainan bola voli adalah permainan yang dimainkan secara berkelompok, setiap kelompok berisi 6 orang untuk memainkan bola sehingga mendapatkan point. Passing bawah merupakan hal yang penting dalam permainan bola voli, karena sering digunakan untuk memulai serangan dan apabila teknik yang dimiliki kurang menguasai, maka hasilnya akan menghambat proses serangan yang mematikan untuk mendapatkan poin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model latihan yang lebih efektif meningkatkan kemampuan passing bawah bola voli. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan passing bawah adalah American Association for Health, Physical Education, and Recreation (AAHPER) Volleyball Skill Test. Sampel yang digunakan adalah atlet putra tim bola voli Jatayu Banyumas sebanyak 17 anak, dengan teknik pembagian kelompok menggunakan ordinal pairing/matched subject ordinal pairing. Hasil Penelitian : Hasil Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan pengaruh terlihat dari hasil rerata yang diperoleh kelompok latihan formasi segitiga sebesar 12.22, sedangkan kelompok latihan formasi berpasangan memperoleh rerata sebesar 10.38. Atau terdapat selisih rerata sebesar 1.84 dengan nilai signfikansi 0.045 < 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara model latihan formasi segitiga dengan formasi berpasangan terhadap kemampuan passing bawah bola voli. Latihan passing bawah formasi segitiga lebih meningkatkan kemampuan passing bawah bola voli dari pada latihan passing bawah formasi berpasangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Volleyball is a game played in groups, each group contains 6 people to play the ball to get points. The Forearm Pass is important in volleyball, because it is often used to initiate attacks and if the technique is not good enough, the result will hinder the process of a deadly attack to get points. This study aims to determine a training model that is more effective in increasing the ability to forearm volleyball pass. Research Methods: This study is a study pre-experimental with a Two Group Pretest-Posttest Design approach. The instrument used to measure ability passing under-is the American Association for Health, Physical Education, and Recreation (AAHPER) Volleyball Skill Test. The sample used was 17 male athletes of the Jatayu Banyumas volleyball team, with the group division technique using ordinal pairing/matched subject ordinal pairing. Results: The results of the independent sample t-test showed that the difference in effect was seen from the mean results obtained by the triangle formation training group of 12.22, while the paired formation training group obtained an average of 10.38. Or there is a difference between the mean of 1.84 with 0.045 significant value <0.05, it can be taken a decision that H0 is rejected and Ha accepted. Conclusion : There is a significant difference between the triangular formation training model and the paired formation on the ability to forearm volleyball pass. Exercise forearm pass a triangular formation further increase the capability of forearm volleyball pass from the drills forearm pass of the formation in pairs.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save