Artikelilmiahs

Menampilkan 26.581-26.600 dari 50.222 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2658129930F1B016059IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI DESA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI NOMOR 4 TAHUN 2015
TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA
(Studi Pada BUMDes Silatri Indah Desa Beran Kecamatan Kepil
Kabupaten Wonosobo)
Dengan menyesuaikan UU Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa telah dikeluarkan Permendesa Nomor 4 Tahun 2015. Tujuan pembentukan BUMDes diantaranya adalah untuk pengelolaan potensi desa, meningkatkan usaha ekonomi masyarakat dan meningkatkan PADes. Namun, BUMDes juga didirikan dengan orientasi profit, sehingga sering terjadi benturan antara peningkatan kesejahteraan dengan kepentingan keuntungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kebijakan tersebut pada BUMDes Silatri Indah milik Desa Beran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi dari kebijakan BUMDes Silatri Indah di Desa Beran telah sesuai dengan yang diharapkan karena memberikan kontribusi sesuai dengan tujuan pendiriannya baik itu mempercepat pembangunan desa, meningkatkan usaha ekonomi masyarakat desa serta mengelola potensi desa. Dapat disimpulkan bahwa implementor sudah sesuai dengan kebutuhan kebijakan, adanya kelompok kepentingan yang turut berpartisipasi serta mendukung berjalannya BUMDes, pemahaman tujuan adanya BUMDes dari implementor cukup baik, namun sumberdaya manusia masih kurang, kurangnya akses permodalan, serta sulitnya memberikan pengertian mengenai BUMDes pada masyarakat.
Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Badan Usaha Milik Desa
In the management of the BUMDes by adjusting the law No. 6 in year of 2014 about Village been made a Permendesa No. 4 in year of 2015. The goal of the BUMDes formation some are for the management of the potential village, increase the economic effort of society and enhance the PADes. However, BUMDes were also established with the profit oriented, so there is often a collision between the increased welfare with benefits. The purpose of this research is to describe and explain the factors that support and inhibit the implementation regulation of BUMDes in BUMDes Silatri Indah Desa Beran.
The results of this research showed that the implementation of BUMDes Silatri Indah in Beran Village was suitable with the expectation because it gave the contribution based on the purpose established, increasing the economic business of village society, and also managing the village potentials. It be concluded that the implementor is in accordance with the needs of the policy, the existence of an interest group that participates and supports the running of BUMDes, the understanding of the purpose of BUMDes from the implementor is quite good, but human resources are still lacking, lack of access to capital, and the difficulty of providing an understanding of BUMDes in Public.
Keywords : Policy of Implementation, Village Business Institution
2658229931A1F016037PENETAPAN UMUR SIMPAN SELAI CARICA DENGAN SUBTITUSI LABU SIAM MENGGUNAKAN MODEL ARRHENIUS
Buah carica merupakan tanaman khas wonosobo dan menjadi olahan yang paling terkenal salah satunya produk selai. Informasi umur simpan sangat penting untuk menjaga stabilitas selai untuk UKM di Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan umur simpan selai carica yang dikemas dengan dua jenis kemasan berdasarkan parameter kritis daya oles. Formula selai carica yaitu puree carica, gula, filtrate dari pulp carica, puree labu siam, bahan pengental (gelatin dan pektin ) dan biang flavor (asam sitrat, asam askorbat, dan perisa) dengan tahapan pemasakan puree buah, puree labu siam dan gula, kemudian ditambahkan pengental saat setengah matang, dan ditambahkan biang flavor sebelum end point. Produk dikemas menggunakan jar dan PET, serta disimpan dalam inkubator pada suhu 35oC, 45oC, dan 55oC. Analisis daya oles dilakukan setiap hari ke 5 selama 20 hari. Metode yang digunakan adalah accelerated shelf-life test dengan persamaan Arrhenius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan selai carica yang disimpan pada kemasan Jar di suhu ruang (25oC) menghasilkan umur simpan 1 tahun 2 bulan dan pada suhu refrigerator (8oC) sebesar1 tahun 7 bulan. Sedangkan pada kemasan PET di suhu ruang (25oC) menghasilkan umur simpan sebesar 6 bulan dan suhu refrigerator (8oC) sebesar 7 bulan.
Carica fruit is one of the typical Wonosobo plants and is the most famous of which is jam. Information on shelf life is very important to maintain the stability of jam for UKM in Wonosobo. This study aims to determine the shelf life of carica jam which is packaged in two types of packaging based on the critical parameters of spreadability. Formula carica jam is carica puree, sugar, filtrate from carica pulp, chayote puree, thickening ingredients (gelatin and pectin) and flavor ingredients (citric acid, ascorbic acid, flavor and coloring) with the stages of cooking fruit puree and sugar, add a thickener when half cooked, and add a starter of flavod before the end point. Products are packed using jars and PET, and stored in an incubator at 35oC, 45oC, dan 55oC temperature. The topical power analysis was carried out every 5 day for 20 days. The experimental design used was the accelerated shelf-life test method with the Arrhenius equation. The results showed that the shelf-life of carica jam stored in jar packaging at room temperature (25oC) resulted in a shelf life of 1 year 2 months and at refrigerator temperature (8oC) a shelf life of 1 year 7 months. Meanwhile, PET packaging at room temperature (25oC) produces a shelf life of 6 months and a refrigerator temperature (8oC) produces a shelf life of 7 months.
2658329932A1D016011PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN (GA3) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.)Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman terung terhadap konsentrasi giberelin pada perendaman benih terung, (2) mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi giberelin dan lama perendaman benih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung, (3) mengkaji pengaruh interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman benih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung, dan (4) memilih perlakuan terbaik atas dasar pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Mei 2020 di screen house lahan exfarm Fakultas Pertanian dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi giberelin 0 ppm, 200 ppm, 300 ppm. Faktor kedua adalah lama perendaman benih 1 jam, 2 jam, 3 jam. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), luas daun (cm2), jumlah buah, diameter buah (mm), panjang buah (cm), bobot buah (g), dan bobot buah per Ha (ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan pemberian giberelin pada konsentrasi 200 ppm (K1) menghasilkan rerata tinggi yaitu diameter batang 13,09 cm, jumlah buah 2,78, bobot buah per tanaman 256,11 g, panjang buah 52,33 cm, dan diameter buah 71,33 mm. Pada lama perendaman memberikan hasil waktu terbaik yaitu 2 jam (T1) diantaranya pada diameter batang 13,18 cm, luas daun daun 10118,92 cm2, bobot buah per tanaman 241,67 g, dan bobot buah per ha 5,73 ton/ha. Tidak terdapat interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.).The study aims to (1) knowing the growth and yield response of eggplant to the concentration of gibberellins in soaking eggplant seeds, (2) determine the effect of the interaction gibberellin concentration and seed soaking time on the growth and yield of eggplant, (3) assessing the effect of the interaction between the concentration and the duration of soaking the seeds on the growth and yield of eggplant, and (4) selecting the best treatment based on the growth and yield of eggplant. The research was carried out from January to May 2020 in screen house the land of the exfarm Faculty of Agriculture and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a completely randomized block design (RAKL) factorial pattern with 2 factors. The first factor is the concentration of gibberellins 0 ppm, 200 ppm, 300 ppm. The second factor was the duration of soaking the seeds for 1 hour, 2 hours, 3 hours. The variables observed were plant height (cm), number of leaves (strands), stem diameter (cm), leaf area (cm2), number of fruits, fruit diameter (mm), fruit length (cm), fruit weight (g), and fruit weight per Ha (ton/ha). The results showed that giving gibberellin at a concentration of 200 ppm (K1) resulted in mean height, namely stem diameter 13.09 cm, the number of fruits 2.78, fruit weight per plant 256.11 g, fruit length 52.33 cm, and fruit diameter 71. 33 mm. The long soaking time gave the best time results, namely 2 hours (T1) including the stem diameter of 13.18 cm, leaf area of 10118.92 cm2, fruit weight per plant 241.67 g, and fruit weight per ha 5.73 tons/ha. There was no interaction between concentration and immersion time in increasing the growth and yield of eggplant (Solanum melongena L.).
2658429937B1A016031Efektivitas Lebah Klanceng Heterotrigona itama pada Penyerbukan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens. L) di Desa Serang PurbalinggaCabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman cabai rawit mampu melakukan penyerbukan sendiri, namun untuk meningkatkan produksi cabai diperlukan adanya bantuan polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lebah Klanceng Heteritrigona itama pada peyerbukan tanaman cabai rawit (C. frutescens L.) di Desa Serang Purbalingga.
Penelitian dilakukan di lahan pertanian di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dengan menggunakan metode survey. Efektivitas lebah diukur dengan mengamati jumlah bunga yang dikunjungi per menit (foraging rate), lama kunjungan per bunga (flower handling time), panjang buah, berat buah dan jumlah biji yang terbentuk. Analisis data dilakukan dengan Uji t untuk mengetahui pengaruh kehadiran lebah klanceng H. Itama terhadap keberhasilan penyerbukan buga cabai rawit (C. frutescens L.) di Desa Serang, Purbalingga.
Hasil penelitian menggunakan analisis uji t dengan selang kepercayaan 95% menggunakan perangkat lunak SPSS 16, bahwa efektivitas penyerbukan lebah klanceng H. Itama pada tanaman cabai rawit pada aktivitas kunjungan lebah yang intensif dapat membantu penyerbukan buah menjadi optimal. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan yang mempengaruhi aktivitas H. itama terhadap keberhasilan penyerbukan bunga cabai rawit yaitu suhu (270C -350C) dan kelembapan (30%-77%).
Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a plant that is widely cultivated in Indonesia. The cayenne pepper plant is capable of self-pollinating, but to increase chili production, pollinator assistance is needed. This study aims to determine the effectiveness of Klanceng Heteritrigona itama bees in the pollination of cayenne pepper (C. frutescens L.) in Serang Purbalingga Village.
The research was conducted on agricultural land in Serang Village, Purbalingga District using a survey method. The effectiveness of bees was measured by observing the number of flower visits per minute (speed of foraging), flower handling time, fruit length, fruit weight and number of seeds formed. Data analysis was carried out by using the Independent sample t test to determine whether there was a difference between the presence of H. itama hornbills and the successful pollination of cayenne pepper (C. frutescens L.) in Serang Village, Purbalingga.
The results of the study used t-test analysis with a 95% confidence interval using SPSS 16 software, that the effectiveness of Klanceng H. Itama bee pollination on cayenne pepper during intensive bee visiting activities can help optimal pollination of fruit. This is due to environmental factors that affect the activity of H. itama on the success of pollination of cayenne pepper, namely temperature (270C -350C) and humidity (30% -77%).
2658529938A1D115059EFISIENSI DOSIS PUPUK NPK ANORGANIK DENGAN BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) PADA ULTISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada ultisol, mengetahui pengaruh efisiensi dosis rekomendasi pupuk NPK anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada ultisol, dan mengetahui pengaruh pemberian jenis pupuk organik cair dan pupuk NPK anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada ultisol. Penelitian ini dilaksanakan pada 12 Mei 2019 sampai 4 November 2019 di Screen House (4 x 8 m2) Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 81 m dpl dan Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis POC, yaitu POC urin kelinci, urin kambing, dan urin sapi dengan konsentrasi 20 ml/L. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK anorganik, yaitu 0%, 50%, dan 100% NPK rekomendasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji F taraf kesalahan 5%, kemudian dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan nyata. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bunga produktif, bobot akar kering, bobot tajuk kering, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, diameter buah, dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC urin kelinci, kambing, dan sapi dengan konsentrasi 20 ml/L belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra. Tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot akar kering, bobot tajuk kering, bobot buah segar, diameter buah, dan panjang buah tertinggi diperoleh pada dosis NPK 50% dari rekomendasi (4,5 g/polybag N; 2,25 g/polybag P; dan 2,25 g/polybag K). Pemberian NPK 50% mampu menyamai pemberian NPK 100% pada pertumbuhan dan hasil okra. Interaksi tidak terjadi antara pemberian jenis POC urin dan dosis pupuk NPK anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra.The goals of this research was to determine the effect of type liquid organic fertilizer in growth and yield of okra on ultisol, the effect of dose reduction inorganik NPK fertilizer recommendations in growth and yield of okra on ultisol, and to know the effect of type liquid organic fertilizer and inorganik NPK fertilizer in growth and yield of okra on ultisol. This research was conducted on 12 May 2019 until 4 November 2019 at the Screen house (4 x 8 m2) Pasir Lor Village, Karanglewas District, Banyumas Regency with altitude 81 m above sea level and the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research used was Complete Randomized Block Design two factor with three replications. The first factor is the type of liquid organic fertilizer (POC), namely rabbit urine POC, goat rine POC, and cow urine POC with a concentration of 20 ml/L. The second factor is the dose of inorganic NPK fertilizer, which is 0%, 50%, and 100% of the recommended dosage. The data obtained were analyzed using an F-level error test of 5%, then followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) if there was a significant difference. Variabels observed included plant height, number of leaves, stem diameter, productive flowering, dry root weight, dry crown weight, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit diameter, and fruit length,. The results showed that liquid organic fertilizer from urine of rabbit, goat, and cow with a concentration of 20 ml/L had not been able to increase growth and yield of okra. Plant height, number of leaves, stem diameter, dry root weight, dry crown weight, fresh fruit weight, fruit diameter, and highest fruit length were obtained at 50% NPK dose from the recommendation (4,5 g/polybag N; 2,25 g/polybag P; and 2,25 g/polybag K).Giving 50% NPK is equivalent to giving 100% NPK on the growth and yield of okra. There was no interaction between the time of a type urine POC and dose of inorganic NPK fertilizer on the growth and yield of okra plants.
2658629936E1A114101TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELAKSANAAN EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN DAN PENENTUAN HARGA LIMIT

(Studi Terhadap Putusan Nomor: 62/Pdt.G/2016/PN.Bdg)
Penelitian ini dilakukan terhadap perkara dan Putusan Pengadilan Nomor 62/Pdt.G/2016/PN.Bdg, yaitu gugatan wanprestasi dalam perjanjian kredit setelah dilakukan eksekusi objek hak tanggungan. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah pelaksanaan eksekusi objek Hak Tanggungan yang dilakukan oleh kreditur (Bank) dalam Putusan Nomor: 62/Pdt.G/2016/PN.Bdg? dan 2. Bagaimanakan kreditur (Bank) dalam penentuan nilai limit apakah sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku?. Adapun tujuan penelitiannya adalah : Untuk menganalisis pelaksanaan eksekusi objek Hak Tanggungan yang dilakukan oleh kreditur (Bank) dalam Putusan Nomor: 62/Pdt.G/2016/PN.Bdg dan 2. Untuk menganalisis penentuan nilai limit sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian diskriptif analitis dan analisis secara normatif kualitatif.This research was conducted on cases and Court Decisions Number 62/Pdt.G/2016/PN.Bdg, namely a claim for default in the credit agreement after the execution of the object of coverage right. The problems raised in this study are: 1. How is the execution of the object of the Mortgage by the creditor (Bank) in Decision Number: 62/Pdt.G/2016/PN.Bdg? and 2. How is the credit (Bank) in determining the limit value, is it in accordance with the applicable legal rules? The research objectives are: To analyze the execution of the mortgage object execution by the creditor (Bank) in Decision Number: 62/Pdt.G/2016/PN.Bdg and 2. To analyze the determination of the limit value is in accordance with the applicable legal rules. The research method used is a normative juridical method, with descriptive analytical research specifications and qualitative normative analysis.
2658729940A1D016025KAJIAN KOMPOSISI PUPUK MAJEMUK NPK ZEO GRANUL DAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN SERAPAN N DAN PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA ULTISOLSPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh komposisi pupuk majemuk NPK-ZEO Granul terhadap serapan N dan pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada Ultisols, 2) mengetahui komposisi pupuk majemuk NPK-ZEO Granul yang paling baik pengaruhnya terhadap serapan N dan pertumbuhan tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada Ultisols, 3) mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap serapan N dan pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada Ultisols, 4) mengetahui adanya pengaruh interaksi antara pupuk majemuk NPK-ZEO Granul dengan pupuk organik terhadap serapan N dan pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada Ultisols.
Penelitian dilaksanaan di screen house fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, serta di Laboratorium Tanah dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura. Peneltian ini dilaksanakan pada 6 September 2019 sampai 18 Maret 2020. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 perlakuan yaitu pupuk majemuk NPK Zeo Granul dan pupuk organik. Faktor dikombinasikan, diperoleh 6x2 perlakuan sehingga didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Variabel yang diamati adalah serapan N, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, kandungan klorofil, bobot umbi basah, bobot umbi kering dan bobot tanaman segar.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang nyata pada perlakuan pupuk majemuk NPK Zeo Granul terhadap serapan N dan pertumbuhan bawang merah kecuali pada jumlah anakan. Pada variabel pertumbuhan komposisi pupuk majemuk NPK Zeo Granul meningkatkan jumlah anakan dengan hasil rata – rata tertinggi 5,39 pada komposisi M4. Pupuk organik memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap serapan N dengan rata – rata 1.265,51 mg/tan. Pupuk organik meningkatkan tinggi tanaman sebesar 36,38 cm. Pupuk organik meningkatkan jumlah daun sebesar 9,98 helai, bobot umbi basah 10,41 g, bobot umbi kering 1,41 g dan bobot tanaman segar 12,74 g. Interaksi antara kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.
ABSTRACT


This study aims to 1) Determine the effect of NPK-ZEO Granule compound fertilizer on N uptake and growth of shallots (Allium ascalonicum L.) on Ultisols, 2) determine the composition of NPK-ZEO Granule compound fertilizer which has the best effect on N uptake and growth onion plants (Allium ascalonicum L.) on Ultisols, 3) determine the effect of organic fertilizers on N uptake and growth of shallot (Allium ascalonicum L.) plants on Ultisols, 4) know the influence of the interaction between NPK-ZEO Granule compound fertilizer with organic fertilizer on N uptake and growth of onion (Allium ascalonicum L.) on Ultisols.
The research was conducted at the screen house of the Faculty of Agriculture of Jenderal Soedirman University in Purwokerto, as well as in the Soil Laboratory and the Agronomy and Horticulture Laboratory. This research was conducted from 6 September to 18 March 2020. The experimental design used was a Randomized Complete Group Design with 2 treatments, namely NPK Zeo Granul compound fertilizer and organic fertilizer. Combined factors, obtained 6x2 treatments so that 12 treatment combinations were obtained. The observed variables were N uptake, plant height, number of leaves, number of tillers, chlorophyll content, bulb wet weight, bulb dry weight and plant wet weight.
The results showed that there was no significant effect on the treatment of NPK Zeo Granul compound fertilizer on N uptake and onion growth except for the number of tillers. In the growth variable of the NPK Zeo Granul compound fertilizer composition increased the number of tillers with the highest average yield of 5.39 on the composition of M4. Organic fertilizers had a very significant effect on N uptake with an average of 1,265.51 mg / plant. Organic fertilizers increase plant height by 36.38 cm. Organic fertilizers increased the number of leaves by 9.98, 10.41 g of bulb wet weight, 1.41 g of bulb dry weight and 12.74 g of fresh plant weight. The interaction between the two treatments did not significantly affect all the observed variables.
2658829941A1D016071PENGARUH MEDIA TANAM DAN APLIKASI POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botritys L.)Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan : (1) Mendapatkan konsentrasi POC yang
optimal pada berbagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga (Brassica
oleracea var. Botritys L.) (2) Mendapatkan kombinasi media tanam yang terbaik pada
pertumbuhan dan hasil kubis bunga (Brassica oleracea var. Botritys L.) (3) Mengetahui
interaksi antara pemberian konsentrasi POC dan berbagai media tanam terhadap pertumbuhan
dan hasil kubis bunga (Brassica oleracea var. Botritys L). Penelitian dilakukan di rumah
plastik Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada
24 Februari sampai 21 Mei 2020. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian
yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu
media tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanah saja, tanah dicampur arang sekam dengan
perbandingan 2:1, dan tanah dicampur dengan sekam serta pasir dengan perbandingan 2:1:1.
Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair terdiri dari 4 taraf yaitu, 0 cc/lt, 4 cc/lt, 6
cc/lt dan 8 cc/lt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemberian pupuk organik cair
memberikan pengaruh optimal pada jumlah daun, kandungan klorofil, bobot bunga dan
panjang akar dengan titik optimumnya 4 cc/lt. Aplikasi media tanam tanah yang dicampur
arang sekam dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 memberikan pengaruh optimal pada
jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, bobot bunga dan panjang akar. Kombinasi media
tanam tanah yang dicampur arang sekam dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 dan pupuk
organik cair dengan konsentrasi 4 cc/lt memberikan pengaruh pada jumlah daun, bobot bunga
dan panjang akar.
This research aimed to know : (1) Getting the optimal concentrate of POC in various
growing media on the growth and yield of cauliflower (Brassica oleracea var. Botritys L.) (2)
Getting the best combination of growing media on growth and yield of cauliflower (Brassica
oleracea var. Botritys L. ) (3) Determine the interaction between administration of POC
concentrate and various planting media to the growth and yield of cauliflower (Brassica
oleracea var. Botritys L.). This research was conducted at green house of Tambaksogra
Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java in February to June 2020. The
research design used was the Randomized Block Design (RBD) with two factors. The first
factor was the planting media which consists of 3 levels, soil only, soil mixed with husk
charcoal in a ratio of 2: 1, and soil mixed with husk and sand in a ratio of 2: 1: 1. The second
factor was the concentration of liquid organic fertilizer consisting of 4 levels, 0 cc / lt, 4 cc /
lt, 6 cc / lt and 8 cc / lt. Results of the research showed that : The application of liquid
organic fertilizer had an optimal effect on the number of leaves, chlorophyll content, flower
weight and root length with an optimum point of 4 cc / lt, Application of soil planting media
mixed with rice husk and sand charcoal with a ratio of 2 : 1: 1 gives an optimal effect on the
number of leaves, leaf area, chlorophyll content, flower weight and root length, The
combination of soil planting media mixed with rice husk and sand with a ratio of 2: 1: 1 and
liquid organic fertilizer with a concentration of 4 cc / lt gives effect to the number of leaves,
flower weight and root length.
2658929943H1D016004MONITORING DAN CONTROLLING PEMBERIAN NUTRISI SAYURAN PAKCOY HIDROPONIK DENGAN RASPBERRY PI BERBASIS WEBMonitoring dan controlling nutrisi tanaman hidroponik secara berkala merupakan suatu hal utama yang harus dilakukan petani hidroponik untuk menjaga pertumbuhan tanaman hidroponik tumbuh secara maksimal. Proses monitoring dan controlling nutrisi tanaman hidroponik secara berkala ini membutuhkan waktu yang cukup banyak sehingga kurang efektif dan efisien untuk petani hidroponik ketika dilakukan secara berkala setiap harinya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membuat sebuah web yang memudahkan petani hidroponik dalam melakukan proses monitoring dan controlling nutrisi tanaman hidroponik dengan menerapkan teknologi internet of things (IoT) pada sistem pertanian hidroponik yang menghasilkan sistem hidroponik pintar. Pembuatan sistem hidroponik pintar ini menggunakan metode waterfall. Tahapan utama dalam siklus hidup pengembangan sistem dalam metode ini, yaitu: analisa, desain, pengkodean, dan pengujian. Sistem hidroponik pintar ini dapat digunakan untuk memonitor dan mengontrol pemberian nutrisi tanaman hidroponik secara otomatis oleh petani hidroponik melalui website. Sistem hidroponik pintar ini terdiri dari 2 bagian utama yaitu bagian perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman python dengan framework flask dan bagian perangkat keras yang dibangun dengan menggunakan instalasi hiroponik dan raspberry pi sebagai mikrokontroller utamanya. Hasil pengujian blackbox menunjukkan hasil valid yang berarti aplikasi sudah sesuai dengan yang diharapkan. Hasil dari user acceptance test menunjukkan nilai rata-rata sebesar 78,5% dengan kategori “Baik” yang berarti aplikasi ini layak untuk digunakan.Monitoring and controlling nutrition of hydroponic plants on a regular basis is the main thing that hydroponic farmers must do to keep the growth of hydroponic plants growing optimally. The process of monitoring and controlling hydroponic plant nutrition on a regular basis requires a lot of time so that it is less effective and efficient for hydroponic farmers when it is carried out regularly every day. This research aims to create a web that makes it easier for hydroponic farmers in the process of monitoring and controlling hydroponic plant nutrition by applying internet of things (IoT) technology to hydroponic farming systems that produce smart hydroponic systems. The making of this smart hydroponic system uses the waterfall method. The main stages in the system development life cycle in this method, such as: analysis, design, coding, and testing. This smart hydroponic system could be used to monitor and control the provision of hydroponic plant nutrition automatically by hydroponic farmers through a website. This smart hydroponic system consists of 2 main parts, such as the software part which is built using the python programming language with the flask framework and the hardware part that is built using the hydroponic installation and raspberry pi as the main microcontroller. Blackbox test results show valid results, which means the application is as expected. The results of the user acceptance test show an average value of 78.5% in the "Good" category, which means this application is feasible to use.
2659029942F1A013019MINAT BERWIRAUSAHA SARJANA MENJALANKAN BISNIS DIRECT SELLING TUPPERWARE DI PURWOKERTOPertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jika pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pertambahan lapangan kerja akan menimbulkan masalah pengangguran. Saat ini Indonesia sedang mengalami masalah keterbatasan kesempatan kerja yang tercermin dari jumlah pengangguran yang semakin meningkat. Masyarakat Indonesia khususnya para sarjana kesulitan mencari pekerjaan, di tengah krisis ekonomi, mendorong sarjana mencari alternatif pekerjaan dengan berwirausaha. Berwirausaha merupakan salah satu alternatif, dan bentuk wirausaha yang dipilih adalah bergabung dengan bisnis direct selling. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui minat berwirausaha di kalangan sarjana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi sarjana dan motivasi sarjana terhadap bisnis direct selling Tupperware di PT. Mulyo Dito Pangestu Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dari peneltian ini adalah sales force yang berstatus sebagai sarjana dan karyawan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi yaitu dengan membandingkan hasil wawancara dengan satu responden dengan responden lain, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data dan displai data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan para sales force menilai bisnis direct selling merupakan program yang baik karena dapat meningkatkan pendapatan finansial. Kendalanya, sales force sulit membina consultant yang ada di unitnya untuk tetap aktif. Faktor intrinsik terdiri dari ingin mendapatkan penghasilan, mendapatkan banyak hadiah, suka produk Tupperware, suka dengan mekanisme bisnis Tupperware, dan mendapatkan banyak ilmu. Faktor ekstrinsik terdiri dari dorongan dari keluarga, dan teman. Informan menggabungkan motivasi satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Population growth in Indonesia is increasing from year to year. If population growth is not balanced with additional employment, it will cause unemployment problems. Currently, Indonesia is experiencing the problem of limited job opportunities, which increases the number of unemployed. Indonesian society, especially bachelor have difficulty finding work, in the midst of the economic crisis, encouraging bachelor to seek alternative jobs by entrepreneurship. Entrepreneurship is one alternative, and the preferred form of entrepreneurship is joining a direct selling business. This research is important to do to see the interest in entrepreneurship among bachelor.
The purpose of this research is knowing about bachelor perception and bachelor motivation of direct selling business Tupperware in PT. Mulyo Dito Pangestu Purwokerto. This research using qualitative approximation. The informant of this research is sales force with undergraduate status, and employees. Collecting data using interview, observation, and documentation. Checking the validity of the data using triangulasi which is comparing each other informant interview result, observation, and documentation. Data analysis using qualitative description include data reduction, data display, and take a conclusion. The result of this research about sales force perception of direct selling bussiness is: bussiness is a good program because this program can increase achievement in financial income. The obstacle of direct selling business is the sales force finds it difficult to train consultants in their units to remain active. The intrinsic factor consists of wanting to earn an income, getting lots of gifts, liking Tupperware products, liking the Tupperware business mechanism, and getting a lot of knowledge. Meanwhile, extrinsic factors consist of encouragement from family and friends. Informants combine motivation with each other to achieve the desired goals.
2659129944F1C016001REPRESENTASI KONFLIK KELAS DALAM DRAMA KOREA (ANALISIS
SEMIOTIKA SERIAL SKY CASTLE)
Kepopuleran serial drama Korea telah meluas ke negara-negara di Asia lainnya,
sehingga membuatnya menjadi alat promosi nilai, gambaran dan selera masyarakat
Korea kepada penonton Internasionalnya. Serial drama Korea mampu
merepresentasikan kehidupan sosial masyarakat Korea.
Tujuan penelitian ini di antaranya untuk mengetahui alur cerita drama SKY
Castle, mengetahui representasi konflik kelas sosial yang ditampilkan dalam serial
drama Korea Sky Castle dan mendeskripsikan makna denotasi, konotasi dan mitos
model semiotika Roland Barthes dalam serial drama Korea Sky Castle.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma
konstruktivistik serta melalui analisis semiotika untuk mengetahui konflik kelas sebagai
representasi realitas kehidupan sosial budaya masyarakat Korea Selatan.
Sasaran dari penelitian ini adalah serial drama Korea “SKY Castle” dengan objek
penelitian yaitu representasi konflik kelas sosial. Adapun hasil penelitian ini
menemukan dua kelompok kelas sosial, yaitu kelas atas dan kelas bawah yang memiliki
nilai, budaya dan keyakinan berbeda sehingga mendorong munculnya konflik vertikal
yang terbagi menjadi dua bentuk konflik, yakni konflik di lingkungan sekolah dan
konflik di lingkungan rumah.
The popularity of Korean drama series has spread to other Asian countries,
making it a means of promoting the value, image and taste of Korean society to its
international audience. One Korean drama series that is able to represent the social life
of the Korean people is “SKY Castle”.
The objectives of this research include knowing the drama storyline of SKY
Castle, knowing the representation of social class conflict that is shown in the Korean
drama series Sky Castle and describing the meaning of denotation, connotation and
myths of Roland Barthes' semiotic model in the Korean drama series “SKY Castle”.
This research is using qualitative method with a constructivist paradigm and
through semiotic analysis to determine class conflict as a representation of the social
and cultural realities of South Korean society.
The target of this research is the Korean drama series "SKY Castle" with the
research object, namely the representation of social class conflict. The results of this
research found two groups of social classes, that is the upper class and the lower class
who have different values, cultures and beliefs so as to encourage the emergence of
vertical conflict which is divided into two forms of conflict, namely conflict in the school
environment and conflict in the home environment.
2659229939H1B016042KAPASITAS KUAT LENTUR BALOK BETON MUTU 20 MPA DENGAN BAHAN PENGIKAT PORTLAND POZZOLAN CEMENT DAN VARIASI PENAMBAHAN CALCIUM STEARATEBalok beton bertulang merupakan komponen penting bagi suatu struktur bangunan. Pada dasarnya balok berfungsi sebagai rangka penguat horizontal bangunan terhadap beban-beban yang bekerja di atasnya. Apabila balok menahan beban yang mengakibatkan timbulnya momen lentur, akan terjadi deformasi (regangan) lentur dan geser di dalam balok tersebut. Regangan inilah yang mengakibatkan timbulnya tegangan pada balok, tegangan tekan di bagian atas, dan tegangan tarik di bagian bawah. Pada balok terdapat penulangan lentur dan penulangan geser yang memiliki fungsi masing-masing. Penulangan lentur untuk menahan pembebanan momen lentur, sedangkan penulangan geser (penulangan sengkang) untuk menahan pembebanan geser yang terjadi pada balok. Calcium stearate ditambahkan ke dalam campuran beton bertujuan untuk mencegah masuknya air dan bahan kimia ke dalam beton. Reaksi antara calcium stearate dan semen menghasilkan suatu senyawa yang secara fisik menyerupai lilin. Efek pelapisan ini menyebabkan beton bersifat hydrophobic atau tidak menyerap air sehingga beton sulit ditembus oleh air atau bahan kimia lainnya. Penelitian ini bermaksud mengetahui pengaruh variasi penambahan calcium stearate sebesar 0 kg/m3, 1 kg/m3, 5 kg/m3, dan 10 kg/m3 terhadap nilai kuat lentur dan pola keruntuhan lentur yang terjadi pada balok beton bertulang. Digunakan balok berukuran (150x100x1000) mm dengan baja tulangan diameter 10 dan 13 mm, serta sengkang diameter 8 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tegangan lentur rerata untuk setiap penambahan calcium stearate sebesar 0 kg/m3 yaitu 30,103 MPa, 1 kg/m3 yaitu 29,406 MPa, 5 kg/m3 yaitu 25,060 MPa, dan 10 kg/m3 yaitu 22,713 MPa. Disimpulkan bahwa semakin banyak kadar penambahan calcium stearate akan menurunkan nilai tegangan lentur. Selain itu, pola keruntuhan yang terjadi adalah keruntuhan geser (web shear crack).Reinforced concrete beam is an important component for a building structure. Beam essentially serves to horizontally strengthen a building against weights working on it. If a beam bear weight which causes bending moment, bending and shear deformation (strain) will occur in the beam. The strain produces stress which must be borne by the beam, upper compressive stress, and lower compressive stress. The beam has bending reinforcement and shear reinforcement which have their own functions. Bending reinforcement bear bending moment, while shear reinforcement (cross bar reinforcement) to borne shear loading on the beam. Calcium stearate is used on concrete to prevent water and other chemicals from entering the concrete. The reaction between calcium stearate and cement produces a compound which is physically similar to wax. The coating effect makes the concrete hydrophobic so that the concrete is difficult to penetrate by water or chemicals. The present study aimed to determine the effect of adding calcium stearate variations at 0 kg/m3, 1 kg/m3, 5 kg/m3, and 10 kg/m3 on flexural strength and bending collapse pattern on reinforced concrete beam. Used beam sized (150x100x1000) mm with reinforcement bar dimension 10 and 13 mm, and stirrups dimension 8 mm. The research result showed that the average bending stress for every calcium stearate addition, i.e. at 0 kg/m3 it was 30.103 MPa, at 1 kg/m3 it was 29.406 MPa, at 5 kg/m3 it was 25.060 MPa, and at 10 kg/m3 it was 22.713 MPa. It’s concluded that the more calcium stearate is added, the lower the bending stress on reinforced concrete beam. Moreover, the collapse pattern on reinforced concrete beam is web shear crack.
2659329946F1C016008Analisis Resepsi Mahasiswi Terhadap Personal Branding Beauty Vlogger Abel Cantika Melalui Video YoutubeABSTRAKSI
Dunia kecantikan semakin berkembang didukung dengan kemajuan teknologi kini informasi tentang kecantikan dapat diakses melalui internet. Muncul media sosial bernama youtube yang memiliki fungsi sebagai media hiburan dan informasi. Beauty vlogger merupakan sebuah pekerjaan membuat segala video bertemakan kecantikan seperti make up dan skin care serta cara menggunakannya, tips dan trik seputar dunia kecantikan. Perkembangan dunia kecantikan ini membuat profesi beauty vlogger semakin banyak. Salah satu beauty vlogger yang terkenal di Indonesia adalah Abel Cantika. Ia sering bekerjasama dengan perusahaan make up besar seperti maybelline, emina dan wardah. Ia memiliki personal branding yang membedakannya denan beauty vlogger yang lain yaitu konsisten, sopan dan sederhana. Penelitian ini berusaha untuk menganalsiis bagaimana pemaknaan mahasiswi terhadap personal branding beauty vlogger Abel Cantika melalui video youtubenya. Dalam menganalisis personal branding Abel Cantika peneliti menggunakan teori analisis resepsi yang dicetuskan oleh Stuart Hall (1973) khalayak dalam memaknai pesan media dapat dibagi menjadi tiga posisi yaitu dominant hegemonic, negotiated dan oppositional. Peneliti berpedoman pada delapan konsep personal branding yang disampaikan oleh Peter Montoya yaitu Spesialisasi, Kepemimpinan, Kepribadian, Perbedaan, Visibilitas, Kesatuan, Keteguhan dan Niat Baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) yang dilakukan pada enam mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman dengan berbagai jurusan, angkatan dan latar belakang yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswi secara garis besar menerima dengan baik personal branding Abel Cantika sebagai seorang beauty vlogger, tiga informan secara konsisten menempati posisi dominant hegemonic dan tiga lainnya menempati posisi negotiated, tidak ditemukan sikap penolakan sehingga tidak ada informan yang masuk dalam posisi oppositional.
ABSTRACT
The everlasting developments of the world of beauty have always been supported by the information technology advancements, with the rapid growth of social media platforms such as YouTube that serves as an entertainment and information medium, making beauty-related topics more accessible from the internet than before. A beauty Vlogger is a person who creates and posts videos about beauty-related topics, such as makeup tutorials, skincare topics, and also beauty tips and tricks. The growing world of beauty has made beauty vlogger recognized as important as a full-time job. Abel Cantika is one of the well-known beauty vloggers in Indonesia, she often doing sponsorship jobs with large cosmetic companies such as Maybelline, Emina, and Wardah. She has strong personal branding that makes her different from other beauty vloggers. The purpose of this research is to analyze how the female students interpret Abel Cantika’s personal branding as a Beauty Vlogger in her YouTube videos. To analyzing Abel Cantika’s personal branding, the researcher uses Stuart Hall’s Reception Analysis Theory (1973) that says audiences who interpret media messages could be divided into three positions: dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional. The researcher also using Peter Montoya’s personal branding concepts as a guidance, that consist of The Law of Specialization, The Law of Leadership, The Law of Personality, The Law of Distinctiveness, The Law of Visibility, The Law of Unity, The Law of Persistence and The Law of Goodwill. This research is using the descriptive-qualitative method and using Focus Group Discussion (FGD) as the main research technique. The FGD was held with six Jenderal Soedirman University female students from different majors, different college years, and different backgrounds to determine the result. The result of this research shows that the majority of the female students accept Abel Cantika’s personal branding as a beauty vlogger, with three of the female students occupy the dominant-hegemonic positions, thee male students occupy the negotiated positions, and no female students occupying the oppositional position.
l.
2659429948C1L015053PENGARUH KONTROL DIRI, POLA ASUH ORANG TUA DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWAPendidikan merupakan suatu hal utama wajib dipersiapkan individu peserta didik dalam menghadapi kemajuan zaman serta untuk menjaga dan melindungi bangsa dalam menghadapi permasalahan yang ada dalam negara ini. Tujuan pendidikan akan berhasil dicapai jika disertai motivasi yang tinggi dari peserta didik dalam menempuh pendidikan. Motivasi yakni faktor yang mendorong serta membangkitkan perilaku agar mampu mengarahkan serta mencapai tujuan. Motivasi belajar disini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri seseorang yaitu kontrol diri tertapi juga faktor eksternal yang berasal dari keluarga dan lingkungan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Pengaruh kontrol diri terhadap motivasi belajar siswa. (2) Pengaruh pola asuh orangtua terhadap motivasi belajar siswa. (3) Pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X IPS sebanyak 151. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan probability sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, regresi moderasi, uji F dan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) Kontrol diri berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. (2) Pola asuh orang tua berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. (3) Media sosial berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa.
Kata kunci: Kontrol Diri, Orang Tua, Media
Education is the main thing that must be prepared by individual students in facing the progress of the times and to protect and to protect the nation in dealing with problems that exist in this country. Educational goals will be successfully achieved if accompanied by high motivation from students in taking education. Motivation is a factor that encourages and evokes behavior in order to be able to direct and achieve goals. Motivation to learn here is not only influenced by internal factors from within a person, namely self-control, but also external factors that come from the family and the environment at school. This study aims to analyze (1) The influence of self-control on student learning motivation. (2) The effect of parenting on students' learning motivation. (3) The influence of social media on student learning motivation. This research is a quantitative study using a survey method. The population in this study was class X IPS totaling 151. This sampling technique used probability sampling. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis, moderated regression, F test and t test.
The results showed: (1) Self control has a positive effect on student motivation. (2) Parenting style has a positive effect on student motivation. (3) Social media has a positive effect on student learning motivation.
Keywords: Self-Control, Parents, Media
2659529947J1E015003AN ANALYSIS OF SUBJECT-VERB AGREEMENT ERRORS IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT
(A Descriptive Research of The Descriptive Texts Written By The 12th Grade Students of Madrasah Aliyah Al-fatah Cilacap Academic Year 2019/2020)
Asy’ari, Sofyan Rijal. 2020. An Analysis of Subject-Verb Agreement Errors in Writing Descriptive Text (A Descriptive Research of the Descriptive Texts Written by The 12th Grade Students of Madrasah Aliyah Al-fatah Cilacap Academic Year 2019/2020). Skripsi. Pembimbing 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd., Pembimbing 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Penguji: Drs. Agus Sapto Nugroho, M.Ed.TESOL. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.

Judul penelitian ini adalah “An Analysis of Subject-Verb Agreement Errors in Writing Descriptive Text (A Descriptive Research of the Descriptive Texts Written by The 12th Grade Students of Madrasah Aliyah Al-fatah Cilacap Academic Year 2019/2020)”. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tipe kesalahan subject-verb agreement yang dibuat siswa dalam menulis teks deskriptif, (2) mengetahui penyebab kesalahan subject-verb agreement yang dibuat siswa dalam menulis teks deskriptif, dan (3) mengetahui strategi guru dalam mengoreksi kesalahan subject-verb agreement yang dibuat siswa dalam menulis teks deskriptif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh teks deskriptif yang dibuat siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Al-fatah Cilacap pada Tahun Ajaran 2019/2020 yang berjumlah 38 teks deskriptif. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan total sampling maka jumlah sampel penelitian sama seperti jumlah populasi secara keseluruhan. Kemudian, peneliti menggunakan tes, analisis dokumen, dan wawancara sebagai alat pengumpulan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada tiga tipe kesalahan subject-verb agreement yang ditemukan dalam teks deskriptif yang ditulis oleh siswa. Tiga tipe tersebut adalah omission, addition, dan misformation. Omission terjadi sebanyak 64 kali atau 56,14% dari jumlah seluruh kesalahan subject-verb agreement. Kemudian, addition terjadi sebanyak 21 kali atau 18,42%. Selanjutnya, misformation terjadi sebanyak 29 kali atau 25,44%. (2) Ada dua penyebab utama yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan subject-verb agreement yaitu interlingual error dan intralingual error. Interlingual error menyebabkan 32 kesalahan atau 28,07% sedangkan intralingual error menyebabkan 82 kesalahan atau 71,93% dari jumlah kesalahan subject-verb agreement. (3) Guru menggunakan tiga strategi dalam mengoreksi kesalahan subject-verb agreement yang dilakukan siswa. Tiga strategi tersebut adalah direct feedback, metalinguistic feedback, dan remedial teaching.
Asy’ari, Sofyan Rijal. 2020. An Analysis of Subject-Verb Agreement Errors in Writing Descriptive Text (A Descriptive Research of the Descriptive Texts Written by The 12th Grade Students of Madrasah Aliyah Al-fatah Cilacap Academic Year 2019/2020). Thesis. Supervisor 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd., Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Examiner: Drs. Agus Sapto Nugroho, M.Ed.TESOL. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto.

The title of the research is “An Analysis of Subject-Verb Agreement Errors in Writing Descriptive Text (A Descriptive Research of the Descriptive Texts Written by The 12th Grade Students of Madrasah Aliyah Al-fatah Cilacap Academic Year 2019/2020)”. The research aims at finding out: (1) The types of subject-verb agreement errors made by students in writing descriptive text, (2) the causes of subject-verb agreement errors made by students in writing descriptive text, and (3) the teacher’s attempts or strategies to correct subject-verb agreement errors made by students in writing descriptive text.
This research is a descriptive research. The population of this research is the descriptive texts written by the 12th grade students of Madrasah Aliyah Al-fatah Cilacap Academic Year 2019/2020 consisting of 38 descriptive texts. Then, the researcher uses total sampling so that the sample has the same number with the population. This research uses test, document analysis, and interview as the tools for collecting the data.
The results show that: (1) there are three types of subject-verb agreement errors found in descriptive texts made by students. Those three types of errors are omission, addition, and misformation. Omission occurs 64 times or 56.14% of the total errors. Addition occurs 21 times or 18.42% of the total errors. Misformation occurs 29 times or 25.44% of the total errors. (2) There are two major causes of errors namely interlingual and intralingual errors. Interlingual error causes 32 errors or 28.07% of the total errors. Meanwhile, intralingual error causes 82 errors or 71.93% of the total errors. (3) There are three strategies used by teacher to correct the errors. Those three strategies are direct feedback, metalinguistic feedback, and remedial teaching.
2659629950H1A016052STUDI APLIKASI KONTROL ARUS PROPORSIONAL PADA INVERTER SUMBER ARUS DAN TEGANGAN H-BRIDGE YANG BEROPERASI PARALELEnergi listrik merupakan energi yang sudah menjadi kebutuhan kebanyakan orang saat ini. Dalam membangkitkan energi listrik terdapat dua sumber energi yaitu energi konvensional dan energi terbarukan. Pada pembangkit energi alternatif atau terbarukan terdapat keluaran arus listrik yang berupa listrik DC. Sedangkan dalam penggunaan komponen listirk saat ini banyak yang menggunakan listrik AC. Untuk mengubahnya menggunakan inverter. Inverter yangd digunakan Inverter sumber Arus (CSI) dan Inverter Sumber Tegangan (VSI) yang menggunakan konfigurasi H-Bridge dimana pensaklarannya menggunakan IGBT. Metode pensaklaran yang digunakan yaitu Pulse Witdh Modulation (PWM). Untuk menstabilkan keluaran rangkaian digunakan kontrol proporsional. Penambahan kontroler bertujuan untuk dapat mengontrol keluaran dari inverter. Dalam penelitian ini, penulis melakukan analisi simulasi dan merancang rangkaian paralel inverter. Hasil simulasi didapat bahwa hasil keluaran inverter paralel dapat dikontrol menggunakan kontrol proporsional dengan mengubah tegangan referensi, sedangkan untuk perancangan arus keluaran tidak akurat sehingga arus dikalibrasikan pada tegangan referensi dikontroler. Kontroler bisa diaplikasikan pada CSI karna pada VSI menyebabkan terjadinya pergeseran fasa sehingga saat memparalelkan dengan CSI tidak membentuk sinusoidal.Electrical energy is an energy that has become a necessity for most people today. Electrical energy generators have two sources of energy, its conventional energy, and renewable energy. Alternative or renewable energy plants, there is an output of electric current in the form of DC electricity. Meanwhile, in the use of electrical components, many currently use AC power. To replace it used an inverter. Inverters are used Current source inverters (CSI) and voltage source inverters (VSI) which use the H-Bridge configuration where switching uses IGBT. The switching method used is Pulse Width Modulation (PWM). To stabilize the circuit output, proportional control is used. The addition of a controller aims to control the output of the inverter. In this study, the authors conducted a simulation analysis and designed a parallel inverter circuit. The simulation results show that the parallel inverter output can be controlled using proportional control by changing the reference voltage, while the design of the output current is not accurate so that the current is calibrated to the controlled reference voltage. The controller can be applied to CSI because the VSI causes a phase shift so that when parallel with CSI it does not form sinusoidal.
2659729951L1B016016PENAPISAN BAKTERI AMILOLITIK DI SALURAN PENCERNAAN IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KABUPATEN BANYUMASBakteri amilolitik mensekresikan enzim amilase yang dapat menghidrolisis amilum menjadi glukosa sehingga memudahkan dalam proses penyerapan pakan oleh ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan bakteri amilolitik pada saluran pencernaan ikan gurami dan tingkat aktivitas bakteri amilolitik yang berasal dari saluran pencernaaan ikan gurami yang dibudidayakan di Kabupaten Banyumas. Sampel diambil secara purposive random sampling dari PBIAT Singasari dan Pokdakan Beji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 88% isolat bakteri dari PBIAT Singasari dan 68% isolat bakteri dari Pokdakan Beji merupakan bakteri amilolitik. Sampel ikan gurami yang berasal dari PBIAT Singasari memiliki bakteri amilolitik dengan indeks berkisar 0,07-2,34, sedangkan sampel yang berasal dari Pokdakan Beji memiliki bakteri amilolitik dengan indeks berkisar 0,04-2,76. Tingkat aktivitas bakteri amilolitik saluran pencernaan ikan gurami dari dua lokasi tidak berbeda nyata(P>0,05).
Amylolitic bacteria can produce amylase anzyme which functions to hydrolyze amylum into glucose, that is easily absorbed by fish. The purpose of this study was to determine the presence of amylolytic bacteria in digestive tract of gouramy fish and the activity level of amylolytic bacteria isolated from the digestive tract of gouramy fish that were cultivated in Banyumas Regency. Samples were taken with purposive random sampling from PBIAT Singasari and Pokdakan Beji. The result showed that 88% of the bacterial isolates from PBIAT Singasari and 68% of the bacterial isolates from Pokdakan Beji was amylolytic bacteria. The sample of gouramy from PBIAT Singasari have amylolytic bacteria with an index ranging from 0,07-0,34, while the sample from Pokdakan Beji have amylolyctic bacteria with an index ranging from 0,04-2,76. The activity level of amylolytic bacteria in the digestive tract of gouramy from the two locations was not significantly different (P>0.05).
2659829981L1B016044PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) DENGAN PERBEDAAN PERSENTASE PENAMBAHAN TEPUNG DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) PADA PAKAN Penelitian berjudul Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nilem (O. hasselti) dengan Perbedaan Persentase Penambahan Tepung Daun Lamtoro (L. leucocephala) Pada Pakan. Tepung daun lamtoro merupakan sumber daya hayati lokal yang berpotensial untuk digunakan sebagai salah satu sumber protein nabati dalam pakan ikan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun lamtoro dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nilem (O. hasselti) dan mengetahui persentase tepung daun lamtoro terbaik pada pakan. Metode yang digunakan adalah eksperimen di Balai Perikanan Pandak, Baturraden dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan penambahan tepung daun lamtoro pada pakan menggunakan persentase 0%, 20%, 25% dan 30%. Masing-masing perlakuan dilakukan empat ulangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan persentase penambahan tepung daun lamtoro berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, antara lain pertumbuhan berat mutlak berkisar antara 1.17 – 8.80 gr, pertumbuhan panjang mutlak berkisar antara 1.30 – 2.77 cm, pertumbuhan harian berkisar antara 0.04 – 0.29 cm/g/hr, pertumbuhan spesifik berkisar antara 0.32 – 1.86%, efisiensi pakan berkisar antara 0.09 – 0.44%, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan nilem (O. hasselti). Pertumbuhan terbaik yaitu dengan perlakuan tanpa penambahan tepung daun lamtoro atau perlakuan 0% dengan nilai pertumbuhan berat mutlak 8.80 gr, pertumbuhan panjang mutlak 2.77 cm, pertumbuhan harian 0.29 cm/gr/hr, pertumbuhan spesifik 1.86%, efisiensi pakan 43.75% dan kelangsungan hidup sebesar 95%. The study was entitled Growth and Survival of Nilem (O. hasselti) with the Difference in the Percentage of Addition of Lamtoro (L. leucocephala) Leaf Flour to Feed. Lamtoro leaf flour is a potential local biological resource to be used as a source of vegetable protein in fish feed. The aim of the research was to determine the effect of adding lamtoro leaf meal in the feed to the growth and survival of the patchouli (O. hasselti) and to determine the percentage of the best lamtoro leaf meal in the feed. The method used was an experiment at the Pandak Fishery Center, Baturraden with a completely randomized design. Treatment of adding lamtoro leaf meal to the feed used a percentage of 0%, 20%, 25% and 30%. Each treatment was carried out four replications. The results of the study showed that the percentage addition of lamtoro leaf flour had a significant effect on growth, including absolute weight growth ranging from 1.17 to 8.80 gr, absolute length growth ranged from 1.30 - 2.77 cm, daily growth ranged from 0.04 - 0.29 cm / g / hr. , the specific growth ranged from 0.32 - 1.86%, feed efficiency ranged from 0.09 - 0.44%, but there was no significant effect on the survival of nilem fish (O. hasselti). The best growth was the treatment without the addition of lamtoro leaf meal or 0% treatment with an absolute weight growth value of 8.80 gr, 2.77 cm absolute length growth, 0.29 cm/gr/day daily growth, 1.86% specific growth, 43.75% feed efficiency and survival rate of 95%.
2659929958I1D016008PENGARUH KESADARAN TENTANG MEMBACA LABEL MAKANAN TERHADAP POLA KONSUMSI MAKANAN KEMASAN PADA SISWA SMA NEGERI 2
PURWOKERTO
PENGARUH KESADARAN TENTANG MEMBACA LABEL MAKANAN TERHADAP POLA KONSUMSI MAKANAN KEMASAN PADA SISWA SMA NEGERI 2 PURWOKERTO
Dini Rahmaniah1, Atikah Proverawati2, Pramesthi Widya Hapsari2

Latar Belakang : Pola makan pada remaja erat kaitannya dengan konsumsi makanan kemasan. Makanan kemasan pada umumnya mengandung garam dan kalori yang tinggi yang kurang baik untuk kesehatan. Label informasi gizi digunakan untuk mempermudah konsumen mendapatkan informasi kandungan gizi yang benar dan jelas tentang makanan kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran tentang membaca label makanan terhadap pola konsumsi makanan kemasan pada siswa di SMA Negeri 2 Purwokerto.
Metode : Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 54 orang diambil secara stratified random sampling. Tingkat kesadaran tentang label makanan kemasan diukur menggunakan kuesioner dan pola konsumsi makanan kemasan diukur dengan metode Food Frequency Questionnaire. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square.
Hasil Penelitian : Sebanyak 81,5% responden berjenis kelamin perempuan dan sebanyak 87% responden berusia 16 tahun. Tingkat kesadaran tentang membaca label makanan kemasan yang tinggi sebesar 87%. Responden dengan pola konsumsi makanan kemasan yang jarang dan sering masing-masing sebesar 50%. Hasil analisis ststistik menunjukkan tidak ada pengaruh kesadaran tentang membaca label makanan terhadap pola konsumsi makanan kemasan (p= 0,284).
Kesimpulan : Tidak ada pengaruh kesadaran tentang membaca label makanan terhadap pola konsumsi makanan kemasan.
EFFECT OF AWARENESS ABOUT READING FOOD LABELS ON PACKAGING FOOD CONSUMPTION PATTERNS IN HIGH SCHOOL 2 PURWOKERTO STUDENTS
Dini Rahmaniah1, Atikah Proverawati2, Pramesthi Widya Hapsari2

Background: Diet in adolescents is closely related to the consumption of packaged foods. Packaged foods contain high salt and calories which is not good for health. Nutritional information labels are intended to make it easier for consumers to obtain correct and clear nutritional information on packaged foods. This study was aimed to determine the effect of awareness about reading food labels on the consumption patterns of packaged food among adolescents in SMA Negeri 2 Purwokerto.
Methods: The design of this research was observational with a cross sectional approach, a sample of 54 people taken by stratified random sampling. The level of awareness about packaged food labels was measured by a questionnaire and consumption pattern of packaged food using by the Food Frequency Questionnaire method. Data was analyzed by using Chi Square test.
Results: A number of 81.5% respondents were female and 87% were 16 years old. The highest level of awareness about reading packaged food labels is 87%. It was found the rare and frequent consumpstion pattern of packeged foods on each respondents were 50%. The results of statistical analysis showed that there was no effect of awareness about reading food labels on the patterns consumption of packaged foods (p = 0.284).
Conclusion: Awareness about reading food labels does not effect the consumption patters of packaged food.

2660029953C1C016049Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi di Universitas Jenderal Soedirman untuk Mengikuti Pendidikan Profesi AkuntansiPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada mahasiswa akuntansi yang ada di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi di Universitas Jenderal Soedirman untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi ekonomi, motivasi karier, biaya pendidikan, dan faktor lingkungan terhadap minat. Populasi di dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Jumlah responden yang di ambil dalam penelitian ini adalah 105 responden. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan IBM SPSS Statistics v25 for windows menunjukkan bahwa: (1) motivasi ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat, (2) motivasi karier tidak terdapat pengaruh terhadap minat, (3) biaya pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat, (4) faktor lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat, (5) faktor lingkungan paling dominan berpengaruh terhadap minat.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah yaitu Penyelenggara Pendidikan Profesi Akuntansi diharapkan mampu meningkatkan sosialisasi dan promosi kepada mahasiswa untuk dapat melanjutkan pendidikannya di Pendidikan Profesi Akuntansi sehingga nantinya dapat terbentuk akuntan profesional serta lebih meningkatkan kualitas dalam pengajaran dan penyempurnaan terhadap kurikulum materi yang ada mengacu pada perubahan atau dinamika profesi akuntansi. Mahasiswa akuntansi diharapkan dapat menambah wawasan tentang Pendidikan Profesi Akuntansi agar nantinya dapat menjadi akuntan yang profesional.
This research is a quantitative research on accounting students at Jenderal Soedirman University in Purwokerto. This study takes the title "Factors Affecting the Interest of Accounting Students at Jenderal Soedirman University to Follow Accounting Professional Education". The purpose of this study was to determine the effect of motivation, career motivation, education costs, and environmental factors on interest. The population in this study were students of S1 Accounting, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University. The number of respondents who took in this study were 105 respondents. The method used in determining the sample is purposive sampling.
Based on the results of research and data analysis using IBM SPSS Statistics v25 for windows, it shows that: (1) economic motivation has a positive and significant effect on interest, (2) career motivation has no effect on interest, (3) education costs have a negative and significant effect on interest. interest, (4) environmental factors have a positive and significant effect on interest, (5) environmental factors have the most influence on interest.
The implication of the report above is that the Accounting Professional Education Provider is expected to be able to increase the socialization and promotion of students to be able to continue their education in Accounting Professional Education so that later professional accountants can be formed and improve quality in enhancing and refining the existing material curriculum referring to changes or professional dynamics. accounting. Accounting students are expected to add insight into the Accounting Professional Education so that later they can become professional accountants.