Artikelilmiahs

Menampilkan 26.501-26.520 dari 50.222 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2650129844E1A116084Penerapan Pasal 225 Ayat 3 Undang – Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Dalam Perkara PKPU PT. First Anugerah Karya WisataPenundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada dasarnya merupakan penawaran rencana perdamaian oleh debitor. Namun, UUK menentukan dalam permohonannya dapat dilakukan oleh kreditor. Salah satu perkara PKPU yang pengajuannya dimohonkan oleh para kreditornya adalah PKPU PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Berada dalam masa PKPU selama 9 bulan, First Travel dibantu oleh Pengurus dalam mengurus hartanya, hal ini sebagaimana ketentuan Pasal 225 ayat (3) UUK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Pasal 225 ayat 3 undang-undang nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang dalam perkara PKPU PT. First Anugerah Karya Wisata.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Spesifikasi penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan dan data primer melalui wawancara dengan Pengurus PKPU First Travel, dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tim Pengurus PKPU First Travel telah menerapakan Pasal 225 ayat (3) sebagai dasar untuk menjalankan tugas dan wewenangnya yang secara garis besar terdapat 2 (dua) hal, yaitu pertama terhadap pengurusan administrasi PKPU dan yang kedua terhadap pengurusan harta First Travel itu sendiri.
The suspension of payments (PKPU) is basically an offer of a peace plan by the debtor. However, the UUK determines in its application that creditors can make it. One of the PKPU cases whose creditors filed filing was PKPU PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Being in the PKPU period for 9 months, First Travel is assisted by the Management in managing its assets, this is as stipulated in Article 225 paragraph (3) of the UUK. This study aims to determine the application of Article 225 paragraph 3 of law number 37 of 2004 concerning bankruptcy and postponement of debt payment obligations in the case of PKPU PT. First Anugerah Karya Wisata.
The research method used in this research is normative juridical with qualitative normative analysis. The research specification uses descriptive research. The data collection method was carried out by using secondary data through library research and primary data through interviews with PKPU First Travel Management, with the method of presenting data in the form of narrative text and arranged systematically.
The results of the research show that the PKPU First Travel Management Team has applied Article 225 paragraph (3) as the basis for carrying out its duties and authorities which in general there are 2 (two) things, namely the first for PKPU administration and the second for the management of First Travel assets. alone.
2650229595A1L114065PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI SERBUK GERGAJI DI TANAH ENTISOL DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian dosis bokashi serbuk gergaji di tanah entisol yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau, 2) mengetahui pengaruh interval waktu pemberian pupuk daun yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau, 3) mengetahui interaksi pemberian bokashi serbuk gergaji di tanah entisol dan interval waktu pemberian pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse Fakultas Pertanian, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas pada ketinggian + 110 m di atas permukaan laut. Penelitian ini berlangsung pada bulan Desember 2019 sampai bulan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Adapun kedua faktor yang digunakan yaitu: Faktor pertama adalah dosis bokashi serbuk gergaji yang terdiri dari 3 taraf, antara lain: M0= Kontrol (tanpa bokashi), M1= Entisol + Bokashi 20 ton/ha, dan M2= Entisol + Bokashi 40 ton/ha. Faktor kedua adalah interval waktu pemberian pupuk daun yang terdiri dari 3 taraf, antara lain: P0= Kontrol (tanpa dipupuk), P1= (3 hari sekali), dan P2= (6 hari sekali). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian. Apabila berbeda nyata diuji lanjut dengan menggunakan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi serbuk gergaji tidak dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tinggi tanaman (28 HST), luas daun, bobot tajuk segar, dan bobot tajuk kering. Interval waktu pemberian pupuk daun dapat memberikan pertumbuhan panjang akar, bobot akar segar, dan bobot akar kering. Terdapat adanya interaksi pada kehijauan daun.This study aims to 1) determine the effect of giving a dose of bokashi sawdust in the right entisol soil on the growth and yield of mustard greens, 2) determine the effect of appropriate leaf fertilizer application time intervals on the growth and yield of green mustard plants, 3) determine the interaction of giving sawdust bokashi in entisol soil and the time interval of foliar fertilizer application on the growth and yield of green mustard plants. The research was conducted at the Screenhouse of the Faculty of Agriculture, Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency at an altitude of + 110 m above sea level. This research took place from December 2019 to February 2020. This study used a factorial randomized block design (RBD) with 2 treatment factors. The two factors used are: The first factor is the dosage of sawdust bokashi which consists of 3 levels, including: M0 = Control (without bokashi), M1 = Entisol + Bokashi 20 tons / ha, and M2 = Entisol + Bokashi 40 tons / Ha. The second factor is the time interval for foliar fertilizer application which consists of 3 levels, among others: P0 = control (without fertilization), P1 = (once every 3 days), and P2 = (once every 6 days). The data obtained were analyzed by analysis of variance. If it is significantly different, then continue testing using DMRT at the 5% level. The results showed that giving bokashi sawdust could not provide growth and yield of plant height (28 DAS), leaf area, fresh shoot weight, and dry shoot weight. The time interval for foliar fertilizer application can give growth of root length, fresh root weight, and dry root weight. There is an interaction on leaf greenness.
2650329845K1C016056Pengaruh Dopping PbO Pada Sintesis Material Superkonduktor BaBiO3Superkonduktor adalah suatu bahan yang dapat mengalirkan arus listrik secara sempurna dalam jumlah besar tanpa mengalami hambatan. Bahan material superkonduktor sangat menjanjikan karena hambatannya kecil sehingga dapat mencapai nilai nol pada suhu yang sangat rendah Tc = 0 artinya superkonduktor dapat menghantarkan arus walaupun tanpa adanya sumber tegangan. Skripsi ini mengkaji mengenai “Pengaruh Dopping PbO Pada Sintesis Material Superkonduktor BaBiO3”. Penelitian ini dilakukan dengan proses reaksi padatan atau pencampuran kering menggunakan bahan baku material serbuk BaCO3, Bi2O3, dan PbO. Tujuan penelitian ini adalah mencari temperatur optimum dalam proses sintering (pemanasan) serta melihat bagaimana pengaruh dari dopping PbO pada material superkonduktor BaBiO3 dengan menggunakan metode reaksi padatan. Proses ini berawal dengan penimbangan masing-masing bahan baku material, kemudian dilanjutkan dengan pemillingan menggunakan mortar agatte selama ± 2 jam. Dalam penelitian ini dilakukan variasi komposisi massa sebesar x = 0,1, x = 0,2, x = 0,25, dan x = 0,3. Kemudian, sampel dibentuk menjadi pelet berdiameter 1 cm, dan diberi tekanan kompaksi sebesar 250 Mpa. Selanjutnya dilakukan pemanasan dengan Tube Furnace pada temperatur 610°C selama 12 jam penahannya. Untuk menganalisa sifat superkonduktivitasnya dilakukan karakterisasi Cryogenic, SEM (Scanning Electron Microscope), dan XRD (X-Ray Diffraction).Superconductor is a material that can conduct large amounts of electric current without experiencing resistance. Superconducting materials are very promising because of their small resistance so that they can reach zero values at very low temperatures. Tc = 0 means that the superconductor can conduct current even without a voltage source. This thesis examines the "Effect of PbO Dopping on the Synthesis of BaBiO3 Superconducting Materials". This research was conducted with a solid reaction process or dry mixing using powder materials BaCO3, Bi2O3, and PbO. The purpose of this research is to find the optimum temperature in the sintering process (heating) and to see how the effect of PbO dopping on the BaBiO3 superconducting material using the solids reaction method. This process begins with weighing each of the raw materials, followed by grinding using a mortar agatte for ± 2 hours. In this study, the mass composition variations of x = 0,1, x = 0,2, x = 0,25, and x = 0,3 were carried out. Then, the sample was formed into pellets with a diameter of 1 cm, and was given a compacting pressure of 250 Mpa. Furthermore, heating with a Tube Furnace at a temperature of 610°C for 12 hours of holding. Cryogenic, SEM (Scanning Electron Microscope) and XRD (X-Ray Diffraction) were analyzed to analyze the superconductivity.
2650429849C1I016014Factors That Influencing Creative Accounting Practices At Manufacturing Company That Listed On Indonesia Stock ExchangeTerdapat celah pada kebijakan dan regulasi. Kegiatan pemanfaatan celah pada regulasi dan kebijakan akuntansi disebut creative accounting. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah kompensasi bonus, leverage, dan profitabilitas merupakan faktor yang dapat memengaruhi creative accounting. Populasi yang digunakan sebagai objek dari penelitian yaitu 162 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2017-2019. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya, diperoleh sampel sebanyak 32 perusahaan manufaktur. Penelitian ini menggunakan 3 periode observasi, maka diperoleh 96 data sampel. Penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan program EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kompensasi bonus diikuti dengan semakin tinggi creative accounting. Semakin tinggi leverage diikuti dengan semakin tinggi creative accounting. Semakin tinggi profitabilitas diikuti dengan semakin tinggi creative accounting.There is a loophole in regulation and policies. The act of optimizing the loophole in accounting regulation and policies is called as creative accounting. Therefore, this research aims to investigate whether the bonus compensation, leverage, and profitability are factors that influencing creative accounting. The population taken as objects of observation are 162 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2017-2019. Sample selection is done by using the purposive sampling method. This research obtained a sample of 32 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This research uses three periods, so there are 96 sample data. This research is used panel data regression with EViews program. The results showed that the higher bonus compensation is followed by higher creative accounting. The higher leverage is followed by higher creative accounting. The higher profitability is followed by the higher creative accounting.
2650529850A1A016025KAJIAN FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK
ELECTRONIC WORD OF MOUTH (EWOM) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBELIAN PRODUK BUAH DI KOJAMA SHOP
Electonic Word Of Mouth (eWOM) merupakan hal yang dapat mempengaruhi pembelian dari konsumen. Usaha dibidang pertanian yang memasarkan produk buah melalui platform online adalah Kojama Shop melalui marketplace seperti Go-Send, Grab dan Shopee. Produk unggulan Kojama Shop adalah alpukat mentega. Meningkatnya perkembangan teknologi dan perkembangan zaman mengakibatkan adanya persaingan produk buah alpukat mentega dan suatu produk tidak berarti apabila tidak menjadi sebuah topik perbincangan konsumen. Untuk memenangkan persaingan Kojama Shop harus meningkatkan eWOM dengan mengetahui faktor-faktor pembentuk eWOM dan pengaruhnya terhadap pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui faktor-faktor pembentuk eWOM terhadap pembelian produk buah di Kojama Shop dan (2) Mengetahui pengaruh faktor-faktor yang terbentuk dari eWOM terhadap pembelian produk buah di Kojama Shop.
Penelitian ini dilaksanakan pada 6 Maret sampai 21 April 2020. Tempat pengambilan data dilakukan di akun instagram Kojama Shop. Pemilihan tempat penelitian dilakukan secara sengaja. Sasaran penelitian adalah pengikut akun instagram Kojama Shop yang sudah pernah membeli dan mengkonsumsi produk buah alpukat mentega minimal 2 kali, berusia minimal 18 tahun dan aktif menggunakan media sosial instagram. Pengambilan data menggunakan metode survei melalui kuesioner secara online menggunakan google form. Penentuan sampel menggunakan rumus Unknown Population, penelitian ini mengambil 150 responden. Analisis data menggunakan deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 5 buah faktor eWOM yaitu: Concern for Others, Expressing Positive Feelings, Economic Incentives, Helping the Company dan Platform Assistance. Kelima faktor tersebut memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dan individu terhadap pembelian.
Electonic Word Of Mouth (eWOM) is a matter of what can affect the purchase of consumers. Business of agriculture that markets fruit products through online platform is Kojama Shop through Market like Go-Send, Grab and Shopee. The flagship product of Kojama Shop is avocado butter. Increasing technological developments and the development of the times resulted in the competition of the products of avocado butter and a product does not mean if not become a topic of consumer discussion. To win the competition Kojama Shop should improve eWOM by knowing the forming factors of eWOM and its impact on the purchase. The research aims to: (1) know eWOM's forming factors on the purchase of fruit products in the Kojama Shop and (2) Knowing the influence of the factors formed by eWOM on the purchase of fruit products in the Kojama Shop.
The study took place on March 6 to April 21, 2020. The data retrieval site is done in Kojama Shop's Instagram account. The selection of research places is intentionally. The target of research is the follower of the Kojama Shop Instagram account that has already bought and consumed butter avocado fruit products at least 2 times, aged at least 18 years and actively using social media Instagram. Data retrieval using survey methods through online questionnaires using Google forms. Sampling using the Unknown Population formula, the study took 150 respondents. Data analysis uses descriptive and multiple linear regression. The results showed that there are 5 factors of eWOM: Concern for Others, Expressing Positive Feelings, Economic Incentives, Helping the Company and Platform Assistance. These five factors have a significant influence together and an individual towards the purchase.
2650629839H1B016041Pengaruh Jarak Sengkang pada Balok Beton Bertulang Menggunakan Sambungan Las pada Tulangan Sengkang terhadap Kuat GeserBeton bertulang merupakan material komposit yang terdiri dari beton dan baja tulangan yang disusun di dalam beton. Balok beton bertulang harus diberi penulangan geser yang berupa tulangan sengkang untuk menahan gaya geser. Balok pada area tumpuan mengalami retak geser yang membentuk sudut 45° karena adanya transfer gaya-gaya geser yang bekerja dari tengah bentang ke tumpuan, oleh karena itu perlu perkuatan dalam pemasangan tulangan sengkang untuk memperkuat kapasitas kuat geser yang diterima balok. Pengelasan memiliki kelebihan yaitu sambungan menjadi lebih kaku, sehingga penggunaan las pada pemasangan tulangan sengkang dapat digunakan untuk menahan beban geser yang mengakibatkan kemungkinan kapasitas kuat geser balok bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat geser antara balok dengan sengkang dibendrat dan sengkang dilas dengan pengaruh jarak antar sengkang 5 cm, 10 cm, dan 15. Pada penelitian ini menggunakan 2 jenis balok, yaitu balok dengan pemasangan sengkang dibendrat pada tulangan utama dan balok dengan pemasangan sengkang dilas pada tulangan utama. Balok tersebut memiliki dimensi 60 cm x 15 cm x 20 cm. Penggunaan bendrat dan las untuk pemasangan sengkang dilakukan pada semua titik sambungan antara tulangan sengkang dan tulangan utama balok. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) yang menghasilkan gaya dalam maksimum yang dapat ditahan oleh balok (P) yang selanjutnya akan digunakan untuk menganalisis kuat geser balok dengan acauan SNI 03-2847-2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kuat geser balok dengan sengkang dibendrat untuk jarak 5 cm sebesar 70,27 kN, 10 cm sebesar 50,41 kN, dan 15 cm sebesar 34,17 kN. Sedangkan hasil rata-rata kuat geser balok dengan sengkang dilas untuk jarak 5 cm sebesar 91,74 kN, 10 cm sebesar 75,67 kN, dan 15 cm sebesar 62,01 kN. Hasil rata-rata tersebut menunjukan bahwa kuat geser balok dengan sengkang dilas lebih besar daripada rata-rata kuat geser balok dengan sengkang dibendrat.

Kata Kunci : beton, balok beton bertulang, pengelasan sengkang, dan kuat geser balok.
Reinforced concrete is a composite material consisting of concrete and reinforcing steel which is arranged in the concrete. Reinforced concrete beam must be provided with stirrups reinforcement in the form of shear reinforcement to withstand shear forces. The beam in the bearing area experiences shear cracks that form an angle of 45 ° due to the transfer of shear forces acting from the midle of the span to the pedestal, therefore reinforcement is needed in the installation of stirrups to strengthen the shear strength capacity received by the beam. Welding has the advantage that the joint becomes stiffer, so that the use of welding in the installation of stirrups can be used to withstand shear loads which result in the possibility of increasing the shear strength of the beam. This study aims to determine the ratio of shear strength between the beam with stirrups tied with tie wire and welded stirrups on the effect of the spacing between 5 cm, 10 cm, and 15 cm stirrups. In this study using 2 types of beams, namely beams with the installation of stirrups tied with tie wire on the main reinforcement and beams with the installation of welded stirrups on the main reinforcement. The block has dimensions of 60 cm x 15 cm x 20 cm. The use of tie wire and welds for the installation of stirrups is carried out at all points of connection between the stirrups and the main reinforcement beam. The test is carried out using a Universal Testing Machine (UTM) which produces the maximum inner force that can be held by the beam (P) which will then be used to analyze the shear strength of the beam with reference to SNI 03-2847-2002. The results showed that the average shear strength of the beam with stirrups tied with tie wire at a distance of 5 cm was 70.27 kN, 10 cm was 50.41 kN, and 15 cm was 34.17 kN.While the results of the average shear strength of the beam with welded stirrups at a distance of 5 cm is 91.74 kN, 10 cm is 75.67 kN, and 15 cm is 62.01 kN. The average result shows that the shear strength of a beam with welded stirrups is greater than the average shear strength of a beam with stirrups tied with tie wire.

Keywords: concrete, reinforced concrete beam, welding of stirrups, & shear strength.
2650729851D1A016132PENGARUH LAMA PEMBALURAN DENGAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) PADA DAGING AYAM PETELUR AFKIR BAGIAN PAHA TERHADAP SIFAT FISIKTujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh lama waktu pembaluran daging ayam petelur afkir bagian paha dengan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang ditinjau dari keempukan, nilai pH, daya ikat air dan susut masak. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 10 ekor ayam petelur ayam afkir strain Lohmann Brown umur 90-96 minggu, belimbing wuluh 1000 g, larutan buffer pH 7 dan aquadest. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen, dengan rancangan percobaan Rancang Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian menggunakan belimbing wuluh konsentrasi 20% dari bobot daging yang digunakan yang terdiri dari R1= Lama pembaluran 30 menit; R2= Lama pembaluran 60 menit; R3= Lama pembaluran 90 menit; R4= Lama pembaluran 120 menit. Rataan nilai keempukan yang diperoleh dalam penelitian yaitu: R1= 0.036 mm/g/detik; R2= 0.039 mm/g/detik; R3= 0.042 mm/g/detik; R4= 0.044 mm/g/detik. Rataan nilai pH yang diperoleh dalam penelitian yaitu: R1= 4.76; R2= 4.68; R3= 4.51; R4= 4.38. Rataan nilai daya ikat air yang diperoleh dalam penelitian yaitu: R1= 27.40%; R2= 28.29%; R3= 31.91%; R4= 38.78. Rataan nilai susut masak yang diperoleh dalam penelitian yaitu: R1= 36.55%; R2= 37.52%; R3= 42.31%; R4= 39.09%. Hasil analisis variansi (anava) menunjukkan bahwa pembaluran belimbing wuluh berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap nilai keempukan, berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap nilai pH dan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap daya ikat air serta susut masak daging ayam petelur afkir bagian paha. Kesimpulan, lama waktu pembaluran dengan belimbing wuluh sampai dengan 120 menit menghasilkan nilai keempukaan yang lebih tinggi dan nilai pH yang lebih rendah, namun menghasilkan nilai daya ikat air dan susut masak sama.The purpose of the study was to examine the effect of the coating time of culled laying hens thigh with starfruit (Averrhoa bilimbi L.) in terms of tenderness, pH value, water holding capacity and cooking loss. The materials used in this study were 10 Lohmann Brown strains of culled laying hens 90-96 weeks old, 1000 g of starfruit, pH 7 buffer solution and aquadest. The method used in the study was an experimental method, with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications. The treatments in this study used starfruit with a concentration of 20% of the weight of the meat used which consisted of R1 = 30 minutes of coating time; R2 = 60 minutes of coating time; R3 = 90 minutes of coating time; R4 = 120 minutes of coating time. The average values of tenderness obtained in the study were: R1 = 0.036 mm/g/sec; R2 = 0.039 mm/g/sec; R3 = 0.042 mm/g/sec; R4 = 0.044 mm/g/sec. The average pH values obtained in the study are: R1 = 4.76; R2 = 4.68; R3 = 4.51; R4 = 4.38. The average value of the water holding capacity obtained in the study were: R1 = 27.40%; R2 = 28.29%; R3 = 31.91%; R4 = 38.78. The average cooking losses obtained in the study were: R1 = 36.55%; R2 = 37.52%; R3 = 42.31%; R4 = 39.09%. Treatments that had a significant effect were further tested with the Honestly Significant Difference Test. The results of the analysis of variance (ANOVA) showed that the coating time of starfruit had a significant effect (P <0.05) on the tenderness value, had a very significant effect (P <0.01) on the pH value and the significant had no effect (P >0.05) on the water holding capacity and cooking losses of laying hens, the thighs part. The conclusion, the coating time of culled laying hens with starfruit at 120 minutes of coating time resulted in higher tenderness values and lower pH values, however, the values of water holding capacity and cooking loss are the same.
2650829852H1B016039Komparasi Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Ulir Lurus Dan Polos Kait Dengan Variasi Panjang Penyaluran Pada Mutu Beton 25 MpaAbstrak – Struktur beton bertulang merupakan material komposit yang terdiri dari beton dan baja tulangan yang ditanam dalam beton. Beton memiliki sifat yang mampu menahan kuat tekan tetapi lemah menahan gaya tarik. Dengan ditambahnya baja tulangan dalam beton, maka beton bertulang dapat digunakan dalam konstruksi bangunan. Beton bertulang pada bangunan gedung biasanya digunakan untuk beberapa elemen struktur, misalnya balok, kolom, pondasi dan pelat. Tulangan utama pada balok harus memiliki panjang sesuai yang direncanakan, akan tetapi pada kenyataan di lapangan tidak semua tulangan dapat memenuhi panjang rencana, oleh karena itu perlu dilakukan sambungan tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang penyaluran dan jenis tulangan pada sambungan tulangan utamanya terhadap nilai kuat lentur balok beton bertulang. Pada penelitian ini menggunakan 2 jenis balok, yaitu balok dengan tulangan ulir lurus dan balok dengan tulangan polos kait pada sambungan tulangan utamanya. Pada kedua jenis balok tersebut menggunakan 3 variasi panjang penyaluran, yaitu 10 cm, 20 cm, dan 30 cm. Balok tersebut memiliki dimensi 60 cm x 15 cm x 20 cm. Pengujian balok menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) yang menghasilkan beban maksimum kemudian dihitung nilai kuat lenturnya menggunakan rumus SNI 4154:2014. Hasil dari pengujian untuk tulangan polos kait 135o, memberikan hasil kuat lentur panjang penyaluran 10 cm sebesar 7,49 MPa, panjang penyaluran 20 cm sebesar 8,23 MPa, panjang penyaluran 30 cm sebesar 12,52 MPa, sedangkang kuat lentur tulangan ulir lurus memberikan hasil kuat lentur panjang penyaluran 10 sebesar 8,26 MPa, panjang penyaluran 20 cm sebesar 13,10 MPa, panjang penyaluran 30 cm sebesar 14,03 MPa. Dari data hasil pengujian menunjukan bahwa nilai kuat lentur menggunakan tulangan ulir lurus lebih besar dari pada nilai kuat lentur menggunakan tulangan polos tekuk. Dan untuk variasi panjang penyaluran, semakin besar panjang penyaluran yang digunakan maka nilai kuat lentur yang didapatkan semakin tinggi.Abstract –Reinforced concrete structure is a composite material consisting of concrete and reinforcing steel embedded in concrete. Concrete has properties that are able to withstand compressive strength but weak against tensile forces. With the addition of reinforcing steel in concrete, reinforced concrete can be used in building construction. Reinforced concrete in buildings is usually used for several structural elements, such as beams, columns, foundations and slabs. The main reinforcement on the beam must be of the length as planned, but in reality in the field not all of the reinforcement can meet the length of the plan, therefore it is necessary to connect the reinforcement. This study aims to determine the effect of length and type of reinforcement in the main reinforcing joints on the flexural strength of reinforced concrete beams. In this study, using 2 types of beams, namely beams with straight threaded reinforcement and beams with plain reinforcement hooks on the main reinforcement joints. In both types of beams using 3 variations of distribution length, namely 10 cm, 20 cm, and 30 cm. The block has dimensions of 60 cm x 15 cm x 20 cm. The beam testing uses the Universal Testing Machine (UTM) which produces the maximum load and then the flexural strength value is calculated using the SNI 4154: 2014 formula. The results of the test for plain hook reinforcement 135o, give the flexural strength of 10 cm distribution length of 7.49 MPa, distribution length of 20 cm of 8.23 MPa, length of distribution of 30 cm of 12.52 MPa, while the flexural strength of straight threaded reinforcement provides the flexural strength of the distribution length 10 is 8.26 MPa, the distribution length of 20 cm is 13.10 MPa, the distribution length of 30 cm is 14.03 MPa. From the test data, it shows that the flexural strength value using straight threaded reinforcement is greater than the flexural strength value using bending reinforcement. And for variations in channel length, the greater the length of distribution used, the higher the flexural strength value obtained.
2650929853H1B016038Pengaruh Sudut Kait Sambungan Lewatan Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Keterbatasan ukuran baja tulangan hasil industri mengakibatkan harus diadakan penyambungan pada tulangan untuk konstruksi dengan bentang panjang. panjang tulangan baja hasil industri di pasaran di batasi hanya 12 m untuk tulangan baja berdiameter kecil dan 6 m untuk baja dengan diameter besar. Cara menyambung tulangan baja dapat dilakukan dengan cara pengelasan atau penggunaan alat sambung mekanis yang sering digunakan adalah sambungan lewatan karena lebih ekonomis.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kait terhadap kuat lentur balok dan pengaruh variasi tulangan polos dan tulangan ulir terhadap kuat lentur balok. Pada penelitian ini dilakukan variasi kait pada ujung sambungan tulangan utama atau memanjang pada balok dengan mutu beton 25 Mpa menggunakan balok dengan ukuran 60 x 15 x 20 cm dan terdapat 3 variasi kait yaitu (0°,90° dan 135°). Tulangan utama yang digunakan adalah baja tulangan polos dan ulir dengan diameter 10 mm dan sengkang baja polos diameter 6 mm. Untuk mengetahui kuat lentur balok pengujian yang dilakukan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) dengan metode beban terpusat ditengah bentang balok dan didapatkan beban maksimum sedangkan untuk mengetahui kuat tekan beton atau mutu beton menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM). Dari pengujian yang telah dilakukan dapat dihitung nilai kuat lentur balok dengan acuan SNI-4154-2014..Hasil dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil kuat lentur pada baja tulangan polos dengan sudut 0° atau tanpa kait sebesar 9,18 MPa, baja tulangan polos dengan sudut 90° sebesar 12,40 MPa dan baja tulangan polos dengan sudut 135° sebesar 12,52 MPa. Sedangkan hasil kuat lentur pada baja tulangan ulir dengan sudut 0° atau tanpa kait sebesar 12.94 MPa, baja tulangan ulir dengan sudut 90° sebesar 13,81 MPa dan baja tulangan ulir dengan sudut 135° sebesar 14,26 MPa.Dari hasil tersebut didapatkan semakin besar sudut kait semakin besar juga kuat lentur balok dan didapatkan tulangan ulir lebih besar kuat lenturnya dibandingkan tulangan polos.Limited size of industrial steel reinforcement results in the need to be attached to the reinforcement for long span construction. The length of industrial steel reinforcement on the market is limited to only 12 m for small diameter steel reinforcement and 6 m for large diameter steel. How to join steel reinforcement can be done by means of welding or the use of mechanical connection tools which are often used is a cross connection because it is more economical. The purpose of this study was to determine the effect of hooks on beam flexural strength and the effect of variations of plain and threaded reinforcement on beam flexural strength. In this study, a variation of hooks at the ends of the main reinforcement joints or lengthwise on a beam with a concrete quality of 25 MPa uses a beam with a size of 60 x 15 x 20 cm and there are 3 variations of the hook, namely (0 °, 90 ° and 135 °). The main reinforcement used is plain and threaded steel reinforcement with a diameter of 10 mm and plain steel stirrup 6 mm in diameter. To determine the flexural strength of the beam tests were carried out using the Universal Testing Machine (UTM) with a centered load method in the middle of the beam span and the maximum load was obtained, while to determine the compressive strength of concrete or concrete quality using a Compression Testing Machine (CTM). From the tests that have been done, it can be calculated the flexural strength value of the beam with reference to SNI-4154-2014. Results of the research The results of the research conducted showed that the bending strength of plain reinforcing steel with an angle of 0 ° or without hooks was 9.18 MPa, plain reinforcing steel with an angle of 90 ° was 12.40 MPa and plain reinforcing steel with an angle of 135 ° of 12.52 MPa. While the results of the flexural strength on threaded reinforcing steel with an angle of 0 ° or without hooks is 12.94 MPa, threaded reinforcing steel with an angle of 90 ° is 13.81 MPa and threaded reinforcing steel with an angle of 135 ° is 14.26 MPa. The greater the hook angle, the greater the flexural strength of the beam and the threaded reinforcement is greater than that of plain reinforcement.
2651029854E1A115083TINDAK PIDANA TURUT SERTA MENGGUNAKAN SURAT PALSU ATAU YANG DIPALSUKAN (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana turut serta menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan dan dasar pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt. Dengan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa penerapan unsur-unsur tindak pidana turut serta menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, telah sesuai dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana sebagaimana rumuskan dalam Pasal 263 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP, unsur-unsurnya : Barang siapa; Dengan sengaja menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan itu seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian; Sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan.
Dasar pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt, sebagai berikut :
1. Pertimbangan unsur-unsur pasal yang didakwakan, perbuatan para terdakwa telah memenuhi unsur- unsur Pasal 263 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.
2. Pertimbangan terhadap pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, berupa : Keterangan saksi; Surat; Keterangan terdakwa
3. Pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP, tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan para terdakwa
Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I Efi Prihanti Yudiasih, S.Sos.,M.Si dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan dan Terdakwa II Supriyanto Afton Alias Afton Bin Sobihun dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan, Memerintahkan Para Terdakwa tetap ditahan.
This research aim to to know applying of doing an injustice elements have a share to use spurious letter or which is falsified and consideration base punish Judge in dropping crime to defendant in District Court Purwokerto Number decision 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt. With method approach of normative yuridical. Specification of descriptive research of analysis, Source of Decision District Court Purwokerto Number secondary data 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt.
Pursuant to result of research, got by result of that applying of doing an injustice elements have a share to use spurious letter or which is falsified in District Court Purwokerto Number decision 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt. Committee Judge checking and judging this case, have according to in applying doing an injustice elements as formulating in Section 263 Sentence (2) KUHP Section jo 55 sentence (1) to - 1 KUHP, its elements : Whose goods; Designedly use spurious letter or that falsified by real impressing, if usage of that letter can generate loss; As one who conduct, ordering to conduct or partake to conduct.
Consideration base punish Judge in dropping crime to defendant in District Court Purwokerto Number decision 84/Pid.Sus/2015/PN.Pwt is, the following :
1. Asserted Elements section consideration, deed all defendant have fulfilled element- Section element 263 Sentence (2) KUHP Section jo 55 sentence (1) to - 1 KUHP.
2. Consideration to verification pursuant to evidence appliance as arranged in Section 184 KUHAP, in the form of : Eyewitness boldness; Letter; Boldness Defendant
3. Consideration pursuant to rule of Section 197 sentence ( 1) KUHAP f letter, about things weighing against and lightening all defendant
Committee Judge let faal to Defendant I Efi Prihanti Yudiasih, S.Sos.,M.Si with crime serve a sentence during 4 (four) month and Defendant II Supriyanto Afton Alias Afton Bin Sobihun with crime serve a sentence during 2 (two) month; Commanding All Defendant remain to be arrested
2651129855K1A016048DEGRADASI ZAT WARNA METHYLENE BLUE MENGGUNAKAN
FOTOKATALIS NANOKOMPOSIT PANI/TiO2
Proses pengolahan limbah tekstil yang masih mengandung zat warna methylene blue belum
banyak diketahui oleh masyarakat sehingga pencemaran air masih kerap terjadi. Methylene blue
dapat menghambat masuknya sinar matahari ke dalam air sehingga dapat menganggu aktivitas
fotosintesis mikroalga dan menyebabkan karsinogenik jika air tercemar tersebut dikonsumsi oleh
manusia. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui sifat fotokatalitik dari hasil
sintesis Polianilin/TiO2 yang merupakan komposit berukuran nano dengan pengaplikasiannya pada
proses mendegdradasi zat warna methylene blue dalam limbah tekstil. Metode ini dinamakan
metode fotokatalis, karena dalam mendegradasi perlu adanya bantuan cahaya dan katalis untuk
mempercepat proses degradasi. Ada beberapa parameter dalam menentukan sifat fotokatalitik
PANI/TiO2 diantaranya yaitu: waktu kontak optimum, komposisi optimum, pH optimum, variasi
sumber penyinaran, uji reusable, dan laju kinetika fotokatalitik. Berdasarkan analisa data yang
dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Polianilin/TiO2 nanokomposit ini dapat lebih cepat dalam
mendegradasi zat warna methylene blue yang ada di perairan dengan konsentrasi optimum sebesar
5% (w/w), pH 7 sebagai pH optimum dalam waktu 180 menit menggunakan cahaya sinar tampak
pada lampu Tungsten, dan laju kinetika mengikuti orde satu. Namun setelah diuji reusable, hasil
sintesis PANi/TiO2 ini tidak dapat digunakan berulang kali, karena sifat fotokatalitiknya semakin
berkurang.
The processing of textile waste, which still contains methylene blue, is still not widely known
by the public, so water pollution still often occurs. Methylene blue can inhibit the entry of sunlight
into the water so that it can disrupt the photosynthetic activity of microalgae and cause carcinogens
if the contaminated water is consumed by humans.This study generally aims to determine the
photocatalytic properties of the synthesis of Polyaniline/TiO2 which is a nano-sized composite with
its application in the process of degrading methylene blue dye in textile waste. This method is
called the photocatalyst method, because in degrading it requires the help of light and a catalyst to
accelerate the degradation process. There are several parameters in determining the photocatalytic
properties of PANI/TiO2, including: contact time, composition, pH, optimum irradiation conditions,
reusable test, and kinetics rate. Based on the data analysis carried out, it was concluded that the
Polyaniline/TiO2 nanocomposite could more rapidly degrade the methylene blue dye in the waters
with an optimum concentration of 5% (w/w), pH 7 as the optimum pH within 180 minutes using
light. visible light in a Tungsten lamp, and the rate kinetics follow second order. However, after
being tested for reusability, the PANI/TiO2 synthesis results cannot be used repeatedly, because the
photocatalytic properties are reduced.
2651229856F1A014068PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (STUDI TENTANG STATEGI PEMBERDAYAAN PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DI DESA PEGIRINGAN)Pemberdayaan masyarakat adalah usaha yang dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat yang sengaja dijalankan untuk memfasilitasi masyarakat lokal dalam merencanakan, memutuskan, dan mengelola sumber daya yang dimiliki sehingga nantinya mereka memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologi, dan sosial secara berkelanjutan. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Pemalang tepatnya di Kantor PUSPINDES serta di Desa Pegiringan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana bentuk dan strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Pemerinntah Kabupaten Pemalang melalui PUSPINDES di Desa Pegiringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran dari penelitian ini adalah para pengurus PUSPINDES Kabupaten Pemalang serta masyarakat dan perangkat Desa Pegiringan. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ada tiga tahapan strategi pemberdayaan yang dilakukan PUSPINDES, pertama yaitu tahap penyadaran, di tahap ini diadakan focus group discussion untuk menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya IT. Tahap selanjutnya yaitu pengkapasitasan, pada tahap ini dilakukan pengkapasitasan masyarakat Desa Pegiringan meliputi kegiatan literasi digital dan Jambore KPMD IT. Tahap terakhir yaitu pendayaan proses ini diberikan daya, kekuasaan, otoritas sesuai dengan kualitas kecakapan yang telah dimiliki seperti penggunaan serta pemanfaatan SIDEKEM dan website desa. Bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PUSPINDES diantaranya pelatihan pengoperasian SIDEKEM, kegiatan grebeg literasi digital, pembuatan dan penggunaan website desa, serta kegiatan Jambore KPMD IT. Program PUSPINDES dinilai mampu memudahkan masyarakat, terutama perangkat daerah dalam hal pelayanan publik , meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya partisipasi masyarakat maupun aparat desa yang rendah.
Community empowerment is an effort made by the government or the community that is deliberately carried out to facilitate local communities in planning, deciding, and managing their resources so that later they have the ability and independence in a sustainable manner economically, ecologically, and socially. This research is located in the district. Pemalang to be precise at the PUSPINDES office and in Pegiringan Village.The purpose of the study is to determine the forms and strategies of Pemalang Regency Informatics and Village Development Center (PUSPINDES) in Pegiringan Village. This research used a descriptive qualitative method. The targets of this research are the administrators of PUSPINDES Pemalang Regency, the community and officials of Pegiringan Village. The technic of the study are observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was performed using an interactive analysis model. The results of this study explain that there are three stages of empowerment strategies carried out by PUSPINDES, the first is the awareness stage, at this stage a focus group discussion is held to make people aware of the importance of IT. The next stage is capacity building, at this stage the community of Pegiringan Village is carried out including digital literacy activities and the KPMD IT Jamboree. The final stage, namely the empowerment of this process, is given power, power, authority in accordance with the quality of existing skills such as the use and utilization of SIDEKEM and village websites. The PUSPINDES program is considered to be able to facilitate the community, especially regional officials in terms of public services. Even so, there are still several obstacles to be faced, including low participation of the community and village officials.
2651329857J1D016046Analisis Makna Idiomatik dalam Rubrik Opini JawaPos.com sebagai Media Pembelajaran Teks Opini Bahasa Indonesia Kelas XIIPenelitian ini membahas mengenai makna idiomatik yang terdapat pada rubrik opini di JawaPos.com. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis makna idiomatik serta implementasinya dalam pembelajaran teks opini. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yang mengkaji fakta-fakta berupa makna pada kebahasaan di rubrik opini JawaPos. Data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung makna idiomatik pada rubrik opini Jawa Pos.com. Adapun metode yang digunakan dalam pemerolehan data, yaitu metode simak menggunakan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC). Penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan hubung banding menyamakan dan hubung banding memperbedakan. Penelitian ini menggunakan metode padan untuk menganalisis jenis dan makna idiomatik. Metode padan yang digunakan disertai dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP). Metode penyajian data menggunakan metode formal dan informal. Idiom yang diteliti pada penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu idiom penuh dan idiom sebagian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan idiom sebagian lebih banyak ditemukan daripada idiom penuh. Pada penelitian ini, jumlah idiom penuh yang ditemukan adalah 10 data dan idiom sebagian adalah 20 data. Idiom yang ditemukan dapat memperkaya kosakata pembaca, selain itu dapat digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia kelas XII materi teks opini, khususnya Kompetensi Dasar 4.10 menyusun opini dalam bentuk artikel. Idiom yang ditemukan digunakan sebagai stimulus bagi siswa agar muncul ide untuk menulis teks opini.This study discusses the idiomatic meaning contained in the opinion rubric at JawaPos.com. This study aims to describe the types of idiomatic meanings and their implementation in learning opinion texts. This research is a descriptive qualitative study that examines facts in the form of meaning in language in the JawaPos opinion rubric. The data in this study are sentences containing idiomatic meanings in the Jawa Pos.com opinion rubric. The methods used in obtaining data were the observation method using the basic technique of tapping and the advanced technique of listening to the free to engage competently (SBLC). This research uses the equivalent method with the basic technique of Sorting Determinant Elements (PUP) and advanced techniques of equalization and comparative relations to differentiate.
This study uses the equivalent method to analyze idiomatic types and meanings. The equivalent method used is accompanied by the basic technique of Sorting Determining Elements (PUP). Methods of presenting data using formal and informal methods. The idioms studied in this study are divided into two, namely full idioms and partial idioms. Based on research conducted, most idioms are found more than full idioms. In this study, the full number of idioms found was 10 data and partial idioms were 20 data. The idioms found can enrich the vocabulary of the readers, besides that they can be used as a medium for learning Indonesian in class XII as an opinion text material, especially Basic Competence 4.10 to formulate opinions in the form of articles. The idioms found were used as a stimulus for students to come up with ideas to write opinion texts.
2651429859F1A016004Karakteristik Keluarga dan Pengasuhan Anak Stunting Di Desa Banteran Sumbang, BanyumasPenelitian ini dilatarbelakangi adanya kondisi stunting telah menjadi masalah prioritas utama kesehatan, dan memiliki penyebab tidak langsung yang belum banyak dilihat sebagai salah satu bentuk pencegahan. Anak yang mengalami stunting tidak hanya kondisi tubuhnya menjadi kurus dan pendek namun, juga berpengaruh pada kesehatan yang lebih rentan dan lambat dalam menyerap pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan karakteristik keluarga anak stunting, beserta pengasuhan dan sosial budayanya. Metode dalam penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan 35 sampel melalui simple random sampling dan tabel distribusi frekuensi yang digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukan bahwa karakteristik sosial ekonomi seperti, penghasilan dibawah UMR dan jumlah anggota keluarga yang terlalu banyak, juga latar pendidikan yang terbatas akan berpengaruh pada kuantitas dan kualitas pangan, alokasi waktu ibu lebih banyak untuk kegiatan domestik dibandingkan ayah, dan aspek sosial budaya mengenai pantangan dan mitos pada saat kehamilan memiliki 14 responden sedangkan masa kelahiran 10 responden. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah karakteristik sosial-ekonomi dalam keluarga berpengaruh pada tingkat kejadian stunting juga dalam aspek sosial budaya dalam keluarga yang masih dipengaruhi adanya pantangan dan mitos yang membuat batasan-batasan tertentu sehingga anak menjadi stunting. Alokasi waktu yang didominasi oleh ibu dalam pengasuhan anak mengakibatkan ibu yang harus menjadi orang yang lebih peka terhadap pertumbuhan anak.
This research is motivated by the fact that stunting has become a major health priority problem, and has indirect causes that have not been widely seen as a form of prevention. Children who are stunted not only become thin and short, but also have an effect on health, which is more vulnerable and slower to absorb knowledge. The purpose of this study was to describe the family characteristics of stunting children, along with their care and socio-culture. The method in this research uses descriptive quantitative with 35 samples through simple random sampling and frequency distribution tables which are used to analyze the data. The results show that the socio-economic characteristics, such as income below the UMR and the number of family members that are too many, as well as a limited educational background will affect the quantity and quality of food, the mother's time allocation is more for domestic activities than the father, and the socio-cultural aspects of abstinence and myth during pregnancy has 14 respondents while the birth period 10 respondents. The conclusion in this study is that the socio-economic characteristics in the family have an effect on the incidence of stunting as well as in the socio-cultural aspects of the family which are still influenced by taboos and myths that create certain limitations so that children become stunted. The allocation of time that is dominated by mothers in childcare results in mothers who have to be people who are more sensitive to children's growth.
2651529860E1A013290PENERAPAN PASAL 363 KUHP TINDAK PIDANA PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN
(Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Cilacap
Nomor 235/Pid.B/2015/PN.Clp)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor 235/Pid.B/2015/PN.Clp. Dengan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor : 235/Pid.B/2015/PN.Clp. Pengumpulan data studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk teks naratif sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Penerapan unsur-unsur Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP, tindak pidana pencurian dalam putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor 235/Pid.B/2015/PN.Clp. Majelis Hakim telah sesuai dalam menerapkan unsur-unsur rumusan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP, yaitu: Unsur Barangsiapa; Mengambil sesuatu barang; Seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain; Dengan maksud untuk dikuasai secara melawan hukum; Dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu.
Dasar pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor 235/Pid.B/2015/PN.Clp, sebagai berikut :
a) Pertimbangan yuridis : Perbuatan terdakwa telah memenuhi seluruh unsur Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Terpenuhinya pembuktian berdasarkan alat-alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 183 dan Pasal 184 KUHAP. Majelis Hakim menyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan, dan terdakwa adalah pelakunya.
b) Pertimbangan non yuridis: Pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan terdakwa, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP. Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan, menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan.
Target of this research to know applying of Section elements 363 Sentence (1) fourth KUHP, and to know consideration base punish Judge in dropping crime to defendant in District Court Cilacap Number decision 235/Pid.B/2015/PN.Clp. With method approach of normative yuridical. Descriptive specification of analysis, Source of Decision District Court Cilacap Number secondary data : 235/Pid.B/2015/PN.Clp. Study bibliography data collecting, presented in the form of description and analysed with normative method qualitative.
Applying of Elements Section 363 Sentence (1) fourth KUHP, theft doing an injustice in District Court Cilacap Number decision 235/Pid.B/2015/PN.Clp. Committee Judge have according to in applying Section formula elements 363 sentence (1) fourth KUHP, that is: Element Whomever; Taking something goods; Entirely or some of property of others; Is with a view to mastered contempted of court; Conducted by two people or more by allying.
Consideration base punish Judge in dropping crime to defendant, District Court Cilacap Number decision 235/Pid.B/2015/PN.Clp is, the following
a) Consideration yuridical: deed of Defendant have fulfilled entire/all Section element 363 sentence (1) fourth KUHP. Fufilled verification pursuant to valid evidence appliance as arranged in Section 183 and Section 184 KUHAP. Committee Judge express have proven validly and assure to make a mistake that have happened theft doing an injustice in a state of weighing against, and defendant is its perpetrator.
b) Consideration of is non yuridical: Consideration to things weighing against and things lightening defendant, as determined in Section 197 sentence ( 1) KUHAP f letter. Ceremony Judge drop crime to Defendant with crime serve a sentence during 1 ( one) year and 6 (six) month; specifying defendant remain to stay in prisoner.
2651629862L1B016032UJI AKTIVITAS LIPOLITIK BAKTERI ASAM LAKTAT DARI SALURAN PENCERNAAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KABUPATEN PANGANDARANLemak merupakan sumber energi potensial dalam budidaya ikan kakap putih (Lates calcarifer). Proses pencernaan lemak di saluran pencernaan ikan dibantu oleh mikroflora pencernaan yaitu bakteri lipolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri lipolitik dan indeks hidrolisis bakteri lipolitik pada saluran pencernaan ikan kakap putih (Lates calcarifer). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Observasi dengan pengambilan sampel secara purpose random sampling. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu mengamati keberadaan bakteri Lipolitik indeks hidrolisis bakteri lipolitik pada saluran pencernaan ikan Kakap Putih yang dibudidayakan di desa pangandaran kabupaten pangandaran. Keberadaan bakteri lipolitik pada saluran pencernaan Ikan Kakap putih ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar koloni bakteri pada media minyak zaitun. Hasil penelitian ditemukan 36 isolat yang memiliki aktivitas lipolitik dengan proporsi terbesar yaitu 36% terdapat pada ikan 2 bagian posterior. Indeks hidrolisis tertinggi dengan nilai 2 ditemukan pada isolat K314 yaitu ikan 3 Anterior.Lipid is a potential energy source in the cultivation of white snapper ( Lates calcarifer). The lipid digestion in the digestive tract of white snapper is assisted by mikroflora, namely lipolytic bacteria. The purpose of this study was to determine the presense and hydrolysis index of lipolitic bacteria in the digestive tract of white snapper (Lates calcarifer). The methode used on this study is the methode of observation with purposive random sampling. The variabel used is to observe the presence and hydrolysis index of lipolytic bacteria in the digestive tract of white snaper cultivated in Pangandaran village, Pangandaran district. The presence of lipolytic bacteria in the digestive tract of white snapper was indicated by the formation of a clear zone around the bacterial colony on the olive oil media. The results of this tudy were showed that there are 36 isolates with largest proportion in the posterior of fish 2 with percentage 36% . The highest hydrolysis index was found in the K314 isolate in the anterior fish 3 with index value 2.
2651729863C1B015053Pengaruh Informasi Daerah Asal Kopi Terhadap Preferensi Konsumen (Studi Pada Konsumen Kopi Asli Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra daerah asal dan persepsi kualitas terhadap niat beli dan familiaritas dengan daerah asal sebagai variabel moderasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 200 responden menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif pada konsumen kopi asli Indonesia di Purwokerto berdasarkan hasil data yang telah diolah menggunakan PLS (Partial Least Square) menunjukkan hasil pernyataan bahwa citra daerah asal berpengaruh positif terhadap persepsi kualitas, citra daerah asal berpengaruh positif tehadap niat beli, persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap niat beli, dan familiaritas dengan daerah asal tidak memoderasi hubungan antara persepsi kualitas dan niat beli.The purpose of this study was to analyze the effect of the image of the region of origin and perceived quality on purchase intention and familiarity with the region of origin as a moderating variables. The number of samples in this study were 200 respondents using purposive sampling method. This research is a type of quantitative research on Indonesian original coffee consumers in Purwokerto based on the results of data that have been processed using PLS (Partial Least Square) which shows that the image of the region of origin has a positive effect on perceived quality, the image of the region of origin has a positive effect on purchase intention, perceived quality positive effect on purchase intention, and familiarity with region of origin did not moderate the relationship between perceived quality and purchase intention.
2651829865A1D116039EKSPLORASI DAN UJI VIRULENSI JAMUR PATOGEN GULMA DAUN SEMPIT DI PERTANAMAN PALA TERHADAP GULMA DAUN SEMPIT DAN TANAMAN BUDIDAYAGulma merpakan salah satu kendala dalam budidaya pala. Pengendalian gulma menggunakan herbisisda kimia menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pengendalian hayati dengan memanfaatkan patogen gulma merupakan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui: 1) jenis patogen penyakit gulma berdaun sempit pada pertanaman pala, 2) virulensi patogen terhadap gulma berdaun sempit pada pertanaman pala, dan 3) terhadap tanaman budidaya pala, jagung, dan serai.
Penelitian ini dilakukan Labolatorium dan Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dilaksanakan bulan November 2019 hingga Agustus 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (split plot). Petak utama terdiri atas jamur Fusarium solani, Curvularia sp., dan Torula heteromorpha serta anak petak terdiri atas gulma Cyperus rotundus, Cyperus brevitolius, Eleusine indica, Axonopus compressus, dan Cyperus iria; serta tanaman budidaya tanaman pala, jagung, dan serai. Masing-masing kombinasi di ulang 3 kali. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, bobot basah, dan bobot kering.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga jenis jamur patogen gulma daun sempit, yaitu Fusarium solani, Curvularia sp., dan Torula heteromorpha. Masa inkubasi tercepat adalah jamur T. heteromorpha yang menyerang gulma selama 2 hari. Jamur T. heteromorpha virulen terhadap 5 jenis gulma A. compressus yang di ujikan, yang di tunjukan oleh intensitas serangan C. rotundus sebesar 2,12%, C. brevitolia sebesar 1,94%, E. indica sebesar 2,27%, A. compressus sebesar 2,27%, dan C. iria sebesar 2,04%, serta enurunan bobot basah dan bobot kering gulma sebesar 50% dibanding dengan kontrol. Jamur F. solani virulen terhadap tanaman jagung yang ditunjukkan oleh masa inkubasi tercepat selama 4 hari setelah inokulasi, intensitas serangan 1,46%, dan tidak ada serangan patogen terhadap tanaman serai dan tanaman pala. Penurunan bobot basah dan bobot kering pada tanaman budidaya yang disebabkan oleh jamur patogen sebesar 15% dibanding dengan kontrol.
Weeds are one of nutmeg cultivation obstacles. Weed control using chemical herbicides has a negative impact on the environment. Biological control by the use of weed pathogenic fungi is an environmentally friendly alternative control. The study aimed to determine: (1) type of narrow leaf weeds pathogenic fungi at nutmeg plantation, (2) virulence of the pathogenic fungi on narrow leaf weeds, and (3) on nutmeg, corn, and lemon-grass crops.
This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from November 2019 to August 2020. Split plot design was used with main plot consisted of the pathogenic fungi and subplots consisted of Cyperus rotundus, Cyperus brevitolius, Eleusine indica, Axonopus compressus, and Cyperus iria, and consisted of nutmeg, corn, and lemon-grass crops; each combination was repeated 3 times. Observed variables were incubation period, disease intensity, and crop wet and dry weight.
Result of the research indicated that the pathogenic fungi of narrow leaf weeds identified were Fusarium solani, Curvularia sp., and Torula heteromorpha. The fastest incubation period was T. hetetomorpha attacking the weeds for two days after inoculation. The highest pathogenic fungus virulence was T. heteromorpha indicated by disease intensity on C. rotundus, C. brevitolia, E. indica, A. compressus, and C. iria as 2.12, 1.94, 2.27, 2.27, and 2.04%, respectively, and decreased the weeds wet and dry weight as 50% compared to control. F. solani was virulent fungus to maize indicated by the fastest incubation period as 4 days after inoculation and disease intensity of 1.46%, but no virulence found on lemon grass and nutmeg crops. The wet and dry weight of the culativated crops decreased by the pathogenic fungi as 15% compared to control.
2651929866C1H015018The Effect of Total Asset Turnover, Capital Structure, Profitability and Liquidity on Firm Value ( Study on Property and Real Estate Sector Listed on Indonesia Stock Exchange period 2017-2019)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Perputaran Total Aset, Struktur Modal, Profitabilitas dan Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah sektor properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 perusahaan. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi data panel menunjukkan bahwa, (1) Total asset turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, (2) Struktur modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, (3) Profitabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, (4) Likuiditas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan
The Purpose of this research is to analyze the effect of Total asset turnover, Capital Structure, Profitability and Liquidity on Firm Value. The population in this research is the property and real estate sector in Indonesia Stock Exchange period 2017-2019. The numbers of samples in this study are 30 companies. Determination of sample is using purposive sampling method.
Based on the result research and data analysis using panel data regression analysis shows that, (1) Total asset turnover had positive and significant effect on firm value, (2) Capital structure had negative and no significant on firm value, (3) Profitability has positive and no significant on firm value, (4) Liquidity had negative and no significant on firm value
2652029867F1C016037Komunikasi Instruksional Antara Guru dengan Anak Lamban Belajar (Slow Learner) di Sekolah Inklusi SD Negeri 5 ArcawinangunPendidikan inklusi merupakan pendidikan yang mencampurkan anak reguler dengan anak berkebutuhan khusus dalam satu ruang kelas. Pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2018, mengatakan bahwa hampir 3 dari 10 anak disabilitas di Indonesia tidak pernah mengenyam pendidikan. Hal ini membuat peneliti ingin meneliti komunikasi instruksional antara guru dengan anak berkebutuhan khusus khususnya adalah anak slow learner.
Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana komunikasi instruksional antara guru dengan anak slow learner dalam proses belajar mengajar di kelas inklusi. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme serta menggunakan teori interaksi simbolik.
Sasaran dari penelitian ini adalah guru dan anak slow learner di SD Negeri 5 Arcawinangun. Hasil kesimpulan pada penelitian kali ini adalah dimana SD Negeri 5 Arcawiangun sudah baik dalam melakukan komunikasi instruksional seperti mengetahui materi pembelajaran yang akan disampaikan, metode yang digunakan , dan media apa saja yang akan digunakan. Dengan terciptanya suatu komponen yang berkaitan maka akan menghasilkan tujuan yang akan dicapai.
Inclusive education is education that mixes regular children with children with special needs in one classroom. In the 2018 National Socio-Economic Survey (SUSENAS) data, it is said that almost 3 out of 10 children with disabilities in Indonesia have never received education. This made researchers want to look at instructional communication between teachers and children with special needs, especially slow learner children.
The purpose of this study was to describe the extent to which instructional communication between teachers and slow learner children in the teaching and learning process in inclusive classrooms. This research uses qualitative methods with a constructivist pattern and uses symbolic interaction theory.
The targets of this research are teachers and slow learner children at SD Negeri 5 Arcawinangun. The conclusion of this research is that SD Negeri 5 Arcawiangun is already good at conducting instructional communication, such as knowing the learning materials to be delivered, the methods used, and what media to use. With the creation of a related part it will produce goals to be achieved.