| NIM | F1A016004 |
| Namamhs | DYAH AYU RACHMAWATI |
| Judul Artikel | Karakteristik Keluarga dan Pengasuhan Anak Stunting Di Desa Banteran Sumbang, Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kondisi stunting telah menjadi masalah prioritas utama kesehatan, dan memiliki penyebab tidak langsung yang belum banyak dilihat sebagai salah satu bentuk pencegahan. Anak yang mengalami stunting tidak hanya kondisi tubuhnya menjadi kurus dan pendek namun, juga berpengaruh pada kesehatan yang lebih rentan dan lambat dalam menyerap pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan karakteristik keluarga anak stunting, beserta pengasuhan dan sosial budayanya. Metode dalam penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan 35 sampel melalui simple random sampling dan tabel distribusi frekuensi yang digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukan bahwa karakteristik sosial ekonomi seperti, penghasilan dibawah UMR dan jumlah anggota keluarga yang terlalu banyak, juga latar pendidikan yang terbatas akan berpengaruh pada kuantitas dan kualitas pangan, alokasi waktu ibu lebih banyak untuk kegiatan domestik dibandingkan ayah, dan aspek sosial budaya mengenai pantangan dan mitos pada saat kehamilan memiliki 14 responden sedangkan masa kelahiran 10 responden. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah karakteristik sosial-ekonomi dalam keluarga berpengaruh pada tingkat kejadian stunting juga dalam aspek sosial budaya dalam keluarga yang masih dipengaruhi adanya pantangan dan mitos yang membuat batasan-batasan tertentu sehingga anak menjadi stunting. Alokasi waktu yang didominasi oleh ibu dalam pengasuhan anak mengakibatkan ibu yang harus menjadi orang yang lebih peka terhadap pertumbuhan anak.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is motivated by the fact that stunting has become a major health priority problem, and has indirect causes that have not been widely seen as a form of prevention. Children who are stunted not only become thin and short, but also have an effect on health, which is more vulnerable and slower to absorb knowledge. The purpose of this study was to describe the family characteristics of stunting children, along with their care and socio-culture. The method in this research uses descriptive quantitative with 35 samples through simple random sampling and frequency distribution tables which are used to analyze the data. The results show that the socio-economic characteristics, such as income below the UMR and the number of family members that are too many, as well as a limited educational background will affect the quantity and quality of food, the mother's time allocation is more for domestic activities than the father, and the socio-cultural aspects of abstinence and myth during pregnancy has 14 respondents while the birth period 10 respondents. The conclusion in this study is that the socio-economic characteristics in the family have an effect on the incidence of stunting as well as in the socio-cultural aspects of the family which are still influenced by taboos and myths that create certain limitations so that children become stunted. The allocation of time that is dominated by mothers in childcare results in mothers who have to be people who are more sensitive to children's growth. |
| Kata kunci | Stunting, Sosial-Ekonomi, Pengasuhan, Sosial Budaya |
| Pembimbing 1 | Dr. Ign. Suksmadi S, M. Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Soetji Lestari, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dra. Sotyania W, M.Kes. |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | 2020-10-13 15:46:13.107796 |
|---|