Home
Login.
Artikelilmiahs
30256
Update
FERLIYANA WIJAYANTI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Intensitas Cahaya yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Windu (Penaeus Monodon)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Udang windu merupakan hewan air yang bersifat nokturnal, sehingga pertumbuhannya di media yang gelap lebih baik dibandingkan dengan kondisi pemeliharaan yang terang karena mempengaruhi saat proses mendapatkan energi (mencari makan). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui intensitas cahaya terbaik perlakuan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang windu (P. monodon). Udang windu di pelihara pada stadia postlarva 10 dengan perlakuan intensitas cahaya yang berbeda yaitu 0 lux, 25 lux, 50 lux, 50 lux. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Media yang digunakan berupa ember ukuran 20L dengan kepadatan 850 ekor. Udang dipelihara selama 15 hari di Hatchery Dua Samudra, Cilacap, Jawa Tengah. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan (panjang mutlak, berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik (SGR)) dan kelangsungan hidup (Survival rate) pada larva udang windu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Intensitas cahaya yang berbeda, tidak berpengaruh nyata pada laju pertumbuhan larva udang windu tetapi berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup udang. Tidak diperoleh kisaran intensitas cahaya yang menunjukkan performa pertumbuhan yang baik, namun kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada intensitas cahaya 25 Lux sebesar 53%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tiger shrimp are nocturnal aquatic animals, so their growth in dark media is better than in bright conditions because they affect the process of getting energy (foraging for food). This study was intended to determine the best light intensity of treatment on the growth and survival of P. monodon larvae. Tiger prawns are maintained at postlarva stage 10 with different light intensity treatments, namely 0 lux, 25 lux, 50 lux, 50 lux. The method used in this study was a completely randomized design consisting of 4 treatments and 3 replications. The media used was a 20L bucket with a density of 850 heads. Shrimp are kept for 15 days at Hatchery Dua Samudra, Cilacap, Central Java. The parameters observed were growth (absolute length, absolute weight, and specific growth rate (SGR)) and survival rate in tiger shrimp larvae. The results showed that different light intensities had no significant effect on the growth rate of tiger prawn larvae but had a significant effect on the survival of the shrimp. The range of light intensity that showed good growth performance was not obtained, but the highest survival was obtained at 25 Lux light intensity of 53%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save