Artikel Ilmiah : C1A012115 a.n. NASRAH VINARTI
| NIM | C1A012115 |
|---|---|
| Namamhs | NASRAH VINARTI |
| Judul Artikel | ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN BANJARNEGARA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | This research is a study that analyzes secondary data with Banjarnegara Regency as the object of research. This study is entitled "Analysis of the Economic Potential of Banjarnegara Regency". The purpose of this study is to identify the basic and non-base sectors, identify the economic structure of the Banjarnegara Regency. This research uses Location Quotient, Growth Ratio Model, and Overlay. Based on the results of research using Location Quotient, Growth Ratio Model, and Overlay shows: (1) Ten sectors are the basic sectors of Banjarnegara Regency these are: agriculture, forestry and fishing; mining and quarrying; wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles; transportation and storage; financial and insurance activities; business Activities; public administration and defence,compulsory; education; human health and social work activities; other services activities. (2)The economic structure of Banjarnegara Regency is determined using the growth ratio model. The dominant sector is the sector with the first classification. The manufacturing; electricity and gas; other services activities are sector that fall into this category. The third classification is the sector that can be developed, has a high growth rate in Banjarnegara Regency, but low growth at the level of Central Java Province. These sectors are water supply, sewerage, waste management, and remeditation activities; wholesale and retail trade, repair of motor vehicle, and motorcycles. (3) The leading sectors results of overlay analysis are wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles; and other services activities. The potential sector overlay analysis results are maufacturing; electricity and gas; water supply, sewerage, waste management and remediation activities. As implication of the conclusion above, the leading sector especially wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles and other services activities become priority sector with the aim that if this sector develops, it will increase sectors that are not considered leading categories. Potential sector development is developed so that the sector can become a leading sector. Sectors that have potential can develop into leading sectors by using natural resources and human resources owned by Banjarnegara Regency, coordinating between the government and business actors in potential sectors, increasing infrastructure to support potential sectors. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Penelitian ini merupakan penelitian yang menganalisis data sekunder dengan Kabupaten Banjarnegara sebagai objek penelitian. Penelitian ini berjudul “Analisis Potensi Ekonomi Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi sektor-sektor basis dan non basis, mengidentifikasi struktur ekonomi wilayah Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunanakan Location Quotient, Model Rasio Pertumbuhan, dan Overlay. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Location Quotient, Model Ratio Pertumbuhan, dan Overlay menunjukkan bahwa: (1) Sepuluh sektor merupakan sektor basis Kabupaten Banjarnegara yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; transportasi dan pergudangan; jasa keuangan dan asuransi; jasa perusahaan; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib; jasa pendidikan; jasa kesehatan dan kegiatan sosial; jasa lainnya (2) Struktur ekonomi Kabupaten Banjarnegara menggunakan model rasio pertumbuhan. Sektor dominan merupakan sektor dengan klasifikasi 1. Sektor pengadaan listrik dan gas serta sektor jasa lainnya merupakan sektor yang termasuk pada kategori ini. Sektor potensial yang dikembangkan merupakan sektor dengan klasifikasi 3, memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi di Kabupaten Banjarnegara, akan tetapi pertumbuhan yang rendah pada tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sektor tersebut adalah pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor. (3) Sektor unggulan hasil overlay adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan sektor jasa lainnya. Sektor potensial berdasarkan hasil overlay yaitu industri pengolahan; pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu, Sektor Unggulan terutama sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor; dan sektor jasa lainnya terus didorong dijadikan prioritas dengan tujuan apabila sektor ini berkembang akan meningkatkan sektor yang tidak termasuk kategori unggulan. Pengembangan sektor potensial dikembangkan agar sektor tersebut bisa menjadi sektor unggulan. Sektor yang memiliki potensial bisa berkembang menjadi sektor unggulan dengan cara menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kabupaten Banjarnegara, melakukan koordinasi antara pemerintah dengan pelaku usaha pada sektor potensial, meningkatkan infrastruktur yang menunjang sektor potensial. |
| Kata kunci | Potensi Ekonomi, Location Quotient, Model Ratio Pertumbuhan, Overlay |
| Pembimbing 1 | Drs. Oke Setiarso, M.Si |
| Pembimbing 2 | Istiqomah, SE., M.Sc., Ph.D |
| Pembimbing 3 | Drs. Supadi |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2019-08-18 11:35:37.967659 |