Artikelilmiahs
Menampilkan 22.161-22.180 dari 51.891 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22161 | 24838 | G1A015095 | Hubungan Derajat Anemia Dan Status Gizi Dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Reguler Rawat Jalan Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Penilaian kualitas hidup dan status gizi pada pasien anemia yang menjalani hemodialisa perlu dilakukan untuk memprediksi morbiditas dan mortalitas serta menentukan baik tidaknya modalitas terapi dalam memperpanjang hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan derajat anemia dan status gizi dengan kualitas hidup pasien hemodialisa reguler rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan metode analisis korelasi Spearman. Subjek dipilih dengan cara consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Data derajat anemia pasien diperoleh dari pemeriksaan laboratorium darah untuk Hb pre hemodialisa dari rekam medik. Data status gizi diperoleh dari pengukuran metode antropometri tipe Indeks Massa Tubuh (IMT) yang meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan. Penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner kualitas hidup Kidney Disease Quality of Life Short FormTM (KDQoL SFTM) yang dipimpin oleh peneliti. Derajat anemia responden didominasi derajat anemia berat (55,2%). Status gizi responden didominasi oleh status gizi normal (38%). Kualitas hidup responden didominasi oleh kualitas hidup buruk (72,4%). Hasil Uji Spearman derajat anemia dengan kualitas hidup didapatkan p-value = 0,045 dengan r -0,374, sedangkan status gizi dengan kualitas hidup didapatkan p-value = 0,468. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh adanya hubungan antara derajat anemia dengan kualitas hidup dan tidak adanya hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup pasien hemodialisa reguler rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Assessment of life quality and nutritional status in anemic patients that undergo hemodialysis need to be done to predict morbidity and mortality also to determine whether or not the therapeutic modality in prolonging life. The objective of this study is to know the association of anemia degree and nutritional status with life quality of regular hemodialysis outpatients at RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This study used an observational analytic with cross sectional study and Spearman analysis method. Subjects were chosen by consecutive sampling according to inclusion criterias. Datas for anemia degree were obtained from blood laboratory checkups for pre hemodialysis Hb from medical records and nutritional status data were obtained by measuring Body Mass Index (BMI) using antropometry method including height and body weight measurement, then continued by filling the Kidney Disease Quality of Life Short FormTM questionnaire led by the researcher. Respondents’ anemia degree are dominated by severe anemia (55.2%). Respondents’ nutritional status are dominated by normal nutritional status (37.9%). Respondents’ quality of life are dominated by poor quality of life (72.4%). The results obtained from the research using Spearman correlation between anemia degree and quality of life is p-value= 0.045 with r -0.374, meanwhile between nutritional status and quality of life is p-value= 0.468. The conclusion of this research are there is an association between anemia degree and life quality and there is no association between nutritional status and life quality of regular hemodialysis outpatients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | |
| 22162 | 24839 | G1A015072 | HUBUNGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN KADAR HbA1c PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: Studi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto | Diabetes melitus (DM) merupakan sekumpulan kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Faktor risiko yang paling berperan terhadap timbulnya DM adalah obesitas, khususnya obesitas sentral. Salah satu parameter yang dapat dipertimbangkan untuk proses skrining dan penegakan diagnosis pasien DM yaitu pemeriksaan hemoglobin A1c (HbA1c). Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa tidak terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dengan kadar HbA1c pada subjek staf wanita dewasa sehat di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persentase lemak tubuh dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe-2 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 76 pasien FKTP Klinik Tanjung Purwokerto yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data persentase lemak tubuh menggunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis dengan alat Body Composition Analyzer (Tanita BC-541). Pengumpulan data kadar HbA1c diperoleh dari sampel darah vena pasien DM tipe-2 yang diukur dengan metode immunoassay di laboratorium. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p = 0,128. Hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dengan kadar HbA1c (p >0,005). Tidak terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe-2 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto. | Diabetes mellitus (DM) is a set of metabolic disorders characterized by hyperglycemia due to abnormalities in insulin secretion, insulin action, or a combination of both. The risk factor that influence in the onset of DM is obesity, especially central obesity. One parameter that can be considered for the screening process and diagnosis of DM patients is the examination of haemoglobin A1c (HbA1c). Previous research stated that there was no association between body fat percentage and HbA1c levels in adult women in Yogyakarta. The purpose of this research was to determine the association between the body fat percentage and HbA1c levels in type-2 diabetes mellitus patients at the First Level Health Facility Tanjung Clinic Purwokerto. This research was an observational analytic study using a cross-sectional approach. The subject of this study was 76 patients who were selected by consecutive sampling method. Data collection for body fat percentage were measured with Bioelectrical Impedance Analysis methods using Body Composition Analyzer (Tanita BC-541). The HbA1c levels data were obtained from venous blood sample of type-2 diabetes mellitus patients as measured with immunoassay methods in the laboratory. The results of bivariate analysis using the Chi Square test shows that p value = 0.128. This result shows no significant association between body fat percentage and HbA1c levels (p >0.05). There is no significant association between body fat percentage and HbA1c levels in type-2 diabetes mellitus patients in First Level Health Facility Tanjung Clinic Purwokerto. | |
| 22163 | 24840 | G1A015005 | KORELASI ANTARA STATUS HORMONAL RESEPTOR PROGESTERON DENGAN GRADING HISTOLOGI KARSINOMA PAYUDARA | Latar belakang: Kanker payudara memiliki insidensi tinggi di dunia, termasuk Indonesia. Pemeriksaan grading histologi dan imunohistokimia Reseptor Progesteron (PR) merupakan pemeriksaan rutin untuk menentukan diagnosis, prognosis dan terapi karsinoma payudara. Ekspresi berlebih PR dilaporkan mengakibatkan peningkatan proliferasi sel kanker dan berhubungan dengan grading karsinoma payudara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara status hormonal PR dengan grading histologi karsinoma payudara Metode: Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 130 pasien. Data didapatkan dari rekam medik pasien dan hasil pemeriksaan Imunohistokimia. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square Hasil: Hasil analisis bivariat korelasi antara status hormonal PR dengan grading histologi karsinoma payudara pada penelitian ini yaitu r=(-1,47) dan nilai p=0,144 (>0,05) Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi bermakna antara status hormonal Reseptor Progesteron dengan grading histologi karsinoma payudara. | Background: Breast cancer has a high incidence in the world, including Indonesia. Examination of histologic grade and immunohistochemistry PR used to determined diagnosis, prognosis and therapy of breast carcinoma. Overexpression of PR in literature causing amplification of tumor cell proliferation and related to histologic grade of breast carcinoma. Objective: This study aimed to determine correlation between the hormonal status progesterone receptor with histologic grade of breast carcinoma Methods: This study used an observationally analitic design with cross sectional approach. The research sample were 130 patients. The data were obtained from patient’s medical records and imunohistochemical results. The data were analyzed using Chi Square test Results: The result of bivariable analysis of the correlation between hormonal status progesterone receptor with histologic grade of breast carcinoma the value of r =(-1,47) and p=0,144 (>0,05) Conclutions: There is no significant correlation between the hormonal status progesterone receptor with histologic grade of breast carcinoma. Keywords: Breast Carcinoma, Histologic Grade, Progesterone Receptor (PR) | |
| 22164 | 24841 | C1C015004 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM DENGAN KONDISI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris pada Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman peraturan perpajakan, kualitas pelayanan fiskus dan tarif pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM yang berada di Kabupaten Banyumas dengan kondisi keuangan sebagai variabel moderasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu pelaku UMKM berjenis usaha jasa, dagang dan industri yang dikenakan tarif pajak sebesar 0,5%. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 86 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda dan Moderrated Regression Analysis (MRA) pada SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman peraturan perpajakan dan kualitas pelayanan fiskus berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas, namun tarif pajak tidak berpengaruh negatif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas. Selain itu, kondisi keuangan memoderasi pengaruh pemahaman peraturan perpajakan dan kualitas pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas, namun kondisi keuangan tidak memoderasi pengaruh tarif pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas. | This study aims to determine the effect of understanding tax regulations, tax service quality and tax rates on MSME taxpayer compliance in Banyumas Regency with financial conditions as a moderating variable. The sampling technique used was purposive sampling with sample criteria, namely MSME types of service, trade and industry business types subject to a tax rate of 0.5%. The research samples obtained were 86 respondents. The method of data collection is done through questionnaires and data analysis used is the Multiple Regression Analysis and Moderrated Regression Analysis (MRA) in SPSS version 23. The results of this study indicate that understanding tax regulations and tax service quality has a positive effect on MSME taxpayer compliance in Banyumas Regency, but the tax rate does not negatively affect MSME taxpayer compliance in Banyumas Regency. In addition, the financial conditions moderated the effect of understanding taxation regulations and the quality of tax authorities' services on MSME taxpayer compliance in Banyumas Regency, but financial conditions did not moderate the effect of tax rates on MSME taxpayer compliance in Banyumas Regency. | |
| 22165 | 24842 | C1A015002 | ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) PASAR SUNDAY MORNING (SUNMOR) DI GOR SATRIA PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Sunday Morning (Sunmor) Di GOR Satria Purwokerto”. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel pendidikan, modal, jam kerja, tenaga kerja, lokasi dan jenis dagangan terhadap variabel pendapatan PKL. Kedua untuk mengetahui bagaimana tingkat kesejahteraan keluarga PKL melalui standar KHL. Hasil analisis penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukan bahwa pertama, modal, jam kerja dan jenis dagangan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan PKL. Sedangkan pendidikan, tenaga kerja dan lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan PKL. Kedua, hasil analisis perbandingan Pendapatan keluarga PKL dengan KHL adalah pendapatan keluarga PKL sudah memenuhi standar KHL dengan jumlah responden yang berada di atas standar KHL sejumlah 45 jiwa (50%). Implikasi dari hasil penelitian agar pendapatan PKL meningkat maka sebaiknya para pedagang mengikuti berbagai pelatihan atau seminar kewirausahaan agar dapat mengelola dagangannya lebih baik lagi; diperlukan kemudahan untuk akses ke lembaga keuangan; diharapkan pihak keamanan perlu untuk memberi jam kerja yang lebih lama kepada para PKL untuk berdagang; diharapkan para pedagang juga meningkatkan mutu kualitas para pekerjanya; diharapkan para pedagang dapat menjamin kualitas dari barang dagangannya minimal dengan cara penyajian atau pengemasan yang baik sehingga ketika konsumen membeli akan lebih nyaman. Diharapkan pemerintah daerah perlu memaksimalkan upaya untuk mendorong kemajuan aktifitas Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas dengan cara memberikan dukungan infrastruktur yang baik, menciptakan BLK yang mendukung UKM, mempermudah UKM untuk melakukan usaha melalui peraturan daerah. | This study entitled "Analysis of Factors That Affect Street Vendor Revenue (PKL) Sunday Morning Market (Sunmor) in GOR Satria Purwokerto". The purpose of this study was to determine the effect of variables of education, capital, working hours, labor, location and type of merchandise on the street vendors income variable. Secondly to find out how the level of welfare of street vendors family through the KHL standard. The results of the analysis of research and data analysis using multiple linear regression analysis show that first, capital, working hours and types of merchandise have a significant effect on street vendor income. While education, labor and location have no significant effect on street vendor income. Secondly, the results of the analysis of the comparison of PKL family income with KHL is that PKL family income has met the KHL standard with a number of respondents above the KHL standard of 45 people (50%). The implications of the results of the study so that street vendors' income increases, it is better for traders to take part in various entrepreneurship training or seminars in order to better manage their merchandise; ease of access to financial institutions is needed; It is expected that the security forces need to provide more hours of work for street vendors to trade; It is expected that traders will also improve the quality of their workers; It is expected that traders can guarantee the quality of their merchandise is minimal by means of good presentation or packaging so that when consumers buy it will be more comfortable. It is expected that the regional government needs to maximize efforts to encourage the progress of the activities of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Banyumas by providing good infrastructure support, creating BLK that supports SMEs, making it easier for SMEs to do business through regional regulations. | |
| 22166 | 24843 | G1A015062 | PERBEDAAN NILAI VO2 MAX SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI PLYOMETRIC TRAINING PADA MAHASISWA ANGGOTA UKM OLAHRAGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang. VO2 max merupakan salah satu faktor kebugaran jasmani yang dianggap penting karena dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki nilai VO2 max yang rendah karena jarang berolahraga. Plyometric training (PT) merupakan salah satu jenis latihan fisik yang dapat meningkatkan VO2 max. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai VO2 max sebelum dan sesudah intervensi plyometric training pada mahasiswa anggota UKM Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental dengan desain pretest dan post test tanpa kontrol. Sebanyak 21 subyek dipilih dengan metode consecutive sampling. Subyek menjalani tahapan penelitian berupa pengukuran nilai VO2 max sebelum dan sesudah PT. Subyek mengikuti intervensi PT selama 5 minggu dengan 2 sesi setiap minggunya. Pengukuran nilai VO2 max dilakukan dengan queen college step test. Analisa data menggunakan uji t berpasangan. Hasil. Uji t berpasangan pada perbedaan nilai VO2 max sebelum dan sesudah PT menunjukkan hasil signifikan (p=0,001) dengan perbedaan rerata nilai VO2 max sebesar 4,07 ml/kg/menit. Kesimpulan. Terdapat perbedaan nilai VO2 max sebelum dan sesudah PT pada mahasiswa UKM olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. | Background. VO2 max is one of the physical fitness factors that is considered important because it can reduce the risk of heart disease. Medical Faculty Student have low VO2 max value because they rarely does exercise. Plyometric training (PT) is one type of physical exercise that can improve VO2 max. Objective. This study aims to determine the difference in VO2 max values before and after plyometric training interventions in Sport Activity Unit students at Medical faculty, Jenderal Soedirman University. Method. This study used a quasi-experimental method with a pretest and post test design without control. 21 subjects were selected by consecutive sampling method. Subjects underwent the research stage in the form of measuring VO2 max values before and after PT. The subjects followed the PT intervention for 5 weeks with 2 sessions each week. The measurement of VO2 max is done by the queen college step test. Data analysis using paired t test. Results. Paired t test on the difference in VO2 max values before and after PT showed significant results (p = 0.001) with a difference in mean VO2 max values of 4.07 ml / kg / minute. Conclusion. There are differences in the value of VO2 max before and after PT in Sport Activity Unit students at Medical faculty, Jenderal Soedirman University. | |
| 22167 | 24844 | E1A013079 | TINDAK PIDANA MELARIKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH UMUR (Studi Putusan Pengadilan Negeri Sleman No.532/Pid.Sus/2015/PN.Smn) | Kejahatan yang terjadi ditengah masyarakat semakin meningkat, salah satunya adalah tindak pidana melarikan anak perempuan dibawah umur. Sanksi pidana yang dijatuhkan terdapat dalam Pasal 332 KUHP, dan Pasal 81 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Permasalahan yang dibahas adalah mengenai unsur-unsur tindak pidana melarikan anak perempuan dibawah umur sebagaimana diatur dalam Pasal 332 KUHP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 332 KUHP, dan Pasal 81 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pertimbangan hakim dalam menjatuhi pidana terhadap tindak pidana melarikan anak perempuan dibawah umur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, putusan hakim, dan situs-situs internet. Dalam mengumpulkan data sekunder digunakan metode studi kepustakaan dan dalam menganalisis data sekunder digunakan metode normatif kualitatif. Simpulan dari penelitian ini yaitu dalam putusan Nomor : 532/Pid.Sus/2015/PN.Smn dalam penerapan unsur-unsur Pasal 332 KUHP, adalah terpenuhi karena terdakwa terbukti dengan sengaja melarikan anak perempuan di bawah umur, dan diketahuinya bahwa korban masih anak-anak. Kemudian Pasal 81 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak adalah terpenuhi, karena terdakwa terbukti telah melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. | Crimes that occur in the community are increasing, one of which is the crime of escaping underage girls. The criminal sanctions imposed are in Article 332 of the Criminal Code, and Article 81 paragraph (2) of the Republic of Indonesia Law No. 35 of 2014 concerning Amendments to Law No.23 of 2002 concerning Child Protection. The problem discussed is about the elements of criminal offenses escaping underage girls as stipulated in Article 332 of the Criminal Code. The purpose of this study is to find out the application of elements of Article 332 of the Criminal Code, and Article 81 paragraph (2) of the Republic of Indonesia Law No. 35 of 2014 concerning Amendments to Law No.23 of 2002 concerning Child Protection and judges' consideration in convicting crimes of fleeing children underage women. The method used in this study is normative juridical approach to legislation and case approach. The research specifications used were descriptive analysis. The data used are secondary data in the form of laws and regulations, literature books, judges' decisions, and internet sites. In collecting secondary data, the library study method was used and in analyzing secondary data, qualitative normative methods were used. The conclusions of this study are in the decision Number: 532 / Pid.Sus / 2015 / PN.Smn in the application of elements of Article 332 of the Criminal Code, it is fulfilled because the defendant was intentionally escaped underage child, and he knew that the victim was still a child - child. Then Article 81 paragraph (2) of the Republic of Indonesia Law No. 35 of 2014 concerning Amendments to Law No.23 of 2002 concerning Child Protection is fulfilled, because the defendant has proven guilty, a series of lies or persuaded the child to have intercourse with him or with other people. | |
| 22168 | 24845 | H1G014036 | Faktor-faktor Sosial dan Ekonomi yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Udang Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial (usia, pengalaman kerja, jumlah hari melaut, jumlah tanggungan keluarga dan pendidikan) dan faktor ekonomi (biaya operasional) terhadap pendapatan nelayan udang di PPSC. Pendapatan nelayan udang di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor sosial dan faktor ekonomi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan wawancara serta dianalisis dengan Analisis Regresi Berganda. Jumlah populasi nelayan sebesar 550 orang dan jumlah sampel nelayan berjumlah 47 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor sosial dan faktor ekonomi memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap pendapatan nelayan di PPSC. Biaya operasional, jumlah hari melaut, pengalaman dan pendidikan memiliki pengaruh signifikan secara individu terhadap pendapatan nelayan udang di PPSC. Sedangkan usia dan jumlah tanggungan keluarga tidak memiliki pengaruh signifikan secara individu terhadap pendapatan nelayan di PPSC. Kata Kunci : Pendapatan, Faktor Sosial, Faktor Ekonomi | This study aims to determine the effect of sosial factors (age, work experiences, total fishing days, number of family dependents and education levels) and economics factors (operational costs). The income of shrimp fishermen in Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) can be influenced by two factors, namely social factors and economic factors. This study was conducted by survey and interview methods and analyzed by Multiple Regression Analysis. Total of populations are 550 fishermen and total of sample is 47 fishermen. The result show that social factors and economic factors have a simultaneus significant influence on the income of fishermen at PPSC. Operational costs, total fishing days, experience and education levels have an individually significant influence on the income of shrimp fishermen at PPSC. Whereas age and number of family dependents do not have an individually signifivant influence on the income of fishermen at PPSC. Keywords : Income, Social Factors, Economic Factors | |
| 22169 | 25893 | C1L015043 | KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DENGAN INKUIRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis dan efektivitas pembelajaran antara siswa yang menggunakan model flipped classroom dengan siswa yang menggunakan model inkuiri serta mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis dan efektivitas pembelajaran. Flipped classroom dan inkuiri merupakan model pembelajaran inovatif yang dapat mendukung tercapainya keberhasilan pembelajaran dan memberikan peluang belajar bagi siswa maupun guru yang memiliki aktivitas padat seperti di SMA N 1 Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Matching Pretest-Posttest Comparation Group Design. Sebanyak 57 siswa dipilih sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji t, uji regresi, dan uji gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang menggunakan model flipped classroom berbasis Edmodo dengan inkuiri. Siswa yang menggunakan model flipped classroom memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibanding siswa yang diajar dengan model inkuiri; (2) Tidak terdapat perbedaan efektivitas pembelajaran antara model model flipped classroom berbasis Edmodo dengan inkuiri. Model flipped classroom lebih efektif dibandingan dengan model inkuiri dalam pembelajaran ekonomi, ditinjau dari hasil belajar, aktivitas, dan respon siswa; (3) Model pembelajaran berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis; (4) Model pembelajaran berpengaruh positif terhadap efektivitas pembelajaran. | The aims of this studi are to analyze the differences in critical thinking skills and the effectiveness of learning between students who used flipped classroom model with the students who used the inquiry model and to find out the effect of learning models on critical thinking skills and learning effectiveness. Flipped classroom and inquiry are innovative learning models that can support the learning success and provide learning opportunities for students and teachers who have solid activities such as in SMA N 1 Purwokerto. This research is a quasi-experimental study with the design of Matching Pretest-Posttest Comparation Group Design. Total 57 students were selected purposively. T test, regression test, and normalized gain are used to analyze the data. There is a differences critical thinking skills between students who use flipped classroom models with inquiry. Students who were instructed through flipped calssroom learning were achieved higher score than the ones which were insrtucted through the inquiry model; (2) There is no significant effectiveness learning differences between the flipped classroom and inquiry models. The flipped classroom is more effective compared to the inquiry learning model; (3) Learning models has a positive effect on critical thinking skills; (4) Learning models has a possitive effect on learning effectiveness. | |
| 22170 | 24846 | G1G014032 | Hubungan Frekuensi Konsumsi Ikan Laut dengan Status Karies pada Remaja Usia 12-15 Tahun di Daerah Pesisir (Studi Observasional di Kabupaten Cilacap) | Karies gigi merupakan suatu penyakit yang dapat merusak jaringan keras gigi secara progresif pada semua kelompok umur. Remaja usia 12-15 tahun merupakan kelompok yang rentan mengalami karies. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa pola konsumsi ikan laut oleh masyarakat pada daerah pesisir memiliki indeks karies lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi ikan laut dengan status karies pada remaja usia 12-15 tahun di daerah pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis observasional analitik yang dilakukan pada 100 remaja usia 12-15 tahun di Kabupaten Cilacap yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data penelitian yang diperoleh adalah data frekuensi konsumsi ikan laut dan data pemeriksaan karies gigi dengan menggunakan indeks DMF-T. Analisis secara statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi ikan laut memiliki korelasi yang kuat dengan karies gigi, nilai r adalah -0,504 (p = 0,000). Simpulan adalah terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi ikan laut dengan status karies pada remaja usia 12-15 tahun di daerah pesisir. Kata Kunci : frekuensi konsumsi ikan laut, karies gigi, remaja, daerah pesisir Kepustakaan : 46 (2004-2018) | Dental caries is a disease that can progressively damage the hard tissue of the teeth. Adolescent aged 12-15 years are a group that is prone to caries. Previous research said that the pattern of consumption of marine fish by the community in coastal areas had a lower caries index. This research aimed to know the relationship between the frequency of consumption of marine fish and caries status in adolescents aged 12-15 years in coastal areas. The research used a quantitative study with an analytical observational type conducted on 100 teenager aged 12-15 years old in Cilacap Regency that selected by purposive sampling technique. The research data obtained were data on the frequency of marine fish consumption and dental caries examination data using the DMF-T index. Analyzed with Spearman Rank showed that the frequency of consumption of marine fish had a strong correlation with dental caries, the r value were -0.504 (p = 0,000). The conclusion is that there is a relationship between the frequency of consumption of marine fish and caries status in adolescents aged 12-15 years in coastal areas Keyword : frequency of sea fish consumption, dental caries, adolescent, coastal areas. Bibliography : 46 (2004-2018) | |
| 22171 | 26023 | E1A014246 | JAMINAN PENGATURAN PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA GIZI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN GIZI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum tenaga gizi dalam memberikan pelayanan gizi pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statue Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum dan sinkronisasi hukum. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumenter. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengaturan perlindungan hukum tenaga gizi pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Artinya, peraturan yang lebih rendah derajatnya dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya tidak bertentangan, peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar atau pedoman peraturan yang lebih rendah derajatnya. Bentuk perlindungan hukum tenaga gizi memberikan pelayanan gizi pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia meliputi jaminan pengaturan kebebasan mengemukakan pendapat dengan lisan atau tertulis; jaminan pengaturan membela diri; jaminan pengaturan memilih dan dipilih pada pemilihan struktur kepengurusan; jaminan pengaturan memiliki kartu anggota; jaminan pengaturan mendapatkan perlindungan hukum; jaminan pengaturan mengikuti kegiatan organisasi; jaminan pengaturan mendapatkan informasi lengkap dan jujur dan dapat menolak keinginan pasien/klien; jaminan pengaturan melaksanakan pekerjaan sesuai kompetensi dan pengembangan profesi; jaminan pengaturan imbalan jasa; mendapatkan perlindungan resiko kerja dan jaminan kesehatan; jaminan pengaturan memperoleh perlakuan sesuai harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, nilai-nilai agama. | This study aims to determine synchronization of legal protection arrangements and forms of legal protection of nutritionist in providing nutrition services in the structure of Indonesian laws and regulations. The research method used in this study is a normative juridical method with the method Statute Approach, Analytical Approach, Conceptual Approach. The research specifications used are legal inventory and legal synchronization. The types and sources of data used are secondary data obtained through literature studies and documentary studies. Based on the results of the study, it was concluded that the regulation of nutritionist legal protection in the structure of laws and regulations in Indonesia has shown a degree of synchronization. That is, lower-level regulations with higher-level regulations do not conflict, higher-level regulations become the basis or guidelines for lower-level regulations. The form of legal protection for nutritionist provides nutrition services in the structure of laws and regulations in Indonesia, including guaranteeing freedom of expression with an oral or written opinion; guarantee of self-defense arrangements; guarantee of choosing and being elected at the management structure; guarantee of having a membership card; regulatory guarantees to get legal protection; guarantee arrangements to follow organizational activities; guarantee arrangements to get complete and honest information and can reject the wishes of patients / clients; guarantee for implementing work according to competence and professional development; guarantee for compensation for services; get work risk protection and health insurance; regulatory guarantees to obtain treatment in accordance with human dignity and values, morals, decency, religious values. | |
| 22172 | 28554 | E1A016109 | PERMOHONAN BANDING YANG DIKABULKAN DALAM PUTUSAN ARBITRASE (Studi Terhadap Putusan nomor : 529/Pdt.G.ARB/2018/PN.JKT.SEL jo putusan nomor 105 B/Pdt.Sus-Arbt/2019) | Pasal 70 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian sengketa (UUAAPS) mengatur mengenai hal-hal yang dapat menjadi alasan pembatalan putusan arbitrase dan tidak disebutkan ne bis in idem dapat menjadi alasan pembatalan Putuan Arbitrase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Mahkamah Agung pada tingkat banding yang mengabulkan permohonan banding dalam perkara pembatalan putusan arbitrase dan akibat hukum dari dikabulkannya permohonan banding tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode pendekatan undang-undang. Sumber bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder berupa literatur yang relevan. Pertimbangan hukum Mahkamah Agung pada tingkat banding yang mengabulkan permohonan banding dalam perkara pembatalan putusan arbitrase adalah karena terbukti dalam putusan Pengadilan Negeri Nomor 529/Pdt.G.ARB/2018/PN-JKT-SEL terdapat kekhilafan atau kekeliruan yang nyata. Akibat hukum dari dikabulkannya permohonan banding dalam perkara nomor 105 B/Pdt.Sus-Arbt/2019 adalah putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 529/Pdt.G.ARB/2018/PN-JKT-SEL dibatalkan sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat dan Putusan Arbitrase BANI Nomor 922/II/ARB-BANI/2017 tetap berlaku, mengikat kedua belah pihak dan terhadapnya dapat dilakukan eksekusi. | Article 70 Law Number 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution (ADR) set on that the reason annulment of arbitration awards and not mentioned ne bis in idem can be a reason cancellation of arbitration awards. The purpose of the research is to understand the Supreme Court’s reason for judgment in granting an appeal in case of annulment of arbitration awards and legal consequences by granting an appeal. This research is yuridis normative research with law approach method. The material resources that used in this research are primary of law matter such as legislation ordinances and secondary of law matter such as relevant literature. The reason of judgment that is given by Supreme Court is that the State Court case number 529/Pdt.G.ARB/2018/PN-JKT-SEL made legal and factual errors. The consequences of the Supreme Court decision to granting an appeal case number 105 B/Pdt.Sus-Arbt/2019 means decision made by South Jakarta State Court case number 529/Pdt.G.ARB/2018/PN-JKT-SEL loses it binding power, resulting in arbitral reward made by Indonesian National Arbitration Board case number 922/II/ARB-BANI/2017 is legally binding for all parties ang can be executed. | |
| 22173 | 25894 | C1L014024 | THE EFFECT OF E-PROCUREMENT INTERNAL CONTROL SYSTEM AND TRANSPARENCY ON ACCOUNTABILITY OF GOVERNMENT GOODS/SERVICES PROCUREMENT (Survey on Work Units of KPPN Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian internal e-procurement pada akuntabilitas pengadaan barang / jasa pemerintah, dan untuk mengetahui pengaruh transparansi terhadap akuntabilitas pengadaan barang / jasa pemerintah di Unit Kerja KPPN Purwokerto. Jenis penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling, sedangkan metode analisis menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, diperoleh nilai tstatistik sistem pengendalian internal e-procurement (2,604) serta nilai tstatistik variabel transparansi (5,426) masing-masing lebih besar dari nilai ttabel (1,697). Oleh karena itu, hipotesis pertama dan kedua dalam penelitian diterima. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal e-procurement berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengadaan barang / jasa pemerintah, dan transparansi berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengadaan barang / jasa pemerintah di Unit Kerja KPPN Purwokerto. Merujuk pada kesimpulan ini, dapat disiratkan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan akuntabilitas pengadaan barang / jasa pemerintah secara optimal, Satuan Kerja KPPN Purwokerto perlu memprioritaskan berbagai kebijakan terkait dengan sistem kontrol internal e-procurement dan transparansi. Cara-cara yang dapat dilakukan dengan menerapkan sistem kontrol internal eprocurement efektif yang didukung oleh penggunaan teknologi informasi yang akurat serta sumber daya manusia yang profesional sehingga semua kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi. | The aims of this research were to find out the effect of the e-procurement internal control system on the accountability of government goods/services procurement, and to find out the effect of transparency on the accountability of government goods/services procurement in Work Units of KPPN Purwokerto. Type of this research was survey method. Sampling technique within study uses purposive sampling, while analysis method uses multiple regression analysis. Based on the result of multiple regression analysis, it was obtained the tstatistic value of e-procurement internal control system (2.604) as well as tstatistic value of transparency variable (5.426) each was greater than ttable value (1.697). Therefore, first and second hypotheses within study were accepted. Based on the results of data analysis, it can be concluded that e-procurement internal control system has a positive effect on accountability of government goods/services procurement, and transparency has a positive effect on accountability of government goods/services procurement in Work Units of KPPN Purwokerto. Referred to these conclusions, it can be implied that as an effort to increase its the accountability of government goods/services procurement optimally, Work Units of KPPN Purwokerto needs to prioritize the various policies related to the e-procurement internal control system and transparency. The ways that could be done by implementing an effective eprocurement internal control system which is supported by the use of accurate information technology as well as the professional human resources so all of the activities carried out are in line with the organization's goals. | |
| 22174 | 24848 | E1A013317 | PERKAWINAN BEDA AGAMA (Tinjauan Yuridis terhadap Penetapan Pengadilan Negeri Surakarta Nomor 118/Pdt.P/2016/PN.Skt) | Perkawinan yang didasari ikatan lahir batin dapat dikatakan sah jika telah memenuhi unsur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang menyebutkan bahwa, “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.” Dalam penjelasan pasal tersebut menyatakan bahwa tidak ada perkawinan di luar hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural, multikultural dan multiagama yang tidak menutup kemungkinan perjadinya perkawinan beda agama seperti yang terjadi di Kota Surakarta antara Iskak Prihatmaji yang beragama Kristen dengan Retno Winarsih yang beragama Islam. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakan pertimbangan hukum hakim Pengadilan Negeri Surakarta dalam penetapan Nomor 118/Pdt.P/2016/PN.Skt tentang perkawinan beda agama. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriftif analitis. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan inventarisasi data. Metode analisis data menggunakan normative kualitatif. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam penetapan Nomor 118/Pdt.P/2016/PN.Skt menggunakan Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 1400 K/Pdt/1986 tanggal 20 Januari 1989 kurang tepat. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sudah mengatur jelas larangan perkawinan beda agama. | Marriage based on inner birth ties can be said to be valid if it has fulfilled the elements in Article 2 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage which states that, "Marriage is legal, if it is carried out according to the laws of each religion and its beliefs. "In the explanation of the article states that there is no extrajudicial marriage of each religion and its beliefs are in accordance with the 1945 Constitution. The Indonesian nation is a pluralistic, multicultural and multi-religious nation that does not rule out the possibility of interfaith marriage as happened in the City. Surakarta between Iskak Prihatmaji who is a Christian and Retno Winarsih who is Muslim. The problem in this study is how the legal considerations of the Surakarta District Court judges in stipulating Number 118/Pdt.P/2016/PN.Skt about interfaith marriages. This study uses a normative juridical approach, a specification of analytical prescriftive research. The method of data collection uses library research with data inventory. Data analysis method uses normative qualitative. The results of the research that has been conducted show that the judges' consideration in stipulating Number 118/Pdt.P/2016/PN.Skt using the Republic of Indonesia Supreme Court Jurisprudence Number: 1400 K/Pdt/1986 dated January 20, 1989 is not appropriate. Law No. 1 of 1974 has clearly stipulated the prohibition on interfaith marriages. | |
| 22175 | 26024 | A1F015035 | Optimasi Formula dan Analisis Deskriptif Kuantitatif Es Krim Carica | Buah carica adalah jenis buah pepaya yang tumbuh di Dataran Tinggi Dieng, dan tergolong buah yang tidak mudah ditemukan di Indonesia. Salah satu alternatif pengolahan buah carica yang belum banyak diproduksi adalah pembuatan es krim carica. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendapatkan formula optimum es krim carica dengan kajian proporsi buah carica A : buah carica B dan proporsi sorbitol yang memiliki atribut sensori dengan tingkat kesukaan maksimal, tekstur kelembutan maksimal dan karakter fisik : overrun maksimal, dan waktu meleleh maksimal oleh panelis terlatih menggunakan metode Response Surface Methodology (metode permukaan respon); (2) analisis deskriptif kuantitatif es krim carica dengan formula optimum; (3) mengkaji karakteristik sensori produk formula optimum dibanding dengan kontrol. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental di Laboratorium Pengolahan, Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan dari Desember 2018 sampai dengan Juni 2019. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan formula, proses dasar, dan faktor yang paling berpengaruh pada pembuatan es krim carica. Selanjutnya dilakukan penelitian utama untuk mendapatkan formula optimum dan deskripsi atribut mutu es krim carica. Optimasi formula menggunakan rancangan Central Composite Design dengan metode permukaan respon menggunakan 2 faktor yang terdiri atas faktor pertama bahan baku utama yaitu proporsi buah carica A : buah carica B dan faktor yang selanjutnya bahan baku pendukung yaitu proporsi sorbitol. Respon yang diamati dalam menentukan formula optimum adalah waktu leleh, overrun, kelembutan, dan kesukaan. Deskripsi atribut mutu es krim carica menggunakan metode Quantitative Descriptive Analysis (QDA) yang diukur oleh panelis terlatih. Deskripsi atribut dilakukan Uji T independen untuk mengetahui pengaruh perlakuan dibanding produk kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan proporsi buah carica A : buah carica B (14,64% : 85,36%) dan proporsi sorbitol (6,83%) menghasilkan formula optimum es krim carica dengan desirability 0,58. Produk es krim formula optimum memiliki atribut sensoris meliputi : kenampakan (warna kuning dan homogenitas), aroma (coconut milk like, fruity, sweet, dan sour), rasa (coconut milk like, fruity, acid, sweet, dan asin), dan mouthfeel (softness, fibery, dan cohesiveness). Produk es krim carica formula optimum memiliki karakter fisik overrun 25,97%, waktu leleh 16,47 menit, serta skor sensoris kelembutan (7,54 = lembut-sangat lembut), kesukaan (7,36 = suka-sangat suka). Karakter sensori es krim carica produk optimasi dibanding kontrol, warna lebih kuning, aroma dan rasa coconut milk like lebih rendah, aroma dan rasa fruity lebih kuat, memiliki aroma dan rasa sweet yang lebih baik, rasa acid yang kuat berasal dari buah carica, rasa asin yang lebih rendah, dan memiliki mouthfeel yang fibery dan cohesiveness. | Carica fruit is a type of papaya fruit that grows in the Dieng Plateau. It’s classified as a fruit that is not easily found in Indonesia. One alternative for processing carica fruit that has not been widely produced is carica ice cream. This study aims to: (1) obtain the optimum formula for carica ice cream by studying the proportion of carica A : carica B and the proportion of sorbitol which have sensory attributes with maximum preference level, maximum softness and physical character: maximum overrun, and maximum melting time by trained panelists using the Response Surface Methodology method; (2) quantitative descriptive analysis of carica ice cream with optimum formula; (3) examines the sensory characteristics of optimum formula products compared to control product. This research was carried out experimentally at the Laboratory of Processing, Agricultural Technology, Jenderal Soedirman University. The research was done from December 2018 until June 2019. Preliminary research was conducted to determine the formula, basic processes, and factors that most influence in production of carica ice cream. Then the main research was conducted to obtain the optimum formula and description quality attributes of the carica ice cream. The experimental design used was Central Composite Design with the Response Surface Methodology using 2 factors consisting of the first factor of the main raw material namely the proportion of carica A: carica B and the next factor supporting raw material is the proportion of sorbitol. The responses observed in determining the optimum formula were melting time, overrun, softness, and hedonic. Analysis attribute description of carica ice cream using QDA (Quantitative Descriptive Analysis) measured by trained panelists. The attribute description was carried out by Independent T test to determine the effect of the treatment compared with control product. The results showed that the proportion of Carica A : Carica B (14.64%: 85.36%) and the proportion of sorbitol (6.83%) produced the optimum formula for carica ice cream with desirability 0.58. Optimum ice cream carica have sensory attributes: appearance (yellow color and homogeneity), aroma (coconut milk like, fruity, sweet, and sour), flavor (coconut milk like, fruity, acid, sweet, and salty), and mouthfeel (softness, fibery, and cohesiveness). Optimum ice cream carica has overrun 25.97%, melting time 16.47 minutes, sensory scores of softness (7.54 = soft-very soft), and hedonic (7.36 = like-very like). The sensory character of optimum carica ice cream compared to control product, the color is yellow, the aroma and taste of coconut milk like is lower, the aroma and taste of fruity is stronger, has a better sweet aroma and taste, has a stronger acid taste comes from carica fruit, salty taste is lower, and has a mouthfeel that is fibery and cohesiveness. | |
| 22176 | 26113 | H1A015034 | ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN MULTIMEDIA VOICE CHAT APLIKASI “DISCORD” PADA JARINGAN WI-FI DAN OPERATOR SELULER MENGGUNAKAN PARAMATER QUALITY OF SERVICE | Pada hakekatnya manusia adalah mahkluk sosial yang membutuhkan komunikasi antar sesama. Maka dari itu perkembangan teknologi komunikasi di jaman sekarang memudahkan media komunikasi yanag dapat digunakan, di era teknologi saat ini baik smartphone maupun notebook merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan dunia permainan video (video game) saat ini telah mengalami berbagai kemajuan. Banyak game yang dapat dimainkan bersama (multiplayer) yang tidak menyediakan fitur kamunikasi antar sesama pengguna. Dengan berbagai inovasi mobilitas dari setiap orang semakin meningkat. Perkembangan memaksa setiap pribadi untuk tetap mengikuti perubahanan yang terjadi. Dalam hal ini, Discord Inc bergerak dibidang telekomunikasi dipandang tepat sebagai penyedia (fasilisator) dibagian telekomunikasi dan menangkap fenomena tadi, Discord Inc pun meluncurkan layanan metafora server dan seluler mirip dengan Internet relay Chat (IRC) meskipun server ini tidak memetakan ke perangkat keras atau server virtual karena sifat nya terdistribusi. Layanan tersebut dalam sebuah aplikasi yang di sebut dengan Discord, yaitu merupakan sebuah layanan aplikasi VoIP freeware ekslusif dan platform distribusi digital yang dirancang untuk komunitas game, yang berspesialisasi dalam komunikasi teks, gambar, video, dan audio antara pengguna salular obrolan. Aplikasi tersebut berjalan di Windows, macOS, Android, iOS, Linux, dan browser web. | In essence humans are social beings who need communication between people. So from that the development of communication technology in today's era facilitate communication media that can be used, in the current technological era both smartphones and notebooks are inseparable things in everyday life. Similarly, the world of video games has now undergone various advancements. Lots of fun that can be played together (multiplayer) that does not provide communication features between users. With various innovations, the mobility of each person is increasing. Development forces every person to keep following the changes that occur. In this case, Discord Inc. is engaged in telecommunications as a provider (facilitator) in the telecommunications sector and captures this phenomenon, Discord Inc. also launched a server and cellular metaphor Service similar to Internet relay Chat (IRC) even though this server does not map to hardware or virtual server because of its distributed nature. The Service is in an application called Discord, which is an exclusive freeware VoIP application Service and digital distribution platform designed for the gaming community, which specializes in text, image, video and audio communication between users of salular chat. The application runs on Windows, macOS, Android, iOS, Linux, and web browsers.. | |
| 22177 | 24658 | C1L014003 | The Effect of Accountability, Transparency, and Service Quality Toward Loyalty of Zakat Payers | Zakat dapat menjadi sumber pendapatan negara yang signifikan. Ini bisa terwujud jika umat Islam di Indonesia taat dalam membayar zakat. Selain itu, lembaga zakat yang bertugas mengelola zakat harus jujur, transparan, dan akuntabel dalam mengelola zakat sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pembayar zakat (muzakki). Namun pada kenyataannya, hingga saat ini masih ditemukan kekurangan potensi pembayaran zakat di Indonesia. Ada beberapa faktor yang menyebabkan loyalitas pembayar zakat yang akan meningkatkan pengumpulan zakat, seperti akuntabilitas, transparansi, dan kualitas layanan yang diterapkan oleh organisasi manajemen zakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh akuntabilitas, transparansi, dan kualitas layanan terhadap loyalitas pembayar zakat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data primer dari kuesioner yang dibagikan kepada pembayar zakat di organisasi pengelola zakat di Purwokerto. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Ada 100 responden yang mengisi kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntabilitas, transparansi, dan kualitas layanan berpengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas pembayar zakat. | Zakat can become a significant source of state revenue. This can be realized if the people of Islam in Indonesia obedient in paying the zakat. Besides, the zakat institution in charge of managing the zakat must be honest, transparent and accountable in managing the zakat so that can increase the confidence of zakat payers (muzakki). But in reality, until this time there are still found a lack of potential for the payment of zakat in Indonesia. There are several factors that lead to loyalty of zakat payers that will increase zakat collection, such as accountability, transparency, and service quality applied by zakat management organization.This study aims to examine the effect of accountability, transparency, and service quality toward loyalty of zakat payers. This research is a quantitative study with primary data from questionnaires distributed to zakat payers of zakat management organization in Purwokerto. Sampling technique uses a convenience sampling method. There are 100 respondents that fulfilled questionnaires. Data analysis technique used is multiple regression analysis.The results of this study indicate that accountability, transparency, and service quality have a significant and positive effect toward loyalty of zakat payers. | |
| 22178 | 24451 | C1C014065 | Pengaruh Kompetensi, Profesionalisme, Independensi, Objektivitas, Dan Pembagian Tugas Terhadap Efektivitas Pengawasan Alokasi Dana Desa | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi, profesionalisme, independensi, objektivitas dan pembagian tugas terhadap efektivitas pengawasan alokasi dana desa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Inspektorat berjumlah 61 meliputi 1 Inspektur, 18 Sekretariat, 4 Inspektur Pembantu, 4 P2UPD, dan 34 Auditor yang terdaftar dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Inspektorat Kabupaten Banyumas tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah 43 pegawai yang termasuk aparat pengawas intern pemerintah Inspektorat Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi berpengaruh (signifikan) terhadap efektivitas pengawasan alokasi dana desa, (2) Profesionalisme berpengaruh (signifikan) terhadap efektivitas pengawasan alokasi dana desa, (3) Independensi berpengaruh (signifikan) terhadap efektivitas pengawasan alokasi dana desa, (4) Objektivitas berpengaruh (signifikan) terhadap efektivitas pengawasan alokasi dana desa, (5) Pembagian tugas berpengaruh (signifikan) terhadap efektivitas pengawasan alokasi dana desa, (6) Kompetensi bukan variabel yang paling berpengaruh terhadap efektivitas pengawasan alokasi dana desa. Implikasi dari hasil peneltiian yaitu (1) Bagi pemerintah, keefektivan pengawasan Alokasi Dana Desa dapat ditingkatkan antara lain dengan: (a) pengawasan yang lebih intens pada ketaatan APIP terhadap perannya sebagai agent dalam melaporkan kinerjanya ke prinicipal, (b) menempatkan kembali posisi APIP secara tepat bebas dari intervensi dan memperoleh dukungan yang memadai dari Pemerintah Daerah untuk dapat bekerja sama dengan auditi dan melaksanakan pekerjaan dengan leluasa serta (c) ketersediaan sarana dan prasarana penunjang yang dapat memaksimalkan kinerja dari Inspektorat Daerah dalam melakukan fungsi pengawasan di Kabupaten Banyumas. (2) Bagi Inspektorat, keefektivan pengawasan Alokasi Dana Desa dapat ditingkatkan antara lain dengan: (a) keterlibatan dalam klien diusahakan tidak memiliki hubungan kerja dengan klien yang diawasi; (b) Inspektorat mengadakan program pendampingan secara berkesinambungan dalam bidang soft skill; (c) Mempertahankan sikap jujur dan adil, tidak memihak dan tidak memiliki perasaan sungkan. | This study aims to determine competency, professionalism, independence, objectivity and division of tasks towards the effectiveness of supervision of village fund allocation. The population in this study were all 61 Inspectorate employees including 1 Inspector, 18 Secretariat, 4 Assistant Inspectors, 4 P2UPD, and 34 Auditors who were registered in the 2017 Government Agency Inspectorate of Banyumas Regency Performance Report. The sample in this study were 43 employees including officials internal supervisor of the Inspectorate of Banyumas Regency. The results of the study show that: (1) Competence influences (significantly) the effectiveness of supervision of village fund allocation, (2) Professionalism has an effect (significantly) on the effectiveness of supervision of village fund allocations, (3) Independence influences (significantly) the effectiveness of village fund allocation monitoring. (4) Objectivity influences (significantly) on the effectiveness of supervision of village fund allocations, (5) Division of tasks influences (significantly) on the effectiveness of supervision of village fund allocations, (6) Competence is not the variable that most influences the effectiveness of supervision of village fund allocation. The implication from the above conclusions were (1) For the government, the effectiveness of supervision of Village Fund Allocation can be increased, among others by: (a) more intense supervision of APIP compliance with its role as an agent in reporting its performance to prinicipal, (b) placing the APIP position appropriately free from intervention and obtaining adequate support from the Regional Government to be able to work with the auditee and carry out work freely and (c) the availability of supporting facilities and infrastructure that can maximize the performance of the Regional Inspectorate in carrying out the supervisory function in Banyumas Regency.(2) For the Inspectorate, the effectiveness of supervision of the Village Fund Allocation can be increased, among others by: (a) involvement in clients sought not to have a working relationship with supervised clients; (b) The Inspectorate holds a continuous mentoring program in the field of soft skills; (c) Maintaining honesty and fairness, impartiality and not having feelings of reluctance. | |
| 22179 | 25895 | D1A015195 | HUBUNGAN BOBOT INDUK DENGAN BOBOT LAHIR DAN BOBOT SAPIH PADA PEDET SAPI BRAHMAN DI BPTU-HPT SEMBAWA PROVINSI SUMATERA SELATAN | Survei dilakukan di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BTPU-HPT), Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Survey dilaksanakan pada tanggal 25 Februai 2019 - 3 Maret 2019. BPTU-HPT merupakan salahsatu Unit Pelaksana Teknis yang melayani dibidang pembibitan ternak dan penyediaan hijauan pakan ternak. Total data sapi Brahman sebanyak 74 data recording (bobot induk, bobot lahir dan bobot sapih) tahun 2013-2018 yang digunakan dalam survei. Data dianalisis menggunakan Regresi Linear Sederhana dengan variabel terikat (Y) bobot lahir, bobot sapih dan variabel bebas (X) yaitu bobot induk. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa bobot induk dengan bobot lahir dan bobot sapih tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P>0,05). Kesimpulannya, bobot induk tidak dapat dijadikan sebagai perkiraan bobot lahir dan bobot sapih saat pedet dilahirkan. | A survey was carried out in Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT), Sembawa sub-district, Banyuasin Regency, South Sumatera Province. The survey was carried out from February, 25th, 2019 until March 3rd, 2019. BPTU-HPT is one of Technical Implementation that served in the field of livestock breeding and provide forages. A total of 74 data of Brahman’s recording (cow weight, birth weight, weaning weight) from years 2013-2018 were used in this survey. Purposive sampling was use in this survey, data were analyzed used Simple Linear Regression with dependent variables (Y) were birth weight, weaning weight and independent variable (X) was cow weight. The regression analysis results showed that cow weight and birth weight, weaning weight didn’t have significant relationship (P>0,05). In conclution cow weight couldn’t be used to predict birth weight and weaning weight of calves. | |
| 22180 | 26114 | E1A014071 | KEPATUHAN HUKUM DOKTER TERHADAP KODE ETIK KEDOKTERAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN (STUDI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUMEDANG) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan hukum dokter terhadap Kode Etik Kedokteran dalam pelayanan kesehatan di RSUD Sumedang dan faktor yang cenderung memengaruhi kepatuhan hukum dokter dalam pelayanan kesehatan di RSUD Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di RSUD Sumedang dengan responden sebanyak 40 dokter. Pengambilan sampel penelitian melalui metode simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode kuesioner, studi pustaka, dan studi dokumenter. Pengolahan data dilakukan secara coding, editing dan tabulasi kemudian disajikan secara naratif dan tabel data. Analisis data kuantitatif menggunakan metode statistik sederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis konten dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan hukum dokter terhadap Kode Etik Kedokteran dalam pelayanan kesehatan di RSUD Sumedang adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 indikator meliputi tingginya kewajiban dokter secara umum, tingginya kewajiban dokter terhadap pasien, tingginya kewajiban dokter terhadap teman sejawat, tingginya kewajiban dokter terhadap diri sendiri. Faktor-faktor yang cenderung memengaruhi kepatuhan hukum dokter terhadap Kode Etik Kedokteran dalam pelayanan kesehatan di RSUD Sumedang meliputi faktor kedisiplinan, kerjasama dan kondisi fisik tempat kerja. | ABSTRACT The aim of this research is to find out the doctor’s legal complience towards medical ethics code in health services at Sumedang public hospital and the factors that influenced the doctor’s law complience in Public health services at Sumedang public hospital. This reseacrh used quantitative methods with juridical sociology approches and descriptive research spesification. This research takes location in Sumedang public hospital and takes 40 doctors as repondents. The sample of this research is taken by simple random sampling method. The types and sourches of the research included primary and secondary data which collected with quesionnaire method, literature review and documentary study. The data processing is done by coding, editing and tabulation which explained naratively with table of the data. Quantitative data analysis used a simple statistic methods, meanwhile qualitative data analysis used content analysis method and comparative analysis. The result of this research shows that the level of Doctor’s law compliance towards medical ethic codes in healt services at Sumedang public hospital is high. The result is based on 4 indicators which are the doctor’s high oblogation in general, docter’s high obligation to patient, doctor’s high obligation to their friends, doctor’s high obligation to themselves. The factors considered as an effect to the doctor’s legal complience toward medical ethics code in healt services at Sumedang public hospital are discepline, cooperation and teh conditons of workplace. |