Artikelilmiahs
Menampilkan 22.081-22.100 dari 50.188 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22081 | 26561 | F1C012037 | KONSEP DIRI MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA SEBAGAI PENGGUNA TATO | Penelitian ini berisi mengenai terbentuknya konsep diri mahasiswa yang memiliki tato di tubuhnya. Fenomena tato identik dengan perilaku preman, gangster, anak-anak punk dan sebagainya. Eksistensi seseorang yang bertato mengarah pada sikap dan perilaku seseorang dalam lingkungannya, sehingga orang tersebut diberikan label oleh masyarakat sebagai orang yang ditakuti, garang dan nakal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembentukan konsep diri yang dilakukan mahasiswa yang memiliki tato. Penelitian ini menggunakan metode kualiatatif yang menghasilkan data deskriptif yakni berupa kata-kata tertulis dari subjek yang diteliti dan perilaku yang diamati. Melalui pendekatan deskriptif, peneliti dapat memaparkan mengenai pembentukan konsep diri mahasiswa bertato yang dikategorikan melalui Self Esteem dan Self Image. Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa sebagai pengguna tato dapat memiliki konsep diri positif karena mereka dapat memahami berbagai fakta tentang dirinya, diterima dan di evaluasi agar perilakunya lebih positif. Para mahasiswa ini dapat merancang tujuan yang dapat dicapai. Mahasiswa bertato ini juga bisa memiliki konsep diri negatif karena tidak bisa memahami siapa dirinya dan tidak bisa menerima diri mereka. Pandangan terhadap dirinya juga cenderung negatif di lingkungannya. Diharapkan para Mahasiswa ini bisa menunjukkan sikap positif untuk lebih mudah diterima lingkungannya. | This research contains the formation of self-concept of students who have tattoos on their bodies. The phenomenon of tattoos is identical to the behavior of thugs, gangsters, punk kids and etc. The existence of someone have tattoo leads to the attitudes and behavior of a person in his environment, so that the person is labeled by the community as a feared, fierce and naughty person. The purpose of this research was to find out how the self-concept was formed by students who had tattoos. This study uses a qualitative methods that produces descriptive data, in the form of written words of the subject study and observed behavior. Through a descriptive approach, researchers can explain the formation of self-concept tattooed students that are categorized through Self Esteem and Self Image. The results showed that students as tattoo users can have a positive concept because they can understand various facts about themselves, are accepted and evaluated so that their behavior is more positive. These students can design goals that can be achieved. These tattooed students can also have negative self-concepts because they cannot understand who is being directed and cannot accept themselves. Views of him also tend to be negative in his environment. It is hoped that these students can show a positive attitude to be more easily accepted by their environment | |
| 22082 | 25934 | D1B017005 | PENGARUH PENAMBAHAN AIR, SANTAN DAN TEPUNG TAPIOKA PADA SUSU SAPI PERAH TERHADAP TITIK DIDIH DAN VISKOSITAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan titik didih dan viskositas susu sapi perah yang dipalsukan dengan air, santan dan tepung tapioka. Materi yang digunakan adalah susu sapi perah yang diambil dari Experimental Farm (Exfarm) Fakultas Peternakan Unsoed pada pemerahan pagi hari sebanyak 15200 ml, air 410 ml, santan 410 ml dan tepung tapioka 410 gr, serta seperangkat alat uji didih dan viskometer. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu P0 = susu tanpa penambahan (susu murni), P1 = susu diberi penambahan air 10%, P2 = susu diberi penambahan santan 10% dan P3 = susu diberi penambahan tepung tapioka 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air, santan dan tepung tapioka pada susu sapi perah berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap titik didih dan viskositas susu. Rataan nilai waktu titik didih P0, P1, P2, dan P3 masing-masing 40,55 detik; 36,29 detik; 40,72 detik dan 26,08 detik; rataan nilai suhu titik didih P0, P1, P2, dan P3 masing-masing 89,24 oC; 86,50 oC; 88,75 oC dan 58,58 oC; rataan nilai viskositas P0, P1, P2, dan P3 masing-masing 1,06 cP; 0,89 cP; 1,47 cP dan 1,55 cP. Kesimpulan yang diperoleh yaitu penambahan santan pada susu sapi perah menghasilkan waktu dan suhu titik didih yang lebih tinggi dibanding bahan lainnya, sedangkan penambahan santan pada susu sapi perah juga menghasilkan viskositas yang paling tinggi. | The research aimed to determine the boiling and viscosity differences of counterfeited dairy cows with water, coconut milk and tapioca flour. The material used is dairy cow milk taken from Experimental Farm (Exfarm) Faculty of Animal Husbandry Unsoed in the morning milking as much as 15200 ml, 410 ml water, 410 ml coconut milk and 410 gr tapioca flour, and a set of boiling test kits and viscometer. The method used is an experimental method with a completely randomized design. The treatment used is P0 = milk without additives (pure milk), P1 = milk is given 10% addition of water, P2 = milk is given 10% coconut milk addition and P3 = milk is given 10% tapioca flour. The results showed that the addition of water, coconut milk and tapioca flour to milk of dairy cows had a significant effect (P < 0,05) on the boiling point and milk viscosity. The average boiling point time P0, P1, P2, and P3 are 40,55 seconds each; 36,29 seconds; 40,72 seconds and 26,08 seconds; the average temperature of boiling point P0, P1, P2, and P3 are 89,24 oC; 86,50 oC; 88,75 oC and 58,58 oC; the average viscosity values of P0, P1, P2, and P3 are 1,06 cP respectively; 0,89 cP; 1,47 cP and 1,55 cP. The conclusion is that the addition of coconut milk to dairy cow milk produces time and temperature boiling points higher than other ingredients, while the addition of coconut milk to dairy cow milk also produces the highest viscosity. | |
| 22083 | 24777 | I1B015044 | PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KETUMPANG AIR (Peperomia pellucida (L.) Kunth) TERHADAP INDEKS ATEROGENIK PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) MODEL HIPERLIPIDEMIA | PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KETUMPANG AIR (Peperomia pellucida (L.) Kunth) TERHADAP INDEKS ATEROGENIK PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) MODEL HIPERLIPIDEMIA Miftakhul huda1, Saryono2, Hernayanti3 ABSTRAK Latar Belakang: Hiperlipidemia adalah keadaan tingginya kadar lemak dalam tubuh, seperti peningkatan trigliserida dan penurunan HDL. Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor utama penyebab terjadinya PJK (Penyakit Jantung Koroner). Indeks aterogenik merupakan salah satu prediktor yang dapat digunakan untuk memprediksi PJK. Ketumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) diketahui mengandung antioksidan seperti flavonoid yang dapat menekan aktivitas radikal bebas dalam tubuh. Sehingga, peneliti meneliti apakah terdapat pengaruh ketumpang air terhadap indeks aterogenik pada tikus model hiperlipidemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui pengaruh seduhan ketumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) terhadap indeks aterogenik pada tikus model hiperlipidemia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi eksperimental murni dengan desain pre-post test sebanyak36 ekor tikus. Tikus dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu kontrol sehat (A), kontrol negatif (B), ketumpang air 150mg/KgBB (C), ketumpang air 300mg/KgBB (D), ketumpang air 600 mg/KgBB (E), dan simvastatin 0,18mg/200gramBB (F). Pemberian seduhan ketumpang air dilakukan selama 14 hari. Analisa data menggunakan One Way Anova dan Kruskal-Wallis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pemberian seduhan ketumpang air terhadap indeks aterogenik (p=0.002). Berdasarkan nilai selisih kelompok 150 mg/KgBB memiliki efek yang sama dengan kelompok 600mg/KgBB dan penurunan paling sedikit pada kelompok negatif. Kesimpulan: seduhan ketumpang air dapat menurunkan indeks aterogenik.. Kata Kunci: hiperlipidemia, indeks aterogenik, ketumpang air, HFD. 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 3Dosen Jurusan Toksikologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman | THE EFFECT OF KETUMPANG AIR TEA (Peperomia pellucida (L.) Kunth) IN ATHEROGENIC INDEX IN WHITE RATS HYPERLIPIDEMIA MODEL Miftakhul huda1, Saryono2, Hernayanti3 ABSTRACT Background: Hyperlipidemia is a condition of high levels of fat in the body, such as increased triglycerides and decreased HDL. Hyperlipidemia is one of the main factors causing CHD (Coronary Heart Disease). Atherogenic index is one of the predictors that can be used to predict CHD. ketumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) tea is known as herbal plant that contained antioxidants agent such as flavonoids which can suppress free radical activity in the body. Objective: This study aimed to determine the effect of ketumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) tea on the atherogenic index in hyperlipidemic mice. Method: This study used an pure experimental method pre-post test with control group design. The samples are 36 male Ratus norvegicus rats. Rats were grouped into 6 groups: healthy control (A), negative control (B), ketumpang air 150 mg / KgBB (C), ketumpang air 300 mg / KgBB (D), ketumpang air 600 mg / KgBB (E), and simvastatin 0, 18mg / 200gramBB (F). Intervention occurred 14 days. Analysis: The data were analyzed using normality test Saphiro-Wilk, Homogenity of Variance Test, continued by (One-Way ANOVA) and Post-hoc Duncan Test. The abnormal or not homogeneus will use the different (Kruskall-Wallis) and continued by Mann-Whitney Test. Results: The results of the study showed that there was a significant difference in steeping over water to the atherogenic index (p = 0.002). Based on the value of the difference between the group of 150 mg/KgBB having the same effect with the group of 600 mg/KgBB and small decrease in negative group. Conclusion: ketumpang air tea can reduce atherogenic index Keywords: hyperlipidemia, atherogenic index, ketumpang air, HFD. 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 3Dosen Jurusan Toksikologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman | |
| 22084 | 24779 | I1B015038 | PENGARUH KOMBINASI MCKENZIE EXERCISE DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP LOW BACK PAIN PADA PEKERJA BULU MATA DI CV PUTRA SELAMET PURWOKERTO | Latar Belakang : Low back pain (LBP) merupakan rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumbernya adalah tulang belakang daerah spinal (pinggang bawah), otot, saraf, atau struktur lainnya di sekitar daerah tersebut. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Mckenzi exercise dan kompres hangat terhadap low back pain pada pekerja bulu mata di CV Putra Selamet Purwokerto. Metodologi : Metode penelitian ini true experimental dengan pretest and posttest with control group desain, simple random sampling digunakan untuk pengambilan sampel didapatkan 45 responden dan dibagi menjadi 3 kelompok. Pengambilan data skala nyeri menggunakan kuisioner SAV. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, kruskall wallis dan dilanjutkan dengan man withney. Hasil : Karakteristik responden rentang usia dewasa yaitu dari 20-50. Hasil menunjukan adanya perbedaan penurunan nyeri pada ke-3 kelompok dengan nilai p value (< 0,05). Kesimpulan: Kombinasi Mckenzie exercise dan kompres hangat mampu memberikan pengaruh terhadap low back pain pada pekerja bulu mata di CV Putra Selamet Purwokerto. | Background : Low back pain (LBP) is a pain that is felt in the lower back whose source is the spinal region (lower waist), muscles, nerves, or other structures around the area. Objective : To examine the effect of the combination Mckenzie exercise and warm compress to low back pain in eyelash workers in CV Putra Selamet Purwokerto. Method : This methode of research is true experimental with pretest and posttest with control group design, the sampling technique used simple random sampling with 45 respondents and divided into 3 groups. Taking pain scale data using the SAV questionnaire. Analysis of the data using the Wilcoxon test, Kruskal wallis and continued with Man withney. Result : Characteristics of respondents range in adulthood from 20-50. The results showed a difference in pain reduction in all 3 groups with p value (<0.05) Conclusion : Mckenzie's combination therapy and warm compresses have an influence on low back pain in eyelash workers at CV Putra Selamet Purwokerto. | |
| 22085 | 24780 | G1I014039 | Pengarul Latihan Drill Shooting Bola Bergerak Terhadap Akurasi Shooting dengan Menggunakan Punggung Kaki Siswa Ekstrakurikuler Futsal SMP Negeri 2 Sumbang | Latar Belakang: Shooting dengan menggunakan punggung kaki adalah salah satu cara yang digunakan pemain futsal untuk mencetak gol. Permasalahan yang timbul pada siswa ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 2 Sumbang adalah shooting dengan menggunakan punggung kaki. Terutama pada aspek akurasi shooting. Untuk melatih tingkat akurasi shooting dengan menggunakan punggung kaki diperlukan sebuah latihan. Latihan drill shooting adalah latihan dengan cara melakukan gerakan yang sama secara berulang - ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan drill shooting bola bergerak terhadap akurasi shooting dengan menggunakan punggung kaki siswa ektrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Desain ini menggunakan satu kelompok ekperimen dengan melakukan pretest, treatmen dan posttest. Intrumen penelitian dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah alat tes shooting (Maulana, 2009). Sampel penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang dengan jumlah 15 anak. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan nilai signifikan 5%. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian akurasi shooting dengan menggunakan punggung kaki siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang, diperoleh nila sig (2-tailed) kurang dari 5%. Dengan nilai tersebut dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh pada latihan drill shooting bola bergerak terhadap akurasi shooting dengan menggunakan punggung kaki siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pada latihan drill shooting bola bergerak terhadap akurasi shooting dengan menggunakan pumggung kaki siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang. Kata Kunci: Drill, Shooting, Akurasi, Punggung Kaki, Bola Bergerak | Latar Belakang: Shooting dengan menggunakan punggung kaki adalah salah satu cara yang digunakan pemain futsal untuk mencetak gol. Permasalahan yang timbul pada siswa ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 2 Sumbang adalah shooting dengan menggunakan punggung kaki. Terutama pada aspek akurasi shooting. Untuk melatih tingkat akurasi shooting dengan menggunakan punggung kaki diperlukan sebuah latihan. Latihan drill shooting adalah latihan dengan cara melakukan gerakan yang sama secara berulang - ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan drill shooting bola bergerak terhadap akurasi shooting dengan menggunakan punggung kaki siswa ektrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Desain ini menggunakan satu kelompok ekperimen dengan melakukan pretest, treatmen dan posttest. Intrumen penelitian dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah alat tes shooting (Maulana, 2009). Sampel penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang dengan jumlah 15 anak. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan nilai signifikan 5%. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian akurasi shooting dengan menggunakan punggung kaki siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang, diperoleh nila sig (2-tailed) kurang dari 5%. Dengan nilai tersebut dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh pada latihan drill shooting bola bergerak terhadap akurasi shooting dengan menggunakan punggung kaki siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pada latihan drill shooting bola bergerak terhadap akurasi shooting dengan menggunakan pumggung kaki siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 2 Sumbang. Kata Kunci: Drill, Shooting, Akurasi, Punggung Kaki, Bola Bergerak | |
| 22086 | 24761 | G1D014052 | HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN MENJALANKAN LATIHAN FISIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGLEWAS | HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN MENJALANKAN LATIHAN FISIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGLEWAS Diki Purnomo1, Atyanti Isworo2, Annas Sumeru2 Abstrak Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit kronis menahun sehingga kepatuhan dalam menjalankan terapi merupakan hal yang penting dalam pengontrolan diabetes serta menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Latihan fisik termasuk kedalam empat pilar penatalaksanaan diabetes. Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan terapi bagi penderita diabetes yaitu kepatuhan dalam menjalankan latihan fisik. Pengetahuan dan motivasi responden dapat berpengaruh terhadap menjalankan latihan fisik responden. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan motivasi menjalankan latihan fisik di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 58 responden yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil: Rata-rata usia responden yaitu 55,9 tahun. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (74,1%), tingkat pendidikan SD (87,9%), dan tidak bekerja (72%). Responden yang memilki tingkat pengetahuan dan motivasi baik sebanyak masing-masing 72,4 % dan 60,3%. Namun tingkat kepatuhan responden di dominasi tidak patuh yaitu sebanyak 67,2%. Hasil uji Chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan menjalankan latihan fisik pada responden (p=0,43 dan p=0,380) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan menjalankan latihan fisik Kata kunci: Diabetes mellitus, Pengetahuan dan Motivasi, Latihan fisik | THE RELATION OF KNOWLEDGE AND MOTIVATION WITH ADHERENCE TO PHYSICAL EXERCISE AMONG PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS IN COMMUNITY HEALTH CENTER AREA OF KARANGLEWAS Diki Purnomo1, Atyanti Isworo2, Annas Sumeru2 Abstract Background: Diabetes mellitus is a chronic illness so the compliance in diabetes therapy is important on disease’s control to lower the complication risk. Physical exercise is part of four diabetes management pillars. One of factors supporting successful treatment of diabetic patients is adherence to physical exercise. Knowledge and motivation of respondents may have influcence on adherence to physical exercise Objective: This study aimed to identify the relation of knowledge and motivation in adherence to physical exercise in Community Health Center Area of Karanglewas Methods: This study used descriptional correlation design with a cross-sectional approach. As many as 58 respondents were met the criteria. Data were collected by questionnaire. Bivariate analysis by Chi square test Results: The mean age of respondents was 55.9 years old. Majority of respondents were female (74.1%), with elementary school educational level (87.9%), and unemployed (72%). Respondents had high level of knowledge (72.4%) and motivation (60.3%). Whereas noncompliance to exercise dominated the adherence variabel (67.2%). Chi square test result showed no significant relation found between knowledge and motivation with adherence in physical exercise (p=0.430 and p=0.380) Conclusion: There was no significant relation between knowledge and motivation with adherence in physical exercise of diabetic Keywords: Diabetes mellitus, knowledge and motivation, Physical exercise 1 Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman 2Lecturer of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman | |
| 22087 | 24802 | I1F017030 | HUBUNGAN ANTARA POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN SIKAP REMAJA TENTANG PERUBAHAN FISIK PADA MASA PUBERTAS DI SMP KELAS VIII | Latar Belakang: Masa remaja adalah masa transisi perkembangan perubahan besar fisik, kognitif, dan psikososial. Pertumbuhan dan perkembangan diawali dengan kematangan organ-organ reproduksi yang melibatkan perubahan hormon dan fisik, yang dialami oleh remaja awal atau remaja pada usia pubertas. Untuk membentuk sikap remaja terhadap perubahan fisik pada masa pubertas diperlukan pola komunikasi orang tua yang dapat mempengaruhi keefektifan komunikasi interpersonal. Dengan menerapkan komunikasi secara terbuka, empati dan rasa sportif. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan sikap remaja tentang perubahan fisik pada masa pubertas di SMP VIII . Metode: penelitian ini menggunakan desain Cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 67 siswa . pengukuran sikap menggunakan kuesioner sikap remaja. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil: Uji statistik Chi square menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan sikap remaja tentang perubahan fisik pada masa pubertas di SMP kelas VIII dengan nilai (p= 0,499) nilai koefisien korelasi (OR 1,313) sehingga Ho diterima. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara ola komunikasi orang tua dengan sikap remaja tentang perubahan fisik pada masa pubertas di SMP kelas VIII. Kata Kunci :Sikap remaja, pola komunikasi orang tua, perubahan fisik | Background: Adolescence is a transition period in the development of major physical, cognitive, and psychosocial changes. Growth and development begin with maturity of reproductive organs that involve hormonal and physical changes, which are experienced by early adolescents or adolescents at the age of puberty. To shape adolescent attitudes toward physical changes during puberty, parents need a communication pattern that can affect the effectiveness of interpersonal communication by implementing open communication, empathy and a sense of sportsmanship. Objective: This research aimed to analyze the relationship between parents' communication patterns with adolescent attitudes about physical change during puberty in eighth grade of junior high school. Method: This research used a cross sectional design. The researcher used simple random sampling with 67 students as respondents. This research used adolescent attitude questionnaire to measure the attitude. Statistical tests used The Chi Square Test. Results: Chi square statistical test showed that there was no relationship between parents' communication patterns with adolescent attitudes about physical changes during puberty in eighth grade of junior high school with values (p = 0.499) correlation coefficient values (OR = 1,313) so that Ho was accepted. Conclusion: There is no relationship between parents’ communication with adolescent attitudes about physical changes during puberty in eighth grade of junior high school. Keywords: Adolescent attitudes, parents’ communication patterns, physical changes | |
| 22088 | 24781 | I1F017025 | PENGARUH KOMBINASI AKUPRESUR TITIK KI.3 DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP SKALA NYERI SENDI PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN SOKARAJA | Latar Belakang : Nyeri sendi merupakan efek samping dari Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, keterbatasan gerak sendi dan gangguan berjalan. Metode non farmakologi penanganan nyeri dapat berupa akupresur dan kompres hangat. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh akupresur titik Ki.3 dan kompres hangat terhadap skala nyeri sendi pada penderita Tuberkulosis. Metodologi : Desain penelitian yang digunakan quasy experimental pre post test with control groups design pada 34 responden. Pengukuran nyeri menggunakan NRS. Uji statistik yang digunakan Wilcoxon dan Mann-whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan skala nyeri sendi yang bermakna sebelum dan setelah tindakan kombinasi akupresur titik Ki.3 dan kompres hangat (p 0,001) dan yang diberi kompres hangat (p 0,001). Kedua kelompok tidak terdapat perbedaan penurunan skala nyeri sendi yang signifikan (p 0,054). Kesimpulan : Kombinasi akupresur titik Ki.3 dan kompres hangat mampu menurunkan nyeri sendi pada penderita Tuberkulosis Kata Kunci : Nyeri sendi, Tuberkulosis, Akupresur, Kompres hangat. | Background : Joint pain is a side effect of an anti-tuberculosis drug which can cause discomfort, limited joint motion and gait disorder. Non-pharmacological pain management includes acupressure and warm compres. The objective of the study was to determine the effect of acupressure Ki.3 and warm compress on joint pain scale in patients with Tuberculosis. Methodology: This research design used quasi-experiment pre post test with control groups design to 34 respondents. Measurement of pain used NRS. Statistical tests used in this study were Wilcoxon and Mann-whitney Tests. Results: The results of the study indicated that there was a significant difference in joint pain scale before and after the treatment of combination of acupressure Ki.3 points and warm compress (p 0,001) and those treated with warm compress (p 0,001). There was no significant difference in the decrease of joint pain scale in the two group (p 0,054). Conclusion : The combination of acupressure Ki.3 point and warm compress could reduce joint pain in patient with Tuberculosis. Keywords : Joint pain, Tuberculosis, Acupressure, warm compresses. | |
| 22089 | 24782 | I1F017009 | PENGARUH PEMBERIAN KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN PRALANSIA TENTANG HIPERTENSI DI PUSKESMAS PUNGGELAN 1 | Abstrak PENGARUH PEMBERIAN KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PRA LANSIA TENTANG HIPERTENSI DI PUSKESMAS PUNGGELAN 1 Ridho Tristantiningsih, Asep Iskandar, Koernia Nanda Pratama Latar Belakang : Hipertensi merupakan masalah kesehatan dari penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada pralansia di wilayah Puskesmas Punggelan 1. Konseling merupakan salah satu intervensi yang dapat diterapkan untuk menekan peningkatan dan mengurangi kekambuhan dimana bimbingan ini dilakukan oleh seseorang ahli kepada individu untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling terhadap pengetahuan dan sikap pralansia tentang hipertensi. Metodologi : Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan pre dan post test design with control group. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Jumlah sampel 32 responden untuk dua kelompok. Instrumen menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan paired t test dan dilanjutkan dengan Mann-whitney. Hasil Penelitian : Hasil menunjukkan bahwa konseling kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap dengan nilai pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,002). Kesimpulan : Konseling dapat diterapkan pada pasien hipertensi dalam memecahkan permasalahan pengetahuan dan sikap pada pralasia tentang penyakit hipertensi. Kata kunci : Konseling, Pengetahuan, Sikap, Hipertensi. | COUNSELING EFFECT ON THE IMPROVEMENT OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE PRA ELDERY ABOUT HYPERTENSION IN COMMUNITY HEALTH CENTER PUNGGELAN 1 Ridho Tristantiningsih (Puskesmas Punggelan 1) Asep Iskandar (Universitas Jenderal Soedirman) Koernia Nanda Pratama (Universitas Jenderal Soedirman) Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ABSTRACT Background : Hypertension is a health problem non-communicable diseases that occurs a lot in praeldery in the Community Health Center Punggelan 1. Counseling is one of the interventions that can be applied to suppress the increase and reduce recurrence where this guidance is done by someone who is an expert to help overcome the problems experienced. This research aims to determine the effect of giving counseling to preliminary knowledge and attitudes about hypertension Methodology: This research used quasi-experimental design with pre and post test design with a control group. The sampling technique was simple random sampling. The number of samples was 32 respondents for two groups. The instrument used questionnaire. The Statistical tests used paired t test and continued with Mann-Whitney. Results: The results showed that health counseling can improve knowledge and attitudes with the value of knowledge (p = 0,000) and attitudes (p = 0,002). Conclusions: Counseling can be applied to patients with hypertension in problem solving of knowledge and attitudes pra eldery about hypertension. Keyword : Counseling, Knowledge, Attitude, Hypertension. | |
| 22090 | 24783 | I1F017016 | Pengaruh Terapi Zikir Lisan terhadap Penurunan Skor Kecemasan Pasien di IGD RSUD Cilacap | PENGARUH TERAPI ZIKIR LISAN TERHADAP PENURUNAN SKOR KECEMASAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP Sugiono1, Iwan Purnawan2, Ridlwan Kamaludin3 ABSTRAK Latar belakang : Kecemasan merupakan salah satu masalah yang sering dijumpai pada pasien IGD. Melihat kondisi IGD yang tidak pasti, dari segi hiruk pikuk ruangan, adanya kegawatan pada pasien lain, kepanikan dari keluarga, sangat mempengaruhi psikologis pasien, sehingga sulit untuk berkonsentrasi, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh zikir lisan terhadap penurunan skor kecemasan pasien di IGD. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zikir lisan terhadap penurunan skor kecemasan pasien di IGD. Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasi eskperiment dengan pre and post test with control group design. Tekhnik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Jumlah sampel kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing 19 responden. VAS-A digunakan sebagai instrumen dalam mengukur tingkat kecemasan. Analisa data menggunakan paired t test dan independent t test. Hasil : Rerata skor kecemasan kelompok perlakuan dari 62,74 menjadi 44,47 sedangkan pada kelompok kontrol dari 58,63 menjadi 40,95. Uji paired t test p < 0,05, yang berarti bahwa pada kedua kelompok terdapat perbedaan skor kecemasan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Sedangkan uji independent t test p > 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penurunan skor kecemasan yang bermakna antara kedua kelompok. Kesimpulan : Ada pengaruh dari zikir lisan terhadap penurunan skor kecemasan pasien di IGD. Namun tidak ada perbedaan penurunan skor kecemasan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Kata kunci : Zikir lisan, zikir, kecemasan. . 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2,3Departemen Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman | THE EFFECT OF ORAL DHIKR THERAPY ON THE DECREASE IN ANXIETY SCORES OF PATIENTS IN EMERGENCY DEPARTMENT OF CILACAP REGIONAL HOSPITAL Sugiono1, Iwan Purnawan2, Ridlwan Kamaludin3 ABSTRACT Background: Anxiety is one of the problems that are often found in Emergency Department patients. Seeing the Emergency Department condition which is uncertain, in the terms of hustle and bustle of the room, worry of other patients, panic from the family, greatly affect the patient's psychology. It makes difficult to concentrate. Therefore, research is needed to determine the effect of oral dhikr on decreasing scores of patient's anxiety in Emergency Department. Objective: This study aims to determine the effect of oral dhikr on the decrease in anxiety scores of patients in Emergency Department. Method: This study used quasi-experiment method with pre and post test with control group design. The researcher used purposive sampling. The number of samples in experimental group and control group were 19 respondents respectively. VAS-A is used as an instrument in measuring anxiety levels. Data analysis used Paired T-Test and Independent T-Test. Results: The average of anxiety scores on experimental groups change from 62,74 to 44,47 meanwhile control groups change from 58,63 to 40,95. The result of Paired T-Test p < 0.05, which means that there are significant differences before and after the action at both groups in anxiety scores. While the result of Independent T-Test p > 0.05 showed that there is no difference in a significant decrease in anxiety scores between both groups. Conclusion: There is an effect of oral dhikr on the decrease in anxiety scores of patients in Emergency Department. However, there was no significant difference on the decrease in anxiety scores that was between the experimental groups and the control group. Keywords: Oral dhikr, dhikr, anxiety. 1Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2,3Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University | |
| 22091 | 24784 | I1F017007 | PENGARUH MUSIK GITAR AKUSTIK TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI PRIMER DI DESA BANJARSARI WETAN | Abstrak PENGARUH MUSIK GITAR AKUSTIK TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI PRIMER DI DESA BANJARSARI WETAN Heri Firmansah1, Arif Setyo Upoyo2, Ridlwan Kamaluddin3 Pendahuluan : Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit kardiovaskular. Stress adalah faktor resiko hipertensi. Penanganan nonfarmakologik efektif menurunkan stres adalah terapi musik. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pengaruh terapi musik gitar akustik terhadap tekanan darah penderita hipertensi primer di Desa Banjarsari Wetan. Metode : Desain penelitian quasy experiment two group pre-post test design, dengan purposive sampling. Total 40 responden, 20 responden mendengarkan musik gitar akustik 2 kali sehari dan kelompok lainnya 1 kali sehari selama 3 hari. Data pre-post terapi diuji dengan dependent t test, sedangkan perbedaan penurunan antara kedua kelompok dengan uji independent t test. Hasil : Terdapat perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok 1 (p 0,000 dan 0,001) dan kelompok 2 (p 0,000 dan 0,001). Tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah bermakna antara kedua kelompok sistolik (p 0,647), diastolik (p 0,353). Kesimpulan : Terapi musik gitar akustik yang dilakukan 2 kali dan 1 kali sehari selama 3 hari dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi primer. Kata kunci: Terapi musik, Terapi komplementer, Hipertensi primer. | Abstract THE EFFECT OF ACOUSTIC GUITAR MUSIC ON BLOOD PRESSURE OF PRIMARY HYPERTENSION PATIENTS IN BANJARSARI WETAN VILLAGE Heri Firmansah1, Arif Setyo Upoyo2, Ridlwan Kamaluddin3 Background: Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease. Stress is a risk factor for hypertension. Non pharmacological treatment that can reduce the stress effectively is music therapy. The purpose of this research was to identify the effect of acoustic guitar music therapy on blood pressure in primary hypertension patients in East Banjarsari Village. Method: This research used quasy-experimental two group pre-post test design, with purposive sampling. The samples were 40 respondents. For 3 days, 20 respondents listened to acoustic guitar twice a day and other groups 1 time a day. Pre-post therapy data were tested by dependent t test, while the difference in a decrease in blood pressure between the two groups was tested by independent t test. Results: There were differences in systolic and diastolic blood pressure before and after intervention in group 1 (p 0,000 and 0,001) and group 2 (p 0,000 and 0,001). There was no difference in a decrease in blood pressure significantly between the two systolic groups (p 0.647), diastolic (p 0.353). Conclusion: Acoustic guitar music therapy performed twice and once a day for 3 days can reduce blood pressure in patiens with primary hypertension. Keywords: Music therapy, complementary therapy, primary hypertension. | |
| 22092 | 24785 | F1B011035 | EVALUASI KEBIJAKAN BEASISWA BIDIKMISI DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan beasiswa bidikmisi. Dengan adanya evaluasi ini diharapkan dapat diketahui seberapa besar hasil yang telah dicapai oleh beasiswa bidikmisi. Terutama dalam mencapai tujuan peningkatan pendidikan dan prestasi mahasiswa perguruan tinggi. Penelitian ini memiliki relevansi dengan teori kebijakan publik. Dimana Evaluasi merupakan salah satu proses dari kebijakan publik. Untuk mengevaluasi kebijakan bidikmisi dalam penelitian ini peneliti menggunakan Indikator Output dan Outcomes (Soebarsono, 2005:212). Peneliti akan mengkaji indikator output dari sisi jumlah mahasiswa penerima bidikmisi dan indikator outcomes dari sisi lama studi dan prestasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis data distribusi frekuensi, mean dan Crosstabulation. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2012-2014. Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sasaran penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2012-2014 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED adalah 167 mahasiswa. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan kuota beasiswa menjadi 67 mahasiswa atau naik sebesar 15 penerima namun pada tahun 2014 terjadi penurunan menjadi 48 mahasiswa. Indeks kelulusan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi masih cenderung rendah. Hal ini ditunjukan dengan nilai indeks total sebesar 50,8 persen. Selain itu ditemukan bahwa mahasiswa perempuan memiliki prestasi dan lama studi yang lebih baik daripada mahasiswa laki-laki. Kemudian juga ditemukan terjadi peningkatan rata-rata IPK dari angkatan tahun 2012 sampai angkatan tahun 2014. Kata kunci: Evaluasi, Bidikmisi. | This study aims to evaluate the Bidikmisi scholarship policy. With this evaluation, it is expected to find out how much the results achieved by Bidikmisi scholarship have been achieved. Especially in achieving the goals of improving education and achievement of college students. This research has relevance to public policy theory. Where evaluation is one of the processes of public policy. To evaluate the Bidikmisi policy in this study researchers used Output Indicators and Outcomes (Soebarsono, 2005: 212). The researcher will examine the output indicators in terms of the number of students receiving bidikmisi and outcome indicators from the length of study and achievement. The research approach used is quantitative descriptive with distribution frequency, mean and crosstabulation data analysis techniques. The target of this study was students of the 2012-2014 bidikmisi scholarship. The research data used is secondary data. The results of this study indicate that the target of the 2012-2014 bidikmisi scholarship recipients at the UNSOED Faculty of Social and Political Sciences is 167 students. In 2013 there was an increase in scholarship quota to 67 students or an increase of 15 recipients but in 2014 there was a decline to 48 students. The graduation index of Bidikmisi scholarship students still tends to be low. This is indicated by a total index value of 50.8 percent. In addition, it was found that female students had better achievements and length of study than male students. Then also found an increase in the average GPA from the 2012 class to the 2014 class. Keywords: Evaluation, Bidikmisi | |
| 22093 | 24786 | I1F017012 | PENGARUH KOMBINASI PENGGUNAAN NATRIUM BICARBONATE DAN LISTERINE® UNTUK ORAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL JAKARTA | PENGARUH KOMBINASI PENGGUNAAN NATRIUM BICARBONATE DAN LISTERINE® UNTUK ORAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL JAKARTA Bangun Sasongko1, Sidik Awaludin2, Arif Imam Hidayat2 Latar Belakang : Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan Pneumonia yang paling sering terjadi di Intensive Care Unit (ICU) dan menjadi salah satu penyebab mortalitas tertinggi hingga 67%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi penggunaan natrium bicarbonate dan listerine® untuk oral hygiene terhadap kejadian VAP di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Metodologi : Penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment (pretest-posttest with control group design). Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi CPIS, analisis data menggunakan uji Willcoxon dan Mann-Whitney. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukaan terdapat perbedaan skor CPIS antara sebelum dan sesudah dilakukan oral hygiene pada kelompok chlorhexidine (p = 0,005) dan pada kelompok kombinasi natrium bicarbonate dengan listerine® (p = 0,036). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,57). Kesimpulan : Chlorhexidine dan kombinasi natrium bicarbonate dengan listerine® dapat digunakan sebagai antiseptic mouthwash dalam pencegahan VAP. Kata kunci : Chlorhexidine, Listerine®, Natrium bicarbonate, Ventilator Associated Pneumonia. | THE EFFECT OF COMBINATION NATRIUM BICARBONATE AND LISTERINE TO ORAL HYGIENE TOWARD VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA INCIDENCE AT JAKARTA PUSAT OTAK NASIONAL HOSPITAL Bangun Sasongko1, Sidik Awaludin2, Arif Imam Hidayat2 Background : Pneumonia Associated Ventilator (VAP) is the most common pneumonia in the Intensive Care Unit (ICU) and is one of the causes of the highest mortality of up to 67%. This research objective is to know the effect of combination in using natrium bicarbonate and listerine® to oral hygiene toward incidence VAP in Pusat Otak Nasional Hospital. Methodology : Quantitative reseach with quasi experiment (pretest-posttest with control group design) program. The sample is taken using purposive sampling technique as many as 30 respondents. This research instrument using CPIS observation, data analysis using Willcoxon dan Mann-Whitney experiment. Result : The result of the research indicated significant diferences in score CPIS before and after oral hygiene using chlorhexidine (p value = 0,005) and using combination between natrium bicarbonate and listerine® with (p value = 0,036). There was no diference significant between bolt groups with (p value = 0,57). Conclusion : Chlorhexidine and the combination of sodium bicarbonate and listerine® can be used as antiseptic moutwash in the prevention of VAP. Keywords : Chlorhexidine, Listerine®, Natrium bicarbonate, Ventilator Associated Pneumonia. | |
| 22094 | 24787 | I1F017033 | GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL PADA LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS II SUMBANG | Latar belakang : Seksualitas merupakan aspek penting disepanjang kehidupan manusia. Seksualitas tidak hanya mencakup hubungan seksual (sanggama), tetapi aktivitas intim lainnya seperti pengekspresian hasrat, kasih saying dan kesetiaan. Lansia yang sehat maupun sakit tetap memiliki kebutuhan seksual secara fisik dan psikologis yang harus terpenuhi, yaitu untuk mengekspresikan perasaannya, cinta dan kasih sayang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan seksual lansia di wilayah Puskesmas II Sumbang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei yang bersifat deskriptif kuantitatif Hasil : Sebagian besar responden masih memiliki dorongan seksual dengan prosentase lebih besar pada laki-laki yaitu 83% disbanding dengan 76% pada perempuan. Responden yang masih memiliki dorongan seksual lebih besar pada rentang usia 60-74 tahun yaitu 81,5% . Kemudian responden yang memiliki penyakit yang dapat mempengaruhi fungsi seksual sebanyak 47,6% yang masih mempunyai dorongan seksual. Pemenuhan kebutuhan seksual secara fisik yang terbanyak dilakukan adalah berpelukan, berciuman dan berhubungan badan walaupun tidak rutin dilakukan. Aktivitas seksual secara psikologis yang paling banyak dilakukan adalah memberikan dukungan dengan rata rata (mean) 1,523. Kepuasan seksual diperoleh dari komunikasi dan hubungan seksual secara fisik hamper berimbang (mean 0,99 dibanding 0,92). Kesimpulan : Sebagian besar lansia masih memiliki dorongan seksual. Aktivitas seksual secara fisik yang terbanyak adalah berpelukan, berciuman dan hubungan badan. Aktivitas seksual secara psikologis yang paling sering dilakukan adalah memberikan dukungan kepada pasangan. Kepuasan seksual diperoleh dari komunikasi dan hubungan badan. Kata kunci : Lansia, seksualitas, psikologis, kepuasan | ABSTRACT Background.Sexuality is an important aspect throughtout human life. Sexuality does not only include sexual intercourse, but other intimate activities such as expressing desire, affection and loyalty. Healthy and sick elderly people still have physical and psychological sexual need that must be fulfilled, namely to express their feelings, love and affection. Objective:The study aims to determine the description of fulfilling the sexual needs of the elderly in the Sumbang II Health Center area Method:The study used a descriptive quantitative survey research method Results:.Most respondents still have a sexual drive with a greater percentage of men, 83% compared to &6% in women. Respondents who still had a greater sexual drive in the 60-74 year range were 81,5%. Then respondents who had a disease that could affect sexual function were 47,6% who still had sexual urges. The most fulfilled physical sexual needs are hugging, kissing and intercourse even though. It is not routinely performed. Psychological sexual activity that is most often done is to provide support with an average of 1,523. Sexual satisfaction was obtained by communication and sexual intercourse was most balanced 9mean 0,99 compared to 0,92). Conclusion: Most elderly people still have sexual urges. The most physical sexual activity is hugging, kissing and intercourse. Psychological sexual activity that is most often done is to provide support to a partner. Sexual satisfaction is obtained from communication and intercourse. Keywords: Elderly, sexuality, psychological, satisfaction | |
| 22095 | 24788 | I1F017003 | EFEKTIFITAS MENDENGARKAN MUROTTAL DAN DOA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD WATES | ABSTRAK EFEKTIFITAS MENDENGARKAN MUROTTAL DAN DOA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD WATES Danang Setiyono1, Iwan Purnawan2, Galih Noor Alivian3 Latar Belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis mengalami masalah fisik dan psikologi. Salah satu masalah psikologi yang timbul yaitu kecemasan. Kecemasan yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk pada kualitas hidup mereka. Terapi murottal dan doa mampu menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan terapi murottal dan doa untuk mengurangi skor kecemasan pada pasien hemodialisis. Metodologi: Penelitian quasy experiment ini menggunakan rancangan pretest-posttest with control group design. Penelitian ini menggunakan 30 responden yaitu 15 kelompok doa dan 15 kelompok murottal sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran skor kecemasan menggunakan Visual Analog Scale Anxiety (VAS-A) 0-100. Uji statistik menggunakan paired t test dan independent t test. Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan yang bermakna antara skor cemas sebelum dan sesudah mendengarkan terapi murottal dan doa dengan masing-masing p value < 0,001, sedangkan skor kecemasan antara kelompok murottal dan doa tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan p value 0,571. Kesimpulan: Terapi mendengarkan murottal dan doa secara statistik sama-sama mampu menurunkan skor kecemasan pada pasien hemodialisis, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara terapi murottal dengan terapi doa. Kata kunci: Doa, Hemodialisis, Kecemasan, Murottal | ABSTRACT EFFECTIVENESS OF MUROTTAL AND PRAYER LISTENING TOWARDS DECREASING ANXIETY IN HEMODIALYSIS PATIENTS AT RSUD WATES Danang Setiyono1, Iwan Purnawan2, Galih Noor Alivian3 Background: Patients who undergo hemodialysis experience physical and psychological problems. One psychological problem that arises is anxiety. Anxiety that is not resolved properly can adversely affect their quality of life. Murottal therapy and prayer can reduce anxiety. The purpose of this study was to determine differences in murottal therapy and prayer to reduce anxiety scores in hemodialysis patients. Methodology: This study quasy experiment used a pretest-posttest design with control group design. This study used 30 respondents, namely 15 prayer groups and 15 murottal groups according to inclusion and exclusion criteria. Anxiety score measurement using Visual Analog Anxiety Scale (VAS-A) 0-100. Statistical tests using paired t test and independent t test. Results: There were significant differences between anxiety scores before and after listening to murottal therapy and prayer with each p value <0.001, while the anxiety score between murottal group and prayer there was no significant difference with p value 0.571. Conclusion: Murottal listening and prayer therapy were both statistically able to reduce anxiety scores in hemodialysis patients, there was no significant difference between murottal therapy and prayer therapy. Keywords: Prayer, Hemodialysis, Anxiety, Murottal | |
| 22096 | 24770 | I1F017026 | Efektifitas Kompres Dingin Dan Guided Imagery Terhadap Postoperative Sore Throat (POST) Di RSUD Cilacap | Latar Belakang : Postoperative Sore Throat (POST) merupakan efek samping tindakan intubasi yang dapat menyebabkan kesulitan menelan dan bernafas. Jika tidak segera ditangani dapat memperpanjang masa pemulihan serta menurunkan tingkat kepuasaan pasien. Kompres dingin dan guide imagery merupakan metode non farmakologis yang dapat diterapkan untuk menangani nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas kompres dingin dan guided imagery terhadap skala nyeri POST. Metodologi : Metode penelitian Quasi eksperiment pre post test with two groups design dengan menggunakan purposive sampling terhadap 60 responden. Instrument menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan diuji menggunakan paired t test dan independent t test. Hasil Penelitian : Terdapat perbedaan yang bermakna antara skala nyeri POST sebelum dan sesudah dilakukan tindakan pada kelompok kompres dingin (p 0,001) dan guided imagery (p 0,001). Namun antara kedua kelompok tidak terdapat perbedaan penurunan skala nyeri POST yang signifikan (p 0,166). Kesimpulan : Kompres dingin dan Guided imagery sama-sama efektif menurunkan skala nyeri POST | Background : Postoperative Sore Throat (POST) is a side effect of the intubation that can cause difficulty in swallowing and breathing. Late treated POST can prolong the recovery period and reduce the patient's satisfaction. Cold compress and guided imagery is a non-pharmacological method that can be applied to treat pain. This study aims to determine the effectiveness of cold compress and guided imagery to reduce the pain scale of POST. Methodology : The research design used quasi experiment pre-post test with two groups design using purposive sampling with 60 respondents divided into two groups, 30 cold compress groups and 30 respondents as the guided imagery groups. Instrument using a Numeric Rating Scale (NRS). Data analysis test used paired t test and independent t test. Research result: There were significant differences between the pain scale before and after the intervention of cold compresses (p 0.001) and guided imagery (p 0.001). There was not significant differences between the two groups to reduce the pain scale of POST (p 0.166). Conclusion : Cold compresses and Guided imagery are both effective in reducing the pain scale of POST. | |
| 22097 | 24740 | B1B015019 | THE EXPRESSION OF pQE E7 HUMAN PAPILLOMA VIRUS (HPV) 16 RECOMBINANT PROTEIN WITH E. coli BL21 CP | Kanker serviks menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan bagi wanita meskipun telah ditemukan metode pencegahan yang sangat efektif. Jenis kanker ini adalah kanker paling umum kedua di antara wanita di seluruh dunia, dengan perkiraan 528.000 kasus baru dan 266.000 kematian di antara wanita setiap tahun. Jumlah yang tidak proporsional dari kasus-kasus ini (85%) dan kematian (87%) terjadi di antara perempuan yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penelitian telah menunjukkan bahwa keberadaan Human Papillomavirus (HPV) telah diidentifikasi sebagai penyebab utama kanker serviks. Ada lebih dari 170 jenis HPV yang telah diidentifikasi, tetapi hingga 90% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV 16 dan 18. Genotipe HPV yang paling karsinogenik adalah HPV 16, yang sebagian besar menyebabkan karsinoma sel squamosa. Protein transformasi utama dari HPV risiko tinggi telah diidentifikasi sebagai protein early E6 dan E7; ekspresi kedua protein ini menginduksi immortality dan transformasi dalam berbagai jenis sel rodensia dan manusia. Protein rekombinan E7 yang diekspresikan dalam E. coli BL21 CP diberikan sebagai vaksin modern, yang disebut vaksin subunit. Vaksin ini didasarkan pada komponen antigenik patogen yang terdefinisi dengan baik dan sangat murni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi protein rekombinan pQE E7 HPV 16 dengan E. coli BL21 CP sebagai langkah awal pembuatan prototipe vaksin subunit HPV 16. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Parameter yang diamati adalah ketebalan pita yang terbentuk dalam visualisasi SDS PAGE ketika mengoptimalkan konsentrasi IPTG dengan waktu induksi yang berbeda, dan juga pemurnian protein dalam produksi skala besar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi protein rekombinan pQEE7 HPV 16 yang paling optimal adalah dengan konsentrasi IPTG 0.7 mM dan waktu induksi 3 jam. Dalam ekspresi skala besar, protein rekombinan dapat dimurnikan pada elusi kedua dan ketiga. | Cervical cancer remains a significant public health concern for women despite the existence of highly effective prevention and screening methods. This type of cancer is the second most common cancer among women worldwide, with an estimated 528,000 new cases and 266,000 deaths among women each year. A disproportionate number of these cases (85%) and deaths (87%) occur among women living in low and middle-income countries. Research has shown that the presence of human papillomavirus (HPV) has been identified as the main cause of cervical cancer. There are over 170 types of HPV have been identified, but up to 90% cases of cervical cancer alone are caused by HPV 16 and 18. The most carcinogenic HPV genotype is HPV 16, which mostly causes squamous cell carcinoma. The major transforming proteins of the high-risk HPVs have been identified as the early proteins E6 and E7; expression of these proteins is maintained in carcinoma cell lines and expression of these two proteins induces immortalization and transformation in a variety of rodent and human cell types. The recombinant protein of E7 expressed in E. coli BL21 CP is delivered as modern vaccines, the so-called subunit vaccines. It is based on well-defined and highly purified antigenic components of the pathogens. The purpose of this research is to know the expression of pQE E7 HPV 16 recombinant protein with E. coli BL21 CP as the first step of making HPV 16 subunit vaccine prototype. The research is conducted by the descriptive method. The parameters observed were the thickness of the band formed in the visualization of SDS PAGE when optimizing the concentration of IPTG with different induction times, and also purification of proteins in large-scale production. The results of this research showed that the most optimum expression of recombinant protein pQEE7 HPV 16 was with an IPTG concentration of 0.7 mM and induction time of 3 hours. In large scale expressions, recombinant proteins can be purified in the second and third elution. | |
| 22098 | 24790 | G1B013027 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KANDUNGAN E. coli PADA NASI RAMES DI TERMINAL BULUPITU PURWOKERTO | Latar Belakang : Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia salah satunya adalah nasi rames yang merupakan makanan dengan harga murah dan mudah dijangkau. Sumber-sumber kontaminasi mikroorganisme pada makanan dapat berasal dari kebersihan penjamah, penanganan dan penyimpanan makanan, wadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kandungan E. coli pada nasi rames di Terminal Bulupitu Purwokerto. Metodologi : Penelitian ini merupakan Survey Analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Uji yang dilakukan untuk mengetahui kandungan bakteri E. coli pada 30 sampel nasi rames. Data hasil wawancara dan uji laboratorium dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 17 responden memiliki hygiene penjamah yang baik, 19 responden memiliki hygiene sanitasi makanan yang baik, 19 responden memiliki fasilitas sanitasi yang baik. Hasil uji laboratorium menunjukan bahwa 30 sampel nasi rames yang di ambil 16 sampel nasi rames tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan Kepmenkes No. 1098/Menkes/SK/VII/2003. Variabel hygiene penjamah, hygiene sanitasi makanan, dan fasilitas sanitasi memiliki nilai p-value > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan : Tidak ada faktor-faktor yang berhubungan dengan kandungan E. coli pada nasi rames di Terminal Bulupitu Purwokerto. | Background : Food is something that is very important for human life, one of which is mix rice, which is food that is cheap and easy to reach. Sources of microorganism contamination in food can come from cleaning handlers, handing and storing food, containers. This research goal is to find factors correlated with content of E. coli in mix rice at Terminal Bulupitu Purwokerto. Methods : This research is analytical survey with cross sectional study. Total plate count test used to determine the content of E. coli in 30 samples of mix rice. Interview data and laboratory test result analysed with chi square test. Result : This research result show 17 respondent have good handler hygiene, 19 respondent have good food sanitation hygiene, 19 respondent have good sanitation facilities. Laboratory test result show that 30 mix rice samples taken 16 samples of mix rice did not meet the conditions set Kepmenkes No. 1098/Menkes/SK/VII/2003. Variable of handler hygiene, food sanitation hygiene and sanitation facilities have value p-value > 0,05 which means there is no significant correlation. Conclusion : There is no factors correlated with content of E. coli in mix rice at Terminal Bulupitu Purwokerto. | |
| 22099 | 24792 | I1F017032 | Pengaruh Oral Higiene dengan Larutan Madu 15% Terhadap Skor Hidrasi Saliva pada Pasien Stroke di Stroke Care Unit RS Pusat Otak Nasional Jakarta | Latar belakang: Masalah yang sering dialami oleh pasien stroke yaitu mulut kering, yang dapat menimbulkan komplikasi yaitu infeksi lokal maupun infeksi sistemik. Madu 15% dapat digunakan untuk mengatasi mulut kering pada pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh oral higiene menggunakan madu 15% terhadap skor hidrasi saliva sebagai salah parameter dalam mengukur tingkat hidrasi oral. Metode: Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-posttest with control group design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 28 responden, dengan 14 responden pada masing-masing kelompok, teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Skor hidrasi saliva diukur menggunakan stopwatch. Uji analisis menggunakan Paired t-test dan Independent t-test. Hasil penelitian: Secara signifikan rerata skor hidrasi sebelum dan sesudah intervensi di kedua kelompok mengalami penurunan dengan nilai p=0.000, sedangkan rerata penurunan skor hidrasi antar kedua kelompok intervensi tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,810. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh secara signifikan pada oral higiene menggunakan madu 15% terhadap penurunan skor hidrasi saliva. | Background: The problem that commonly experienced by acute stroke patients is dry mouth, it’s can be lead the local and/or systemic infections, honey 15% in oral hygiene can be used for the treatment of dry mouth problems. Objective: The aimed of this study is to Investigate effects of oral hygiene using 15% honey on salivary hydration rates as a parameter in measuring oral hydration. Method: This study was used quasi experiment with pre-posttest control group design. The study was performed in 28 respondents, divide 14 respondents in each group. Sampling technique used is consecutive sampling. The salivary hydration scores were measured using a stopwatch. Statistical analisys was used paired t-test and Independent t-test. Results: Results there was significant difference between salivary hydration score before and after oral hygiene in both of groups (p=0.000). Whereas the mean between both intervention and control groups there was no significant difference of decreasing in salivary hydration score (p=0,810). Conclusion: There was no significant effect of oral hygiene using 15% honey in decreasing salivary hydration scores. | |
| 22100 | 24791 | G1F014065 | ANALISIS SENYAWA PADA EKSTRAK ETANOL BIJI KURMA (Phoenix dactylifera) DENGAN GC-MS DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Propionibacterium acnes | Latar belakang: Biji kurma memiliki kandungan asam lemak yang diketahui mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam lemak dan aktivitas antibakteri dalam ekstrak etanol biji kurma terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metodologi: Penelitian dilakukan dengan cara ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Analisis asam lemak dilakukan dengan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Kontrol positif menggunakan cakram berisi klindamisin 2 µg dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Media yang digunakan adalah Mueller Hinton Agar (MHA). Data yang diperoleh dari GC-MS dan aktivitas antibakteri yang berupa diameter zona hambat kemudian dianalisis deskriptif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol biji kurma menghasilkan 9 puncak senyawa (SI ≥ 95%) dengan analisis GC-MS dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat terhadap pertumbuhaan bakteri P. acnes sebesar 14 mm pada konsentrasi 300 µg. Kesimpulan: Ekstrak etanol biji kurma memiliki berbagai senyawa asam lemak yang teridentifikasi dengan GC-MS serta ekstrak etanol biji kurma memiliki aktivitas antibakteri. | Background: Date palm seeds contain fatty acids which are known to have antibacterial activity. This study aims to determine the levels of fatty acids and antibacterial activity in ethanol extract of date palm seeds against Propionibacterium acnes bacteria. Methods: Seeds dates extract were obtained using maceration extraction by ethanol as the solvent. Fatty acids were analyzed by Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) method. Clindamycin 2 µg was used as positive control and DMSO was used as negative controls. Mueller Hinton Agar (MHA) was used as the media. Data obtained from GC-MS and antibacterial activity in the form of inhibition zone diameter were then analyzed descriptively. Result: The results showed that date palm ethanol extract produced 9 compound peaks (SI ≥ 95%) by GC-MS analysis and had antibacterial activity with inhibitory zone diameters on the growth of P. acnes bacteria by 14 mm at a concentration of 300 µg. Conclusion: Date palm ethanol extract has various fatty acid compounds identified by GC-MS and ethanol extract of date palm seeds has antibacterial activity. |