Artikel Ilmiah : F1C014054 a.n. ADITA WIDYA PANGESTIKA

Kembali Update Delete

NIMF1C014054
NamamhsADITA WIDYA PANGESTIKA
Judul ArtikelMembedah Pesan Taare Zameen Par: Sebuah Kritik Terhadap Penerapan Pendekatan Behavioristik dalam Sistem Pendidikan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Film merupakan salah satu wahana kritik sosial yang efektif. Melalui unsur audio visualnya film dapat menampilkan berbagai potret fenomena sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat. Penelitian bertujuan mengupas berbagai tanda dalam adegan film yang menjadi representasi dari kritik sosial, khususnya dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika yang dikembangkan oleh John Fiske. Adegan yang dianggap mengandung kritik sosial diuraikan 9 kode televisinya. Setelah itu tanda akan dianalisis dalam tiga level, yakni level realitas, representasi, dan ideologi.
Penelitian ini menemukan bahwa Film Taare Zameen Par mengandung kritik terhadap pendekatan behavioristik dalam sistem pendidikan. Upaya mengkritik pendekatan behavioristik dilakukan dengan memunculkan pendekatan humanistik sebagai pembanding. Tokoh utama yang memiliki masalah disleksia tidak kunjung bisa membaca ketika dididik menggunakan pendekatan behavioristik. Ia justru mendapat label sebagai siswa nakal. Tokoh utama digambarkan mengalami perkembangan yang signifikan ketika dididik menggunakan pendekatan humanistik. Melalui cara tersebut pembuat film mencoba menegaskan bahwa pendekatan behavioristik memiliki banyak kelemahan dan kurang sesuai untuk diterapkan dalam sistem pendidikan formal.
Abtrak (Bhs. Inggris)Film is an effective media for social critics. Through the audio visual elements film can display various portraits of social phenomena that exist in the midle of society. This research aims to explore the various signs in the film scenes which are representations of social critics, especially in the field of education. The method used in this study is semiotic developed by John Fiske. The scenes which are considered to contain social critics is elaborated on 9 television codes. After that the sign will be analyzed in three levels, the level of reality, representation, and ideology.
This study found that the “Taare Zameen Par” film contained critics of the behavioristic approach in the education system. Efforts to criticize the behavioristic approach are carried out by generating a humanistic approach as a comparison. The main figure who has a dyslexic problem barely can read when educated using the behavioristic approach. He also got the label as a naughty student. The main figure was experiencing significant development when educated using a humanistic approach. In this way film makers try to assert that the behavioristic approach has many weaknesses and is not suitable to be applied in the formal education system.
Kata kunciFilm, Taare Zameen Par, Semiotika, Model John Fiske, Kritik Sosial, Pendidikan, Pendekatan Behavioristik
Pembimbing 1Dr. Mite Setiansah, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Nana Sutikna, M.Hum.
Pembimbing 3Tri Nugroho Adi, S.sos, M. Si.
Tahun2019
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2019-02-15 12:35:30.308254
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.