Artikel Ilmiah : F1G014060 a.n. LIYA FITROTUN NURIL MAOLA

Kembali Update Delete

NIMF1G014060
NamamhsLIYA FITROTUN NURIL MAOLA
Judul ArtikelIstilah-istilah pada Tradisi Manten Tebu di PG Jatibarang (Kajian Etnolinguistik)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Istilah-istilah Tradisi Manten Tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes (Kajian Etnolinguistik)”. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimanakah bentuk satuan lingual dan kategori kata pada istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes? (2) Bagaimana makna leksikal dan makna kultural pada istilah-istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes? (3) Bagaimana fungsi budaya pada satuan lingual tradisi manten tebu di PG Jatibarang? (4) Bagaimana nilai-nilai yang terkandung pada Tradisi Manten Tebu di PG Jatibarang Kabupatn Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan bentuk satuan lingual dan kategori kata pada istilah-istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes. (2) Mendeskripsikan makna leksikal dan makna kultural pada istilah-istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes. (3) Mendeskripsikan fungsi budaya pada satuan lingual tradisi manten tebu di PG Jatibarang. (4) Mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi manten tebu di PG Jatibarang.
Metode dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif yaitu mendeskripsikan data kebahasaan yang berkaitan dengan bentuk, makna leksikal dan makna kultural serta fungsi budaya pada satuan lingual istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah yang terdapat pada tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes. Sumber data dalam penelitian ini adalah berasal dari informan yaitu karyawan, penyelenggara tradisi manten tebu, dan masyarakat sekitar PG.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Teknik dasar yang dipakai adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutanadalah teknik simak libat cakap. Kemudian menggunakan teknik rekam dan teknik catat. Dalam penjaringan datamenggunakan teknik snowballsampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih dan metode padan. Penelitian ini menggunakan metode penyajian hasil analisis data secara formal dan informal.
Hasil penelitian ini ditemukan 22 bentuk satuan lingual berupa monomorfemis, 7 bentuk satuan lingual polimorfemis, dan 10 bentuk satuan lingual yang berupa frasa. Penelitian ini ditemukan adanya makna leksikal dan makna kultural. Makna leksikal adalah makna berdasarkan KBBI V dan kamus Bausastra, sedangkan makna kultural adalah makna yang ada pada masyarakat yang berkaitan dengan kebudayaan masyarakat Jatibarang. Penelitian ini juga ditemukan adanya fungsi budaya pada satuan lingual istilah tradisi manten tebu yang terbagi menjadi 3 yaitu sebagai (1) sarana perkembangan kebudayaan, (2) jalur penerus kebudayaan, dan (3) inventarisasi ciri-ciri kebudayaan. Berdasarkan analisis fungsi budaya pada satuan lingual tradisi manten tebu dapat disimpulkan bahwa bahasa sebagai sarana ekspresi nilai-nilai budaya. Dalam penelitian ini ditemukan ditemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi manten tebu berupa nilai ketakwaan, nilai pelestarian budaya, nilai pendidikan, nilai etos kerja dan gotong royong, serta nilai simbolik.
Kata kunci: istilah-istilah pada tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kajian Etnolinguistik.
Abtrak (Bhs. Inggris)techniques. In data collection using snowball sampling technique. The method of data analysis in this study uses the agih method and the matching method. This study uses the method of presenting the results of data analysis formally and informally.
The results of this study found 22 forms of lingual units in the form of monomorphemes, 7 forms of lingual units of polymorphemism, and 10 forms of lingual units in the form of phrases. This research found lexical meaning and cultural meaning. The lexical meaning is the meaning based on KBBI V and the Bausastra dictionary, while the cultural meaning is the meaning that exists in the community that is related to Jatibarang society culture. This study also found the cultural function of the lingual unit, the term tradition Manten Tebu which are divided into 3, namely (1) means of cultural development, (2) cultural successor paths, and (3) inventory of cultural characteristics. Based on the analysis of cultural functions in the lingual unit of the Manten Tebu tradition, it can be concluded that language is a means of expressing cultural values. In this study found the contained values in the manten tebu tradition in the form of piety values, the cultural preservation value, the education value, the work ethic and mutual cooperation value, and symbolic value.
Keywords: terms in the tradition Manten Tebu in the Jatibarang sugar mill Ethnolinguistic studies.
Kata kunci istilah-istilah pada tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kajian Etnolinguistik.
Pembimbing 1Farida Nuryantiningsih, S.S., M.Hum.
Pembimbing 2Gita Anggria Resticka, S.S., M.A.
Pembimbing 3Erwita Nurdiyanto, S.S., M.A.
Tahun2019
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2019-02-15 12:12:34.737152
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.